super me
Singapura, 30 September 2026 – Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjadi salah satu pembicara dalam Data Centre World Asia, bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 yang berlangsung di Singapura pada 29–30 September 2026.
Tech Week Singapore merupakan salah satu ajang teknologi terkemuka di kawasan Asia yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pelaku industri, dan tokoh visioner dari berbagai sektor teknologi. Tahun ini, Tech Week Singapore menghadirkan lima agenda secara bersamaan, yaitu Cloud & AI Infrastructure Asia, DevOps Live!, Cyber Security World Asia, Data Centre World Asia, serta Big Data & AI World Asia.
Memasuki edisi ke-12, Data Centre World Asia mengangkat tema mengenai peran pusat data sebagai salah satu fondasi utama ekonomi digital. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konektivitas, komputasi berbasis Artificial Intelligence (AI), dan layanan digital, industri data center terus berkembang dengan tuntutan terhadap infrastruktur yang skalabel, andal, efisien, serta semakin berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, Kwin Fo tampil sebagai narasumber pada sesi Regional Dialogue Series_ – Indonesia yang diinisiasi Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC), dengan tema “The Race for Southeast Asia’s Data Halls: Can Indonesia Build the Power, the Rules, and the Talent to Win?” bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie di Data Centre Global Stage, Sands Expo & Convention Centre, Singapura.
Pada forum internasinal yang membahas kesiapan dan daya saing ekosistem data center Indonesia di Asia Tenggara, Kwin Fo memaparkan kesiapan PLN Batam dalam mendukung pertumbuhan industri data center dan ekonomi digital, khususnya di Batam yang semakin berkembang sebagai salah satu destinasi investasi data center di kawasan Asia.
“PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan. Kami terus mempersiapkan sistem kelistrikan Batam untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di masa depan, termasuk melalui pengembangan kapasitas pembangkitan secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan demand,” ujar Kwin Fo.
Menurut Kwin Fo, perkembangan industri data center telah menempatkan Batam pada radar investasi global. Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan infrastruktur, serta ekosistem investasi yang terus berkembang menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan daya tarik Batam bagi industri digital dan data center.
“Ketika berbicara mengenai pengembangan data center di Indonesia, Batam semakin dikenal oleh investor global. Kedekatannya dengan Singapura dan posisinya sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas memberikan nilai tambah yang sangat menarik bagi investor, khususnya di sektor teknologi dan AI,” jelasnya.
Kwin Fo juga menyampaikan bahwa BP Batam memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang mendukung percepatan pengembangan industri di Batam. Pada kesempatan tersebut, BP Batam turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut yang dihadiri oleh Wakil Kepala BP Batam. Menurutnya, kemudahan dan kecepatan proses perizinan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing Batam dalam menarik investasi global.
“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas. Dukungan BP Batam dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses investasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Batam semakin menarik bagi investor teknologi dan data center,” tambah Kwin Fo.
Selain aspek keandalan pasokan listrik, PLN Batam juga terus memperkuat komitmen terhadap penyediaan energi yang lebih hijau. Pengembangan energi terbarukan tersebut akan terus diperluas secara bertahap.
“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau. Karena itu, PLN Batam mempersiapkan keduanya secara bersamaan: keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung agenda keberlanjutan,” pungkas Kwin Fo.
Partisipasi PLN Batam dalam Data Centre World Asia menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan komunitas bisnis dan teknologi global sekaligus memperkenalkan potensi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center di kawasan Asia.
Sesi dialog tersebut juga menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari operator data center, pengembang kawasan, investor, penyedia teknologi dan utilitas, pembuat kebijakan, hingga pelaku ekosistem digital dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini.
BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.
“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty.
Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.
Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.
Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.
“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.
Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.
BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.
Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.
“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.
Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.
Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.
Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.
“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty.
Batam – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau mengungkap tindak pidana di bidang perdagangan berupa pemasukan tiga unit mesin pesawat (engine turbo) dalam keadaan tidak baru dari Singapura ke Batam.
Kegiatan press release dihadiri Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., Wadirreskrimsus Polda Kepri AKBP Juleigtin Siahaan, S.I.K., M.I.K., Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Paksi Eka Saputra, S.IP., S.I.K., M.M., dan Jaksa Fungsional Bidang Pidum Rumondang Manurung, S.H.
Pengungkapan dilakukan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri setelah memperoleh informasi terkait pemasukan barang dalam keadaan tidak baru dari luar negeri. Petugas kemudian melakukan penyelidikan di Jalan Duyung, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, pada 14 Agustus 2026 dan menemukan tiga unit mesin pesawat tersebut.
Dalam perkara ini, penyidik menetapkan empat tersangka berinisial LH, AE, AS, dan DJ yang memiliki peran dalam proses pengiriman dan pemasukan mesin pesawat dari Singapura ke Batam.
Barang bukti yang diamankan berupa tiga unit mesin pesawat (engine turbo) dalam keadaan tidak baru serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pemasukan barang tersebut. Tiga unit mesin pesawat tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp30 miliar.
Modus yang dilakukan yaitu memasukkan mesin pesawat dalam keadaan tidak baru dari Singapura ke Batam tanpa memenuhi dokumen dan ketentuan yang dipersyaratkan dalam kegiatan impor.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 111 juncto Pasal 47 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Polda Kepri mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar dalam melakukan kegiatan perdagangan maupun impor selalu memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Masyarakat juga diimbau melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan kegiatan perdagangan atau pemasukan barang ilegal.
Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi penanganan banjir dengan menyinkronkan data, pembagian wilayah kerja, dan langkah tindak lanjut di lapangan. Koordinasi tersebut dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, perwakilan BP Batam, serta camat dan lurah se-Kota Batam.
Amsakar mengatakan, penanganan banjir merupakan bagian dari 15 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Batam. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Cerita soal banjir ini menjadi bagian dari program prioritas kami. Kami sengaja mengumpulkan rekan-rekan teknis untuk memperbincangkan empat hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi yang ada, sinkronisasi pembagian tugas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah rencana aksi dan tindak lanjut nyata di lapangan,” tegas Amsakar.
Ia meminta camat dan lurah terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada dinas teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Dalam rapat itu, tercatat 167 titik banjir di Kota Batam yang masuk dalam peta penanganan. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.
Amsakar menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko Batam dan BP Batam. Dengan pembagian tersebut, penanganan di lapangan diharapkan tidak tumpang tindih ataupun menyisakan wilayah yang belum tertangani.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengkong Swadebi. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah kendaraan terseret arus saat hujan dengan intensitas tinggi.
Secara teknis, Bengkong Swadebi merupakan kawasan yang relatif rendah dan menjadi titik temu aliran air dari tiga wilayah. Salah satu aliran dengan debit terbesar berasal dari kawasan Cahaya Garden.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam bersama BP Batam menyepakati pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di bagian hilir. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menampung sekaligus mengatur aliran air secara lebih terintegrasi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan, pentingnya evaluasi berkala dan penyamaan data sebagai dasar penanganan banjir. Menurutnya, kondisi wilayah terus berubah seiring perkembangan permukiman sehingga data penanganan harus terus diperbarui.
“Data awal yang dihimpun dari lapangan terus dinamis seiring berkembangnya kawasan permukiman. Karena itu, evaluasi terhadap titik yang sudah ditangani tahun lalu harus memastikan tempat tersebut benar-benar bebas banjir,” ujar Li Claudia.
Ia juga mengatakan, penanganan kawasan permukiman padat yang berada di wilayah cekungan akibat perkembangan pembangunan sebelumnya membutuhkan proses serta intervensi teknis yang matang.
Di akhir rapat, Amsakar meminta seluruh jajaran memperkuat publikasi dan transparansi informasi mengenai penanganan banjir. Masyarakat, kata dia, perlu mengetahui langkah yang sedang dan akan dilakukan Pemko Batam bersama BP Batam.
Selain banjir, camat dan lurah juga diminta menyusun neraca persoalan lingkungan secara rutin, mulai dari jalan berlubang hingga penerangan jalan. Data tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat identifikasi persoalan dan menentukan langkah penanganan di wilayah masing-masing.
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026).
Upacara turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi.
Amsakar mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa.
“Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar.
Ia menekankan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan.
“Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026.
Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.
Natuna, 29 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor perikanan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat hingga ke wilayah perdesaan. Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui audiensi Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi Suryanto yang didampingi Sekretaris Dinas Perikanan Dedy Damhudy serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi di Kabupaten Natuna, Selasa (29/9). Dalam audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa karakteristik geografis Natuna yang didominasi wilayah perairan menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. “Dengan 99,24 persen wilayah Natuna berupa lautan, potensi ekonomi biru di daerah ini sangat besar dan perlu kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
OJK bersama Pemerintah Daerah dan industri jasa keuangan akan memperkuat ekosistem pembiayaan agar potensi tersebut dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Sinar. Sinar menambahkan bahwa implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) semakin memperkuat peran OJK dalam mendorong sektor jasa keuangan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah. “OJK tidak hanya memastikan sektor jasa keuangan tumbuh sehat dan stabil, tetapi juga mendorong sektor jasa keuangan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi daerah. Di Natuna, kami ingin memastikan potensi sektor perikanan dapat bertemu dengan akses pembiayaan yang tepat agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas,” kata Sinar. Inisiatif tersebut menjadi relevan dengan kondisi intermediasi perbankan di Natuna. Berdasarkan data terbaru, penyaluran kredit bank umum di Natuna mengalami kontraksi sebesar 6,31 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penyaluran kredit bank umum di Provinsi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 36,20 persen yoy. Meskipun demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi salah satu sektor utama dalam penyaluran kredit di Natuna dengan porsi mencapai 19,56 persen.
Dukungan terhadap pembiayaan pelaku usaha juga terlihat melalui program kredit bersubsidi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Natuna mencatat penyerapan terbesar dalam program tersebut dengan total penyaluran mencapai Rp17,9 miliar kepada sekitar 680 debitur. Untuk memperluas akses permodalan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan Lembaga Jasa Keuangan akan menggelar forum business matching. Kegiatan tersebut akan mempertemukan kebutuhan pembiayaan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan yang sesuai sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin bankable. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi Suryanto menyambut baik program yang diinisiasi OJK. Menurutnya, keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha perikanan di Natuna.
Di sisi lain, potensi perikanan Natuna telah menjangkau pasar internasional. Pelaku usaha budidaya perikanan lokal telah melakukan ekspor sejumlah komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon, yang pengangkutannya dilakukan langsung menggunakan kapal dari Hong Kong. Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Perpustakaan Desa Dalam audiensi dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi, OJK mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai salah satu pusat pembelajaran masyarakat untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat desa. Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki potensi strategis sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.
“Perpustakaan bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas edukasi keuangan sehingga masyarakat semakin mampu mengelola keuangan secara sehat serta mengenali produk dan layanan keuangan yang legal dan logis,” ujar Sinar Danandjaya. Dalam kesempatan tersebut, OJK menyampaikan prinsip pengelolaan keuangan dengan membagi pengeluaran ke dalam tiga kelompok utama, yaitu kebutuhan rutin atau biaya hidup, kebutuhan situasional untuk menghadapi kondisi darurat, serta persiapan keuangan untuk masa depan dan hari tua. OJK juga memperkenalkan formula alokasi keuangan 10-20-30-40, yaitu 10 persen untuk dana sosial, 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan utang, serta 40 persen untuk biaya hidup. Untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut, OJK bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan mendorong penyelenggaraan Training of Trainer (ToT) mengenai perencanaan keuangan berkelanjutan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal bagi pustakawan yang tersebar di 37 desa di Kabupaten Natuna.
Melalui ToT tersebut, pustakawan diharapkan dapat menjadi agen edukasi keuangan yang membantu masyarakat di desa masing-masing meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sekaligus kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. OJK bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna tengah menjajaki pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif. Pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai diharapkan dapat mendekatkan layanan keuangan dasar kepada masyarakat perdesaan, antara lain untuk menabung, melakukan penarikan uang, dan membayar tagihan, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan keuangan dasar. Sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan literasi masyarakat, OJK turut menyerahkan 17 buku edukasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna.
OJK juga mengajak masyarakat Natuna memanfaatkan pembelajaran mandiri secara gratis melalui Learning Management System (LMS) Keuangan OJK yang dapat diakses melalui lmsku.ojk.go.id. Platform tersebut menyediakan berbagai modul pembelajaran keuangan interaktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan. Kolaborasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna, Lembaga Jasa Keuangan, Dinas Perikanan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui penguatan ekosistem closed-loop dan perluasan business matching di sektor perikanan serta peningkatan literasi dan akses layanan keuangan melalui perpustakaan desa, OJK terus mendorong agar manfaat sektor jasa keuangan semakin dirasakan oleh masyarakat Natuna. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan, memperluas akses terhadap layanan keuangan formal, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal. Pada saat yang sama, penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi Natuna dan meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Dari laut yang menyatukan ribuan pulau, lahirlah cita rasa yang memperkaya setiap meja makan.
Batam, Indonesia – Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki kekayaan laut yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Tidak hanya menghasilkan beragam hasil laut berkualitas, setiap wilayah pesisir juga mewariskan tradisi kuliner yang unik, diperkaya oleh rempah-rempah yang menjadi identitas Nusantara.
Terinspirasi oleh kekayaan bahari tersebut, Oakbistro di Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam menghadirkan Laut Nusantara, sebuah pengalaman bersantap yang mengangkat hasil laut segar Indonesia berpadu dengan kekayaan rempah Melayu dan Nusantara dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Dikurasi oleh Chef Hashrul, salah satu chef terkemuka dari Johor yang dikenal akan kepiawaiannya dalam mengeksplorasi warisan kuliner Melayu, Laut Nusantara menghadirkan pendekatan yang berbeda terhadap konsep buffet dinner. Para tamu dapat menikmati lebih dari belasan hidangan laut yang terinspirasi dari kekayaan pesisir Nusantara, mulai dari sajian pembuka hingga hidangan utama yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara tradisi dan sentuhan kontemporer.
Sebagai signature dish, para tamu akan disambut dengan hidangan Lobster dengan rempah Nusantara. Perjalanan kuliner berlanjut melalui beragam hidangan laut yang menggambarkan karakter berbagai daerah di Indonesia, seperti Gulai Ikan Merah Padang, Cumi Tumis Rica-Rica, Lala Bakar Sambal Hijau, hingga Laksa Seafood Bumbu Bali yang menghadirkan kekayaan rempah dalam kuah santan yang kaya rasa. Pengunjung juga dapat menikmati Seafood Biryani khas Kashmir, Punjabi Style Crab Pakora, serta pilihan seafood segar lainnya yang menunjukkan pengaruh lintas budaya yang telah lama membentuk kuliner kawasan Melayu dan Nusantara.
Salah satu daya tarik utama lainnya adalah "Samudera" Catch of the Day Carving Station, yang menyajikan ikan utuh pilihan setiap minggunya dengan balutan serundeng kelapa dan berbagai pilihan sambal khas Indonesia. Pengalaman ini dilengkapi dengan Live Station Fish Asam Pedas Minang, di mana tamu dapat memilih jenis ikan favorit mereka untuk dimasak langsung dengan kuah pedas dan kaya rempah khas Minangkabau.
Meski berfokus pada kekayaan kuliner Nusantara dan Melayu, buffet ini tetap menawarkan berbagai pilihan hidangan Western dan Asian favorites yang familiar, termasuk live pasta station serta beragam hidangan internasional yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Bumbu Serumpun Laut Nusantara tersedia setiap hari Sabtu mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB di Oakbistro, dengan harga IDR 350.000 net per orang. Sebagai penawaran khusus, tamu dapat menikmati promo Buy 3 Get 1 Free, memberikan nilai lebih bagi keluarga dan kelompok sahabat yang ingin menikmati pengalaman bersantap bersama.
Detail Program
Bumbu Serumpun: Laut Nusantara
Setiap Sabtu | 18.00 – 22.00 WIB
Oakbistro, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam
Harga: IDR 350.000 net per orang
Penawaran Spesial:
- Buy 3 Get 1 Free
- Diskon 50% untuk anak usia 5–11 tahun
- Complimentary drink untuk setiap tamu dewasa
Untuk reservasi: ☎ +62 778 5518 889
???? +62 812-3003-0609
???? This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mendukung kemajuan industri pers Indonesia melalui berbagai program yang didedikasikan bagi rekan-rekan jurnalis. Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” serta CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 yang telah diselenggarakan sejak 2025. Sebagai kelanjutan dari kedua program tersebut, CIMB Niaga hari ini mengumumkan tujuh jurnalis penerima beasiswa dan empat karya jurnalistik terbaik dalam SJF 2026.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan menyatakan, kedua program tersebut merupakan wujud apresiasi sekaligus komitmen CIMB Niaga dalam mendukung pengembangan kapasitas insan pers Indonesia agar terus menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, memperkaya pemahaman publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh rekan jurnalis yang telah mengikuti proses seleksi, dan selamat kepada para peserta yang terpilih. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang rangkaian program beasiswa dan Sustainability Journalism Fellowship. Kami berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi para jurnalis sekaligus mendukung terciptanya industri media yang sehat dan berkualitas. Inisiatif ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, yaitu mendukung nasabah dan masyarakat, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk mewujudkan mimpi dan aspirasinya melalui peningkatan pendidikan serta wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Beasiswa untuk Jurnalis
Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” merupakan program yang dihadirkan CIMB Niaga bagi jurnalis yang akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) melalui pemberian tunjangan beasiswa senilai Rp70 juta per orang. Program ini merupakan bentuk apresiasi CIMB Niaga kepada insan pers yang berperan penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Melalui program ini, CIMB Niaga berharap dapat mendukung peningkatan kompetensi jurnalis agar semakin siap menghadapi dinamika dan perkembangan industri media.
Setelah dibuka sejak September 2025, program ini mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 32 peserta terpilih mengikuti psychometric assessment yang diselenggarakan bersama mitra independen. Dari jumlah tersebut, 15 peserta terbaik melanjutkan ke tahap wawancara untuk menilai motivasi, kesiapan studi, serta potensi kontribusinya terhadap profesi jurnalistik.
Selanjutnya, 10 finalis mengikuti penilaian karya jurnalistik oleh dewan juri berdasarkan aspek orisinalitas, relevansi tema, kualitas penulisan atau produksi, kedalaman analisis, serta dampak dan kreativitas. Berdasarkan keseluruhan proses seleksi tersebut, tujuh jurnalis akhirnya terpilih sebagai penerima Program Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga”. Mereka dinilai memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan kompetensi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan kontribusi positif bagi industri media dan masyarakat.
Sustainability Journalism Fellowship 2026
Adapun Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 merupakan program kolaborasi antara CIMB Niaga, Indonesian Institute of Journalism (IIJ), dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) yang diselenggarakan sejak Maret 2026. Program ini bertujuan memperkuat peran jurnalis dalam mendorong aksi keberlanjutan melalui implementasi ide yang memberikan dampak positif bagi sosial maupun lingkungan. SJF lahir dari keyakinan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen CIMB Niaga untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pada pelaksanaannya, SJF 2026 berhasil menjaring 233 proposal ide keberlanjutan dari jurnalis di berbagai daerah di Indonesia. Melalui proses seleksi yang melibatkan CIMB Niaga, IIJ, dan GRI, terpilih 20 jurnalis penerima fellowship yang masing-masing memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp10 juta untuk merealisasikan proyek keberlanjutan yang mereka usulkan. Selama tiga bulan, para peserta mengikuti rangkaian sustainability masterclass, pendampingan bersama para ahli, serta mengimplementasikan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan di wilayah masing-masing.
Sebagai bagian dari program tersebut, para peserta menghasilkan karya jurnalistik yang mendokumentasikan proses, pembelajaran, serta dampak dari proyek yang dijalankan. Berdasarkan hasil kurasi dan penilaian dewan juri, terpilih empat karya jurnalistik SJF 2026. Para penulis karya terbaik tersebut berkesempatan mengikuti field trip ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan peliputan sekaligus mempelajari berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengangkat isu keberlanjutan secara lebih mendalam dan kontekstual.
Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris menyampaikan program SJF 2026 dirancang untuk memperkuat peran strategis jurnalis dan media dalam mengawal transisi menuju keberlanjutan sekaligus mendorong aksi konkret di tengah masyarakat. Ia menilai jurnalisme berkelanjutan perlu bergerak melampaui ruang pemberitaan konvensional menuju aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh komunitas lokal. “Selamat kepada para pemenang. Mari bersama-sama kita wujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Umar.
Program Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” dan Sustainability Journalism Fellowship 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 CIMB Niaga yang diperingati pada 26 September 2026. Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan insan media sekaligus mendukung lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berdampak, dan berkontribusi bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penerima Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” 2026
- Abdullah Fikri Ashri (Harian Kompas)
- Romualdus San Udika (Stabilitas)
- Mazka Hauzan Naufal (Tribun Jateng)
- Anton Chrisbiyanto (Kabarindo.com)
- Chyntia Sami Bhayangkara (Suara.com)
- Budi (Koran Jakarta)
- Aditya Putra Perdana (Harian Kompas)
Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026
- Rahmat Utomo (Kompas.com) “Kisah Perempuan Pemulung di TPA Terjun, Penjaga Lingkungan yang Tak Terlindungi”
- Rheza Maulana (National Geographic Indonesia) “Tenggelamnya Desa Mayangan: Ketika Dampak Perubahan Iklim Terjadi Tepat di Depan Mata”
- Nina Susilo (Harian Kompas) “Sabun Cuci Ekoenzim, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik”
- Ahmad Hadi Ramdhani (Mongabay Indonesia) “Harapan Pulihkan Mangrove di Tengah Tambak Pesisir Sugian”
Jakarta, 30 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha serta perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar. Persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera diberikan melalui Surat OJK Nomor S-79/PL.02/2026 tanggal 18 September 2026, sedangkan PT Solusi Gadai Pintar diberikan melalui Surat OJK Nomor S-80/PL.02/2026 tanggal 21 September 2026.
Persetujuan tersebut diberikan setelah perusahaan memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen perizinan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2025. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Sebelumnya, OJK juga telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada empat perusahaan pergadaian swasta, yaitu PT Gadai Mas Nusantara, PT Gadai Sakti Indonesia (d/h PT Gadai Sakti Jakarta), PT Pusat Gadai Indonesia, dan PT Gadai Elektronik Jakarta. Kehadiran perusahaan-perusahaan berskala nasional tersebut semakin melengkapi ekosistem industri pergadaian di Indonesia, berdampingan dengan PT Pegadaian (Persero) yang telah lebih dahulu hadir dan beroperasi secara nasional dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di seluruh pelosok negeri. Saat ini terdapat beberapa perusahaan gadai yang telah mengajukan permohonan dan sedang dalam proses perizinan peningkatan lingkup usaha menjadi nasional.
Perluasan lingkup wilayah usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri pergadaian melalui peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. OJK mencatat, penyaluran pinjaman industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh sebesar 50,73 persen yoy menjadi Rp160,78 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga.
Pinjaman terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp136,39 triliun atau 84,43 persen dari total pinjaman yang disalurkan industri pergadaian. Sumber pendanaan pergadaian periode Juli 2026 sebesar Rp126,93 triliun meningkat 65,71 persen yoy. Sumber pendanaan Perusahaan Pergadaian berasal dari Pinjaman yang Diterima sebesar Rp111,46 triliun (87,81 persen) dan Surat Berharga Yang Diterbitkan sebesar Rp15,47 triliun (12,19 persen). OJK akan terus mendorong pengembangan industri pergadaian yang sehat, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan inklusi keuangan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal di seluruh Indonesia.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, hadir dalam kegiatan Tech Week Singapore 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (30/9/2026).
Kehadiran Li Claudia membawa pesan penting kepada negara-negara Asia bahwa Batam sedang membangun ekosistem data centre yang terintegrasi.
Komitmen ini terlihat dari upaya BP Batam dalam memperkuat infrastruktur pendukung ekosistem digital. Baik sarana maupun kesiapan lain yang akan digunakan untuk pengembangan industri tersebut.
Di panggung Asia ini, Li Claudia juga menegaskan potensi Batam sebagai destinasi investasi unggulan Indonesia.
“Pengembangan Batam hari ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan data centre, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang dapat mendukung industri tersebut dalam jangka panjang. Saat ini, komitmen kami adalah bagaimana proses investasi harus memberikan kepastian. Semua ini tentu harus disiapkan secara bertahap dan terintegrasi,” tegas Li Claudia.
Di samping itu, Li Claudia turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang ikut menampilkan beragam perkembangan teknologi dan pusat data tersebut.
Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting untuk BP Batam dalam mempelajari konsep Data Centre for AI serta kesiapan infrastruktur pendukung kebutuhan AI lainnya. Sehingga, pengelolaan dan layanan transformasi digital di Batam bisa lebih optimal dan mendatangkan multiplier effect terhadap ekonomi daerah.
“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” pesannya.
