Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro disela-sela Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (25/6/2026) mengatakan, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kepri berada di angka 3,92 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 3,08 persen.
Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Kepri sebesar 0,38 persen, lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,43 persen.
Kota Batam mencatat inflasi mtm sebesar 0,33 persen dengan inflasi tahunan 3,99 persen. Tanjungpinang mengalami inflasi bulanan lebih tinggi, yakni 0,59 persen dengan yoy mencapai 4,30 persen.
Sementara Kabupaten Karimun mencatat inflasi mtm tertinggi sebesar 0,63 persen, namun inflasi tahunannya relatif lebih rendah di angka 2,76 persen.
"Tekanan inflasi di Kepri pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Di antaranya cabai merah, tomat, sawi hijau, ketimun, serta daging ayam ras. Kenaikan harga ini sejalan dengan berakhirnya masa panen di sejumlah daerah pemasok utama dari Sumatera," tegasnya lagi.
Rony Widijarto Purubaskoro menambahkan, faktor distribusi turut berperan, mengingat sebagian besar kebutuhan pangan Kepri masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, termasuk Pulau Jawa. Biaya logistik yang relatif tinggi turut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi atau penahan inflasi, seperti emas perhiasan, angkutan udara, serta beberapa hasil laut seperti udang basah.
Kenaikan harga bensin nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor pendorong inflasi. Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal Mei 2026 turut memberi dampak pada biaya transportasi dan distribusi barang.
Bank Indonesia menilai, stabilitas inflasi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kepri. Meski demikian, pemerintah daerah dan otoritas terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi pangan dan stabilitas harga ke depan.
BATAM – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi penanaman 1.700 pohon mangrove di kawasan Pelabuhan Pancur, Tanjung Piayu, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada Jumat (26/6/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim" ini melibatkan BP Batam, puluhan perusahaan, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Kota Batam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, S.T., M.T., mengatakan penanaman mangrove kali ini merupakan rangkaian kegiatan ketiga yang diselenggarakan Pemkot Batam dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
"Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia kepada seluruh masyarakat Batam. Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya nyata kita menjaga lingkungan dan memperkuat kawasan pesisir," ujar Dohar.
Ia mengungkapkan, awalnya DLH Batam hanya menargetkan penanaman sekitar 1.000 pohon mangrove berdasarkan bantuan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor industri.
Namun, tingginya antusiasme dunia usaha membuat jumlah bibit yang terkumpul meningkat menjadi sekitar 1.700 pohon.
"Kami sangat bangga karena partisipasi perusahaan begitu luar biasa. Dari target awal 1.000 pohon, akhirnya menjadi 1.700 pohon mangrove. Ini menunjukkan semakin tingginya kepedulian pelaku usaha terhadap pelestarian lingkungan di Kota Batam," katanya.
Menurut Dohar, sebanyak 34 perusahaan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kontribusi mereka tidak hanya berupa penyediaan bibit mangrove, tetapi juga komitmen untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.
"Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga memastikan mangrove tersebut tetap hidup dan memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir Batam di masa depan," jelasnya.
Dohar menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan kawasan pesisir dan mengurangi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Batam.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup. Tidak hanya melalui penanaman pohon, tetapi juga dengan mengelola sampah secara bijak dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar," ujarnya.
Sejumlah perusahaan yang turut mendukung kegiatan tersebut antara lain CGK Power, ECOC, Cimata, VisiN, PGN, PLN, Pembangunan Asahan Aluminium (Persero) serta sejumlah perusahaan besar lainnya yang beroperasi di Kota Batam.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Pemerintah Kota Batam berharap gerakan penghijauan pesisir ini mampu memperkuat ekosistem mangrove, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (Iman Suryanto)
BP Batam Evaluasi Struktur Biaya Logistik, Pastikan Efisiensi dan Daya Saing Tetap Terjaga
Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya logistik sebagai upaya menjaga efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing Batam.
Sebagai bagian dari proses tersebut, implementasi penyesuaian tarif layanan peti kemas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar ditunda hingga 31 Agustus 2026. Sementara untuk pengguna jasa yang telah membayar sesuai dengan tarif yang baru, BP Batam akan mengembalikan selisih dari tarif yang sudah dibayarkan.
Keputusan tersebut merupakan hasil dialog bersama asosiasi pelaku usaha, operator terminal, pelaku logistik, pengguna jasa, dan berbagai pemangku kepentingan di Conference Hall IT Center BP Batam, Kamis (25/6/2026).
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano mengatakan, bahwa evaluasi ini dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan kepelabuhanan mampu meningkatkan kualitas layanan tanpa mengurangi daya saing dunia usaha.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat daya saing Batam,” tegasnya.
Menurutnya, transformasi Terminal Peti Kemas Batu Ampar telah dilakukan melalui modernisasi fasilitas, peningkatan produktivitas operasional, dan perluasan konektivitas pelayaran internasional.
Upaya tersebut tercermin dari peningkatan volume bongkar muat peti kemas TPK Batu Ampar yang mencapai 222.131 TEUs pada periode Januari-Mei 2026 atau tumbuh 16 persen, dengan produktivitas bongkar muat mencapai 40 box per jam.
Denny menambahkan, hasil pembahasan bersama pelaku usaha menunjukkan bahwa tarif pelayanan Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dikelola BP Batam hanya berkontribusi sekitar 18 persen terhadap total biaya logistik Batam-Singapura. Sementara itu, biaya logistik sisanya berasal dari komponen feeder dan transshipment.
Oleh karena itu, BP Batam akan terus memperkuat ruang dialog dengan para pelaku logistik guna mengkaji secara terbuka keterkaitan antara standar pelayanan, produktivitas operasional, investasi infrastruktur, dan struktur biaya logistik sebagai dasar penyempurnaan kebijakan ke depannya.
“Target kami kedepannya bisa menghadirkan pelayanan pelabuhan yang lebih modern dan meningkatkan kepercayaan investor. Karena itu, setiap kebijakan akan kami susun secara terbuka, berbasis data, dan melalui dialog bersama dunia usaha,” tutup Denny.
Jakarta, 27 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan pendalaman dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan atas peristiwa dugaan tindak kekerasan dalam proses penarikan agunan kendaraan pembiayaan yang melibatkan pihak yang bekerja sama dengan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) di Serang, Banten.
Proses pendalaman dilakukan OJK terhadap data dan dokumen terkait serta update informasi dan keterangan pengurus PT TAFS di Jakarta, Senin (22/6) sebagai tindak lanjut dari pemanggilan sebelumnya yang dilakukan pada 8 Juni 2026.
Pendalaman OJK menunjukkan adanya indikasi bahwa tindakan yang dilakukan oleh petugas lapangan dari pihak ketiga tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TAFS dengan pihak ketiga maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) penarikan agunan yang telah ditetapkan oleh TAFS.
Selain itu, OJK juga memperoleh informasi mengenai adanya dugaan pengalihan objek jaminan fidusia dari debitur kepada pihak lain tanpa persetujuan TAFS dan tanpa penyerahan dokumen kepemilikan kendaraan.
Terkait dugaan tindak kekerasan yang terjadi, OJK menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut atas pemanggilan sebelumnya, TAFS telah menyampaikan kepada OJK berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan, antara lain melakukan penelaahan internal dan langkah korektif, termasuk menghentikan kerja sama dengan pihak ketiga yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan PKS dan SOP yang berlaku, menyampaikan data, dokumen, serta klarifikasi yang diperlukan dalam rangka pengawasan OJK, dan melaporkan perkembangan penanganan kasus secara berkala.
OJK selanjutnya meminta TAFS melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kegiatan penagihan dan penarikan agunan, termasuk memperkuat mekanisme pengawasan terhadap tenaga penagihan internal maupun pihak ketiga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelindungan konsumen dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan implementasi perbaikan berjalan secara efektif, TAFS diwajibkan menyampaikan rencana aksi perbaikan dalam waktu 7 hari kerja dan melaporkan implementasinya paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja kepada OJK.
Rencana aksi tersebut paling sedikit memuat penguatan tata kelola, pengawasan terhadap pihak ketiga, penyempurnaan prosedur penagihan dan penarikan agunan, serta mekanisme pemantauan dan pelaporan pelaksanaannya.
OJK akan melakukan pengawasan secara intensif terhadap pelaksanaan rencana aksi tersebut. Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, OJK akan mengambil tindakan pengawasan tegas dan/atau mengenakan sanksi administratif sesuai dengan kewenangannya.
OJK menegaskan bahwa perusahaan pembiayaan bertanggung jawab atas seluruh proses penagihan dan penarikan agunan yang dilakukan, termasuk apabila menggunakan tenaga penagihan internal maupun pihak ketiga. Penggunaan pihak ketiga tidak menghilangkan tanggung jawab perusahaan untuk memastikan seluruh proses tersebut dilaksanakan secara profesional, beretika, tidak menggunakan kekerasan, intimidasi, ancaman, atau tindakan lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip pelindungan konsumen.
OJK juga mengimbau kepada debitur untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian pembiayaan yang telah disepakati untuk tidak menjual, mengalihkan, menggadaikan, atau memindahtangankan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia sebelum perjanjian pembiayaan berakhir, serta mengedepankan komunikasi dengan perusahaan pembiayaan apabila mengalami kesulitan pembayaran angsuran guna memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli objek jaminan fidusia dari debitur yang tidak disertai dengan penyerahan dokumen kepemilikan kendaraan atas objek jaminan fidusia tersebut.
OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap praktik penagihan di industri pembiayaan guna memastikan seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan menerapkan tata kelola yang baik, mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, dan senantiasa mengedepankan pelindungan konsumen dalam setiap kegiatan usahanya.
BP Batam Terima Kunjungan Akademik Universitas Batam, Tingkatkan Pengetahuan Pertumbuhan Kota Batam
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menerima langsung kunjungan akademik dari Universitas Batam (UNIBA), Kamis (25/6/2026) di Conference Room IT Center.
Kunjungan ini merupakan kuliah lapangan yang diadakan oleh Universitas Batam dan bagian dari upaya memperdalam ilmu pengetahuan tentang pertumbuhan pembangunan dan ekonomi daerah khususnya di Kota Batam.
Kunjungan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Batam, Prof. Dr. Ramli, SE., M. S bersama Dosen Pengampu Universitas Batam, Dr. Agus Siswanto Siagian, S.H., M. H., C. Med serta melibatkan 120 mahasiswa/i dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Manajemen dan Akutansi serta Fakultas Hukum.
Dalam sambutannya, Ariastuty menjelaskan bahwa Batam bukan hanya dikenal sebagai kawasan industri dan investasi, tetapi juga merupakan kota yang tumbuh dari keberagaman budaya, masyarakat, serta semangat kolaborasi
“Selain kawasan industri dan investasi Batam juga merupakan Kota yang memiliki ragam budaya, masyarakat, pemerintahan dan pembangunan ekonomi yang saling berkaitan menjadikan Batam sebagai kawasan industri dan Free Trade Zone,” ucap Ariastuty
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswa untuk berdiskusi, bertanya dan menggali pengalaman sebanyak mungkin sebagai bentuk pengembangan ilmu generasi penerus demi pembangunan daerah dan bangsa.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk saling bertanya, diskusi dan menggali pengalaman untuk mendapatkan informasi sebagai bekal berharga ketika memasuki dunia kerja serta berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa”- tambah Ariastuty.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan mendengarkan penjelasan tentang pertumbuhan pembangunan pembangunan dan ekonomi Kota Batam.
Pada kesempatan ini pula, Ariastuty didampingi oleh Kepala Biro Keuangan, Siswanto; Kepala Biro Organisasi, Kepatuhan dan Manajemen Resiko, Yuli Widyastuti; Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga, Sthefani Barlian dan Kasubbag Advokasi Tata Usaha Negara, Harry Kurniawan
Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 7,04 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang mencapai 5,61 persen dan menjadi yang tertinggi di Sumatera. Pertumbuhan didorong oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, perdagangan, investasi, ekspor, dan konsumsi rumah tangga.
Stabilitas sistem keuangan Kepri juga tetap terjaga. Hingga April 2026, kredit perbankan mencapai Rp105,42 triliun atau tumbuh 23,86 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,54 persen menjadi Rp107,08 triliun. Risiko kredit tetap terkendali dengan rasio NPL sebesar 1,14 persen.
Inflasi Kepri pada Mei 2026 tercatat 3,92 persen (yoy). Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia Kepri bersama TPID terus memperkuat pengendalian inflasi melalui berbagai program, seperti Gerakan Menanam Cabai Kepri (GEMARI), edukasi belanja bijak, dan penguatan ketahanan pangan.
Memasuki triwulan II 2026, ekonomi Kepri diperkirakan tetap tumbuh kuat meski sedikit melambat akibat normalisasi sektor pertambangan. Secara keseluruhan, ekonomi Kepri tahun 2026 diproyeksikan tumbuh dalam kisaran 6,0–6,8 persen, dengan inflasi tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen.
Ke depan, BI Kepri akan terus mendorong pengembangan UMKM, pariwisata, dan digitalisasi sistem pembayaran melalui program QRIS Jelajah Indonesia 2026, CERNIVAL, dan Pekan QRIS Nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Batam – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau melalui Subdit III Jatanras berhasil mengungkap jaringan promosi perjudian online internasional yang beroperasi di Kota Batam. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan lima tersangka beserta sejumlah aset berupa uang tunai, logam mulia, dan cryptocurrency yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian online.
Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang diterima pada 29 Mei 2026 terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Perumahan Citraland, Batam Kota. Setelah dilakukan penyelidikan, tim berhasil mengamankan lima tersangka berinisial ML, DC, RL, VW, dan AL yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan operasional promosi perjudian online.
Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka ML berperan sebagai koordinator operasional yang merekrut, melatih, dan mengawasi operator. Sementara empat tersangka lainnya bertugas mengelola promosi melalui grup Telegram, mengawasi iklan digital, melakukan verifikasi transaksi cryptocurrency, serta mengelola administrasi dan pembayaran jasa promosi.
Kelima tersangka diketahui bekerja di bawah kendali seorang pria berinisial AD yang diduga berada di luar negeri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, AD diduga berpindah-pindah antara Kamboja, Thailand, dan China serta tidak menetap di satu negara tertentu.
Modus yang digunakan yakni mempromosikan situs dan aplikasi perjudian online melalui berbagai platform digital dan ratusan grup Telegram. Promosi tersebut ditujukan kepada masyarakat di Brasil guna menarik pemain baru. Para pelaku diketahui menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto USDT yang diverifikasi melalui aplikasi Tronscan.
Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol. Ronni Bonic, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa dari pengungkapan kasus tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima unit laptop, dua unit iPad, sembilan unit telepon genggam, dua unit smartwatch, sejumlah akun perbankan dan aset kripto, uang tunai sebesar Rp1,3 miliar, emas batangan dan perhiasan emas, serta aset cryptocurrency senilai 8.103 USDT yang diduga berkaitan dengan aktivitas promosi perjudian online.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Kepri dalam memberantas perjudian online yang memanfaatkan teknologi digital dan jaringan internasional.
"Polda Kepri akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk perjudian online serta menelusuri jaringan yang terlibat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas perjudian dan segera melaporkan apabila menemukan praktik serupa," ujar Kabid Humas.
Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 426 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait muatan perjudian. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam guna melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas Kepolisian.
Jakarta, 24 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026, yang mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Markets.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.
“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Friderica di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI telah merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026. Hasil evaluasi tersebut menempatkan market accessibility Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan lembaga penyedia indeks global terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sejak awal tahun 2026.
“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif. MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” kata Hasan.
Menurut Hasan, pengakuan terhadap agenda-agenda reformasi menjadi modal penting bagi pasar modal domestik untuk terus tumbuh dengan fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.
“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan,” kata Hasan.
Agenda Reformasi Terus Dilanjutkan dan Diperkuat
Hasan mengemukakan bahwa pengumuman klasifikasi pasar MSCI ini sejalan dengan hasil evaluasi lembaga penyedia indeks global lainnya, FTSE Russell, beberapa waktu lalu.
“Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa major markets seperti Tiongkok dan India. Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell. Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets, bahkan secara khusus memberikan highlight terkait inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal yang telah dan sedang kita gulirkan,” kata Hasan.
Hasan juga menegaskan bahwa dipertahankannya status Emerging Markets ini bukanlah tujuan akhir. OJK dan SRO akan terus memperkuat dan mengakselerasi implementasi agenda-agenda reformasi di pasar modal dalam negeri, dengan dukungan koordinasi dan sinergi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.
Ke depan, upaya-upaya untuk memperkuat relevansi dan peran pasar Indonesia dalam skala global juga akan terus diperkuat. Hal ini ditopang oleh kinerja perekonomian Indonesia yang kuat serta pertumbuhan pasar domestik sesuai dengan kondisi fundamentalnya.
“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.
OJK menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang sangat berharga dari Pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam mendorong agenda reformasi pasar modal Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun pasar modal yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.
Batam, 24 Juni 2026 – Sebagai bagian dari komitmen global melalui program June Action Month 2026 dan inisiatif Radisson Cares, Radisson Golf & Convention Center Batam berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menyelenggarakan kegiatan Donor Darah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat dan kesehatan komunitas.
Kegiatan yang dilaksanakan di area hotel ini melibatkan karyawan, tamu, serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama berkontribusi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi banyak kehidupan. Mengusung semangat “Be a Hero. Save a Life.”, kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari pilar People dalam rangkaian June Action Month 2026 yang secara global mengajak seluruh hotel Radisson untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan di sekitarnya.
Kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia menjadi langkah penting dalam mendukung ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. “Hospitality bagi kami bukan hanya tentang menciptakan pengalaman menginap yang berkesan, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama PMI, kami berharap setiap partisipasi hari ini dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujar perwakilan manajemen Radisson Golf & Convention Center Batam. Kegiatan ini juga menjadi refleksi dari nilai-nilai Radisson Cares yang menempatkan keberlanjutan, keterlibatan komunitas, dan aksi nyata sebagai bagian dari perjalanan perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Radisson Golf & Convention Center Batam percaya bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama.
Nobar Piala Dunia FIFA 2026 di Batam Siap Digelar, Pemko Libatkan UMKM dan Seluruh Kecamatan
Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat memeriahkan gelaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (24/6/2026).
Rapat ini merupakan tindak lanjut atas surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang mengarahkan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 sebagai sarana meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan nobar di berbagai daerah.
Yusfa Hendri mengatakan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi ekonomi yang dapat tercipta dari antusiasme masyarakat menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia.
“Ketika kebijakan dari pemerintah pusat sampai ke daerah, tentu ada tujuan strategis yang ingin dicapai. Momentum Piala Dunia ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam telah menerbitkan surat edaran Wali Kota Batam sebagai pedoman pelaksanaan nobar di seluruh wilayah Kota Batam.
Selain digelar di tingkat kecamatan, Pemko Batam juga merencanakan penyelenggaraan nobar tingkat kota di kawasan Dataran Engku Putri, Batam Centre, terutama untuk pertandingan-pertandingan besar hingga partai final.
“Untuk laga final, kita rencanakan dilaksanakan di Dataran Engku Putri. Kita juga akan mempertimbangkan pelaksanaan nobar pada pertandingan tertentu yang dipadukan dengan bazar UMKM sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Yusfa.
Dalam rapat tersebut, seluruh camat diminta melakukan pendataan lokasi nobar yang telah ada di wilayah masing-masing sekaligus menunjuk penanggung jawab di setiap titik kegiatan.
Pendataan akan terintegrasi melalui sistem pelaporan berbasis daring yang memuat informasi lokasi, jumlah pengunjung, serta dokumentasi kegiatan hingga pelaksanaan laga final yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 dini hari.
Yusfa juga menegaskan bahwa setiap penyelenggara wajib mematuhi ketentuan penggunaan atribut dan materi publikasi sesuai aturan pemegang hak siar.
“Kami akan menyiapkan banner dan spanduk untuk dipasang di titik-titik nobar. Seluruh penyelenggara juga wajib mengisi data melalui tautan yang telah disediakan,” katanya.
Sementara itu, Pengamat Sepak Bola Kepulauan Riau, Chris Triwinasis, menjelaskan bahwa pelaksanaan nobar harus tetap memperhatikan ketentuan hak siar yang berlaku. Saat ini, TVRI merupakan pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.
Menurut Chris, hingga kini telah terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Kota Batam. Karena itu, penyelenggaraan nobar di ruang publik dinilai penting untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati pertandingan secara bersama-sama.
“Saat ini sudah terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Batam. Pelaksanaan nobar di ruang publik perlu terus didorong agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa materi publikasi hanya diperbolehkan menggunakan tulisan “Nonton Bareng” tanpa mencantumkan logo resmi FIFA World Cup, maskot, maupun gambar trofi Piala Dunia.
Melalui penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026, Pemko Batam berharap tercipta ruang publik yang aman, produktif, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM serta mendorong perputaran ekonomi di Kota Batam.
BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan
Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.
Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.
Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.
Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.
Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.
“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.
Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.
“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.
Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.
“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.
BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.
Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.
Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.
Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.
Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.
Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.
“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.
“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.
Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.
“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia.
ARTOTEL Batam Kembali Hadirkan Wellness Experience di Rooftop dengan Panorama 180 Derajat Nagoya
Batam, Juni 2026 - Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan wellness seperti Zumba, Yoga, dan Sound Bath yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Batam, ARTOTEL Batam kembali menghadirkan pengalaman sehat yang menyenangkan melalui acara Rooftop Wellness: Rhythm of The World yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 18.30 WIB di Rooftop ARTOTEL Batam.
Mengusung konsep olahraga dan gaya hidup sehat yang dipadukan dengan pengalaman bersantap yang menarik, peserta akan diajak menikmati sesi Zumba di area rooftop dengan pemandangan spektakuler 180 derajat dari kawasan Nagoya dan sekitarnya. Menikmati semilir angin sore menjelang malam, iringan musik energik, serta panorama lampu kota dari ketinggian akan menjadi pengalaman yang berbeda untuk mengakhiri hari dengan lebih sehat dan menyenangkan.
Dengan harga IDR 130.000 net per orang, peserta tidak hanya mendapatkan akses untuk mengikuti sesi Zumba, tetapi juga dapat menikmati sajian All You Can Eat yang telah disiapkan oleh tim ARTOTEL Batam. Beragam pilihan menu akan tersedia, mulai dari Caesar Salad on Wheel Cheese, Salad Bar, Yoghurt Granola Station, hingga hidangan utama seperti Roasted Sirloin dan Roasted Chicken.
Tidak ketinggalan sajian favorit seperti Batagor Kuah serta berbagai pilihan makanan lokal yang menggugah selera. Sebagai pelengkap, peserta juga dapat berkreasi sendiri dengan memilih kombinasi buah dan bahan favorit untuk menghasilkan minuman sehat sesuai selera. "Setelah melihat respons positif dari berbagai kegiatan wellness yang telah kami hadirkan sebelumnya, kami kembali mengajak masyarakat Batam untuk menikmati pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik, pilihan kuliner yang lebih sehat, dan suasana rooftop terbaik di pusat Kota Batam
. Kami berharap acara ini dapat menjadi pilihan aktivitas akhir pekan yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan," ujar Andi Anggreni, General Manager ARTOTEL Batam. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan cocok diikuti oleh siapa saja yang ingin menghabiskan waktu bersama teman, pasangan, maupun keluarga dengan aktivitas yang lebih sehat dan berkesan.
Mengingat antusiasme yang tinggi pada setiap penyelenggaraannya, masyarakat disarankan untuk melakukan reservasi lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat. Untuk informasi dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp 0811 7758 922 atau mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @artotelbatam.
