Live Streaming
Page 1 of 142

Dalam rangka merayakan 45 tahun dedikasi dalam industri perhotelan Indonesia, Santika Indonesia Hotels & Resorts menghadirkan program spesial "Santika Anniversary Sale" sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu setia yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan. Melalui promo ini, para tamu dapat menikmati diskon menginap hingga 45%, termasuk sarapan untuk dua orang, untuk pemesanan melalui aplikasi MySantika di jaringan Santika Indonesia Hotels & Resorts yang berpartisipasi. Periode pemesanan berlangsung pada 21 Agustus hingga 2 September 2026, dengan periode menginap mulai 21 Agustus hingga 22 Desember 2026, sehingga memberikan fleksibilitas bagi para tamu untuk merencanakan perjalanan bisnis maupun liburan hingga akhir tahun.

Corporate Marketing & Communication Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, Prita Gero, menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun ke-45 ini menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan bersama seluruh pelanggan yang telah memberikan kepercayaan kepada Santika Indonesia Hotels & Resorts selama ini. "Perjalanan 45 tahun Santika Indonesia Hotels & Resorts tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan para tamu setia. Melalui Santika Anniversary Sale, kami ingin mengucapkan terima kasih dengan menghadirkan penawaran terbaik agar lebih banyak tamu dapat menikmati pengalaman menginap yang berkesan. Kami berharap program ini menjadi bagian dari momen istimewa para tamu bersama keluarga maupun kolega," ujar Prita.

Tidak hanya menawarkan diskon spesial, program ini juga memberikan keuntungan tambahan bagi para member MyValue Loyalty Program. Selama periode promo berlangsung, para member berkesempatan mengikuti program Top Spender dan Lucky Spender dengan berbagai hadiah menarik. Tiga member dengan total transaksi tertinggi selama periode promo akan memperoleh hadiah berdasarkan peringkat Top Spender. Top Spender pertama akan mendapatkan voucher menginap di The Anvaya Beach Resort Bali, Top Spender kedua di Hotel Santika atau Hotel Santika Premiere pilihan, dan Top Spender ketiga di Kampi Hotel pilihan, masing-masing untuk menginap selama 3 hari 2 malam.Sementara itu, para member lainnya yang memenuhi syarat transaksi juga berkesempatan menjadi Lucky Spender untuk memenangkan poin MyEraspace sebesar Rp5.000.000,-.

Hotel Santika Batam merupakan Hotel Santika ke 33 dalam kelompok Hotel Santika berbintang 3 dan merupakan property ke 124 yang saat ini dikelola oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts. Sampai saat ini property Santika Indonesia Hotels & Resorts telah tersebar di lebih dari 40 kota di Indonesia. Hotel Santika Batam memiliki 136 kamar dengan 3 tipe kamar: Superior, Deluxe dan Suite. Fasilitas lainnya adalah meeting room, rooftop restaurant, gym dan kolam renang. Terletak di Batam Center, Hotel Santika Batam dilengkapi dengan Gurindam Restaurant yang berada di lantai 11 dan menyajikan pemandangan terbaik kota Batam. Sarana umum seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center International Ferry Terminal, Rumah Sakit, pusat perbelanjaan dan berbagai pusat bisnis dapat ditempuh hanya dengan 15 menit berkendara dari Hotel Santika Batam. Untuk kemudahan reservasi dengan harga terbaik, download aplikasi MySantika di iOS atau Google Play Store.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mengukir prestasi. Kali ini, Batam menerima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kota.

Apresiasi tersebut diterima langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam kegiatan yang digelar di Hotel Radisson Batam, Rabu (12/8/2026) malam.

Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemko Batam dalam mendukung percepatan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan, apresiasi tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi dorongan agar daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Acara ini di samping dapat memberikan motivasi kepada daerah, juga memberikan reward kepada daerah yang berprestasi,” ujar Tito.

Menurutnya, apresiasi kepada pemerintah daerah berprestasi juga penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak daerah yang terus bekerja dan menghasilkan berbagai capaian positif.

“Dengan acara seperti ini kita menunjukkan bahwa banyak daerah yang baik dan berprestasi,” katanya.

Tito berharap penghargaan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah dan kepala daerah, sekaligus mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat.

Dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kota, dua kota lainnya yang juga menerima apresiasi yakni Kota Bandar Lampung, dan Kota Pekanbaru.

Untuk tingkat kabupaten, apresiasi diraih Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Way Kanan. Sementara itu, tingkat provinsi diberikan kepada Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Jambi.

Bagi Batam, capaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus memperkuat program penyediaan hunian yang layak dan terjangkau. Amsakar menegaskan, kebutuhan hunian merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bekerja,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan pembangunan hunian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat dan masa depan Batam.

Karena itu, Pemko Batam akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan hunian layak serta memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan yang masih kurang harus kita perbaiki,” katanya.

Amsakar menegaskan, apresiasi tersebut akan menjadi momentum bagi Pemko Batam untuk terus menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan, termasuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama jajaran Direktorat Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) melakukan kunjungan kerja ke Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).

Rombongan BP Batam diterima secara hangat oleh Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KIP, Edi Purwanto, serta Komisioner Bidang Regulasi KIP, Rini Purwandari, di Ruang Pertemuan Komisi Informasi Pusat, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Ariastuty menyampaikan bahwa kunjungan ke KIP tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan BP Batam dan jajaran pejabat struktural yang baru, tetapi juga sebagai sarana untuk memperoleh masukan serta bertukar pikiran terkait penguatan keterbukaan informasi publik.

“Kehadiran kami di Komisi Informasi Pusat ini selain untuk memperkenalkan BP Batam dan jajaran pejabat struktural yang baru, juga untuk mendapatkan masukan dan bertukar pikiran mengenai langkah-langkah progresif yang dapat kami lakukan,” ujar Ariastuty.

BP Batam sebelumnya berhasil meraih predikat Badan Publik Informatif untuk kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 96,90 dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

“Kami tidak ingin berhenti pada capaian yang sudah ada, tetapi ingin memastikan bahwa keterbukaan informasi benar-benar menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik di BP Batam,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KIP, Edi Purwanto, mengapresiasi berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan BP Batam dalam memperkuat pengelolaan keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, upaya BP Batam dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) internal menunjukkan adanya komitmen untuk memastikan implementasi keterbukaan informasi berjalan secara konsisten.

Selain itu, BP Batam juga dinilai telah melakukan berbagai penyempurnaan pelayanan, termasuk melalui digitalisasi serta pemenuhan kebutuhan layanan informasi bagi pemohon penyandang disabilitas.

Hal tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan BP Batam, khususnya berbagai inovasi dan upaya yang telah disiapkan dalam menghadapi penilaian keterbukaan informasi publik,” kata Edi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam dan Komisi Informasi Pusat untuk memperkuat sinergi dalam mendorong tata kelola informasi publik yang semakin transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Batam, 11 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mendorong percepatan digitalisasi layanan keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dalam peresmian Kantor Cabang Digital CIMB Niaga Syariah Batam, Selasa.

Menurutnya, transformasi digital pada layanan perbankan syariah menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi inovasi industri perbankan syariah dalam menghadirkan layanan berbasis digital. Digitalisasi perlu terus diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sinar.

Sinar menambahkan, pengembangan layanan keuangan digital perlu berjalan seiring dengan penguatan literasi dan pelindungan konsumen. Masyarakat tidak hanya perlu memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.

Peresmian tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam Yusfa Hendri, Pengawas Fungsi Pengawasan SP PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Kezza Mahisa Agni, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Budi Dermawan. Dari manajemen CIMB Niaga hadir Chief Consumer Syariah & Emerging Business Banking Bung Aldilla, Head of Syariah Network Evita Barliana, dan Branch Area Head Sumatera Rahmi Asrizal.

Capaian Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Kepri

Sinar menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan capaian yang tinggi dalam literasi dan inklusi keuangan syariah. 

Indeks literasi keuangan syariah Provinsi Kepulauan Riau mencapai 62,02 persen, menempati peringkat kedua tertinggi secara nasional dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah Kepri mencapai 30,03 persen, juga menempati peringkat kedua tertinggi nasional dan melampaui rata-rata nasional sebesar 13,24 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kepulauan Riau memiliki tingkat pemahaman dan akses terhadap keuangan syariah yang baik. Namun, capaian tersebut harus terus ditingkatkan dan diperluas agar manfaat layanan keuangan syariah dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Sinar.

Menurut Sinar, perkembangan layanan perbankan syariah berbasis digital dapat menjadi salah satu katalisator dalam memperluas akses masyarakat. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum optimal memperoleh akses terhadap produk dan layanan keuangan.

Perkuat Edukasi dan Pelindungan Konsumen

OJK juga mengingatkan industri jasa keuangan syariah agar perluasan layanan digital tidak hanya berfokus pada masyarakat perkotaan dan segmen masyarakat yang telah mapan secara finansial.

Perluasan akses perlu dibarengi dengan edukasi yang menyasar kelompok masyarakat prioritas, antara lain masyarakat perdesaan, pelaku sektor informal seperti petani dan peternak, pelajar, ibu rumah tangga, masyarakat berpenghasilan rendah, serta masyarakat dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah.

Perhatian juga perlu diberikan kepada kelompok usia yang berdasarkan hasil survei masih membutuhkan penguatan literasi keuangan, termasuk kelompok usia 15–17 tahun dan 51–79 tahun.

Sejalan dengan perkembangan digitalisasi, OJK mendorong industri perbankan syariah untuk mengembangkan edukasi keuangan yang praktis, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan serta perilaku masyarakat. Penguatan edukasi keuangan digital juga diperlukan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi mampu memahami manfaat dan risiko produk serta layanan keuangan digital, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber di sektor keuangan.

“Digitalisasi harus berjalan beriringan dengan literasi dan pelindungan konsumen. Kami mendorong industri untuk menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga peningkatan akses keuangan juga diikuti dengan penggunaan layanan keuangan yang aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Sinar. 

OJK optimistis sinergi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat untuk mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kepulauan Riau. Penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kepulauan Riau yang semakin cerdas dan sejahtera secara finansial.

LINGGA – Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, ternyata ada Pantai yang sangat mempesona namanya  Pantai Dungun yang terletak di Kecamatan Lingga Timur.

Pemandu wisata setempat, Lazuardi, mengungkapkan bahwa Pantai Dungun menawarkan keindahan alam pesisir yang masih alami dengan garis pantai membentang luas.

"Pantai ini hamparannya sangat luas saat air surut, berpasir halus, dan panjang pantainya lebih dari satu kilometer," ujar Lazuardi.

Pantai Dungun berhadapan langsung dengan Laut China Selatan (Laut Natuna), setiap musim angin utara, pantai ini menyuguhkan pemandangan ombak besar yang memukau.

Selain menikmati panorama laut dan berenang, pengunjung juga kerap memanfaatkan momen air surut untuk berburu hasil karang tradisional.

"Selain menikmati keindahan pantainya kita bisa menikmati mandi laut dan  sekaligus mencari hasil-hasil karang seperti kepah, remis, dan sejenisnya," tambah Lazuardi.

Nama "Dungun" sendiri diambil dari nama pemukiman warga sekitar, yakni Kampung Dungun. Lazuardi, menambahkan nama tersebut berkaitan erat dengan vegetasi lokal sejenis pohon bakau atau pohon dungun yang tumbuh di kawasan daratan pantai.

Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, sebagian masyarakat setempat telah menyediakan fasilitas akomodasi berupa homestay, meski jumlahnya masih terbatas.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung dari Kota Daik, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam lebih menggunakan jalur darat.

Sayangnya hingga saat ini pengelolaan wisata Pantai Dungun belum diberlakukan tarif masuk atau retribusi resmi.

"Untuk sementara ini masuk ke Pantai Dungun masih gratis dan bebas bagi masyarakat umum. Namun, memang yang menjadi kendala saat ini adalah akses dan jarak tempuh ke lokasi," jelas Lazuardi.

Fox Hotels terus memperluas kehadirannya di Indonesia dengan dibukanya Fox Hotel Nagoya Batam, properti pertama Fox Hotels di Batam. Dikelola oleh The Ascott Limited (Ascott), kehadiran hotel ini menandai langkah lanjutan pengembangan brand Fox Hotels di Indonesia sekaligus memperkuat portofolio The Ascott Limited dalam menghadirkan pilihan akomodasi yang relevan dengan kebutuhan wisatawan yang terus berkembang. 

Mengusung filosofi "Do It Your Way", Fox Hotels dikembangkan sebagai brand yang menawarkan cara berbeda dalam menikmati pengalaman menginap. Setiap properti dirancang dengan identitasnya masing-masing, menghadirkan ruang-ruang yang dapat mengikuti berbagai cara tamu menikmati perjalanan, baik untuk beristirahat, bekerja, bersosialisasi, maupun menikmati waktu luang. Pendekatan inilah yang menjadi benang merah di setiap Fox Hotels, termasuk Fox Hotel Nagoya Batam.

 

Di Batam, filosofi tersebut diwujudkan melalui ruang-ruang yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap sudut hotel. Fox Hotel Nagoya Batam memiliki 174 kamar, mulai dari Deluxe Room hingga Family Suite. Hotel ini juga menghadirkan Tenggara Restaurant, Stack Coffee, spa, gym, area bermain anak, serta fasilitas pertemuan. Melengkapi pengalaman tersebut, TC Lounge & Bar mengusung nuansa retro sebagai salah satu signature social space yang menawarkan suasana berbeda untuk menikmati waktu bersama kolega, teman, maupun keluarga. 

Menjelang Grand Opening, Fox Hotel Nagoya Batam menghadirkan rangkaian Road to Grand Opening yang melibatkan komunitas kreatif melalui acara Cosplay Community serta kehadiran pelaku UMKM lokal pada tanggal 8 & 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya hotel untuk membuka ruang kolaborasi dengan komunitas sekaligus memperkenalkan Fox Hotels melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan kota.

 

Peresmian Fox Hotel Nagoya Batam menjadi momentum diperkenalkannya Fox Hotels kepada masyarakat Batam. Acara ini dihadiri oleh perwakilan owning company, jajaran manajemen The Ascott Limited, pemerintah daerah, mitra bisnis, media, serta para undangan dari berbagai sektor. 

Philip Barnes, Country General Manager, Ascott Indonesia, mengatakan "Fox Hotel Nagoya Batam merupakan properti Fox Hotels ke-10 di Indonesia dan menjadi langkah penting dalam perjalanan pertumbuhan brand ini. Di luar Indonesia, Fox Hotels juga telah hadir di Malaysia melalui Fox Hotel Glenmarie Shah Alam dan Fox Lite Hotel D'Pulze Cyberjaya, mencerminkan pertumbuhan brand yang kini menjangkau lebih banyak destinasi. Setiap Fox Hotels dikembangkan dengan identitasnya masing-masing, namun tetap membawa filosofi yang sama, yaitu 'Do It Your Way', yang memberikan keleluasaan bagi tamu untuk menikmati perjalanan sesuai preferensi mereka. Kehadiran Fox Hotel Nagoya Batam memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan brand yang relevan dengan kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas pilihan akomodasi dalam portofolio The Ascott Limited."

Sementara itu, Yudie Rafles, Hotel Manager Fox Hotel Nagoya Batam, mengatakan bahwa Fox Hotel Nagoya Batam dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang selaras dengan karakter Fox Hotels melalui berbagai ruang yang dapat dinikmati dengan cara yang berbeda."Kami ingin setiap tamu memiliki keleluasaan dalam menikmati hotel sesuai ritme perjalanan mereka. Ada yang memulai hari di Stack Coffee, bersantai di TC Lounge & Bar dengan nuansa retro setelah beraktivitas, menghabiskan waktu bersama keluarga di Family Suite, ataupun memanfaatkan berbagai fasilitas lainnya. Kami berharap Fox Hotel Nagoya Batam dapat menjadi tempat yang tidak hanya nyaman untuk menginap, tetapi juga menyenangkan untuk menikmati waktu." 

Dengan hadirnya Fox Hotel Nagoya Batam, Fox Hotels kini memperluas jejaknya ke Batam sekaligus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pendekatan menginap yang memberi keleluasaan bagi setiap tamu menikmati perjalanan dengan caranya masing-masing.

Mulai dari menjelajahi kawasan Nagoya, menikmati ragam kuliner dan aktivitas di Batam, hingga bersantai di tengah perjalanan, Fox Hotel Nagoya Batam siap menjadi bagian dari setiap momen tersebut. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi  www.discoverasr.com/fox-hotel-nagoya-batam

 

Diskominfo Batam – Identitas Kependudukan Digital (IKD) didorong tidak sekadar menjadi layanan administrasi kependudukan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat ketepatan sasaran program perlindungan sosial di Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menilai pemanfaatan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi penting untuk memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan pelayanan dan bantuan pemerintah tidak terlewat.

Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong agar IKD tidak berhenti pada tahap aktivasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memudahkan pelayanan publik dan memperkuat ketepatan sasaran program perlindungan sosial di Batam.

Hal tersebut disampaikan Firmansyah saat mengikuti Rapat Koordinasi Analisis Capaian Pemanfaatan IKD dalam Mendukung Perluasan Program Perlindungan Sosial di Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). Rapat koordinasi yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia itu berlangsung di Kantor Wali Kota Batam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Kartika Adi Putranta, Asisten Deputi Administrasi Wilayah dan Kependudukan; Noor Aras Arief, Analis Kebijakan Madya; jajaran Analis Kebijakan Muda dan Analis Kebijakan Pertama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia; serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy.

Rapat membahas capaian pemanfaatan IKD, integrasi data kependudukan, serta strategi memperluas penggunaan identitas digital untuk mendukung pelayanan publik dan program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Firmansyah menilai, pemanfaatan IKD menjadi penting bagi Batam yang memiliki mobilitas penduduk tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar pemerintah dalam merancang dan menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat.

“Kami berharap IKD ini benar-benar berjalan dan dimanfaatkan di Kota Batam. Jangan hanya berhenti pada aktivasi, tetapi harus hadir dalam pelayanan dan memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, keberhasilan penerapan IKD tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang melakukan aktivasi. Lebih dari itu, IKD harus dapat dimanfaatkan dalam ekosistem pelayanan digital pemerintah sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Batam adalah kota dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Karena itu, kita membutuhkan data yang terus diperbarui dan dapat dimanfaatkan lintas layanan. IKD harus menjadi instrumen yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Firmansyah juga menekankan bahwa pemanfaatan IKD dapat mendukung ketepatan sasaran program perlindungan sosial. Integrasi data kependudukan dengan berbagai program pemerintah diharapkan mampu membantu memastikan masyarakat yang berhak menerima manfaat tidak terlewat.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar transformasi digital tetap memperhatikan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan digital, termasuk lanjut usia, penyandang disabilitas, masyarakat berpenghasilan rendah, dan kelompok rentan lainnya.

“Digitalisasi jangan sampai menciptakan kelompok yang tertinggal. Kita ingin IKD menjadi solusi, bukan hambatan. Karena itu, implementasinya harus inklusif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Batam,” tegasnya.

Firmansyah menyampaikan, Pemerintah Kota Batam siap memperkuat sinergi antarinstansi untuk mengoptimalkan pemanfaatan IKD. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar transformasi digital kependudukan tidak sekadar menghasilkan data yang lebih baik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Target akhirnya sederhana, data semakin akurat, pelayanan semakin mudah, dan masyarakat semakin cepat mendapatkan haknya. Kami berharap IKD di Batam bukan sekadar program digitalisasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan pelayanan masyarakat,” tutup Firmansyah. 

Batam, 11 Agustus 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —- Melanjutkan hubungan baik yang telah terjalin dengan negara tetangga, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla. melakukan Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Director General Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah, dan Commander Singapore Police Coast Guard (SPCG) SAC Ang Eng Seng. Kegiatan yang sekaligus mengukuhkan kembali hubungan trilateral ini berlangsung di Pangkalan Bakamla Batam, Selasa (11/8/2026).

Setelah menyambut kedatangan unsur kapal milik SPCG White Tip Shark dengan nomor lambung PH58, dan unsur kapal milik MMEA KM. Sibuan 2224, Ketua Delegasi masing-masing instansi coast guard tersebut melakukan pertemuan Tingkat Tinggi di Gedung Anambas, Pangkalan Bakamla Batam.

Sebelumnya, High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation telah dilakukan pada 15 Juli 2025 di Mabes Bakamla RI. Dengan kembali hadirnya pimpinan instansi coast guard negara tetangga Indonesia, diharapkan dapat memperkuat tindak pengawasan terhadap keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut. Tidak hanya itu, potensi kerja sama di masa mendatang juga turut disampaikan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyampaikan tindak lanjut atas pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini, ketiga pucuk pimpinan instansi coast guard tiga negara turut menandatangi Notes of Discussion (NoD) sebagai bentuk pengesahan butir pertemuan dan komitmen untuk terus melakukan kerja sama positif yang berkesinambungan.

Ketiga coast guard ini sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang baik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya mempertahankan stabilitas wilayah perairan yang saling berbatasan, dan menciptakan keamanan dan kenyamanan di laut. Diharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan suasana kondusif di wilayah perairan masing-masing negara.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Bakamla RI, antara lain Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, S.E., M.M., Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Lukman Kharish, S.T., M.Han., Direktur Latihan Ivan Gatot Prijanto, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto. (Humas Bakamla RI)

Jakarta, 10 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan penguatan integritas Pasar Modal sebagai prioritas utama dalam mendorong akselerasi transformasi Pasar Modal Indonesia agar semakin efisien, transparan, terpercaya, dan inovatif.

Penguatan Pasar Modal Indonesia diharapkan dapat berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan transformasi menuju ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan.

“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan juga sistem pengawasan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-49 Pasar Modal) di Jakarta, Senin.

Perayaan HUT Pasar Modal Indonesia dengan tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama” turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), asosiasi serta stakeholders lainnya di Jakarta, Senin.

Friderica menjelaskan reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan, sudah banyak mengubah wajah Pasar Modal Indonesia saat ini, antara lain dengan jumlah Single Investor Identification (SID) yang telah menembus angka 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen (yoy).

“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” kata Friderica.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia merupakan momentum untuk terus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena Pasar Modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor terutama pada saat-saat yang sangat strategis.

“Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel dalam inovatif dan berdaya saing,” kata Airlangga.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mengapresiasi reformasi integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dilakukan OJK bersama SRO, sehingga diharapkan Pasar modal bisa hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin dalam, liquid, trustable dan credible serta berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BEI Mulai dari penguatan likiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia,” katanya.

Peluncuran ETF Emas

Dalam kesempatan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal ini juga digelar peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di bursa saham.

Friderica menambahkan bahwa ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi yang dilakukan OJK yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi.

“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica.

Hal yang sama disampaikan Airlangga Hartarto yang mengharapkan produk ETF Emas bisa memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar.

“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

Sementara Juda Agung mendukung peluncuran ETF Emas yang diharapkan bisa memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia juga menyampaikan bahwa kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi bagi investor.

Kinerja Pasar Modal Indonesia

Hingga 7 Agustus 2026 realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi dengan jumlah Emiten di Pasar Modal Indonesia telah melampaui 962 perusahaan.

Jumlah investor terus meningkat signifikan, mencapai 30,27 juta atau bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan mayoritas 78 persen berusia di bawah 40 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp667 triliun dan nilai Asset Under Management (AUM) berada di posisi Rp1.026 triliun.

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar, diikuti partisipasi 158 perusahaan dan ketersediaan unit karbon 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan Fawzi dalam konferensi Pers HUT ke-49 Pasar Modal.

Dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market. Keputusan tersebut menjadi pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal.

OJK bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat implementasi sejumlah inisiatif strategis, antara lain:

  1. peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen;
  2. penyusunan kerangka pengaturan mengenai High Shareholder Concentration (HSC); dan
  3. peningkatan transparansi kepemilikan saham.

Sesuai Roadmap PMDK 2022-2027, OJK terus mendorong pencapaian sejumlah target dan inisiatif strategis yang menjadi fondasi bagi pengembangan pasar modal ke depan.

Dalam fase akhir roadmap tersebut, terdapat empat target dan inisiatif strategis yang perlu terus didorong, yaitu:

  1. Pendalaman pasar melalui optimalisasi sisi supply, demand, dan enhancement infrastruktur;
  2. Peningkatan integritas pasar melalui efektivitas pengenaan sanksi dan peningkatan kualitas Emiten dan Perusahaan Publik;
  3. Penguatan kelembagaan PUJK melalui pengembangan demutualisasi bursa, peningkatan kualitas penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF), dan penguatan cybersecurity; dan
  4. Pengembangan keuangan Keberlanjutan melalui penambahan pengguna jasa baru di Bursa Karbon serta dorongan inovasi produk investasi berbasis pelestarian lingkungan atau Sustainable Fund.

Batam Grassroot Football Festival 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning resmi berakhir pada Minggu (9/8) sore.

Ajang usia dini ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk berani bermimpi, bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Sepak bola usia dini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau membawa pulang piala. Ini tentang mimpi, keberanian, persahabatan dan pembentukan harapan bagi generasi muda,” kata Wakil Ketua Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam sambutannya.

Menurutnya, setiap kelompok usia memiliki tahapan pembinaan yang berbeda. Para pemain U-8 mulai mengenal keberanian dan pengalaman bertanding, pemain U-10 menunjukkan kreativitas dan semangat berkompetisi, sementara pemain U-12 mulai mengembangkan kemampuan teknik, taktik, serta sikap sportif yang lebih matang.

“Adik-adik, kalian semua yang ada di lapangan ini adalah juara,” ujarnya.

Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan pelatih yang terus mendampingi proses pembinaan para talenta muda. Ia berharap dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan tersebut akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama Batam hingga Tingkat Asia dan dunia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini dan khusus para orang tua dan pelatih yang telah membimbing anak-anak hebat ini. Mari kita buktikan dari Batam akan lahir pemain-pemain hebat yang mewarnai panggung sepak bola nasional hingga asia dan dunia,” serunya yang juga menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam.

Sementara, Ketua Panitia Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Yudi Candra, menyatakan empat tim terbaik atau semifinalis dari setiap kategori mendapatkan tiket otomatis menuju putaran internasional pada 15–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas.

“Empat besar terbaik meraih tiket otomatis ke festival internasional minggu depan,” ujar Yudi.

Para pemain terbaik yang teridentifikasi dalam ajang bergengsi ini juga berpeluang masuk dalam program pembinaan Batam Prime FC. Para telenta muda akan diseleksi dan dibina sebagai bagian dari tim elite atau tim seleksi Batam Prime.

Untuk putaran internasional, panitia menargetkan keterlibatan sekitar 16 tim. Peserta akan berasal dari Indonesia serta sejumlah negara tetangga. (AP)

Berikut Para Juara Batam Grassroot Football Festival 2026:

Kategori U-8
Juara 1: SSB NFA
Juara 2: SSB Ongis FA
Juara 3: SSB GBC FC

Kategori U-10
Juara 1: SSB NFA
Juara 2: SSB Bina Pratama
Juara 3: GBC FC

Kategori U-12
Juara 1: Kemuning Lion
Juara 2: FCB FC SSB
Juara 3: Progress Plus FA.

BATAM – Sorak sorai anak anak mewarnai penutupan BP Batam Grassroots Football Festival 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Minggu (9/8/2026).

Festival sepak bola usia dini yang berlangsung sejak 7 Agustus ini sukses menghadirkan pertandingan seru dari kategori usia 8, 10, dan 12 tahun. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk BP Batam, Garudayaksa Football Academy, serta Persebaya FC.

Wakil Ketua Pelaksana, Irfan, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga.

“Sepak bola usia dini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang mimpi, disiplin, persahabatan, dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan perkembangan luar biasa. Di kategori usia 8 tahun, anak-anak mulai memahami arti kerja sama dan keberanian. Sementara di usia 10 tahun, kreativitas permainan semakin terlihat. Adapun di kelompok usia 12 tahun, teknik dan taktik yang ditampilkan sudah menyerupai permainan level dewasa, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Irfan juga menekankan bahwa seluruh peserta adalah juara karena telah mengamalkan empat pilar utama festival, yakni mental juara, persahabatan, karakter, dan keberanian untuk bermimpi besar.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, tim medis, media, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan ini.

Lebih jauh, Irfan menegaskan bahwa Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan investasi, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya manusia unggul di bidang olahraga.

“Melalui pembinaan usia dini yang berjenjang dan berkelanjutan, kita ingin mencetak generasi penerus Batam yang berprestasi, khususnya di sepak bola,” jelasnya.

Festival ini juga menjadi gerbang menuju level yang lebih tinggi. Para pemain terbaik akan melanjutkan perjuangan pada ajang internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di kawasan Citra Mas. Selain itu, sebanyak 40 pemain terpilih akan dibentuk menjadi tim elit Batam Premier FC.

Menariknya, turnamen lanjutan tersebut juga akan diikuti oleh tim dari luar negeri, termasuk Malaysia, serta akademi sepak bola nasional seperti Garuda AX Academy.

“Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan. Dari Batam, kita berharap lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga dunia,” tutup Irfan.

Dengan penuh rasa syukur, BP Batam Grassroots Football Festival 2026 resmi ditutup, meninggalkan harapan besar bagi masa depan sepak bola usia dini di Batam.

Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial terkait keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Narasi yang menyebut pemerintah melarang pendirian toko kelontong dalam radius dua kilometer dari Kopdes Merah Putih dipastikan merupakan hoaks dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan narasi menyesatkan yang sengaja dibuat untuk membingungkan masyarakat. Menurutnya, terdapat sejumlah akun media sosial yang menyebarkan konten seolah-olah pemerintah akan melarang pendirian kios maupun toko kelontong di sekitar Kopdes Merah Putih, bahkan mengklaim akan ada sanksi berupa denda atau pemindahan lokasi usaha.

"Pernyataan menyesatkan ini diunggah di TikTok dengan akun PETUNG dan akun lainnya. Saya tidak pernah memberikan pernyataan itu. Oleh karenanya masyarakat jangan percaya dengan informasi menyesatkan dan tidak berdasar itu," kata Yandri.

Yandri kembali menepis isu yang menyebut Kopdes Merah Putih akan mematikan usaha warung masyarakat. Menurutnya, pemerintah justru berpihak kepada pelaku usaha kecil dan UMKM di desa.

"Menutup warung-warung warga di desa adalah berita bohong atau hoaks. Informasi tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan kami bersama Bapak Menko sudah melaporkannya ke Mabes Polri. Hal itu sama sekali tidak benar. Demikian pula isu larangan berdagang dalam radius dua kilometer, itu juga tidak benar dan merupakan berita bohong," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, menjelaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih justru dioptimalkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya sebagai titik penyaluran bantuan pangan beras apabila memiliki fasilitas yang memadai.

"KDKMP yang sudah ada bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur. Kita bisa mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki oleh koperasi," ujarnya.

Klarifikasi dari pemerintah tersebut diharapkan dapat meredam disinformasi sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah maupun media kredibel sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dengan informasi yang benar, implementasi Kopdes Merah Putih diharapkan mampu berjalan optimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi desa, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu keberlangsungan usaha warung dan toko kelontong yang telah menjadi bagian penting dari perekonomian desa.

Page 1 of 142

Instagram

Tentang Kami