Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, membantah tegas temuan Ombudsman RI terkait dugaan pungutan liar (pungli) serta penyediaan fasilitas mewah bagi warga binaan di lapas yang berlokasi di Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor tersebut. Bantahan ini disampaikan Wisnu saat mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto melakukan peninjauan pada Jumat (25/9/2026). Ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak ada di tempatnya dan meminta agar pihak yang menuding dapat menyampaikan bukti secara langsung.
Selain menampik isu pungli dan fasilitas mewah, Wisnu juga membantah tuduhan Ombudsman mengenai lemahnya standar pengamanan serta dugaan petugas yang sempat menghalangi tim sidak. Sebelumnya, pihak Ombudsman mengungkapkan bahwa kedatangan mereka pada Rabu (23/9/2026) sempat mendapat penolakan dan dibuat menunggu tanpa kejelasan selama setengah jam. Menanggapi hal tersebut, Wisnu menegaskan bahwa seluruh operasional di Lapas Cibinong telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jajarannya selalu bersikap kooperatif terhadap Ombudsman.
Pernyataan Kalapas ini berbanding terbalik dengan temuan Ombudsman RI saat menggelar sidak beberapa hari sebelumnya. Tim Ombudsman menemukan adanya area hunian berfasilitas lengkap dan mewah untuk warga binaan, bahkan menemukan minuman keras di dalam kulkas fasilitas tersebut. Tak hanya itu, Ombudsman juga mendapati aduan dari pengunjung atau keluarga narapidana yang mengaku dibebani pungli hingga Rp150.000 setiap minggunya, yang kini tengah ditindaklanjuti melalui investigasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sumber: CNN indonesia
Jakarta, 25 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dengan mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026 sebagai wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, dalam Puncak Indonesia Sharia Olympiad 2026 dengan mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate”, yang digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9).
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky. Dicky menjelaskan, ISFO tahun 2026 diikuti oleh 11.952 peserta atau hampir 12.000 peserta, yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia. Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah sematamata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Menurutnya, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, yaitu memahami keuangan; BIJAK, yaitu mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan; PRODUKTIF, yaitu mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi; serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif. “Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti. Menurutnya, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, terdapat salah satu tantangan besar yang dihadapi ke depan yaitu memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda, dan meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai. "Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan," ujar Ferry. Ferry mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Peluncuran Bahan Ajar Literasi Keuangan Sebagai rangkaian kegiatan Puncak ISFO 2026, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F. Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi landasan untuk semakin memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan. Lebih lanjut, OJK telah menyusun Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F bersama dengan pemangku kepentingan terkait sebagai upaya mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen pada tahun 2024 (d.h. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Bahan ajar ini mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler (Matematika dan Ekonomi) dan kegiatan kokurikuler, serta telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Diharapkan bahan ajar ini membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif sehingga menjadi bekal pelajar dalam mengambil keputusan keuangan saat ini dan di masa depan.
ISFO 2026 Wadah Edukasi dan Kompetisi Keuangan Syariah Generasi Muda ISFO 2026 menjadi wadah edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim WMS kategori mahasiswa.
Adapun peserta Grand Final Kompetisi CCKS adalah sebagai berikut:
Kategori Pelajar Peringkat Nama Peserta Asal Sekolah
Juara 1 Keanu Alief Montoya MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1) Ahmad Akif Al Zahrawi M. Razan Aqil Muflih
Juara 2 Fawwaz Chandra MAN Insan Cendekia Serpong Muhammad Muntaha Hadafi Shofi Khairunnisa
Juara 3 Abisatya Nararya MAN 2 Kota Malang Essenza Qurani Permata Qolbi Wanda Revamoza Abrilliant
Juara 4 M. Safa Farras MAN Insan Cendekia Batam (Tim 2) Muhammad Tammam Elhikam S. Muhammad Widi Alviano Putra
Kategori Mahasiswa Peringkat Nama Peserta Asal Perguruan Tinggi
Juara 1 Aida Aulia Rahmah Universitas Brawijaya Malang Iskazkro Rohmat Chaska Dea Alifiah Ihsani
Juara 2 Adriel Dwi Nugroho Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 1) Muhammad Wahab Hasbullah Annisa Fitriwadhani
Juara 3 Rezeky Farma Natanael N. Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 2) Muhammad Andrian Leon Adhyaksa Awindra
Juara 4 Pranajaya Muhammad Setiady Universitas Padjajaran Sumedang Nuriel Ajrina Izati Almaitsaa Majdina Putri
Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS) Peringkat Nama Peserta Asal Perguruan Tinggi Nama Usaha
Juara 1 Athar Ibrahim Toyib IPB University Sortine Zahra Nurul Rizkiyah
Juara 2 Siti Syahlah Septiyani Universitas Widyatama FitDaYs Naila Fidriatul Ilham Dina Widyastuti
Juara 3 Azid Ramadhan Universitas Syiah Kuala ELPIS Bintang Najwa Manurung M. Ariel Zulya Ramadhan Melalui penyelenggaraan ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.
JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih dua penghargaan internasional dalam bidang sustainability dari Asian Banking & Finance (ABF), yaitu Domestic Green Financing Bank of the Year (Indonesia) pada ajang ABF Wholesale Banking Awards 2026 dan Green Deal of the Year (Indonesia) pada ABF Corporate & Investment Banking Awards 2026. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dan konsistensi CIMB Niaga dalam memperluas pembiayaan berkelanjutan serta mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia, khususnya pada 2025.
Head of Commercial Banking CIMB Niaga Christian Prajitno mengatakan, penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya CIMB Niaga dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Asian Banking & Finance atas penghargaan yang diberikan serta kepada seluruh nasabah dan mitra yang telah mempercayakan kebutuhan pembiayaannya kepada CIMB Niaga. Sejalan dengan purpose CIMB Niaga Advancing Customers & Society, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung pertumbuhan usaha nasabah sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Christian di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Penghargaan tersebut didukung oleh berbagai transaksi dan inisiatif yang menunjukkan peran aktif CIMB Niaga dalam mendukung agenda keberlanjutan nasabah. Di antaranya melalui penyediaan Syariah Green Trade Finance atau pembiayaan trade hijau berbasis syariah untuk pengembangan energi terbarukan dan penyaluran Sustainability-Linked Loan (SLL) bagi industri tekstil rendah karbon yang menjadi transaksi SLL pertama di segmen Commercial Banking CIMB Niaga.
Per 30 Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga mencapai Rp66 triliun atau setara 26,7% dari total outstanding pembiayaan CIMB Niaga. Capaian tersebut ditopang antara lain oleh pembiayaan pada sektor energi terbarukan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai skema sustainability-linked financing. Selain itu, CIMB Niaga turut mendukung pembangunan gudang bersertifikasi hijau dan infrastruktur berkelanjutan di sektor logistik serta kawasan industri guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Sebagai bagian dari CIMB Group, CIMB Niaga berkomitmen mendukung pencapaian Net Zero Emissions pada 2050 melalui integrasi aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, kebijakan pembiayaan, dan pengelolaan risiko. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penerapan kriteria sektor pembiayaan berkelanjutan sesuai kerangka Green, Social, Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS), yang menjadi landasan dalam mengembangkan solusi pembiayaan berkelanjutan bagi berbagai sektor ekonomi.
Untuk membantu nasabah menjalankan berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga menghadirkan platform GreenBizReady™ (GBR) yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis, antara lain Bureau Veritas, ESGpedia, Jejakin, Surveyor Indonesia, Tri Hita Consulting, dan GIZ Energy Program Indonesia. Melalui platform ini, nasabah dapat memperoleh akses terhadap layanan konsultasi, pengukuran emisi, solusi dekarbonisasi, serta pendampingan implementasi proyek yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bisnis.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga terus memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah menghadapi perubahan lanskap bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan semangat #SekarangUntukMasaDepan, yang menjadi landasan CIMB Niaga dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/9) untuk membahas wacana pembebasan biaya pendidikan (sekolah gratis) di sekolah dan perguruan tinggi negeri dari jenjang SD hingga kuliah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rapat ini diselenggarakan untuk merumuskan langkah-langkah nyata pemerintah agar akses pendidikan negeri dapat diakses secara gratis dan merata oleh seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang keluarga.
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada HUT PAN ke-28 di JICC Senayan (18/9), di mana beliau menegaskan bahwa investasi terbesar suatu bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusianya melalui sektor pendidikan.
Sumber: CNN Indonesia
Hingga akhir Agustus 2026, BEI mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun dan menyisakan tujuh perusahaan yang mengantre dalam pipeline IPO. Pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan sekaligus membuka lebih banyak pilihan investasi bagi masyarakat.
Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menilai bahwa semakin banyak dan besar perusahaan yang melakukan IPO menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan pendanaan yang menarik bagi dunia usaha. Menurutnya, bertambahnya jumlah perusahaan tercatat juga memberikan lebih banyak alternatif investasi bagi Masyarakat sebagai sarana diversifikasi portfolio investasi.
IPO merupakan proses ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kalinya. Setelah proses penawaran umum selesai, saham perusahaan kemudian dicatatkan dan dapat diperdagangkan di BEI. Bagi perusahaan, IPO dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh pendanaan bagi pengembangan usaha serta peningkatan good corporate governance. Sementara bagi investor, IPO memberikan kesempatan untuk memiliki bagian dari perusahaan yang baru menjadi perusahaan terbuka.
Meningkatnya aktivitas IPO turut menarik perhatian investor. Setiap kali sebuah perusahaan melantai di BEI, antusiasme pasar biasanya meningkat. Bahkan tidak sedikit saham yang mencatatkan kenaikan harga pada hari pertama perdagangan. Kondisi ini kerap memunculkan anggapan bahwa berinvestasi pada saham IPO selalu menguntungkan.
Padahal, kenaikan harga pada awal perdagangan belum tentu mencerminkan nilai fundamental perusahaan maupun menjamin kinerja saham dalam jangka panjang. Setelah tercatat di Bursa, harga saham bergerak mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kinerja perusahaan, kondisi industri, ekonomi, dan sentimen pasar. Oleh karena itu, keputusan berinvestasi sebaiknya tidak didasarkan semata pada euforia pasar, tetapi melalui analisis yang matang agar sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.
Listyorini juga berpandangan bahwa IPO tidak seharusnya dipandang hanya sebagai momentum pada hari pertama perdagangan atau akhir dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, IPO merupakan titik awal pertumbuhan perusahaan di pasar modal Indonesia. Setelah melaksanakan IPO, perusahaan diharapkan dapat melakukan berbagai aksi korporasi lanjutan pada tahun-tahun berikutnya, tumbuh bersama pasar modal Indonesia, serta memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham IPO?
- Pelajari prospektus perusahaan
Listyorini meyarankan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mempelajari prospektus perusahaan. Dokumen ini merupakan sumber informasi utama yang memuat profil perusahaan, bidang usaha, kondisi keuangan, strategi bisnis, penggunaan dana hasil IPO, hingga berbagai risiko yang mungkin dihadapi. Dengan memahami informasi tersebut, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kualitas perusahaan dan prospek bisnisnya ke depan. Investor juga perlu mencermati bagaimana dana hasil IPO akan digunakan. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk ekspansi usaha, belanja modal, pembayaran utang, maupun kebutuhan lainnya sesuai dengan rencana perusahaan. Selain memehami terkait dengan pengunaan dana yang disampaikan melalui prospektus, pasca pencatatan investor juga harus terus memantau penggunaan dana hasil IPO melalui Laporan Realisasi Penggunaan Dana (“LRPD”) sebagaimana telah diatur pada POJK No. 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
- Pahami Model Bisnis Perusahaan
Selain membaca prospektus, investor perlu memahami bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dan menghasilkan pendapatan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain target pasar, sumber pendapatan, keunggulan kompetitif, serta strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis.
Tidak kalah penting, investor juga perlu melihat prospek industri tempat perusahaan beroperasi. Perusahaan dengan model bisnis yang jelas dan berada pada industri yang memiliki peluang pertumbuhan dapat memiliki ruang untuk berkembang, meskipun tetap terdapat risiko dan ketidakpastian yang perlu dipertimbangkan.
- Cermati valuasi saham dan prospek bisnis, bukan sekadar harga saham
Harga saham yang ditawarkan dalam IPO tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan apakah suatu saham tergolong murah atau mahal. Investor perlu melihat harga tersebut dalam konteks nilai dan fundamental perusahaan.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membandingkan valuasi perusahaan dengan perusahaan tercatat lain yang memiliki karakteristik atau bergerak di sektor yang sama. Investor dapat mempertimbangkan sejumlah rasio, seperti Price to Earnings Ratio (“PER”) atau Price to Book Value (“PBV”), dengan tetap memperhatikan karakteristik dan prospek bisnis masing-masing perusahaan. Menurut Listyorini, tujuan utama dalam menilai saham IPO bukan dari sekadar mencari saham dengan harga yang murah, tetapi memastikan bahwa harga yang ditawarkan sebanding dengan fundamental dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
- Kenali berbagai risiko investasi
Saham IPO tetap memiliki risiko investasi. Sebagai perusahaan yang baru memasuki pasar modal, kinerja perusahaan tercatat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun kondisi ekonomi dan industri. Selain itu, harga saham setelah tercatat di Bursa dapat bergerak fluktuatif mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Karena itu, investor perlu memiliki ekspektasi yang realistis dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.
Alih-alih berfokus pada euforia ketika saham mulai diperdagangkan, investor dapat memanfaatkan momentum IPO untuk membangun portofolio yang lebih berkualitas melalui analisis yang komprehensif. Dengan membaca prospektus, memahami model bisnis, menilai valuasi, serta mengenali berbagai risiko yang ada, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dan terukur.
Pada akhirnya, Listyorini menilai bahwa IPO dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan perusahaan sejak menjadi perusahaan terbuka. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada informasi yang memadai serta disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing investor.
Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan Anda telah mempelajari prospektus dan informasi penawaran umum secara menyeluruh. Informasi mengenai perusahaan yang sedang melaksanakan IPO, jadwal penawaran, serta dokumen prospektus dapat diakses melalui e-ipo.co.id maupun website BEI idx.co.id.
Pada akhirnya, berinvestasi di saham IPO bukan semata-mata tentang seberapa cepat mengikuti tren, tetapi tentang seberapa baik investor memahami perusahaan yang dipilih. Dengan informasi yang memadai dan analisis yang dilakukan secara cermat, investor dapat mengambil keputusan secara lebih rasional dan terukur.
Jakarta, 21 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026) yang telah berlaku sejak tanggal diundangkan pada 17 September 2026.
Penerbitan POJK 13 Tahun 2026 merupakan tindak lanjut amanat Angka 63 angka 3a Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang memberikan mandat kepada OJK untuk mengatur lebih lanjut mengenai pemegang saham Bursa Efek dalam bentuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
POJK 13 Tahun 2026 ini menjadi landasan hukum bagi Bursa Efek untuk melakukan langkah-langkah Demutualisasi Bursa Efek, yang akan mengubah struktur kepemilikan atas saham Bursa Efek dari yang semula terbatas hanya dimiliki oleh anggota Bursa Efek (mutual) menjadi dapat dimiliki oleh orang perseorangan dan/atau badan hukum Indonesia baik anggota Bursa Efek maupun bukan anggota Bursa Efek (demutual).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, menyatakan bahwa Demutualisasi Bursa Efek merupakan bagian penting dari rencana aksi percepatan reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia, mengingat langkah transformatif ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan Bursa Efek, tetapi juga akan membangun Bursa Efek yang lebih transparan, efisien, dan inovatif.
“Struktur Demutualisasi Bursa Efek yang memungkinkan kepemilikan secara luas oleh anggota bursa, investor strategis, dan publik akan mendorong peningkatan kualitas tata kelola, membuka akses permodalan yang lebih luas, dan percepatan pengembangan bagi Bursa Efek,” kata Hasan.
POJK 13 Tahun 2026 memuat pokok-pokok pengaturan yang meliputi saham Bursa Efek, pemisahan kepemilikan dan keanggotaan Bursa Efek, pelaksanaan Demutualisasi Bursa Efek, pemisahan fungsi pengaturan, pengawasan, dan bisnis, pembagian dividen, dan laporan Bursa Efek.
POJK 13 Tahun 2026 juga memuat sejumlah substansi pengaturan untuk menjamin independensi Bursa Efek dan penguatan pengawasan oleh OJK, diantaranya:
- Demutualisasi Bursa Efek dilaksanakan dengan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek, integritas pasar, dan fungsi pengaturan serta pengawasan Bursa Efek oleh OJK.
- Kepemilikan Bursa Efek oleh pihak selain Anggota Bursa Efek dilakukan dengan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek.
- Kepemilikan saham Bursa Efek oleh pemegang saham Bursa Efek dipisahkan dari keanggotaan Bursa Efek.
- Pemegang saham Bursa Efek dapat memiliki saham Bursa Efek paling banyak 5% (lima persen) dari jumlah saham Bursa Efek yang telah dikeluarkan.
- Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk kepemilikan saham lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah saham Bursa Efek yang telah dikeluarkan dimaksudkan untuk mencegah dominasi, konsentrasi kepemilikan saham, dan/atau pengendalian oleh satu Pihak, sehingga independensi Bursa Efek tetap terjaga.
- Setiap Pihak dilarang memiliki saham Bursa Efek secara mayoritas (lebih dari lima puluh persen) baik secara langsung maupun tidak langsung termasuk melalui afiliasinya.
- Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek dipilih dan wajib terlebih dahulu melalui Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan oleh OJK.
- Pemegang saham, Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal.
JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa dugaan penyelewengan Dana Penunjang Operasional dan Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah serta Wakil Kepala Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua pada era Gubernur Lukas Enembe mencapai angka triliunan rupiah. Berdasarkan hasil rekapitulasi penyidikan, dugaan penyalahgunaan wewenang ini ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp1,2 triliun.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa temuan besaran nilai fiktif ini didapatkan penyidik usai melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap lima orang saksi dari pihak Bank Mandiri pada Kamis dan Jumat, 17–18 September. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami prosedur serta mekanisme pencairan dana operasional Gubernur Papua tahun anggaran 2022 yang disinyalir tidak sesuai dengan peruntukannya.
"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan pencairan dana operasional Gubernur Papua tahun 2022, yang diduga fiktif, dengan nilai mencapai triliunan rupiah," ujar Budi kepada wartawan pada Senin (21/9).
Dalam perkara ini, KPK menetapkan sosok berinisial DE, yang menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, sebagai tersangka. DE diduga melakukan tindak pidana korupsi tersebut secara bersama-sama dengan almarhum Lukas Enembe sewaktu menjabat sebagai Gubernur Papua.
Sumber: CNN Indonesia
JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan capaian kinerja serta realisasi anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga pertengahan September 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Tito menyampaikan bahwa hingga 14 September 2026, realisasi anggaran Kemendagri telah menyerap dana sebesar Rp4,36 triliun. Angka tersebut setara dengan 63,54 persen dari total pagu anggaran Kemendagri tahun 2026 yang sebesar Rp6,86 triliun.
Selain penyerapan anggaran, Mendagri juga menyoroti sejumlah program strategis nasional dan pelayanan publik yang terus dikawal pemerintah daerah. Di antaranya meliputi pemulihan pascabencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT), penanganan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bagi korban bencana, pemantauan dan pengendalian inflasi daerah, hingga pengawalan program prioritas Presiden seperti Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Dalam kesempatan yang sama, selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito turut melaporkan penyerapan anggaran BNPP yang mencapai Rp266,6 miliar atau 69,41 persen dari total pagu Rp384,1 miliar. Kemendagri juga mengajukan usulan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk melengkapi pagu indikatif tahun anggaran berikutnya guna mendukung penguatan kinerja pemerintahan daerah dan pelayanan kependudukan.
Sumber: CNN Indonesia
Bersama REMIND, XLSMART menghadirkan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik yang lebih bertanggung jawab melalui teknologi, edukasi, dan aksi nyata generasi muda.
BANDUNG, 15 September 2026. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang bertanggung jawab. Melalui program ini, XLSMART mendorong pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat implementasi ESG & Sustainability XLSMART serta kontribusi terhadap keberlanjutan Indonesia.
Komitmen tersebut dijalankan melalui berbagai pendekatan, termasuk teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan limbah elektronik. Praktik keberlanjutan XLSMART juga diperkuat melalui penilaian independen dari CDP dan Fitch Ratings ESG. Melalui #ByeByeBox, XLSMART menerjemahkan pendekatan tersebut menjadi aksi nyata yang menghubungkan teknologi, edukasi, perubahan perilaku, dan prinsip ekonomi sirkular di kalangan generasi muda.
#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Dalam kolaborasi XLSMART dan REMIND, #ByeByeBox tidak hanya menjadi titik pengumpulan e-waste, tetapi juga medium edukasi untuk mendorong kebiasaan pengelolaan perangkat elektronik yang lebih sirkular.
Program berlangsung pada 14–28 September 2026, diawali dengan peluncuran di Aula Timur ITB pada 14 September 2026 dan dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di area kampus hingga 28 September 2026.
Dalam tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kg e-waste. Seluruh e-waste yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program secara keseluruhan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan.”
Pengguna #ByeByeBox cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan mengikuti petunjuk pada layar. Perangkat kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera dan teknologi AI, ditimbang secara otomatis, lalu diterima dan tercatat dalam sistem REMIND. E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.
REMIND juga membawa pendekatan pemulihan material dan pelaporan dampak yang terukur, sehingga material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan, “#ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya.”
ITB dipilih sebagai titik awal Campus Roadshow #ByeByeBox karena relevan sebagai ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, sustainability, dan aksi nyata mahasiswa. REMIND juga berangkat dari ekosistem ITB, sehingga program ini membawa kembali solusi pengelolaan e-waste kepada generasi mahasiswa berikutnya.
Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., mengatakan, “Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata.”
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA, serta BAPPENAS, yang mempertemukan perspektif bisnis, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, S.T., M.Si., Ph.D, mengatakan, “Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi.”
Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah atau berat e-waste yang terkumpul, tetapi juga dari jumlah partisipan, tingkat engagement, perubahan perilaku, serta dampak pengelolaan e-waste yang dapat dilaporkan secara konkret dan terukur.
Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS, dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox, yaitu 500 MB untuk e-waste di bawah 1 kg, 1 GB untuk 1–2 kg, dan 1,5 GB untuk di atas 2 kg, dengan masa berlaku satu hari. Bagi peserta yang belum menggunakan XL, AXIS, maupun Smartfren, tersedia kesempatan mendapatkan kartu perdana sesuai ketersediaan selama periode aktivasi.
Di sisi internal, XLSMART juga mengelola e-waste yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, termasuk aktivitas dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, maupun aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai. Pengelolaannya dilakukan bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan e-waste XLSMART berjalan dari dua sisi yang saling melengkapi, yaitu pengelolaan limbah elektronik dari operasional perusahaan serta mendorong perubahan kebiasaan di tingkat individu dan komunitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab dan mendukung keberlanjutan Indonesia.
