OJK TERBITKAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI PERKUAT KEAMANAN DIGITAL BPR DAN BPR SYARIAH
Jakarta, 8 Januari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong akselerasi digitalisasi BPR dan BPR Syariah, sesuai dengan pilar 2 Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPR Syariah 2024-2027, melalui penerbitan POJK Nomor 34 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh BPR dan BPR Syariah (POJK PTI BPR/S) dan ketentuan pelaksanaannya melalui Peraturan Anggota Dewan Komisioner Nomor 43/PADK.03/2025 (PADK PTI BPR/S).
Penerbitan ketentuan ini bertujuan agar industri BPR/S didorong dapat semakin memperkuat pengamanan informasi dalam penyelenggaraan TI secara menyeluruh melalui penerapan tata kelola TI dan manajemen risiko TI. Selain itu, industri BPR/S juga dituntut untuk memperkuat pengelolaan data dan perlindungan data pribadi dalam penyelenggaraan TI, ketahanan dan keamanan siber serta lebih tanggap dalam mendeteksi hingga mengatasi serangan siber.
“Dengan diterbitkannya ketentuan ini, diharapkan dapat mewujudkan amanat dari Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPR Syariah 2024-2027 yaitu agar BPR dan BPR Syariah dapat memiliki environment yang mendukung penyelenggaraan TI yang optimal, antara lain dari aspek people, process & technology, serta penerapan tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan TI,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Ketentuan Penyelenggaraan TI BPR dan BPR Syariah ini mengatur antara lain mengenai:
- Tata kelola TI, antara lain penetapan wewenang serta tanggung jawab dari Direksi dan Dewan Komisaris;
- Arsitektur TI bagi BPR dan BPR Syariah yang menyediakan layanan digital;
- Manajemen risiko dalam penyelenggaraan TI, antara lain terkait pengamanan informasi, kerjasama dengan Pihak Penyedia Jasa Teknologi Informasi (PPJTI) dan kepemilikan Rencana Pemulihan Bencana (Disaster Recovery Plan/DRP);
- Penempatan sistem elektronik BPR dan BPR Syariah pada Pusat Data dan Pusat Pemulihan Bencana di wilayah Indonesia; serta
- Ketahanan dan keamanan siber yang juga diperlukan sebagai respon atas meningkatnya konektivitas sistem TI BPR dan BPR Syariah dengan pihak ketiga.
Dian juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dan pelindungan nasabah dalam pengembangan sistem teknologi informasi di BPR/S.
“Seluruh BPR/S diharapkan dapat membangun sistem TI, baik secara mandiri atau menggunakan vendor TI, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, tidak membahayakan kesehatan BPR/S, dan mengedepankan prinsip pelindungan nasabah,” tegasnya.
Ketentuan ini mulai berlaku satu tahun terhitung sejak tanggal diundangkan. Pada saat POJK dan PADK ini mulai berlaku, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 75/POJK.03/2016 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 15/SEOJK.03/2017 tentang Standar Penyelenggaraan Teknologi Informasi bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
RSBP Batam Kukuhkan Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator, Tegaskan Janji Komitmen Pelayanan Prima
Batam – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) melaksanakan Pengukuhan dan Pembacaan Janji Komitmen Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator di lingkungan Badan Usaha RSBP Batam, Rabu (7/1/2026) sore, di Ruang Habibie Lantai 4 RSBP Batam.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto serta diikuti oleh para pejabat fungsional yang dikukuhkan, dengan disaksikan oleh pejabat struktural dan jajaran manajemen RSBP Batam.
Pengukuhan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Direktur Badan Usaha RSBP Batam Nomor 44/A6.2/12/2025 tanggal 31 Desember 2025, tentang penugasan Kepala Instalasi dan Kepala Ruangan di lingkungan RSBP Batam.
Dalam kesempatan tersebut, para Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator secara bersama-sama mengucapkan Janji Komitmen Pelayanan Prima RSBP Batam, yang menegaskan nilai profesionalisme, responsivitas, inovasi, peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta akurasi dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada pasien.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, dalam arahannya menekankan bahwa janji komitmen ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional yang harus diwujudkan dalam praktik pelayanan sehari-hari.
“Komitmen ini harus hidup dalam cara kita bekerja, mengambil keputusan, memimpin tim, dan melayani pasien. Pelayanan prima tidak cukup dinyatakan, tetapi harus dibuktikan secara konsisten,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pimpinan unit pelayanan memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya kerja, sehingga mutu dan keselamatan pasien dapat terjaga secara berkelanjutan di seluruh lini layanan RSBP Batam.
Kegiatan pengukuhan dan pembacaan janji komitmen ini menjadi bagian dari upaya RSBP Batam dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, serta meneguhkan budaya kerja yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, RSBP Batam menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, bertanggung jawab, dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam.
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan guna mendukung aktifitas masyarakat dan dunia usaha. Pada tahun 2026, BP Batam akan melaksanakan empat proyek pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan strategis Batam.
Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis pihaknya untuk terus mendorong peningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.
Taofan menyebutkan ada empat ruas jalan yang ditingkatkan sepanjang Tahun 2026. Pertama, Jalan Gajah Mada sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, yang menghubungkan Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Laluan Madani. Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini dikontrak dengan anggaran Rp 140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.
Kedua, Jalan R. Suprapto, yaitu ruas Simpang Batamindo menuju Dam Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Proyek ini juga dilaksanakan pada Januari ini dan akan dibangun menjadi empat lajur dua arah di masing-masing sisi sebagai kelanjutan peningkatan jalan menuju kawasan industri Mukakuning. Adapun nilai proyek sebesar Rp 50,8 miliar.
Selanjutnya, masih dalam tahap perencanaan, ada jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dan jalan Kawasan Industri Kabil sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Keduanya akan menggunakan anggaran proyek masing-masing sebesar Rp 27 miliar.
“Dengan infrastruktur yang memadai, kita ingin aktifitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” ujar Taofan, Rabu (7/1/2026).
BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berkomitmen dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan. BP Batam optimis, Batam menjadi kawasan investasi yang inklusif dan kompetitif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Jakarta, 6 Januari 2026 - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatat peningkatan trafik data yang signifikan sepanjang tahun 2025, seiring dengan semakin tingginya konsumsi digital masyarakat Indonesia. Selama periode Nataru pada 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, trafik data nasional mengalami pertumbuhan double-digit, meningkat sekitar 15% dibandingkan hari biasa dan lebih dari 20% dibanding periode tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan semakin meluasnya aktivitas digital di berbagai wilayah. Didukung oleh jaringan andal Indosat di ribuan titik strategis dengan kesiapan infrastruktur yang terus diperluas, Indosat memastikan seluruh lonjakan kebutuhan data dapat dilayani secara stabil meskipun terjadi lonjakan trafik selama periode liburan panjang.
Upaya tersebut didukung optimalisasi jaringan melalui pemanfaatan Digital Intelligence Operations Center (DIOC), pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang memungkinkan pemantauan performa jaringan secara aktual. Peningkatan penggunaan data ini semakin menegaskan komitmen Indosat yang berkelanjutan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan melalui perluasan cakupan jaringan serta peningkatan kualitas layanan, khususnya untuk mendukung pengalaman video streaming dan gaming di wilayah terpencil maupun destinasi wisata utama. Teknologi ini menjadikan penyesuaian kapasitas dapat dilakukan secara adaptif di lokasi-lokasi yang mengalami kenaikan trafik sehingga pelanggan tetap merasakan layanan digital yang mengesankan, bahkan di periode ketika konsumsi data meningkat secara serentak.
Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan “Pertumbuhan trafik data bukan sebatas indikator teknis, melainkan gambaran nyata tentang perkembangan ekonomi digital Indonesia. Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di area wisata, pusat ekonomi baru, hingga daerah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas. Hal ini memperlihatkan bahwa dampak layanan Indosat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan dukungan teknologi AI di DIOC, seluruh tim teknis dapat menangani potensi gangguan dengan lebih cepat, memastikan pelanggan IM3, Tri, dan HiFi dapat menikmati koneksi yang andal dimana saja mereka berada.”
Untuk mengantisipasi kebutuhan aktivitas digital masyarakat yang melonjak, Indosat memperkuat kapasitas jaringan di titik strategis, terutama di setiap wilayah yang mencatat lonjakan trafik tertinggi, meliputi Bogor, Sukabumi, Tangerang di area Jabodetabek, lalu Garut, Bandung, dan Klaten di wilayah Jawa, kemudian Bandung, Kota Denpasar, dan Tabanan di Bali Nusra, juga di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin di Sumatra. Selain itu di Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba di Kalimantan dan Sulawesi.
Periode ini juga meliputi peningkatan popularitas layanan digital, dengan lima aplikasi yang mengalami lonjakan penggunaan tertinggi adalah Tiktok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube. Langkah ini didukung oleh lebih dari 208.000 BTS 4G dan BTS 5G yang kini telah mencapai 1.404 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan BTS 4G sebesar 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga makin memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan.
Lanjutkan Pemulihan Konektivitas di Lokasi Bencana
Konektivitas turut menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra. Indosat terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5%.
Pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai elemen penting dalam mendukung koordinasi, akses informasi, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain penguatan infrastruktur, Indosat menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal Indosat maupun mitra dalam ekosistem Indosat. Indosat juga berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memperoleh prioritas pasokan bahan bakar, sekaligus dukungan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, serta area pengungsian. Indosat juga terus mengoperasikan Posko Pemantauan (Command Center) secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan.
Magelang, 6 Januari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini, dan memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara baik dan bertanggung jawab, agar mampu membangun kebiasaan keuangan yang sehat dan memiliki ketahanan finansial di masa depan.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi siswa SMA Taruna Nusantara yang digelar di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara, Magelang, Selasa.
Friderica menekankan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
“Literasi keuangan adalah bekal penting kepemimpinan untuk membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan mampu menyiapkan masa depan,” kata Friderica.
Friderica menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital yang memberikan berbagai kemudahan harus disikapi dengan kewaspadaan, karena di balik peluang tersebut juga terdapat berbagai risiko keuangan, mulai dari penipuan (scam) hingga aktivitas keuangan ilegal.
Ia menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu. Kecerdasan dan karier yang baik tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung pengelolaan keuangan yang sehat, sehingga literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini.
Lebih lanjut, Friderica mengajak para siswa SMA Taruna Nusantara untuk berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu peningkatan literasi keuangan di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara M. Imam Gogor Agnie Aditya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan siswa. Penguatan pemahaman keuangan dinilai penting dan diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter disiplin, integritas, dan kemandirian siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
“Kami meyakini bahwa literasi keuangan bukan sekadar hitung-hitungan soal uang, tetapi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan berintegritas,” tegas Gogor.
Gogor juga meyakini bahwa kehadiran OJK di tengah para siswa ini adalah sebuah wujud nyata komitmen negara dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga cerdas secara finansial.
Ia berpesan agar para siswa sebagai generasi muda mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan keuangan yang semakin kompleks di era digital ini, karena kemudahan akses terhadap produk keuangan juga menyimpan risiko tanpa adanya pemahaman yang kuat.
Salah satu rangkaian kegiatan adalah pengukuhan simbolis duta literasi keuangan kepada perwakilan siswa SMA Taruna Nusantara, yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan perilaku keuangan yang sehat, meningkatkan literasi keuangan, serta kewaspadaan terhadap risiko di lingkungan keluarga, masyarakat, dan institusi tempat mereka kelak mengabdi.
Kegiatan ini juga diisi dengan talk show edukasi keuangan yang mendorong pemahaman siswa mengenai pentingnya perencanaan keuangan, menabung dan berinvestasi secara aman, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Talk show tersebut menghadirkan narasumber dari lembaga jasa keuangan, yaitu Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah D.I. Yogyakarta Irfan Noor Riza, Area Head Kantor Wilayah 17 PT Bank Negara Indonesia Himawan Herrachmadi, serta Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian Widi Hartanta.
Kegiatan tersebut diikuti secara luring oleh sekitar 900 siswa dan siswi serta pengajar SMA Taruna Nusantara Magelang.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia Eddy Hartono, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo beserta jajaran, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto, dan pimpinan pelaku usaha jasa keuangan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, guna mendukung tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi.
Kualitas Air Menurun di Tiban, Air Batam Hilir Beri Penjelasan dan Lakukan Perbaikan
::: PT Air Batam Hilir (ABH) akhirnya buka suara terkait keluhan pelanggan mengenai penurunan kualitas air minum di wilayah Tiban dan sekitarnya. Keluhan tersebut mencuat pada Sabtu (3/1), setelah warga mengeluhkan kondisi air yang berubah warna dan kualitasnya menurun. Humas ABH, Ginda Alamsyah menjelaskan, secara umum penurunan kualitas air tersebut disebabkan oleh perubahan tekanan pada jaringan distribusi air bersih.
Perubahan tekanan ini terjadi akibat fluktuasi kebutuhan atau demand pemakaian air oleh pelanggan di wilayah tersebut. Ginda juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sebagai bentuk tindak lanjut, ABH menyatakan telah dan akan terus melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan. Tim teknis diterjunkan ke wilayah terdampak untuk melakukan pembersihan jaringan distribusi, salah satunya melalui kegiatan flushing atau pengurasan jaringan perpipaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghilangkan endapan di dalam pipa, sehingga kualitas air yang dialirkan ke pelanggan dapat kembali normal. ABH juga mengimbau pelanggan yang masih mengalami gangguan kualitas air agar segera menyampaikan laporan secara resmi.
Pelanggan dapat menghubungi Call Centre PT Air Batam Hilir di nomor 0778-57-00000 atau mendatangi langsung kantor Pelayanan Pelanggan PT Air Batam Hilir terdekat.
(sumber: batampos.com)
Jakarta, 6 Januari 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mencatatkan sebanyak 5.154.080 penumpang telah berlayar dengan kapal PELNI di seluruh rute sepanjang tahun 2025. Capaian ini setara dengan 101,15% dari realisasi tahun 2024.
Direktur Utama PELNI Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan bahwa realisasi tahun 2025 naik sebesar 101,15% dibandingkan tahun 2024 yaitu sebanyak 5.095.483 penumpang.
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan angkutan laut PELNI, sekaligus menjadi hasil dari upaya peningkatan pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang kami lakukan sepanjang tahun 2025,” ujar Anda.
Adapun rincian jumlah penumpang pada kapal penumpang tahun 2025 adalah 4.472.918 atau setara 109,10% dari target anggaran 4,1 juta penumpang untuk 2025. Sementara untuk kapal perintis, PELNI melayani 681.162 penumpang atau setara 104,41% dari target anggaran 652.417 penumpang.
“Jumlah penumpang keseluruhan yang mencapai lebih dari 5,1 juta orang pada tahun 2025, mencerminkan bahwa layanan PELNI terus dibutuhkan oleh masyarakat untuk mobilitas antarpulau. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanannya kepada PELNI sepanjang tahun ini,” terang Anda.
Peran PELNI dalam mendukung pemerataan akses transportasi, khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia, tercermin dari sebaran penumpang sepanjang tahun 2025. Wilayah tengah mendominasi dengan 47,2% atau 2.109.876 penumpang, diikuti wilayah timur sebesar 29,4% atau 1.317.237 penumpang.
Capaian tersebut menegaskan kontribusi PELNI dalam menghubungkan daerah 3TP, sekaligus memperkuat peran Perusahaan dalam menjaga konektivitas Nusantara.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna menyediakan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Kami juga akan terus mendukung konektivitas antarpulau, pemerataan akses wilayah terpencil, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Anda.
Ruas Terpadat :
1. Belawan – Batam (131.369 Penumpang)
2. Batam – Belawan (124.143 Penumpang)
3. Makassar – Bau-Bau (81.818 Penumpang)
4. Bau-Bau – Makassar (71.192 Penumpang)
5. Batam – Tg. Priok (56.405 Penumpang)
Pelabuhan Keberangkatan Terpadat :
1. Makassar (382.982 Penumpang)
2. Ambon (290.242 Penumpang)
3. Bau-Bau (263.297 Penumpang)
4. Surabaya (226.257 Penumpang)
5. Tanjung Priok (207.631 Penumpang)
Pelabuhan Kedatangan Terpadat :
1. Makassar (385.457 Penumpang)
2. Ambon (284.174 Penumpang)
3. Bau-Bau (260.539 Penumpang)
4. Surabaya (252.311 Penumpang)
5. Tanjung Priok (214.857)
"Di Batam sendiri jumlah penumpang yang berlayar menggunakan kapal penumpang Pelni sepanjang tahun 2025 sebanyak 184.462 orang terdapat kenaikan sebesar 12 % jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebanyak 163.266 orang" ujar Kacab Pelni batam Edwin Kurniansyah.
Terimakasih kami sampaikan kepada masyarakat Pelanggan Pelni yang senantiasa menggunakan kapal penumpang Pelni untuk melakukan perjalanan dari Batam keberbagai tujuan
Solidaritas masyarakat Batam terhadap korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra tercermin dari besarnya bantuan kemanusiaan yang berhasil dihimpun. Hingga akhir penggalangan, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp13,7 miliar, belum termasuk bantuan logistik.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga Batam serta berbagai pihak yang telah menunjukkan kepedulian sosial terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana.
Ia merinci, dari partisipasi masyarakat Batam terkumpul dana sebesar Rp6,21 miliar. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menyalurkan bantuan sebesar Rp7,5 miliar. Dukungan juga datang dari berbagai lembaga dan kelompok masyarakat. Hari ini saja, PLN memberikan bantuan sebesar Rp1,5 miliar, masyarakat di Batuaji menyumbang sekitar Rp500 juta, serta IKABSU turut berkontribusi sebesar Rp100 juta.
Selain bantuan dana, sejumlah organisasi paguyuban dan komunitas juga mengirimkan bantuan dalam bentuk logistik. IKABSU tercatat telah mengirimkan tujuh truk bantuan ke daerah terdampak. PLN juga menyalurkan bantuan barang dengan nilai setara Rp1 miliar, sementara sejumlah partai politik dan organisasi kemasyarakatan lainnya turut mengirimkan bantuan serupa. Amsakar menilai, tingginya partisipasi ini mencerminkan kuatnya rasa empati dan kebersamaan warga Batam lintas suku, agama, dan latar belakang.
Pemko Batam bersama unsur Forkopimda berencana menyerahkan bantuan secara langsung kepada pemerintah daerah terdampak mulai 8 Januari sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah masyarakat. Penyerahan secara langsung ini bertujuan memastikan bantuan diterima secara resmi oleh pemerintah daerah setempat dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Meski penggalangan dana secara resmi telah ditutup pada 31 Desember, Amsakar menyebut bantuan yang masih masuk tetap akan diterima dan disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap, bantuan itu dapat meringankan beban korban bencana dan membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat di daerah terdampak.
(sumber: batampos.com)
Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,14% (mtm), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,23% (mtm). Secara tahunan inflasi Kepri tercatat sebesar 3,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,00% (yoy). Inflasi juga terjadi pada 3 Kabupaten/Kota IHK di Kepri, yaitu Batam, Tanjungpinang dan Karimun yang masing-masingnya tercatat inflasi sebesar 1,14% (mtm), 1,28% (mtm), dan 0,92% (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,68% (yoy), 2,75% (yoy), dan 2,72% (yoy). Dengan realisasi tersebut, inflasi Kepri pada tahun 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi di bulan Desember 2025 terutama didorong oleh Kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,91% (mtm) dengan andil sebesar 0,85%. Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah sebagai dampak dari ketersediaan yang terbatas akibat bencana hidrometeorologi didaerah sentra penghasil pangan di Sumatera bagian utara ditengah tingginya permintaan masyarakat menjelang nataru. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,63% (mtm) dengan andil sebesar 0,12%. Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga emas seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian geopolitik global. Adapun kelompok transportasi turut mengalami inflasi sebesar 1,13% (mtm) dengan andil sebesar 0,16%. Inflasi kelompok ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode Nataru serta pelaksanaan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) meskipun inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh periode diskon transportasi.
Terkendalinya inflasi di Kepri sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari eratnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik dilevel provinsi maupun kabupaten/kota ditengah kuatnya pertumbuhan ekonomi Kepri. Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif). Berbagai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025, antara lain (i) High Level Meeting (HLM) TPID Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Bintan; (ii) Publikasi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali; (iii) Edukasi mengenai inflasi melalui sosialisasi; dan (iv) Pelaksanaan Operasi Pasar/ Pasar Murah.
Memasuki bulan Januari 2026, terdapat beberapa pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain (i) trend kenaikan harga emas dunia yang masih berlanjut dan (ii) Normalisasi tarif angkutan laut pasca berakhirnya periode diskon transportasi. Disisi lain, faktor penahan inflasi kedepan diantaranya :(i)Normalisasi permintaan pangan pasca berakhirnya HBKN Nataru, dan (ii)Penurunan harga BBM Non-subsidi per 1 Januari 2026.
Kedepan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga tekanan inflasi pada tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Jakarta, 6 Januari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi organisasi secara berkelanjutan guna memperkuat integritas dan profesionalisme dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar pada Pelantikan, Pengambilan Sumpah, dan Serah Terima Jabatan Deputi Komisioner, Kepala Departemen, dan Kepala OJK Daerah yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (5/1).
Mahendra menyampaikan bahwa transformasi organisasi merupakan agenda strategis yang harus dijalankan secara disiplin dan konsisten agar OJK mampu merespons perubahan lingkungan global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. “Transformasi organisasi harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, meneguhkan komitmen, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan perekonomian nasional,” ujar Mahendra.
Menurut Mahendra, transformasi OJK tidak hanya mencakup penyesuaian struktur organisasi dan regulasi, tetapi juga perubahan pola pikir, budaya kerja, serta cara OJK memberikan layanan kepada industri jasa keuangan dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi, sinergi, serta keterbukaan terhadap perubahan, yang diiringi dengan peningkatan kompetensi dan kualitas kinerja seluruh insan OJK.
Pelantikan pejabat pimpinan tersebut juga mencerminkan penguatan struktur organisasi OJK sebagai tindak lanjut amanah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), sekaligus respons terhadap tuntutan dan ekspektasi pemangku kepentingan yang terus berkembang. Selain itu, pelantikan Kepala OJK Daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan dan kehadiran OJK di daerah melalui penyiapan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan berjejaring, serta pemahaman yang kuat terhadap karakteristik wilayah kerja.
Berikut pejabat OJK yang dilantik:
1. Deden Firman H sebagai Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan dan Pengendalian Kualitas;
2. Defri Andri sebagai Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah;
3. Indarto Budiwitono sebagai Deputi Komisioner Pengawas Konglomerasi Keuangan dan Bank Swasta;
4. Eddy Manindo Harahap sebagai Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek;
5. I. B. Aditya Jayaantara sebagai Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon;
6. I Made Bagus Tirthayatra sebagai Kepala Departemen Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik;
7. Esti Sasanti P. sebagai Kepala Departemen Pengawasan Bank Syariah;
8. Rendra Zairuddin Idris sebagai Kepala Departemen Khusus Transformasi;
9. Agus Firmansyah sebagai Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan;
10. Ayahandayani K. sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah;
11. Eko Wijaya sebagai Kepala OJK Provinsi Bangka Belitung;
12. Kurnia Tri Puspita sebagai Kepala OJK Tegal, menggantikan Noviyanto Utomo; dan
13. Yan Jimmy Hendrik S sebagai Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggantikan Japarmen Manalu.
Kepada para pejabat yang dilantik, Mahendra berharap agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi independensi, serta senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Melalui penguatan struktur organisasi dan perluasan jangkauan wilayah kerja ini, OJK menegaskan komitmennya untuk hadir secara proaktif dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
RSBP Batam Terima Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Kepri, Pertama di Provinsi Kepulauan Ria
Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam resmi menerima Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Riau pada Senin (5/1/2026). Pencapaian ini menjadikan RSBP Batam sebagai rumah sakit pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang memperoleh sertifikasi halal.
Sertifikat halal tersebut diserahkan langsung oleh Direktur LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Riau, Khairuddin Nasution, B.Ac., SE, didampingi Drs. Ali Chozin, Apt., M.Si., Staf Ahli LPPOM MUI Kepri, dan diterima oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto menerima langsung Sertifikat Halal tersebut yang diserahkan oleh Direktur LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Riau, Khairuddin Nasution, B.Ac., SE, didampingi Drs. Ali Chozin, Apt., M.Si., Staf Ahli LPPOM MUI Kepri.
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, menyampaikan bahwa pencapaian sertifikat halal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi RSBP Batam, sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
“Penerimaan sertifikat halal ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi mencerminkan kesungguhan RSBP Batam dalam menjamin proses layanan yang sesuai standar, sehingga pasien dan keluarga merasa lebih tenang dan terlindungi,” ujarnya.
Keberhasilan RSBP Batam dalam meraih sertifikasi halal ini juga tidak terlepas dari kegigihan dan komitmen pimpinan BP Batam, khususnya Kedeputian Bidang Pelayanan Umum yang dipimpin oleh Ariastuty Sirait, yang secara konsisten mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di bawah koordinasi kedeputian tersebut, RSBP Batam senantiasa mengutamakan pelayanan maksimal dan kenyamanan konsumen, terutama pasien dan keluarga sebagai pengguna utama layanan rumah sakit.
Proses sertifikasi halal RSBP Batam telah dimulai sejak Juli 2025 dan dilalui melalui tahapan yang panjang dan terstruktur. Tahapan tersebut meliputi pembentukan Tim Halal RSBP Batam, Kick Off Meeting pada 31 Juli 2025, kegiatan sosialisasi sertifikasi halal, pelatihan penyelia halal, pemenuhan standar, penyiapan dokumentasi, manajemen review, audit eksternal dan rekomendasi, hingga akhirnya sampai pada tahap penerbitan sertifikat halal.
Sejak tahap awal proses tersebut, LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Riau telah terlibat aktif dan melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada RSBP Batam guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Dengan diperolehnya sertifikat halal ini, RSBP Batam diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat serta meningkatkan mutu layanan kesehatan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien dan keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Keuangan dan Umum Evi Elfiana Br. Bangun, Manajer Perencanaan Program Kegiatan Pengembangan Usaha dan Pemasaran, Kepala Satuan Penjaminan Mutu Feri Nawa, Manajer Layanan Penunjang, Manajer Layanan Keperawatan, serta Asisten Manajer Pemasaran, Hukum dan Pengembangan Usaha.
ASTON BATAM HOTEL & RESIDENCE MENGANGKAT FENOMENA KULINER KOREA LEWAT “60 SECONDS TO SEOUL”
Batam, 5 Januari 2026 — Mencoba berbagai sajian makanan dari berbagai penjuru dunia adalah impian bagi sebagian besar orang, khususnya untuk pecinta kuliner. Mulai dari makanan khas barat, hingga asia seperti Thailand, Cina atau pun Korea yang hingga saat ini masih menjadi trend di Indonesia. Melihat besarnya antusiasme tersebut, Archipelago, grup manajemen perhotelan terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan “60 Seconds to Seoul”, sebuah konsep pop-up kuliner yang membawa cita rasa street food Seoul ke jaringan hotelnya di Indonesia yang merupakan bagian dari rangkaian Archipelago Global Flavours Series.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap budaya Korea secara global. Berdasarkan Survei Hallyu Luar Negeri 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) bersama Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE), sebanyak 86,3% responden di Indonesia menunjukkan minat yang kuat terhadap budaya Korea, mencakup kuliner, gaya hidup, dan tren urban.
Aston Batam menghadirkan 60 Seconds to Seoul sebagai konsep pop-up kuliner yang membawa cita rasa autentik street food Seoul ke jaringan hotel Aston di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series dan akan berganti setiap enam bulan dengan menampilkan ragam street food bercita rasa khas dari berbagai negara.” ujar Beben Subekti, General Manager Aston Batam Hotel & Residence.
Mulai dari Rp 38.000, para tamu dapat menikmati beragam menu street food Korea yang populer dan penuh karakter, seperti Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Taco, dan Kimchi Fried Rice, serta pilihan hidangan gurih lainnya yang terinspirasi dari suasana jalanan Seoul. Pengalaman bersantap ini dilengkapi dengan dua pilihan dessert khas, seperti Jeju Matcha Puff dan Baesuk Pear, serta empat minuman segar, yaitu Sparkling Yuzu Honey, Shiye Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler, untuk menyempurnakan setiap sajian.
Seluruh menu “60 Seconds to Seoul” tersedia untuk poolside, dan room service, hingga layanan pesan antar melalui GoFood dan GrabFood, sehingga dapat dinikmati dengan mudah oleh tamu hotel maupun masyarakat umum. Melalui program ini, Aston Batam Hotel & Residence terus menghadirkan pengalaman F&B yang kreatif dan berkesan, sekaligus membawa semangat street food Seoul lebih dekat ke Indonesia, tanpa harus meninggalkan tanah air. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.batam.astonhotelsinternational.com, ikuti juga @astonbatam di Instagram.
