Live Streaming
Page 8 of 148

Batam, 11 Agustus 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —- Melanjutkan hubungan baik yang telah terjalin dengan negara tetangga, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla. melakukan Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Director General Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah, dan Commander Singapore Police Coast Guard (SPCG) SAC Ang Eng Seng. Kegiatan yang sekaligus mengukuhkan kembali hubungan trilateral ini berlangsung di Pangkalan Bakamla Batam, Selasa (11/8/2026).

Setelah menyambut kedatangan unsur kapal milik SPCG White Tip Shark dengan nomor lambung PH58, dan unsur kapal milik MMEA KM. Sibuan 2224, Ketua Delegasi masing-masing instansi coast guard tersebut melakukan pertemuan Tingkat Tinggi di Gedung Anambas, Pangkalan Bakamla Batam.

Sebelumnya, High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation telah dilakukan pada 15 Juli 2025 di Mabes Bakamla RI. Dengan kembali hadirnya pimpinan instansi coast guard negara tetangga Indonesia, diharapkan dapat memperkuat tindak pengawasan terhadap keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut. Tidak hanya itu, potensi kerja sama di masa mendatang juga turut disampaikan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyampaikan tindak lanjut atas pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini, ketiga pucuk pimpinan instansi coast guard tiga negara turut menandatangi Notes of Discussion (NoD) sebagai bentuk pengesahan butir pertemuan dan komitmen untuk terus melakukan kerja sama positif yang berkesinambungan.

Ketiga coast guard ini sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang baik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya mempertahankan stabilitas wilayah perairan yang saling berbatasan, dan menciptakan keamanan dan kenyamanan di laut. Diharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan suasana kondusif di wilayah perairan masing-masing negara.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Bakamla RI, antara lain Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, S.E., M.M., Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Lukman Kharish, S.T., M.Han., Direktur Latihan Ivan Gatot Prijanto, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto. (Humas Bakamla RI)

Jakarta, 10 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan penguatan integritas Pasar Modal sebagai prioritas utama dalam mendorong akselerasi transformasi Pasar Modal Indonesia agar semakin efisien, transparan, terpercaya, dan inovatif.

Penguatan Pasar Modal Indonesia diharapkan dapat berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan transformasi menuju ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan.

“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan juga sistem pengawasan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-49 Pasar Modal) di Jakarta, Senin.

Perayaan HUT Pasar Modal Indonesia dengan tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama” turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), asosiasi serta stakeholders lainnya di Jakarta, Senin.

Friderica menjelaskan reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan, sudah banyak mengubah wajah Pasar Modal Indonesia saat ini, antara lain dengan jumlah Single Investor Identification (SID) yang telah menembus angka 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen (yoy).

“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” kata Friderica.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia merupakan momentum untuk terus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena Pasar Modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor terutama pada saat-saat yang sangat strategis.

“Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel dalam inovatif dan berdaya saing,” kata Airlangga.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mengapresiasi reformasi integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dilakukan OJK bersama SRO, sehingga diharapkan Pasar modal bisa hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin dalam, liquid, trustable dan credible serta berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BEI Mulai dari penguatan likiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia,” katanya.

Peluncuran ETF Emas

Dalam kesempatan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal ini juga digelar peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di bursa saham.

Friderica menambahkan bahwa ETF Emas menjadi salah satu quick win dari delapan rencana aksi yang dilakukan OJK yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi.

“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica.

Hal yang sama disampaikan Airlangga Hartarto yang mengharapkan produk ETF Emas bisa memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar.

“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

Sementara Juda Agung mendukung peluncuran ETF Emas yang diharapkan bisa memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia juga menyampaikan bahwa kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi bagi investor.

Kinerja Pasar Modal Indonesia

Hingga 7 Agustus 2026 realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi dengan jumlah Emiten di Pasar Modal Indonesia telah melampaui 962 perusahaan.

Jumlah investor terus meningkat signifikan, mencapai 30,27 juta atau bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan mayoritas 78 persen berusia di bawah 40 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp667 triliun dan nilai Asset Under Management (AUM) berada di posisi Rp1.026 triliun.

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar, diikuti partisipasi 158 perusahaan dan ketersediaan unit karbon 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan Fawzi dalam konferensi Pers HUT ke-49 Pasar Modal.

Dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market. Keputusan tersebut menjadi pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal.

OJK bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat implementasi sejumlah inisiatif strategis, antara lain:

  1. peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen;
  2. penyusunan kerangka pengaturan mengenai High Shareholder Concentration (HSC); dan
  3. peningkatan transparansi kepemilikan saham.

Sesuai Roadmap PMDK 2022-2027, OJK terus mendorong pencapaian sejumlah target dan inisiatif strategis yang menjadi fondasi bagi pengembangan pasar modal ke depan.

Dalam fase akhir roadmap tersebut, terdapat empat target dan inisiatif strategis yang perlu terus didorong, yaitu:

  1. Pendalaman pasar melalui optimalisasi sisi supply, demand, dan enhancement infrastruktur;
  2. Peningkatan integritas pasar melalui efektivitas pengenaan sanksi dan peningkatan kualitas Emiten dan Perusahaan Publik;
  3. Penguatan kelembagaan PUJK melalui pengembangan demutualisasi bursa, peningkatan kualitas penyelenggara Securities Crowdfunding (SCF), dan penguatan cybersecurity; dan
  4. Pengembangan keuangan Keberlanjutan melalui penambahan pengguna jasa baru di Bursa Karbon serta dorongan inovasi produk investasi berbasis pelestarian lingkungan atau Sustainable Fund.

Batam Grassroot Football Festival 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning resmi berakhir pada Minggu (9/8) sore.

Ajang usia dini ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk berani bermimpi, bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Sepak bola usia dini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau membawa pulang piala. Ini tentang mimpi, keberanian, persahabatan dan pembentukan harapan bagi generasi muda,” kata Wakil Ketua Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam sambutannya.

Menurutnya, setiap kelompok usia memiliki tahapan pembinaan yang berbeda. Para pemain U-8 mulai mengenal keberanian dan pengalaman bertanding, pemain U-10 menunjukkan kreativitas dan semangat berkompetisi, sementara pemain U-12 mulai mengembangkan kemampuan teknik, taktik, serta sikap sportif yang lebih matang.

“Adik-adik, kalian semua yang ada di lapangan ini adalah juara,” ujarnya.

Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan pelatih yang terus mendampingi proses pembinaan para talenta muda. Ia berharap dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan tersebut akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama Batam hingga Tingkat Asia dan dunia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini dan khusus para orang tua dan pelatih yang telah membimbing anak-anak hebat ini. Mari kita buktikan dari Batam akan lahir pemain-pemain hebat yang mewarnai panggung sepak bola nasional hingga asia dan dunia,” serunya yang juga menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam.

Sementara, Ketua Panitia Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Yudi Candra, menyatakan empat tim terbaik atau semifinalis dari setiap kategori mendapatkan tiket otomatis menuju putaran internasional pada 15–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas.

“Empat besar terbaik meraih tiket otomatis ke festival internasional minggu depan,” ujar Yudi.

Para pemain terbaik yang teridentifikasi dalam ajang bergengsi ini juga berpeluang masuk dalam program pembinaan Batam Prime FC. Para telenta muda akan diseleksi dan dibina sebagai bagian dari tim elite atau tim seleksi Batam Prime.

Untuk putaran internasional, panitia menargetkan keterlibatan sekitar 16 tim. Peserta akan berasal dari Indonesia serta sejumlah negara tetangga. (AP)

Berikut Para Juara Batam Grassroot Football Festival 2026:

Kategori U-8
Juara 1: SSB NFA
Juara 2: SSB Ongis FA
Juara 3: SSB GBC FC

Kategori U-10
Juara 1: SSB NFA
Juara 2: SSB Bina Pratama
Juara 3: GBC FC

Kategori U-12
Juara 1: Kemuning Lion
Juara 2: FCB FC SSB
Juara 3: Progress Plus FA.

BATAM – Sorak sorai anak anak mewarnai penutupan BP Batam Grassroots Football Festival 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Minggu (9/8/2026).

Festival sepak bola usia dini yang berlangsung sejak 7 Agustus ini sukses menghadirkan pertandingan seru dari kategori usia 8, 10, dan 12 tahun. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk BP Batam, Garudayaksa Football Academy, serta Persebaya FC.

Wakil Ketua Pelaksana, Irfan, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga.

“Sepak bola usia dini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang mimpi, disiplin, persahabatan, dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan perkembangan luar biasa. Di kategori usia 8 tahun, anak-anak mulai memahami arti kerja sama dan keberanian. Sementara di usia 10 tahun, kreativitas permainan semakin terlihat. Adapun di kelompok usia 12 tahun, teknik dan taktik yang ditampilkan sudah menyerupai permainan level dewasa, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Irfan juga menekankan bahwa seluruh peserta adalah juara karena telah mengamalkan empat pilar utama festival, yakni mental juara, persahabatan, karakter, dan keberanian untuk bermimpi besar.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, tim medis, media, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan ini.

Lebih jauh, Irfan menegaskan bahwa Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan investasi, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya manusia unggul di bidang olahraga.

“Melalui pembinaan usia dini yang berjenjang dan berkelanjutan, kita ingin mencetak generasi penerus Batam yang berprestasi, khususnya di sepak bola,” jelasnya.

Festival ini juga menjadi gerbang menuju level yang lebih tinggi. Para pemain terbaik akan melanjutkan perjuangan pada ajang internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di kawasan Citra Mas. Selain itu, sebanyak 40 pemain terpilih akan dibentuk menjadi tim elit Batam Premier FC.

Menariknya, turnamen lanjutan tersebut juga akan diikuti oleh tim dari luar negeri, termasuk Malaysia, serta akademi sepak bola nasional seperti Garuda AX Academy.

“Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan. Dari Batam, kita berharap lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga dunia,” tutup Irfan.

Dengan penuh rasa syukur, BP Batam Grassroots Football Festival 2026 resmi ditutup, meninggalkan harapan besar bagi masa depan sepak bola usia dini di Batam.

Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial terkait keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Narasi yang menyebut pemerintah melarang pendirian toko kelontong dalam radius dua kilometer dari Kopdes Merah Putih dipastikan merupakan hoaks dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan narasi menyesatkan yang sengaja dibuat untuk membingungkan masyarakat. Menurutnya, terdapat sejumlah akun media sosial yang menyebarkan konten seolah-olah pemerintah akan melarang pendirian kios maupun toko kelontong di sekitar Kopdes Merah Putih, bahkan mengklaim akan ada sanksi berupa denda atau pemindahan lokasi usaha.

"Pernyataan menyesatkan ini diunggah di TikTok dengan akun PETUNG dan akun lainnya. Saya tidak pernah memberikan pernyataan itu. Oleh karenanya masyarakat jangan percaya dengan informasi menyesatkan dan tidak berdasar itu," kata Yandri.

Yandri kembali menepis isu yang menyebut Kopdes Merah Putih akan mematikan usaha warung masyarakat. Menurutnya, pemerintah justru berpihak kepada pelaku usaha kecil dan UMKM di desa.

"Menutup warung-warung warga di desa adalah berita bohong atau hoaks. Informasi tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan kami bersama Bapak Menko sudah melaporkannya ke Mabes Polri. Hal itu sama sekali tidak benar. Demikian pula isu larangan berdagang dalam radius dua kilometer, itu juga tidak benar dan merupakan berita bohong," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, menjelaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih justru dioptimalkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya sebagai titik penyaluran bantuan pangan beras apabila memiliki fasilitas yang memadai.

"KDKMP yang sudah ada bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur. Kita bisa mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki oleh koperasi," ujarnya.

Klarifikasi dari pemerintah tersebut diharapkan dapat meredam disinformasi sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah maupun media kredibel sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dengan informasi yang benar, implementasi Kopdes Merah Putih diharapkan mampu berjalan optimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi desa, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu keberlangsungan usaha warung dan toko kelontong yang telah menjadi bagian penting dari perekonomian desa.

Batam, 7 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hari ini, Jumat (7/8), meluncurkan Program Gema Kepri Menabung (Generasi Muda Kepulauan Riau Menabung) sebagai gerakan bersama untuk memperkuat budaya menabung sejak usia dini dan memperluas akses keuangan bagi generasi muda.

Program yang diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 tersebut merupakan wujud sinergi OJK, Pemerintah Daerah, dan industri perbankan dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau.

Peluncuran Program Gema Kepri Menabung dilaksanakan secara hybrid di Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau dan diikuti oleh pemerintah daerah, instansi pendidikan, kementerian/lembaga, serta industri perbankan di Provinsi Kepulauan Riau.

Program ini menargetkan pembukaan sedikitnya 5.000 rekening baru dan menjangkau 100 satuan pendidikan melalui kolaborasi 35 bank umum dan 44 Bank Perekonomian Rakyat/Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS).

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan bahwa Gema Kepri Menabung merupakan langkah strategis untuk membangun kebiasaan menabung sejak usia dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Pertumbuhan intermediasi perbankan di Provinsi Kepulauan Riau perlu diimbangi dengan peningkatan penghimpunan dana masyarakat. Melalui Gema Kepri Menabung, kami ingin menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sehingga generasi muda semakin siap mengelola keuangan secara bijak,” kata Sinar.

Pelaksanaan program ini juga didukung dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/100.3.4.1/49/B.EKBANG-SET/2026 tentang Program Simpanan Pelajar (SimPel) dan Optimalisasi Bulan Menabung Tahun 2026, yang mendorong Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Provinsi Kepulauan Riau untuk mengoptimalkan kepemilikan rekening SimPel pada satuan pendidikan.

Peluncuran program dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni, Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau Indra Hidayat, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Siti Hidayati Rochmah, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau Yeni Ardianti, pimpinan bank umum, serta direksi BPR dan BPRS se-Provinsi Kepulauan Riau. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) turut berpartisipasi dalam Pawai Pembangunan yang digelar di Kota Batam, Minggu (9/8/2026), dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, BP Batam turut menampilkan peran dan fungsi yang direpresentasikan dengan baju dinas masing-masing unit kerja dari 7 (tujuh) kedeputian BP Batam, yang terdiri dari Kedeputian Administrasi dan Keuangan, Kedeputian Kebijakan Strategis, Kedeputian Pengelolaan Kawasan, Kedeputian Investasi, Kedeputian Pengusahaan, Kedeputian Pelayanan Umum, dan Kedeputian Infrastruktur.

Selain itu, BP Batam turut mengerahkan dua kendaraan yang dihiasi dengan berbagai hasil pengembangan dan inovasi BP Batam, dengan menampilkan kendaraan operasional yang terdiri atas mobil patroli dan sepeda motor dari Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan, unit Pemadam Kebakaran BP Batam, serta unit ambulans dari RSBP Batam.

Keikutsertaan BP Batam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan sekaligus wujud dukungan dan sinergi dalam mendorong pelayanan serta kemajuan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Selain BP Batam, Pawai Pembangunan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan instansi di Kota Batam, seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Pemerintah Kota Batam, sekolah dan perguruan tinggi, BUMN/BUM, perbankan, paguyuban, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Rangkaian pawai secara resmi disambut Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, beserta jajaran, di kawasan Dataran Engku Hamidah.

Amsakar mengatakan Pawai Pembangunan tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita maknai dengan menjaga persatuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Amsakar.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Batam.

Hal tersebut senada dengan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia mengatakan Pawai Pembangunan ini menjadi momentum yang tepat untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Batam.

Ia juga berharap semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Melalui semangat kemerdekaan ini, mari kita terus menjaga kekompakan, memberikan kontribusi terbaik, dan bersama-sama menciptakan Batam yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan kontinuitas pelayanan air minum bagi masyarakat, di tengah kondisi cuaca dan curah hujan minim saat ini.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan ketersediaan air bersih Batam sangat bergantung pada sumber air baku yang berasal dari waduk. Karena itu, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi bersama.

“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar Denny di Batam Centre, Sabtu (8/8/2026).

Khusus Waduk Nongsa, kata Denny, terjadi penurunan volume akibat rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Namun, instalasi pengolahan air tetap dioperasikan secara optimal, dengan proses pengolahan dan distribusi air tetap mengacu pada standar baku mutu yang berlaku.

Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, pihaknya mengoptimalkan pasokan dari IPAM lainnya melalui interkoneksi jaringan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga distribusi ke pelanggan, termasuk wilayah ujung jaringan. Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian distribusi dapat berdampak pada pergeseran jam layanan.

Denny juga meluruskan bahwa kawasan Nongsa Digital Park (NDP) tidak bergantung pada Waduk Nongsa. Pasokan utama NDP berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sementara Waduk Nongsa berfungsi sebagai sumber penunjang (support).

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga maupun industri,” tegasnya.

Selain menjaga pelayanan saat ini, BP Batam juga memperkuat infrastruktur air bersih secara berkelanjutan melalui perluasan jaringan pipa distribusi dan penambahan kapasitas instalasi pengolahan air. Tahun ini, BP Batam membangun IPA baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi.

BP Batam juga mengembangkan potensi sumber air baru di luar waduk yang telah ada sebagai langkah antisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri ke depan, salah satunya Teknologi SWRO (Sea Water Reverse Osmosis). Teknologi ini merupakan metode pengolahan air laut menjadi air tawar atau air bersih.

Selanjutnya, penguatan interkoneksi antarwaduk terus dilakukan agar distribusi air ke berbagai wilayah, termasuk Nongsa, semakin fleksibel dan stabil.

Di tengah kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap ketersediaan air baku, Denny mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan, memastikan tidak ada kebocoran dan menghindari pemborosan. Penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air bagi seluruh masyarakat Batam,” pungkasnya.

Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Kota Batam. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan akademisi dalam menjaga ekosistem kawasan tangkapan air.

Komitmen itu diwujudkan melalui aksi penghijauan di Bendungan Sei Nongsa, Jumat (7/8/2026). BP Batam bersama PT Mc Dermott Indonesia menanam sebanyak 400 bibit Bambu Betung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Preserving Our Water With Bamboo Planting: A Biodiversity Initiative by McDermott Indonesia”.

Penanaman tersebut menyasar kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan Sei Nongsa seluas 21,55 hektare. Kawasan ini memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sistem penyediaan air baku Batam, terlebih Bendungan Sei Nongsa merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang telah beroperasi sejak 1979.

Pemilihan Bambu Betung menjadi bagian dari strategi penghijauan berbasis fungsi ekologis. Sistem perakarannya yang kuat dan lebat dapat membantu mengikat struktur tanah, mengurangi potensi erosi, sekaligus meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air.

Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan turut memperkuat fungsi daerah tangkapan air dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar bendungan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi komitmen PT Mc Dermott Indonesia serta keterlibatan Universitas Ibnu Sina Batam dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, menjaga keberlanjutan air baku bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi.

“Menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang. Kami berharap kolaborasi positif ini terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keandalan air baku di Kota Batam,” ujar Denny.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus terjaga.

Perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, turut menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap program penghijauan tersebut dapat memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan di Batam.

Aksi penghijauan ini juga turut didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kapolsek Nongsa beserta jajaran, perwakilan PT Air Batam Hulu, serta akademisi Universitas Ibnu Sina Batam.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BP Batam menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian integral dari pembangunan Batam. Perlindungan kawasan tangkapan air, penghijauan, dan penguatan ekosistem menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan air baku tetap terjaga, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menerima kunjungan Ketua Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepulauan Riau sekaligus TBM Sayang Anak, Dr. Ronal G. Sirait, bersama tujuh orang pengurus, di BP Batam, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi dalam mendukung penguatan budaya literasi di Kota Batam melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nusantara dan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada 8 Agustus dan 15 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty Sirait menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kecakapan hidup, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diperkuat karakter, kepedulian sosial, serta rasa saling menghargai dalam keberagaman. BP Batam mendukung setiap upaya yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas masyarakat Batam,” ujar Ariastuty.

Menurutnya, pembangunan Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Karena itu, BP Batam menyambut baik kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi masyarakat yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, literasi, dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui tema “Literasi untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan”, TBM Sayang Anak menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi anak-anak, remaja, keluarga, hingga masyarakat luas untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

BP Batam berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran komunitas literasi sebagai agen perubahan sosial sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Batam yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap menjadi bagian dari pembangunan daerah yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045

Komitmen RSBP Batam dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas internasional kembali mendapat pengakuan dunia. Rumah sakit milik BP Batam tersebut berhasil meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO), penghargaan tertinggi yang diberikan kepada rumah sakit dengan kinerja unggul dalam penanganan pasien stroke.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Batam kini memiliki akses terhadap layanan stroke yang memenuhi standar internasional. Melalui penanganan yang cepat dan tepat, termasuk tindakan trombolisis dan trombektomi, RSBP Batam dinilai mampu memberikan pelayanan yang efektif untuk meningkatkan peluang keselamatan dan kualitas hidup pasien stroke.

Capaian Diamond Status sekaligus menjadi tonggak baru bagi RSBP Batam setelah sebelumnya berhasil meraih predikat Gold dan Platinum dari WSO. Peningkatan tersebut mencerminkan konsistensi rumah sakit dalam membangun sistem pelayanan stroke yang semakin maju, didukung tenaga medis profesional, teknologi kesehatan, serta penerapan standar pelayanan global.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh tenaga kesehatan yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Diamond Status dari World Stroke Organization merupakan pengakuan bahwa layanan stroke di RSBP Batam telah memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi RSBP Batam, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai daerah yang memiliki fasilitas kesehatan dengan kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Ke depan, RSBP Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang profesional, responsif, inovatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Penghargaan ini tentunya akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta memastikan masyarakat Batam memperoleh layanan kesehatan terbaik tanpa harus dirujuk keluar Kota Batam,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran RSBP Bagam dalam membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

“Pengakuan dari World Stroke Organization menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, dan sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, capaian ini akan menjadi titik awal untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan. Terutama dalam memperkuat kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi serta tata kelola agar RSBP Batam mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan standar pelayanan kelas dunia.

“Kami berharap capaian ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di Batam sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai kawasan yang memiliki fasilitas kesehatan modern dan berdaya saing internasional,” tutup Ariastuty.

Batam, Agustus 2026 - Menyambut hari jadinya yang ke-4, ARTOTEL Batam menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk "4ward Together  A JOURNEY BEYOND 2026" dengan tagline "Celebrating 4 Years, Moving Forward Together" sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG). Mengusung semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap komunitas, perayaan tahun ini diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari revitalisasi fasilitas rumah ibadah hingga penyaluran bantuan kepada anak-anak di panti asuhan. 

Sebagai hotel yang mengedepankan seni, kreativitas, dan koneksi dengan komunitas lokal, ARTOTEL Batam percaya bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan berdampingan dengan kontribusi nyata terhadap lingkungan sosial. Melalui semangat tersebut, perayaan empat tahun perjalanan ARTOTEL Batam tidak hanya menjadi momen refleksi atas berbagai pencapaian, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui aksi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari inisiatif ESG Awareness, ARTOTEL Batam melaksanakan revitalisasi fasilitas di Masjid Baitul Muttaqin Piayu. Program ini mencakup donasi keranda jenazah, pengecatan dan peremajaan area depan masjid, pengadaan perlengkapan ibadah berupa Al-Qur'an, mukena dan sarung. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menciptakan ruang ibadah yang lebih nyaman bagi masyarakat sekitar. 

Masih dalam rangkaian program yang sama, ARTOTEL Batam juga menyalurkan bantuan berupa alat tulis sekolah dan kebutuhan pokok kepada beberapa panti asuhan di Kota Batam. Bantuan diberikan kepada Panti Asuhan Nurul Hidayah, Panti Asuhan Global Asia Sehati, Panti Asuhan Elshaddai Abigail, Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan, Panti Asuhan Ar Risalah, dan Panti Asuhan Daarul Ishlah sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar anak-anak dan juga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti.

Melalui rangkaian kegiatan ini, ARTOTEL Batam ingin menjadikan momen anniversary bukan hanya sebagai perayaan perjalanan perusahaan selama empat tahun, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi positif kepada yang membutuhkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui tema "4ward Together", ARTOTEL Batam percaya bahwa setiap langkah menuju masa depan akan menjadi lebih bermakna ketika dijalani bersama masyarakat, komunitas.

"Empat tahun merupakan perjalanan yang penuh cerita, tantangan, dan pencapaian bagi ARTOTEL Batam. Melalui tema '4ward Together, A Journey Beyond 2026', kami ingin merayakan momen ini dengan cara yang lebih bermakna. Kami percaya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang sejauh mana bisnis hotel tumbuh, namun  bagaimana kehadiran ARTOTEL Batam memberikan dampak positif bagi yang membutuhkan. Puji Tuhan program ini sangat di support oleh Owning Company dan juga mitra - mitra yang juga menjadi sponsor dalam program ini  (.. nama - nama company yang ikut support) Semoga bantuan inimembawa manfaat serta sinerji yang lebih kuat dengan  masyarakat Kota Batam ke depannya," ujar Andien Anggreni, General Manager ARTOTEL Batam.

Selama empat tahun terakhir, ARTOTEL Batam terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menginap yang menggabungkan seni, kreativitas, dan gaya hidup modern. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program sosial yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui semangat "Celebrating 4 Years, Moving Forward Together", ARTOTEL Batam akan terus melangkah maju bersama komunitas, mitra, tamu, dan masyarakat untuk menciptakan dampak yang lebih luas di masa mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ARTOTEL Batam dan berbagai program yang dihadirkan, silakan mengikuti Instagram @artotelbatam atau menghubungi WhatsApp di 0811 7758 922.

-The Beacon of Artistic Lifestyle in Batam-

 

 

Page 8 of 148

Instagram

Tentang Kami