Diskominfo Batam – Kota Batam kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Kali ini Batam meraih penghargaan pada kategori Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi. Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam, Yusfa Hendri.
Amsakar mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan lembaga di Batam. Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
“Apa yang kita peroleh hari ini adalah kerja kolektif kita bersama, baik Pemko Batam dan BP Batam,” ujar Amsakar.
Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi penambah semangat kita untuk terus membangun kota yang kita cintai,” katanya.
Amsakar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam. Ia menegaskan, kemajuan kota tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Saya bersama Ibu Li Claudia Chandra mengucapkan terima kasih atas kontribusi kita semua,” ucapnya.
Menurut Amsakar, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemko Batam untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan, terutama dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan terbuka.
Ia mengatakan, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Akses informasi yang baik memungkinkan masyarakat mengetahui berbagai program, kebijakan, dan capaian pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Amsakar menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan. Setiap program pembangunan, kata dia, harus memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan membangun Batam yang semakin maju,” katanya.
Apresiasi tersebut diberikan media nasional, KompasTV, melalui ajang bertema “Indonesia B15A”. Ia berharap penghargaan dari KompasTV tersebut semakin mendorong seluruh jajaran pemerintahan dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas serta pemerintahan yang transparan dan responsif.
Perizinan Lahan di Panaran Dipertanyakan, PGN Khawatirkan Keamanan Pipa Gas 28 Inci
BATAM – Aktivitas pembangunan dan penimbunan lahan di sekitar kawasan Panaran, Batam, Kepulauan Riau, menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan jalur pipa transmisi gas yang disebut sebagai salah satu infrastruktur strategis penyaluran energi ke Batam.
Kekhawatiran muncul setelah terdapat aktivitas kendaraan dan alat berat yang melintasi salah satu titik jalur pipa transmisi tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pipa apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam Wendi Purwanto membenarkan hal tersebut pada hari Selasa pagi (8/9/2026). Pihaknya menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan bagian dari sistem penyaluran gas yang berasal dari Sumatra menuju Batam .
“Ukuran pipanya 28 inci. Pipa dari Sumatra menuju Batam, kemudian dari Batam menuju Singapura,” ujarnya.
Wendi menambahkan, terdapat satu titik di kawasan Panaran yang saat ini menjadi perhatian karena jalur aktivitas kendaraan dan alat berat melintasi pipa transmisi.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan aktivitas pembangunan biasa. Sebab, pipa yang melintas di kawasan tersebut memiliki fungsi penting dalam menopang sistem energi Batam.
Pihak PGN menegaskan kekhawatiran yang disampaikan bukan berarti kepanikan, melainkan perhatian terhadap aspek keamanan dan keselamatan infrastruktur.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, pipa tersebut merupakan jalur penyaluran gas yang dioperasikan oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Jalurnya berasal dari Sumatra, tepatnya dari wilayah Kuala Tungkal, kemudian melalui jalur laut menuju Panaran, Batam.
Dari Batam, sistem penyaluran tersebut kemudian berlanjut menuju kawasan Dapur 12 dan selanjutnya menuju Kepulauan Pemping sebelum diteruskan ke Singapura.
Dengan demikian, jalur tersebut memiliki posisi strategis bukan hanya bagi kebutuhan energi di Batam, tetapi juga terkait penyaluran gas menuju Singapura.
Pihak PGN menyebut apabila penyaluran melalui pipa tersebut sampai mengalami gangguan serius, dampaknya dapat dirasakan pada sistem kelistrikan Batam dan penyaluran energi menuju Singapura.
Di sisi lain, pihak PGN menyatakan aktivitas pembangunan atau penimbunan yang berada di sekitar jalur pipa tersebut bukan dilakukan oleh PGN. Mengenai siapa pihak yang melakukan pembangunan, narasumber mengaku belum mengetahui secara pasti.
Ia menyarankan persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, terutama menyangkut perizinan pembangunan dan alokasi lahan di lokasi tersebut.
Perhatian utama saat ini adalah memastikan aktivitas kendaraan berat maupun pekerjaan penimbunan tidak mengganggu keselamatan pipa transmisi.
Sebab, selain berdiameter 28 inci, jalur tersebut merupakan bagian penting dari sistem pasokan energi yang menghubungkan Sumatra, Batam dan Singapura. Karena itu, aspek keselamatan dan pengamanan jalur pipa menjadi penting untuk mencegah potensi gangguan penyaluran gas yang dapat berdampak luas terhadap sistem energi di kawasan.
OJK PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MASYARAKAT NATUNA MELALUI GENCARKAN 2026
Natuna, 6 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kabupaten Natuna melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 yang menjangkau sekitar 1.700 masyarakat.
OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan PT Pegadaian menggelar rangkaian kegiatan edukasi keuangan untuk mendorong masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan” dan berlangsung di Alun-alun Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Minggu (6/9). Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat dan dilanjutkan dengan edukasi keuangan bagi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Manajer Madya Roy Aditia Perangin-angin menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan dan ketahanan finansial.
“Konsumen yang cerdas tidak hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, mengetahui hak dan kewajibannya, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak. Semangat tersebut terus kami dorong melalui program GENCARKAN,” ujar Roy.
Pelaksanaan GENCARKAN di Kabupaten Natuna menunjukkan perkembangan positif dan terus diperkuat secara berkelanjutan. Pada 2025, OJK bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan 22 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 1.150 peserta. Sementara itu, hingga Juli 2026, jumlah kegiatan meningkat menjadi 32 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 2.500 orang yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat, antara lain pelajar, perempuan, pelaku usaha, dan masyarakat umum.
Perkembangan tersebut sejalan dengan capaian literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau. Berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat di Kepulauan Riau mencapai 98,43%, sedangkan indeks literasi keuangan mencapai 78,29%. Kedua capaian tersebut berada di atas indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61% dan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57%.
Roy menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat edukasi dan akses keuangan masyarakat.
“Capaian literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas edukasi keuangan dan memperkuat akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Roy.
Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Pegadaian atas sinergi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan akses terhadap layanan keuangan.
“Peningkatan pengetahuan keuangan dan kemudahan akses terhadap layanan keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara finansial,” ujar Jarmin.
Dari sisi industri jasa keuangan, PT Pegadaian turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat dan bijak. Kepala Pegadaian Cabang Natuna Jufriadi menyampaikan bahwa GENCARKAN menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kepulauan Riau Aris Suroso mengajak masyarakat Kabupaten Natuna untuk mengelola pendapatan secara lebih bijak, termasuk ketika masyarakat memiliki keterbatasan pendapatan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara lebih terencana.
OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui GENCARKAN, OJK mendorong masyarakat agar tidak hanya semakin mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga semakin cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.
Ekonomi Batam pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,28% (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan Kepri 6,99% dan nasional 5,29%. Di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam berada pada tiga besar pertumbuhan tertinggi, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah berbasis industri, investasi, perdagangan, dan jasa.
AMSAKAR: JAGA MOMENTUM, PERKUAT DAYA SAING
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.
“Pertumbuhan 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif.”
LI CLAUDIA: PERTUMBUHAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Karena itu, penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas.
FARY FRANCIS: DARI INVESTASI KE LAPANGAN KERJA
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa investasi harus menghasilkan dampak ekonomi nyata.
“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja.”
Menurutnya, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai yang masuk, tetapi dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.
BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas pada sektor manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik, sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.
BATAM: TUMBUH TINGGI, TUMBUH BERKUALITAS
Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.
“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.”
Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah
Diskominfo Batam – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam, untuk mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam. Menurutnya, banyak sifat mulia Rasulullah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita memperbincangkan Rasulullah SAW, kita memperbincangkan sosok Al Amin, penutup para rasul dan suri teladan yang baik bagi kita semua,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau.
Amsakar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Basahi lisan kita dengan senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah membawa keberkahan dalam kehidupan kita,” katanya.
Menurut Amsakar, tema yang diangkat dalam Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 “Mempererat Rasa Kasih Sayang dan Persaudaraan di Era Digitalisasi Menuju Batam Maju” relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, kata dia, perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan.
Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Tema yang diangkat ini adalah tema yang paling relevan. Di tengah era digitalisasi, bagaimana kita tetap mempererat kasih sayang dan persaudaraan. Batam harus maju, tetapi kemajuan itu harus tetap dibangun dengan kebersamaan,” ujar Amsakar.
Amsakar berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berharap seluruh ikhtiar masyarakat dan pemerintah dalam membangun Batam senantiasa mendapat keberkahan.
“Semoga Batam selalu menjadi negeri yang dirahmati,” tutupnya.
Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat yang menggema di kawasan Belakang Padang. Masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk tausiah yang disampaikan penceramah Muhammad Aldiansyah atau Gus Aldi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada Masjid Nurul Huda sebagai juara pertama Pawai Belakang Padang Bershalawat Jilid 2. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut.
Persoalan sampah di Batam mulai diarahkan menjadi peluang sektor energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang, dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah yang dihasilkan Kota Batam setiap hari.
Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, 3-4 September 2026. Dalam forum itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dan panelist dalam sesi bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September.
Ariastuty tampil bersama perwakilan World Bank, JFE Engineering Corporation, serta Pemerintah Kota Makassar. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi BP Batam untuk memperkenalkan kebutuhan dan peluang pengembangan WtE di Batam, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengelolaan energi dari sampah.
BP Batam membuka peluang kerjasama untuk penyusunan feasibility study (FS) sebagai langkah awal untuk membangun sektor energi terbarukan (WtE) di Kota Batam. Untuk penyusunan FS tersebut, BP Batam akan mengkoordinasikannya dengan Kementrian/Lembaga terkait.
“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.
Respons awal datang dari JFE Engineering Corporation. Setelah sesi presentasi, BP Batam langsung melakukan pertemuan dengan perusahaan Jepang tersebut untuk membahas peluang pengembangan WtE di Batam. Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah yang dihasilkan Batam berpotensi menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW).
Dengan kapasitas tersebut, listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 rumah. Namun, angka tersebut masih merupakan estimasi awal dan memerlukan pembahasan serta kajian lebih lanjut untuk menentukan kelayakan proyek.
JFE Engineering selanjutnya menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Batam dan mendalami peluang pengembangan proyek tersebut. Pembahasan juga akan melibatkan PT PLN (Persero) sebagai pihak yang akan membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE.
Selain membahas peluang investasi, BP Batam juga memanfaatkan momentum APCC 2026 untuk membuka kembali peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Yokohama. Pada 3 September, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Dalam pertemuan tersebut dibahas tawaran kerjasama antara Yokohama dan Kota Batam.
Langkah BP Batam di Yokohama menunjukkan upaya membuka peluang sektor energi terbarukan, circular economy, teknologi, kemitraan, dan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat dikembangkan di Batam.
“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” tutup Ariastuty.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto.
Suplai Air Batam Berangsur Normal, BP Batam dan PT ABHi Perkuat Layanan di Wilayah Prioritas
Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi). Pasca perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, pemantauan kondisi suplai air terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Hasil pemantauan teknis menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini berangsur normal.
Sementara itu, sejumlah lokasi seperti Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina, termasuk Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter dan sekitarnya, masih menjadi perhatian dalam penguatan layanan.
BP Batam menjelaskan, kondisi pasokan di sejumlah wilayah tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh pekerjaan perbaikan pipa di Muka Kuning. Secara teknis, kawasan tersebut merupakan stress area atau berada di ujung jaringan (end of line) dengan elevasi relatif tinggi, sehingga sejak sebelumnya menerima suplai dengan tekanan terbatas atau durasi aliran yang pendek.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau kondisi salah satu stress area di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi atas kondisi warga yang mengalami keterbatasan hingga tidak memperoleh aliran air.
Di lokasi tersebut, warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air telah berlangsung cukup lama. RT 3 terdiri sekitar 21 kepala keluarga, sementara RT 5 dengan sekitar 45 kepala keluarga. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang terdampak.
Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Kepala BP Batam terhadap kondisi masyarakat dan upaya mencari solusi atas persoalan tersebut.
Amsakar mengatakan, sejak memperoleh informasi mengenai relokasi pipa Muka Kuning, dirinya langsung meninjau kondisi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat harus segera mendapatkan solusi, sembari pekerjaan penguatan jaringan diselesaikan.
“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar pada jajaran SPAM dan ABH.
Ia meminta jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara tepat agar distribusi air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
BP Batam juga menyiapkan langkah penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air.
“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember, pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.
Tangki Air Dikirim Secara Terjadwal
Sebagai penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi mengerahkan armada mobil tangki air secara intensif dan terjadwal ke sejumlah wilayah prioritas atau dedicated area.
Wilayah yang menjadi fokus antara lain Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Distribusi tangki dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung. Kebutuhan di lapangan juga terus dievaluasi agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Penguatan Jaringan Dikebut
Selain penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi terus menjalankan penguatan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, termasuk Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan distribusi telah masuk dalam agenda prioritas atau Quick Win. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit dan tekanan air sehingga suplai ke kawasan ujung jaringan menjadi lebih stabil.
Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026, sedangkan pekerjaan pada jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Sementara itu, untuk kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong, BP Batam telah lebih dahulu menjalankan penguatan jaringan melalui Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum. Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Dengan selesainya proyek tersebut, keandalan dan kestabilan aliran air di kawasan terkait diharapkan semakin meningkat.
Dua Langkah untuk Satu Tujuan
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa BP Batam bersama PT ABHi menjalankan penanganan dengan skala prioritas yang jelas, yakni memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat sistem jaringan secara permanen.
“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa, baik yang rampung September ini maupun yang ditargetkan selesai akhir 2026, sehingga warga di area ujung pipa dapat menikmati suplai air yang lebih optimal dan permanen,” tegas Denny.
Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada solusi sementara. Penguatan jaringan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung jaringan, memperoleh layanan air yang lebih stabil dan andal dalam jangka panjang.
“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.
BP Batam menyampaikan apresiasi atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan dan peningkatan infrastruktur berlangsung.
BP Batam bersama PT ABHi juga berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan secara terbuka, akurat, dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian layanan air kepada masyarakat Kota Batam.
Batam-Singapura Terus Perkuat Kemitraan, Dorong Peluang Investasi hingga Pariwisata
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam.
Kehadiran Amsakar-Li Claudia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama antara Batam dan Singapura, khususnya di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, serta kemitraan strategis yang telah terjalin selama ini.
Minister of State, Ministry of Foreign Affairs and Ministry of Home Affairs Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis dan kolaborasi yang terus terjaga antara Indonesia dan Singapura.
“Kami berharap kerja sama antara Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, dengan Singapura terus berjalan dengan sangat baik. Semoga kedua negara senantiasa maju, sejahtera, dan terus bertumbuh bersama dalam semangat kemitraan yang solid,” ujarnya.
Usai mengikuti rangkaian acara, Amsakar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Singapura.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-61 untuk Republik Singapura,” ucap Amsakar.
Menurut Amsakar, hubungan baik yang telah terbangun antara Batam dan Singapura perlu terus dipelihara dan diperkuat. Kedekatan geografis kedua wilayah menjadi modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai Singapura juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, baik melalui investasi maupun kunjungan wisatawan.
“Hubungan baik yang sudah terjalin sangat erat selama ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Kedekatan geografis ini merupakan modal besar untuk terus membuka berbagai peluang kerja sama baru, baik di sektor ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang saling menguntungkan kedua pihak,” tambahnya.
Amsakar berharap hubungan yang semakin erat antara Batam dan Singapura dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kedua wilayah, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura.
Batam, 3 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat sinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan literasi dan perencanaan keuangan keluarga serta memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan.
Penguatan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dan Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Riau Victor Palimbong di Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau, Kamis.
Sinar menyampaikan bahwa kolaborasi OJK dan BKKBN, khususnya melalui program literasi keuangan bagi keluarga, memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan secara sehat dan terencana.
Menurutnya, usaha produktif yang berkembang di lingkungan keluarga juga memiliki potensi untuk diperkuat melalui akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha.
“OJK melihat potensi besar pada usaha binaan BKKBN yang dikembangkan oleh keluarga di Kepulauan Riau. Ke depan, kami mendorong pelaksanaan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM binaan dengan lembaga jasa keuangan sehingga mereka dapat memperoleh akses pembiayaan yang aman, sesuai kebutuhan, dan terjangkau untuk mendukung pengembangan usaha,” ujar Sinar.
Sinergi OJK dan BKKBN juga sejalan dengan capaian literasi keuangan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan hasil survei terkini, indeks literasi keuangan Provinsi Kepulauan Riau mencapai 78,29 persen atau menempati posisi tertinggi keempat secara nasional. Capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 69,57 persen dan menunjukkan pentingnya penguatan edukasi keuangan secara berkelanjutan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, OJK Provinsi Kepulauan Riau menerima piagam penghargaan dari BKKBN Provinsi Kepulauan Riau sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen OJK dalam pelaksanaan edukasi keuangan bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, OJK dan BKKBN juga menyerahkan secara simbolis buku edukasi “Perencanaan Keuangan Keluarga” yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana.
Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Riau Victor Palimbong menyampaikan komitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan OJK dalam meningkatkan edukasi kepada keluarga di Kepulauan Riau. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keluarga mengenai perencanaan keuangan sehingga masyarakat mampu mengelola pendapatan, memenuhi kebutuhan, membangun tabungan, dan mempersiapkan kebutuhan pada kondisi darurat secara lebih baik.
Sinar menjelaskan bahwa perencanaan keuangan keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga menghadapi berbagai kebutuhan dan risiko keuangan, termasuk kehilangan pendapatan maupun kebutuhan kesehatan yang tidak terduga. Karena itu, keluarga perlu memiliki tabungan dan dana darurat yang memadai, dengan dana darurat idealnya mencakup kebutuhan hidup selama tiga sampai enam bulan.
OJK juga mendorong masyarakat menerapkan empat prinsip dalam mengelola keuangan keluarga, yaitu disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung atau diinvestasikan sejak awal, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, serta mengalokasikan anggaran secara proporsional. Salah satu formula yang dapat digunakan masyarakat mencakup alokasi 10 persen untuk dana sosial, 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan utang, dan 40 persen untuk biaya hidup.
Selain meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, OJK mengingatkan masyarakat agar menggunakan produk dan layanan keuangan dari lembaga jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK. Langkah tersebut penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan keuangan yang aman dan sesuai dengan ketentuan, termasuk ketika mengakses pembiayaan untuk kebutuhan produktif.
Sinar menegaskan bahwa penguatan ketahanan ekonomi keluarga perlu berjalan seiring dengan pengembangan UMKM berbasis keluarga.
“Ketahanan ekonomi daerah dibangun dari keluarga yang mampu mengelola keuangannya secara sehat. Ketika keluarga mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, memiliki perencanaan keuangan, serta mengembangkan usaha secara produktif, maka ketahanan ekonomi keluarga dan pertumbuhan UMKM dapat semakin kuat,” ujar Sinar.
Swiss-Kitchen LIVE Hadirkan Pengalaman All-You-Can-Eat BBQ Mulai Rp299.000 di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam
BATAM - Sabtu malam di Batam kini semakin hidup dengan hadirnya Swiss-Kitchen™ LIVE, pengalaman bersantap terbaru di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam. Mengusung tema “A Night Written in Smoke & Flavour”, program ini memadukan pengalaman All-You-Can-Eat BBQ, live cooking, live music, dan hiburan yang berbeda setiap minggunya dalam satu suasana yang hangat dan penuh cita rasa.
Tamu dapat menikmati beragam pilihan hidangan, mulai dari berbagai piilihan salad, sup, hidangan utama, hingga pilihan menu barkekyu. Para pencinta makanan panggang dapat menikmati berbagai menu seperti Sate Maranggi, Sate Lilit, Ikan Bakar Jimbaran, Iga Bakar, Moroccan Spiced Lamb Skewers, Sticky Chicken Wings, hingga Beef Striploin Steak, lengkap dengan pilihan saus seperti Classic BBQ Sauce, Mushroom Sauce, dan Black Pepper Sauce.
Pengalaman bersantap semakin lengkap dengan Live Cooking Mongolian Barbecue yang menyajikan kombinasi daging, sayuran, mi, serta saus gurih khas yang dimasak di atas wajan besar datar. Beragam pilihan dessert juga tersedia, termasuk Pisang Gapit Gula Aren, Es Cendol Jelly Kacang Merah, Serabi Durian, Mini Mille-Feuille, Passion Fruit Panna Cotta, Mango Sticky Rice, serta pilihan es krim dengan berbagai topping. Setiap kunjungan juga akan terasa berbeda dengan alunan live music dan hiburan yang berganti setiap minggunya.
“Program terbaru Swiss-Kitchen™ LIVE ini menargetkan masyarakat lokal maupun wisatawan, termasuk pengunjung dari Singapura yang sedang menikmati akhir pekan di Batam.” ujar Enrico S.R Aji Cluster General Manager Swiss-Belhotel Batam Group
Swiss-Kitchen™ LIVE hadir setiap Sabtu pukul 18.00 hingga 22.00 WIB di Swiss-Kitchen™, Lantai 1, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, dan terbuka untuk tamu hotel maupun masyarakat umum. Harga yang dibanderol cukup terjangkau untuk menu bmakan sepuasanya, cukup membayar Rp299.000++ per orang, anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun dapat menikmati potongan 50%. Saat ini pihak hotel memberikan penawaran terbatas Bayar 5 Gratis 1 serta 1 kali akses kolam renang untuk setiap tamu.
Selain melayani setiap malam minggu, Swiss-Kitchen™ juga beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, hubungi WhatsApp +62 811 7000 0699.
Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, sebagai hotel standard bintang lima selalu mengedepankan kemewahan modern, kenyamanan kelas atas serta pengalaman kuliner yang kaya dan otentik.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: swiss-belhotel.com/hotels/grand-swiss-belhotel-harbour-bay
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi yang diperhitungkan perusahaan Jepang.
Upaya itu dilakukan dengan membangun sinergi bersama KBRI Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Tokyo untuk meningkatkan promosi serta membuka akses investasi baru dari Jepang, Kamis (3/9/2026).
BP Batam memanfaatkan pertemuan itu untuk menyampaikan perkembangan ekonomi dan industri Batam, sekaligus memperkenalkan peluang investasi dan kesiapan kawasan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.
Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang termasuk dalam lima besar negara investor PMA di Batam tersebar. Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun. Sementara itu, hingga Semester I 2026, total investasi Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.
Kehadiran perusahaan Jepang di Batam juga telah tersebar pada sejumlah sektor, mulai dari elektronik dan kelistrikan, komponen otomotif, manufaktur industri, hingga industri kimia.
Beberapa di antaranya adalah PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam, hingga PT Nissin Kogyo Batam.
Kondisi tersebut, menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan investor Jepang. Pengalaman perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Batam dapat menjadi referensi bagi calon investor lain yang dalam mempertimbangkan lokasi investasi di Indonesia.
BP Batam juga meminta dukungan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jepang agar melihat Batam sebagai salah satu destinasi investasi strategis. Batam dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lokasi yang dekat dengan Singapura dan kawasan pasar Asia, infrastruktur yang terus dikembangkan, serta kemudahan dalam proses investasi.
“Perusahaan Jepang dikenal sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya. Karena itu, informasi yang komprehensif mengenai kawasan, kesiapan infrastruktur, kepastian proses perizinan dan kemudahan berusaha menjadi sangat penting,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait.
BP Batam menilai, kepastian dan kemudahan perizinan investasi yang sepenuhnya berada dalam kewenangan BP Batam menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi investor Jepang. Dengan proses yang lebih terintegrasi dan dukungan terhadap kebutuhan investor, Batam memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi pilihan bagi perusahaan Jepang.
Melalui audiensi tersebut, BP Batam berharap sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo dapat semakin memperkuat penyebaran informasi mengenai peluang investasi di Batam. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Jepang untuk mengembangkan kegiatan usaha dan industrinya di Batam.
“Kami ingin perusahaan Jepang tidak hanya mengenal Batam sebagai bagian dari Indonesia, tetapi melihat Batam sebagai kawasan yang siap menerima dan mendukung pengembangan investasi mereka,” pungkas Ariastuty.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto.
BARESKRIM POLRI, BNN RI, BEA CUKAI DAN POLDA KEPRI UNGKAP JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL, SITA 800 KG KETAMIN HCL
Batam – Operasi laut gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polda Kepulauan Riau, dan TNI Angkatan Laut berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika internasional dengan barang bukti 800 kilogram Ketamin HCL. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Batam, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kabareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Syahar Diantono, M.Si., Kadivhumas Polri Irjen. Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Wakabareskrim Polri, Dirjen Bea dan Cukai RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, S.I.P., Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen. Pol. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H., Deputi Bidang Penindakan BPOM RI Irjen. Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos., Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.H., Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau, Forkopimda Kota Batam, Bupati Kepulauan Anambas, jajaran Ditjen Bea dan Cukai, Kepala BPOM Kepri, Kepala KSOP Batam, Ketua GRANAT Kepri, perwakilan Ketua MUI Kepri, para pengusaha tempat hiburan malam, serta insan pers.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari operasi terhadap kapal MV King Sun yang sebelumnya berhasil diamankan dengan barang bukti sekitar 1,3 ton Ketamin pada awal Agustus 2026. Dari hasil penyelidikan lanjutan, tim gabungan mendeteksi kapal Fuchangxing 1, jenis general cargo berbendera Comoros, yang menunjukkan pergerakan mencurigakan, termasuk mematikan sistem _*Automatic Identification System (AIS)*_.
Pada 19 Agustus 2026, Fuchangxing 1 teridentifikasi melakukan aktivitas ship to ship dengan kapal MT Ashley di wilayah perairan Vietnam. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Bareskrim Polri, BNN RI, Bea Cukai, Polda Kepri, dan TNI AL menyusun operasi gabungan untuk melakukan pengejaran dan intersepsi terhadap kedua kapal.
Pada 22 Agustus 2026, Satgas Gabungan berhasil mengintersepsi Fuchangxing 1 di wilayah perairan Anambas dan mengamankan 10 orang awak kapal, terdiri dari sembilan warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan. Sehari kemudian, pada 23 Agustus 2026, Satgas juga berhasil mengintersepsi MT Ashley di wilayah perairan Natuna dan mengamankan enam awak kapal warga negara Indonesia.
Setelah Fuchangxing 1 tiba di Batam, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan secara menyeluruh terhadap seluruh kompartemen kapal. Hasilnya, ditemukan 40 karung yang disembunyikan di steering room bagian buritan kapal. Setiap karung berisi 20 bungkus dengan berat masing-masing sekitar satu kilogram, sehingga total ditemukan 800 bungkus Ketamin HCL seberat 800 kilogram. Hasil pengujian laboratorium memastikan barang bukti tersebut positif mengandung Ketamin HCL.
Sementara itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal MT Ashley tidak menemukan barang bukti narkotika. Dalam pengungkapan ini, penyidik mengamankan 800 kilogram Ketamin HCL, satu unit kapal Fuchangxing 1, tiga alat komunikasi, serta sejumlah perlengkapan kapal lainnya.
*Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menetapkan WLC (30), warga negara Taiwan, sebagai tersangka. WLC diduga berperan sebagai manajer kapal Fuchangxing 1 sekaligus pengendali pengiriman 800 kilogram Ketamin HCL. Tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Lampiran I Nomor Urut 181 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak kategori VI sebesar Rp2 miliar.*
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen. Pol. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas sinergitas seluruh instansi dalam mengungkap jaringan penyelundupan tersebut. Menurutnya, operasi gabungan menjadi bukti nyata kolaborasi lintas lembaga dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika yang memanfaatkan jalur laut.
Deputi Bidang Penindakan BPOM RI menegaskan bahwa temuan Ketamin dalam jumlah besar menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya potensi pergeseran penyalahgunaan Ketamin dari penggunaan individual menuju peredaran gelap dalam skala besar.
Selain konferensi pers, kegiatan juga dirangkaikan dengan Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas P4GN oleh para pengusaha dan pengelola tempat hiburan malam di Provinsi Kepulauan Riau. Komitmen tersebut menjadi langkah bersama untuk mencegah tempat hiburan malam dimanfaatkan sebagai sarana peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.
Kapolda Kepri menegaskan bahwa Polda Kepri bersama Forkopimda dan para pengusaha tempat hiburan malam berkomitmen menciptakan tempat hiburan yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan adanya deklarasi dan pakta integritas ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi tempat hiburan yang menjadi sarana peredaran narkotika. Kita kontrol bersama. Yang jelas, tidak ada lagi toleransi terhadap narkotika yang beredar di tempat hiburan malam di wilayah Kepri,” tegas Kapolda Kepri.
Barang bukti Ketamin HCL seberat 800 kilogram tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomis mencapai Rp1,28 triliun (satu triliun dua ratus delapan puluh miliar rupiah) dan diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 4 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata preventive strike dan komitmen bersama dalam melindungi masyarakat serta generasi muda dari bahaya narkotika menuju Indonesia Emas 2045.
Polri Untuk Masyarakat
Bidang Humas Polda Kepri
