Melalui Seminar Perkuat Literasi Keuangan Digital,BI Dorong Masyarakat Manfaatkan QRIS Secara Aman
Batam – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat literasi keuangan digital sebagai fondasi percepatan transformasi ekonomi di daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Literasi Keuangan Digital Golden Future bertema "Smart Today, Golden Tomorrow" yang digelar bersamaan dengan Creative & Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2026 di Marriott Hotel Harbour Bay, Batu Ampar, Batam, Jumat (24/7/2026).
Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Husni Naparin, mengatakan perkembangan digitalisasi di sektor keuangan harus diimbangi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
"Perkembangan digitalisasi berlangsung sangat cepat. Karena itu masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan digital secara optimal dan aman," kata Husni saat membuka seminar.
Ia menjelaskan, seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang digitalisasi dan sistem pembayaran.
Kehadiran peserta dari beberapa kampus ternama di Batam ikut meramaikan acara seminar yang dimulai dengan makan siang bersama,peserta juga diberi kesempatan berdiskusi langsung mengenai perkembangan transaksi digital, sistem pembayaran nasional, hingga berbagai tantangan yang dihadapi di era ekonomi digital.
Menurut Husni, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sehat.
Karena itu, kegiatan tersebut turut melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, serta penyedia jasa pembayaran.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan yang lebih luas mengenai transformasi digital dan dapat memanfaatkan layanan keuangan digital dengan lebih bijak," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BI Kepri juga menyoroti semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu instrumen pembayaran digital nasional.
Husni mengatakan QRIS telah mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi karena seluruh penyedia jasa pembayaran kini menggunakan satu standar kode QR yang sama.
"Dulu setiap penyedia jasa pembayaran memiliki kode QR masing-masing sehingga menyulitkan pengguna. Sekarang cukup menggunakan satu standar QRIS sehingga transaksi menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien," jelasnya.
Menurutnya, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, memperluas akses pembayaran digital sekaligus mendukung inklusi keuangan di Indonesia.
Melalui kegiatan literasi seperti ini, BI Kepri berharap masyarakat semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital sekaligus mampu memanfaatkan inovasi sistem pembayaran nasional secara aman, nyaman, dan produktif.
Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memulai pekerjaan rekonstruksi Jalan Gajah Mada, khususnya dari ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota, pada 25 Juli 2026.
Pekerjaan ini, diperkirakan akan berlangsung selama empat minggu, tergantung pada kondisi cuaca dan kompleksitas di lapangan.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya berupa penambalan permukaan jalan, tetapi rekonstruksi menyeluruh yang meliputi pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan agar tetap aman dan nyaman saat digunakan masyarakat.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selama pekerjaan berlangsung, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara bertahap untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Pada tahap pertama, ruas depan UIB menuju Taman Kota untuk arah Nagoya akan ditutup sementara. Arus kendaraan akan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.
Selanjutnya, pada tahap kedua, pekerjaan akan berpindah ke sisi jalan lainnya dengan penutupan satu lajur, sehingga lalu lintas tetap dapat berjalan dengan pengaturan petugas.
Ariastuty menjelaskan, bahwa rekayasa arus lalu lintas ini masih dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan di lapangan.
“Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” jelasnya.
BP Batam juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan, mengikuti arahan petugas, serta memilih jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Dengan dukungan seluruh pengguna jalan, proyek ini diharapkan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat Batam.
BATAM – Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat Kota Batam untuk menyaksikan ajang basket internasional FIBA 3x3 Women's Series dan FIBA 3x3 Challenger Batam 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre.
Ajakan tersebut disampaikan Amsakar saat menerima panitia penyelenggara FIBA 3x3 Batam 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis.
Menurut Amsakar, penyelenggaraan turnamen basket dunia tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Batam sebagai tuan rumah berbagai ajang internasional sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi sport tourism.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Batam untuk hadir dan menyaksikan pertandingan ini. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan sekaligus menunjukkan bahwa Batam mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi event internasional," kata Amsakar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
"Pemerintah Kota Batam memberikan apresiasi kepada Perbasi Kepri beserta jajaran yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik. Semoga kompetisi ini menjadi ruang bagi para atlet untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi," ujarnya.
Amsakar menegaskan Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus mendukung kelancaran penyelenggaraan, termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan panitia.
"Untuk itu, kami mendorong dan tentunya memfasilitasi tim penyelenggara untuk mempersiapkan sarana dan prasarana serta perhelatan sebaik mungkin. Mari kita tunjukkan sebagai tuan rumah yang baik dengan kesiapan penyelenggaraan dan hospitality yang elegan dalam menyambut serta berinteraksi dengan para peserta," katanya.
Ia menilai penyelenggaraan FIBA 3x3 Batam 2026 bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga peluang untuk memperkuat sektor pariwisata olahraga (sport tourism) dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai event berskala internasional.
Menurutnya, kehadiran atlet, ofisial, dan wisatawan dari berbagai negara akan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif di Batam.
Sementara itu, Ketua Local Organizing Committee (LOC) FIBA 3x3 Women's Series & Challenger Batam 2026, Suhadi, mengatakan persiapan penyelenggaraan telah macapai 100 persen. Arena pertandingan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, kata dia, sudah siap digunakan untuk latihan resmi para peserta.
"Kami sudah merampungkan persiapan. Arena sudah bisa digunakan untuk latihan resmi. Kami mengajak masyarakat Batam dan Kepulauan Riau datang menyaksikan pertandingan basket kelas dunia ini," ujarnya.
FIBA 3x3 Women's Series dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan FIBA 3x3 Challenger Putra pada 25–26 Juli 2026.
Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Pada kategori putri, sejumlah negara yang akan bertanding antara lain Belanda, Mongolia, Prancis, Latvia, Jepang, Slovakia, China, Thailand, Vietnam, Filipina, serta Indonesia.
Sementara itu, kategori putra diperkirakan berlangsung sengit dengan kehadiran sejumlah tim elite dunia, termasuk Serbia yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama basket 3x3 internasional.
Penyelenggaraan FIBA 3x3 Batam 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kota tujuan penyelenggaraan event olahraga internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan industri kreatif.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Batam Premier FC, klub sepak bola binaannya, berkomitmen membangun ekosistem sepak bola yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Batam.
Komitmen itu mendapat dukungan penuh dari Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat menerima jajaran pengurus Batam Premier FC di Batam Centre pada Rabu (22/7).
Menurutnya, pembinaan olahraga menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism.
Ketua Pembina Batam Premier FC yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi, Fary Djemy Francis, mengatakan, Batam Premier FC hadir tidak hanya untuk mengejar prestasi di lapangan tetapi juga membangun fondasi pembinaan sepak bola yang berkelanjutan bagi generasi muda Batam dan Kepri.
Dalam kesempatan tersebut, Fary menyerahkan jersey bersejarah yang ditandatangani langsung oleh para legenda Tim Nasional Indonesia era 1986, generasi pemain yang pernah berjuang membawa Indonesia pada babak kualifikasi Piala Dunia.
“Penyerahan jersey bersejarah ini menjadi penghormatan sekaligus pengingat akan semangat juang sepak bola Indonesia yang ingin terus diwariskan kepada generasi muda Batam,” ujar Fary.
Sementara itu, Manajer Batam Premier FC, Chandra Ng, menyerahkan jersey resmi klub kepada Li Claudia Chandra yang dipercaya sebagai Wakil Dewan Penasihat Batam Premier FC. Penyerahan jersey tersebut menjadi simbol sinergi dan komitmen BP Batam dan Batam Premier FC dalam membangun masa depan sepak bola Batam.
Fary menekankan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh prestasi di atas lapangan, tetapi juga oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, klub, komunitas olahraga, dunia usaha dan masyarakat.
“Kolaborasi merupakan fondasi penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Kota Batam. Dengan pembinaan yang terencana dan dukungan yang konsisten dari berbagai pihak, Batam memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Fary.
Melalui Batam Premier FC, BP Batam berharap pembinaan usia dini dapat berjalan lebih terstruktur sehingga mampu meningkatkan kualitas atlet dan pelatih serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Batam untuk mengembangkan bakatnya di dunia sepak bola.
Komitmen tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia dini sekaligus mendorong Batam sebagai destinasi sport tourism.
Dengan semangat “Bersama Membina, Bersama Berprestasi”, BP Batam dan Batam Premier FC berkomitmen membangun masa depan sepak bola Batam agar mampu melahirkan talenta-talenta yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Wyndham Panbil Batam Raih Penghargaan Sebagai Salah Satu Hotel Premium Terbaik di Kota Batam
BATAM, 24 Juli 2026 — Wyndham Panbil Batam secara resmi mengumumkan keberhasilannya dalam meraih penghargaan bergengsi sebagai salah satu Hotel Premium terbaik di Kota Batam dalam ajang Trip.com Appreciation Night. Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting sekaligus bukti nyata atas dedikasi dan keseriusan Manajemen dalam mengelola serta mengembangkannya di industri hospitality yang kian kompetitif.
Trip.com Appreciation Night merupakan acara apresiasi yang diselenggarakan secara berkala untuk para mitra hotel. Selain memberikan penghargaan, Trip.com juga memperkenalkan fitur serta kampanye terbaru yang akan dijalankan bersama para partner. Pada tahun ini, Wyndham Panbil Batam dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Trip.com Appreciation Night, yang dihadiri oleh para pelaku industri perhotelan di Batam.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen berkelanjutan Wyndham Panbil Batam dalam menghadirkan standar pelayanan berstandar internasional, fasilitas modern yang unggul, serta pengalaman menginap berkesan yang mengedepankan kenyamanan dan kepuasan para tamu, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan. Prestasi ini diberikan berdasarkan ulasan asli dan pilihan tamu (guest selection) di platform Trip.com, sehingga mencerminkan kepuasan dan pengalaman menginap yang nyata dari para tamu.
"Penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan luar biasa bagi seluruh tim Wyndham Panbil Batam. Lebih dari sekadar apresiasi, pencapaian ini adalah wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras kami dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus menegaskan keseriusan kami untuk terus berkontribusi memajukan industri pariwisata dan perhotelan di Kota Batam," ujar Sussriyani, Asst. Director of Revenue Wyndham Panbil Batam.
Keberhasilan ini juga melengkapi perjalanan Wyndham Panbil Batam dalam menjaga konsistensi kualitas layanan (service excellence), inovasi produk perhotelan, serta penerapan standar operational yang tinggi demi memenuhi ekspektasi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ke depannya, Wyndham Panbil Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, menghadirkan inovasi-inovasi baru, dan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi akomodasi premium utama di Kepulauan Riau.
Panbil Group, BP Batam dan PLN Batam Percepat KEK Tanjung Sauh, Perkuat Fondasi Investasi Industri Nasional
BATAM – Upaya menjadikan Batam sebagai salah satu motor utama investasi dan industri nasional memasuki fase baru. Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Panbil Group, PT Nusantara Properta Panbil, dan PT PLN Batam menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) strategis yang menjadi fondasi percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi bagi kawasan industri.
Penandatanganan berlangsung di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7/2026), disaksikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Chairman Panbil Group Johannes Kennedy Aritonang, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan BP Batam dan PLN Batam.
Dua kesepahaman tersebut mencakup kerja sama antara BP Batam dan PT Nusantara Properta Panbil mengenai dukungan investasi dan percepatan perizinan pengembangan KEK Tanjung Sauh, serta kerja sama antara PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam terkait penyediaan tenaga listrik dari kawasan tersebut untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Batam.


Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus mempersiapkan diri menghadapi gelombang investasi manufaktur berteknologi tinggi yang membutuhkan kawasan industri modern dengan dukungan infrastruktur dan energi yang andal.
Chairman Panbil Group, Johannes Kennedy Aritonang, mengatakan kedua nota kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen nyata membangun kawasan industri masa depan yang memiliki kepastian investasi, pelayanan perizinan yang cepat, serta dukungan energi yang berkelanjutan.
Menurutnya, selama lebih dari empat dekade Panbil tumbuh bersama Batam dan menyaksikan transformasi kota tersebut menjadi salah satu pusat manufaktur dan investasi terbesar di Indonesia. Namun, kebutuhan lahan industri, energi, dan infrastruktur terus meningkat seiring masuknya investasi bernilai tambah tinggi.
"KEK Tanjung Sauh kami rancang sebagai kawasan industri generasi berikutnya yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga menghadirkan ekosistem industri yang lengkap sebagai hub energi, hub logistik, dan hub industri yang didukung pelayanan investasi dan percepatan perizinan," ujarnya.
Ia menegaskan, daya saing kawasan industri masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh insentif fiskal, tetapi juga oleh kualitas infrastruktur, kecepatan pelayanan, serta jaminan pasokan energi yang stabil.
Karena itu, kolaborasi dengan BP Batam dan PLN Batam dinilai menjadi faktor strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor global sekaligus mempercepat realisasi investasi di KEK Tanjung Sauh.
Johannes berharap sinergi tersebut mampu memperkuat ketahanan energi Batam, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkokoh posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan kerja sama dengan PT Panbil Utilitas Sentosa menjadi langkah awal memperkuat sistem kelistrikan Batam yang selama ini menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi baru.
Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua belah pihak akan melakukan kajian teknis, komersial, ekonomi, hingga regulasi terkait pemanfaatan pasokan listrik dari pembangkit yang akan dikembangkan di KEK Tanjung Sauh sebelum dilanjutkan ke tahap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
Menurut Kwin Fo, penguatan sistem kelistrikan tidak hanya bertujuan menambah kapasitas pasokan, tetapi juga memastikan keberlangsungan operasional industri, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
"Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui kajian yang komprehensif sehingga dapat memberikan kepastian pasokan energi jangka panjang bagi Batam," katanya.
Ia juga mengapresiasi komitmen BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan pembangunan kawasan industri dan penyediaan infrastruktur pendukung.
Di sisi lain, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi kunci utama menjaga tren pertumbuhan ekonomi Batam yang terus menunjukkan kinerja positif.
Ia mengungkapkan realisasi investasi Batam secara triwulanan meningkat dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun, atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pusat investasi Indonesia.
"Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi," ujarnya.
Amsakar menambahkan keberhasilan pembangunan Batam tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan indikator makro seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga meningkatnya kunjungan wisatawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun lima bulan terakhir Batam memperoleh lima Peraturan Pemerintah yang mendukung pengembangan kawasan, serta tiga kali mendapat undangan langsung dari Presiden ke Istana untuk membahas percepatan pembangunan Batam.
Menurutnya, perhatian besar pemerintah pusat tersebut menjadi bukti bahwa Batam memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan ekonomi Indonesia.
"Batam dipandang sangat penting oleh pemerintah pusat. Karena itu apa yang kita kerjakan di Batam harus menjadi yang terbaik bagi Indonesia," tegasnya.
Melalui dua nota kesepahaman tersebut, BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam optimistis pengembangan KEK Tanjung Sauh akan berjalan lebih cepat sebagai kawasan industri modern yang memiliki kepastian investasi, sistem perizinan yang semakin efisien, serta dukungan energi yang andal.
Kolaborasi strategis ini diyakini tidak hanya meningkatkan daya saing Batam dalam menarik investasi global, tetapi juga memperkuat ekosistem industri nasional, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Iman Suryanto)
Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI BP Batam) menghelat perayaan Hari Kebaya Nasional BP Batam Tahun 2026, pada Rabu (22/7/2026) di Balairung Sari.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Juli mendatang. Seluruh pegawai wanita di lingkungan BP Batam juga mengenakan baju kebaya sebagai bentuk partisipasi atas perayaan tersebut.
Seremoni kegiatan berlangsung hangat dan meriah, dengan diwarnai penampilan-penampilan seni budaya dari para pengurus PIKORI BP Batam, seperti persembahan Tari Lenggang Kebaya, lomba fashion show kebaya, hingga lomba foto berkebaya antar unit kerja di lingkungan BP Batam
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menyampaikan apresiasinya kepada PIKORI BP Batam yang telah mengakomodir kegiatan ini, sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.
“Kebaya bukan sekedar busana tradisional semata, melainkan simbol identitas, keanggunan, dan kekuatan perempuan Indonesia yang tersimpan nilai budaya, semangat, dan dedikasi dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia juga mengajak seluruh peserta kegiatan yang hadir untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya sekaligus mendorong perempuan Indonesia untuk terus berkarya.
“Selamat memperingati Hari Kebaya Nasional, semoga semangat berkebaya terus menguatkan rasa bangga kita terhadap budaya bangsa dan memberikan yang terbaik bagi negeri tercinta,” harap Li Claudia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang diadakan oleh PIKORI BP Batam setiap tahunnya sebagai bagian dari mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaristri pegawai BP Batam.
“Semoga kebaya terus menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus penyemangat bagi perempuan untuk terus berkarya, memimpin, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Mari lestarikan warisan bangsa dengan PIKORI BP Batam!”
Turut hadir dalam kegiatan, Para Anggota/Deputi di lingkungan BP Batam selaku Penasehat PIKORI BP Batam; Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; serta seluruh gabungan organisasi wanita se-Kota Batam.
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat sebagai upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga. Dalam silaturahmi yang berlangsung di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (22/7/2026) malam, berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pengembangan sektor pendidikan, kemudahan layanan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga penguatan kolaborasi untuk mendukung percepatan pembangunan Kota Batam.
Menurut Amsakar, kegiatan silaturahmi akan digelar secara berkala setiap tiga bulan sebagai wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, kedua belah pihak dapat menyampaikan aspirasi, meluruskan berbagai persepsi, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” ujar Amsakar.
Ia menilai silaturahmi tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana membangun energi kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan introspeksi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga semangat gotong royong.
“Jangan terlampau cerdas melihat penyakit orang, tetapi tidak mengarifi kelemahan diri sendiri. Kalau semangat kebersamaan terus terbangun, maka energi kolektif masyarakat akan semakin kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang diraih Kota Batam selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, realisasi investasi hingga akhir tahun mencapai Rp69,5 triliun atau melampaui target sebesar Rp60 triliun.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam juga berada pada kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik di Pulau Sumatera.
“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ungkapnya.
Pada sesi dialog, Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi harapan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Adi juga mengusulkan agar pemerintah menghadirkan mekanisme pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) secara kolektif dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Menurutnya, langkah tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempermudah proses administrasi pertanahan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Batam. Hingga kini, Pemko Batam telah mengalokasikan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.
Terkait usulan pembayaran UWT, Amsakar menjelaskan bahwa pemerintah terus mengembangkan pelayanan jemput bola guna mempermudah masyarakat mengurus administrasi pertanahan, termasuk pembayaran UWT. Melalui layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, diharapkan proses administrasi dapat berlangsung lebih mudah, cepat, dan efisien.
DBG Technology Co., Ltd. meresmikan fasilitas manufaktur PT DBG Technology Indonesia di Panbil Industrial Estate, Batam, Senin (20/7/2026), sebagai bagian dari penguatan jaringan produksinya di Asia Tenggara.
Fasilitas tersebut akan mendukung produksi perangkat dan modul elektronik untuk sistem kendali industri, elektronik otomotif, bangunan pintar, serta teknologi kendaraan cerdas.
Chief Operating Officer DBG Technology Co., Ltd., Zhi Biao Su, mengatakan investasi di Batam menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan manufaktur global sekaligus mendekatkan perusahaan dengan pelanggan.
“Pembukaan fasilitas ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari babak baru. Kami ingin mengembangkan DBG Indonesia menjadi salah satu pusat manufaktur utama di Asia Tenggara,” ujar Su.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan DBG telah mengambil keputusan yang tepat dengan memilih Batam.
“DBG tidak hanya memilih lokasi untuk membangun pabrik. DBG telah memilih Batam sebagai partner for growth—mitra untuk bertumbuh, berekspansi, dan terhubung dengan pasar global,” kata Fary.
Menurutnya, Batam menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk diperkuat sebagai lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Perhatian langsung pemerintah pusat menjadi penegasan bahwa investasi di Batam akan memperoleh dukungan dan pengawalan yang kuat.
Fary juga menegaskan komitmen BP Batam dalam memberikan pelayanan investasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, melalui platform digital Invest in Batam maupun komunikasi langsung dengan pimpinan BP Batam.
“Investor tidak boleh menunggu pemerintah. Pemerintahlah yang harus bergerak cepat mengikuti kebutuhan investor. Ketika investor menghadapi kendala, BP Batam harus hadir, merespons, dan memastikan ada jalan keluar,” tegasnya.
“Komitmen kami jelas: You invest, we support. You grow, Batam grows with you. Di Batam, investor tidak berjalan sendiri,” tegas Fary
BP Batam berharap DBG Technology terus memperluas kapasitas produksinya, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta menjadikan Batam sebagai bagian penting dalam jaringan manufaktur global perusahaan.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan menggelar Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 pada 19–21 September 2026. Untuk pertama kalinya, festival nasional ini diselenggarakan di dua kota, yakni Batam dan Tanjungpinang, dengan AJI Batam dan AJI Tanjungpinang sebagai tuan rumah.
Festival akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam pada hari pertama dan kedua, sedangkan hari ketiga berlangsung di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi jurnalis, akademisi, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat untuk berdiskusi mengenai isu-isu strategis di kawasan Selat Malaka.
Mengusung tema Selat Malaka, festival akan membahas berbagai isu penting, seperti perdagangan internasional, lingkungan hidup, keamanan maritim, migrasi, kebebasan pers, serta hak asasi manusia di kawasan Asia Tenggara.
Fesmed 2026 juga menghadirkan Seminar Nasional bertema Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara serta 12 workshop yang membahas peningkatan kapasitas jurnalis, perubahan iklim, transisi energi, keamanan digital, dan kesejahteraan pekerja media.
Selain diskusi dan pelatihan, festival akan dimeriahkan dengan panggung seni budaya Melayu, bazar UMKM, serta pameran komunitas. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan budaya Kepulauan Riau kepada masyarakat luas.
Panitia menargetkan kehadiran peserta dari 40 AJI Kota di seluruh Indonesia bersama akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat umum. Seluruh rangkaian festival dapat diikuti secara gratis, sementara peserta seminar dan workshop diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
Puncak kegiatan akan digelar di Pulau Penyengat melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Sarasehan AJI se-Indonesia. AJI berharap festival ini dapat memperkuat kolaborasi, kebebasan pers, serta mendorong Pulau Penyengat menjadi Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Kontak Media
Yulitavia
Panitia Festival Media Selat Malaka 2026
Email :This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Mobile :+62813-7203-5992
Website : https://fesmedselatmalaka.org
Intagram : @fesmedselatmalaka
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait menerima audiensi Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Titik Wijanarti beserta jajaran, pada Selasa (21/7/2026).
Bertempat di Ruang Rapat Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, audiensi ini menjadi momentum untuk membahas peluang kolaborasi antara BP Batam dan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau.
Fokus pembahasan meliputi penggunaan bahasa Indonesia pada dokumen resmi, media publikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pendampingan kebahasaan, hingga penempatan pojok baca atau pojok literasi di ruang publik.
Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi inisiatif Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, dalam membangun kerja sama lintas instansi.
Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional sekaligus memperkuat pelayanan publik yang lebih baik.
“Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komunikasi yang jelas dan mudah dipahami akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan BP Batam” ujar Ariastuty.
Ariastuty menilai, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Bahasa yang komunikatif dan sesuai standar diharapkan mampu meminimalkan kesalahpahaman informasi serta meningkatkan efektivitas penyampaian kebijakan kepada publik.
Audiensi tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan pertukaran gagasan mengenai langkah-langkah strategis yang dapat segera direalisasikan sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara BP Batam dan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung pembangunan daerah yang berkualitas.
“Kami ingin setiap informasi yang diterima masyarakat tidak hanya akurat, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan BP Batam lebih komunikatif, efektif, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia,” tutupnya.


