Kenduri Akhir Tahun Meriah dan Sarat Kepedulian, Batam Kumpulkan Rp14,5 Miliar untuk Sumatra
Diskominfo Batam – Meski tanpa kembang api, perayaan Kunduri Akhir Tahun di Dataran Engku Putri, Batamcentre, berlangsung meriah sekaligus sarat kepedulian. Ribuan warga Batam berkumpul sembari menunjukkan solidaritas bagi korban bencana di Sumatra, hingga berhasil menghimpun donasi sekitar Rp15 miliar yang akan disalurkan melalui Pemerintah Kota Batam.
Di hadapan ribuan masyarakat, Amsakar mengulas perjalanan Batam sepanjang tahun 2025 yang diwarnai berbagai capaian membanggakan. Indikator pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan, mulai dari menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya tingkat pengangguran terbuka, inflasi yang terjaga stabil, hingga pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat. Sejumlah penghargaan tingkat nasional pun menjadi pengakuan atas kerja keras dan kolaborasi yang terbangun di Kota Batam.
Namun, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah. “Semua yang kita capai hari ini adalah buah dari kontribusi seluruh masyarakat Kota Batam,” ujarnya.
Terlepas dari itu, Amsakar menyampaikan, pergantian tahun bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk melakukan refleksi bersama. “Sudah waktunya di pergantian tahun ini kita melakukan perenungan dan kontemplasi. Apa yang telah kita lalui, ikhtiar yang kita jalankan, dan apa yang hendak kita tuju pada tahun yang akan datang,” tuturnya.
Berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya, Pemerintah Kota Batam memilih langkah yang lebih bermakna. Amsakar menyampaikan bahwa Pemko Batam bersama Forkopimda sepakat mengalihkan euforia pergantian tahun menjadi aksi kepedulian bagi saudara-saudara di Sumatera yang tengah dilanda bencana.
“Biasanya setiap pergantian tahun selalu ada musik yang meriah dan kembang api. Tetapi malam ini kami berketetapan hati untuk membangun solidaritas dengan saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Batam telah menyalurkan bantuan sebesar Rp7,5 miliar untuk tiga daerah tersebut. Selain itu, partisipasi masyarakat berhasil menghimpun donasi sebesar Rp4.589.074.911, ditambah dukungan dari PLN Batam senilai Rp2,5 miliar. Secara keseluruhan, dana solidaritas yang terkumpul hampir mencapai Rp15 miliar.
Di akhir sambutannya, Amsakar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas pasca perayaan tahun baru. “Saya berharap seluruh warga Batam tetap menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di jalan raya,” pesannya.
Kunduri Akhir Tahun ditutup dengan penampilan Sammy Simorangkir yang menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. Momentum ini menegaskan bahwa pergantian tahun di Batam tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan persaudaraan untuk negeri.
Memasuki akhir 2025, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang relatif solid di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
Batam menunjukan performa yang positif pada triwulan III tahun 2025. Arus investasi tetap terjaga, aktivitas industri berjalan, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan arah yang stabil.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim BP Batam dan sinergi yang kuat bersama para pemangku kepentingan atas kolaborasi yang terjalin sepanjang tahun ini.
Menurut dia, capaian 2025 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat Batam.
“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Amsakar.
Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam meningkat pada angka 6,89 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor utama yakni sektor investasi, disusul industri pengolahan, perdagangan, dan logistik. Amsakar menilai capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi riil yang berjalan di Batam.
“Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Batam hingga Triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp54,7 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan capaian investasi tertinggi secara nasional.” Terang Amsakar Achmad.
Menambahkan, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra juga menilai, struktur investasi yang masuk ke Batam menunjukkan tren yang semakin sehat, terutama dari sisi penanaman modal dalam negeri.
“Meningkatnya investasi dalam negeri menunjukkan bahwa ekosistem Batam semakin dipercaya oleh pelaku usaha nasional. Rantai pasok lokal tumbuh, industri pendukung menguat, dan nilai tambah semakin tinggal di dalam negeri. Ini fondasi penting bagi daya saing jangka panjang Batam,” ujar Li Claudia.
Hal ini di dukung kebijakan dari Pemerintah Pusat sepanjang 2025 juga dinilai berperan penting dalam menjaga iklim investasi Batam. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan agar Batam diperkuat sebagai destinasi investasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis menyampaikan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi pijakan utama BP Batam dalam merumuskan langkah ke depan.
“Presiden menegaskan bahwa Batam harus berperan nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi. Arahan ini kami terjemahkan dengan memastikan investasi yang masuk bersifat produktif, inklusif, dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Fary.
Menurutnya, fokus BP Batam ke depan adalah mempercepat layanan investasi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat ekosistem usaha agar Batam semakin kompetitif sebagai tujuan investasi utama, baik nasional maupun internasional.
Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, BP Batam optimistis Batam dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai kawasan strategis nasional yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi perusahaan yang tak pernah tidur, jadikan waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin saya pertama kali mengenakan seragam putih biru (1993) dengan penuh semangat dan harapan. Besok 1 Januari 2026, secara resmi saya memasuki masa pensiun dari perusahaan yang telah menjadi rumah kedua saya selama 32 tahun 6 bulan.
Telkom bukan sekadar tempat bekerja bagi saya. Di sinilah saya belajar tentang dedikasi, profesionalisme, dan arti sebuah kebersamaan. Dari teknologi analog hingga era digital, dari kabel kertas hingga fiber optik, dari teknologi wireline hingga wireless (mobile), dari penggelaran kabel darat, udara hingga kabel laut, dari telepon engkol hingga touchscreen, dari layanan telex hingga datacenter, dari telkomnet instan hingga broadband, layanan operator 108/117 hingga AI, dst..saya berkesempatan menjadi saksi sekaligus bagian dari transformasi besar industri telekomunikasi Indonesia.
Bersama rekan-rekan seperjuangan yang luar biasa, Telkom selalu menghadapi berbagai tantangan. Terkadang diminta siapkan proyek sangkuriang ataupun jualan yang bikin meriang karena dikejar target, hingga suka cita ketika berhasil menyelesaikan target bersama. Setiap momen itu kini menjadi kenangan berharga yang akan saya simpan selamanya.
Di titik refleksi ini, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Kepada atasan yang pernah saya kecewakan, rekan kerja yang pernah saya sakiti—baik sengaja maupun tidak sengaja—dan kepada semua pihak yang pernah berinteraksi dengan saya.
Saya sadar, selama perjalanan karir yang panjang ini, pasti ada kata-kata yang kurang berkenan, sikap yang mungkin menyinggung, atau keputusan yang tidak memuaskan semua pihak. Sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan, saya memohon keikhlasan untuk memaafkan segala kesalahan saya.
Tak lupa, terimakasih kepada Telkom yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berkarya dan berkontribusi. Terima kasih telah menjadi tempat saya menghidupi keluarga, mengembangkan diri, dan menemukan makna dari sebuah pengabdian.
Terima kasih kepada para atasan yang telah membimbing, mengarahkan, dan terkadang dengan tegas mengoreksi saya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan yang selalu ada di saat suka maupun duka. Rekans bukan hanya rekan kerja, tapi sudah menjadi keluarga bagi saya. Tawa, cerita, bahkan perdebatan kita adalah bumbu kehidupan yang membuat perjalanan karir ini begitu berwarna.
Terima kasih kepada tim yang pernah saya pimpin. Kalian telah mengajarkan saya bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang memerintah, tapi tentang melayani dan memberdayakan.
2026: Bukanlah Akhir, Tapi Awal yang Baru bagi saya.
Meskipun baju seragam biru Telkom, harus saya lipat dan simpan dengan rapih. Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Di usia menuju 58 tahun, semoga saya masih diberi kesehatan dan semangat untuk terus berkontribusi, meski dalam bentuk yang berbeda.
Mari kita sambut 2026 dengan penuh optimisme! Apapun status kita—aktif berkarya, pensiun, atau sedang dalam transisi—yang terpenting adalah kita tetap produktif, positif, dan memberikan manfaat bagi sekitar.
Terakhir, saya ingin mengutip pesan yang pernah saya dengar: "Kita tidak diukur dari seberapa lama kita bekerja, tapi dari seberapa besar jejak positif yang kita tinggalkan." Semoga jejak kecil saya di Telkom bisa memberikan manfaat, meski secuil.
Selamat Tahun Baru 2026!
Semoga tahun ini membawa kesuksesan, kesehatan, dan kebahagiaan untuk kita semua. Semoga Telkom semakin jaya, dan Indonesia semakin maju.
Mohon maaf lahir batin,
Terima kasih untuk segalanya,
Dan sampai jumpa di kesempatan berikutnya!
Tabik,
Sabri Rasyid/Nik 680149
Jakarta, 31 Desember 2025.
BATAM – Dalam acara Bincang Bareng Media BI Kepri pada Selasa (30/12/2025) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P menyampaikan bahwa, secara kumulatif hingga triwulan III 2025, ekonomi Kepri tercatat tumbuh 6,60 persen Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025 . Berdasarkan data Bank Indonesia, ekonomi Kepri pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 7,48 persen (year on year/yoy), mengalami akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya serta melampaui pertumbuhan ekonomi nasional
Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera.
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja sejumlah sektor unggulan, terutama industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Grafik historis pertumbuhan ekonomi menunjukkan pemulihan yang kuat pascapandemi Covid-19, setelah sebelumnya mengalami kontraksi tajam pada 2020 akibat shock pandemi, " Tegasnya.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi (PMTB), serta kinerja ekspor yang tetap solid.
Sementara itu, lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi signifikan antara lain industri pengolahan dan sektor pertambangan yang terus mencatatkan kinerja positif.
"BI Kepri juga memetakan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025, di antaranya kebijakan moneter yang lebih akomodatif seiring tren inflasi yang melandai, beroperasinya kembali sejumlah tambang migas di wilayah Natuna dan Anambas, implementasi kebijakan visa jangka pendek untuk mendukung pariwisata, serta berlanjutnya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, " Jelasnya.
Namun demikian, tegasnya lagi, terdapat pula faktor risiko (downside factors) yang perlu diantisipasi, seperti ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu perekonomian domestik, dampak kebijakan tarif perdagangan internasional, serta meningkatnya persaingan investasi antarnegara dan antarwilayah.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, sejumlah upaya strategis terus didorong, antara lain hilirisasi sumber daya alam guna memperkuat local value chain, pembukaan dan perluasan rute penerbangan untuk mendukung sektor pariwisata, penguatan aspek aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A), peningkatan investasi melalui penyederhanaan regulasi dan insentif, digitalisasi sistem pembayaran, serta pemberdayaan UMKM agar mampu menghasilkan produk unggulan berorientasi ekspor.
"Dengan fondasi tersebut, Kepri optimistis dapat mempertahankan kinerja ekonomi yang kuat dan berkelanjutan hingga akhir 2025," Terangnya.
Jakarta, 31 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan kembali mengundang kelompok pemberi dana atau lender Dana Syariah Indonesia (DSI) untuk membahas perkembangan pengembalian dana para lender yang telah dijanjikan pengurus DSI. Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Rizal Ramadhani bersama sejumlah pejabat OJK lain menerima enam orang wakil dari Paguyuban Lender DSI di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (30/12).
Rizal Ramadhani dalam kesempatan dialog itu menyatakan pertemuan yang kedua dengan perwakilan lender DSI ini merupakan bentuk komitmen OJK sebagai otoritas yang memiliki kewenangan dalam melindungi konsumen. “Sebagai otoritas kami harus hadir baik di sisi pelindungan konsumen atau pengawas sektor jasa keuangan. Untuk urusan dana lender DSI ini kami sudah melakukan berbagai hal sesuai kewenangan kami,” kata Rizal.
Sebelumnya, OJK pada 28 Oktober 2025 telah memfasilitasi pertemuan antara wakil Paguyuban Lender DSI dengan Direktur Utama PT DSI Taufiq Aljufri sebagai tindak lanjut atas sejumlah pengaduan masyarakat yang masuk dalam saluran pengaduan konsumen OJK mengenai tertundanya pengembalian dana maupun pembayaran imbal hasil dari DSI.
Dalam pertemuan 28 Oktober itu, Taufiq Aljufri menyatakan bertanggung jawab menuntaskan kewajiban pengembalian dana kepada lender secara bertahap sesuai kemampuan dan rencana penyelesaian yang dalam penyusunannya akan melibatkan kelompok lender dan kemudian disampaikan kepada OJK.
Sebagai tindak lanjut dari pengawasan yang dilakukan terhadap DSI, OJK telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk PPATK dalam rangka penelusuran transaksi keuangan DSI. “Kami akan melakukan best effort untuk menjalankan kewenangan yang kami punya. OJK sudah meminta PPATK untuk melakukan penelusuran transaksi keuangan DSI dan PPATK telah melakukan pemblokiran rekening DSI,” kata Rizal.
OJK juga sudah meningkatkan status pengawasan DSI menjadi pengawasan khusus dan melakukan pemeriksaan khusus dalam rangka melacak transaksi yang dilakukan DSI.
Dari sisi pengawasan, OJK pada 10 Desember 2025 telah menerbitkan instruksi tertulis kepada Direksi, Komisaris, DPS, dan Pemegang Saham PT DSI yang isinya meminta melaksanakan seluruh kewajiban terkait penyelesaian dan pengembalian hak lender dan menyusun rencana aksi dan upaya konkret pengembalian dana lender secara jelas, terukur, dalam kerangka waktu yang jelas baik yang telah disepakati atau belum. Hingga saat ini OJK telah mengeluarkan 15 sanksi pengawasan terhadap DSI.
Ketua Paguyuban Lender DSI Ahmad Pitoyo dalam kesempatan itu meminta dukungan OJK untuk mendapatkan kembali dana yang diinvestasikan melalui perusahaan tersebut.
Sanksi-Sanksi Administratif kepada DSI
Sebelumnya, sebagai bagian dari langkah pengawasan, OJK telah mengenakan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada PT Dana Syariah Indonesia sejak 15 Oktober 2025. Pengenaan sanksi ini merupakan bentuk pelaksanaan pengawasan tegas OJK agar perusahaan fokus menyelesaikan kewajiban kepada lender dan tidak melakukan kegiatan penyaluran pendanaan baru selama masa pembekuan.
Berdasarkan sanksi tersebut, DSI dilarang melakukan penggalangan dana baru dari pemberi dana (lender) maupun penyaluran pendanaan baru kepada peminjam (borrower) dalam bentuk apa pun, termasuk melalui website, aplikasi, atau media lainnya.
DSI juga dilarang melakukan pengalihan, pengaburan, pengurangan nilai, atau pemindahan kepemilikan aset, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari OJK, kecuali untuk memenuhi kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, DSI tidak diperkenankan melakukan perubahan susunan Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Pemegang Saham yang telah tercatat dalam data pengawasan OJK, kecuali dalam rangka memperbaiki kinerja, memperkuat permodalan, serta menyelesaikan permasalahan dan kewajiban perusahaan.
OJK juga memerintahkan DSI untuk tetap menjalankan operasional perusahaan secara normal, melayani dan menyelesaikan setiap pengaduan lender dan pihak terkait, serta tidak menutup kantor layanan. DSI wajib menyediakan saluran pengaduan yang aktif, seperti telepon, WhatsApp, e-mail, dan media sosial, serta memberikan tanggapan dan penyelesaian atas setiap pengaduan sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK menegaskan komitmennya untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri pindar. OJK mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan platform pindar yang berizin dan diawasi OJK, serta memahami risiko layanan dan produk keuangan digital sebelum menempatkan dana.
Jakarta, 30 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Pasar Modal Indonesia yang solid, berintegritas, dan berdaya tahan sepanjang tahun 2025, meskipun dihadapkan pada dinamika global berupa ketidakpastian kebijakan moneter, tensi geopolitik, tekanan dan sentimen perdagangan pada awal tahun. Ketahanan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan kapitalisasi pasar, peningkatan aktivitas transaksi dan penghimpunan dana, serta lonjakan jumlah investor domestik, khususnya kalangan generasi muda. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam sambutan pada Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa.
Inarno menambahkan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil kolaborasi erat OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), industri, dan seluruh pemangku kepentingan Pasar Modal Indonesia. “Pasar Modal Indonesia menunjukkan resiliensi dan daya saing yang semakin menguat. Berbagai tantangan telah menguji ketangguhan dan ketahanan kita dalam mendorong pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan memperkokoh pondasi Pasar Modal Indonesia ke depan. Capaian ini tentu tidak terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan hasil dari kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal,” kata Inarno.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, Jajaran Direksi dan Komisaris Self Regulatory Organization, serta perwakilan pimpinan pelaku industri Pasar Modal. Capaian Kinerja Pasar per 29 Desember 2025 Pada Konferensi Pers Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap menjelaskan kinerja pasar modal hingga 19 Desember 2025. IHSG tumbuh 22,10 persen ytd dan ditutup pada level 8.644,26, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp15.810 triliun atau tumbuh 28,16 persen ytd, melampaui target Roadmap Pasar Modal dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio market cap terhadap PDB 2024 sebesar 71,41 persen.
Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) juga menguat 12,10 persen ytd ke level 440,19. Industri pengelolaan investasi mencatat dana kelolaan Rp1.039 triliun, tumbuh 24,16 persen ytd. Penghimpunan dana mencapai Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum, termasuk 18 emiten baru saham dan 2 emiten EBUS, melampaui target Rp220 triliun. Sementara penghimpunan dana Securities Crowdfunding (SCF) tercatat Rp1,808 triliun secara akumulatif dari 968 penerbit. Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 29 Desember 2025 mencapai 1,6 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp80,75 miliar, diikuti partisipasi 150 perusahaan dan ketersediaan unit karbon 2,67 juta ton CO2 ekuivalen.
Pertumbuhan investor ritel juga mencatatkan rekor baru. Jumlah SID bertambah 5,34 juta investor baru, sehingga total mencapai 20,2 juta SID, dengan 79 persen didominasi generasi di bawah 40 tahun, menegaskan momentum inklusi dan pendalaman basis investor domestik. Dalam rangka menjaga integritas pasar, sepanjang 2025 OJK telah melakukan 219 pemeriksaan teknis dan 155 pemeriksaan khusus pada dugaan pelanggaran, dengan 116 kasus terkait transaksi saham. OJK menjatuhkan 120 sanksi administratif kasus pelanggaran, 1.180 sanksi keterlambatan laporan, dan 65 sanksi non-kasus lainnya dengan sanksi berupa 6 pencabutan izin, 6 perintah tertulis, dan 329 peringatan tertulis, dengan total denda administratif Rp123,3 miliar. Regulasi & Transformasi Bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon 2025 OJK menerbitkan 10 POJK dan enam SEOJK/PADK, termasuk POJK 1/2025 tentang Derivatif Keuangan berbasis Efek sebagai milestone pengawasan derivatif dengan underlying Efek; POJK 9/2025 tentang Dematerialisasi Efek Ekuitas dan Aset Tidak Diklaim; serta POJK 15/2025 terkait pemeringkatan Reksa Dana dan Manajer Investasi berbasis rating/ranking.
OJK juga meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada 15 Juli 2025 sebagai rujukan industri dan publik dalam memperkuat ekosistem ekonomi hijau. Integrasi layanan dilakukan melalui penyatuan SPRINT OJK dan SPEK KSEI untuk pendaftaran Reksa Dana, mewujudkan proses perizinan yang lebih cepat, akurat, dan terpusat. Memasuki 2026, OJK menetapkan empat agenda strategis yaitu pendalaman pasar (penguatan supply, demand, dan infrastruktur pengawasan), peningkatan integritas pasar (efektivitas sanksi dan kualitas Emiten), penguatan kelembagaan Perusahaan Efek & Manajer Investasi (ketahanan siber dan pengendalian internal), serta pengembangan keuangan berkelanjutan (perluasan pengguna jasa bursa karbon dan roadmap keberlanjutan 2026–2030). OJK bersama SRO mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah, industri, dan masyarakat guna mendukung program strategis nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
3 Properti Swiss-Belhotel International Di Batam Kembali Salurkan Bantuan Sosial di Momen Nataru
Batam, 30 Desember 2025 – Dalam rangka merayakan Natal dan Tahun Baru, Swiss-Belhotel Batam Group mengunjungi Panti Asuhan Viran Sejahtera. Kunjungan ini berlangsung pada hari ini, 30 Desember 2025, pukul 12.00 siang, yang merupakan kunjungan kedua kalinya.
Kegiatan yang dilakukan meliputi bernyanyi bersama anak-anak, saling bercerita, dan berdoa bersama yang dibawakan oleh Bapak Marjono, Executive Housekeeping Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, serta penyerahan donasi berupa sembako, kompor gas, dan uang tunai kepada Panti Asuhan Viran Sejahtera.
“Selamat Hari Natal semuanya,” sapa Bapak Christophe Bernard Keramaris, General Manager Swiss-Belhotel International Batam Group. “Terima kasih untuk keluarga Viran Sejahtera yang kembali menerima kehadiran kami di sini. Ini adalah kunjungan kedua kami, dan kami ingin berkomitmen untuk berkunjung beberapa bulan sekali sebagai wujud komitmen kami untuk peduli kepada masyarakat dan memberikan dampak.”
Ibu Elfina selaku Ketua Pengurus Yayasan juga tersentuh akan kunjungan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Swiss-Belhotel Batam. Dengan adanya kunjungan kedua ini, kami tahu kami selalu ada di hati Swiss-Belhotel Batam,” ungkapnya sambil tersenyum.
Berikut informasi kegiatan CSR dari Swiss-Belhotel Batam Group. Untuk informasi lebih lanjut dan mengenai pelayanan hotel dapat mengirimkan pesan ke akun resmi Instagram hotel @swiss-belhotelharbourbaybatam atau @swissbelinnbaloibatam atau @zestbatam. Atau menghubungi reservasi melalui WhatsApp, Swiss-Belhotel Harbour Bay di nomor 0853 6116 6556, Swiss-Belinn Baloi Batam di nomor 0811 776 6218 dan Zest Harbour Bay Batam di 0811 776 6211.
“GM For A Day” Sukses Antarkan Santika Indonesia Meraih Penghargaan “Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 “
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menoreh prestasi di penghujung tahun 2025 ini. Salah satu programnya, yaitu “GM For a Day”, berhasil memenangkan penghargaan nasional Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 dalam kategori “Brand Activation Through Social Media Heroes” pada tanggal 11 Desember 2025 di Pacific Place, Jakarta.
Prita Gero, selaku Corporate Marcomm Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, menyampaikan rasa bangga kepada seluruh tim yang terlibat dalam melancarkan program ini. “Program ini diawali dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional dengan mengajak anak-anak dalam rentang usia 7-11 tahun menjadi GM selama sehari di seluruh Hotel Santika & Hotel Santika Premiere di Indonesia secara serentak di tanggal 26 Juli 2025. Saya merasa bersyukur program ini disambut baik oleh masyarakat, dengan kurang lebih 291 peserta yang mendaftar, terpilih 47 GM cilik terpilih yang dapat memimpin hotel-hotel kami.” jelas Prita. Prita juga mengungkapkan bila program ini diharapkan dapat membentuk karakter kepemimpinan anak, memperkuat hubungan lintas generasi, dan mengenalkan dunia perhotelan kepada anak-anak Indonesia dengan cara yang menyenangkan.
Dalam melancarkan program ini, Santika Indonesia Hotels & Resorts memperkuat berbagai aktivasi di sosial media. Dimulai dari adanya publikasi press release pre-event hingga event berlangsung dan kerjasama media partner dengan Kompas.com dan Kumparan. Selain itu, akun Instagram Santika Indonesia Hotels & Resorts pun turut aktif dalam membuat konten dan meningkatkan engagement dengan bekerjasama dengan para unit hotel. Hasilnya, pertumbuhan followers @santikahotels mencapai 1.628 followers selama masa campaign berlangsung dengan ER tertinggi mencapai 7,54%. Insight tertinggi untuk konten pre-event di Instagram secara organik mencapai 127.613 views dan 67.877 reach account. Lalu pada saat pengumuman pemenang hingga greeting Hari Anak Nasional, insight tertinggi mencapai 23.734 views dan 11.397 reach secara organik. Untuk total publikasi melalui press release mencapai 119 publikasi ke berbagai media nasional.
Kemudian, untuk total insight dengan media partner mencapai 306.340 reach dan 458.048 views secara nasional. Selain secara sosial media, Santika Indonesia Hotels & Resorts juga memberikan voucher potongan harga MySantika kepada para partisipan GM For a Day, dimana sebanyak 127 voucher yang terdaftar telah digunakan dan menghasilkan revenue mencapai Rp93.738.095,- (gross amount) per bulan November 2025. Untuk unit-unit hotel sendiri, total insight yang didapatkan dengan berkolaborasi dengan para GM cilik secara organik sebesar 270.670 views dan 143.843 reach dari seluruh Instagram Hotel Santika & Hotel Santika Premiere di Indonesia.
Jakarta - Beberapa pekan terakhir, dinamika politik dan sosial di Indonesia mengguncang pasar keuangan. Gelombang demonstrasi massa yang menyebar di berbagai kota membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi. Pada 29 Agustus 2025, IHSG tercatat turun lebih dari dua persen, sementara rupiah melemah mendekati satu persen hingga menjadi sekitar Rp16.475 per dolar Amerika Serikat, posisi terendah sejak awal bulan.
Untunglah, Bank Indonesia segera turun tangan, melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi untuk meredam gejolak. Pemerintah pun menyampaikan pesan tegas bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini bahkan mencapai 5,12 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Pada pertengahan 1997, krisis moneter Asia memicu jatuhnya berbagai mata uang kawasan, dan rupiah adalah salah satu yang paling parah. Dari level sekitar Rp2.600 per dolar, kurs terjun bebas hingga menembus Rp14.800 dalam hitungan bulan. Inflasi melonjak hingga di atas 60 persen, Produk Domestik Bruto menyusut lebih dari 13 persen, dan dunia usaha kolaps. Bursa Efek Jakarta kala itu mencatat penurunan IHSG hingga menyentuh level 256 pada September 1998, dari posisi tertinggi sebelumnya di kisaran 700. Krisis itu tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga politik dan sosial. Gelombang demonstrasi menumbangkan Orde Baru, dan ketidakpastian melingkupi seluruh sendi kehidupan.
Namun sejarah juga menunjukkan bahwa titik terendah bisa menjadi awal pemulihan. Setelah jatuh sedalam itu, IHSG bangkit kembali. Pada 1999, hanya setahun setelah keterpurukan, indeks melesat lebih dari seratus persen dari level terendahnya. Rupiah pun berangsur stabil di kisaran Rp8.000–10.000 per dolar. Reformasi struktural dilakukan secara menyeluruh: pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN/IBRA), merestrukturisasi bank, dan mulai menata regulasi keuangan agar lebih tangguh.
Dua dekade lebih berselang, warisan reformasi itu terlihat jelas. Indonesia kini memiliki cadangan devisa sekitar 150 miliar dolar, jauh lebih besar daripada 20 miliar dolar pada penghujung 1997. Sistem perbankan lebih sehat, dengan rasio kecukupan modal mencapai sekitar 26 persen dan kredit bermasalah yang rendah. Otoritas Jasa Keuangan hadir untuk memastikan pengawasan yang lebih ketat, sementara Lembaga Penjamin Simpanan menjaga kepercayaan masyarakat. Kebijakan moneter pun lebih fleksibel, dengan kurs mengambang yang diimbangi intervensi terukur, sehingga gejolak pasar tidak serta-merta berubah menjadi krisis berkepanjangan.
Dibandingkan kondisi 1998, situasi saat ini jauh lebih terkendali. Memang benar, IHSG sempat terkoreksi dan rupiah tertekan, tetapi skala guncangannya tidak sebesar seperempat abad lalu. Fundamental ekonomi tetap positif, inflasi berada dalam kisaran target, defisit anggaran terjaga di bawah tiga persen dari PDB, dan investasi asing masih terus masuk. Yang lebih penting, respons otoritas kini jauh lebih cepat dan transparan. Pernyataan resmi dari pemerintah dan Bank Indonesia mampu menenangkan pasar, sementara kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan menjaga stabilitas.
Bagi investor, sejarah memberi pelajaran berharga. Volatilitas memang bagian dari pasar modal. Koreksi tajam sering kali menakutkan, namun justru di situlah peluang jangka panjang terbuka. IHSG pernah jatuh ke titik terendah pada 1998, namun bangkit dengan kekuatan berlipat ganda. Demikian pula pada krisis 2008, indeks sempat terkoreksi lebih dari 50 persen, tetapi satu tahun kemudian sudah menunjukkan pemulihan yang signifikan. Pola yang sama bisa kita harapkan hari ini: gejolak sesaat bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari siklus yang berulang.
Masyarakat tidak perlu panik menghadapi kabar harian tentang pelemahan rupiah atau koreksi IHSG. Yang penting adalah melihat tren jangka panjang dan memahami bahwa sistem ekonomi Indonesia jauh lebih siap dibanding era lalu. Dengan pondasi yang kuat, cadangan devisa besar, sistem perbankan sehat, serta koordinasi kebijakan yang solid, Indonesia memiliki daya tahan yang jauh lebih besar menghadapi guncangan eksternal maupun internal.
Krisis 1998 menjadi pengingat bahwa badai terbesar sekalipun bisa dilewati, bahkan menjadi titik balik untuk bangkit. Kini, di tengah hiruk pikuk politik dan tekanan pasar, Indonesia tidak lagi berada di posisi rapuh seperti dulu. Pasar modal mungkin terguncang, rupiah mungkin tertekan, tetapi pondasi ekonomi dan kepercayaan internasional tetap kokoh. Seperti pepatah pasar yang sering diulang, volatilitas adalah bagian dari perjalanan investasi jangka panjang. Dan Indonesia, dengan segala pengalaman pahit masa lalu, kini lebih tangguh untuk menghadapinya.
PLN Batam Sukses Jaga Keandalan Listrik Selama Natal 2025, Fokus Kawal Tahun Baru 2026
PT PLN Batam berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025. Selama masa siaga yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sistem kelistrikan Batam–Bintan beroperasi secara aman dan andal, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal serta menikmati libur akhir tahun dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan.
Dalam periode tersebut, PLN Batam mengoperasikan sistem dengan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 812 megawatt (MW) guna memastikan kecukupan pasokan listrik di wilayah Batam hingga Bintan, termasuk dalam mengantisipasi potensi lonjakan beban serta kondisi cuaca ekstrem.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal merupakan hasil dari kesiapan menyeluruh di seluruh lini operasional, mulai dari pembangkitan hingga layanan pelanggan.
“Keberhasilan PLN Batam menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal merupakan buah dari kesiapan pasokan daya, keandalan peralatan, serta kesiapsiagaan personel di seluruh lini, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan dan fungsi pendukung lainnya. Fokus kami saat ini adalah memastikan masyarakat dapat merayakan dan menikmati libur Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” ujar Kwin Fo.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antar unit, kecepatan respons, serta penerapan prosedur keselamatan kerja yang konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan selama masa siaga Nataru.
“Kami tetap mengedepankan keselamatan kerja sebagai prioritas utama, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Seluruh personel menjalankan tugas sesuai dengan SOP, serta menjaga kesiapan fisik dan mental selama masa siaga,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Operasi PT PLN Batam, Mohamad Tresna Wikarsa, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Batam–Bintan berada dalam kondisi aman sepanjang periode Nataru. Dengan daya mampu pasok sebesar 812 MW, beban puncak tertinggi pada tahun 2025 tercatat mencapai 741 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya sebesar 71 MW.
Pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2025, beban puncak tercatat sebesar 589 MW dengan cadangan daya 223 MW. Sementara pada puncak perayaan Tahun Baru, 1 Januari 2026, perkiraan beban puncak berada di angka 580 MW dengan cadangan daya 232 MW, sehingga sistem kelistrikan tetap terjaga dalam kondisi aman.
“Untuk mendukung keandalan pasokan listrik, PLN Batam menyiagakan 712 personel, yang terdiri dari pegawai PLN, tenaga alih daya, serta mitra kerja. Seluruh personel siaga di pembangkitan, transmisi, dan distribusi, didukung oleh peralatan operasional guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan,” jelas Tresna.
Dari sisi pengamanan operasional, PLN Batam mengoperasikan 35 posko siaga keandalan yang tersebar di seluruh wilayah kerja, serta 5 posko siaga kelistrikan mobile guna mempercepat penanganan di lapangan. Pengamanan khusus juga dilakukan pada 34 lokasi VVIP dan VIP, termasuk kantor pemerintahan, gereja, serta pusat-pusat kegiatan masyarakat selama perayaan Nataru.
Selain itu, PLN Batam juga memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan mengoperasikan 14 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 11 lokasi di wilayah Batam dan sekitarnya, guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Dengan keberhasilan menjaga keandalan listrik selama Natal 2025 dan kesiapan menghadapi puncak Tahun Baru 2026, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.
Tebarkan Sukacita Natal, PT Batamraya Sukses Perkasa (Panbil Group) Rangkul Ratusan Anak di Pulau Kubung dan Todak
Batam, 29 Desember 2025. PT Batamraya Sukses Perkasa (Panbil Group), pengelola dan pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) / Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, membuktikan komitmen sosialnya dengan hadir langsung di tengah masyarakat pesisir. Dalam semangat berbagi kasih Natal, perusahaan mendatangi Pulau Kubung dan Pulau Todak untuk menyalurkan bingkisan kasih kepada sekitar 150 anak, Senin (29/12).
Aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah nyata Panbil Group dalam memperkuat harmoni dengan warga di wilayah operasionalnya. Bantuan menyasar anak-anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari balita hingga pelajar SMA, yang berkumpul dengan penuh antusias di GPIB Pulau Kubung dan Gereja Katolik Santo Nikolaus, Pulau Todak.
Eka Teguh Kurniawan, perwakilan Manajemen PT Batamraya Sukses Perkasa, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan harus membawa dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.
"Kami hadir bukan hanya sebagai pengembang, tapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat di sini. Kegiatan ini adalah wujud syukur sekaligus cara kami memastikan bahwa sukacita Natal dan optimisme menyambut tahun baru juga dirasakan oleh adik-adik kita di Pulau Kubung dan Pulau Todak," ujar Eka.
Langkah Panbil Group ini mendapat apresiasi hangat dari para pengurus gereja dan orang tua setempat. Kehadiran tim manajemen ke pulau-pulau tersebut dianggap sebagai bentuk perhatian tulus yang mempererat tali silaturahmi antara korporasi dan warga lokal.
Sebagai anak perusahaan Panbil Group yang fokus pada pengelolaan dan pengembangan KEK Tanjung Sauh, PT Batamraya Sukses Perkasa berkomitmen menjadikan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai pilar utama perusahaan. Ke depannya, perusahaan berencana terus menggulirkan program-program kepedulian yang menyentuh aspek pendidikan, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Pemulihan Jaringan Berjalan Signifikan, Lebih dari 90% BTS Indosat di Aceh Kembali Beroperasi
Aceh Tamiang, 29 Desember 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 92%. Pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai elemen penting dalam mendukung koordinasi, akses informasi, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra, Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Dalam situasi darurat, konektivitas memegang peran yang sangat krusial. Indosat bergerak cepat bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan jaringan kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, sebagian besar wilayah terdampak di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, telah kembali terlayani dan kami akan terus mempercepat pemulihan hingga seluruh jaringan pulih sepenuhnya.”
Dalam proses pemulihan tersebut, Indosat telah melakukan berbagai langkah teknis secara menyeluruh. Upaya ini meliputi penggantian perangkat jaringan yang terdampak banjir, perbaikan jalur transmisi serat optik yang terputus, serta instalasi sumber daya cadangan seperti genset dan baterai. Untuk memastikan konektivitas tetap berjalan, Indosat juga menyediakan alternatif transmisi melalui satelit link di wilayah-wilayah yang masih belum terhubung dengan jaringan serat optik.
Selain penguatan infrastruktur, Indosat menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal Indosat maupun mitra dalam ekosistem Indosat. Indosat juga berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memperoleh prioritas pasokan bahan bakar, sekaligus dukungan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, serta area pengungsian. Indosat juga terus mengoperasikan Posko Pemantauan (Command Center) secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan. Indosat SIGAP Dukung Pemulihan Masyarakat
Sejalan dengan pemulihan jaringan, Indosat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan Indosat SIGAP turut menjalankan berbagai inisiatif bantuan kemanusiaan.
Indosat menghadirkan Posko Dapur Umum di sejumlah titik rawan terdampak, dengan fokus utama di wilayah Aceh, meliputi Kampung Durian (Aceh Tamiang), Geulanggang Rayeuk (Bireuen), serta Panti Asuhan Darul Aitam (Meureudu, Pidie Jaya). Posko serupa juga beroperasi di Langkat (Sumatra Utara), serta Kota Padang dan Kabupaten Agam (Sumatra Barat). Menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, jumlah posko dioptimalkan dari rencana awal sepuluh menjadi sembilan titik, dengan prioritas utama di wilayah Aceh. Kapasitas bantuan pun ditingkatkan hingga ribuan porsi makanan per hari, serta dilengkapi dengan pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk mendukung ketersediaan air bersih dan pemulihan yang berkelanjutan.
Ke depan, Indosat berkomitmen untuk menuntaskan pemulihan jaringan secara menyeluruh melalui penguatan infrastruktur, penambahan sumber daya pendukung, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Indosat akan terus memastikan layanan komunikasi yang tangguh dan responsif, agar masyarakat tetap dapat terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam situasi darurat.
