Live Streaming
Page 3 of 148

BATAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro mengatakan perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan kinerja yang semakin solid hingga Semester I 2026. “Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,02 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen,’ujarnya dalam Bicang Bareng Media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (15/9/2026.

Dengan capaian tersebut, Kepri mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera selama enam triwulan berturut-turut. Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari menguatnya pembentukan modal atau investasi. Pada periode yang sama, investasi di Kepri tumbuh sekitar 24 persen.

Lonjakan investasi tersebut turut mengubah kontribusi pembentukan modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri. Sumbangannya meningkat signifikan dari sekitar 3,62 persen menjadi 10,62 persen. Menurut Rony, peningkatan investasi menjadi sinyal bahwa aktivitas pembangunan dan ekspansi industri di Kepri terus berlangsung.

Kenaikan impor pada Triwulan II 2026 juga dinilai perlu dilihat secara lebih mendalam. Pasalnya, peningkatan tersebut terutama didorong masuknya barang modal dan bahan baku industri, bukan barang konsumsi. Kondisi itu menjadi indikasi bahwa aktivitas pembangunan pabrik dan proyek fisik di Kepri masih berjalan.

Masuknya mesin, peralatan produksi, serta bahan baku tersebut diperkirakan akan memberikan dampak lanjutan terhadap perekonomian ketika proyek-proyek investasi mulai memasuki tahap produksi.

Setelah fase konstruksi selesai, peningkatan kapasitas produksi diharapkan mendorong ekspor sekaligus menciptakan efek berganda terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya.

Sejumlah investasi berskala besar yang masuk ke kawasan industri juga berpotensi memberikan kontribusi lebih besar ketika mulai beroperasi secara penuh.

Secara spesial, Kota Batam masih menjadi motor utama ekonomi Kepri. Kontribusi Batam terhadap total perekonomian provinsi berada di kisaran lebih dari 65 persen hingga mendekati 70 persen.

Selain manufaktur, Kepri mulai memasuki fase diversifikasi ekonomi dengan berkembangnya industri pusat data atau data center. Kehadiran industri tersebut membuka peluang munculnya sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas struktur ekonomi Kepri yang selama ini sangat bergantung pada manufaktur.

Investasi di sektor data center juga berpotensi menciptakan kebutuhan baru terhadap energi, infrastruktur, jasa pendukung, hingga tenaga kerja dengan kompetensi tertentu. BI menilai ekspansi sektor-sektor baru tersebut akan semakin memperkuat fondasi ekonomi Kepri dalam jangka menengah.

Peningkatan akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan, termasuk di sektor informal, dinilai penting agar efek berganda investasi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri.

 Penguatan penyerapan tenaga kerja juga menjadi bagian penting untuk menekan tingkat pengangguran terbuka sekaligus memperluas pemerataan manfaat pembangunan.

Dengan kombinasi investasi yang meningkat, ekspansi manufaktur, masuknya industri data center, serta penguatan keterlibatan masyarakat lokal, ekonomi Kepri dinilai memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi pada periode berikutnya

 

Batam, 15 September 2026 - Persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi hari ini juga akan menjadi pembahasan dalam kegiatan akbar Festival Media Selat Malaka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2026 yang akan berlangsung di Batam dan Tanjungpinang, 19-21 September 2026. Diskusi publik mengangkat tema “Tercekik Kabut Asap di Indonesia: Masyarakat Adat Disalahkan, Korporasi Melenggang Bebas, Komitmen Antarnegara Dipertanyakan”.

Forum ini mempertemukan jurnalis dan aktivis di berbagai daerah tertuama dari lokasi utama karhutla yaitu Kalimantan dan Pekanbaru. Perwakilan masyarakat adat serta organisasi lingkungan untuk membahas hubungan antara karhutla, tata kelola lahan, aktivitas korporasi, kebijakan pemerintah hingga dampak kabut asap lintas batas di Asia Tenggara.

Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar mengatakan, kegiatan yang merupakan kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Wilayah Kalimantan, Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Kalimantan Tengah dan Timur serta Trend Asia ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Media Selat Malaka 2026. Salah satu persoalan yang akan dikritisi adalah kecenderungan menempatkan masyarakat adat dan petani tradisional sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hanya karena praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Padahal, praktik perladangan tradisional masyarakat adat dalam skala terbatas dan terkendali dinilai memiliki karakter berbeda dengan pembukaan lahan berskala besar untuk kepentingan industri.

Data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang menjadi bagian dari latar belakang diskusi menunjukkan, sepanjang 1 Januari hingga 27 Juli 2026 terdapat 118.420 titik panas (hotspot) di Indonesia dengan luas indikatif area terbakar mencapai 107.649 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.262 hotspot terpantau di Pulau Kalimantan dengan luas indikatif area terbakar sekitar 33.837 hektare yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Yang menjadi perhatian, data tersebut menunjukkan keberadaan hotspot di kawasan yang berkaitan dengan konsesi perusahaan. Dalam data yang dikutip dalam bahan diskusi, sebanyak 10.739 hotspot berada di kawasan HGU perkebunan kelapa sawit, sementara 7.880 hotspot berada di kawasan konsesi pertambangan dan 6.905 hotspot lainnya berada di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan konsesi, tata kelola hutan dan lahan, serta sejauh mana tanggung jawab korporasi dalam mencegah terjadinya karhutla. Di sisi lain, masyarakat adat Dayak dan petani tradisional masih menghadapi tekanan akibat kebijakan pelarangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Diskusi juga akan menyoroti kebijakan pemerintah terkait pengendalian karhutla, termasuk Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Selain itu, terdapat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur pencegahan dan penanggulangan karhutla serta larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi risiko karhutla. Persoalan lain yang akan dibahas adalah keberadaan Peraturan Daerah Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 yang memberikan ruang bagi petani untuk melakukan pembakaran lahan maksimal dua hektare dengan sejumlah persyaratan, seperti pembuatan sekat api dan mengikuti kearifan lokal.

Kebijakan tersebut kini kembali menjadi perdebatan seiring adanya dorongan agar regulasi tersebut dicabut. Kabut Asap Jadi Persoalan Lintas Negara Persoalan karhutla juga tidak berhenti di batas wilayah Indonesia. Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan sejumlah wilayah Sumatera maupun Papua dapat menyebar hingga ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina. Karena itu, forum tersebut juga akan mengangkat isu kabut asap sebagai persoalan lintas batas di Asia Tenggara. Pembahasan akan mencakup tanggung jawab korporasi, tata kelola lahan, alur perdagangan dan ekspor-impor, serta sejauh mana komitmen antarnegara dalam menangani persoalan kabut asap yang terus berulang. Dalam forum tersebut, karhutla akan ditempatkan sebagai persoalan yang berkaitan dengan kerusakan hutan dan gambut, deforestasi, pembukaan lahan untuk industri ekstraktif, lemahnya pengawasan kawasan konsesi serta kebijakan pengelolaan lahan.

Jurnalis Didorong Tak Asal Menyalahkan Peladang Adat

Selain persoalan kebijakan dan lingkungan, diskusi juga memberikan perhatian khusus terhadap peran media dalam memberitakan karhutla. Jurnalis didorong untuk membedakan secara jelas antara pembukaan lahan tradisional berskala kecil dengan pembukaan lahan dan kebakaran berskala industri. Peliputan juga diharapkan tidak berhenti pada informasi mengenai titik api, tetapi menelusuri lokasi kebakaran, status kawasan, kepemilikan atau konsesi lahan, serta pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab atas pengelolaan kawasan tersebut. Data yang terverifikasi, perspektif masyarakat terdampak dan prinsip keberimbangan menjadi bagian penting dalam peliputan karhutla. “Jangan langsung menyalahkan masyarakat adat ketika bukti, data, dan fakta karhutla justru mengarah pada persoalan tata kelola kawasan hutan dan lahan,” menjadi salah satu pesan utama yang akan dibawa dalam forum tersebut. Karena itu, jurnalis didorong untuk menelusuri api dan bentang lahannya, membuka data konsesi kepada publik, serta menagih tanggung jawab korporasi dan negara terhadap pencegahan, penanganan dan pemulihan lingkungan.

Forum ini juga diharapkan memperkuat jaringan jurnalisme lingkungan dan masyarakat adat serta menghasilkan rekomendasi bersama untuk mendorong pemberitaan yang lebih adil dan kebijakan pengelolaan karhutla yang tidak mendiskriminasi masyarakat adat. Diskusi publik akan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026 pukul 10.00-12.00 WIB di Politeknik Negeri Batam dan terbuka untuk umum. Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Koordinator Wilayah AJI Kalimantan Kartika Anwar, Ilham dari AJI Pekanbaru, Nugroho Budi Baskoro dari AJMAN Kalteng, Andreas Ongko Wijaya Hului perwakilan masyarakat adat Mahakam Ulu, serta Alfa Arifia dari Trend Asia. Diskusi akan dimoderatori Niken Sitoningrum dari Mongabay. Peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut secara gratis dengan melakukan pendaftaran melalui tautan yang disediakan panitia.

Tentang Fesmed

Festival Media (Fesmed) adalah kegiatan tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Tahun ini AJI Batam dan AJI Tanjungpinang menjadi tuan rumah mengusung nama Fesmed Selat Malaka. Pelaksanaan Fesmed kali ini juga menjadi catatan sejarah pertama kali dilaksanakan di dua kota dan di dua pulau berbeda.

Fesmed bertujuan meningkatkan literasi media kepada masyarakat serta menjadi ajang konsolidasi jaringan masyarakat sipil. Tidak hanya dihadiri jurnalis lokal, panitia juga memboyong perwakilan 40 AJI kota se-Indonesia untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi kolaborasi independen antara masyarakat sipil yang memiliki prinsip dan tujuan sama untuk keberlangsungan demokrasi di tanah air. Selain itu keberadaan media menjadi kekuatan dalam acara, setidaknya terdapat 10 media lokal dan nasional yang menjadi media partner dalam acara tahunan itu.

Tentang AJI Indonesia
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) adalah organisasi profesi jurnalis yang berdiri pada 7 Agustus 1994. AJI lahir dari semangat memperjuangkan kebebasan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. Hingga kini, AJI tetap aktif melakukan advokasi kebebasan pers, peningkatan kapasitas jurnalis, perlindungan terhadap hak-hak pekerja media, serta perjuangan hak publik atas informasi.

Tentang AJI Kota Batam
AJI Kota Batam berdiri pada 28 November 2008 sebagai bagian dari AJI Indonesia. Organisasi ini aktif memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan kapasitas jurnalis, dan mengembangkan literasi media di wilayah perbatasan. Anggotanya berasal dari Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Tentang AJI Kota Tanjungpinang
AJI Kota Tanjungpinang berdiri pada 12 Agustus 2017 sebagai bagian dari AJI Indonesia. Organisasi ini aktif memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan kompetensi jurnalis, serta mengawal hak publik atas informasi di Kepulauan Riau. Anggotanya berasal dari Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menguji sistem subdrain pada 18 titik di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center yang selama ini memiliki persoalan genangan. Metode ini dirancang untuk mempercepat masuknya air dari permukaan jalan ke sistem drainase di bawahnya.

Uji coba dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta beberapa lokasi lain di kawasan CBD Batam Center.

Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan, termasuk titik-titik yang selama ini mengalami genangan. Melalui sistem subdrain, air dari badan jalan diarahkan agar lebih cepat masuk ke sistem drainase sehingga tidak terlalu lama tertahan di permukaan.

“Yang kami lihat adalah bagaimana air bisa lebih cepat masuk ke sistem drainase. Karena itu, sistem subdrain ini kami uji terlebih dahulu di titik-titik yang berdasarkan evaluasi memiliki persoalan genangan,” ujar Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, didampingi Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Dahana, Selasa (15/9/2026).

Dari uji coba pada 18 titik tersebut, sistem menunjukkan bahwa air dapat lebih cepat masuk ke drainase. Kondisi ini berpotensi mengurangi durasi genangan di badan jalan, meski efektivitasnya masih akan dievaluasi berdasarkan kondisi hujan yang berbeda.

“Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya,” katanya.

Penerapan sistem subdrain dilakukan secara bertahap dengan kawasan CBD Batam Center sebagai tahap awal. Selain relatif mudah diterapkan, metode ini dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan penanganan yang membutuhkan pembangunan atau perubahan sistem drainase secara besar-besaran.

Hasil uji coba 18 titik tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan BP Batam dalam menentukan lokasi pengembangan berikutnya.

Pendekatan ini memungkinkan penanganan genangan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing titik, sekaligus tetap mengevaluasi kinerja sistem drainase secara keseluruhan.

“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing” tutupnya.

Melalui tema "ROOT TO GLAsS". BiHOF 2026 menghadirkan kompetisi mixology. flair bartending, pelatihan F&B, showcase, dan Hospitality Night di Lagoi Bay, Bintan

Bintan, 14 September 2026 - Bintan Hospitality Festival (BiHOF) 2026 akan digelar di Bintan Plaza, Lagoi Bay, Bintan, pada tanggal 1 Oktober 2026 dengan mengusung tema "ROOT TO GLASS - A Sustainable Journey Through Bintan's Forgotten Ingredients." Tema ini mengangkat perjalanan bahan lokal Bintan, dari sumbernya hingga diolah menjadi minuman, sekaligus menyoroti bahan-bahan yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal.

"Tema BiHOF 2026 sangat sejalan dengan komitmen kami dalam mempromosikan Bintan Resorts sekaligus memperkuat identitas Pulau Bintan. Penggunaan bahan-bahan lokal di dalamnya bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata dari kisah dan keunikan identitas destinasi ini," ujar Helsa, Head of Marketing and Promotion Bintan Resorts. Rangkaian acara mencakup Mixology Competition, Flair Bartending Competition, F&B Training & Exhibition, F&B Showcase, serta Hospitality Night. Program-program tersebut mempertemukan bartender, pekerja hospitality, pelaku usaha, vendor, dan komunitas Food & Beverage dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Konsep ROOT TO GLASS menggambarkan perjalanan bahan dari sumbernya hingga menjadi minuman di dalam gelas. Bahan lokal dapat diolah menjadi syrup, infusion, fermentasi, cocktail, maupun mnocktail. Konsep ini juga membawa pendekatan keberlanjutan melalui penggunaan bahan lokal, pengurangan limbah makanan, pemanfaatan bagian bahan yang biasanya terbuang, serta dukungan terhadap petani dan komunitas lokal.

 Salah satu fokus utama tahun ini adalah Bintan Forgotten Ingredients, yaitu bahan-bahan lokal Bintan yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal, namun masih memiliki nilai kuliner dan potensi untuk dikembangkan menjadi minuman.

 "Bagi kami, ROOT bukan sekadar bahan utama, tetapi tentang kembali melihat apa yang sebenarnya sudah ada di Bintan. Ada banyak bahan lokal yang mulai jarang digunakan, padahal punya karakter dan potensi yang kuat. Melalui ROOT TO GLASS.kami ingin bahan-bahan itu dikenali kembali dan diberi ruang lewat kreativitas para bartender," ujar Manahan Purba selaku Chairman acara BiHOF 2026.

Dalam Mixology Competition, peserta wajib membuat satu cocktail kreasi dengan minimal satu bahan lokal Bintan sebagai bahan utama. Penilaian mencakup rasa dan keseimbangan, penggunaan forgotten ingredient, teknik, keberlanjutan, kreativitas,presentasi, serta storyteling.

Selain mixology, BiHOF 2026 juga menghadirkan Flair Bartending Competition dimana setiap bartender ditantang membuat dua minuman dalam waktu tujuh menit: satu berdasarkan resep atau bahan yang ditentukan panitia, dan satu cocktail kreasi dengan minimal satu Bintan Forgotten Ingredient.

Proses penjurian akan dipimpin oleh praktisi berpengalaman. Kategori mixology menghadirkan Darren Defretes, yang memiliki pengalaman di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Sementara itu, kategori flair bartending dipimpin oleh Asanova Lawalata, flair bartender profesional dan Ketua Jakarta Bartender Club.

Di luar kompetisi, BiHOF 2026 juga menghadirkan F&B Training & Exhibition sebagai sesi edukasi dan pengembangan kompetensi bagi insan hospitality. Materinya mencakup bartending, mixology,  pengetahuan minuman, pelayanan, pengetahuan produk, pengendalian biaya, kreativitas menu, hingga pengembangan bisnis F&B.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Hospitality Night, yang mempertemukan insan hospitality dari berbagai daerah di Kepulauan Riau dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan mempererat hubungan antar pelaku industri.

Melalui BiHOF 2026, ROOT TO GLASS menjadi benang merah yang menghubungkan bahan lokal, kreativitas bartender, dan pengembangan komunitas hospitality di Kepulauan Riau.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Batam, 14 September 2026 — HARRIS Hotels menghadirkan berbagai aktivitas dan kejutan bagi para penumpang melalui kolaborasi Sailprise on Board bersama Sindo Ferry pada Minggu, 13 September 2026. Berlangsung di atas kapal dalam perjalanan Batam Centre–HarbourFront dan HarbouFront-Batam Centre, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang sekaligus memperkenalkan berbagai pilihan akomodasi dan pengalaman yang ditawarkan oleh HARRIS Hotels di Batam.

Kolaborasi ini menghadirkan empat properti HARRIS Hotels di Batam, yaitu HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, dan HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam. Melalui kegiatan ini, para penumpang diajak untuk mengenal lebih dekat karakter dan pengalaman yang ditawarkan oleh masing-masing properti sebagai pilihan akomodasi untuk perjalanan bisnis maupun liburan di Batam.

Dalam rangkaian Sailprise on Board bersama Sindo Ferry, HARRIS Hotels mengajak para penumpang mengikuti berbagai aktivitas interaktif selama pelayaran. Aktivasi ini memberikan kesempatan bagi para penumpang untuk berinteraksi langsung dengan tim HARRIS Hotels serta mendapatkan informasi mengenai pilihan destinasi menginap dan berbagai penawaran menarik yang tersedia.

“Melalui ‘Sailprise on Board bersama SIndo Ferry’, kami ingin menghadirkan pengalaman HARRIS Hotels bahkan sejak perjalanan menuju Batam dimulai. Kolaborasi dengan Sindo Ferry memberikan kami kesempatan untuk bertemu langsung dengan para traveler dan memperkenalkan empat properti HARRIS Hotels di Batam dengan karakter dan pengalaman yang berbeda. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari perjalanan yang menyenangkan sekaligus memberikan inspirasi bagi para penumpang untuk menjadikan Batam sebagai destinasi pilihan mereka.” ujar Dodi Putra, Cluster General Manager HARRIS Resort Waterfront Batam & HARRIS Hotel Batam Center.

Kolaborasi antara HARRIS Hotels dan Sindo Ferry juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai tambah bagi wisatawan yang melakukan perjalanan antara Singapura dan Batam. Melalui sinergi antara sektor hospitality dan transportasi, kedua pihak berupaya menciptakan perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para traveler.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan HARRIS Hotels di Batam melalui Sailprise on Board. Bagi Sindo Ferry, pengalaman berwisata dimulai sejak penumpang berada dalam perjalanan, dan berbagai aktivitas serta kejutan yang dihadirkan HARRIS memberikan warna tersendiri dalam pelayaran kali ini. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara transportasi dan hospitality dalam memberikan nilai tambah bagi penumpang, memperkuat konektivitas Singapura–Batam, serta bersama-sama meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata.” ujar Sahara, Senior Partnerships & Marketing Executive, Sindo Ferry

Selain memperkenalkan empat properti HARRIS Hotels, kegiatan ini juga memperkenalkan Discover ASR (Ascott Star Rewards), program loyalitas dari Ascott. Dalam rangka kolaborasi ini, penumpang Sindo Ferry dapat menikmati penawaran khusus dengan melakukan pemesanan langsung menggunakan kode promo SINDOFERRY, berupa diskon 20% untuk kamar dan 20% untuk Food & Beverage, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan “Sailprise on Board” menjadi salah satu bentuk kolaborasi HARRIS Hotels dan Sindo Ferry dalam memperkuat konektivitas pariwisata antara Singapura dan Batam, sekaligus memperkenalkan Batam sebagai destinasi yang menawarkan beragam pilihan pengalaman bagi wisatawan.

Dengan menggabungkan perjalanan laut dan pengalaman hospitality dalam satu aktivitas, HARRIS Hotels dan Sindo Ferry berharap dapat terus menciptakan kolaborasi yang memberikan pengalaman positif dan berkesan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat.

Pada Selasa 15 September 2026, pantauan Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Batam pukul 06.00 WIB, tercatat 79 atau berstatus sedang.

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerbitkan Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam. Surat edaran tersebut ditujukan kepada unsur pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, camat, lurah, Ketua RT/RW, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

Melalui surat edaran ini, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap dan kualitas udara di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, semak, maupun material lainnya yang dapat menghasilkan asap dan memperburuk kualitas udara,” imbau Amsakar.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang sehat, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan. Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, iritasi mata berat, sakit tenggorokan, maupun gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, pihaknya akan terus menginformasikan kepada masyarakat informasi mengenai kualitas udara melalui ISPU.

Untuk diketahui, surat edaran tersebut juga mengatur langkah bagi berbagai unsur di Kota Batam. Instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan pihak swasta diminta memastikan lingkungan kerja tetap sehat dan aman, termasuk menjaga sirkulasi udara serta menyesuaikan kegiatan apabila kualitas udara memburuk.

Lembaga pendidikan dan perguruan tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan peserta didik, mahasiswa, guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Kegiatan pembelajaran maupun olahraga di luar ruangan dapat dikurangi atau disesuaikan apabila kondisi udara tidak memungkinkan.

Sementara itu, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, dan tempat umum diminta memastikan sistem ventilasi dan pendingin udara berfungsi dengan baik serta mengurangi potensi masuknya asap ke dalam bangunan.

Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya kasus gangguan pernapasan akibat paparan asap. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, antara lain bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit kronis.

Di tingkat kecamatan dan kelurahan, koordinasi dengan perangkat daerah, TNI/Polri, pemadam kebakaran, fasilitas kesehatan, serta masyarakat diminta terus diperkuat. Camat dan lurah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap potensi pembakaran lahan, sampah, atau aktivitas lain yang dapat menimbulkan asap.

Ketua RT/RW memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kebakaran lahan, atau sumber asap yang berpotensi membahayakan.

“Kami mengingatkan seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi guna mencegah serta meminimalkan dampak kabut asap,” katanya.

Masyarakat dapat menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang bebas pulsa apabila membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

Pemko Batam juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai penting untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat Batam selama kondisi kualitas udara perlu mendapat perhatian,” ujarnya. 

Batam, September 2026 — MaxOne Batam Hotel kembali menghadirkan program kuliner favorit “Jom Merarau”, sebuah pengalaman makan siang dengan konsep all you can eat lunch buffet yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak pilihan menu sekaligus menciptakan momen kebersamaan bagi para tamu. Berlokasi di 1.1° Dining & Lounge, MaxOne Batam Hotel, “Jom Merarau” tersedia setiap hari pukul 11.00–14.00 WIB dengan harga IDR 99K nett per person. Melalui konsep buffet, para tamu dapat menikmati berbagai pilihan hidangan dalam satu pengalaman makan siang yang praktis, nyaman, dan cocok dinikmati bersama keluarga, rekan kerja, maupun sahabat. Mengusung semangat “Celebrate Togetherness”, “Jom Merarau” tidak hanya menawarkan pilihan makanan yang beragam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya MaxOne Batam Hotel untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang dekat dengan kebutuhan masyarakat Batam.

Konsep all you can eat memberikan keleluasaan bagi tamu untuk menikmati berbagai hidangan sesuai selera dalam suasana restoran yang santai dan nyaman. Program ini juga menjadi pilihan yang sesuai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari business lunch, family gathering, casual lunch bersama teman, hingga makan siang bersama rekan kerja. Dengan waktu operasional yang tersedia setiap hari, tamu dapat dengan lebih fleksibel menjadikan “Jom Merarau” sebagai pilihan untuk menikmati waktu makan siang tanpa harus menunggu momen atau hari tertentu. “Jom Merarau”.

kami hadirkan kembali sebagai bentuk komitmen MaxOne Batam Hotel dalam memberikan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan bagi para tamu. Dengan konsep all you can eat dan harga yang terjangkau, kami berharap Jom Merarau dapat menjadi salah satu pilihan lunch favorit masyarakat Batam, baik untuk kebutuhan bisnis maupun untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat,” ujar Dian Anggraeni, General Manager MaxOne Batam Hotel. Kehadiran “Jom Merarau”. juga memperkuat posisi 1.1° Dining & Lounge sebagai salah satu pilihan tempat bersantap di kawasan Pelita–Nagoya, Batam.

Dengan lokasi yang strategis dan suasana yang nyaman, restoran ini dapat menjadi tempat untuk menikmati waktu makan sekaligus bersosialisasi bersama orang-orang terdekat. Bagi masyarakat Batam dan para tamu hotel yang ingin menikmati pengalaman makan siang buffet, “Jom Merarau” tersedia setiap hari pukul 11.00–14.00 WIB di 1.1° Dining & Lounge, MaxOne Batam Hotel, dengan harga IDR 99K nett per person. Dengan menggabungkan pilihan hidangan, harga yang terjangkau, serta suasana yang mendukung kebersamaan, MaxOne Batam Hotel mengajak para tamu untuk menjadikan waktu makan siang sebagai momen yang lebih berkesan Jom Merarau — Celebrate Togetherness, One Delicious Meal at a Time.

Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat promosi investasi sektor kesehatan melalui partisipasinya dalam Medical Fair Asia 2026, salah satu pameran dagang internasional terkemuka di Asia Tenggara yang mempertemukan pelaku industri medis, teknologi kesehatan, serta penyedia layanan kesehatan dari berbagai negara.

Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia Pte. Ltd., Medical Fair Asia 2026 berlangsung pada 9–11 September 2026 di Marina Bay Sands, Singapura. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia dan menjadi salah satu platform strategis untuk memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang investasi di sektor kesehatan.

Dalam ajang tersebut, BP Batam secara khusus memperkenalkan potensi dan peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam kepada investor global dan pelaku industri kesehatan.

Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan keikutsertaan BP Batam pada Medical Fair Asia 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi potensial bagi pengembangan ekosistem pariwisata kesehatan di kawasan regional.

“Kami memanfaatkan momentum Medical Fair Asia 2026 untuk memperkenalkan Batam sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dan didukung KEK di bidang pariwisata kesehatan. Potensi ini kami tawarkan kepada investor sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing di kawasan regional,” ujar Dendi.

Tidak hanya memperkenalkan potensi kawasan, Dendi juga mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam sesi Market Entry Briefing: Indonesia. Dalam forum tersebut, ia memaparkan berbagai peluang bisnis, prospek investasi, serta potensi pasar sektor kesehatan di Indonesia, khususnya Batam.

Lebih lanjut, Dendi menegaskan bahwa pengembangan sektor kesehatan di Batam tidak hanya diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi Batam untuk tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.

Potensi tersebut diharapkan dapat mendorong masuknya investasi baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan transfer pengetahuan dan teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam dan Indonesia.

Menanggapi partisipasi RSBP Batam dalam Medical Fair Asia 2026, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyambut positif langkah promosi investasi tersebut.

Keduanya berharap keikutsertaan BP Batam melalui RSBP Batam dalam forum internasional dapat semakin memperluas jejaring investasi dan memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis Indonesia untuk pengembangan industri dan jasa bernilai tambah.

Partisipasi RSBP Batam dalam Medical Fair Asia 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat branding Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif, terbuka, dan terintegrasi dengan pasar global.

Melalui pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, BP Batam terus mendorong hadirnya investasi berkualitas yang tidak hanya memperkuat sektor kesehatan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, industri pendukung, dan peningkatan daya saing Batam sebagai hub ekonomi regional.

Menyusul Antusiasme Tinggi pada Perayaan Kemerdekaan Indonesia, Rona Rasa Nusantara Kini Hadir sebagai Sajian All You Can Eat Dinner dengan Cita Rasa Nusantara

Setelah mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para tamu dan masyarakat Batam saat pertama kali dihadirkan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Rona Rasa Nusantara kini kembali hadir sebagai program makan malam reguler setiap Sabtu di Shiso Restaurant, Lantai 1, Aston Nagoya City Hotel. Mengusung konsep All You Can Eat Dinner, Rona Rasa Nusantara menghadirkan beragam hidangan khas Indonesia yang membawa kekayaan cita rasa dari berbagai daerah dalam satu pengalaman bersantap.

Program ini hadir setiap Sabtu, pukul 18.00–21.00 WIB, memberikan kesempatan bagi keluarga, sahabat, maupun para pencinta kuliner untuk menikmati sajian Nusantara dalam suasana yang nyaman di jantung Kota Batam. Pada penyelenggaraan perdananya di bulan Agustus, Rona Rasa Nusantara mendapat respons positif dan banyak permintaan dari para peserta untuk kembali menghadirkan konsep makan malam tersebut. Tingginya antusiasme tersebut menjadi salah satu alasan bagi Aston Nagoya City Hotel untuk menjadikan Rona Rasa Nusantara sebagai program kuliner reguler yang dapat dinikmati setiap akhir pekan.

“Rona Rasa Nusantara kami hadirkan untuk membawa kekayaan kuliner Indonesia ke dalam satu pengalaman makan malam yang hangat dan menyenangkan. Setelah melihat antusiasme yang sangat baik pada penyelenggaraan pertama, kami menerima banyak permintaan agar program ini kembali diadakan. Karena itu, kami memutuskan untuk menjadikannya sebagai sajian reguler setiap Sabtu, sehingga para tamu dan masyarakat dapat kembali menikmati berbagai hidangan Nusantara bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.” ujar Ari Fijayanto, Restaurant & Banquet Manager Aston Nagoya City Hotel.

Dari hidangan pembuka hingga dessert, Rona Rasa Nusantara menyajikan pilihan menu yang dirancang untuk memberikan pengalaman kuliner Indonesia yang beragam. Salah satu daya tariknya adalah stall soup yang menghadirkan Coto Makassar dengan kuah khas, daging sapi empuk, ketupat, daun bawang, seledri, bawang goreng, jeruk nipis, sambal taoco, sambal rawit, kecap manis, dan emping. Tersedia pula Siomay Bandung lengkap dengan kentang, kol, tahu, pare, telur, saus kacang, sambal, jeruk nipis, dan kecap manis. Untuk pilihan hidangan utama, para tamu dapat menikmati Nasi Pandan, Mie Goreng, Sayur Lodeh, Telur Barendo, Ikan Bakar Rica, dan Krengsengan Daging yang disajikan untuk melengkapi pengalaman bersantap dengan cita rasa khas Indonesia.

 

Tidak lengkap rasanya menikmati hidangan Nusantara tanpa sate dan pelengkapnya. Rona Rasa Nusantara menghadirkan Sate Komplit yang terdiri dari sate ayam, sate usus, sate telur puyuh, sate kulit, serta sate hati ampela, disajikan bersama lontong, saus kacang, sambal merah, dan acar campur. Para tamu juga dapat menikmati Lalapan Segar yang terdiri dari timun, tomat, kacang panjang, kemangi, dan urap, serta aneka Gorengan seperti tempe mendoan, tahu isi, bakwan jagung, pisang goreng, dan singkong goreng. Untuk semakin memperkaya cita rasa, tersedia berbagai condiment berupa sambal, acar, dan kerupuk, termasuk sambal terasi, sambal ijo, sambal bawang, sambal kecap, acar campur, kerupuk tempe, kerupuk bawang, dan kerupuk merah. Pengalaman kuliner kemudian dilengkapi dengan pilihan dessert khas Indonesia, mulai dari irisan buah segar, aneka jajanan pasar Nusantara, Es Brenebone, Es Cendol, hingga Es Teler.

Sementara itu, pilihan minuman yang tersedia meliputi air mineral, es teh manis, kopi, dan teh. Menurut Chef Jufry Jenry Rembet, Head Chef Aston Nagoya City Hotel, Rona Rasa Nusantara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali keberagaman kuliner Indonesia melalui sajian yang dapat dinikmati dalam satu meja. “Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, dengan setiap daerah memiliki karakter rasa dan keunikannya masing-masing. Melalui Rona Rasa Nusantara, kami ingin menghadirkan keberagaman tersebut dalam satu pengalaman makan malam yang dapat dinikmati bersama. Kami juga ingin memastikan setiap hidangan memiliki cita rasa yang autentik sekaligus tetap nyaman dinikmati oleh berbagai kalangan.” ungkap Chef Jufry Jenry Rembet, Head Chef Aston Nagoya City Hotel.

Dengan konsep All You Can Eat, Rona Rasa Nusantara memberikan ruang bagi para tamu untuk mencoba berbagai hidangan dalam satu kunjungan. Konsep ini juga menjadikannya pilihan yang tepat untuk makan malam bersama keluarga, gathering bersama teman, maupun sekadar menikmati akhir pekan dengan pengalaman kuliner yang berbeda. Kehadiran Rona Rasa Nusantara sebagai program reguler menjadi bagian dari upaya Aston Nagoya City Hotel dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan kekayaan budaya Indonesia. Melalui sajian Nusantara, hotel berharap dapat memperkenalkan berbagai cita rasa lokal sekaligus menciptakan momen bersantap yang hangat dan berkesan bagi para tamu dan masyarakat Batam. Rona Rasa Nusantara tersedia setiap Sabtu, pukul 18.00–21.00 WIB, di Shiso Restaurant, Lantai 1, Aston Nagoya City Hotel.

Tanjungpinang, 13 September 2026 - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 pada 19–21 September 2026, dan untuk pertama kalinya festival media tingkat nasional ini berlangsung di dua kota sekaligus, Batam dan Tanjungpinang. Sekitar 300 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia akan menghadiri kegiatan yang mengusung tema besar “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara” ini, dengan Pulau Penyengat sebagai lokasi puncak sekaligus penutup rangkaian acara. AJI Kota Batam dan AJI Kota Tanjungpinang dipercaya menjadi tuan rumah, mempertemukan pengurus AJI Indonesia, AJI Kota, hingga sejumlah NGO dalam satu rangkaian kegiatan. Panitia memulai Fesmed Selat Malaka 2026 pada 19 September 2026 hingga 20 September 2026 di Politeknik Negeri Batam. Memasuki hari ketiga, Senin 21 September 2026, peserta bertolak ke Tanjungpinang untuk mengikuti napak tilas sejarah di Pulau Penyengat, sebelum kegiatan ditutup dengan Sarasehan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

*Penyengat, Pulau Kecil dengan Jejak Peradaban Besar*

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana menjelaskan, Pulau Penyengat merupakan pulau kecil yang terletak di seberang Kota Tanjungpinang dan bukan sekadar destinasi wisata sejarah, melainkan pernah menjadi pusat pemerintahan. Di pulau seluas sekitar 94 hektare itu, berdiri deretan benda cagar budaya peninggalan Kesultanan Melayu Riau-Lingga, yang wilayah kekuasaannya pada masa itu membentang hingga Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura. "Karena kekayaan sejarah itu, Penyengat kerap disebut sebagai pulau museum cagar budaya," kata Sutana. "Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa.

Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia," tambahnya. *Rusydiah Klub, Cikal Bakal Pers di Kepulauan Riau* Selain kaya akan benda cagar budaya, Pulau Penyengat menyimpan warisan intelektual yang jarang disorot publik luas. Pada 1895, masyarakat Penyengat mendirikan Rusydiah Klub, embrio perkumpulan ilmu pengetahuan yang meletakkan akar tradisi berpikir kritis dan menjadi cikal bakal pers di Kepulauan Riau. Rusydiah Klub dikenal sebagai organisasi intelektual pertama di Nusantara yang memelopori tradisi menulis dan penyebaran ilmu pengetahuan di kawasan Melayu. Sutana menilai kehadiran ratusan jurnalis dari berbagai daerah di lokasi bersejarah ini menjadi momentum untuk melihat kembali akar tradisi intelektual yang turut membentuk perkembangan pers di Kepulauan Riau."Sehingga pelaksanaan Fesmed di Penyengat kami menyebutnya sebagai pertemuan antara sejarah dan masa depan pers Indonesia," tuturnya.

*Warisan Raja Ali Haji, Fondasi Bahasa Indonesia*

Pulau Penyengat juga menjadi tempat lahir dan dimakamkannya Raja Ali Haji, pahlawan nasional yang dikenal lewat karya sastranya, Gurindam 12. Melalui sejumlah karya monumental — Gurindam Dua Belas, Kitab Pengetahuan Bahasa yang dikenal sebagai kamus bahasa Melayu modern pertama, serta Tuhfat al-Nafis — Raja Ali Haji memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi dasar lahirnya bahasa Indonesia. Berkat pemikiran dan tulisan-tulisannya, Sumpah Pemuda 1928 menetapkan bahasa Melayu dari Pulau Penyengat sebagai bahasa nasional, cikal bakal Bahasa Indonesia yang dikenal saat ini. "Karena jasa besar itu, Raja Ali Haji juga dijuluki sebagai Bapak Bahasa Indonesia," sebut Sutana.

 

*Napak Tilas yang Melahirkan Karya Jurnalistik* Selama berada di Pulau Penyengat, delegasi dan peserta tidak sekadar berkunjung. Panitia mendorong setiap peserta menuliskan cerita perjalanan mereka selama mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di pulau ini, termasuk situs dan bangunan ikonik yang masih terawat dan terjaga hingga sekarang. "Dengan demikian, kegiatan napak tilas diharapkan dapat melahirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat lebih luas," kata Sutana.

*Menghubungkan Sejarah dengan Masa Depan Pers*

Lewat penyelenggaraan Fesmed Selat Malaka 2026 di Pulau Penyengat, AJI berupaya menghubungkan jejak sejarah pemikiran Melayu dengan agenda pers masa kini, sekaligus mendorong pengakuan dunia atas warisan budaya yang selama ini menjadi fondasi identitas bahasa dan intelektual bangsa. Sejarah Pulau Penyengat pun diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, melainkan sumber refleksi bagi pers Indonesia dalam menghadapi tantangan jurnalistik di masa depan. Tujuh Titik Cagar Budaya di Pulau Penyengat: 1. Masjid Raya Sultan Riau — ikon pulau yang terkenal karena arsitekturnya yang unik, dengan campuran bahan bangunan yang konon menggunakan putih telur. 2. Kompleks Makam Raja Haji Fisabilillah — tempat peristirahatan terakhir pahlawan nasional dan pejuang Melayu. 3. Kompleks Makam Raja Ali Haji dan Engku Puteri Raja Hamidah — makam sastrawan besar pencipta Gurindam Dua Belas serta permaisuri kerajaan. 4. Kompleks Makam Raja Abdurrahman (Yang Dipertuan Muda VII) — makam penguasa Riau-Lingga abad ke-19. 5. Kompleks Istana Kantor — bekas bangunan kantor sekaligus tempat kediaman resmi para raja atau Yang Dipertuan Muda. 6. Perigi Sulu dan Perigi Tua — sumur bersejarah peninggalan masa lalu yang menjadi sumber air penting bagi penduduk setempat. 7. Istana Tengku Bilik — bangunan bersejarah kediaman keluarga kerajaan.

 

 

Harper Premier Nagoya Batam memberikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan dalam acara Harper Connect 2026

BATAM,Harper Premier Nagoya Batam menggelar Harper Connect 2026, sebuah malam apresiasi bagi pelanggan dan mitra bisnis, bertempat di Svarga Restaurant, lantai 18 hotel (Jumat 11 September 2026). Acara berlangsung pada Jumat malam pukul 18.00–21.00 WIB dan dihadiri sekitar 90 tamu undangan dari total 100 undangan yang disebar, terdiri dari perwakilan travel agent, kalangan pemerintahan, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Bentuk Apresiasi atas Dua Tahun Perjalanan

Cluster General Manager Harper Premier Nagoya Batam, Yanuwar Dedy, menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud terima kasih hotel kepada para pelanggan dan mitra yang telah mendukung perjalanan Harper Premier Nagoya Batam selama dua tahun terakhir.

“Acara ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Harper Premier Nagoya Batam kepada pelanggan, yang bentuknya adalah makan malam bersama tamu undangan dari pelanggan dan mitra, baik dari travel agent maupun government,” ujar Dedy.

Berbeda dari jamuan makan pada umumnya, tamu tidak perlu mengambil hidangan sendiri karena tim hotel menyajikan menu secara bertahap per bagian, menghadirkan nuansa yang lebih eksklusif dan premium. Menu malam itu merupakan hasil kolaborasi para chef dari sejumlah hotel di bawah naungan Archipelago International di Batam, meliputi:

  • Amuse Bouche: Cucumber & Sesame Salad
  • Appetizer: Seared Tuna Tataki
  • Soup: Roasted Pumpkin Miso Soup
  • Main Course: Slow Cooked Beef Short Ribs

Para tamu juga menerima berbagai voucher, termasuk voucher menginap serta paket makan dari program-program berjalan hotel, seperti Jelajah Rasa (makan malam dan durian sepuasnya setiap Sabtu), Ragam Rasa Nyonya (makan siang sepuasnya bertema peranakan setiap Jumat), dan paket sarapan langsung di Svarga Premier Bistro.

Suasana malam semakin semarak dengan sesi kuis interaktif seputar fasilitas hotel, di mana tiga pemenang dengan jawaban terbaik langsung membawa pulang hadiah. Selain itu, hotel juga menyediakan doorprize berupa dua unit mesin cuci dan satu unit televisi yang diundi melalui permainan spin the wheel dari daftar tamu yang hadir.

“Kita punya tiga pemenang dan mendapatkan hadiah juga. Ini juga adalah salah satu bentuk apresiasi kami untuk tamu undangan kami, Selain itu tamu juga dimanjakan beberapa aktivitas lain salah satunya photo booth disepanjang acara.” Ucap Yanuwar Dedy

Di luar unsur hiburan, Harper Connect 2026 turut menghadirkan sesi bertajuk “Work Life Balance ala Urban Professional” bersama Wenny Nur Annisa, perwakilan Himpunan Psikologi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus psikolog klinis di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Sesi ini mengangkat pentingnya menyeimbangkan kesibukan pekerjaan dengan kesehatan mental, kenyamanan, dan kehidupan sosial. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan alunan musik jazz.

Yanuwar Dedy berharap Harper Connect dapat menjadi agenda tahunan dengan konsep yang terus diperbarui setiap tahunnya.

“Mudah-mudahan kita buat acaranya setiap tahun. Kali ini makan malam bersama, nanti kita lihat lagi konsep ke depannya seperti apa. Kita ingin membuat sesuatu yang berbeda setiap tahunnya,” pungkas Dedy.

Page 3 of 148

Instagram

Tentang Kami