super me
BATAM, INDONESIA – Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay telah resmi melakukan soft opening pada 28 April 2026, menghadirkan pengalaman menginap dengan konsep garden atrium pertama di Batam, tepat di jantung kawasan Harbour Bay. Hotel ini dirancang untuk para pelancong modern yang mengutamakan gaya hidup, memadukan suasana yang terinspirasi dari alam dengan kemudahan lokasi di salah satu kawasan waterfront paling semarak di Batam.
Berlokasi di dalam kawasan Harbour Bay Downtown, hotel ini menempati posisi strategis yang hanya berjarak beberapa menit dari Terminal Feri Internasional Harbour Bay, sehingga memudahkan akses langsung dari Singapura dan Malaysia. Dikelilingi oleh beragam pilihan kuliner, hiburan, dan atraksi tepi laut, kawasan ini telah menjadi destinasi favorit untuk weekend getaway, perjalanan wisata singkat, maupun para pelancong lintas batas yang mendambakan city escape yang praktis dan menyenangkan.
Daya tarik utama hotel ini adalah indoor garden atrium, ruang imersif yang diterangi cahaya alami, dihiasi tanaman pilihan, serta elemen air yang menenangkan. Desainnya menciptakan atmosfer segar yang mengaburkan batas antara kenyamanan ruang dalam dan nuansa alam, menghadirkan pengalaman yang unik dan jarang ditemukan di hotel-hotel perkotaan.
"Soft opening ini menjadi tonggak penting bagi kami dalam menghadirkan pengalaman menginap baru di Batam," ujar Bapak David Tai, General Manager Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay. "Kami tidak sekadar menawarkan akomodasi, tetapi sebuah destinasi di mana tamu dapat bersantai, menikmati kuliner, dan merasakan energi Harbour Bay dengan cara yang lebih segar dan berkesan."
Hotel bintang lima ini memiliki 168 kamar dan suite yang dirancang dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan pasangan, keluarga, maupun pelancong bisnis. Tamu dapat menikmati berbagai fasilitas gaya hidup lengkap, mulai dari Swiss-Kitchen™ untuk all-day dining, pusat spa dan kebugaran, kolam renang, pusat kebugaran, kids' club, Lobby Lounge and Bar, hingga Pool Bar.
Tak hanya untuk wisata, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay juga hadir sebagai pilihan unggulan bagi segmen bisnis dan MICE yang terus berkembang di Batam. Hotel ini menyediakan fasilitas pertemuan dan acara yang fleksibel, termasuk Magnolia Ballroom yang mampu menampung acara berskala besar, serta sejumlah ruang rapat berstandar internasional. Lokasinya yang strategis di dekat terminal feri dan pusat bisnis utama menjadikannya pilihan ideal bagi pelancong korporat, pertemuan bisnis, maupun kelompok incentive yang membutuhkan kenyamanan sekaligus kepraktisan.
Sebagai perayaan soft opening, mulai sekarang hingga 28 Mei 2026, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay menawarkan promosi perdana eksklusif mulai dari Rp 1,700,000 per malam. Bagi member Swiss-Belexecutive, akan mendapatkan diskon tambahan 20-35% dari Best Available Rate. Tamu juga dapat menikmati sarapan setiap hari, serta diskon 20% untuk pilihan menu à la carte di Swiss-Kitchen™, Lobby Lounge and Bar, dan Pool Bar. Selama periode pembukaan ini, hotel turut menghadirkan penawaran spesial bagi penyelenggaraan pertemuan dan acara sepanjang bulan April dan Mei.
Jakarta, 28 April 2026. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan PT Malahayati Nusantara Raya (“Malahayati”) yang menawarkan jasa penyelesaian permasalahan pinjaman online dan keuangan lainnya sampai dengan pemenuhan izin usaha terkait sesuai ketentuannya.
Malahayati menawarkan berbagai layanan kepada masyarakat, meliputi jasa konsultasi permasalahan pinjaman online, jasa penagihan utang, serta program pengembangan dan penyaluran modal kepada masyarakat. Dalam publikasi yang dilakukan oleh Malahayati, teridentifikasi sejumlah konten Malahayati menggunakan logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengklaim berizin dan terdaftar di OJK.
Salah satu yang ditawarkan oleh Malahayati adalah mengarahkan masyarakat untuk menutup utang dari pinjaman online dengan mengajukan pinjaman baru di platform lain. Malahayati menjanjikan akan mengurus dan menyelesaikan utang pada seluruh pinjaman online dan meminta imbal jasa dari sebagian dana pinjaman yang dicairkan.
Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, diketahui bahwa Malahayati tidak memiliki izin dari OJK atau regulator terkait lainnya dan melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan perizinan yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM.
Tindak Lanjut Satgas PASTI
Sehubungan dengan temuan tersebut, Satgas PASTI memerintahkan Malahayati untuk menghentikan kegiatannya serta akan melakukan pemblokiran akses terhadap media sosial dan/atau tautan (URL) terkait sampai dengan dipenuhinya perizinan terkait. Satgas PASTI akan mengambil langkah-langkah tegas dalam penegakan hukum pidana dalam hal penghentian kegiatan tersebut tidak ditaati.
Satgas PASTI kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap penawaran jasa penyelesaian permasalahan pinjaman online dan mewaspadai pencantuman logo OJK atau instansi lain dalam media penawarannya.
Apabila menemukan indikasi penawaran serupa, penawaran investasi ilegal, atau pinjaman online ilegal, masyarakat dapat melaporkannya melalui website sipasti.ojk.go.id atau melalui Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, dan email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..
Sementara itu, masyarakat yang menjadi korban penipuan transaksi keuangan dapat melapor melalui website Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id untuk mendukung upaya pemblokiran rekening pelaku secara cepat.
PULAU NIRUP, BATAM, INDONESIA — Mulai 28 April 2026, The Riahi Residences di Nirup Island resmi bertransformasi menjadi Riahi by Swiss-Belhotel. Rebranding ini menandai bergabungnya resort eksklusif tersebut ke dalam Swiss-Belhotel International, jaringan perhotelan independen dengan lebih dari 165 properti di 20 negara. Langkah ini membuka akses ke standar operasional premium, jaringan reservasi global, serta pengakuan brand internasional yang kuat di pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, Malaysia dan Asia. Resor ini hadir sebagai destinasi ikonik bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan dan eksklusivitas, sekaligus menjadi pilihan ideal untuk penyelenggaraan berbagai acara spesial.
Berlokasi di Pulai Nirup yang dapat dijangkau melalui boat transfer dari Batam maupun Singapura, Riahi by Swiss-Belhotel terdiri dari 22 villa eksklusif dengan berbagai konfigurasi: 2 hingga 4 kamar tidur. Setiap villa dilengkapi kolam renang pribadi, area ruang tamu dan makan privat, dapur lengkap, serta layanan personal 24 jam. Tamu villa juga dapat menikmati fasilitas yang tersedia antara lain infinity, Spa & Wellness Pavilion, fitness centre, serta beragam aktivitas bahari termasuk water sports, snorkeling, dan charter yacht pribadi.Tamu juga dapat menjelajahi lima destinasi kuliner dengan karakter masing-masing. Island Kitchen menyajikan masakan lokal Indonesia dan hidangan internasional. Salt berfokus pada seafood segar dari perairan Kepulauan Riau dengan penyajian modern Constellate Grill menghadirkan pengalaman grilling premium,Tripoint Clubhouse serta Nirup Social
“Riahi by Swiss-Belhotel dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan masa kini yang semakin selektif. Dengan bergabungnya Riahi ke dalam Swiss-Belhotel International, kami menghadirkan standar internasional yang terpercaya, berpadu dengan keautentikan pengalaman pulau tropis Kepulauan Riau.” Ungkap Resort Manager, Riahi by Swiss-Belhotel, bapak Nurarifin
v
Jakarta, 27 April 2026. Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal khususnya melalui instrumen reksa dana. Program ini juga diharapkan semakin mempercepat akses keuangan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran PINTAR Reksa Dana dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Wisyasari Dewi bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin
Friderica menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan program delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia yang menyebutkan bahwa penguatan integritas tidak hanya didukung oleh kualitas tata kelola, tetapi juga didukung perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal.
“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.
Dalam sambutannya, Purbaya menyatakan kondisi pasar modal Indonesia saat ini sudah membaik dan aman bagi investor untuk terus menambah investasinya termasuk melalui program PINTAR Reksa Dana tersebut.
“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, ke depan ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” kata Purbaya.
Menurutnya, tata kelola atau integritas adalah hal yang mutlak dalam pengelolaan pasar modal Indonesia, karena dengan pasar yang bersih, investor domestik akan merasa aman dan investor global pun akan melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel.
Sementara itu, Airlangga Hartarto juga menyambut baik Program PINTAR Reksa Dana yang bisa mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk bagi generasi muda.
“Pemerintah senantiasa berupaya untuk memperkuat perekonomian, salah satunya dengan memperluas akses pasar. Kami juga berhadap pasar modal tidak hanya dibangun untuk hari ini tetapi untuk masa depan generasi muda. Pasar modal diharapkan dapat lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” kata Airlangga.
Momentum Strategis
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam sambutannya mengatakan peluncuran Program PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis dalam upaya OJK dan seluruh stakeholders untuk mendorong dan mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui upaya sinergi dari seluruh stakeholders. Program PINTAR Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan Program SIMUDA merupakan langkah konkret untuk memperluas akses dan juga mendorong partisipasi masyarakat lebih luas termasuk investor pemula,” kata Hasan.
Lanjutnya, OJK juga mendorong partisipasi aktif asosiasi dalam melakukan mekanisme self control serta mengenal perilaku market conduct yang dilakukan anggota sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan angka jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Hasan.
PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat terus berkembang menjadi program dan kampanye nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Di masa depan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dalam membangun kebiasaaan berinvestasi yang sehat sejak dini.
Menurut Hasan, pelaku industri yang telah berkomitmen untuk bergabung dalam Program PINTAR Reksa Dana Meliputi 30 Manajer Investasi dan 26 APERD.
Pekan Reksa Dana 2026
Kegiatan peluncuran PINTAR Reksa Dana juga dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Pekan Reksa Dana berlangsung dari 25 April hingga 1 Mei 2026 dan akan menjadi agenda rutin tahunan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan partisipasi masyarakat agar menjadi investor di pasar modal khususnya reksa dana masyarakat.
Ketua Presidium APRDI Lolita Lilana menyampaikan bahwa industri reksadana masih membutuhkan inovasi dan kreativitas agar dapat membentuk produk-produk yang cocok dan diminati oleh masyarakat. Dukungan dan insentif masih dibutuhkan untuk membentuk dan membangun budaya berinvestasi.
“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana untuk mencapai tujuan keuangan masa depan,” kata Lolita.
Lanjutnya, dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang reksa dana, APRDI bersama OJK dan SRO juga telah melakukan rangkaian edukasi di enam kota, yaitu Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang. Rangkaian program ini sudah mengedukasi 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.
Jakarta, 27 April 2026 – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Triwulan I 2026. PGN membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 90,4 juta atau tumbuh sekitar 46% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan laba tersebut terutama ditopang oleh peningkatan laba kotor sekitar 12% YoY, seiring dengan penurunan beban pokok sekitar 7% (±US$ 54 juta), serta perbaikan beban keuangan dan selisih kurs.
Sepanjang Januari–Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 929,6 juta dan EBITDA sebesar US$ 240,6 juta. Kinerja pendapatan tetap ditopang oleh core business niaga dan infrastruktur gas bumi yang tetap kuat, di tengah dinamika operasional, termasuk tidak adanya penjualan LNG pada segmen trading internasional pada periode ini.
Ini mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, dan portofolio bisnis yang seimbang.
Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD. Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama pada menjaga kontinuitas pasokan gas kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro maupun global.
Keandalan infrastruktur PGN tetap terjaga pada level 99,9%, menopang layanan kepada lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.
Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa model bisnis PGN yang berbasis pada ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja Perseroan.
“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ujar Catur.
PGN menjaga fleksibilitas pasokan melalui pemanfaatan LNG secara terukur sebagai bagian dari pengelolaan sistem distribusi. LNG dimanfaatkan sebagai pelengkap pasokan untuk memastikan keberlanjutan layanan, khususnya di wilayah yang mengalami dinamika pasokan.
Volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, serta 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara terintegrasi untuk menjaga keandalan sistem distribusi gas bumi nasional.
Di tengah dinamika global, termasuk pergerakan nilai tukar dan harga energi, PGN tetap menerapkan pengelolaan likuiditas yang prudent melalui optimalisasi pemanfaatan kas dan strategi pembiayaan yang efisien. Pada Q1 2026, PGN menurunkan beban keuangan menjadi US$ 13,7 juta serta menjaga rasio keuangan utama pada level yang sehat, antara lain EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75x dan debt to equity ratio sebesar 29%.
Selain itu, PGN mencatatkan arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta, yang mencerminkan resiliensi operasional dan kemampuan Perseroan dalam menjaga ketahanan keuangan untuk mendukung operasional serta pengembangan bisnis ke depan.
Kinerja Perseroan juga didukung oleh portofolio bisnis yang seimbang. Dalam kondisi volatilitas harga energi global, kontribusi dari segmen hulu menjadi salah satu penopang dalam menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan.
“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” tambah Catur.
Ke depan, PGN akan terus memperkuat keandalan infrastruktur dan fleksibilitas pasokan melalui penguatan jaringan pipa serta pengembangan layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Perseroan juga melanjutkan pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan terjangkau.
PGN turut mendorong peran gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission, sejalan dengan kebijakan energi nasional.
“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur.
Batam — Dalam semangat merayakan Hari Bumi 2026, lima properti hotel di bawah naungan Ascott Hotels Regional Batam berkolaborasi dengan Tanjung Uma Empowerment, Batam On, dan Free The Sea untuk menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk "Aksi Bersih" di kawasan Tanjung Uma RW 2, Batam pada tanggal 25 April 2026.
Kelima properti yang tergabung dalam inisiatif ini adalah HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel Nagoya Batam, dan Yello Hotel Harbor Bay Batam. Kolaborasi ini menandai komitmen kuat industri perhotelan di Batam untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan memberdayakan masyarakat lokal.
Membersihkan Pesisir, Menjaga Kehidupan Laut
Kegiatan "Aksi Bersih" difokuskan pada pembersihan area permukiman warga yang berlokasi di pesisir pantai Tanjung Uma. Kawasan ini kerap menjadi titik akumulasi sampah plastik yang terbawa arus laut, menciptakan tantangan lingkungan yang signifikan bagi warga setempat maupun ekosistem laut di sekitarnya.
Puluhan relawan yang terdiri dari karyawan kelima hotel, anggota komunitas Tanjung Uma Empowerment, aktivis dari Batam On dan Free The Sea, serta warga lokal turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berserakan di sepanjang garis pantai dan area permukiman warga.
"Pesisir pantai adalah rumah bagi banyak makhluk laut dan juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tanjung Uma. Ketika sampah plastik menumpuk, dampaknya dirasakan oleh semua—baik manusia maupun lingkungan," ujar Deswandi, perwakilan dari Free The Sea.
Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih: Inisiatif Daur Ulang
Yang membedakan "Aksi Bersih" dari kegiatan pembersihan pada umumnya adalah pendekatan berkelanjutan yang diusung. Seluruh sampah plastik yang dikumpulkan tidak sekadar dibuang, melainkan dipilah berdasarkan jenisnya. Botol-botol plastik yang masih layak akan dikumpulkan secara terpisah untuk kemudian didaur ulang.
Program daur ulang ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan ekonomi sirkular. Dengan mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna, komunitas dapat melihat secara langsung bahwa limbah plastik bukanlah akhir dari siklus, melainkan awal dari sesuatu yang baru.
"Kami ingin memberi teladan kepada masyarakat dan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli untuk menjaga bumi kita," jelas Winda selaku koordinator dari Tanjung Uma Empowerment dan Batam On.
Komitmen Ascott Hotels Regional Batam terhadap Keberlanjutan
Inisiatif "Aksi Bersih" mencerminkan komitmen jangka panjang Ascott Hotels Regional Batam terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Kelima properti hotel yang terlibat telah secara konsisten mengimplementasikan berbagai program ramah lingkungan dalam operasional sehari-hari, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai hingga pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
"Sebagai bagian dari industri perhotelan yang beroperasi di kota kepulauan seperti Batam, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian laut dan pesisir. Hari Bumi adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa aksi nyata lebih bermakna daripada sekadar kata-kata," ungkap Dodi Putra, General Manager Shared Service HARRIS Resort Waterfront Batam dan HARRIS Hotel Batam Center selaku perwakilan manajemen Ascott Hotels Regional Batam.
Kolaborasi dengan organisasi lokal seperti Tanjung Uma Empowerment, Batam On, dan Free The Sea juga menunjukkan bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang kuat antara sektor swasta, komunitas, dan masyarakat sipil.
Memberdayakan Masyarakat Lokal
Lebih dari sekadar kegiatan pembersihan, "Aksi Bersih" juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Tanjung Uma. Warga lokal dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari koordinasi hingga pelaksanaan di lapangan.
Tanjung Uma Empowerment, sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat setempat, memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan tumbuh rasa kepemilikan dan kesadaran kolektif untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar bahkan setelah kegiatan berakhir.
"Ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari solusi, mereka akan lebih terdorong untuk menjaga hasilnya. Itulah mengapa pelibatan warga lokal sangat penting dalam setiap kegiatan yang kami lakukan," tambah Winda.
Mengajak Lebih Banyak Pihak untuk Bergabung
Keberhasilan "Aksi Bersih" di Tanjung Uma diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak—baik perusahaan, komunitas, maupun individu—untuk mengambil langkah serupa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ascott Hotels Regional Batam berencana untuk melanjutkan kolaborasi dengan mitra-mitra lokal dalam berbagai inisiatif keberlanjutan di masa mendatang.
"Ini baru permulaan. Kami berharap aksi kecil ini dapat menjadi percikan yang menyalakan semangat peduli lingkungan di seluruh Batam," tutup Dodi.
Jakarta, 25 April 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sejumlah kebijakan dalam rangka menjaga kualitas pelaporan serta mendukung kesiapan perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi dan perusahaan penjaminan dalam memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai wujud respons OJK dalam menjaga kinerja, stabilitas, dan keberlangsungan perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi dan perusahaan penjaminan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan ruang penyesuaian bagi pelaku industri dalam memenuhi kewajiban pelaporan, sekaligus mendukung penguatan tata kelola dan ketahanan sektor jasa keuangan.
Perpanjangan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Audited Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun melalui surat kepada asosiasi dan perusahaan asuransi dan reasuransi menyampaikan kebijakan penyesuaian jangka waktu penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2025 yang telah diaudit berdasarkan PSAK 117 Kontrak Asuransi.
Untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan keandalan penerapan PSAK 117 dalam penyusunan laporan keuangan, OJK menyetujui perpanjangan batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2025 yang telah diaudit bagi Perusahaan Asuransi Umum, Perusahaan Asuransi Jiwa dan Perusahaan Reasuransi dari semula paling lambat 30 April 2026 menjadi paling lambat 30 Juni 2026.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah antisipatif OJK untuk memberikan waktu bagi industri dalam memastikan kesiapan implementasi PSAK 117 secara menyeluruh. Sejalan dengan hal tersebut, OJK juga menetapkan penyesuaian atas kewajiban pelaporan yang berkaitan langsung dengan laporan keuangan dimaksud, yaitu:
- penundaan pengkinian nilai aset dalam Sistem Informasi Penerimaan OJK (SIPO) sampai dengan diterimanya laporan keuangan audited;
- penyesuaian batas waktu penyampaian laporan publikasi berupa ringkasan laporan keuangan tahunan audited menjadi paling lambat 31 Juli 2026; dan
- penyesuaian batas waktu penyampaian Laporan Keberlanjutan menjadi paling lambat 30 Juni 2026.
OJK akan terus melakukan pemantauan atas pelaksanaan kebijakan tersebut untuk memastikan pemenuhan kewajiban pelaporan berjalan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyesuaian Implementasi Kewajiban Pelaporan SLIK Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Penjaminan
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun melalui melalui surat kepada asosiasi serta perusahaan asuransi dan perusahaan penjaminan, juga menyampaikan kebijakan OJK untuk memperpanjang jangka waktu pemberlakuan kewajiban sebagai Pelapor dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bagi perusahaan asuransi umum dan perusahaan asuransi umum syariah yang memasarkan produk asuransi kredit dan/atau suretyship serta perusahaan penjaminan dan perusahaan penjaminan syariah.
Penyesuaian ini merupakan bagian dari langkah OJK dalam memperkuat kualitas dan integritas sistem pelaporan, seiring dengan kebutuhan penyempurnaan mekanisme pelaporan, penyiapan infrastruktur pendukung, serta pemenuhan ketersediaan dan kualitas data debitur.
Melalui kebijakan tersebut, batas waktu pemberlakuan kewajiban sebagai pelapor SLIK sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2017 tentang Pelaporan dan Permintaan Informasi Debitur Melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan yang semula berlaku 31 Juli 2025 diperpanjang menjadi paling lambat 31 Desember 2027.
Sejalan dengan perpanjangan tersebut, perusahaan diharapkan segera melakukan penyesuaian kerja sama dengan pihak terkait serta memperkuat sistem informasi yang diperlukan agar kesiapan sebagai Pelapor Sistem Layanan Informasi Keuangan dapat terpenuhi secara optimal.
OJK juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kesiapan perusahaan dalam melaksanakan kewajiban tersebut.
OJK menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan penundaan kewajiban, melainkan langkah penguatan untuk memastikan implementasi berjalan secara berkualitas dan berkelanjutan. OJK juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi guna memastikan kepatuhan serta peningkatan kualitas pelaporan oleh pelaku industri.
Batam – Menindaklanjuti keluhan masyarakat yang sempat viral di media sosial mengenai kerusakan infrastruktur, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan peninjauan lapangan di Jalan Yosudarso, tepatnya di atas Terowongan Pelita, Batam.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan menyusul adanya titik jalan yang ambles di jalur padat tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, Ombudsman Kepri mengonfirmasi bahwa kondisi jalan yang ambles tersebut sangat membahayakan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Karakteristik jalan yang menurun dan merupakan jalur berkecepatan tinggi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang fatal jika tidak segera ditangani.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan jajaran Direktorat Infrastruktur BP Batam guna mempercepat langkah perbaikan.
“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Direktur Infrastruktur BP Batam. Respon beliau sangat positif dan berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hal ini dengan membentuk tim teknis dalam waktu dekat," ujarnya.
Informasinyang disampaikan kepada Ombudsman Kepri, BP Batam dijadwalkan akan memulai penanganan darurat pada minggu ini untuk memastikan keamanan jalan bagi masyarakat.
Fokus utama saat ini adalah tindakan konkret jangka pendek agar titik yang ambles tidak memakan korban jiwa.
Secara paralel, tim teknis juga akan melakukan kajian mendalam terkait penurunan elevasi tanah di area tersebut guna merencanakan perbaikan permanen untuk jangka panjang.
Ombudsman Kepri menekankan pentingnya respons cepat dari penyelenggara layanan publik, dalam hal ini BP Batam, mengingat Jalan Yosudarso merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital di Kota Batam.
Penanganan ini sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan bahwa ruas Jalan Gajah Mada, jalan tanjakan menuju Hotel Vista yang sebelumnya mengalami perbaikan, kini telah selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan oleh masyarakat.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait mengatakan, pelaksanaan rekontruksi atau perbaikan pada bagian jalan yang bergelombang itu dilakukan dengan sejumlah tahapan.
Tahap awal, pihaknya telah merampungkan perbaikan melalui metode pengerasan beton bertulang atau rigid pavement pada bagian jalan guna meningkatkan kekuatan dan daya tahan struktur jalan.
“Setelah beberapa hari kemarin jalan sempat diahlikan, selasa (21/4) sore kemarin telah kembali dibuka. Saat ini pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan saluran drainase di bahu jalan pada area yang terdampak,” katanya.
Selanjutnya, Ariastuty menyampaikan bahwa tahapan akhir pekerjaan akan berupa pengaspalan pada permukaan jalan yang telah dibeton, pengaspalan akan dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan pendukung rampung.
“Sesuai arahan Kepala BP Batam Bapak Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Ibu Li Claudia Chandra, maka kita akan melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan ruas jalan di Kota Batam berfungsi maksimal,’’ ujarnya.
Dengan selesainya perbaikan ini, BP Batam berharap aksesibilitas dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan tersebut dapat kembali optimal.
Melalui momentum Peringatan Hari Bumi tahun 2026, gerakan berbasis gotong royong terus digalakkan hingga ke tingkat RT/RW.
Melalui Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI), BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi, Forkopimda, PT. MEG dan masyarakat Tanjung Banon, melakukan aksi gotong royong untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman, Rabu (22/4/2026).
Berlangsung di Kawasan Rempang Eco City, kegiatan Peringatan Hari Bumi tahun 2026 ini mengangkat tema “Dari Rempang untuk Bumi”.
Sebelum pelaksanaan gotong royong, kegiatan ini didahului dengan pengukuhan 6 Satgas, dan penyerahan 300 bibit pohon jati secara simbolis.
Satgas yang dikukuhkan itu diantaranya, Satgas Drainase, Tim Oranye BP Batam dan Pemko Batam, Pasukan Merah BP Batam, Gema Asri, dan Tim Bina Marga dan Sumber Daya Air.
Adapun 6 Satgas yang beranggotakan 600 orang tersebut, akan melakukan pengumpulan sampah di tiga lokasi berbeda. Sampah yang mereka kumpulkan, akan langsung ditimbang oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Satgas yang memperoleh sampah terbanyak, akan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa Gema Batam ASRI yang telah dimulai sejak bulan Februari lalu ini, merupakan tindak lanjut kebijakan nasional Gerakan Indonesia ASRI yang diinstruksikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Seluruh Kecamatan telah mulai kegiatan gotong royong secara berkala dan dengan cara-cara yang variatif. Sampai dengan hari ini, Gema Batam ASRI ini dilaksanakan sampai tingkat RT/RW,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amsakar juga berpesan kepada seluruh Satgas yang dikukuhkan untuk dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan. Tidak hanya sebagai bentuk seremonial belaka.
Sehingga, wilayah Tanjung Banon yang merupakan wilayah pengembangan baru oleh Kementerian Transmigrasi ini, bisa menjadi wilayah yang nyaman dan sejuk, serta menjadi tujuan wisata kedepannya.
“Saya bersama ibu Wakil Kepala BP Batam, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bentuk atensi kita bersama dalam menjadikan Batam ini sebagai rumah untuk kita semua,” tutupnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait dan Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto.
