Live Streaming
super me

super me

Page 1 of 241

Jakarta, 24 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026, yang mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Markets.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Friderica di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI telah merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026. Hasil evaluasi tersebut menempatkan market accessibility Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan lembaga penyedia indeks global terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sejak awal tahun 2026.

“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif. MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pengakuan terhadap agenda-agenda reformasi menjadi modal penting bagi pasar modal domestik untuk terus tumbuh dengan fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.

“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan,” kata Hasan. 

Agenda Reformasi Terus Dilanjutkan dan Diperkuat

Hasan mengemukakan bahwa pengumuman klasifikasi pasar MSCI ini sejalan dengan hasil evaluasi lembaga penyedia indeks global lainnya, FTSE Russell, beberapa waktu lalu.

“Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa major markets seperti Tiongkok dan India. Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell. Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets, bahkan secara khusus memberikan highlight terkait inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal yang telah dan sedang kita gulirkan,” kata Hasan.

Hasan juga menegaskan bahwa dipertahankannya status Emerging Markets ini bukanlah tujuan akhir. OJK dan SRO akan terus memperkuat dan mengakselerasi implementasi agenda-agenda reformasi di pasar modal dalam negeri, dengan dukungan koordinasi dan sinergi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.

Ke depan, upaya-upaya untuk memperkuat relevansi dan peran pasar Indonesia dalam skala global juga akan terus diperkuat. Hal ini ditopang oleh kinerja perekonomian Indonesia yang kuat serta pertumbuhan pasar domestik sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.

OJK menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang sangat berharga dari Pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam mendorong agenda reformasi pasar modal Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun pasar modal yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.

Batam, 24 Juni 2026 – Sebagai bagian dari komitmen global melalui program June Action Month 2026 dan inisiatif Radisson Cares, Radisson Golf & Convention Center Batam berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menyelenggarakan kegiatan Donor Darah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat dan kesehatan komunitas.

Kegiatan yang dilaksanakan di area hotel ini melibatkan karyawan, tamu, serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama berkontribusi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi banyak kehidupan. Mengusung semangat “Be a Hero. Save a Life.”, kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari pilar People dalam rangkaian June Action Month 2026 yang secara global mengajak seluruh hotel Radisson untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan di sekitarnya.

Kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia menjadi langkah penting dalam mendukung ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. “Hospitality bagi kami bukan hanya tentang menciptakan pengalaman menginap yang berkesan, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama PMI, kami berharap setiap partisipasi hari ini dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujar perwakilan manajemen Radisson Golf & Convention Center Batam. Kegiatan ini juga menjadi refleksi dari nilai-nilai Radisson Cares yang menempatkan keberlanjutan, keterlibatan komunitas, dan aksi nyata sebagai bagian dari perjalanan perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Radisson Golf & Convention Center Batam percaya bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat memeriahkan gelaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (24/6/2026).

Rapat ini merupakan tindak lanjut atas surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang mengarahkan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 sebagai sarana meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan nobar di berbagai daerah.

Yusfa Hendri mengatakan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi ekonomi yang dapat tercipta dari antusiasme masyarakat menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia.

“Ketika kebijakan dari pemerintah pusat sampai ke daerah, tentu ada tujuan strategis yang ingin dicapai. Momentum Piala Dunia ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam telah menerbitkan surat edaran Wali Kota Batam sebagai pedoman pelaksanaan nobar di seluruh wilayah Kota Batam.

Selain digelar di tingkat kecamatan, Pemko Batam juga merencanakan penyelenggaraan nobar tingkat kota di kawasan Dataran Engku Putri, Batam Centre, terutama untuk pertandingan-pertandingan besar hingga partai final.

“Untuk laga final, kita rencanakan dilaksanakan di Dataran Engku Putri. Kita juga akan mempertimbangkan pelaksanaan nobar pada pertandingan tertentu yang dipadukan dengan bazar UMKM sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Yusfa.

Dalam rapat tersebut, seluruh camat diminta melakukan pendataan lokasi nobar yang telah ada di wilayah masing-masing sekaligus menunjuk penanggung jawab di setiap titik kegiatan.

Pendataan akan terintegrasi melalui sistem pelaporan berbasis daring yang memuat informasi lokasi, jumlah pengunjung, serta dokumentasi kegiatan hingga pelaksanaan laga final yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 dini hari.

Yusfa juga menegaskan bahwa setiap penyelenggara wajib mematuhi ketentuan penggunaan atribut dan materi publikasi sesuai aturan pemegang hak siar.

“Kami akan menyiapkan banner dan spanduk untuk dipasang di titik-titik nobar. Seluruh penyelenggara juga wajib mengisi data melalui tautan yang telah disediakan,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Sepak Bola Kepulauan Riau, Chris Triwinasis, menjelaskan bahwa pelaksanaan nobar harus tetap memperhatikan ketentuan hak siar yang berlaku. Saat ini, TVRI merupakan pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.

Menurut Chris, hingga kini telah terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Kota Batam. Karena itu, penyelenggaraan nobar di ruang publik dinilai penting untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati pertandingan secara bersama-sama.

“Saat ini sudah terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Batam. Pelaksanaan nobar di ruang publik perlu terus didorong agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa materi publikasi hanya diperbolehkan menggunakan tulisan “Nonton Bareng” tanpa mencantumkan logo resmi FIFA World Cup, maskot, maupun gambar trofi Piala Dunia.

Melalui penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026, Pemko Batam berharap tercipta ruang publik yang aman, produktif, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM serta mendorong perputaran ekonomi di Kota Batam. 

Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia.

Batam, Juni 2026 - Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan wellness seperti Zumba, Yoga, dan Sound Bath yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Batam, ARTOTEL Batam kembali menghadirkan pengalaman sehat yang menyenangkan melalui acara Rooftop Wellness: Rhythm of The World yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 18.30 WIB di Rooftop ARTOTEL Batam.

Mengusung konsep olahraga dan gaya hidup sehat yang dipadukan dengan pengalaman bersantap yang menarik, peserta akan diajak menikmati sesi Zumba di area rooftop dengan pemandangan spektakuler 180 derajat dari kawasan Nagoya dan sekitarnya. Menikmati semilir angin sore menjelang malam, iringan musik energik, serta panorama lampu kota dari ketinggian akan menjadi pengalaman yang berbeda untuk mengakhiri hari dengan lebih sehat dan menyenangkan.

Dengan harga IDR 130.000 net per orang, peserta tidak hanya mendapatkan akses untuk mengikuti sesi Zumba, tetapi juga dapat menikmati sajian All You Can Eat yang telah disiapkan oleh tim ARTOTEL Batam. Beragam pilihan menu akan tersedia, mulai dari Caesar Salad on Wheel Cheese, Salad Bar, Yoghurt Granola Station, hingga hidangan utama seperti Roasted Sirloin dan Roasted Chicken.

Tidak ketinggalan sajian favorit seperti Batagor Kuah serta berbagai pilihan makanan lokal yang menggugah selera. Sebagai pelengkap, peserta juga dapat berkreasi sendiri dengan memilih kombinasi buah dan bahan favorit untuk menghasilkan minuman sehat sesuai selera. "Setelah melihat respons positif dari berbagai kegiatan wellness yang telah kami hadirkan sebelumnya, kami kembali mengajak masyarakat Batam untuk menikmati pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik, pilihan kuliner yang lebih sehat, dan suasana rooftop terbaik di pusat Kota Batam

. Kami berharap acara ini dapat menjadi pilihan aktivitas akhir pekan yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan," ujar Andi Anggreni, General Manager ARTOTEL Batam. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan cocok diikuti oleh siapa saja yang ingin menghabiskan waktu bersama teman, pasangan, maupun keluarga dengan aktivitas yang lebih sehat dan berkesan.

Mengingat antusiasme yang tinggi pada setiap penyelenggaraannya, masyarakat disarankan untuk melakukan reservasi lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat. Untuk informasi dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp 0811 7758 922 atau mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @artotelbatam. 

Jakarta, 24 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. POJK Penyampai Informasi (Financial Influencer) ini merupakan upaya OJK untuk mendorong penyampaian informasi sektor jasa keuangan yang jelas, akurat, jujur, mudah diakses, dan tidak berpotensi menyesatkan, sehingga dapat mendukung pelindungan konsumen dan masyarakat. POJK ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Penyampai Informasi terutama yang telah dikenal dan memiliki pengaruh bagi masyarakat, untuk dapat bersamasama menjaga kualitas informasi sektor jasa keuangan guna menciptakan ekosistem sektor jasa keuangan yang semakin terpercaya, berintegritas, dan mampu mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.

POJK ini disusun sebagai upaya melakukan tindakan pelindungan dan pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat yang disebabkan oleh kegiatan penyampaian informasi sektor jasa keuangan oleh Penyampai Informasi. Seiring dengan meningkatnya peran pihak yang menyampaikan informasi terkait produk dan layanan keuangan kepada masyarakat, diperlukan pedoman perilaku yang dapat memastikan informasi disampaikan secara bertanggung jawab. Pengaturan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat yang digunakan dalam mengambil keputusan keuangan.

Disebutkan dalam POJK tersebut, Penyampai Informasi adalah pihak selain Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang melakukan penyampaian informasi sektor jasa keuangan yang bertujuan, baik secara langsung atau tidak langsung, untuk meningkatkan literasi keuangan dan/atau memengaruhi konsumen dan masyarakat dalam memanfaatkan produk dan/atau layanan.

POJK ini memuat pengaturan antara lain mengenai: a. Perilaku dasar Penyampai Informasi; b. Kegiatan Penyampaian Informasi Sektor Jasa Keuangan, yang mencakup: • Edukasi Keuangan • Pemasaran • Pemberian rekomendasi c. Pemanfaatan sistem Manajemen Pembelajaran Edukasi Keuangan oleh Penyampai Informasi; d. Pembinaan oleh Otoritas Jasa Keuangan; e. Perintah Tertulis kepada Penyampai Informasi; dan f. Pemutusan akses pada media elektronik. Penyampai Informasi dapat melakukan kerja sama dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) melalui kegiatan pemasaran.

Dalam kegiatan pemasaran tersebut, PUJK memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas informasi yang disampaikan oleh Penyampai Informasi. Sehubungan dengan kegiatan pemberian rekomendasi atas produk dan atau layanan keuangan yang dilakukan Penyampai Informasi, POJK ini menegaskan perlunya memiliki izin apabila kegiatan pemberian rekomendasi yang dilakukan mensyaratkan perizinan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Misalnya, kewajiban memiliki izin penasihat investasi bagi Penyampai Informasi yang melakukan kegiatan pemberian rekomendasi produk pasar modal. Selain itu, untuk melakukan pemberian rekomendasi atas produk dan/atau layanan aset keuangan digital, Penyampai Informasi diperlukan memiliki sertifikasi kompetensi dan pengetahuan di sektor jasa keuangan. 

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Marketing Centre BP Batam, Selasa (23/6/2026).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti. Penandatanganan turut disaksikan oleh para Anggota/Deputi dan Pejabat Tingkat II di lingkungan BP Batam, serta jajaran pimpinan UMRAH yang terdiri dari Wakil Rektor dan para Dekan.

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan asistensi, kajian, konsultasi, dan penelitian; pengembangan kompetensi; pemanfaatan sarana dan prasarana; serta berbagai bentuk kolaborasi lain yang dipandang perlu dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad berharap penandatangan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan dapat diemplementasikan dalam program yang konkret, untuk mendukung tugas fungsi kedua pihak, khususnya bagi pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

“Penting bagi kita untuk tidak sekadar berhenti pada tataran seremoni, tetapi memastikan kerja sama ini ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata yang mendukung pertumbuhan investasi dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, kolaborasi ini menjadi semakin strategis seiring dengan perluasan cakupan wilayah kerja dan pengelolaan BP Batam yang kini mencakup 22 pulau, menyusul penyesuaian regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2026.

Dalam konteks tersebut, UMRAH sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan riset kemaritiman diharapkan dapat memberikan dukungan akademik melalui berbagai kajian, penelitian, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan wilayah BP Batam ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, menyatakan pihaknya siap mendukung dan berkolaborasi dalam pilar riset & ilmu pengetahun teknologi, pilar inovasi dan budaya maritim serta pilar pengabdian masyarakat.

“Kami siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan BP Batam melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam sebagai episentrum ekonomi Kepulauan Riau dan Indonesia Barat,” ujar Prof. Agung Dhamar.

Melalui kerja sama ini, BP Batam dan UMRAH berkomitmen membangun sinergi yang berlandaskan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan wilayah, pengembangan investasi, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi kerakyatan berbasis riset dan inovasi kemaritiman.

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memperkuat upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan penipuan transaksi keuangan guna melindungi masyarakat dari berbagai risiko kerugian.

Sepanjang April hingga Mei 2026, Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha 27 entitas gadai swasta ilegal yang belum memiliki izin resmi. Aktivitas gadai ilegal dinilai berpotensi merugikan masyarakat karena mengenakan bunga tinggi, perjanjian yang tidak jelas, serta minim perlindungan terhadap barang jaminan dan konsumen.

Selain itu, Satgas PASTI juga menghentikan kegiatan 228 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal sepanjang Januari hingga Mei 2026. Banyak di antaranya menawarkan investasi aset kripto melalui media sosial dan situs web tanpa izin resmi dengan iming-iming keuntungan besar dan pendapatan pasif tanpa risiko.

Masyarakat diimbau untuk memastikan legalitas perusahaan investasi, memeriksa daftar aset kripto yang resmi, serta memahami risiko investasi sebelum menanamkan dana. Satgas PASTI juga mengingatkan agar tidak mudah tergiur dengan penawaran keuntungan yang tidak masuk akal.

Di sisi lain, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 579.459 laporan penipuan sejak November 2024 hingga Mei 2026. Dari laporan tersebut, sebanyak 515.553 rekening telah diblokir dan dana korban senilai sekitar Rp638,9 miliar berhasil diamankan. Sebanyak Rp196,93 miliar di antaranya telah berhasil dikembalikan kepada korban.

Satgas PASTI juga mengidentifikasi sejumlah modus penipuan yang sedang marak, seperti social engineering melalui aplikasi akses jarak jauh, QRIS palsu, recovery scam, hingga pemalsuan bukti pembayaran yang menyerupai dokumen resmi perusahaan.

Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada, tidak membagikan data pribadi maupun kode OTP kepada pihak lain, serta segera melaporkan aktivitas keuangan ilegal melalui situs sipasti.ojk.go.id dan penipuan transaksi keuangan melalui iasc.ojk.go.id. Satgas PASTI menegaskan akan terus memperkuat pengawasan guna menciptakan ekosistem keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.

Jakarta, 22 Juni 2026. Perekonomian global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi. Meskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dampak yang ditimbulkan masih memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar global. Dalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/06).

Terdapat 8 kebijakan dalam Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II-2026, yang terbagi dalam 3 pilar utama, yaitu:

Pilar 1: Stimulus dan Insentif yang berfokus pada Konsumsi dan Dunia Usaha, terdapat empat kebijakan.

Pertama, untuk mendukung industri kreatif dan kesejahteraan para pembuat karya, Pemerintah menetapkan insentif Pajak Penulis berupa tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional.

Kedua, untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi selama periode libur sekolah, Pemerintah memberikan Insentif dan Diskon Transportasi berupa Diskon sebesar 30% harga tiket untuk Kereta Api tanggal 20 Juni - 5 Juli 2026 dan 30% tarif dasar untuk Kapal Pelni tanggal 20 Juni - 15 Agustus 2026, Gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP tanggal 20 Juni - 5 Juli 2026, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp190,5 miliar dan target 3 juta penumpang, serta subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi dengan anggaran Rp472,7 miliar untuk target 2,3 juta penumpang.

Ketiga, Pemerintah akan memberikan insentif dan diskon transportasi serupa untuk periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berupa Diskon sebesar 30% harga tiket untuk Kereta Api tanggal 22 Desember 2026 - 4 Januari 2027 dan 30% tarif dasar untuk Kapal Pelni tanggal 17 Desember 2026 – 10 Januari 2027, Gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP tanggal 22 Desember 2026 – 10 Januari 2027 dengan total alokasi anggaran Rp161,4 miliar dan target 2,8 juta penumpang, serta subsidi PPN DTP 100% untuk penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi juga kembali diberikan dengan anggaran Rp722 miliar yang menyasar target 3,7 juta penumpang.

Keempat, untuk sektor industri, Pemerintah meluncurkan beberapa insentif. Insentif Impor LPG dan Bahan Baku Plastik dengan menetapkan Bea Masuk Nol Persen atas impor LPG bagi industri petrokimia, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan kos bagi industri terkait dan efek multiplier efek atau efek pengganda yang bisa didorong. Selain itu, Pemerintah juga menetapkan Bea Masuk Nol Persen atas bahan baku plastik. Kedua kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi industri dan mencegah lonjakan harga barang konsumsi yang lebih luas. Sebelumnya, Pemerintah telah menurunkan tarif Bea Masuk impor suku cadang pesawat udara menjadi 0% untuk mendukung industri penerbangan melalui penurunan biaya operasional maskapai, guna memperkuat daya saing industri MRO.

Pilar 2: Program Magang dan Vokasi yang berfokus pada Ketenagakerjaan dan Kelas Menengah, diarahkan langsung pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penyerapan tenaga kerja, terdapat dua kebijakan.

Kelima, Program Magang Nasional tahap II akan dimulai pada bulan Juli 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,14 triliun yang akan menyasar 150.000 peserta fresh graduate perguruan tinggi.

Keenam, Pelatihan Vokasi. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,12 triliun untuk mendanai program-program peningkatan keterampilan dan kompetensi ketenagakerjaan. Target prioritas dari program ini difokuskan secara khusus kepada 220.000 lulusan SMK agar mereka siap kerja, serta perlindungan bagi 50.000 pekerja yang terdampak PHK agar mereka mendapatkan jembatan keterampilan baru untuk kembali ke dunia kerja.

Pilar 3: Bantuan Pangan yang berfokus pada Jaring Pengaman Sosial merupakan komitmen Pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat lapisan bawah serta stabilitas pangan, terdapat dua kebijakan.

Ketujuh, Bantuan Beras 10 kg yang dimulai bulan Juli 2026. Pemerintah akan mendistribusikan bantuan beras masing-masing sebesar 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan berturut-turut. Anggaran yang dialokasikan diperkirakan mencapai Rp17,54 triliun.

Kedelapan, Bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai. Pemerintah memberikan bantuan kepada pengrajin tahu dan tempe paling tinggi sebesar Rp2.000/kg untuk total kuota 250.000 ton pada tahap pertama ini, untuk daerah yang harga kedelainya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran Magang dan Vokasi sekitar Rp6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” pungkas Menko Airlangga.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika persaingan investasi antarwilayah, Batam terus menunjukkan kinerja positif sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Batam berhasil melampaui target bahkan menunjukkan tren pertumbuhan yang kian menguat pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tahun 2025 tercatat mencapai Rp 44,01 triliun. Angka tersebut tumbuh 72,83 persen dari tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 25,46 triliun dan sukses melampaui target 2025 sebesar Rp 36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metodologi perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi yang berhasil terealisasi bahkan mencapai Rp 69,30 triliun atau 115,50 persen dari target investasi BP Batam sebesar Rp 60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan pelaku usaha atau investor terhadap Batam terus meningkat.

Ia memaparkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi terhadap sejumlah regulasi, hingga percepatan serta pembangunan infrastruktur pendukung investasi.

“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujar Amsakar, Senin (22/6/2026).

Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa capaian investasi tersebut sekaligus menjawab berbagai keraguan yang berkembang mengenai prospek investasi Batam.

Menurutnya, indikator yang paling objektif untuk menilai daya tarik suatu daerah adalah keputusan investor untuk menanamkan modalnya.

“Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” tambahnya.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2025, nilai PMDN mencapai Rp 18,43 triliun atau meningkat 125,86 persen dibandingkan tahu sebelumnya yang sebesar Rp 8,16 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia usaha nasional semakin optimistis terhadap prospek ekonomi Batam.

Selain itu, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari investor domestik.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan kinerja yang solid. Nilai PMA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp25,58 triliun atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,30 triliun.

Singapura tercatat masih menjadi sumber investasi terbesar, diikuti oleh sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas aktivitas usahanya di Batam.

Momentum positif berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026

Realisasi investasi Batam pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp8,8 triliun yang tumbuh 50,71 persen dan PMDN sebesar Rp8,5 triliun yang melonjak 216,18 persen secara tahunan.

Lima negara investor terbesar pada Triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Keberagaman negara asal investasi tersebut menunjukkan bahwa Batam memiliki basis investor yang semakin luas dan tidak bergantung pada satu negara tertentu, sehingga lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

Dari sisi sektor usaha, investasi yang masuk juga semakin berkualitas karena didominasi sektor bernilai tambah tinggi.

Industri mesin dan elektronik menjadi sektor terbesar dengan kontribusi 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya sebesar 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya ditopang oleh sektor properti, tetapi juga didorong oleh industri manufaktur, teknologi, dan sektor produktif lainnya yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi.

Amsakar optimistis, tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut seiring berbagai kebijakan strategis yang telah dijalankan.

Salah satu langkah penting adalah perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, lanjut Amsakar, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari 8 pulau menjadi 22 pulau dengan luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Perluasan ini membuka ruang pengembangan investasi baru yang jauh lebih besar untuk mendukung industri, logistik, pariwisata, energi, hingga sektor ekonomi masa depan.

Selain itu, BP Batam juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang meliputi jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, serta fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa investasi dan pembangunan infrastruktur merupakan dua hal yang saling mendukung.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. 

Page 1 of 241

Instagram

Tentang Kami