Live Streaming
super me

super me

Page 3 of 280

Melalui tema "ROOT TO GLAsS". BiHOF 2026 menghadirkan kompetisi mixology. flair bartending, pelatihan F&B, showcase, dan Hospitality Night di Lagoi Bay, Bintan

Bintan, 14 September 2026 - Bintan Hospitality Festival (BiHOF) 2026 akan digelar di Bintan Plaza, Lagoi Bay, Bintan, pada tanggal 1 Oktober 2026 dengan mengusung tema "ROOT TO GLASS - A Sustainable Journey Through Bintan's Forgotten Ingredients." Tema ini mengangkat perjalanan bahan lokal Bintan, dari sumbernya hingga diolah menjadi minuman, sekaligus menyoroti bahan-bahan yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal.

"Tema BiHOF 2026 sangat sejalan dengan komitmen kami dalam mempromosikan Bintan Resorts sekaligus memperkuat identitas Pulau Bintan. Penggunaan bahan-bahan lokal di dalamnya bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata dari kisah dan keunikan identitas destinasi ini," ujar Helsa, Head of Marketing and Promotion Bintan Resorts. Rangkaian acara mencakup Mixology Competition, Flair Bartending Competition, F&B Training & Exhibition, F&B Showcase, serta Hospitality Night. Program-program tersebut mempertemukan bartender, pekerja hospitality, pelaku usaha, vendor, dan komunitas Food & Beverage dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Konsep ROOT TO GLASS menggambarkan perjalanan bahan dari sumbernya hingga menjadi minuman di dalam gelas. Bahan lokal dapat diolah menjadi syrup, infusion, fermentasi, cocktail, maupun mnocktail. Konsep ini juga membawa pendekatan keberlanjutan melalui penggunaan bahan lokal, pengurangan limbah makanan, pemanfaatan bagian bahan yang biasanya terbuang, serta dukungan terhadap petani dan komunitas lokal.

 Salah satu fokus utama tahun ini adalah Bintan Forgotten Ingredients, yaitu bahan-bahan lokal Bintan yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal, namun masih memiliki nilai kuliner dan potensi untuk dikembangkan menjadi minuman.

 "Bagi kami, ROOT bukan sekadar bahan utama, tetapi tentang kembali melihat apa yang sebenarnya sudah ada di Bintan. Ada banyak bahan lokal yang mulai jarang digunakan, padahal punya karakter dan potensi yang kuat. Melalui ROOT TO GLASS.kami ingin bahan-bahan itu dikenali kembali dan diberi ruang lewat kreativitas para bartender," ujar Manahan Purba selaku Chairman acara BiHOF 2026.

Dalam Mixology Competition, peserta wajib membuat satu cocktail kreasi dengan minimal satu bahan lokal Bintan sebagai bahan utama. Penilaian mencakup rasa dan keseimbangan, penggunaan forgotten ingredient, teknik, keberlanjutan, kreativitas,presentasi, serta storyteling.

Selain mixology, BiHOF 2026 juga menghadirkan Flair Bartending Competition dimana setiap bartender ditantang membuat dua minuman dalam waktu tujuh menit: satu berdasarkan resep atau bahan yang ditentukan panitia, dan satu cocktail kreasi dengan minimal satu Bintan Forgotten Ingredient.

Proses penjurian akan dipimpin oleh praktisi berpengalaman. Kategori mixology menghadirkan Darren Defretes, yang memiliki pengalaman di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Sementara itu, kategori flair bartending dipimpin oleh Asanova Lawalata, flair bartender profesional dan Ketua Jakarta Bartender Club.

Di luar kompetisi, BiHOF 2026 juga menghadirkan F&B Training & Exhibition sebagai sesi edukasi dan pengembangan kompetensi bagi insan hospitality. Materinya mencakup bartending, mixology,  pengetahuan minuman, pelayanan, pengetahuan produk, pengendalian biaya, kreativitas menu, hingga pengembangan bisnis F&B.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Hospitality Night, yang mempertemukan insan hospitality dari berbagai daerah di Kepulauan Riau dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan mempererat hubungan antar pelaku industri.

Melalui BiHOF 2026, ROOT TO GLASS menjadi benang merah yang menghubungkan bahan lokal, kreativitas bartender, dan pengembangan komunitas hospitality di Kepulauan Riau.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Jakarta (15/09/2026) - BPJS Kesehatan mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pelayanan, tetapi juga manfaat kesehatan yang dirasakan peserta. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan luasnya cakupan kepesertaan JKN perlu diikuti dengan peningkatan terhadap mutu yang diberikan oleh fasiltas kesehatan. Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia. "Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Selasa (15/9).

Menurut Pujo, peningkatan pemanfaatan layanan menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Per 1 September 2026, terdapat 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga 7.180 sarana penunjang yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, jumlah tersebut juga perlu diikuti dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan medis dan memberikan hasil kesehatan yang optimal. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2014-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun ke fasilitas kesehatan untuk membayar pelayanan kesehatan. Menurut Pujo, itu bukanlah biaya yang sedikit. Ada banyak masyarakat yang bergantung JKN untuk berobat, apalagi jika penyakitnya berbiaya mahal atau membutuhkan waktu pengobatan panjang.

"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," kata Pujo. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan peran aktif fasilitas kesehatan Karena itu, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bertajuk Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN. "Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN," ujar Pujo. Ia menambahkan, penguatan mutu layanan juga perlu dirasakan langsung oleh peserta ketika berada di fasilitas kesehatan. Untuk itu, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu sebagai bagian dari upaya memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi dan pendampingan selama mengakses layanan kesehatan.

Di sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan juga memperkuat koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) melalui Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ). Melalui skema ini, peserta JKN yang memiliki AKT dapat memperoleh manfaat kenaikan kelas perawatan dengan koordinasi pembiayaan antara BPJS Kesehatan dan AKT, sehingga peserta tidak perlu menanggung out-of-pocket di luar ketentuan. KAPJ juga mengatur koordinasi kepesertaan, sistem tagihan satu pintu, serta pembagian selisih biaya pelayanan antara BPJS Kesehatan dan AKT. "Peluncuran wajah baru BPJS SATU serta penandatanganan kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk semakin memperkuat pengalaman peserta serta membangun koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kualitas," tutur Pujo. Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat mengatakan, perluasan akses layanan JKN perlu berjalan seimbang dengan peningkatan mutu dan keberlanjutan Program JKN. Menurutnya, fasilitas kesehatan memiliki peran strategis karena secara langsung menentukan pengalaman peserta, sehingga pelayanan harus mudah diakses, berkualitas, aman, cepat, dan berkeadilan.

Ia menambahkan, Dewan Pengawas terus mendorong penguatan tata kelola JKN yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam aspek kualitas layanan, kepatuhan regulasi, pengelolaan risiko, dan perlindungan hak peserta. Penguatan tersebut juga perlu didukung kolaborasi seluruh ekosistem JKN, termasuk melalui koordinasi antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Tambahan untuk memperkuat integrasi ekosistem kesehatan nasional. Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi menjelaskan Program JKN merupakan salah satu pondasi penting dalam pembangunan Indonesia sehingga perlu dipastikan setiap peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan. Transformasi kesehatan yang terus dijalankan juga perlu berjalan seiring dengan transformasi mutu layanan, termasuk melalui penguatan fasilitas kesehatan yang menjadi bagian penting dalam memastikan akses layanan kesehatan semakin luas dan berkualitas bagi masyarakat.

“Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat. Semangat gotong royong harus kita maknai sebagai kerja sama dan tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak, baik pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, maupun masyarakat,” tegas Maria. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, JKN merupakan wujud nyata gotong royong bangsa dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat. “Untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat manfaat JKN, perlu adanya komitmen dan kontribusi dari seluruh ekosistem JKN. Pemerintah berperan melalui dukungan kebijakan, regulasi, dan pembiayaan, peserta dengan menjaga kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajibannya, sementara fasilitas kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan diberikan sesuai standar, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Cak Imin. Di sisi pelayanan, penguatan akses dan pemerataan mutu fasilitas kesehatan perlu terus dilakukan seiring meningkatnya pemanfaatan layanan dan perubahan pola penyakit di Indonesia. Penguatan layanan primer menjadi salah satu prioritas, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, ketersediaan obat dan bahan medis, serta pemeriksaan penunjang, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. “Program JKN adalah gotong royong raksasa bangsa ini yang harus kita jaga bersama.

Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa harus takut jatuh miskin karena sakit. Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan baik, menjaga keaktifan kepesertaan, memberikan pelayanan sesuai standar, menggunakan sumber daya secara tepat, serta membangun budaya integritas, transparansi, dan pengawasan bersama. Dengan gotong royong yang kuat, kita optimistis JKN akan terus tumbuh dan memberikan perlindungan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Cak Imin.

Berikut nama 30 penerima apresiasi Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:

Kategori Puskesmas

Juara 1 Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember

Juara 2 Upt. Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara

Juara 3 Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter

Juara 1 Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman

Juara 2 dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang

Juara 3 Dr. Sintje Tjengnis, Kota Ambon

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Juara 1 Drg. Fitri Eka Rahmafuri, Kabupaten Jember

Juara 2 Drg. Hj. Aminah, Mm, Kabupaten Solok Selatan

Juara 3 Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung

Kategori Klinik Pratama

Juara 1 Klinik Pratama Ganesha Bali, Kabupaten Buleleng

Juara 2 Klinik Dua Putri Jaya, Kabupaten Lampung Selatan

Juara 3 Klinik Pratama Bunda Patimah, Kota Medan

Kategori Rumah Sakit Kelas A

Juara 1 RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya

Juara 2 Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Kota Jakarta Pusat

Juara 3 RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah, Kota Denpasar

Kategori Rumah Sakit Kelas B

Juara 1 RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan

Juara 2 RS Mitra Plumbon Cirebon, Kabupaten Cirebon

Juara 3 RSUD Brigjend. H. Hasan Basry, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Kategori Rumah Sakit Kelas C

Juara 1 RS Mawaddah Medika, Kabupaten Mojokerto

Juara 2 RSUD R.A.A Tjokronegoro, Kabupaten Purworejo

Juara 3 RS Yos Sudarso, Kota Padang

Kategori Rumah Sakit Kelas D

Juara 1 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang

Juara 2 RS Santa Elisabeth, Kabupaten Bantul

Juara 3 RSU Sakinah Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe

Kategori Rumah Sakit Khusus

Juara 1 RSIA Putri, Kota Surabaya

Juara 2 RSJ Prof Hb Sa'anin Padang, Kota Padang

Juara 3 RS Khusus Gigi Dan Mulut Universitas Hasanuddin, Kota Makassar

Kategori Klinik Utama

Juara 1 Klinik Utama Citra Mulia

Juara 2 Klinik Utama Cahaya Imani

Juara 3 Klinik Utama Cahaya Husada

Berikut nama 6 penerima Penghargaan Khusus Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:

Kategori Rumah Sakit D Pratama

RS Kelas D Pratama Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur

RSUD Hj. Puang Sabbe, Kabupaten Enrekang

RS Pratama Tolinggula Melayani, Kabupaten Gorontalo Utara Kategori DBTFMS

RS Kapal Dr. Lie Dharmawan Ii, Kota Jakarta Barat 

Puskesmas Ilwayab, Kabupaten Merauke

RS Kapal Ksatria Airlangga, Kota Surabaya

Berikut nama 15 penerima Penghargaan Lomba Konten Edukasi JKN Tahun 2026:

Kategori Puskesmas

Juara 1 Puskesmas Makrayu, Kota Palembang

Juara 2 Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan

Juara 3 Puskesmas Remu, Kota Sorong

Kategori TPMD/TPMDG

Juara 1 Drg. Ijlal Wafa' Al Hamdani, Kabupaten Polewali Mandar

Juara 2 Dr. Erwin Buntoro Jst, Kota Tanjung Pinang

Juara 3 Dr Handini, Kota Surabaya

Kategori Klinik Pratama

Juara 1 Klinik Pratama Kaina Healthcare, Jakarta Barat

Juara 2 Klinik Pratama Arimbi Medical Center, Kota Lubuk Linggau

Juara 3 Klinik Lmmc Banjarbaru, Kota Banjarbaru

Kategori FKRTL Pemerintah

Juara 1 RSUD Bangli, Kabupaten Bangli

Juara 2 RSUD Pameungpeuk Garut, Kabupaten Garut

Juara 3 RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas

Kategori FKRTL Swasta

Juara 1 RS Ceria Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Juara 2 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang

Juara 3 Rumah Sakit Khusus Mata Prima Vision, Kota Medan

Batam, 14 September 2026 — HARRIS Hotels menghadirkan berbagai aktivitas dan kejutan bagi para penumpang melalui kolaborasi Sailprise on Board bersama Sindo Ferry pada Minggu, 13 September 2026. Berlangsung di atas kapal dalam perjalanan Batam Centre–HarbourFront dan HarbouFront-Batam Centre, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang sekaligus memperkenalkan berbagai pilihan akomodasi dan pengalaman yang ditawarkan oleh HARRIS Hotels di Batam.

Kolaborasi ini menghadirkan empat properti HARRIS Hotels di Batam, yaitu HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, dan HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam. Melalui kegiatan ini, para penumpang diajak untuk mengenal lebih dekat karakter dan pengalaman yang ditawarkan oleh masing-masing properti sebagai pilihan akomodasi untuk perjalanan bisnis maupun liburan di Batam.

Dalam rangkaian Sailprise on Board bersama Sindo Ferry, HARRIS Hotels mengajak para penumpang mengikuti berbagai aktivitas interaktif selama pelayaran. Aktivasi ini memberikan kesempatan bagi para penumpang untuk berinteraksi langsung dengan tim HARRIS Hotels serta mendapatkan informasi mengenai pilihan destinasi menginap dan berbagai penawaran menarik yang tersedia.

“Melalui ‘Sailprise on Board bersama SIndo Ferry’, kami ingin menghadirkan pengalaman HARRIS Hotels bahkan sejak perjalanan menuju Batam dimulai. Kolaborasi dengan Sindo Ferry memberikan kami kesempatan untuk bertemu langsung dengan para traveler dan memperkenalkan empat properti HARRIS Hotels di Batam dengan karakter dan pengalaman yang berbeda. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari perjalanan yang menyenangkan sekaligus memberikan inspirasi bagi para penumpang untuk menjadikan Batam sebagai destinasi pilihan mereka.” ujar Dodi Putra, Cluster General Manager HARRIS Resort Waterfront Batam & HARRIS Hotel Batam Center.

Kolaborasi antara HARRIS Hotels dan Sindo Ferry juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai tambah bagi wisatawan yang melakukan perjalanan antara Singapura dan Batam. Melalui sinergi antara sektor hospitality dan transportasi, kedua pihak berupaya menciptakan perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para traveler.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan HARRIS Hotels di Batam melalui Sailprise on Board. Bagi Sindo Ferry, pengalaman berwisata dimulai sejak penumpang berada dalam perjalanan, dan berbagai aktivitas serta kejutan yang dihadirkan HARRIS memberikan warna tersendiri dalam pelayaran kali ini. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara transportasi dan hospitality dalam memberikan nilai tambah bagi penumpang, memperkuat konektivitas Singapura–Batam, serta bersama-sama meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata.” ujar Sahara, Senior Partnerships & Marketing Executive, Sindo Ferry

Selain memperkenalkan empat properti HARRIS Hotels, kegiatan ini juga memperkenalkan Discover ASR (Ascott Star Rewards), program loyalitas dari Ascott. Dalam rangka kolaborasi ini, penumpang Sindo Ferry dapat menikmati penawaran khusus dengan melakukan pemesanan langsung menggunakan kode promo SINDOFERRY, berupa diskon 20% untuk kamar dan 20% untuk Food & Beverage, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan “Sailprise on Board” menjadi salah satu bentuk kolaborasi HARRIS Hotels dan Sindo Ferry dalam memperkuat konektivitas pariwisata antara Singapura dan Batam, sekaligus memperkenalkan Batam sebagai destinasi yang menawarkan beragam pilihan pengalaman bagi wisatawan.

Dengan menggabungkan perjalanan laut dan pengalaman hospitality dalam satu aktivitas, HARRIS Hotels dan Sindo Ferry berharap dapat terus menciptakan kolaborasi yang memberikan pengalaman positif dan berkesan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk menindaklanjuti beredarnya video sejumlah warga yang mengaku berasal dari Batam dan berada di tempat penampungan di Kamboja.

Dalam video tersebut, sejumlah warga meminta bantuan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, agar dapat dipulangkan atau difasilitasi kepulangannya ke Kota Batam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, informasi tersebut telah dikoordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemlu RI.

“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, data kependudukan dan keimigrasian yang jelas diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan warga yang dimaksud. Data tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Karena itu, Pemko Batam mengimbau keluarga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai warga dalam video tersebut agar segera menyampaikan data yang dimiliki kepada Pemko Batam melalui Diskominfo Kota Batam.

“Bagi keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Rudi menegaskan, Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Data dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan penelusuran sehingga langkah penanganan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan informasi yang jelas.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” ujarnya.

Selama ini manusia hanya bisa menebak makna di balik suara atau vokal seruan binatang, seperti gonggongan anjing atau ngeongan kucing. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perlahan mulai mendobrak kemustahilan tersebut dengan memanfaatkan model komputer canggih untuk mengartikan pola komunikasi fauna.

Upaya ini salah satunya dilakukan oleh peneliti Daniela Baglione dan Vittorio Canestrari yang telah puluhan tahun mempelajari perilaku burung gagak. Sejak 2018, para peneliti memasang mikrofon kecil pada puluhan ekor gagak untuk merekam suara serta interaksi mereka selama beraktivitas sehari-hari.

Data audio yang terkumpul dari penelitian panjang tersebut kemudian diproses menggunakan model machine learning dari organisasi nirlaba Earth Species Project. Teknologi AI ini membantu menganalisis pola-pola suara kompleks yang dihasilkan burung gagak untuk menerjemahkan maksud di balik komunikasi mereka.

Meskipun menunjukkan perkembangan pesat, para peneliti mengakui bahwa memahami komunikasi hewan secara utuh masih menghadapi tantangan besar. Komunikasi di dunia satwa tidak hanya bergantung pada vokal suara semata, melainkan juga melibatkan isyarat non-verbal seperti aroma tubuh, perubahan warna, gerakan fisik, hingga gelombang sonar.

Bima, Layar perahu yang mengejar angin di perairan Sangiang dan langkah para pelari yang menembus savana Tambora telah lama meninggalkan garis start dan finis. Namun, kesan dari kedua acara tersebut masih terekam kuat.

Di Sangiang, riuh sorak warga dan wisatawan mengiringi perahu-perahu tradisional yang berlomba menuju daratan. Beberapa hari kemudian, di kaki Gunung Tambora, ratusan pelari dari berbagai daerah berdatangan untuk menaklukkan jalur dari pesisir hingga pegunungan. Meski berlangsung dalam suasana yang berbeda, kedua acara ini menyisakan cerita serupa: ketika masyarakat menikmati tradisi dan alam, roda ekonomi warga ikut berputar.

Warung-warung membludak, dagangan UMKM laris manis, jasa transportasi kebanjiran penumpang, dan produk lokal makin dikenal. Sebuah bar kopi di arena Tambora Jungle Run bahkan mampu melipatgandakan omsetnya, memutar modal modal Rp1 juta menjadi penjualan sebesar Rp2 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari.

Di sinilah Festival Sangiang Api dan Tambora Jungle Run 2026 memperlihatkan wajah lain dari pariwisata Pulau Sumbawa. Sebuah acara bukan sekadar keramaian yang usai saat panggung dibongkar, melainkan pintu masuk bagi rantai ekonomi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama penyanyi Betrand Peto terus bergulir di ranah hukum. Pelapor berinisial AW bersama tim kuasa hukumnya telah mendatangi Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin (14/9) untuk menjalani pemeriksaan perdana usai melayangkan laporan resmi pada Sabtu (12/9) lalu.

Dalam proses klarifikasi tersebut, penyidik menyodorkan sebanyak 23 pertanyaan mendalam kepada pihak pelapor. Materi pertanyaan difokuskan untuk menggali kronologi kejadian secara mendetail, mulai dari momen awal keberangkatan menuju lokasi di kawasan Jakarta Selatan, kronologi perjumpaan, hingga detik-detik dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut disinyalir terjadi.

Kuasa hukum pelapor, Deki, mengungkapkan bahwa selain memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik, pihaknya juga telah melampirkan dan menyerahkan sejumlah alat bukti penting guna memperkuat laporan kliennya. Bukti-bukti tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepolisian dalam mengusut tuntas perkara ini serta menentukan langkah hukum selanjutnya.

Menanggapi adanya bantahan keras dari pihak Betrand Peto yang membantah melakukan tindakan pelecehan tersebut, tim kuasa hukum pelapor menyatakan tidak gentar dan siap membuktikan kebenaran di hadapan hukum. Pihaknya menegaskan akan kooperatif mengikuti seluruh tahapan penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok milisi Houthi Yaman mengklaim meluncurkan serangan bombardir skala besar ke pangkalan udara milik Arab Saudi, King Khalid, yang berlokasi di Kota Khamis Mushait pada Senin (14/9/2026).

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone. Serangan meluas ini menargetkan sejumlah objek vital militer di dalam pangkalan, termasuk hanggar pesawat, fasilitas radar, landasan pacu, hingga gudang amunisi. Pihak Houthi mengklaim serangan tersebut menyebabkan "kerugian signifikan" bagi kubu Arab Saudi.

Meskipun otoritas Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung mengenai skala kerusakan yang diklaim Houthi, Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di kawasan Khamis Mushait sebelum akhirnya menyatakan situasi telah aman.

Eskalasi ini memperpanjang deretan serangan silang antarwilayah perbatasan. Pada pekan sebelumnya, pihak otoritas Saudi mencatat setidaknya 73 warga sipil terluka akibat rentetan serangan Houthi yang menargetkan beberapa wilayah selatan seperti Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, yang juga memicu kebakaran serta gangguan pada fasilitas energi setempat.

 

Sumber: CNN Indonesia

JAKARTA — Momen unik dan mendadak mewarnai pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). Purbaya rupanya tengah menghadiri Rapat Kerja bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tepat saat prosesi pergantian jabatannya diproses di Istana Kepresidenan.

Rapat yang membahas RAPBN 2027 serta dihadiri oleh Bappenas dan Bank Indonesia tersebut mendadak terhenti di tengah-tengah paparan materi yang disampaikan Purbaya. Salah satu pimpinan DPD RI menyela jalannya paparan untuk memberitahukan adanya panggilan telepon penting dari Istana, yakni dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Menanggapi interupsi tersebut, Purbaya yang sempat kebingungan langsung menghentikan paparannya dan bergegas meninggalkan ruangan rapat untuk menerima telepon. Rapat DPD RI sempat diskors beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali tanpa kehadiran Purbaya, dengan pemaparan yang diteruskan oleh jajaran pejabat lainnya.

Tak lama setelah insiden telepon tersebut, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB. Pelantikan Suahasil yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97P Tahun 2026 tentang reshuffle kabinet.

 

Sumber: CNN Indonesia

Page 3 of 280

Instagram

Tentang Kami