Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok milisi Houthi Yaman mengklaim meluncurkan serangan bombardir skala besar ke pangkalan udara milik Arab Saudi, King Khalid, yang berlokasi di Kota Khamis Mushait pada Senin (14/9/2026).
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone. Serangan meluas ini menargetkan sejumlah objek vital militer di dalam pangkalan, termasuk hanggar pesawat, fasilitas radar, landasan pacu, hingga gudang amunisi. Pihak Houthi mengklaim serangan tersebut menyebabkan "kerugian signifikan" bagi kubu Arab Saudi.
Meskipun otoritas Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung mengenai skala kerusakan yang diklaim Houthi, Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di kawasan Khamis Mushait sebelum akhirnya menyatakan situasi telah aman.
Eskalasi ini memperpanjang deretan serangan silang antarwilayah perbatasan. Pada pekan sebelumnya, pihak otoritas Saudi mencatat setidaknya 73 warga sipil terluka akibat rentetan serangan Houthi yang menargetkan beberapa wilayah selatan seperti Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, yang juga memicu kebakaran serta gangguan pada fasilitas energi setempat.
Sumber: CNN Indonesia
