super me
BATAM, 23 Oktober 2026 – Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Prinsip inilah yang mengiringi perjalanan tim futsal putri SMAN 25 Batam hingga kembali menjuarai AXIS Nation Cup (ANC) Regional Batam 2026. Sebagai kompetisi futsal antarpelajar yang digelar XLSMART melalui AXIS untuk membuka ruang bagi talenta muda menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, ANC mengantarkan SMAN 25 Batam mempertahankan gelar juara regional selama dua tahun berturut-turut (back-to-back) sekaligus kembali mewakili Provinsi Kepulauan Riau di Grand Champion AXIS Nation Cup 2026. Berbekal pengalaman, kekompakan, dan dukungan berbagai pihak, tim ini kini membidik gelar juara di tingkat nasional.
Coach Robi Alfian mengatakan, “Keberhasilan mempertahankan gelar bukan sekadar pencapaian di lapangan, melainkan hasil dari proses pembinaan dan kerja sama tim yang terus dijaga. Pengalaman menjadi juara regional pada 2025 menjadi modal berharga, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru, yaitu mempertahankan prestasi di tengah persaingan yang semakin kompetitif.”
“Perjalanan tahun ini sangat menyenangkan karena kami bisa belajar dari pengalaman 2025 dan kembali menjadi juara regional. Tantangan terbesarnya adalah mempertahankan gelar. Kuncinya adalah latihan rutin, evaluasi berkelanjutan, menjaga kekompakan, serta dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman. Kami berharap para pemain terus bersemangat mengejar prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tambah Coach Robi Alfian.
Salah satu kekuatan SMAN 25 Batam terletak pada pengalaman bertanding dan kemampuan pemain untuk saling melengkapi. Kapten tim, Cantika Natasya Putri, bersama rekan-rekannya terus membangun komunikasi, saling mengingatkan, dan memaksimalkan kelebihan setiap pemain. Bagi tim, kemenangan tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, tetapi oleh kontribusi setiap pemain dalam mencapai tujuan bersama.
Pembinaan dilakukan melalui latihan rutin dan evaluasi pada setiap sesi latihan, dengan dukungan pelatih, pembina, serta pimpinan sekolah. Sekolah juga memberikan ruang bagi para siswi untuk mengembangkan bakat futsal. Di sisi lain, tim kepelatihan berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan olahraga dan pendidikan, mengingat keduanya sama-sama penting bagi masa depan para pemain.
Perjalanan SMAN 25 Batam menjadi semakin bermakna karena dijalani di tengah keterbatasan. Sekolah masih menggunakan beberapa ruang kelas sementara dan menerapkan sistem pembelajaran dua shift. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain untuk terus berkembang dan meraih prestasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bukan di mana kita bersekolah yang menentukan kemajuan, melainkan bagaimana mimpi besar mendorong kita untuk terus maju dan berprestasi,” menjadi semangat yang menggambarkan perjalanan tim SMAN 25 Batam.
Dukungan orang tua, guru, teman-teman, dan sekolah menjadi bagian penting dari pencapaian ini. Dalam pembinaan futsal putri, izin dan dukungan orang tua juga menjadi salah satu tantangan yang perlu dijembatani. Karena itu, keberhasilan SMAN 25 Batam diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan lebih besar terhadap potensi atlet perempuan serta mendorong semakin banyak siswi untuk berani menekuni futsal.
Bagi para pemain, AXIS Nation Cup memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Ajang ini menjadi ruang bagi atlet pelajar putri untuk menunjukkan kemampuan, menguji mental bertanding, dan membangun cita-cita menuju jenjang yang lebih tinggi, termasuk peluang untuk berkembang ke level tim nasional maupun liga futsal Indonesia. Pengalaman tersebut juga memperkuat kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama sebagai sebuah tim.
Kesempatan melangkah ke Grand Champion AXIS Nation Cup 2026 menjadi tantangan berikutnya bagi SMAN 25 Batam. Selain berkompetisi di panggung nasional, para juara ANC mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan khusus melalui Intensive Training Program bersama pelatih berlisensi serta proses talent scouting melalui kolaborasi AXIS dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). Program ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang pengembangan kemampuan dan potensi atlet muda.
Untuk mendukung aktivitas digital generasi muda, XLSMART melalui AXIS juga menghadirkan AXIS 5G AF (Absolute Fast), yang mendukung kebutuhan konektivitas cepat dan stabil. Dalam ekosistem XLSMART, kualitas jaringan turut memperoleh pengakuan independen melalui Ookla Speedtest Awards H1 2026, ketika XL meraih empat penghargaan: Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026. Pengakuan tersebut menjadi validasi atas kualitas jaringan XLSMART dalam mendukung pengalaman digital pelanggan.
Sejalan dengan semangat “Laga Para Juara”, AXIS Nation Cup menegaskan pentingnya menyediakan panggung kompetisi yang memberi kesempatan setara bagi pelajar putra maupun putri untuk mengembangkan potensi. Bagi SMAN 25 Batam, keberhasilan mempertahankan gelar regional bukanlah garis akhir, melainkan langkah berikutnya untuk membawa nama Kepulauan Riau ke tingkat nasional.
Melalui AXIS Nation Cup, XLSMART melalui AXIS mendukung generasi muda agar berani menunjukkan kemampuan, membangun karakter, dan mengejar cita-cita melalui kompetisi yang positif. Perjalanan SMAN 25 Batam menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan penentu masa depan. Dengan mimpi besar, dukungan yang kuat, dan semangat untuk terus berkembang, para pemain futsal putri ini siap melangkah lebih jauh menuju panggung nasional.
Jadilah bagian dari kemeriahan Grand Final AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026 secara gratis. Segera daftarkan diri melalui anc.axis.co.id untuk menikmati pertandingan puncak, penampilan eksklusif dari Bernadya, JKT48, Inul Daratista, Dia feat. Naufal Syachreza, Oomleo feat. Mingse, serta beragam aktivasi menarik lainnya. Pantau informasi terbaru dan keseruan perjalanan para juara melalui Instagram @axisnationcupofficial.
Dalam perjalanan pulang dari Seoul menuju Batam, 23 Oktober 2026, saya menulis refleksi ini sambil menimbang pelajaran dari Korea Selatan dan pekerjaan yang menanti di kantor. Menjelang usia ke-55 BP Batam, capaian pembangunan patut disyukuri. Namun, anak muda yang masih mencari pekerjaan dan warga yang masih menunggu air mengalir mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita belum selesai.
Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun, setara 55,67 persen dari target tahunan Rp70 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha dan kerja banyak pihak dalam menjaga daya tarik Batam.
Kemajuan Batam juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai PDRB mencapai Rp253,64 triliun. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, melampaui Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen dan nasional 5,29 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan masyarakat.
Kualitas pembangunan manusia turut membaik. IPM Batam meningkat dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025, memperlihatkan kemajuan dalam dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia harus saling memperkuat agar kesempatan menikmati kemajuan semakin terbuka bagi seluruh warga.
Kemajuan kesejahteraan juga terlihat dari tingkat kemiskinan yang turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 8,14 persen pada 2023, menjadi 7,68 persen pada 2024, kemudian 7,57 persen pada 2025.
Capaian tersebut layak dihargai tanpa mengabaikan keluarga berpendapatan tidak menentu dan pencari kerja yang masih menunggu kesempatan. Penurunan kemiskinan dipengaruhi banyak faktor, termasuk pekerjaan, perlindungan sosial, pemberdayaan, serta perjuangan masyarakat sendiri. Angka investasi menunjukkan besarnya kegiatan ekonomi. Kehidupan warga memperlihatkan sejauh mana manfaatnya dirasakan.
Semangat mempertemukan pertumbuhan dengan kebutuhan warga itu pula yang saya bawa ketika mengunjungi fasilitas K-water di kawasan Danau Sihwa. Pengalaman Korea Selatan memberikan pelajaran tentang pentingnya merencanakan kebutuhan air industri dan masyarakat secara terpadu.
Di Sihwa–Siheung dan Ansan, layanan air dibedakan sesuai peruntukannya: air industri untuk Kawasan Industri Sihwa dan air domestik untuk permukiman di Siheung dan Ansan. Pendekatan ini mengingatkan bahwa kapasitas, kualitas, dan distribusi harus dirancang agar pertumbuhan industri berjalan bersama pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, di Kawasan Industri Daesan, Kota Seosan, K-water mengembangkan desalinasi dengan teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis), yang memisahkan garam dari air laut menggunakan membran bertekanan tinggi. Fasilitas yang diresmikan pada Desember 2025 ini berkapasitas 100.000 meter kubik per hari, setara sekitar 1.157 liter per detik, untuk memasok empat perusahaan industri. Daesan menunjukkan bagaimana air laut dapat menjadi sumber tambahan untuk memperkuat ketahanan pasokan industri.
Kedua pengalaman ini memberikan arah pembelajaran bagi Batam: merencanakan layanan sesuai kebutuhan dan mengembangkan sumber air tambahan dari laut. Penerapannya perlu memperhitungkan biaya, keandalan energi, kualitas air, serta perlindungan lingkungan. Investasi harus tumbuh bersama ketahanan air, sehingga pabrik tetap berproduksi dan keran warga tetap mengalir.
Di Batam, persoalan air telah berulang sejak lama. Berkurangnya hujan dan menurunnya cadangan waduk perlu diantisipasi sejak awal. Kesiapan menghadapi masa kering harus berjalan bersamaan dengan pembangunan kapasitas jangka panjang.
Dalam proyeksi BP Batam, Neraca Air Baku Pulau Batam, kebutuhan saat ini sebesar 4.928 liter per detik, sedangkan kapasitas 4.482 liter per detik, sehingga terdapat kekurangan 446 liter per detik pada musim kering.
BP Batam telah menyusun perencanaan penambahan kapasitas. Pada 2027, kapasitas diproyeksikan mencapai 6.186 liter per detik, dengan kebutuhan 5.681 liter per detik, sehingga tersedia surplus 505 liter per detik. Pada 2032, kapasitas diproyeksikan mencapai 9.876 liter per detik, dibandingkan kebutuhan 6.672 liter per detik, menghasilkan surplus 3.204 liter per detik.
Proyeksi tersebut bergantung pada terlaksananya seluruh program dan kontribusi swasta. Ketersediaan air baku harus didukung kemampuan pengolahan, jaringan distribusi, pengurangan kebocoran, serta keandalan pompa dan listrik. Surplus dalam neraca harus sampai ke keran warga.
Pelaksanaan semua itu membutuhkan kepercayaan publik. Ketidaksukaan kepada BP Batam jangan menghilangkan arti capaian. Sebaliknya, dukungan kepada BP Batam jangan membuat keluhan masyarakat dikecilkan. Ketidaksukaan tidak boleh menghapus fakta. Dukungan tidak boleh menghapus tanggung jawab.
Sebagai bagian dari pimpinan BP Batam, saya ikut memikul tanggung jawab tersebut. Hadiah terbaik pada usia ke-55 adalah perbaikan yang dirasakan dan kemajuan yang dapat diperiksa. Keluhan membutuhkan tindak lanjut, proyek memerlukan kepastian penyelesaian, dan masyarakat berhak mengetahui perkembangannya.
Mari kita satukan langkah mewujudkan Batam Maju: investasi melonjak, lapangan kerja meluas, pelayanan semakin andal, dan setiap keluarga merasakan manfaat pembangunan.
Selamat HUT ke-55 BP Batam.
Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.
Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.
Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).
Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam.
Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.
Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.
“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.
Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.
Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan.
“NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya,” jelas Idul.
BP Batam menggelar donor darah dan pemeriksaan gula darah secara serempak di Batam dan Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bakti BP Batam ke-55, Rabu (21/10/2026).
Mengusung semangat “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, kegiatan yang diikuti pegawai BP Batam ini berlangsung di Balairungsari BP Batam serta Kantor Penghubung BP Batam Jakarta. Pelaksanaan di kedua lokasi tersebut memberikan kesempatan bagi pegawai untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan sekaligus memeriksakan kesehatan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir dalam pelaksanaan kegiatan di Batam. Selain meninjau proses donor darah, Amsakar juga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian BP Batam untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui donor darah, para pegawai dapat berkontribusi membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan.
“Momentum Hari Bakti BP Batam ke-55 ini kita manfaatkan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui donor darah, kita dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengajak seluruh pegawai untuk memperhatikan kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala,” ujar Amsakar.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga berkesempatan hadir untuk meninjau pelaksanaan kegiatan sekaligus mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Pegawai yang sehat dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan dengan lebih baik. Mari manfaatkan pemeriksaan ini untuk lebih mengenali kondisi kesehatan kita dan membiasakan pola hidup sehat dalam keseharian,” ungkap Li Claudia.
Pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pegawai untuk lebih memperhatikan kesehatannya di tengah kesibukan menjalankan tugas. Sementara itu, keterlibatan dalam donor darah menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan BP Batam.
Hadir pula Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano; Kepala Biro Keuangan, Siswanto; Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi, Dendi Gustinandar; Direktur Badan Usaha Pemanfaatan Aset, Djohan Effendy; Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi, Irfan Syakir Widyasa; serta Direktur Rumah Sakit BP Batam, Tanto Budiharto.
Badan Pengusahaan (BP) Batam mengunjungi Kantor Dewan Pers di Jakarta untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam mendukung upaya mewujudkan tata kelola jurnalisme yang baik dan profesional, Rabu (21/10/2026).
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa pertemuan ini membahas beberapa aspek penting. Selain peranan insan pers sebagai mitra strategis pemerintah, lanjutnya, diskusi bersama Dewan Pers tersebut juga membahas soal tantangan kemitraan media di tengah perkembangan teknologi dan disrupsi informasi saat ini.
“Bagi BP Batam, insan pers merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan yang akurat dan kredibel kepada masyarakat. Kami tentunya berharap jurnalisme di Batam terus tumbuh secara profesional dan berkualitas. Karena itu, sinergi dengan Dewan Pers menjadi langkah penting untuk memperkuat kemitraan sekaligus mendorong peningkatan literasi informasi publik,” ujarnya.
Ia menegaskan, BP Batam pada prinsipnya selalu membuka ruang untuk kolaborasi yang konstruktif sehingga jurnalisme di Batam dapat terus tumbuh dan berkembang. Upaya tersebut tentunya perlu disertai komitmen bersama terhadap asas profesionalisme, kepatuhan pada ketentuan hukum, serta peningkatan literasi publik.
Seiring dengan perkembangan Kota Batam, Ariastuty menilai pers memiliki peran penting dalam menjembatani informasi pembangunan dengan kebutuhan masyarakat. Pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dinamika pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan publik.
“Kami selalu siap untuk berkolaborasi dan menghormati tugas-tugas jurnalistik. Semoga hasil diskusi kami dengan Dewan Pers dapat memberikan manfaat terhadap ekosistem media di Batam,” ujar Ariastuty lagi.
Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, turut menekankan pentingnya profesionalisme pers dalam menghadapi disrupsi informasi.
Kepatuhan terhadap Undang-Undang (UU) Pers dan kode etik jurnalistik, lanjutnya, menjadi landasan penting untuk menjaga kualitas pemberitaan, kepercayaan publik, serta keberlangsungan industri media.
“Pers harus profesional dengan memegang teguh dua hal tadi, UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pada prinsipnya, penyampaian informasi publik itu tetap ada mekanismenya dan ini yang perlu kita perhatikan bersama,” tegas Totok.
Melalui pertemuan ini, BP Batam berharap sinergi dengan Dewan Pers dapat terus terjalin untuk mendukung pertumbuhan pers yang profesional dan berkualitas. Kolaborasi yang konstruktif antara pemerintah dan insan pers diharapkan turut memperkuat literasi informasi, memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang kredibel, serta mendukung pembangunan Kota Batam yang semakin terbuka dan informatif.
Batam, 21 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Global Breast Cancer Awareness Month yang berlangsung setiap Oktober, empat properti HARRIS Hotels di Batam berkolaborasi dengan FIT HUB Batam Center menyelenggarakan kegiatan Hatha Yoga sebagai bagian dari kampanye ASR for PINKtober 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara sekaligus mengajak komunitas menjalani gaya hidup sehat melalui aktivitas kebugaran yang positif dan inklusif.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 20.00–22.00 WIB di FIT HUB Batam Center, Kompleks Raffles City, Batam, melibatkan HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, dan HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam. Kolaborasi ini mempertemukan industri perhotelan dan komunitas kebugaran dalam sebuah kegiatan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mengangkat pentingnya kepedulian terhadap sesama.
Mengusung semangat Global Breast Cancer Awareness Month, kegiatan Hatha Yoga ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk bergerak aktif, menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran, serta menunjukkan dukungan terhadap penyintas dan komunitas yang terdampak kanker payudara. Melalui aktivitas yang mudah diikuti dan suasana yang hangat, para peserta diajak menjadikan kebugaran sebagai bagian dari keseharian sekaligus memperkuat pesan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui langkah sederhana bersama-sama.
Kampanye ASR for PINKtober merupakan inisiatif dari The Ascott Limited yang mengajak properti-properti di bawah naungannya untuk berpartisipasi dalam Global Breast Cancer Awareness Month. Kampanye ini selaras dengan semangat Ascott CARES, khususnya pilar Community dan Respect, yang mendorong kepedulian terhadap masyarakat, kesejahteraan, dan kebersamaan. Berbagai aktivitas wellness, penggunaan atribut berwarna pink, serta inisiatif tanggung jawab sosial menjadi bagian dari upaya untuk memperluas dampak positif kampanye ini.
Mengajak Masyarakat Bergerak Bersama dalam Balutan Pink
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi tanpa dikenakan biaya. Peserta berasal dari anggota FIT HUB maupun masyarakat umum, sehingga kegiatan ini terbuka bagi berbagai kalangan yang ingin mencoba pengalaman Hatha Yoga sekaligus mendukung kampanye kesadaran kanker payudara.
Untuk memperkuat pesan PINKtober, seluruh peserta diajak mengenakan pakaian berwarna pink sebagai simbol solidaritas dan dukungan terhadap kesadaran kanker payudara. Nuansa pink yang hadir sepanjang acara menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan dan dukungan emosional merupakan bagian penting dalam membangun komunitas yang lebih peduli.
Selain sesi yoga, acara juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan yang menambah semangat kebersamaan. Penghargaan untuk peserta dengan kostum terbaik diberikan kepada peserta yang tampil paling menarik dan kreatif dalam menginterpretasikan tema pink. Sementara itu, sesi lucky draw turut memeriahkan acara dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membawa pulang hadiah menarik.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan peserta setelah beraktivitas, keempat properti HARRIS Hotels di Batam juga menyiapkan makanan ringan dan minuman sehat. Penyediaan healthy snacks and drinks ini menjadi bagian dari pengalaman wellness yang dihadirkan, sekaligus mendukung pesan kampanye mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui kebiasaan sehari-hari.
Kepedulian yang Berlanjut Melalui Aksi Sosial
Komitmen keempat properti HARRIS Hotels di Batam tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan kebugaran. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), keempat hotel juga memberikan donasi kepada Yayasan Cancer Information and Support Center (CISC) Batam sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas yang berkaitan dengan kepedulian kanker.
Inisiatif ini mencerminkan semangat ASR for PINKtober untuk memperluas dampak kampanye, tidak hanya melalui kegiatan yang melibatkan peserta secara langsung, tetapi juga melalui dukungan nyata kepada komunitas lokal. Dengan menggabungkan aktivitas wellness dan kontribusi sosial, kampanye ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap kanker payudara membutuhkan perhatian yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan FIT HUB Batam Center, HARRIS Hotels ingin menunjukkan bahwa hotel tidak hanya berperan sebagai penyedia akomodasi dan pengalaman menginap, tetapi juga dapat menjadi bagian aktif dari masyarakat. Sinergi lintas industri ini membuka ruang bagi komunitas untuk berkumpul, berbagi energi positif, dan bersama-sama mendukung gerakan yang membawa manfaat lebih luas.
Membangun Kebiasaan Sehat dan Budaya Peduli
Penyelenggaraan Hatha Yoga dalam rangka ASR for PINKtober 2026 menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan gaya hidup sehat dengan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, HARRIS Hotels di Batam berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk meluangkan waktu bagi kesehatan diri sekaligus menunjukkan dukungan kepada mereka yang menghadapi tantangan kesehatan.
Pesan utama yang ingin disampaikan sederhana: kepedulian dapat dimulai dari diri sendiri, dari kebiasaan menjaga kesehatan, hingga tindakan nyata untuk membantu komunitas. Dengan semangat kebersamaan, penggunaan warna pink menjadi lebih dari sekadar simbol, melainkan representasi dukungan, harapan, dan solidaritas.
Ke depan, kolaborasi antara HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam, dan FIT HUB Batam Center diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif positif di Batam. Melalui semangat ASR for PINKtober dan nilai-nilai Ascott CARES, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak berarti bagi masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam, dan FIT HUB Batam Center diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif positif di Batam.
General Manager HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam, Ryan Damanik, menyampaikan, "Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor industri hospitality dan kebugaran dapat berjalan bergandengan tangan untuk mendukung gerakan sosial yang berdampak nyata. Kami berharap semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di bulan Oktober, tetapi terus tumbuh menjadi budaya kepedulian yang menginspirasi masyarakat Batam."
Melalui semangat ASR for PINKtober dan nilai-nilai Ascott CARES, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak berarti bagi masyarakat.
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menjemput peluang investasi baru dari Korea Selatan melalui South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan dengan KBRI Seoul, pada Rabu (21/10/2026).
Langkah ini memperkuat momentum lonjakan investasi Korea Selatan di Batam, terutama pada infrastruktur dan konektivitas.
Agenda tersebut dihadiri oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara BP Batam, Kurnia Budi.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, realisasi investasi Korea Selatan di Kota Batam pada semester I 2026 mencapai Rp1,175 triliun atau sekitar USD65,1 juta.
Nilai tersebut mencapai 34,1 kali realisasi sepanjang 2025 sebesar Rp34,41 miliar, serta tumbuh 4.169,8 persen dibandingkan semester I 2025.
Capaian itu menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam, dengan kontribusi 6,60 persen terhadap total penanaman modal asing.
Profil investasinya juga mengalami pergeseran. Pada 2025, investasi Korea Selatan tersebar pada sektor perikanan, alat transportasi, mesin dan elektronik, serta kimia dan farmasi. Pada semester I 2026, sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.
Momentum tersebut menjadi bekal Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menjadi pembicara dalam South Korea Aero Summit pada 21–22 Oktober 2026. Ia memperkenalkan peluang industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.
“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Fary.
Menurutnya, pengembangan Hang Nadim perlu terhubung dengan kawasan industri dan rantai pasok global, yang didukung dengan kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan kepercayaan investor menjadi fondasi untuk menarik investasi berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, delegasi BP Batam juga bertemu dengan KBRI Seoul dan diterima Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana. Pertemuan ini dikhususkan untuk mengidentifikasi perusahaan Korea yang berpotensi berekspansi, memfasilitasi pertemuan bisnis, serta mendorong kunjungan calon investor ke Batam.
Peluang tersebut didorong untuk memaksimalkan status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, yang juga memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus, dan 31 kawasan industri. Sektor yang dibidik juga tidak main-main, yakni mencakup elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, serta teknologi digital.
Rangkaian kunjungan pada 20–24 Oktober 2026 juga mencakup pembelajaran pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon, dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem Hang Nadim sekaligus mengubah jejaring internasional menjadi proyek konkret, penguatan industri, dan peluang kerja bagi masyarakat Batam.
BP Batam — Investasi Maju, Batam Melaju.
Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Rakornas TPAKD 2026
Jakarta, 22 Oktober 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi capaian program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah hadir di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Melalui berbagai program pembiayaan yang menjangkau jutaan masyarakat, TPAKD terus berperan dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir dalam Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis menyampaikan penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam membangun TPAKD di seluruh daerah.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini,” tuturnya. Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan keberadaan TPAKD yang telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia sebagai capaian program yang penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat. “Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, ya. Dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat penyaluran kurang lebih Rp64 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya,” kata Presiden. Presiden menekankan akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program yang telah dijalankan sejumlah kementerian dan lembaga. “Saudara-saudara sekalian, garis ekonomi kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat, bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan, ini garis kita, ini strategi kita,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana penyaluran pembiayaan sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang yang ditujukan bagi petani, nelayan, masyarakat di perdesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Presiden dalam kesempatan itu juga meresmikan terbentuknya Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42/2026 bertugas dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga pada tiga indikator yaitu ketahanan kebutuhan keuangan yang berkualitas, ketahanan menghadapi guncangan dan rasa aman mengelola keuangan. Sejalan Asta Cita Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa program TPAKD mendukung program Asta Cita Pemerintah serta sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025– 2045, yakni memperluas akses keuangan masyarakat sebagai upaya mendorong pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dan hari ini Bapak, kami menyelenggarakan Rakornas TPAKD. Dapat kami laporkan kepada Bapak bahwa ini adalah mendukung Asta Cita Bapak, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini kita sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia,” ujar Friderica. Lebih lanjut, Friderica mengatakan bahwa hasil kerja sama yang sangat baik antara pemerintah, OJK, BI, dan seluruh pemerintah daerah, kabupaten dan kota di Indonesia telah meningkatkan manfaat dalam skala penyaluran pembiayaan kepada debitur melalui beberapa program unggulan TPAKD. “Hasilnya sangat nyata bisa kita lihat di sini bahwa beberapa program unggulan kita, Bapak, yaitu adalah program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur, kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur,” kata Friderica. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah akan terus mengembangkan program TPAKD yang terbukti memiliki peran penting dalam memperluas pembiayaan masyakat di daerah termasuk dengan membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK).
Dalam kesempatan ini, Airlangga menyampaikan terima kasih atas persetujuan Presiden Republik Indonesia mengubah Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42/2026. Menurut Airlangga, perubahan Dewan Nasional Keuangan Inklusif menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan menandai pergeseran orientasi kebijakan, dari yang semula berfokus pada inklusi keuangan melalui kepemilikan rekening menjadi indikator peningkatan kesejahteraan keuangan keluarga. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa keluarga merupakan unit ekonomi terkecil dalam masyarakat yang perlu menjadi fokus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. OJK bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026. Mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam memperluas akses keuangan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rakornas TPAKD 2026 juga dihadiri sejumlah Menteri dan pimpinan Lembaga serta sejumlah kepala daerah, pimpinan industri jasa keuangan, serta perwakilan masyarakat penerima manfaat program TPAKD dari berbagai daerah di Indonesia. TPAKD Hadir di Seluruh Indonesia, Dorong Akses Keuangan yang Lebih Merata Saat ini, TPAKD telah terbentuk di seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan total 552 TPAKD di Indonesia. Keberadaan TPAKD menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan, serta mengembangkan program yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah. Berbagai program TPAKD telah menunjukkan capaian konkret dalam memperluas akses keuangan masyarakat, antara lain:
• Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) telah menyalurkan kredit sebesar Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur.
• Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.
• Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai 59,36 juta rekening, setara dengan 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia.
• Laku Pandai telah menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta masyarakat masuk ke dalam sistem keuangan formal, sekaligus mendukung penyaluran bantuan pemerintah.
Selain itu, hingga 2026, OJK telah melaksanakan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa. Program ini mengintegrasikan literasi keuangan, digitalisasi transaksi, pencocokan usaha dengan sumber pembiayaan (business matching), pendampingan usaha, dan pemasaran produk unggulan perdesaan. Pelaksanaan program EKI telah menghasilkan pembukaan lebih dari 174 ribu rekening tabungan, pembentukan 455 agen Laku Pandai, serta penyaluran kredit atau pembiayaan kepada lebih dari 18 ribu debitur. Program ini juga mendorong perluasan akses investasi, asuransi, jaminan sosial ketenagakerjaan, dan digitalisasi transaksi bagi pelaku UMKM. TPAKD juga didorong untuk bersinergi dengan program prioritas pemerintah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, peternak, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha lokal agar dapat berpartisipasi dalam rantai pasok, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas peran OJK dalam mengoordinasikan percepatan akses keuangan di daerah melalui TPAKD. Menurutnya, kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas TPAKD 2026 menunjukkan perhatian besar Pemerintah terhadap upaya memperluas akses keuangan masyarakat sebagai bagian dari penguatan pembangunan ekonomi daerah. “Bapak Presiden berkenan hadir langsung di acara ini di tengah kesibukan beliau. Artinya memberikan perhatian yang sangat penting kepada program ini untuk percepatan akses keuangan daerah,” ujar Tito. Tito juga menegaskan komitmen Pemerintah untuk melanjutkan pemberian insentif fiskal kepada pemerintah daerah sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan kinerja dan inovasi pembangunan daerah. Insentif tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Pemerintah dalam memperkuat motivasi daerah untuk meningkatkan capaian pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran Kredit Rp53,15 Triliun kepada Lebih dari 2,1 Juta Debitur Sebagai wujud nyata perluasan akses pembiayaan produktif, selama periode Agustus hingga Oktober 2026 telah disalurkan kredit sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur. Capaian tersebut mencerminkan kolaborasi sektor jasa keuangan dan TPAKD dalam membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat, memperkuat aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dalam Rakornas TPAKD 2026, juga dilaksanakan penyerahan akad kredit atau pembiayaan secara simbolis oleh Presiden Prabowo kepada perwakilan penerima manfaat program TPAKD sebagai bentuk konkret dukungan industri jasa keuangan terhadap pengembangan usaha masyarakat. Pembentukan DNKK Perkuat Strategi Nasional Kesejahteraan Keuangan Pemerintah secara resmi membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan pelaksanaan strategi nasional dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat.
Pembentukan DNKK merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia mengenai perlunya strategi nasional yang lebih terstruktur dan terintegrasi, sekaligus pelaksanaan amanat Pasal 226 ayat (2) Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). DNKK memperkuat strategi nasional kesejahteraan keuangan sekaligus menyempurnakan berbagai upaya yang sebelumnya dijalankan melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Presiden Republik Indonesia memimpin langsung DNKK, dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Harian serta OJK, Bank Indonesia, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri sebagai Wakil Ketua Harian. Sejalan dengan penguatan strategi nasional tersebut, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) memiliki peran semakin strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan berbagai program kesejahteraan keuangan di daerah.
Melalui pendekatan ini, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah rekening atau perluasan akses pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, memenuhi kebutuhan hidup, mengembangkan usaha, menghadapi risiko keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan. TPAKD Award 2026, Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan inovasi pemerintah daerah, Rakornas TPAKD 2026 juga menjadi momentum pemberian TPAKD Award 2026 kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam mendorong perluasan akses keuangan. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu inovasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan mendorong replikasi praktik baik antardaerah dalam meningkatkan akses keuangan masyarakat.
TPAKD Award 2026 diberikan kepada 5 TPAKD tingkat provinsi, 5 TPAKD tingkat Kabupaten, dan 5 TPAKD tingkat Kota yang dinilai telah berhasil mengimplementasikan program perluasan akses keuangan di daerah. TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera : Provinsi Sumatera Selatan Wilayah Jawa-Bali : Provinsi DKI Jakarta Wilayah Kalimantan : Provinsi Kalimantan Barat Wilayah Sulawesi : Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua : Provinsi Maluku TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera : Kabupaten Deli Serdang Wilayah Jawa-Bali : Kabupaten Bantul Wilayah Kalimantan : Kabupaten Tabalong Wilayah Sulawesi : Kabupaten Kepulauan Selayar Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua : Kabupaten Lombok Timur TPAKD Terbaik Tingkat Kota Wilayah Sumatera : Kota Metro Wilayah Jawa-Bali : Kota Surabaya Wilayah Kalimantan : Kota Pontianak Wilayah Sulawesi : Kota Palu Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Biro Sumber Daya Manusia bekerja sama dengan LPK Bhakti Tidar Nusantara menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP K3 Konstruksi, K3 Lingkungan, dan K3 Listrik di Hotel Santika, Senin (19/10/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Perencanaan, Pengembangan dan Administrasi SDM, Santo Prastowo, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pegawai dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam sambutannya, Santo menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman pegawai terhadap prinsip K3 serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam pelaksanaan tugas.
Menurutnya, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing.
“Seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga mendukung peningkatan kinerja organisasi,” ujar Santo.
Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai risiko pekerjaan, penerapan standar keselamatan kerja, serta penggunaan alat pelindung diri untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan yang aman dan efektif.
Melalui pembelajaran pada bidang konstruksi, lingkungan, dan listrik, peserta diharapkan semakin mampu mengenali potensi bahaya serta melakukan langkah pencegahan sesuai karakteristik pekerjaannya.
Santo juga berharap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan para narasumber dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kerja sekaligus meminimalkan risiko yang berpotensi mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas.
Upaya pengembangan kompetensi tersebut sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme pegawai untuk mendukung kinerja serta pelayanan BP Batam.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, BP Batam terus mendorong penerapan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan, sehingga manfaat pengembangan kompetensi pegawai dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi.
Batam – Polda Kepulauan Riau menerima tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam kegiatan taklimat awal pemeriksaan kinerja di Rupatama Polda Kepri, Kamis (22/10/2026). Pemeriksaan tersebut mencakup efektivitas pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) fungsi lalu lintas dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2025 hingga Semester I Tahun 2026.
Kegiatan dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Kepri, pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta tim pemeriksa BPK RI.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri menyampaikan bahwa pemeriksaan kinerja merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan memastikan pelaksanaan tugas kepolisian serta pengelolaan keuangan negara berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Polda Kepri mendukung penuh pelaksanaan pemeriksaan ini sebagai wujud komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan PNBP dan dukungan anggaran dilaksanakan secara tertib, cermat, transparan, serta sesuai dengan peruntukannya,” ujar Kapolda Kepri.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh jajaran dalam mendukung proses pemeriksaan serta menjadikan hasilnya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian.
Pemeriksaan kinerja tersebut meliputi efektivitas pengelolaan PNBP fungsi lalu lintas serta efektivitas penegakan hukum dalam penanganan TPPO. Kedua aspek tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian, kepastian hukum, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk mendukung pengawasan secara profesional dan menjadikan evaluasi sebagai bagian dari upaya peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta kualitas pelayanan publik.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polda Kepri terus mendukung penguatan pengawasan dan tata kelola organisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel.
