super me
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam di Balairungsari, Gedung Bida Utama BP Batam, Batam Centre, Kamis (30/4).
Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi antar pelaku usaha dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Batam.
Amsakar Achmad dalam sambutannya, menekankan, bahwa Kadin memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya menjembatani kepentingan pelaku usaha, tetapi juga menghadirkan gagasan-gagasan progresif yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, tentu kita mengharapkan Kadin Batam tampil dengan performa yang membanggakan, dengan ide-ide yang mampu menggesa dan memberikan percepatan bagi pembangunan Kota Batam, Kepri, bahkan Indonesia. Karena itu, kami sangat berbahagia atas momen konsolidasi persatuan yang dilaksanakan hari ini,” ujar Amsakar.
Lebih lanjut, Amsakar meyebutkan capaian kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat meningkat dari 6,69 persen Tahun 2024 menjadi 6,76 persen Tahun 2025, konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Di sektor investasi, realisasi juga melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp 60 triliun Tahun 2025, Batam berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 69,3 triliun atau mencapai 115,5 persen. Sementara itu, pada Triwulan I Tahun 2026, nilai investasi menunjukkan lonjakan signifikan hampir 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari sekitar Rp 8 triliun menjadi Rp17,4 triliun.
“Capaian ini menandakan bahwa tata kelola yang kita lakukan sudah berada pada jalur yang tepat. Ini juga menunjukkan adanya dukungan signifikan dari para pelaku usaha terhadap kebijakan yang kita jalankan,” jelasnya.
Menariknya, komposisi investasi tersebut dikatakan, menunjukkan keseimbangan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang mencerminkan semakin kuatnya peran pelaku usaha nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Amsakar optimistis, dengan tren tersebut, pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan I Tahun 2026 berpotensi mendekati angka 7 persen, meningkat tajam dari 5,17 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ia meyakini, peran aktif Kadin dalam mewarnai geliat ekonomi akan semakin memperkuat capaian tersebut ke depan.
“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar implementatif. Memperkuat kebersamaan jauh lebih baik,” tegasnya.
Menutup arahannya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan musyawarah konsolidasi persatuan tersebut serta berharap Kadin Batam dapat memperkuat sinergi dengan BP Batam dan Pemerintah Kota.
“Atas nama BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas musyawarah konsolidasi persatuan ini. Kami berharap Kadin dapat terus bekerja sama dalam mendukung kebijakan yang telah dirancang, sekaligus memberikan masukan yang konstruktif, khususnya dalam pengelolaan investasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis; Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait; Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan Ham Kadin Indonesia, M. Aziz Syamsudin; Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan E.N. Rotorasiko dan Ketua Kadin Kepri, Mustava.
Nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar, atau turun 3,67 persen (year-on-year). Namun, koreksi tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan terkonsentrasi pada dua sektor utama, yaitu industri kapal dan kokoa/coklat.
Penurunan terbesar berasal dari ekspor kapal yang turun sekitar US$433,65 juta, serta ekspor kokoa/coklat yang turun sekitar US$91,23 juta. Konsentrasi penurunan ini menunjukkan bahwa pelemahan ekspor Batam lebih dipicu oleh koreksi pada sektor tertentu, bukan penurunan menyeluruh pada basis industri.
Untuk memastikan akar tekanan, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, melakukan peninjauan langsung dan dialog dengan pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan saat ini didominasi oleh faktor eksternal.
Dari kunjuangan ini, Ia mendapati pada sektor kapal, penurunan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya, ditambah sensitivitas terhadap harga energi dan dinamika geopolitik.
Sementara pada sektor kokoa/coklat, produksi tetap berjalan, namun realisasi ekspor melambat akibat kenaikan biaya bahan baku, logistik, serta kehati-hatian pasar global.
“Data menunjukkan bahwa koreksi ekspor Batam tidak bersifat menyeluruh, tetapi spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang kami siapkan juga harus presisi, dengan memahami sumber tekanan secara langsung di lapangan,” ujar Fary.
BP Batam menegaskan akan mengambil langkah intervensi terarah, melalui penguatan komunikasi dengan dunia usaha, percepatan penanganan hambatan logistik dan biaya, serta koordinasi lintas instansi untuk merespons faktor eksternal yang memengaruhi kinerja ekspor.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga daya tahan sektor yang sedang tertekan, sekaligus memperkuat sektor lain yang tetap tumbuh sebagai penopang utama ekspor Batam.
Namun demikian, sejumlah komoditas utama lainnya justru menunjukkan kinerja yang positif. Sektor minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik mengalami peningkatan, dengan kontribusi terbesar berasal dari mesin dan listrik yang naik sekitar 309 juta USD. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekspor Batam masih kuat dan ditopang oleh sektor industri manufaktur berteknologi.
Secara keseluruhan, kinerja ekspor Batam tetap solid, adaptif, dan memiliki daya tahan yang baik di tengah tantangan global.
Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) tancap gas mendorong kualitas pelayanan dan tata kelola institusi melalui kegiatan benchmarking dan studi banding ke Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis RSBP Batam dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan, khususnya dalam aspek pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), pengembangan rumah sakit pendidikan, serta transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto menyampaikan bahwa kunjungan ini difokuskan pada penggalian praktik-praktik yang dapat diadaptasi secara langsung guna meningkatkan kinerja layanan dan efisiensi operasional rumah sakit.
“Kami menitikberatkan pada hal-hal yang aplikatif dan berdampak langsung, terutama dalam penguatan manajemen layanan, efisiensi biaya, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Melalui kegiatan benchmarking ini, RSBP Batam memperoleh sejumlah manfaat konkret yang akan menjadi dasar penguatan sistem internal, antara lain :
- Penguatan Pengelolaan BLU Berbasis Kinerja
Pendekatan ini menjadi referensi dalam meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengurangi mutu layanan. - Optimalisasi Pendapatan Layanan
Membuka peluang penguatan strategi peningkatan pendapatan melalui optimalisasi layanan serta pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asuransi kesehatan. - Perbaikan Manajemen Layanan Pasien
Pengendalian lama rawat dan perencanaan layanan pasien secara lebih terstruktur, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan efisiensi biaya. - Percepatan Transformasi Digital (SIMRS)
Memperkuat sistem digital yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan kecepatan layanan kepada pasien. - Penguatan Peran sebagai Rumah Sakit Pendidikan
Gambaran konkret mengenai tata kelola rumah sakit pendidikan, termasuk koordinasi dengan institusi akademik dan pengelolaan kegiatan klinis. - Penyusunan Rencana Aksi Implementatif
Identifikasi langkah-langkah cepat (quick wins) yang dapat segera diimplementasikan di lingkungan RSBP Batam.
Kegiatan benchmarking ini juga diisi dengan pemaparan profil rumah sakit, diskusi interaktif, serta pertukaran pengalaman antar kedua institusi .
RSBP Batam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melakukan transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperoleh pembelajaran, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperkuat sistem yang ada serta mendorong peningkatan kinerja layanan secara menyeluruh,” tutup Direktur RSBP Batam.
Dalam upaya menghadirkan pengalaman menginap dan bersantap yang semakin berkesan, Hotel Santika Batam memperkenalkan dua promo kuliner terbaru yang mengangkat kekayaan cita rasa Indonesia serta suasana kebersamaan yang hangat, yaitu Lunch Buffet “Jelajah Nusantara” dan Angkringan & BBQ Night.
Mengusung konsep kuliner yang beragam dan autentik, kedua program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Batam akan pilihan bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda setiap minggunya.
????️ Jelajah Nusantara – Lunch Buffet
Mengusung konsep kekayaan cita rasa Indonesia, Lunch Buffet “Jelajah Nusantara” menghadirkan menu autentik dari berbagai daerah yang berotasi setiap minggu, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali–Lombok, hingga Sulawesi.
Para tamu dapat menikmati beragam hidangan khas Nusantara dalam satu waktu dengan suasana nyaman dan pelayanan khas Santika.
- Harga: Rp110.000 nett/pax
- Waktu: Setiap hari Jumat
- Jam: 11.30 – 14.00 WIB
???? Angkringan & BBQ Night
Untuk pengalaman santai di akhir pekan, Angkringan & BBQ Night hadir dengan konsep kasual yang hangat, cocok untuk berkumpul bersama teman, keluarga, maupun rekan kerja.
Tamu dapat menikmati pilihan menu angkringan hingga sajian BBQ yang lezat dengan dua pilihan paket harga yang fleksibel.
- Harga: Rp65.000 & Rp100.000
- Waktu: Setiap hari Sabtu
- Jam: 18.00 – 21.00 WIB
Melalui kedua program ini, Hotel Santika Batam terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi kuliner yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga berkualitas dan berkesan.
Dengan mengangkat kekayaan kuliner Indonesia serta menghadirkan suasana yang nyaman dan pelayanan yang ramah, hotel ini berharap dapat menjadi destinasi pilihan bagi masyarakat Batam untuk menikmati momen kebersamaan yang istimewa.
Wakil Kepala BP Batam/Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan tidak akan menoleransi bagi siapapun yang melakukan praktik pengerukan pasir secara ilegal. Hal ini, merupakan upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan dari kerusakan.
“BP Batam dan Pemko Batam sedang bekerja memperbaiki dan membenahi masalah lingkungan yang selalu dikeluhkan masyarakat. Dari masalah sampah, banjiir dan kegiatan-kegiatan ilegal yang akan membahayakan kondisi lingkungan Kota Batam di masa depan. Oleh karena itu, setiap pelanggaran aturan yang makin memperburuk kondisi lingkungan akan kami tindak,” tegas Li Claudia, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, saat dalam perjalanan ke Bandara Hang Nadim, LI Claudia mendapati sekelompok warga sedang mengeruk pasir secara ilegal di pinggir jalan. LI Claudia langsung menghentikan kegiatan tersebut dan meminta polisi memproses hukum pelaku.
Li Claudia mengatakan, pengambilan tanah atau pasir secara sembarangan dapat menyebabkan pergeseran tanah, merusak badan jalan, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Dalam memperbaiki lingkungan, pemerintah saat ini melakukan upaya secara internal dan eksternal. Dimana, penindakan secara eksternal dilakukan dengan cara menindak langsung pengerukan pasir di lapangan. Baik itu personal maupun badan usaha.
Hingga saat ini, telah banyak perusahaan besar yang diberi peringatan keras, bahkan sampai pada tahap pencabutan izin karena diketahui melanggar aturan dan perizinan tentang lingkungan.
Sementara melalui internal, BP Batam dan Pemko Batam saat ini tengah membenahi sistem dan aturan perizinan serta tata kelola lingkungan hidup. Dalam konteks ini, juga dilakukan penegakan hukum dan pemberian sanksi kepada setiap pegawai yang melakukan pelanggaran, seperti pembiaran atau bahkan terlibat dalam legiatan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Tidak ada pengecualian. Setiap pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai aturan yang ada. Baik itu dilakukan oleh pegawai pemerintah, pengusaha, maupun warga biasa. Semua sama di mata hukum,” tegas Li Claudia.
Li Claudia menegaskan, semua yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menjamin keselamatan warga dan meningkatkan kualitas hidup warga Batam. “Karena ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” katanya.
Li Claudia menambahkan, Batam adalah kota metropolitan yang heterogen dan toleran. Batam terbuka bagi siapa saja. Setiap warga negara Indonesia berhak tinggal dan mencari kehidupan di Batam. Namun, di sisi lain, setiap warga juga memikul kewajiban untuk mentaati hukum dan aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.
“Kami tidak melarang orang datang ke Batam. Tapi mari sama-sama kita jaga Batam dengan mentaati aturan yang ada,” tutupnya.
Batam, 30 April 2026. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Lansia yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2026 mendatang, Manajemen Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence bekerjasama dengan Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota mengadakan Senam Sehat Lansia serta Pengecekan Kesehatan secara cuma-cuma untuk para lansia yang tinggal di Tanjung Uma, khususnya RT 1, RT 2 & RT 3 pada hari Selasa, 28 April 2026 pukul 08.00 – 11.30 WIB.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Bapak Rizal selaku Corporate General Manager Panbil Hospitality Group serta Ibu R. Nur Risna Guspriatin selaku Ketua RT 01 Tanjung Uma yang dalam hal ini mewakili Ketua RW 02 dan kemudian dilanjutkan dengan Senam Sehat Lansia yang dipimpin oleh tim dari YJI Yayasan Jantung Sehat / IPKJS Ikatan Pelatih Klub Jantung Sehat Cabang Kota Batam. Sebelum diadakan pengecekan kesehatan untuk para lansia, Tim dari RS Santa Elisabeth Batam Kota melakukan penyuluhan terkait dengan penjagaan kesehatan di masa tua termasuk kesehatan gigi. Para warga sangat antusias bertanya jawab dengan pihak Rumah Sakit.
Dilayani oleh para petugas kesehatan dari RS Elisabeth Kota Batam, sebanyak kurang lebih 60 orang lansia melakukan cek gula darah serta tensi / tekanan darah. Tak hanya itu, para warga juga diberi kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan langsung dengan Dr. Martyn Gouthama selama acara.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia dapat memperoleh manfaat nyata yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka. Inisiatif ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi lansia. Diharapkan, semangat dan pesan yang dibawa dalam kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lansia tetap dapat hidup sehat, mandiri, dan produktif.” ujar Rizal, di tengah-tengah kata sambutan yang diberikan.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sembako kepada para lansia yang hadir. Panbil Hospitality Group melalu Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence Serviced Apartment berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Batam melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berkelanjutan hingga akhir tahun
TIBAN - Siswa SMPN Batam menyambut antusias Penyuluhan Nilai-nilai Integritas, yang digelar Inspektorat Daerah Kota Batam, pada hari Senin-Selasa (20-21/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di dua sekolah, yakni di SMPN 20 Batam Tiban (hari Senin), dan SMPN 21 Batam, Batuaji (hari Selasa), dan diikuti 80 perwakilan siswa-siswi kelas VIII pada masing-masing sekolah.
Acara dibuka oleh Inspektur Daerah Kota Batam, yang diwakili oleh Auditor Ahli Madya Rianto, dan dihadiri oleh Kepala Seksi Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kota Batam Hafizan, serta kepala sekolah dan guru pendamping serta tim penyuluhan dari Inspektur Pembantu (Irban) III.

Acara ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman nilai-nilai integritas sejak dini. Integritas merupakan salah satu nilai penting yang harus dimiliki oleh setiap individu termasuk pelajar.
"Integritas dapat diartikan sebagai keselarasan antara nilai-nilai yang diyakini dan perilaku yang dijalankan," jelas Rianto, yang disambut takzim oleh peserta.
Selanjutnya, narasumber menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan karakter yang kuat.
Terdapat sembilan nilai-nilai integritas yang menjadi poin utama yang disampaikan dalam penyuluhan ini; yakni kejujuran, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kerja keras, sederhana, peduli, dan keberanian dalam mengambil sikap yang benar.
Menariknya lagi, kegiatan ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan nonton film-film pendek, game capacity building dan studi kasus yang relevan dengan kondisi nyata.
Spontan, para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan dan berbagi pengalaman, sehingga suasana menjadi lebih hidup dan komunikatif.
Hasil dari kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa akan pentingnya membangun karakter berintegritas sebagai bekal menuju masa depan yang gemilang.
Diharapkan, melalui penyuluhan ini lahir generasi penerus bangsa yang berkaraket kuat, berakhlak mulia, dan siap mewujudkan Indonesia .
Jakarta — Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri menyampaikan bahwa proses identifikasi terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi masih terus berjalan. Hingga saat ini, rumah sakit telah menerima 10 kantong jenazah sejak pukul 03.00 WIB.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah tersebut
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang tertimpa musibah kecelakaan kereta api di Bekasi,” ujarnya pada Selasa (28/04/2026) di RS Polri.
Ia menjelaskan, 10 jenazah yang diterima di RS Bhayangkara seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 keluarga telah melapor ke Posko Antemortem untuk menyampaikan laporan kehilangan anggota keluarga.
“Saat ini proses identifikasi masih terus berjalan. Kami bekerja sama dengan tim dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, dan Mabes Polri untuk mempercepat proses identifikasi terhadap para korban,” jelasnya.
Brigjen Pol Prima menerangkan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga korban dengan data postmortem dari jenazah. Setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi untuk memastikan kecocokan data dan menetapkan identitas korban secara resmi.
Ia juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan belum melapor agar segera datang ke Posko Antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri. Keluarga diminta membawa dokumen atau data pendukung, seperti foto korban yang memperlihatkan kondisi gigi, dokumen identitas, ijazah, atau dokumen lain yang memuat data sidik jari.
“Terkait kendala, ada beberapa jenazah yang saat pemeriksaan awal belum langsung keluar identitasnya. Hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lanjutan,” katanya.
Menurutnya, secara umum kondisi jenazah masih memungkinkan untuk dilakukan identifikasi. Namun, terdapat beberapa jenazah yang mengalami kerusakan pada bagian tubuh tertentu sehingga memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.
“Apabila proses pencocokan data antemortem dan postmortem telah selesai, kami akan segera merilis hasilnya secara resmi,” pungkasnya.
Wakil Kepala BP Batam/Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan tidak akan menoleransi bagi siapapun yang melakukan praktik pengerukan pasir secara ilegal. Hal ini, merupakan upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan dari kerusakan.
“BP Batam dan Pemko Batam sedang bekerja memperbaiki dan membenahi masalah lingkungan yang selalu dikeluhkan masyarakat. Dari masalah sampah, banjiir dan kegiatan-kegiatan ilegal yang akan membahayakan kondisi lingkungan Kota Batam di masa depan. Oleh karena itu, setiap pelanggaran aturan yang makin memperburuk kondisi lingkungan akan kami tindak,” tegas Li Claudia, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, saat dalam perjalanan ke Bandara Hang Nadim, LI Claudia mendapati sekelompok warga sedang mengeruk pasir secara ilegal di pinggir jalan. LI Claudia langsung menghentikan kegiatan tersebut dan meminta polisi memproses hukum pelaku.
Li Claudia mengatakan, pengambilan tanah atau pasir secara sembarangan dapat menyebabkan pergeseran tanah, merusak badan jalan, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Dalam memperbaiki lingkungan, pemerintah saat ini melakukan upaya secara internal dan eksternal. Dimana, penindakan secara eksternal dilakukan dengan cara menindak langsung pengerukan pasir di lapangan. Baik itu personal maupun badan usaha.
Hingga saat ini, telah banyak perusahaan besar yang diberi peringatan keras, bahkan sampai pada tahap pencabutan izin karena diketahui melanggar aturan dan perizinan tentang lingkungan.
Sementara melalui internal, BP Batam dan Pemko Batam saat ini tengah membenahi sistem dan aturan perizinan serta tata kelola lingkungan hidup. Dalam konteks ini, juga dilakukan penegakan hukum dan pemberian sanksi kepada setiap pegawai yang melakukan pelanggaran, seperti pembiaran atau bahkan terlibat dalam legiatan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Tidak ada pengecualian. Setiap pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai aturan yang ada. Baik itu dilakukan oleh pegawai pemerintah, pengusaha, maupun warga biasa. Semua sama di mata hukum,” tegas Li Claudia.
Li Claudia menegaskan, semua yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menjamin keselamatan warga dan meningkatkan kualitas hidup warga Batam. “Karena ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” katanya.
Li Claudia menambahkan, Batam adalah kota metropolitan yang heterogen dan toleran. Batam terbuka bagi siapa saja. Setiap warga negara Indonesia berhak tinggal dan mencari kehidupan di Batam. Namun, di sisi lain, setiap warga juga memikul kewajiban untuk mentaati hukum dan aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.
“Kami tidak melarang orang datang ke Batam. Tapi mari sama-sama kita jaga Batam dengan mentaati aturan yang ada,” tutupnya.
Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Kepala Kejati Kepri, J. Devy Sudarso di Aula Kejati Kepri, Tanjungpinang, Selasa (28/4).
Turut menyaksikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Anggota/Deputi Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain dan Asdatun Kejati Kepri, Riau Fauzal.
MoU tersebut mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya termasuk pendampingan, negoisasi dan mediasi.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah penting memperkuat sinergi kelembagaan khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di BP Batam,” kata Amsakar dalam sambutannya.
Menurut Amsakar, dalam melaksanakan pengelolaan dan pembangunan di KPBPB Batam, aspek kepastian hukum menjadi sangat krusial, untuk itu ia berharap MoU ini dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret dan implementatif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi kelembagaan, masyarakat, serta dunia usaha di Batam.
“Kehadiran Kejati Kepri sebagai mitra strategis sangat penting, tidak hanya dalam memberikan bantuan hukum dan pertimbangan hukum, tetapi juga dalam langkah-langkah preventif guna meminimalisir potensi permasalahan hukum di kemudian hari,” ujar Amsakar.
Sementara, Kajati Kepri J. Devy Sudarso mengapresiasi langkah proaktif BP Batam dalam menghadirkan tata kelola pemerintah yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
Ia menekankan, pihaknya selaku Jaksa Pengacara Negara, memiliki peran untuk memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, tindakan hukum lain dan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi permasalahan hukum.
Sebab itu, menurutnya, diperlukan pendampingan hukum yang profesional dan berintegritas guna mitigasi risiko hukum atas kebijakan dan tindakan yang diambil oleh BP Batam.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, sehingga kami dapat mendukung sepenuhnya upaya kepentingan hukum negara dalam pengelolaan kawasan oleh BP Batam demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” imbuh Devy.
Melalui sinergi ini, BP Batam dan Kejati Kepri optimis program pembangunan dan pengembangan kawasan Batam dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan kepastian hukum yang memadai.
