Live Streaming
super me

super me

Page 2 of 284

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, membantah tegas temuan Ombudsman RI terkait dugaan pungutan liar (pungli) serta penyediaan fasilitas mewah bagi warga binaan di lapas yang berlokasi di Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor tersebut. Bantahan ini disampaikan Wisnu saat mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto melakukan peninjauan pada Jumat (25/9/2026). Ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak ada di tempatnya dan meminta agar pihak yang menuding dapat menyampaikan bukti secara langsung.

Selain menampik isu pungli dan fasilitas mewah, Wisnu juga membantah tuduhan Ombudsman mengenai lemahnya standar pengamanan serta dugaan petugas yang sempat menghalangi tim sidak. Sebelumnya, pihak Ombudsman mengungkapkan bahwa kedatangan mereka pada Rabu (23/9/2026) sempat mendapat penolakan dan dibuat menunggu tanpa kejelasan selama setengah jam. Menanggapi hal tersebut, Wisnu menegaskan bahwa seluruh operasional di Lapas Cibinong telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jajarannya selalu bersikap kooperatif terhadap Ombudsman.

Pernyataan Kalapas ini berbanding terbalik dengan temuan Ombudsman RI saat menggelar sidak beberapa hari sebelumnya. Tim Ombudsman menemukan adanya area hunian berfasilitas lengkap dan mewah untuk warga binaan, bahkan menemukan minuman keras di dalam kulkas fasilitas tersebut. Tak hanya itu, Ombudsman juga mendapati aduan dari pengunjung atau keluarga narapidana yang mengaku dibebani pungli hingga Rp150.000 setiap minggunya, yang kini tengah ditindaklanjuti melalui investigasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Sumber: CNN indonesia

Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182 permohonan perizinan yang masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang periode 1 September 2025 hingga 20 September 2026. Permohonan tersebut mencakup 16 bidang layanan perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh proses pelayanan perizinan dilakukan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tercatat, sebanyak 423 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, sementara 284 permohonan belum memenuhi persyaratan, 276 dikembalikan untuk dilakukan perbaikan dan 199 masih dalam proses verifikasi.

“Data ini menunjukkan proses pelayanan perizinan terus berjalan. Setiap permohonan kami proses berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan, sehingga pemohon mendapatkan kepastian dalam setiap tahapan layanan,” kata Ariastuty di Batam Centre, Selasa (22/9).

Ia menjelaskan, data tersebut merupakan permohonan yang tercatat melalui OSS untuk 16 sektor di KPBPB Batam. Sementara itu, layanan perizinan melalui LMS dan IBOSS juga telah berjalan efektif dan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan BP Batam.

Jika dirinci berdasarkan jenis layanan, pada PKKPR Laut terdapat 18 permohonan yang telah ditangani atau diterbitkan, 222 belum memenuhi persyaratan, satu dikembalikan untuk diperbaiki dan 21 masih dalam proses verifikasi.

Pada layanan Persetujuan Lingkungan, yang mencakup SPPL, PL, AMDAL, serta UKL-UPL, sebanyak 144 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Sementara satu permohonan belum memenuhi persyaratan, 16 dikembalikan untuk diperbaiki dan 11 masih dalam proses verifikasi.

Untuk PPKH, sebanyak dua permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 26 belum memenuhi persyaratan dan sembilan masih dalam proses verifikasi.

Sementara, Perizinan Berusaha (PB), sebanyak 136 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Kemudian, 20 permohonan belum memenuhi persyaratan, 147 dikembalikan untuk diperbaiki dan 62 masih dalam proses verifikasi.

Adapun Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) mencatat 123 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 15 belum memenuhi persyaratan, 112 dikembalikan untuk diperbaiki dan 96 masih dalam proses verifikasi.

Menurut Ariastuty, data tersebut menunjukkan proses perizinan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas investasi dan kegiatan usaha di KPBPB Batam.

Lebih lanjut, dijelaskan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, BP Batam terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui berbagai insentif kebijakan dan penyederhanaan proses perizinan.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Batam melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian persoalan lahan, optimalisasi sektor-sektor strategis serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi.

Khusus regulasi perizinan, pemerintah pusat turut memperkuat kemudahan berusaha dan iklim investasi di Batam, antara lain melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Batam semakin atraktif dalam menarik investasi yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan layanan perizinan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha di KPBPB Batam.

“Pemerintah terus mendorong agar proses perizinan semakin mudah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. BP Batam akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar investasi dan kegiatan usaha di Batam dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Amsakar. 

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Amsakar mengatakan, hari jadi daerah tidak semestinya hanya dimaknai sebagai penanda bertambahnya usia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan, melakukan evaluasi, sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.

“Peringatan hari jadi bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi sarana menakar prestasi, menyiapkan langkah, dan menyalakan semangat baru menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar.

Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.” Menurut Amsakar, tema tersebut memiliki pesan kuat karena menghubungkan nilai sejarah dengan semangat pembangunan masa depan.

Ia menyebut Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban Melayu. Nilai sejarah dan budaya tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan serta membangun semangat bersama dalam mewujudkan Kepri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan Kepri, Amsakar menilai Batam memiliki posisi strategis. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri, Batam terus memainkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi. Hingga triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh sebesar 7,28 persen. Sementara itu, kontribusi Batam terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri mencapai 66,82 persen.

Dari sisi investasi, realisasi hingga semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun.

Capaian pembangunan juga terlihat dari sejumlah indikator sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

Angka kemiskinan juga menurun, dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Batam tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” katanya.

Amsakar menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pembangunan Batam melibatkan Pemerintah Kota Batam, Forkopimda, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat.

Karena itu, ia menilai semangat kolaborasi perlu terus dipelihara sebagai modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Memasuki perjalanan Kepri yang semakin panjang, Amsakar mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan hari jadi sebagai energi untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

“Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajaknya.

Ia berharap semangat tersebut terus menguatkan sinergi Batam dan Provinsi Kepri dalam menjaga capaian yang telah diraih serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita dalam mewujudkan Batam dan Provinsi Kepri yang maju dan berkelanjutan,” tutupnya. 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mendorong pembangunan instalasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri data centre khususnya Kabil dan KEK Nongsa.

Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data centre di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa menganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.

Dari 10 rencana pengembangan Data Centre ke depan, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan Data Centre lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap investasi data centre wajib membangun instalasi SWRO untuk kebutuhan operasionalnya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam memastikan pertumbuhan industri tidak berjalan sendiri, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bagi industri tidak boleh sepenuhnya menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” katanya di Batam Centre, Rabu (23/9).

Batam disebutkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air melalui SWRO sebanyak +- 750 liter/detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai +- 1.000 liter/detik melalui pembangunan SWRO di dua Kawasan tersebut, yaitu KEK Nongsa dan Kawasan industri Kabil.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa menganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.” ujarnya.

Peluang untuk Kebutuhan Masyarakat

Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri. Investasi ini membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.

Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.

Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” serunya.

Keberadaan data centre merupakan salah satu sektor strategis untuk mempekuat struktur ekonomi Batam di masa depan. Kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya yang dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal.

Asian District di Aston Batam Hotel & Residence menghadirkan pengalaman kuliner Asia setiap hari di area poolside, dari Seoul, Tokyo, hingga Tiongkok.

Tidak perlu memilih satu destinasi untuk menikmati cita rasa Asia. Di Asian District Aston Batam Hotel & Residence, Seoul, Tokyo, dan Tiongkok hadir dalam satu pengalaman kuliner di tepi kolam renang yang dapat dinikmati setiap hari. Mengusung konsep Asian District, Aston Batam menghadirkan rangkaian pengalaman kuliner yang terinspirasi dari tiga destinasi populer di Asia. Mulai dari 60 Seconds to Tokyo, Korean Corner Odeng Street, hingga Kampung Tiongkok, setiap area menawarkan karakter, cita rasa, dan atmosfer yang berbeda.

Berada di area poolside Aston Batam, Asian District menjadi pilihan bagi tamu hotel maupun masyarakat Batam yang ingin menikmati hidangan Asia dalam suasana santai dan berbeda. Konsep ini mempertemukan pengalaman bersantap dengan keluarga, teman, maupun casual dining setelah beraktivitas di kota. 60 SECONDS TO TOKYO Melalui 60 Seconds to Tokyo, suasana Tokyo dihadirkan melalui pilihan hidangan dan dessert bergaya Jepang. Konsep ini membawa elemen modern Jepang ke Batam dengan sajian yang cocok untuk pecinta kuliner Jepang maupun mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda. KOREAN CORNER: ODENG STREET Bagi pecinta kuliner Korea, Korean Corner Odeng Street menghadirkan pengalaman ala street food Korea dengan odeng sebagai salah satu daya tarik utamanya. Nuansa Korean street food memberikan pilihan yang lebih kasual dan playful untuk dinikmati di area poolside.

KAMPUNG TIONGKOK Sementara itu, Kampung Tiongkok membawa cita rasa dan nuansa kuliner Tiongkok ke dalam Asian District. Konsep ini melengkapi perjalanan kuliner Asia dengan pilihan hidangan yang terinspirasi dari kekayaan tradisi kuliner Tiongkok. Ketiga konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dalam satu destinasi. Pengunjung dapat menikmati pilihan kuliner Jepang, Korea, dan Tiongkok tanpa perlu berpindah tempat, sekaligus menikmati suasana poolside di Aston Batam. “Asian District kami hadirkan sebagai cara untuk membawa pengalaman kuliner Asia lebih dekat kepada masyarakat Batam. Kami ingin setiap kunjungan memberikan pilihan yang berbeda, baik untuk menikmati makanan, berkumpul bersama orang terdekat, maupun sekadar menghabiskan waktu di area poolside,” ujar Hafid Al Ansori, Food & Beverage Manager.

Dengan lokasinya di Aston Batam Hotel & Residence, Asian District juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang relevan bagi masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang berkunjung ke Batam. Asian District buka setiap hari di area poolside Aston Batam Hotel & Residence. Pengunjung dapat memilih pengalaman kuliner favorit mereka, mulai dari Tokyo, Seoul, hingga Tiongkok, dalam satu destinasi. Asian District. Three destinations. One poolside experience.

Jakarta, 25 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dengan mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026 sebagai wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, dalam Puncak Indonesia Sharia Olympiad 2026 dengan mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate”, yang digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9).

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky. Dicky menjelaskan, ISFO tahun 2026 diikuti oleh 11.952 peserta atau hampir 12.000 peserta, yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia. Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah sematamata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Menurutnya, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, yaitu memahami keuangan; BIJAK, yaitu mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan; PRODUKTIF, yaitu mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi; serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif. “Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti. Menurutnya, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, terdapat salah satu tantangan besar yang dihadapi ke depan yaitu memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda, dan meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai. "Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan," ujar Ferry. Ferry mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Peluncuran Bahan Ajar Literasi Keuangan Sebagai rangkaian kegiatan Puncak ISFO 2026, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F. Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi landasan untuk semakin memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan. Lebih lanjut, OJK telah menyusun Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F bersama dengan pemangku kepentingan terkait sebagai upaya mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen pada tahun 2024 (d.h. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Bahan ajar ini mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler (Matematika dan Ekonomi) dan kegiatan kokurikuler, serta telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Diharapkan bahan ajar ini membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif sehingga menjadi bekal pelajar dalam mengambil keputusan keuangan saat ini dan di masa depan.

ISFO 2026 Wadah Edukasi dan Kompetisi Keuangan Syariah Generasi Muda ISFO 2026 menjadi wadah edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim WMS kategori mahasiswa.

Adapun peserta Grand Final Kompetisi CCKS adalah sebagai berikut:

Kategori Pelajar Peringkat Nama Peserta Asal Sekolah

Juara 1 Keanu Alief Montoya MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1) Ahmad Akif Al Zahrawi M. Razan Aqil Muflih

Juara 2 Fawwaz Chandra MAN Insan Cendekia Serpong Muhammad Muntaha Hadafi Shofi Khairunnisa

Juara 3 Abisatya Nararya MAN 2 Kota Malang Essenza Qurani Permata Qolbi Wanda Revamoza Abrilliant

Juara 4 M. Safa Farras MAN Insan Cendekia Batam (Tim 2) Muhammad Tammam Elhikam S. Muhammad Widi Alviano Putra

Kategori Mahasiswa Peringkat Nama Peserta Asal Perguruan Tinggi

Juara 1 Aida Aulia Rahmah Universitas Brawijaya Malang Iskazkro Rohmat Chaska Dea Alifiah Ihsani

Juara 2 Adriel Dwi Nugroho Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 1) Muhammad Wahab Hasbullah Annisa Fitriwadhani

Juara 3 Rezeky Farma Natanael N. Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 2) Muhammad Andrian Leon Adhyaksa Awindra

Juara 4 Pranajaya Muhammad Setiady Universitas Padjajaran Sumedang Nuriel Ajrina Izati Almaitsaa Majdina Putri

Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS) Peringkat Nama Peserta Asal Perguruan Tinggi Nama Usaha

Juara 1 Athar Ibrahim Toyib IPB University Sortine Zahra Nurul Rizkiyah

Juara 2 Siti Syahlah Septiyani Universitas Widyatama FitDaYs Naila Fidriatul Ilham Dina Widyastuti

Juara 3 Azid Ramadhan Universitas Syiah Kuala ELPIS Bintang Najwa Manurung M. Ariel Zulya Ramadhan Melalui penyelenggaraan ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.

BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026). Pembangunan sekolah di lahan seluas 18,5 hektare yang dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi emas Indonesia, khususnya anak-anak di wilayah Rempang dan Galang. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan sekolah terpadu ini dirancang untuk menampung peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya. Selain memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera, lanjut Amsakar, keberadaan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini juga akan memprioritaskan anak-anak dari Rempang dan Galang. “Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar. Ia menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2028. Menurutnya, program yang mengedepankan kualitas pendidikan ini menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara luas. “Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya. Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang ini juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas penunjang pembelajaran serta asrama bagi peserta didik. Konsep tersebut menjadikan sekolah ini sebagai salah satu fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang untuk memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal bagi peserta didik selama menjalani pendidikan. Di samping itu, kehadiran sekolah terpadu tersebut juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka di masa mendatang. “Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia.

JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih dua penghargaan internasional dalam bidang sustainability dari Asian Banking & Finance (ABF), yaitu Domestic Green Financing Bank of the Year (Indonesia) pada ajang ABF Wholesale Banking Awards 2026 dan Green Deal of the Year (Indonesia) pada ABF Corporate & Investment Banking Awards 2026. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dan konsistensi CIMB Niaga dalam memperluas pembiayaan berkelanjutan serta mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia, khususnya pada 2025. 

Head of Commercial Banking CIMB Niaga Christian Prajitno mengatakan, penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya CIMB Niaga dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Asian Banking & Finance atas penghargaan yang diberikan serta kepada seluruh nasabah dan mitra yang telah mempercayakan kebutuhan pembiayaannya kepada CIMB Niaga. Sejalan dengan purpose CIMB Niaga Advancing Customers & Society, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung pertumbuhan usaha nasabah sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Christian di Jakarta, Rabu (23/9/2026). 

Penghargaan tersebut didukung oleh berbagai transaksi dan inisiatif yang menunjukkan peran aktif CIMB Niaga dalam mendukung agenda keberlanjutan nasabah. Di antaranya melalui penyediaan Syariah Green Trade Finance atau pembiayaan trade hijau berbasis syariah untuk pengembangan energi terbarukan dan penyaluran Sustainability-Linked Loan (SLL) bagi industri tekstil rendah karbon yang menjadi transaksi SLL pertama di segmen Commercial Banking CIMB Niaga. 

Per 30 Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga mencapai Rp66 triliun atau setara 26,7% dari total outstanding pembiayaan CIMB Niaga. Capaian tersebut ditopang antara lain oleh pembiayaan pada sektor energi terbarukan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai skema sustainability-linked financing. Selain itu, CIMB Niaga turut mendukung pembangunan gudang bersertifikasi hijau dan infrastruktur berkelanjutan di sektor logistik serta kawasan industri guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. 

Sebagai bagian dari CIMB Group, CIMB Niaga berkomitmen mendukung pencapaian Net Zero Emissions pada 2050 melalui integrasi aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, kebijakan pembiayaan, dan pengelolaan risiko. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penerapan kriteria sektor pembiayaan berkelanjutan sesuai kerangka Green, Social, Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS), yang menjadi landasan dalam mengembangkan solusi pembiayaan berkelanjutan bagi berbagai sektor ekonomi. 

Untuk membantu nasabah menjalankan berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga menghadirkan platform GreenBizReady™ (GBR) yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis, antara lain Bureau Veritas, ESGpedia, Jejakin, Surveyor Indonesia, Tri Hita Consulting, dan GIZ Energy Program Indonesia. Melalui platform ini, nasabah dapat memperoleh akses terhadap layanan konsultasi, pengukuran emisi, solusi dekarbonisasi, serta pendampingan implementasi proyek yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bisnis. 

Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga terus memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah menghadapi perubahan lanskap bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan semangat #SekarangUntukMasaDepan, yang menjadi landasan CIMB Niaga dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Aliran air yang kembali lancar membawa kelegaan bagi warga Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Air di perumahan kami, khususnya di GMP Tahap 2, sudah mengalir lancar,” ujar salah seorang warga, Karuniawati, Rabu (23/9/2026).

Menurut Karuniawati, kelancaran pasokan air tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang sebelumnya harus menunggu pasokan tangki, termasuk pada malam hari. Ia berharap kondisi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami berharap ke depannya air bisa terus lancar. Selama ini kami cukup kesulitan karena harus menunggu tangki, bahkan sampai malam. Mudah-mudahan kondisi sekarang bisa terus seperti ini,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan warga lainnya, Rocky. Ia berharap aliran air dapat terus berjalan normal sehingga kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi dengan lebih baik.

“Terima kasih. Kami berharap ke depan air bisa terus lancar seperti biasa dan tidak kembali seperti sebelumnya. Sekarang kami tentu merasa lebih lega karena alirannya sudah kembali,” ujar Rocky.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan ketersediaan air merupakan bagian penting dari pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kelancaran layanan perlu terus dijaga.

“Kami tentu bersyukur ketika perbaikan layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar, sehingga pelayanan ini harus terus dijaga agar berjalan baik dan memberikan kepastian bagi warga,” ujar Amsakar.

Sementara, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa manfaat pelayanan harus terus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk warga di kawasan permukiman.

“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelayanan yang semakin baik. Kami berharap aliran air dapat memenuhi kebutuhan warga dengan baik,” ujar Li Claudia.

Kembalinya aliran air tersebut menjadi perkembangan yang langsung dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat, kepastian pasokan air tidak hanya memudahkan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas di lingkungan tempat tinggal.

Kelompok peretas ternama, ShinyHunters, mengklaim telah berhasil membobol sistem milik Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dan mencuri data sensitif sebesar 3 terabyte. Data tersebut mencakup informasi pribadi milik hampir semua agen aktif, pensiunan, hingga pelamar kerja di lembaga penegak hukum tersebut. Sebagai bukti atas aksinya, mereka menyebarkan tangkapan layar portal lowongan kerja FBI yang tampak telah dirusak beserta sampel data 5.000 agen yang memuat nama, alamat rumah, nomor telepon, Nomor Jaminan Sosial (SSN), hingga data pasangan.

Aksi peretasan ini diawali dengan membobol server Oracle PeopleSoft yang mengelola data pelamar kerja, sebelum akhirnya meretas sistem penyimpanan berbasis cloud milik Amazon yang menyimpan data para agen. Pihak FBI mengonfirmasi telah mengetahui klaim terkait aktivitas ilegal pada situs FBIjobs.gov tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan. Meskipun sumber asal data belum dipastikan secara independen, sejumlah pemeriksaan dan pencocokan data sampel—termasuk milik Direktur FBI Kash Patel—menunjukkan adanya kesesuaian dengan catatan resmi.

ShinyHunters menegaskan bahwa peretasan ini bukan bermotif finansial, melainkan bentuk aksi pembalasan atas laporan resmi FBI pada Mei 2026 yang mengulas metode kerja mereka dan mengimbau korban untuk tidak membayar tebusan. Mereka menuntut FBI untuk mencabut laporan tersebut. Pakar keamanan siber pun memperingatkan bahwa kebocoran data penting ini sangat berbahaya, karena informasi agen dapat disalahgunakan secara permanen oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan intimidasi maupun penekanan terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

 

Sumber: KumparanTEKNO

Page 2 of 284

Instagram

Tentang Kami