Live Streaming
super me

super me

Page 1 of 284

Festival Media Selat Malaka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2026 sukses digelar di Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 19–21 September 2026.

Mengusung semangat kolaborasi dan kebebasan pers, rangkaian kegiatan menghadirkan seminar internasional, lebih dari 20 lokakarya dan diskusi, pentas seni dan budaya, konser, sarasehan, hingga konsolidasi AJI dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan Fesmed Selat Malaka 2026 dengan tema “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara”, berlangsung di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/9/2026). Acara ditandai dengan pemukulan kompang oleh Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan, Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar, Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra, dan Ketua AJI Tanjungpinang Sutana. 

Hampir 500 peserta hadir dalam pembukaan dan seminar internasional yang menjadi agenda awal festival.

Membaca Kebebasan Pers di Asia Tenggara

Seminar internasional membahas kondisi kebebasan pers dan jurnalisme di Asia Tenggara. Selain Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, seminar menghadirkan sejumlah pembicara dari jaringan media dan organisasi pers internasional.

Mereka antara lain James Gomez, Regional Director Asia Centre; Pongpan Chunjai dari Prachatai Thailand; Koordinator Gerakan Media Merdeka (Geramm) Alyaa Alhadjri; hingga Editor-in-Chief Japan Fact-check Center Daisuke Furuta.

Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi media dan jurnalis di kawasan Asia Tenggara, termasuk pentingnya memperkuat jaringan lintas negara.

Daisuke Furuta mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mempererat hubungan dengan jaringan pers internasional. Menurut dia, dukungan dari jaringan internasional dapat membantu memperluas perhatian terhadap kasus-kasus yang dialami jurnalis di kawasan.

“Dan harapannya ada aksi nyata yang mengikutinya,” kata Daisuke dalam seminar tersebut.

Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan jurnalis, tetapi juga ruang untuk memperluas diskusi mengenai kondisi media dan jurnalisme.

“Di tengah situasi seperti sekarang, ruang untuk berdiskusi, bertukar perspektif, dan membicarakan berbagai persoalan mesti terus diperbanyak,” katanya.

Menurut Adam, tantangan jurnalisme tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Karena itu, Selat Malaka dipilih sebagai ruang pertemuan untuk membicarakan berbagai persoalan lintas negara secara independen.

“Dari sini, kita melihat ada banyak isu melampaui batas negara yang bisa dibicarakan bersama, terutama terkait media, jurnalisme, lingkungan, demokrasi, dan masyarakat sipil,” ujarnya.

Lebih dari 20 Lokakarya dan Diskusi

Setelah pembukaan dan seminar internasional, peserta mengikuti lebih dari 20 lokakarya, seminar, diskusi publik, dan gelar wicara yang digelar di berbagai ruang di Politeknik Negeri Batam.

Berbagai isu yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik menjadi pembahasan, mulai dari pembangunan data center dan kaitannya dengan kebutuhan energi dan air, isu kelautan dan pulau-pulau kecil, tindak pidana perdagangan orang, peningkatan kapasitas jurnalistik, jurnalisme warga, hingga penulisan ilmiah populer bagi akademisi.

Adam mengatakan, panitia tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap kelas-kelas Fesmed cukup tinggi. Hampir seluruh kelas dipenuhi peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah, jurnalis, hingga masyarakat umum. “Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih peduli dengan keadaan sosial masyarakat yang berada di sekitar mereka,” kata Adam.

Efek Rumah Kaca Memperkuat Solidaritas

Rangkaian Fesmed juga diisi dengan pentas seni dan budaya pada malam hari pertama. Para delegasi berkumpul di auditorium untuk menyaksikan pertunjukan dari Kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam, Malaykustik, hingga penampilan joget lambak.

Pada akhir acara, panitia juga menyerahkan plakat kepada para delegasi. Plakat tersebut dibuat dari sampah plastik melalui kolaborasi AJI Batam dan Free The Sea. Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra mengatakan, kolaborasi menjadi kunci dalam fesmed ini. Tidak hanya bekerjasama dengan sponsor yang seprinsip dengan AJI. Panitia juga melibatkan hampir 100 orang panitia mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam, diantaranya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma, PEC, Komunitas Anak Seni (Kuas) Politeknik Negeri Batam, Pamdal, tentunya pihak berbagai kampus di Batam.

"Terima kasih untuk semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam kolaborasi ini," kata Yogi. 

Yogi juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Fesmed Selat Malaka. Hampir 1 tahun persiapan Fesmed membuahkan acara berkualitas seperti sekarang. "Banyak apresiasi untuk panitia dari tamu undangan kita, semoga ini menjadi kenangan terindah untuk kita semua," katanya. 

Pada malam kedua, rangkaian Fesmed dilanjutkan dengan penampilan grup musik Efek Rumah Kaca (ERK). Konser tersebut menjadi penampilan perdana di Kota Batam, selama 26 tahun berkiprah.

Konser digelar secara intim dan diperuntukkan bagi peserta yang telah mengikuti lokakarya atau seminar selama rangkaian Fesmed berlangsung.

Penampilan ERK mendapat sambutan antusias dari penonton. Hingga penghujung acara, suasana konser berlangsung meriah dan menjadi salah satu momen yang dikenang peserta Fesmed. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Independen,” kata Bagus, salah seorang pengunjung.

Penyengat dan Konsolidasi AJI

Rangkaian Fesmed Selat Malaka 2026 berlanjut pada hari ketiga di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.

Para delegasi berangkat dari Batam menuju Tanjungpinang pada Senin pagi, 21 September 2026. Mereka kemudian mengikuti napak tilas di Pulau Penyengat sekaligus membuat catatan perjalanan.

Setelah itu, para delegasi kembali ke Tanjungpinang dan berkumpul di Aula Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diawali dengan makan berhidang khas Melayu.

Menjelang sore, para delegasi AJI mengikuti konsolidasi internal yang dipimpin Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana.

Ketua AJI Tanjungpinang Sutana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini,” ujar Sutana.

Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida turut mengapresiasi pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pengurus AJI dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar informasi, sekaligus membahas rencana dan program organisasi.

Ia menilai komunikasi antara pengurus nasional dan AJI kota penting untuk memperkuat organisasi ke depan.

Nany juga mengajak seluruh pengurus AJI di daerah untuk menjaga komunikasi dan hubungan setelah rangkaian Fesmed berakhir.

“Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman untuk menyampaikan semua rencana-rencana. Kita berharap ke depannya AJI semakin kuat,” ujar Nany.

Nany kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia Fesmed Selat Malaka 2026 yang telah bekerja secara sukarela dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

“Jadi, kita berharap betul-betul ikut teman-teman semangat. Selamat kembali besok ke tempat masing-masing dan tetap jaga hubungan,” katanya.

Sepanjang perjalanan Festival Media, gelaran kali ini adalah kali pertama pelaksanaannya di dua kota sekaligus.

Festival Media Selat Malaka AJI 2026 menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis, akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, dan masyarakat umum untuk bertukar pengetahuan serta membicarakan berbagai isu publik. Seluruh rangkaian kegiatan digelar melalui kolaborasi berbagai pihak dengan semangat memperkuat jejaring media dan masyarakat sipil di kawasan Selat Malaka. (*)

Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam transformasi Batam sebagai pusat data center regional.

Hal itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, yakni kesiapan utilitas menjadi bagian dari fondasi sebelum investasi baru masuk.

Paradigma itu mencakup lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan-jangan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.

“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.

Lebih lanjut disebutkan, kebutuhan energi sektor tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.

Fary mengatakan 2029 akan menjadi titik puncak. Pada tahun itu, kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, daya mampu pasok direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.

Menurut Fary, pertumbuhan kebutuhan energi tersebut harus diikuti perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi.

Lebih lanjut Fary mengatakan kebijakan energi di Batam harus mampu memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni menyediakan listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, keandalan pelayanan air, memberikan kepastian operasional bagi investor, serta menopang pertumbuhan ekonomi Batam secara berkelanjutan dan seimbang.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary.

 
Melalui pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”, program CSR unggulan XLSMART tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi menghubungkan talenta muda dengan kebutuhan industri dan peluang kerja nyata. Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini, menuju target 1.000 talenta hingga akhir tahun.


JAKARTA, 25 September 2026 – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.

Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.

Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”. Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.

Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.

Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, “Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.”

“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.


Dari Pelatihan hingga Pekerjaan

Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.

Program dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.

Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.

Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.

Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.

Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.


850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra

Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.

Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.

Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.


Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta

Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.

Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi. Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.

Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.

Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.

 

 

Nagoya, Jepang, Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Todotua Pasaribu ingin medali emas perdana tanah air di Asian Games 2026 menjadi pelecut semangat baru untuk para atlet yang masih bertanding.

Todotua berharap kerja keras dan medali emas yang dihasilkan bulu tangkis Indonesia, bisa menjadi pembakar semangat bagi cabang olahraga lain untuk bisa mengikuti jejak tersebut dan meraih medali sebanyak-banyaknya.

"Ahamdulillah emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulu tangkis beregu putra. Indonesia Raya bisa berkumandang dan Merah Putih berkibar," kata Todotua di Nagoya, Jepang, Jumat.

Dia pun mengaku bangga dengan medali emas yang datang dari tim beregu bulu tangkis putra Indonesia itu setelah mengalahkan China di final, Kamis (24/9).

Menurut Todotua, hasil positif tersebut datang dari semangat dan latihan panjang para atlet, pelatih, ofisial dan pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), sebagai persiapan tampil di kompetisi multicabang terbesar se-Asia tersebut.

Pencapaian emas itu diraih tim bulu tangkis putra dengan heroik lantaran Indonesia tertinggal 0-2 pada dua partai awal. Namun atlet-atlet tepok bulu Indonesia menunjukkan daya juang dan semangat yang tak kalah lawah dari lawan hingga akhirnya mampu memenangi partai ketiga dan keempat.

Aksi tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah menutup perjuangan Indonesia dengan kemenangan di partai terakhir, dan mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-2.

Todotua menilai, apa yang dilakukan tim bulu tangkis beregu putra merupakan implementasi perjuangan dan tidak pantang menyerah.

"Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia," kata Todotua.

Jakarta, 25/9 (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan penggunaan adaptasi teknologi bisa menjadi alat diplomasi yang dapat mendorong produk Indonesia lebih dikenal secara luas melalui penceritaan.

“Bagaimana teknologi itu hadir untuk menceritakan, menjadi jembatan kepada para pelaku usaha yang memang ingin berdagang agar produknya bisa semakin dikenal. Jadi di dalamnya adalah teknologi menjadi sebuah tool untuk menceritakan sesuatu, menceritakan tentang produknya,” kata Dyah dalam panel diskusi di acara FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta, Jumat.

Dyah mengatakan pemanfaatan teknologi mulai dari penjualan secara daring hingga penggunaan kecerdasan buatan tidak hanya untuk memperluas akses pasar pelaku usaha tapi juga sebagai sarana diplomasi identitas produk melalui cerita agar lebih dikenal.

Ia mencontohkan produk kopi Indonesia yang di pasar internasional kerap lebih dikenal berdasarkan asal wilayahnya, seperti Jawa, Kalimantan, atau Sumatra. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat narasi Indonesia sebagai negara asal produk.

Menurutnya, teknologi dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun storytelling yang menjelaskan esensi, keunikan, dan identitas suatu produk. Strategi tersebut sekaligus dapat membantu produk usaha kecil menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit diakses.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk mencegah kesenjangan digital semakin melebar seiring perkembangan AI. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pelaku usaha dan masyarakat memperoleh pelatihan agar dapat mengikuti perkembangan inovasi.

"Kita harus selalu berupaya di pemerintah untuk memastikan bahwa AI, teknologi yang semakin berkembang, tidak membuat kesenjangan itu semakin lebar," ujarnya.

Dyah mengatakan, pemanfaatan teknologi sebagai diplomasi dapat meningkatkan peran penting UMKM dalam perekonomian yang terbukti tetap bertahan dalam setiap situasi, termasuk ketika menghadapi pandemi. Dalam paparannya, UMKM disebut berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB, sementara 64,5 persen pelaku usaha UMKM merupakan perempuan.

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pendidikan dan pelatihan dinilai menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga untuk memperkenalkan dan membangun nilai produk.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Nagoya, Jepang, 25/9 (ANTARA) - Tim sepak takraw beregu putri Indonesia meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 2-0 pada laga perebutan tempat ketiga di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jumat.

"Alhamdulillah atlet bermain bagus dan susunan regu sudah pas, semangat dan motivasi anak-anak untuk menang sangat tinggi," kata pelatih timnas sepak takraw putri Indonesia Ramli Komang seusai pertandingan.

Indonesia tampil solid sejak awal pertandingan dan berhasil memenangi dua set langsung dengan skor 15-11 dan 15-9 pada laga pertama. Partai kedua, Indonesia masih belum tergoyahkan dan menguncinya dengan keunggulan 15-5, 15-12.

Hasil tersebut mengulang capaian pada Asian Games Hangzhou 2022, ketika tim putri juga meraih medali perunggu pada nomor tim.

"Capaian ini sama waktu Hangzhou, yaitu perunggu di nomor tim. Kecuali putra, di Hangzhou tidak dapat medali di nomor tim, sekarang dapat perunggu," ujar Ramli.

Sebelumnya, tim beregu putri Indonesia gagal melaju ke final setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada babak semifinal, Kamis (24/9).

Pada pertandingan tersebut, Indonesia yang diperkuat Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari harus mengakui keunggulan Korea Selatan.

Sementara itu, medali emas nomor beregu putri diraih Thailand setelah mengalahkan Korea Selatan 2-0 pada pertandingan final.

Ramli mengatakan perjuangan tim sepak takraw putri Indonesia pada Asian Games 2026 masih berlanjut.

"Masih ada satu nomor pertandingan yaitu quadrant," ujar Ramli.

Medali perunggu juga menjadi hasil yang diraih tim sepak takraw beregu putra Indonesia. Tim putra Indonesia sebelumnya tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Malaysia.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Penyanyi cilik berbakat Etenia Croft berhasil mencatatkan pencapaian gemilang dalam industri musik tanah air di usia muda. Namanya resmi masuk ke dalam daftar nominasi ajang penghargaan tertinggi musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Tidak tanggung-tanggung, penyanyi cilik yang dikenal produktif merilis karya ini sukses memborong dua nominasi sekaligus di bidang lagu anak-anak.

Dua nominasi tersebut diraih Etenia masing-masing untuk kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat lagu hits miliknya yang berjudul "Sahabat Terbaik", serta kategori Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik yang melibatkan lagu kolaborasinya bersama musisi ternama Rian d'Masiv (Rian Ekky Pradipta) dalam lagu "Jangan Menyerah".

Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi serta kualitas musikalitas Etenia Croft yang terus menghadirkan karya-karya positif dan menghibur bagi penikmat musik anak-anak di Indonesia. Kehadiran karya-karyanya di ajang bergengsi AMI Awards 2026 diharapkan dapat semakin membakar semangat dan menginspirasi generasi muda untuk terus berani mengekspresikan bakat dan berkarya secara positif.

 

Sumber: Suara.com

Gorontalo, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Gorontalo Kota, Provinsi Gorontalo mengamankan empat pemuda yang diduga kuat melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan yang masih di bawah umur.

Kepala Satreskrim Polresta Gorontalo Kota Komisaris Polisi Akmal Novian Reza di Gorontalo, Jumat, mengatakan empat terduga pelaku yang diamankan tersebut masing-masing berinisial AFH (17), FA (16), FN (20) dan ARP (21).

"Benar, kami telah melakukan upaya paksa dan mengamankan empat pemuda. Mereka sudah mengakui perbuatannya, telah melakukan persetubuhan terhadap seorang perempuan di bawah umur," kata Akmal.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kakek korban ke pihak kepolisian, terkait hilangnya salah satu anggota keluarga.

Dalam laporan itu, korban yang masih di bawah umur dilaporkan keluar rumah tanpa izin dan sempat dijemput oleh sejumlah pria.

Berdasarkan laporan tersebut, personel kepolisian segera melakukan pencarian dan menemukan korban sedang berada di kawasan salah satu rum​​​​​ah sakit di Kota Gorontalo.

Setelah diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi, korban mengaku telah dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol sampai merasa mabuk, sebelum akhirnya mengalami tindakan kekerasan seksual dari para pelaku secara bergilir.

Akibat dari pengakuan korban, kata dia, pihak keluarga secara resmi melaporkan kasus itu ke Polresta Gorontalo Kota dan saat itu juga tim URC yang dipimpin langsung olehnya, segera melakukan penyelidikan.

Pada proses tersebut, tim URC melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dari lokasi berbeda, berikut meminta keterangan kepada dua orang saksi yakni RN (16) dan MS (14).

Dari hasil interogasi mendalam, tim menemukan indikasi adanya tindak pidana lain yang dihadapi korban, yakni terduga pelaku juga mengakui telah melakukan bisnis prostitusi daring terhadap korban melalui aplikasi pesan instan.

Ia mengatakan Satreskrim Polresta Gorontalo Kota memastikan, proses hukum terhadap empat orang pelaku akan terus dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Saat ini, para pelaku telah kami amankan di sel tahanan Polresta Gorontalo Kota dan kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut," ujarnya. 

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari tekanan eksternal, mengendalikan inflasi dalam sasaran 2,5±1%, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Langkah stabilisasi tersebut dibarengi dengan penguatan insentif aliran modal asing, pendalaman pasar uang dan valas, serta perluasan kerja sama Local Currency Transaction (LCT), termasuk penambahan Singapura sebagai mitra baru. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada di kisaran 4,9–5,7%, ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap terjaga. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026 tercatat sebesar 146,5 miliar dolar AS, dan nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp17.855 per dolar AS pada 22 September 2026.

Dari sektor keuangan, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan penyaluran kredit pada Agustus 2026 meningkat 13,65% (yoy) dan DPK tumbuh 10,94% (yoy), didukung ketahanan modal dan tingkat risiko kredit yang rendah. Di saat yang sama, transaksi ekonomi digital terus berkembang pesat, ditandai oleh lonjakan volume pembayaran digital sebesar 40,36% (yoy) serta pertumbuhan transaksi QRIS yang mencapai 67,22% (yoy).

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr resmi memberikan pengampunan hukuman atau grasi kepada Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba yang sebelumnya ditangkap di Indonesia. Marcos mengonfirmasi bahwa dokumen pengampunan tersebut telah ia tandatangani pada Kamis (24/9/2026). Dengan adanya grasi ini, Mary Jane diperkirakan akan segera bebas dari penjara karena tidak ada perkara hukum lain yang menjeratnya.

Mary Jane sendiri ditangkap di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, pada 2010 lalu setelah kedapatan membawa koper berisi 2,6 kilogram heroin saat hendak bekerja sebagai asisten rumah tangga. Eksekusi matinya sempat ditunda pada 2015 setelah perekrutnya ditangkap di Filipina. Pihak Mary Jane dan para pendukungnya konsisten menegaskan bahwa ibu dua anak tersebut merupakan korban penipuan sindikat narkoba internasional.

Setelah mendekam di penjara Indonesia selama hampir 15 tahun, Mary Jane dipulangkan ke Filipina pada Desember 2024 melalui kesepakatan antara kedua negara untuk melanjutkan masa hukumannya di sana. Kabar pemberian grasi dari Presiden Marcos ini pun disambut haru dan penuh sukacita oleh pihak keluarga, terutama kedua anak laki-laki Mary Jane yang telah lama menantikan momen berkumpul kembali bersama ibunya.

 

Sumber: CNN Indonesia

Page 1 of 284

Instagram

Tentang Kami