super me
Batam, September 2026 – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Area Batam terus memperkuat upaya pengembangan jaringan gas rumah tangga di Kota Batam dengan target 34.000 Sambungan Rumah Tangga (SRT) pada periode 2026–2027. Sejalan dengan target tersebut, PGN memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui program GEMPITA GasKita yang dilaksanakan sepanjang Agustus 2026 di 10 perumahan target pengembangan jaringan gas rumah tangga.
GEMPITA GasKita merupakan inisiatif PGN untuk membangun engagement dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai manfaat gas bumi dan jaringan gas rumah tangga. Dikemas dalam rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan, program ini menjadi ruang bagi PGN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di wilayah yang menjadi target pengembangan jaringan gas rumah tangga.
Melalui kegiatan tersebut, PGN tidak hanya berpartisipasi dalam memeriahkan rangkaian perayaan kemerdekaan bersama warga, tetapi juga menyampaikan informasi mengenai layanan jaringan gas rumah tangga, manfaat penggunaan gas bumi, aspek keamanan, serta tata cara penggunaannya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendukung kesiapan calon pelanggan dalam menyambut pengembangan jaringan gas rumah tangga di wilayahnya.
GEMPITA GasKita dilaksanakan di 10 perumahan yang menjadi target pengembangan jaringan gas rumah tangga PGN di Kota Batam, meliputi Perumahan Taman Cipta Asri Tahap 1 & 3, Taman Cipta Asri Tahap 2 & 4, Taman Raya Tahap 1, Taman Raya Tahap 2, Taman Raya Tahap 3, Taman Raya Tahap 4, Taman Raya Tahap 5, Taman Laguna Indah, Taman Victoria, dan Renggali Residence.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menyampaikan bahwa pengembangan jaringan gas rumah tangga tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga komunikasi dan pemahaman masyarakat sebagai bagian penting dalam keberhasilan program.
“Target pengembangan 34.000 SRT di Kota Batam merupakan bagian dari upaya PGN memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat. Untuk mendukung target tersebut, kami terus membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah pengembangan. GEMPITA GasKita menjadi salah satu momentum bagi PGN untuk hadir secara langsung, membangun engagement, sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat dan keamanan penggunaan gas bumi,” ujar Wendi.
Lebih lanjut, Wendi menyampaikan bahwa keterlibatan PGN dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Kami berharap melalui komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat semakin mengenal manfaat jaringan gas rumah tangga dan memperoleh informasi yang tepat mengenai penggunaannya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menyambut pengembangan jaringan gas bumi di lingkungannya dan bersama-sama mendukung pencapaian target 34.000 SRT di Kota Batam,” tambah Wendi.
Pelaksanaan GEMPITA GasKita di 10 perumahan selama Agustus 2026 menjadi bagian dari strategi komunikasi PGN dalam memperkenalkan layanan gas bumi kepada masyarakat secara langsung. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang praktis, efisien, dan aman.
Melalui pengembangan jaringan gas rumah tangga, PGN terus berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap energi gas bumi sekaligus mendukung pemanfaatan energi yang lebih efisien untuk kebutuhan rumah tangga. Pengembangan 34.000 SRT di Kota Batam pada 2026–2027 menjadi bagian dari upaya tersebut dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Perdebatan mengenai ancaman teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap kelangsungan hidup manusia kini makin mengemuka. Sederet tokoh pelopor teknologi AI—yang sering dijuluki "Bapak AI Dunia"—serta para pemimpin perusahaan teknologi terkemuka menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait risiko tak terkendali dari perkembangan teknologi tersebut.
Peringatan keras salah satunya datang dari Geoffrey Hinton, ilmuwan komputer ternama yang merupakan pionir jaringan neural dan deep learning. Hinton memperkirakan ada probabilitas sebesar 10 persen bahwa AI berpotensi memusnahkan seluruh umat manusia dalam dekade mendatang. Menurutnya, bahaya nyata dapat muncul jika AI yang melampaui kecerdasan manusia tersebut mampu merancang senjata siber penghancur hingga meracik virus biologis berbahaya.
Senada dengan Hinton, tokoh deep learning lainnya, Yoshua Bengio, menekankan pentingnya menanggapi ancaman ini secara serius. Bengio membenarkan bahwa sistem AI modern saat ini sudah dibekali kemampuan peretasan dan tingkat persuasi tinggi yang berpotensi disalahgunakan untuk merugikan manusia. Ia pun menyerukan pentingnya membatasi laju riset AI serta memperketat regulasi keselamatan independen sebelum model-model baru dilatih.
Kekhawatiran tersebut juga didukung oleh para pemimpin eksekutif teknologi global seperti Sam Altman (OpenAI), Demis Hassabis (Google DeepMind), Dario Amodei (Anthropic), hingga Elon Musk. Mereka sepakat bahwa kecepatan pengembangan AI perlu diperlambat dan diimbangi dengan regulasi ketat. Di sisi lain, CEO Cohere Aidan Gomez menilai model AI saat ini sebagai senjata siber amat ampuh yang mampu melacak kerentanan keamanan secara luas, sehingga memperketat lingkungan pengujian (container security) menjadi hal yang krusial.
Meskipun demikian, seruan regulasi dan perlambatan laju pengembangan AI ini mendapat tanggapan dingin dari pihak pemerintah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kecaman terhadap seruan pembatasan tersebut dan menilai bahwa laju inovasi teknologi AI tidak seharusnya dihentikan. Perbedaan pandangan ini menandai makin sengitnya kontroversi global antara percepatan inovasi dan keselamatan masa depan peradaban manusia.
Sumber: CNN Indonesia
Diskominfo Batam – Menyambut Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak seluruh elemen masyarakat turut menyemarakkan peringatan tersebut. Salah satunya melalui penggunaan baju kurung Melayu serta pemasangan spanduk dan atribut ucapan Hari Jadi Ke-24 Kepri.
Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 46 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. SE tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, penerbitan SE tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/100.3.4.1/57/B.ADPIM-SET/2026.
“Melalui SE ini, Bapak Wali Kota Amsakar Achmad mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, swasta, hingga institusi pendidikan untuk bersama-sama menyemarakkan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (17/9/2026).
Dalam SE tersebut, seluruh pegawai Pemko Batam, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan sektor swasta diimbau mengenakan baju kurung Melayu pada hari kerja selama 21-26 September 2026.
Selain itu, instansi pemerintah, pihak swasta, sekolah, perguruan tinggi, serta pemilik ruko dan tempat usaha diimbau memasang baliho, spanduk, atau umbul-umbul ucapan selamat Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri mulai 21 hingga 30 September 2026.
Pemko Batam juga akan menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri pada Kamis (24/9/2026) pukul 07.30 WIB di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam.
Peserta upacara diwajibkan mengenakan baju kurung Melayu lengkap. Peserta laki-laki juga diwajibkan mengenakan tanjak.
Rudi menjelaskan, SE Wali Kota Batam tersebut memuat empat poin utama, yakni penggunaan baju Melayu, pemasangan atribut dan ornamen hiasan, pelaksanaan upacara bendera, serta penggunaan materi dan logo resmi Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri.
“Penggunaan baju Melayu, pemasangan atribut dan ornamen hiasan, pelaksanaan upacara bendera, serta materi dan logo. Empat poin tersebut terdapat dalam Surat Edaran Wali Kota Batam,” ujarnya.
Tema dan logo resmi Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri dapat diunduh secara mandiri oleh masyarakat dan instansi melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia, https://linktr.ee/HARIJADI24KEPRI
Rudi berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam menyemarakkan peringatan tersebut, termasuk Forkopimda, pengelola hotel, mal, restoran, hingga ketua RT/RW se-Kota Batam.
Ia mengajak seluruh pihak untuk turut mengimbau masyarakat di lingkungannya sehingga suasana Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri dapat terasa semarak di berbagai sudut Kota Batam.
Jakarta, Tim nasional basket putri dan voli putri Indonesia akan mengawali perjuangan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis, dengan pertandingan yang berlangsung di Aichi, Jepang.
Tim basket putri Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga pertama di Aichi International Arena pukul 11.00 WIB.
Indonesia membawa 12 pemain untuk basket putri 5x5, yakni Agustin Gradita, Erinindita Madafa, Faizzatus Shoimah, Priscilla Karen, Kartika Hatta, Kimberley Pierre-Louis, Angelique Aritonang, Nicole Lukito, Lea Kahol, Yualita Rency, Nathania Orville, dan Ayu Sriartha.
Setelah melawan Thailand, Indonesia kembali bertanding menghadapi China pada Senin (21/9) pukul 17.00 WIB.
Timnas voli putri Indonesia juga akan memulai pertandingan pada Kamis dengan menghadapi Nepal pada pukul 17.20 WIB. Indonesia kemudian menghadapi tuan rumah Jepang pada Jumat (18/9) pukul 17.20 WIB.
Pada cabang teqball, Yoga Ardika Putra akan menjalani sejumlah pertandingan nomor tunggal putra. Dia bakal menghadapi Vietnam, Laos, Republik Korea, Jepang, dan Filipina di Grup B.
Pasangan Husni Uba/La Ode Mardan M akan turun pada nomor ganda putra Grup A dengan menghadapi Thailand dan Filipina. Kedua nomor tersebut juga memiliki agenda perempat final dan repechages sesuai hasil pertandingan sebelumnya.
Dari cabang modern pentathlon, Caroline Andita Bangun dan Nurfa Inayah Nurul Qalbi tercantum dalam semifinal A, sementara Sri Wahyuni berada di semifinal B pada nomor obstacle, swimming, dan laser run.
Sumber: Kantor Berita Antara
Batam – Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau dinilai membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor.
Perdagangan orang tidak hanya berkaitan dengan pengiriman pekerja migran secara nonprosedural, tetapi juga dapat terjadi dalam berbagai bentuk eksploitasi di dalam kota.
Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam Lokakarya “Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Sampai Semua Bebas” yang digelar dalam rangkaian Festival Media (Fesmed) Selat Malaka di Ruang Theater Lantai 3, Technopreneur Building, Politeknik Negeri Batam, Minggu (20/9/2026).
Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar, mengatakan lokakarya tersebut menjadi ruang belajar dan dialog untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk TPPO yang terjadi di Batam dan Kepulauan Riau.
Menurutnya, persoalan TPPO tidak seharusnya hanya dilihat dari kasus pekerja migran yang diberangkatkan secara ilegal atau nonprosedural.
“TPPO tidak hanya soal pekerja migran. Ada berbagai bentuk eksploitasi manusia yang perlu kita lihat secara lebih luas, termasuk eksploitasi seksual, prostitusi, tempat hiburan malam, hingga eksploitasi terhadap anak,” kata Adam.
Ia menjelaskan, posisi Batam sebagai kota industri sekaligus wilayah perbatasan dan pintu keluar-masuk manusia membuat persoalan TPPO memiliki dimensi yang kompleks.
Karena itu, menurut Adam, masyarakat perlu memahami bagaimana proses perekrutan dilakukan, siapa kelompok yang rentan menjadi korban, bagaimana modus dan jaringan bekerja, serta siapa yang mendapatkan keuntungan dari praktik eksploitasi tersebut.
“Yang ingin kita dorong adalah cara pandang bahwa persoalan TPPO bukan hanya tentang siapa yang diberangkatkan, tetapi juga siapa yang dieksploitasi, bagaimana eksploitasi itu berlangsung, siapa yang mendapatkan keuntungan dan mengapa praktik tersebut bisa terus terjadi,” ujarnya.
Lokakarya ini juga akan menghadirkan penyintas TPPO. Kehadiran penyintas dinilai penting agar pembahasan tidak hanya melihat persoalan dari sisi hukum dan kebijakan, tetapi juga mendengar langsung pengalaman serta dampak yang dialami korban.
Selain penyintas, kegiatan menghadirkan Direktur Eksekutif Yayasan Integritas Justitia Madani Indonesia (IJMI) Try Hary Santoso, perwakilan Polda Kepri, Kepala BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol. Imam Riyadi, serta Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus dari Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkalpinang.
Adam mengatakan pendekatan terhadap penyintas dalam kegiatan tersebut akan mengutamakan keamanan, kenyamanan, persetujuan dan kerahasiaan identitas apabila diperlukan.
“Suara penyintas menjadi bagian penting dalam diskusi ini. Kita ingin membangun ruang yang aman sehingga pengalaman mereka tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi pertimbangan dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada korban,” katanya.
Lokakarya ini menargetkan sekitar 100 peserta. Adam berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan penguatan jejaring dan rekomendasi bersama dalam upaya mencegah dan menangani TPPO.
“Perjuangan melawan TPPO bukan hanya bagaimana menyelamatkan satu korban. Yang lebih penting adalah memastikan tidak ada lagi manusia yang diperdagangkan dan dieksploitasi,” kata Adam. Pendaftaran bisa dilakukan di https://fesmedselatmalaka.org.
JAKARTA – Industri perfilman Tanah Air kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Film horor terbaru bertajuk Ritual Gaib, yang dibintangi oleh pasangan selebriti Dinda Hauw dan Rey Mbayang, berhasil mengamankan kesepakatan distribusi untuk tayang di 38 negara. Pencapaian skala global ini lahir dari tangan dingin sutradara sekaligus produser Intan Kieflie yang berkolaborasi dengan suaminya, Stuart Simpson, seorang sutradara spesialis genre horor asal Australia. Perpaduan latar belakang Intan yang kuat dalam penceritaan drama serta keahlian Stuart di genre horor melahirkan karya yang mengombinasikan misteri, horor, dan drama keluarga secara solid tanpa hanya mengandalkan sensasi kejut (jump scare).
"Kenapa jadi horor? Karena sutradara yang satunya, Stuart Simpson, which is itu suami saya, adalah si raja horor. Sementara saya adalah drama queen," ujar Intan Kieflie saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Proyek ini bermula dari tingginya permintaan distributor internasional terhadap film horor khas Indonesia. Konsep serta pemetaan pasar mancanegara telah dimatangkan terlebih dahulu di Melbourne, Australia, sebelum proses syuting dimulai. Strategi penulisan cerita yang menargetkan pasar internasional terbukti sukses. Ritual Gaib dipastikan akan hadir di berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, wilayah Rusia dan CIS, hingga jaringan bioskop tertentu di Amerika Serikat. Pasar Timur Tengah dan negara pecahan Soviet disebut sangat berminat dengan penuturan unsur spiritualitas Islam yang diusung dalam film tersebut.
Sumber: Suara.com
Denpasar, Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul penyerangan terhadap markas polres setempat di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan pers di Denpasar, Rabu, menegaskan keterlibatan personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi bentuk sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga keamanan dan situasi kondusif wilayah. “Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. Puluhan personel TNI dikerahkan untuk membantu memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat, sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan. Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas. Upaya tersebut dilakukan agar situasi dapat dikendalikan dan penyelesaian permasalahan dapat ditempuh melalui komunikasi serta mekanisme hukum yang berlaku.
Situasi tersebut bermula setelah seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi. Berdasarkan informasi awal yang diterima, katanya, penindakan terjadi pada Selasa (15/9) pagi, ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk rumah, yang bersangkutan disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan, sebelum kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan telah memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara. Oleh karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas selanjutnya melakukan tindakan untuk melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan diarahkan ke bagian kaki.
Dalam proses tersebut, akibat pergerakan yang bersangkutan saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia. Pada sore hari, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa itu. Berbagai upaya pendekatan dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat.
Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan serta menjaga agar situasi tetap terkendali. Hingga saat ini, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi, khususnya di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat konsentrasi massa.
Di sisi lain, jenazah telah dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib. Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahan terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga.
Sumber: Kantor Berita Antara
Riyadh, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), meminta dukungan dari pemerintah Mesir untuk menghentikan dan menghadapi meningkatnya ancaman serangan dari kelompok milisi Houthi asal Yaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah.
Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan Houthi yang terus menargetkan kapal-kapal komersial maupun aset strategis di wilayah perairan tersebut, yang berdampak pada stabilitas keamanan kawasan serta terganggunya jalur perdagangan internasional. Pemerintah Arab Saudi menilai koordinasi dan keterlibatan Mesir menjadi sangat krusial mengingat posisi strategis Kairo yang mengendalikan Terusan Suez dan memiliki kepentingan keamanan langsung di perairan Laut Merah.
Serangan beruntun oleh Houthi di Laut Merah telah menyebabkan banyak perusahaan pelayaran global mengalihkan rute kapal mereka mengelilingi Afrika, yang memicu lonjakan biaya logistik dan mengancam pendapatan ekonomi negara-negara di sekitarnya, termasuk Mesir. Hingga berita ini diturunkan, diplomasi dan komunikasi intensif antara pihak Riyadh dan Kairo masih terus berjalan guna membahas bentuk kerja sama pertahanan dan tindakan strategis bersama dalam menangani ancaman milisi Houthi di kawasan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan capaian kinerja serta realisasi anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga pertengahan September 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Tito menyampaikan bahwa hingga 14 September 2026, realisasi anggaran Kemendagri telah menyerap dana sebesar Rp4,36 triliun. Angka tersebut setara dengan 63,54 persen dari total pagu anggaran Kemendagri tahun 2026 yang sebesar Rp6,86 triliun.
Selain penyerapan anggaran, Mendagri juga menyoroti sejumlah program strategis nasional dan pelayanan publik yang terus dikawal pemerintah daerah. Di antaranya meliputi pemulihan pascabencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT), penanganan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bagi korban bencana, pemantauan dan pengendalian inflasi daerah, hingga pengawalan program prioritas Presiden seperti Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Dalam kesempatan yang sama, selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito turut melaporkan penyerapan anggaran BNPP yang mencapai Rp266,6 miliar atau 69,41 persen dari total pagu Rp384,1 miliar. Kemendagri juga mengajukan usulan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk melengkapi pagu indikatif tahun anggaran berikutnya guna mendukung penguatan kinerja pemerintahan daerah dan pelayanan kependudukan.
Sumber: CNN Indonesia
BATAM — Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 yang digelar Bank Indonesia menjadi ajang promosi sekaligus penguatan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan yang berlangsung di K-Square Batam pada 14-20 September 2026 tersebut menghadirkan beragam agenda, mulai dari GMP Expo, bazar kuliner Nusantara, fashion show, business matching, kompetisi, workshop, talkshow UMKM ,pertunjukan musik hingga fun run.
Salah satu area yang menjadi perhatian adalah Gebyar Pesisir Melayu Mart yang menghadirkan produk UMKM dari berbagai wilayah di Kepri. Produk yang dipasarkan berasal dari sejumlah daerah, termasuk Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Tanjungpinang, Batam, dan Karimun.
Salah seorang pelaku UMKM binaan Bank Indonesia kepri, Azzuri saat ditemui awak media pada Selasa (15/9/2026), mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan produk unggulan UMKM binaan Bank Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.
"Jadi semua produk UMKM unggulan di masing-masing kepulauan ini semuanya ada di sini," kata Azuri dalam kegiatan GMP 2026.
Menurut dia, kehadiran produk dari berbagai daerah tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas tanpa harus membawa konsumen langsung ke daerah asal produk.
Salah satu produk baru yang diperkenalkan dalam GMP 2026 adalah Lapana Snack. Produk tersebut menawarkan sejumlah varian makanan ringan, termasuk keripik kentang dan olahan kulit kentang dengan cita rasa salted egg.
Inovasi pemanfaatan kulit kentang menjadi salah satu produk yang ditawarkan sebagai bagian dari diversifikasi produk UMKM.
Selain makanan ringan, Gebyar Pesisir Melayu Mart juga menyediakan berbagai produk pangan olahan seperti rendang, termasuk rendang ikan tongkol dan rendang jamur, sambal ikan tuna asap, bumbu sup ikan khas Batam, bawang goreng, saus, sambal, produk berbahan jahe, kopi, hingga berbagai makanan siap santap.
Produk berbahan ikan asap dari Natuna juga menjadi salah satu produk yang dipasarkan. Salah satu produk disebut dijual dengan harga sekitar Rp35.000 per kemasan.
Beragam produk tersebut menunjukkan potensi pengembangan komoditas pangan lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan dalam bentuk kemasan dan memiliki daya jangkau pasar lebih luas.
Dari sisi penjualan, Azzuri menyebut respons pengunjung pada hari pertama GMP 2026 cukup positif. Nilai transaksi di Gebyar Pesisir Melayu Mart disebut mencapai sekitar Rp15 juta pada hari pertama penyelenggaraan.
"Respon hari pertama itu hampir sekitar Rp15 juta," ujarnya.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator awal pergerakan transaksi selama pameran. Pengelola menargetkan total penjualan selama kegiatan dapat mencapai Rp5 miliar.
"Karena kita Mart, keseluruhan target kita di tahun ini Rp5 miliar," kata Azzuri.
Target tersebut mencakup keseluruhan aktivitas penjualan produk yang tersedia di area Mart selama penyelenggaraan GMP 2026.
Selain area Mart, pengunjung juga dapat menemukan tenant kuliner di area luar yang menawarkan berbagai makanan siap santap, mulai dari makanan berat sampai cemilan kekinian.
