super me
Pemandangan berbeda dirasakan para pengguna jalan saat memasuki jalur pendestrian Batam Center pada akhir Agustus ini. Sebab, penanaman pohon bunga tabebuya yang diinisiasi oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pada akhir tahun 2022 lalu mulai bermekaran.
Keindahan bunga tabebuya yang berwarna putih dan merah muda (pink) yang berasal dari Amerika Latin tersebut, mengingatkan pada suasana musim semi di Jepang. Sekilas, bunga yang memiliki nama latin Handroanthus Chrysotrichus ini, memang mirip dengan bunga sakura.
Kehadiran bunga tabebuya di sepanjang jalan tersebut, diperuntukkan untuk menambah estetika kota dan penghijauan kawasan Batam Center, yang merupakan etalase kota Batam sebagai pusat pemerintah, jasa dan pemukiman.
Muhammad Rudi mengatakan, penanaman pohon bunga tabebuya disepanjang jalur pedestrian tersebut, merupakan langkahnya dalam menata kota dan peningkatan fasilitas bagi masyarakat Kota Batam maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam. Pohon bunga tabebuya sendiri dipilih karena mempunyai ketahanan hidup yang sangat tinggi dan mampu beradaptasi dalam rentang kondisi yang cukup luas.
"Pohon tabebuya juga mampu membersihkan udara dari polutan yang berbahaya. Karena itu, penanaman pohon ini diharapkan memberikan manfaat bagi Kota Batam," kata Muhammad Rudi.
Oleh karenanya, Muhammad Rudi berpesan agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang sudah dibangun, agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
"Fasilitas yang sudah dibangun ini wajib kita jaga dan rawat bersama, agar dapat terus digunakan hingga generasi penerus kita nantinya," harapnya.
Mekarnya bunga tabebuya di sepanjang pendestrian Batam Center tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang melewati jalan-jalan yang dihiasi bunga tersebut, untuk dijadikan tempat berswafoto.
Abdul Muthallib mengaku senang dengan mekarnya bunga tabebuya, karena memperindah sepanjang jalan protokol yang ditanami pohon tersebut.
"Dengan mekarnya bunga Tabebuya ini, tentunya menambah keindahan kawasan Batam Center. Dengan warna putih dan merah muda, serasa berada di Jepang seperti melihat bunga Sakura," ujar warga Bengkong ini dengan antusias. (*)
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry pelabuhan Punggur menerapkan system tiket online, yang mana system ini sudah di sosialisasikan, pada bulan Mei tahun 2024, adapun nama aplikasi nya trip.ferizy.com
Menurut General Manager ASDP pelabuhan Punggur Batam, Hermin Welkis pada hari Rabu 21 Agustus 2024 ASDP menerapkan sistem tiket online dan terlihat antrian yang lumayan panjang.
"Saya kira antrian ini sudah kebiasaan pengguna jasa, dengan adanya tiketing online ini dengan kedepan pengguna jasa itu sudah dapat reservasi tiket nya jauh-jauh hari, ketika jadwal itu sudah di buka," ujar Hermin, saat di temui di kantornya, dalam keterangan pers pada hari Rabu (21/08/24) siang,
"Sosialisasi edukasi kepada masyarakat ini sudah kami lakukan pada bulan Mei 2024, dan bersyukur Alhamdulillah kami hari ini launching penggunaan tiket online ini," kata Hermin.
"Kami juga secara bertahap mengedukasi kepada para pengguna jasa bisa merubah budaya antri di pelabuhan ini membeli tiket lebih awal," ucapnya.
"Saya berharap khususnya kepada pengguna jasa di wilayah Kepulauan Riau ini khususnya di Kota Batam, agar dapat memiliki tiket secara online, sehingga tidak terjadi antrian di pelabuhan, dan banyak kegunaan pembelian tiket secara online ini," harap Hermin.
"Jadi yang terjadi antrian pada hari ini adalah antrian seperti kalau di bandara itu antrian chek in," katanya.
"Untuk tata cara itu ada tutorial nya dan mendownload aplikasi ferizy ini, kami juga tempatkan beberapa petugas bukan hanya di pelabuhan saja tapi di buferzone," tambah Hermin.
"Harapan kami kedepan untuk pengguna jasa khususnya penyebrangan di pelabuhan Punggur sudah kami terapkan tiket online," pungkas Hermin Welkis. (Red)
BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan Rempang Eco-City, Kamis (22/8/2024).
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 187 KK.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pergeseran ini merupakan bentuk komitmen warga dalam mendukung proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian's Economic Growth.
"Sebagian warga mulai membuka diri terhadap rencana investasi di Rempang. Kami berharap, seluruh komponen daerah pun dapat mendukung realisasi proyek strategis nasional ini agar bisa berjalan lancar," ujar Ariastuty dalam keterangan resminya.
Di samping itu, Ariastuty menyebut jika BP Batam masih terus berupaya maksimal untuk menggesa pengerjaan hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.
Pihaknya menargetkan, sebanyak 100 hunian baru dapat terselesaikan hingga bulan September 2024 mendatang.
Dengan harapan, warga yang terdampak pembangunan pun bisa segera menempatinya dan menikmati fasilitasi yang ada di kawasan permukiman tersebut.
"Hingga saat ini, tim di lapangan masih terus bekerja keras agar hunian baru di Tanjung Banon bisa selesai tepat waktu," tambah Ariastuty.
Ia juga menekankan bahwa BP Batam selalu berkomitmen untuk menuntaskan proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia.
Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru seiring industri yang berjalan di kawasan tersebut.
"Sejak awal, proyek strategis Rempang Eco-City memang bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Provinsi Kepri," pungkasnya. (*)
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berkomitmen untuk menuntaskan pemenuhan hak-hak warga yang terdampak pengembangan proyek strategis nasional Rempang Eco City.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dengan dukungan instansi terkait tengah berupaya maksimal untuk menuntaskan pergeseran terhadap warga yang terdampak pengembangan tahap awal Rempang Eco-City.
"Warga yang telah mendaftar akan segera dipindahkan ke hunian sementara dan haknya meliputi uang sewa dan uang biaya hidup juga langsung diberikan," kata Ariastuty, Kamis (22/8) pagi.
"Itu adalah bentuk komitmen BP Batam dalam menyelesaikan rencana investasi di Rempang," sambungnya.
Dalam mendukung realisasi Rempang Eco-City, Ariastuty menyebut, jika BP Batam memiliki dua tugas penting. Pertama, menyelesaikan hak warga terdampak. Lalu, Kedua, menyediakan rumah baru.
Kedua tugas itu, dikatakan merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Adapun jumlah warga Rempang yang telah menempati hunian sementara hingga saat ini menjadi sebanyak 180 KK.
Ariastuty menyebut, masyarakat yang terdampak perlahan mulai membuka diri terhadap pengembangan Kawasan Rempang.
"Sejak awal, BP Batam selalu mengedepankan pendekatan dan komunikasi persuasif. Hal ini pula yang kemudian membuat sebagian besar warga di sana mulai menerima rencana investasi di kampung mereka," sebutnya.
Tuty mengungkapkan jika warga meyakini, proyek strategis Rempang Eco-City memberikan secercah harapan untuk dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka. Satu di antaranya adalah dengan terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan.
"Proyek ini akan memberikan banyak manfaat ekonomi. Selain memiliki hunian baru, peluang kerja bagi masyarakat juga cukup besar apabila rencana investasi ini bisa terealisasi," serunya.
Warga asal Desa Pasir Panjang, Indra Harahap berharap proyek Rempang Eco-City dapat memberikan manfaat ekonomi terhadap masyarakat.
"Semoga masyarakat tempatan menjadi prioritas dalam proyek di Rempang. Dengan begitu, ekonomi warga bisa lebih maju," ungkapnya.
Sebelumnya, warga Desa Mekar Sari Sembulang, Budi Yansyah juga mengapresiasi perhatian pemerintah melalui BP Batam yang telah membantu pergeseran terhadap keluarganya.
Budi mengaku, tidak ada intervensi ataupun paksaan dari pihak manapun terhadap keputusannya yang mendukung penuh pengembangan proyek Rempang Eco-City.
"Saya sudah tinggal di sini 15 tahun lamanya. Semoga dengan hadirnya proyek ini, ekonomi keluarga kami bisa sejahtera dan menjadikan kampung ini lebih maju," imbuhnya.
BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City.
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 180 KK.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendukung percepatan realisasi proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian's Economic Growth.
Sesuai instruksi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Ariastuty menyebut jika tim di lapangan selalu mengedepankan pendekatan persuasif terhadap warga yang terdampak pembangunan agar bersedia untuk bergeser ke hunian sementara.
"Kami berharap, seluruh komponen daerah dapat mendukung realisasi program Rempang Eco-City yang menjadi proyek strategis nasional. BP Batam akan bekerja secara maksimal agar seluruh proses ini berjalan lancar," ujar Ariastuty, Rabu (21/8/2024).
Ia menjelaskan, tiap warga yang bergeser akan mendapatkan santunan berupa biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa.
Tidak hanya itu, lanjut Ariastuty, BP Batam juga memberikan biaya sewa rumah dengan jumlah yang sama yakni Rp 1,2 juta per bulan untuk masing-masing kepala keluarga.
"Kepada tiap warga, kami juga membebaskan mereka untuk memilih hunian sementara yang akan ditempati. Bisa pilih mandiri atau yang telah kami siapkan," tambahnya.
Sementara, warga asal Desa Pasir Panjang, Indra Harahap berharap proyek Rempang Eco-City dapat memberikan manfaat ekonomi terhadap masyarakat.
"Semoga masyarakat tempatan menjadi prioritas dalam proyek di Rempang. Dengan begitu, ekonomi warga bisa lebih maju," ungkapnya. (*)
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Adidoyo Prakoso, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2024 pada Minggu, 18 Agustus 2024 di Harbourbay Downtown, Batam. GMP 2024 yang mengusung tema “Digitalisasi untuk Transformasi Ekonomi Kepri bagi Kemajuan Negeri” telah berlangsung selama 4 (empat) hari sejak tanggal 15 Agustus 2024. GMP yang merupakan Strategic Flagship Event tahunan Kepulauan Riau (Kepri), pada tahun ini disinergikan dengan kegiatan Bahanakan Cinta Bangga dan Paham Rupiah (BAHARI) Kepri dan Pekan QRIS Nasional (PQN) yang secara serentak diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia.
Dalam pidato penutupnya, Adidoyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan GMP 2024. Keterlibatan masyarakat pada GMP 2024 memberikan dampak positif dan menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Kepri. GMP 2024 juga menjadi momentum untuk meningkatkan literasi pelajar terkait Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah melalui Launching Materi CBP Rupiah ke dalam kurikulum pengajaran SMP se-Kota Batam yang bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Batam.
GMP 2024 diikuti oleh lebih dari 81 brand UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Kepri dari sektor kain, fesyen, kriya, makanan minuman olahan; pelaku industri keuangan digital dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), serta lebih dari 80 booth bazar kuliner. Selama penyelenggaraan, total penjualan dari fashion show, area pameran, dan bazar mencapai lebih dari Rp1,75 miliar. Selain itu, transaksi melalui QRIS tercatat sejumlah 7.855 transaksi yang mencerminkan akseptasi positif masyarakat Kepri terhadap digitalisasi sistem pembayaran. Sebagai informasi, secara total, volume transaksi QRIS di Kepri pada periode Januari s.d Juni 2024 mencapai 14,1 juta transaksi dengan total nominal mencapai Rp2,1 triliun. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan yang signifikan terkait literasi dan penggunaan QRIS di Kepri.
Dalam seremoni penutupan GMP 2024, Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri secara simbolis memberikan penghargaan kepada pemenang kompetisi edukatif yang melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan usia, yaitu: Lomba Millenial Penggerak CBP Rupiah, Lomba Guru Penggerak CBP Rupiah, Lomba Story Telling CBP Rupiah, Lomba Mewarnai, Lomba Ranking 1, Lomba Yel-Yel Pramuka, Kompetisi Bola Basket 3x3, dan Kompetisi Kreasi Band. Berbagai kompetisi tersebut digelar sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebijakan Bank Indonesia. Bank Indonesia Kepri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengkomunikasikan berbagai kebijakan Bank Indonesia. Hal ini untuk mendukung efektivitas implementasi kebijakan Bank Indonesia guna mencapai terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
BP Batam mulai membongkar rumah milik warga terdampak pembangunan Rempang Eco-City yang telah bergeser ke hunian sementara.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait membeberkan, pembongkaran tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempercepat realisasi pengembangan Kawasan Rempang.
"Langkah ini sudah mendapat persetujuan dari warga yang telah bergeser dengan menandatangani surat pernyataan bahwa mereka bersedia untuk dilakukan pembongkaran," jelas Tuty, panggilan akrabnya, Sabtu (17/8/2024).
Di samping itu, lanjut Tuty, pihaknya juga mempertimbangkan beberapa faktor sebelum melakukan pembongkaran.
Yang pertama, warga pemilik rumah telah bergeser ke hunian sementara dan menerima biaya sewa serta biaya hidup.
Berikutnya adalah bangunan milik warga yang telah menerima perhitungan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan menerima pembayaran untuk ganti tanam tumbuh, bangunan serta pembukaan lahan.
"Dan kami juga memastikan bahwa warga tersebut sudah memilih nomor untuk rumah baru mereka yang berlokasi di Tanjung Banon," tambah Tuty.
Oleh sebab itu, Tuty mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu atau pemberitaan miring terkait upaya pembongkaran tersebut.
Ia berharap, seluruh komponen daerah untuk dapat menjaga situasi kondusif agar realisasi Rempang Eco-City sebagai proyek strategis nasional dapat berjalan lancar dan maksimal.
"Kami sampaikan agar semua kita dapat mendukung rencana investasi ini. Tentunya dengan harapan agar ekonomi Batam bisa meningkat dan penyerapan tenaga kerja lokal bisa maksimal," pungkasnya. (*)
Sebanyak 85 peserta Penerimaan Calon Asisten Ombudsman RI mengikuti Computer Assisted Test (CAT) di UPT BKN Batam pada Kamis (15/08/2024). Kegiatan ini dilakukan serentak di Ombudsman RI seluruh Indonesia di 33 Kantor Regional BKN dan UPT di seluruh Indonesia.
Tahapan CAT ini merupakan salah satu rangkaian Penerimaan Calon Asisten Ombudsman RI, dimana setelah ini, peserta yang lolos masih akan menghadapi tahapan-tahapan selanjutnya.
"Terdapat 105 orang yang lolos tahapan administrasi. Peserta yang hadir 85 orang dibagi menjadi 2 sesi tes di hari yang sama," ungkap Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dr Lagat Siadari pada saat tes berlangsung.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti CAT di UPT BKN Batam tidak terkhusus mengambil formasi di Perwakilan Kepri, melainkan memilih lokasi CAT di Kepri.
"Di Kepri, jumlah pendaftarnya 219 orang. Yang lolos administrasi 134 orang. Beberapa peserta memilih CAT di luar Kepri," jelas Lagat.
Pada tahun 2024, Ombudsman RI Perwakilan Kepri sendiri mendapatkan porsi formasi Calon Asisten Ombudsman RI sebanyak 4 orang.
"Kami berharap Ombudsman Kepri mendapatkan yang terbaik. Khususnya, kami sangat berharap putra dan putri Kepri yang dapat bergabung menjadi bagian Insan Ombudsman RI Perwakilan Kepri," kata Lagat.
Untuk diketahui bersama, hasil CAT direncanakan akan diumumkan pada 20 Agustus 2024. Peserta yang lolos CAT selanjutnya mengikuti tes psikotes dan wawancara lalu diakhiri dengan tes kesehatan.
Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmen dalam mendorong transformasi ekonomi melalui digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kepulauan Riau (Kepri), Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri kembali menyelenggarakan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) yang secara konsisten digelar setiap tahun sejak 2021. Pada tahun 2024, GMP mengusung tema “Digitalisasi untuk Transformasi Ekonomi Kepri bagi Kemajuan Negeri”. Acara ini merupakan Strategic Flagship Event yang disinergikan dengan Pekan QRIS Nasional (PQN) dan Bahanakan Cinta Bangga dan Paham Rupiah (BAHARI) yang dilaksanakan selama empat hari dari 15 s.d. 18 Agustus 2024 di Harbourbay, Kota Batam.
GMP 2024 secara resmi dibuka pada tanggal 15 Agustus 2024 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri dan Kepala Perwakilan BI Kepri, serta secara virtual dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Republik Indonesia, Deputi Gubernur BI, dan Asisten Deputi Kemenko Perekonomian RI. Dalam sambutannya, MenkopUKM RI, Teten Masduki. mengungkapkan bahwa penyelenggaraan GMP 2024 merupakan momentum Kepulauan Riau untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan transformasi UMKM. Menteri Teten juga menyampaikan bahwa posisi strategis Kepulauan Riau khususnya Kota Batam yang menjadi Zona Perdagangan Bebas merupakan potensi besar untuk dikembangkan menjadi digital hub yang terintegrasi dengan ASEAN dalam mengahadapi revolusi industri 4.0.
Selanjutnya, Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menekankan pentingnya meningkatkan daya saing UMKM melalui konsep PINTAR, yakni perbaikan dari sisi Produksi, selalu melakukan Inovasi, memperbaiki Narasi, menggunakan Teknologi, mengakselerasi Akses pembiayaan, dan optimalisasi Rantai pasok dengan kolaborasi bersama UMKM lain untuk membentuk sebuah klaster. Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian RI, Kartika Listriana, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kunci tercapainya Indonesia Emas 2045 dan perlunya sinergi kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Sekda Provinsi Kepri, Adi Prihantara yang mewakili Gubernur Kepri juga berharap agar berbagai pihak terus bersinergi untuk mendorong berkembangnya pelaku UMKM baru sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang juga menjadi faktor penting tercapainya Indonesia Emas.
GMP 2024 merupakan salah satu program strategis Provinsi Kepri yang ditujukan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi dan penguatan UMKM. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Suryono, yang menyampaikan laporan rangkaian kegiatan Road to GMP 2024 sejak awal tahun serta melibatkan pemerintah kota/kabupaten di Provinsi Kepri. Suryono juga menjelaskan bahwa sinergi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Perhelatan GMP 2024 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, antara lain pameran UMKM dan fintech, fashion show, seminar nasional, business matching, serta berbagai kompetisi seperti basket 3x3, kreasi band, ranking 1, mewarnai untuk anak-anak, dan yel-yel pramuka.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2024 mencapai 4,90% (yoy) dan merupakan yang tertinggi kedua se-Sumatera. Pertumbuhan ekonomi yang solid tersebut diikuti dengan inflasi yang terkendali pada Juli 2024 yang sebesar 2,81% (yoy). Kedua capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang solid antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan semua pihak terkait dalam mengimplementasikan berbagai program pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, dan digitalisasi ekonomi. Hingga saat ini, nominal transaksi digital melalui QRIS di Kepri telah mencapai Rp2,1 triliun dengan volume/frekuensi transaksi sebesar 14 juta transaksi.
Bank Indonesia Kepri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan ekonomi digital dan UMKM guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berbagai upaya strategis akan terus didorong, termasuk pendampingan UMKM, promosi perdagangan, business matching, serta kurasi dan inkubasi untuk mendukung UMKM berdaya saing tinggi. Bank Indonesia Kepri juga akan terus memperluas transaksi pembayaran digital di Kepri untuk mendukung tercapainya digitalisasi ekonomi.
Medan, 13 Agustus 2024 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menginisiasi program “Kampung IM3” di beberapa desa yang tersebar di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Program yang dijalankan sejak Juli hingga Desember 2024 ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia lewat pengembangan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, yang ditunjang oleh jaringan IM3 yang luas dan stabil.
Fahd Yudhanegoro, EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, “Banyaknya pelaku UMKM di desa sangat berpengaruh terhadap perekonomian setempat. UMKM membutuhkan konektivitas internet yang andal untuk mengembangkan usahanya. Melalui brand IM3, Indosat hadir dengan menyediakan layanan telekomunikasi untuk mendukung aktivitas digital masyarakat di desa. Dengan hadirnya layanan internet dari IM3 yang luas dan stabil hingga ke pelosok perdesaan, kami percaya hal tersebut akan dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat setempat.”
Dalam program Kampung IM3, Indosat memberikan dukungan berupa sejumlah perangkat CCTV yang saling terhubung ke server aplikasi melalui jaringan yang #SelaluNyambungdenganIM3. Sistem CCTV berbasis jaringan nirkabel ini memungkinkan pengawasan secara real-time dan melakukan perekaman yang bisa diakses dari jarak jauh. Community center di desa juga akan dilengkapi dengan fasilitas WiFi untuk melengkapi fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat.
“Indosat telah menyediakan jaringan internet yang luas dan stabil untuk mendukung sistem CCTV dalam program Kampung IM3. Dengan koneksi internet yang baik, sistem CCTV bisa berfungsi secara optimal. Dalam program Kampung IM3, Indosat bekerja sama dengan pemerintah desa dalam mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan pengawasan untuk menciptakan lingkungan desa yang aman dan nyaman. Kolaborasi ini mencakup aspek teknis dan logistik, termasuk instalasi dan pemeliharaan sistem CCTV”, lanjut Fahd.
Untuk memastikan agar dukungan fasilitas yang diberikan Indosat dapat digunakan secara efektif, program Kampung IM3 juga memberikan pelatihan tentang cara pengoperasian dan pemeliharaan sistem CCTV kepada aparat pemerintah desa. Dengan sistem CCTV berbasis jaringan, data yang didapatkan bisa dikelola dan dianalisa untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Indosat juga menyediakan opsi platform atau solusi yang memungkinkan pengelolaan dan pemantauan data secara efisien oleh aparat pemerintah desa.
Saat ini, program Kampung IM3 sudah berjalan di wilayah Medan dan sekitarnya, tepatnya di Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Lebih lanjut, program Kampung IM3 juga sedang dalam proses implementasi di 15 desa di wilayah lainnya seperti Banda Aceh, Binjai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Batam, Jambi, Bengkulu, Lubuklinggau, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Timur.
Ke depannya, program Kampung IM3 diharapkan dapat terus memberikan efek positif berganda kepada masyarakat setempat di hingga 30 desa di Sumatra, baik dari sisi peningkatan perekonomian, keamanan dan juga perbaikan fasilitas desa.
