super me
Johor Bahru, 12 September 2024. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Pertemuan Tingkat Menteri Kerja Sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia – Malaysia – Thailand atau Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-30 di Johor Bahru, Malaysia pada Kamis (12/09). Pada awal Pertemuan, Deputi Edi menegaskan pentingnya untuk terus meningkatkan upaya kolaboratif di sektor ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, pariwisata, pertanian, dan industri halal.
“Kita punya visi, komitmen, dan sinergi bersama untuk hasilkan rencana aksi yang berdampak nyata bagi perekonomian sub-regional,” ungkap Deputi Edi.
Beberapa hal penting yang menjadi perhatian Indonesia antara lain penguatan konektivitas infrastruktur fisik dan digital dengan meningkatkan jaringan konektivitas untuk memperlancar pergerakan orang dan barang, menggali potensi sektor-sektor industri bernilai tambah tinggi pada komoditas strategis dan prioritaskan pembangunan industri penghasil energi bersih, seperti bio-fuel dan bio-ethanol, promosi industri halal, mendorong ekonomi kreatif, serta percepatan penyelesaian proyek unggulan (Flagship Project) IMT-GT, dan yang terakhir yakni mendorong implementasi pembangunan kota hijau berkelanjutan melalui kerangka Sustainable Urban Development Framewok (SUDF).
“Seluruh tujuan ini hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen kerja sama berkolaborasi dalam menyusun proyek-proyek yang terukur, serta menjalin kerja sama dengan kerja sama sub-regional lainnya, seperti BIMP-EAGA dan GMS,” tegas Deputi Edi.
Lebih lanjut, Deputi Edi juga menyampaikan masukan kepada para Kepala Daerah yang tergabung dalam Chief Ministers and Governors Forum (CMGF) untuk menyusun rencana aksi yang terukur untuk realisasi Visi IMT-GT 2036. Adapun CMGF juga perlu dimanfaatkan sebagai forum diskusi dan praktik terbaik dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi, pengelolaan sampah, digitalisasi daerah, dan konservasi lingkungan.
“Mari kita wujudkan sub-kawasan IMT-GT yang berprinsip 3V, yaitu Vibrant (energik), Verdant (hijau), dan Value (bernilai tambah),” pungkas Deputi Edi.
Dalam kesempatan tersebut, konsolidasi dalam promosi program IMT-GT Visit Year, percepatan dalam penyelesaian proyek konektivitas Ro-Ro Dumai – Malaka, serta peluang konektivitas baru Batam – Johor turut menjadi perhatian para Menteri IMT-GT dari CMGF.
Selanjutnya dalam sesi Pertemuan Retreat, para Menteri juga membahas proposal Asian Development Bank (ADB) dalam menyusun Strategi Kolaboratif Ekonomi Biru 2030. Inisiatif ini merupakan langkah kolaboratif dan strategis untuk mencapai visi bersama mewujudkan pemanfaatan ekonomi kelautan sekaligus kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Secara prinsip para Menteri mendukung inisiatif tersebut, meski demikian perlu untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait mekanisme dan implementasi
Sebagai informasi, Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-30 tersebut merupakan pertemuan puncak dari rangkaian pertemuan yang telah diselenggarakan sejak tanggal 9 September 2024 lalu. Pertemuan dipimpin oleh Ministry of Economy Malaysia Rafizi Ramli.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Senior Advisor National Economic and Social Development Council Thailand Sasithorn Palattadej, Vice President for East Asia-Southeast Asia and the Pacific Scott Morris dan Satvinder Singh, Deputy Secretary General for the ASEAN Economic Community ASEAN Secretariat Satvinder Singh, serta Perwakilan ADB. (nck)
Majunya pembangunan di Batam, memberi dampak kemajuan bagi daerah-daerah di Kepulauan Riau (Kepri). Bahkan pertumbuhan ekonominya menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi provinsi ini. Semua itu tak lepas dari peran seorang tokoh, Bapak Pembangunan Kota Batam: H Muhammad Rudi (HMR).
TANJUNGPINANG,
SEJAK dinakhodai HMR, sebagai Wali Kota, sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam, Kota Batam terus melaju menuju kota baru.
Batam terus berkembang semakin maju. Pembangunan itu memberi efek bagi pergerakan dan pertumbuhan ekonomi di Bandar Dunia Madani ini. Muara dari semuanya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tak heran, ketika melihat Batam yang bergeliat semakin maju, masyarakat pun ingin HMR menjadi Gubernur Kepulauan Riau. Memimpin Provinsi dengan 2.408 pulau ini dengan visi membangunnya yang merata ke seluruh wilayah.
Gayung bersambut. Dengan menggandeng H Aunur Rafiq, Bupati Karimun saat ini, HMR siap menerima amanah masyarakat. Tentu dengan visi misi yang mensejahterakan masyarakat Kepri. Membuat Kepri semakin maju. Membangun secara merata ke seluruh kabupaten kota.
“Mudah-mudahan amanah yang diberikan bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” kata HMR suatu ketika.
Setelah Batam maju pesat, pria kelahiran Tanjungpinang ini siap "balek" kampung. Bermarkas di Dompak (kantor gubernur Kepri) untuk memberi banyak dampak. Dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kepulauan Riau.
Tanjungpinang merupakan daerah timang-timangan HMR. Sejak kecil berbagai ceruk ibu kota Kepulauan Riau ini menjadi tempat bermainnya. Mulai dari SD, SMP Negeri IV, hingga bersekolah di SMA Negeri 1 Tanjungpinang.
Ketika menjadi abdi negara di Kepolisian Republik Indonesia, Rudi pun melanglang buana bertugas di sejumlah daerah di Kepri. Termasuk Tanjungbalai Karimun.
Tempat dia menemukan si jantung hatinya, Hj Marlin Agustina. Di antara perjalanan karirnya itu, Rudi banyak mendapat penempatan tugas di Kota Batam.
Setelah mengabdi sebagai aparat kepolisian, Rudi kemudian mendapat amanah di jalur legislatif dan eksekusi. Menjadi anggota DPRD Batam, Wakil Wali Kota, untuk kemudian dua periode menerajui Batam.
Dua periode memimpin Batam, HMR terus membuat terobosan dengan beragam program clean government, dan kesejahteraan masyarakat.
Tak ada waktu nyanyi-nyanyi, drama atau tidur di atas sofa, semua yang direncanakan dieksekusi.
Masyarakat dapat melihat Batam hari ini dengan segala perkembangan dan kemajuannya. Dengan pertumbuhan ekonominya. Yang terus melaju semakin maju. Menjadi Batam Baru yang semakin mensejahterakan masyarakatnya.
Kini, HMR dan Rafiq atau Rudi-Rafiq, siap diberi tugas olah masyarakat Kepri untuk membuat Kepri semakin maju. Mengeksekusi pembangunan secara merata ke seluruh kabupaten kota.
HMR, rasanya tak perlu menebar janji tentang apa-apa untuk memajukan Kepri. Batam hari ini, dengan pembangunan yang terus menggeliat, adalah “etalase” dia bekerja sebagai pemimpin.
Mari, dukung dan beri Rudi-Rafiq amanah untuk bergerak dari Pulau Dompak. Biar mereka bertindak dan menggebrak. Untuk Kepulauan Riau yang semakin maju dan berdelau. *
Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu sore (11/9/2024).
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bpk. M. Sarmuji, dan membahas Finalisasi Penyesuaian RKA BP Batam TA 2025 Sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPR RI.
Hadir Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; seluruh Anggota Bidang dan sejumlah pejabat eselon II.
Pada kesempatan tersebut, Komisi VI DPR RI mengetuk palu alokasi anggaran BP Batam tahun 2025 sebesar Rp1.992.728.199.000,- (Satu Triliun Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Delapan Juta Seratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
"Komisi VI DPR RI menyetujui alokasi anggaran BP Batam Tahun Anggaran 2025 sesuai Surat Badan Anggaran DPR RI." Tutur Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bpk. M. Sarmuji dalam pembacaan kesimpulan.
"Semoga anggaran yang telah ditetapkan dapat disinkronisasi dengan visi misi pembangunan pemerintahan ke depan dan betul-betul bermanfaat bagi kepentingan masyarakat." Pungkasnya kepada seluruh Pimpinan Badan yang hadir.
Usai pemaparan dari Kepala BSN dan Ketua KPPU, Kepala BP Batam Muhammad Rudi memaparkan secara singkat desain Pagu Belanja BP Batam Tahun 2025 dan Rencana Kerja yang akan dilakukan.
Ia mengapresiasi Komisi VI DPR RI atas segala dukungannya, baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan BP Batam sejak Tahun 2019 saat dirinya mulai memimpin Batam.
Adapun, prosentase komponen pagu anggaran BP Batam, bersumber dari PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 99,27%; Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar 0,44 %; dan Rupiah Murni Pendamping Pinjaman Luar Negeri (RMP-PLN) sebesar 0,29%.
Pagu Belanja tersebut, dialokasikan untuk dua program, yaitu:
A. Program Dukungan Manajemen 45,49 %; dan
B. Program Pengembangan Kawasan Strategis 54,51 %.
Muhammad Rudi menjabarkan dalam Program yang pertama yaitu Dukungan Manajemen, kegiatan utamanya adalah kegiatan operasional, seperti pengelolaan pegawai, pengelolaan organisasi, kegiatan pemeliharaan, jasa, dan kehumasan.
Sedangkan kegiatan-kegiatan dalam Program yang kedua adalah berbagai kegiatan yang mendukung perijinan bagi investor, logistik serta Program Prioritas berupa Pembangunan Sarana dan Prasarana untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur kawasan.
Dalam Program Pengembangan Kawasan Strategis, juga terdapat pengembangan beberapa layanan seperti layanan Kepelabuhanan, Penyediaan Air Bersih, Rumah Sakit dan lainnya.
Serta, tak kalah penting yakni pengembangan infrastruktur kawasan untuk menarik investasi serta mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City yaitu Pembangunan Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman.
"Salah satu fokus besar kita adalah membuat Batam-Rempang-Galang menjadi kawasan ekonomi yang makin modern dan mampu bersaing." Ujar Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi juga mengatakan tema Pembangunan KPBPB Batam Tahun 2025 adalah Percepatan Peningkatan Investasi Melalui Pengembangan Kawasan dan Pembangunan Infrastruktur.
Hal tersebut sejalan dengan Tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yaitu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
Program BP Batam turut mendukung Prioritas Nasional Lima (PN 5) yaitu “Melanjutkan Hilirisasi dan Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri.
BP Batam terus menggesa pengerjaan rumah baru untuk warga yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City.
Berdasarkan tinjauan tim di Tanjung Banon, pengerjaan bangunan yang memiliki tipe 45 dengan luas tanah 500 meter persegi itu pun hingga saat ini masih terus berlangsung.
"Alhamdulillah, pengerjaan beberapa unit rumah sudah selesai. Sebagian lainnya ada yang masih dalam tahap penyelesaian dan proses pematangan lahan," ujar Kepala Bagian Humas BP Batam, Sazani saat meninjau lokasi, Kamis (12/9/2024).
Sazani mengatakan, pihaknya pun berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan 350 unit rumah baru warga Rempang hingga akhir tahun 2024 nanti.
Hal tersebut tidak terlepas dari tanggung jawab BP Batam dalam mendukung realisasi Rempang Eco-City sebagai Program Strategis Nasional (PSN).
"Arahan Presiden, BP Batam memiliki tugas untuk menyediakan rumah baru bagi dan menyelesaikan hak-hak warga terdampak. Alhamdulillah, keduanya berjalan sebagaimana mestinya. Semoga tidak ada kendala berarti dalam prosesnya ke depan," tambah Sazani.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kabar yang berhembus terkait rencana investasi di Rempang.
Di samping itu, Sazani juga mengingatkan seluruh komponen daerah untuk dapat mendukung pengembangan Rempang sebagai proyek strategis sebagaimana yang tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 6 Tahun 2024.
"Sesuai arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, kami juga selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan investasi ini," pungkasnya. (*)
Fenomena kepala daerah yang lebih fokus kepentingan politik jangka pendek kerap menjadi kritikan karena pembangunan daerah mandek. Namun hal ini tidak berlaku bagi Haji Muhammad Rudi. Keseimbangan antara politik dan membangun Batam sudah Rudi buktikan.
Ibaratnya Rudi seorang sosok yang pandai bermain sepeda. Kedua kakinya harus terus bekerja sama agar sepeda berjalan seimbang dan lancar. Begitu pun memajukan Batam, Rudi menyeimbangkan antara politik dan membangun kota pulau industri ini.
Rudi bahkan seolah tidak sedang ikut hiruk-pikuk kontestasi Pilgub Kepri 2024. Baginya seperti tidak ada 'pertarungan'. Istilahnya 'B' saja.
Bersama staf, Rudi masih aktif meninjau revitalisasi Masjid Agung Batam Centre yang peresmiannya 15 September 2024. Begitu pun Bundaran Punggur dan Flyover Seiladi terus ia pantau pengerjaannya. Untuk memastikan infrastruktur terbangun sesuai target perencanaan.
''Proses pekerjaan akan terus diselesaikan. Hal ini tidak lain, untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,'' tutur Rudi, Selasa (11/9/2024) terkait dengan pengerjaan Flyover Seiladi. Pengerjaan infrastruktur flyover ini telah memasuki pemasangan erection girder atau balok girder.
Di dalam membangun, Rudi sudah membuktikan fokus pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. kebijakannya tidak jangka pendek, tapi berkelanjutan dan akan berdampak jangka panjang.
Kendati gencar membangun infrastruktur daerah, secara politik Rudi tak lupa tetap membangun konsensus dan koalisi. Mengelola hubungan dengan pemerintah pusat dan pihak lain. Serta menjalankan program-program yang populer dan sesuai dengan kepentingan masyarakat Batam.
Contohnya, Rudi ternyata tidak lupa dengan milenial. Ia beberapa kali datang khusus untuk membuka event E-Sport yang adaptable teknologi. Termasuk pembukaan E-Sport terbesar di Karimun.
Singkatnya, kunci Rudi memajukan Batam karena bisa menyeimbangkan antara politik dan membangun. Untuk mencapai keseimbangan, tentu Rudi mempunyai visi yang jelas dan kepemimpinan yang kuat untuk mengarahkan pembangunan dan mengatasi tantangan.**
Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi mengundang seluruh masyarakat yang beragama Islam untuk hadir dalam peresmian revitalisasi Masjid Agung Batam Center pada 15 September 2024 nanti.
Selain untuk melihat wajah baru Masjid Agung yang kini tampil lebih megah, lanjut Rudi, kegiatan ini sekaligus bertujuan mempererat tali silaturahmi antar umat muslim di Kota Batam.
"Mari bersama-sama kita ramaikan kegiatan yang juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Semoga tali persaudaraan kita selalu terjaga," ujar Rudi, Rabu (11/9/2024).
Muhammad Rudi mengatakan, Masjid Agung akan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan sekaligus ikon wisata religi Kota Batam.
Selain tempat ibadah, lanjut Rudi, masjid yang saat ini lebih modern dengan perpaduan warna biru dan putih tersebut juga akan menjadi pusat pendidikan agama dalam rangka pembinaan umat.
"Peran masjid dalam memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat Batam sangat penting. Mudah-mudahan masjid ini menjadi kebanggaan kita semua," tambah Rudi.
Bangunan Masjid Agung memang tampil lebih elegan usai proses renovasi.
Hadir dengan warna utama putih, masjid ini diperkirakan dapat menampung 1.780 jemaah.
Secara keseluruhan, masjid diperkirakan bisa menampung sekitar 14.500 jemaah.
"Saya siapkan pembangunan ini untuk umat muslim Kota Batam. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan kebaikan," tutup Rudi. (*)
Calon Gubernur Kepri H Muhammad Rudi dan Wakil Gubernur Kepri H Aunur Rafiq ingin menang secara bermartabat dan terhormat dalam Pilkada Kepri 2024 ini. Karena itu, pasangan ini mengajak kontestan lain berkompetisi secara jujur dan adil sesuai prinsip-prinsip Pemilu yang luber dan jurdil.
Ajakan ini berawal temuan Ketua Pengarah Tim Pemenangan Rudi - Rafiq, DR HM Soerya Respationo. Mantan Wakil Gubernur Kepri ini menengarai, selain ada dua paslon yang akan bertanding, patut diduga akan ada "paslon ketiga".
Soerya menggunakan idiom "lapangan sudah becek" dalam dua kali kesempatan. Pertama, ketika mengarahkan tim dalam rapat konsolidasi kedua di Aston Hotel. Kedua, ketika Beliau berbicara di sebuah podcast.
"Pemain resmi belum ngegas, yang tak resmi sudah mulai ngegas dengan rayap-rayapnya. Ini tak boleh kita biarkan,” tegas Soerya.
Karena melihat adanya indikasi-indikasi pemain ketiga yang sebetulnya ilegal yang mencoba cawe-cawe di Pilkada Kepri, menjadi argumentasi kuat Soerya ke pasangan Rudi-Rafiq untuk memilih Irjen Pol (Pur) Darmawan sebagai ketua Tim Pemenangan Paslon HMR-AuRa.
Ketua Tim Pemenangan Rudi-Rafiq, Irjend Pol (Pur) Darmawan, mantan Wakapolda Kepri, juga membenarkan indikasi adanya pihak lain yang bermain di Pilkada Kepri ini. "Ini membuat kami harus lebih mawas diri," katanya.
Begitu pula Sekretaris Tim Pemenangan Rudi-Rafiq Muhammad Kamaluddin. Ia menyebut, pasangan Rudi-Rafiq awalnya hampir tak dapat berlayar karena ada kekuatan besar yang hendak memborong partai di Pilkada Kepri.
"Kami diusung oleh koalisi semut. Kami menghadapi koalisi gajah. Namun semut bisa masuk ke telinga gajah," katanya.
Nasdem dan PDIP yang sejak awal berkomitmen mengusung Rudi-Rafiq, mendapat suntikan moral sangat dahsyat melalui keputusan MK. "Alhamdulillah, Allah telah menjawab doa-doa kami, sehingga partai-partai lain menyusul, yakni PSI, Buruh, Hanura, dan PKN," katanya.
Juru bicara pasangan Rudi-Rafiq, Candra Ibrahim, menambahkan, Rudi -Rafiq tetap dalam komitmen menjadikan pesta demokrasi di Kepri tetap ideal, yakni pemilu yang berkualitas, bermartabat, bersih, jurdil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.
"Ayo kita kawal Pilkada Kepri ini agar berjalan secara adil dan jujur. Karena pasangan Rudi-Rafiq ingin menang bermartabat," kata Candra.*
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) menggelar Coffee Morning bertema "Bersama Bersinergi" dengan beberapa perusahaan rekanan BU Fasling pada Selasa (10/9/2024) di Marketing Centre.
Coffee Morning yang dibuka oleh General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman (HGAT), Andi Yunus ini dihelat dalam rangka mengundang partisipasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari enam perusahaan yang hadir untuk bersinergi dalam program penghijauan yang digagas oleh Unit Usaha HGAT.
Keenam perusahaan tersebut yaitu PT. Bank BNI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Batam, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kantor Cabang Batam, PT. Kencana Makmur Lestari, Batamindo Industrial Park, PT. Jasaraharja Putera, dan Panbil Industrial Estate yang seluruhnya merespon positif dan bersedia mendukung program penghijauan ini sebagai bagian dari program CSR masing-masing perusahaan.
“Taman Rusa dan Taman Kolam yang dikelola BU Fasling merupakan etalase pariwisata Batam di kawasan Sekupang, kita sering kali menerima kunjungan wisatawan mancanegara baik dari Singapura, Malaysia, Vietnam, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya tidak hanya pada akhir pekan namun juga di hari kerja,” ujar Andi Yunus dalam sambutannya.
“BU Fasling juga telah menggelar berbagai jenis kegiatan berlandaskan budaya Indonesia yang bertujuan mengenalkan budaya kita dari Sabang sampai Merauke kepada wisatawan mancanegara yang datang,” terang Andi Yunus.
Harapannya, dengan program penghijauan ini kawasan Taman Kolam dan Taman Rusa Sekupang bisa semakin rindang dan teduh sehingga baik wisatawan mancanegara serta wisatawan lokal dan masyarakat Batam akan senang berkunjung untuk bersantai di kedua objek wisata yang dikembangkan secara masif di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi tersebut.
Program penghijauan ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan September 2024 sebagai rangkaian kegiatan Hari Bakti BP Batam ke-53 dengan menanam sebanyak 100 pohon Baobab dan Tambulampot di Taman Rusa dan Taman Kolam Sekupang.
Melalui pertemuan ini, Andi Yunus menyampaikan terima kasih atas respon positif dari perwakilan perusahaan yang hadir dan berharap sinergi ini akan berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata di Batam.
"Terima kasih atas dukungan dari Bapak/Ibu perwakilan perusahaan yang hadir, semoga kita bisa terus berkolaborasi untuk mewujudkan kemajuan pariwisata di Batam," pungkas Andi Yunus.
Dengan fasilitas wisata dan edukasi yang semakin berkembang di Taman Rusa dan Taman Kolam, kedua objek wisata yang berlokasi di Sekupang ini patut menjadi pilihan masyarakat Batam untuk melepas penat di akhir pekan.
Jika terdapat sesuatu yang ingin ditanyakan mengenai tarif, penyewaan fasilitas, dan berbagai pertanyaan lainnya, BU Fasling terbuka untuk menjawab melalui kontak di nomor +62 838 9499 9303 atau kunjungi Instagram @faslingbpbatam. (MI)
Dukungan untuk pasangan calon Gubernur Kepri H Muhammad Rudi dan Wakil Gubernur Kepri Aunur Rafiq di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari beragam organisasi, paguyuban dan lainnya terus mengalir.
Dengan adanya dukungan ini, menjadi sebuah ekspresi dari masyarakat Kepri yang menginginkan pasangan calon yang memiliki tagline 'Saatnya Kepri Lebih Maju' ini, untuk memimpiun Provinsi Kepri periode 2024 - 2029.
"Banyak dari masyarakat kami (dapil Batuaji) yang sangat menginginkan adanya perubahan untuk Provinsi Kepri. Dan responnya sangat kuat untuk mendukung dan menjadikan pak HM Rudi dan Aunur Rafiq sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri mendatang," tegas Arlon Veristo, tokoh masyarakat Batuaji saat dihubungi awak media, Rabu (11/9/2024) pagi.
Pria yang menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi NasDem ini pun menegaskan, dukungan warga dan paguyuban tersebut dilakukan dengan deklarasi.
"Banyak elemen-elemen masyarakat hingga paguyuban melakukan deklarasi mendukung HMR BerAuRa sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri," tegasnya.
Baginya, banyak alasan kenapa masyarakat sangat menginginkan HMR BerAuRa ini memimpin Provinsi. Diantaranya adalah, pasangan ini merupakan sosok yang tidak diragukan lagi kapasitas, kapabilitas dan integritasnya dalam membangun Batam, Karimun dan Kepri. Sehingga sangat beralasan jika keduanya diberikan kesempatan untuk memimpin Kepri.
Diakui Arlon, saat ini Batam bisa maju dan berkembang seperti saat ini, memiliki infrastruktur yang membanggakan tak terlepas dari perjuangan HM Rudi.
"Keberhasilan HM Rudi memimpin pembangunan Batam adalah alasan utama menjadikan pasangan HMR BerAuRa ini sebagai sosok tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Provinsi Kepri mendatang," terangnya.*
Pengerjaan flyover Sei Ladi telah memasuki tahap pemasangan erection girder atau balok girder, Selasa (10/9/2024). Pelaksanaan pemasangan balok girder ini, ditargetkan akan rampung pada minggu ke-3 bulan Oktober 2024.
Project Engineering Manager flyover Sei Ladi, Reyzansza Anandio Syahputra mengatakan, total ada 18 balok girder yang akan dipasang. Masing-masing balok girder memiliki ukuran panjang 40 meter.
Saat ini, seluruh balok girder telah selesai dibuat dan hanya tinggal mobilisasi ke lokasi pekerjaan proyek flyover Sei Ladi.
"Disini kita ada tiga span yang masing-masing span, akan dipasang 6 balok girder panjang 40 meter," katanya.
Ia menambahkan, untuk penyelesaian proyek flyover Sei Ladi akan terus digesa. Sehingga, secara fungsional akan beroperasi penuh dan bisa mengurai kemacetan dari Tiban menuju Batam Center.
"Jadi di sini, pemasangan balok girder itu tidak bisa langsung secara menyeluruh. Karena akses jalan yang harus kita tetap buka. Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pembangunan flyover Sei Ladi diharapkan dapat mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.
Ia optimis, pembangunan flyover akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke bandara.
"Hal ini tentu saja, akan kami selesaikan pembangunannya, tidak lain untuk menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman," Kata Muhammad Rudi. (*)
