Live Streaming
Friday, 09 October 2026 09:37

Status Kualitas Udara Palembang Pagi Ini Berbahaya, Malam Akan Hujan

PALEMBANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membalut Kota Palembang, Sumatera Selatan, selama sepekan terakhir. Pada Jumat (9/10/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat status kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan tersebut berada dalam level Berbahaya.

Berdasarkan data Konsentrasi Partikulat (PM2.5) BMKG pukul 07.00 WIB, dua pos pemantauan di Palembang menunjukkan angka yang jauh melampaui Nilai Ambang Batas (NAB). Di Musi 2, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 430.2 µg/m³, sedangkan di Talang Betutu berada di angka 383.6 µg/m³. Kedua angka ini menempatkan kualitas udara Palembang berada pada kategori Berbahaya, mengingat baku mutu udara ambien nasional untuk PM2.5 hanya sebesar 55 µg/m³.

Paparan PM2.5 dalam tingkat setinggi ini berisiko memicu gangguan kesehatan serius jangka pendek, seperti penyakit jantung, bronkitis, serangan asma, serta gangguan paru-paru, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia.

Tingginya konsentrasi kabut asap di Palembang sejalan dengan lonjakan titik panas (hotspot) yang dirilis Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Di Sumatera Selatan, jumlah titik panas terpantau melonjak drastis menjadi 224 titik dari yang sebelumnya hanya 71 titik.

Meski demikian, terdapat harapan akan meredanya kabut asap. Stasiun Klimatologi (Staklim) Sumsel memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur wilayah Palembang pada Jumat malam hingga dini hari, tepatnya antara pukul 22.00 hingga 01.00 WIB, dengan kelembaban udara mencapai 40–99 persen dan kecepatan angin hingga 12 km/jam.

Pemerintah bersama Satgas Karhutla gabungan yang melibatkan Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD terus menyiagakan 61 unit armada udara untuk patroli, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta water bombing guna menanggulangi karhutla dan meminimalkan dampak buruk kualitas udara bagi masyarakat.

 

Sumber: CNN Indonesia

Read 33 times

Instagram

Tentang Kami