Live Streaming
Tuesday, 04 August 2026 14:13

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi seiring terbentuknya dua bibit siklon tropis.

Jakarta, 4 Agustus – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pembentukan dua bibit siklon tropis di sebelah utara wilayah Indonesia dan memperingatkan bahwa fenomena ini dapat memicu gelombang laut setinggi hingga empat meter hingga Jumat, 7 Agustus.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengatakan pada hari Selasa bahwa kedua sistem tersebut—yang diberi kode Bibit 94W dan Bibit 9SW—sedang memengaruhi pola cuaca di kawasan tersebut.

"Bibit Siklon Tropis 94W berada di Laut Filipina sebelah timur Filipina, sementara Bibit Siklon Tropis 9SW terpantau di Laut Filipina sebelah barat Filipina," ujar Putra.

Putra menjelaskan bahwa keberadaan kedua bibit siklon tropis ini telah menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang signifikan di perairan wilayah utara dan selatan Indonesia.

Pola angin di wilayah utara bergerak dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan mencapai 27 knot, sedangkan angin di wilayah selatan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan hingga 38 knot.

Kecepatan angin tertinggi tercatat di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.

Pergerakan dinamis pola angin ini diperkirakan akan menimbulkan gelombang sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Banda, dan Samudra Pasifik di sebelah utara Papua.

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni antara 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, serta Samudra Hindia di sebelah selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

BMKG memperingatkan bahwa kondisi laut yang tidak bersahabat ini menimbulkan risiko keselamatan serius bagi seluruh aktivitas pelayaran, mulai dari perahu nelayan kecil dan tongkang hingga kapal feri penumpang dan kapal kargo berukuran besar.

Masyarakat pesisir dan para pelaut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Read 25 times

Instagram

Tentang Kami