Jakarta, 26/5 - Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di berbagai daerah, termasuk di Lampung yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera.
Menurut dia kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bukan sekadar fasilitas teknis pengisian daya, namun merupakan bagian dari transformasi layanan PLN dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan
“SPKLU bukan hanya tempat mengisi daya kendaraan. Ini adalah simbol bahwa transisi energi sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
PLN, lanjutnya, harus hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan menuju masa depan energi yang lebih bersih.
Sebelumnya Ali Masykur meninjau fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di lingkungan Kantor PLN UID Lampung.
"Saya melihat PLN terus bergerak bukan hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga menyiapkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin dibutuhkan masyarakat. Ini penting karena transisi energi harus terasa nyata, mudah diakses, dan memberi manfaat langsung bagi pelanggan," katanya.
Menurut dia, Lampung memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik karena menjadi jalur penghubung antara Sumatera dan Jawa.
Mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan antar kota, logistik, maupun aktivitas harian, lanjutnya, membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal dan mudah diakses.
"Karena itu, kesiapan SPKLU di wilayah seperti Lampung menjadi sangat penting agar masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Ali juga mengapresiasi jajaran PLN UID Lampung yang dinilai terus memperkuat layanan kepada pelanggan, baik melalui pelayanan distribusi kelistrikan maupun pengembangan layanan baru berbasis kebutuhan masyarakat modern.
Transformasi PLN, lanjutnya harus selalu berangkat dari kebutuhan pelanggan, yakni bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya seperti SPKLU mudah diakses, mudah digunakan, aman, dan pelayanannya baik sehingga masyarakat semakin yakin bahwa kendaraan listrik adalah pilihan yang rasional dan nyaman.
Ali juga menegaskan pentingnya edukasi publik dalam memperluas adopsi kendaraan listrik, sebab masih banyak masyarakat yang membutuhkan informasi lebih jelas mengenai cara penggunaan SPKLU, estimasi waktu pengisian daya, biaya, keamanan kendaraan listrik, hingga dukungan aplikasi digital seperti PLN Mobile.
"Teknologinya sudah ada, infrastrukturnya terus dibangun. Maka tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat paham, merasa aman, dan merasakan kemudahan. Edukasi menjadi kunci. Jangan sampai masyarakat menganggap kendaraan listrik itu rumit, padahal ketika dicoba, ternyata sangat praktis,” katanya.
Pada kesempatan itu Ali menyatakan PLN memiliki peran besar bukan hanya dalam menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi melalui energi, sehingga setiap insan PLN di daerah perlu terus membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan layanan yang humanis.
Dia berharap SPKLU di Lampung dapat terus dioptimalkan, baik dari sisi kesiapan teknis, pelayanan, maupun edukasi kepada masyarakat.
Ia juga mendorong PLN untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pengguna kendaraan listrik, pelaku usaha, dan masyarakat umum agar ekosistem kendaraan listrik semakin tumbuh.
Sumber : AntaraNews
