batampos – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2026. Program nasional ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pendanaan program MBG sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga keberlanjutannya dinilai aman dan terukur.
“Jaminannya itu APBN. Tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran MBG sebesar Rp335 triliun, jadi aman,” ujar Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertema Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa, Selasa (6/1).
Anggaran tersebut dirancang untuk menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada 2026.
Airlangga menilai program MBG berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah karena operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibayar di awal, sehingga memperkuat arus kas pelaksana dan mendorong investasi lokal.
“Model bisnis SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga arus kasnya bagus dan mendorong replikasi unit dapur baru,” katanya.
Ia mencontohkan di Lamongan, partisipasi masyarakat dalam pengembangan SPPG dilakukan secara gotong royong, yang menunjukkan adanya efek pengganda ekonomi dari program MBG.
Menurut Airlangga, dari total anggaran Rp335 triliun, sekitar Rp80 triliun per kuartal akan mengalir langsung ke tingkat akar rumput. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan stimulus pemerintah pada kuartal pertama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp37 triliun.
“Jika Rp80 triliun per kuartal masuk ke grassroot, tentu akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran dana tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi, produksi, serta menciptakan lapangan kerja baru. Program MBG diperkirakan mampu menyerap hingga tiga juta tenaga kerja, sejalan dengan estimasi bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja.
Airlangga memperkirakan kontribusi program MBG dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. Dengan asumsi realisasi setengah dari potensi tersebut, program ini tetap berpeluang menambah sekitar tiga persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
“Program ini diharapkan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai target pemerintah,” kata Airlangga.
(sumber : batampos.com)
