super me
Fox Hotels terus memperluas kehadirannya di Indonesia dengan dibukanya Fox Hotel Nagoya Batam, properti pertama Fox Hotels di Batam. Dikelola oleh The Ascott Limited (Ascott), kehadiran hotel ini menandai langkah lanjutan pengembangan brand Fox Hotels di Indonesia sekaligus memperkuat portofolio The Ascott Limited dalam menghadirkan pilihan akomodasi yang relevan dengan kebutuhan wisatawan yang terus berkembang.
Mengusung filosofi "Do It Your Way", Fox Hotels dikembangkan sebagai brand yang menawarkan cara berbeda dalam menikmati pengalaman menginap. Setiap properti dirancang dengan identitasnya masing-masing, menghadirkan ruang-ruang yang dapat mengikuti berbagai cara tamu menikmati perjalanan, baik untuk beristirahat, bekerja, bersosialisasi, maupun menikmati waktu luang. Pendekatan inilah yang menjadi benang merah di setiap Fox Hotels, termasuk Fox Hotel Nagoya Batam.
Di Batam, filosofi tersebut diwujudkan melalui ruang-ruang yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda di setiap sudut hotel. Fox Hotel Nagoya Batam memiliki 174 kamar, mulai dari Deluxe Room hingga Family Suite. Hotel ini juga menghadirkan Tenggara Restaurant, Stack Coffee, spa, gym, area bermain anak, serta fasilitas pertemuan. Melengkapi pengalaman tersebut, TC Lounge & Bar mengusung nuansa retro sebagai salah satu signature social space yang menawarkan suasana berbeda untuk menikmati waktu bersama kolega, teman, maupun keluarga.
Menjelang Grand Opening, Fox Hotel Nagoya Batam menghadirkan rangkaian Road to Grand Opening yang melibatkan komunitas kreatif melalui acara Cosplay Community serta kehadiran pelaku UMKM lokal pada tanggal 8 & 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya hotel untuk membuka ruang kolaborasi dengan komunitas sekaligus memperkenalkan Fox Hotels melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan kota.
Peresmian Fox Hotel Nagoya Batam menjadi momentum diperkenalkannya Fox Hotels kepada masyarakat Batam. Acara ini dihadiri oleh perwakilan owning company, jajaran manajemen The Ascott Limited, pemerintah daerah, mitra bisnis, media, serta para undangan dari berbagai sektor.
Philip Barnes, Country General Manager, Ascott Indonesia, mengatakan "Fox Hotel Nagoya Batam merupakan properti Fox Hotels ke-10 di Indonesia dan menjadi langkah penting dalam perjalanan pertumbuhan brand ini. Di luar Indonesia, Fox Hotels juga telah hadir di Malaysia melalui Fox Hotel Glenmarie Shah Alam dan Fox Lite Hotel D'Pulze Cyberjaya, mencerminkan pertumbuhan brand yang kini menjangkau lebih banyak destinasi. Setiap Fox Hotels dikembangkan dengan identitasnya masing-masing, namun tetap membawa filosofi yang sama, yaitu 'Do It Your Way', yang memberikan keleluasaan bagi tamu untuk menikmati perjalanan sesuai preferensi mereka. Kehadiran Fox Hotel Nagoya Batam memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan brand yang relevan dengan kebutuhan wisatawan sekaligus memperluas pilihan akomodasi dalam portofolio The Ascott Limited."
Sementara itu, Yudie Rafles, Hotel Manager Fox Hotel Nagoya Batam, mengatakan bahwa Fox Hotel Nagoya Batam dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang selaras dengan karakter Fox Hotels melalui berbagai ruang yang dapat dinikmati dengan cara yang berbeda."Kami ingin setiap tamu memiliki keleluasaan dalam menikmati hotel sesuai ritme perjalanan mereka. Ada yang memulai hari di Stack Coffee, bersantai di TC Lounge & Bar dengan nuansa retro setelah beraktivitas, menghabiskan waktu bersama keluarga di Family Suite, ataupun memanfaatkan berbagai fasilitas lainnya. Kami berharap Fox Hotel Nagoya Batam dapat menjadi tempat yang tidak hanya nyaman untuk menginap, tetapi juga menyenangkan untuk menikmati waktu."
Dengan hadirnya Fox Hotel Nagoya Batam, Fox Hotels kini memperluas jejaknya ke Batam sekaligus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pendekatan menginap yang memberi keleluasaan bagi setiap tamu menikmati perjalanan dengan caranya masing-masing.
Mulai dari menjelajahi kawasan Nagoya, menikmati ragam kuliner dan aktivitas di Batam, hingga bersantai di tengah perjalanan, Fox Hotel Nagoya Batam siap menjadi bagian dari setiap momen tersebut. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi www.discoverasr.com/fox-hotel-nagoya-batam
Diskominfo Batam – Identitas Kependudukan Digital (IKD) didorong tidak sekadar menjadi layanan administrasi kependudukan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat ketepatan sasaran program perlindungan sosial di Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menilai pemanfaatan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi penting untuk memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan pelayanan dan bantuan pemerintah tidak terlewat.
Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong agar IKD tidak berhenti pada tahap aktivasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memudahkan pelayanan publik dan memperkuat ketepatan sasaran program perlindungan sosial di Batam.
Hal tersebut disampaikan Firmansyah saat mengikuti Rapat Koordinasi Analisis Capaian Pemanfaatan IKD dalam Mendukung Perluasan Program Perlindungan Sosial di Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). Rapat koordinasi yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia itu berlangsung di Kantor Wali Kota Batam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Kartika Adi Putranta, Asisten Deputi Administrasi Wilayah dan Kependudukan; Noor Aras Arief, Analis Kebijakan Madya; jajaran Analis Kebijakan Muda dan Analis Kebijakan Pertama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia; serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy.
Rapat membahas capaian pemanfaatan IKD, integrasi data kependudukan, serta strategi memperluas penggunaan identitas digital untuk mendukung pelayanan publik dan program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.
Firmansyah menilai, pemanfaatan IKD menjadi penting bagi Batam yang memiliki mobilitas penduduk tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar pemerintah dalam merancang dan menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat.
“Kami berharap IKD ini benar-benar berjalan dan dimanfaatkan di Kota Batam. Jangan hanya berhenti pada aktivasi, tetapi harus hadir dalam pelayanan dan memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat,” ujar Firmansyah.
Menurutnya, keberhasilan penerapan IKD tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang melakukan aktivasi. Lebih dari itu, IKD harus dapat dimanfaatkan dalam ekosistem pelayanan digital pemerintah sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Batam adalah kota dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Karena itu, kita membutuhkan data yang terus diperbarui dan dapat dimanfaatkan lintas layanan. IKD harus menjadi instrumen yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” katanya.
Firmansyah juga menekankan bahwa pemanfaatan IKD dapat mendukung ketepatan sasaran program perlindungan sosial. Integrasi data kependudukan dengan berbagai program pemerintah diharapkan mampu membantu memastikan masyarakat yang berhak menerima manfaat tidak terlewat.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar transformasi digital tetap memperhatikan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan digital, termasuk lanjut usia, penyandang disabilitas, masyarakat berpenghasilan rendah, dan kelompok rentan lainnya.
“Digitalisasi jangan sampai menciptakan kelompok yang tertinggal. Kita ingin IKD menjadi solusi, bukan hambatan. Karena itu, implementasinya harus inklusif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Batam,” tegasnya.
Firmansyah menyampaikan, Pemerintah Kota Batam siap memperkuat sinergi antarinstansi untuk mengoptimalkan pemanfaatan IKD. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar transformasi digital kependudukan tidak sekadar menghasilkan data yang lebih baik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Target akhirnya sederhana, data semakin akurat, pelayanan semakin mudah, dan masyarakat semakin cepat mendapatkan haknya. Kami berharap IKD di Batam bukan sekadar program digitalisasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan pelayanan masyarakat,” tutup Firmansyah.
Batam, 11 Agustus 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —- Melanjutkan hubungan baik yang telah terjalin dengan negara tetangga, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla. melakukan Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Director General Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah, dan Commander Singapore Police Coast Guard (SPCG) SAC Ang Eng Seng. Kegiatan yang sekaligus mengukuhkan kembali hubungan trilateral ini berlangsung di Pangkalan Bakamla Batam, Selasa (11/8/2026).
Setelah menyambut kedatangan unsur kapal milik SPCG White Tip Shark dengan nomor lambung PH58, dan unsur kapal milik MMEA KM. Sibuan 2224, Ketua Delegasi masing-masing instansi coast guard tersebut melakukan pertemuan Tingkat Tinggi di Gedung Anambas, Pangkalan Bakamla Batam.
Sebelumnya, High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation telah dilakukan pada 15 Juli 2025 di Mabes Bakamla RI. Dengan kembali hadirnya pimpinan instansi coast guard negara tetangga Indonesia, diharapkan dapat memperkuat tindak pengawasan terhadap keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut. Tidak hanya itu, potensi kerja sama di masa mendatang juga turut disampaikan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyampaikan tindak lanjut atas pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.
Dalam kesempatan ini, ketiga pucuk pimpinan instansi coast guard tiga negara turut menandatangi Notes of Discussion (NoD) sebagai bentuk pengesahan butir pertemuan dan komitmen untuk terus melakukan kerja sama positif yang berkesinambungan.
Ketiga coast guard ini sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang baik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya mempertahankan stabilitas wilayah perairan yang saling berbatasan, dan menciptakan keamanan dan kenyamanan di laut. Diharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan suasana kondusif di wilayah perairan masing-masing negara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Bakamla RI, antara lain Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, S.E., M.M., Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Lukman Kharish, S.T., M.Han., Direktur Latihan Ivan Gatot Prijanto, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto. (Humas Bakamla RI)
Mexico City, 11/8 (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat di Kolombia mencapai 132 orang, sementara 570 lainnya mengalami luka-luka, lapor stasiun televisi Caracol mengutip data terbaru pemerintah. Sebelumnya, pihak berwenang Kolombia menyatakan 111 orang tewas dan 87 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut informasi awal, gempa tersebut merusak 1.575 bangunan tempat tinggal dan 61 di antaranya hancur total. Bangunan yang mengalami kerusakan mencakup 18 fasilitas kesehatan, 52 institusi pendidikan, 18 ruas jalan, dan tujuh bandara. Menurut Caracol, situasi terparah terjadi di Pereira dan wilayah lain di kawasan Coffee Axis, serta di District Valle del Cauca dan Choco. Jumlah korban tewas dan korban luka masih terus diperbarui seiring berlanjutnya upaya penyelamatan.
Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin pagi. Episentrum gempa berada di dekat wilayah administratif San Jose del Palmar di District Choco. Guncangan gempa terasa di sebagian besar wilayah Kolombia, serta di negara-negara tetangga, yakni Venezuela, Ekuador, dan Panama. Pihak berwenang Kolombia menetapkan status bencana nasional dan mengerahkan unit penyelamat ke wilayah yang terdampak paling parah. Tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan dari Bogota, Envigado, Yopal, dan Medellin.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama SRO (KPEI dan KSEI), OJK, serta pelaku industri resmi meluncurkan lima produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas Syariah perdana di pasar modal Indonesia pada Senin (10/8). Kelima produk tersebut diterbitkan oleh Manajer Investasi terkemuka, yaitu PT Indo Premier Investment Management (XGLD), PT Trimegah Asset Management (XTRA), PT Mandiri Manajemen Investasi (XMES), PT BRI Manajemen Investasi (XDES), dan PT Syailendra Capital (XSGO). Operasional instrumen baru ini turut didukung oleh ekosistem bullion yang melibatkan PT Pegadaian (Persero) sebagai penyedia dan penyimpan emas, serta sejumlah bank kustodian dan dealer partisipan.
Instruksi investasi berbasis emas ini hadir sebagai reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan langsung di bursa seperti saham. Portofolio ETF Emas ini mengalokasikan minimal 95% asetnya pada emas fisik bersertifikasi LBMA (kemurnian min. 99,5%) atau SNI (kemurnian min. 99,9%). Melalui produk ini, investor ritel maupun institusi dapat dengan mudah memperoleh eksposur terhadap harga emas tanpa perlu memikirkan risiko pembelian dan penyimpanan emas fisik secara mandiri.
Dari sisi legalitas dan operasional, kehadiran ETF Emas telah didukung penuh oleh Peraturan OJK (POJK) Nomor 2 Tahun 2026, perubahan peraturan bursa, serta Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025 yang memastikan kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Untuk mendorong efisiensi dan pertumbuhan produk di tahap awal, BEI memberikan insentif berupa pembebasan biaya pencatatan awal (initial listing fee) bagi Manajer Investasi yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Peluncuran ini diharapkan dapat memperluas basis investor, memperkaya variasi produk, serta memperkuat konektivitas antara pasar modal dan ekosistem bullion nasional.
