Live Streaming
super me

super me

Batam-BatamFM : Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan SPAM Hulu BP Batam bersama Polresta Barelang melakukan penertiban tambang pasir ilegal di Kawasan Nongsa, Kelurahan Sambau, pada Selasa (11/7/2023) siang.

“Terdapat kurang lebih seratus orang dari personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan operasi penertiban penambangan pasir ilegal ini,” kata Kepala subdit Pengamanan Lingkungan dan Hutan BP Batam, Tony Febri.

Disebutkan, penertiban tersebut dilakukan di tiga titik lokasi berbeda dan berhasil mengeluarkan mesin-mesin pencuci pasir, membongkar tangkah (tempat penampungan pasir yang sudah dicuci), dan mengamankan sejumlah pipa penyedot pasir.

Sementara, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen. Pol. Moch Badrus, mengimbau kepada pelaku tambang pasir ilegal, untuk tidak lagi melakukan kegiatan tersebut.

"Selain merusak lingkungan, tambang ilegal tersebut juga merugikan negara dan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Badrus juga mengatakan, bahwa pihaknya di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Muhammad Rudi memberikan atensi khusus terhadap aset-aset yang dimiliki utamanya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan.

Sebelumnya, puluhan orang berhasil ditangkap oleh Polresta Barelang karena keterlibatannya dalam proses tambang pasir ilegal di Sambau, Kecamatan Nongsa, Selasa (11/7) dini hari.

Batam - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilakukan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batam. Proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024 mendatang.

General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan, proyek pembangunan IPAL ini bersumber dari pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah pusat, yang berasal dari Economic Development Coorperation Fund (EDCF) Korea Selatan.

Pinjaman itu, selanjutnya diberikan pemerintah pusat ke Kota Batam untuk membangun IPAL.

"BP Batam tidak menanggung biaya pengembalian. Itu tanggungjawabnya pemerintah pusat. Jadi pelaksananya BP Batam, tapi pengembalian pinjaman lunaknya oleh pemerintah indonesia. Kita hanya diminta untuk mengcover biaya operasional dan pemeliharaannya saja," ujar Iyus, Rabu (12/7/2023).

Ia menjelaskan, alasan dari pemerintah pusat menjadikan Kota Batam sebagai prioritas karena Batam merupakan salah satu kawasan investasi dan pariwisata. Sehingga, dari sisi lingkungan harus dikelola dan terjaga dengan baik. Salah satunya dengan membangun IPAL yang saat ini progresnya sudah diatas 90,8 persen.

Air limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik, maka akan mencemari lingkungan, sebagaimana hal ini sudah bisa terlihat di Waduk Baloi, yang dulunya dapat menyediakan air baku untuk air minum sebesar 30 lpd, namun saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena pencemaran air limbah domestik yang sangat berat.

"Bagaimana kita mengantisipasi itu, salah satunya dengan membangun IPAL. Mungkin sekarang tidak terasa, tapi kalau dibiarkan 5 sampai 10 tahun kedepan akan kotor. Dam Duriangkang yang merupakan waduk terbesar memenuhi kebutuhan air minum jangan sampai tercemar," jelasnya.

Pencemaran yang sudah sampai ke waduk, akan berdampak pada biaya operasional dan produksi yang meningkat. Begitu juga dengan dampak kesehatan yang akan menimbulkan berbagai penyakit hingga menyuburkan tanaman eceng gondok yang dapat menurunkan kapasitas air baku.

"Jadi tujuan pembangunan IPAL ini sangat baik, menjadikan Batam kota baru dengan smart city nya dari sisi lingkungan hidup, pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. JIKA lingkungan terlihat bersih, hijau dan tertata rapi, orang akan senang berinvestasi dan wisatawan juga akan meningkat," tuturnya.

Ia menambahkan, pengolahan limbah domestik ini juga menggunakan teknologi terkini dan menghasilkan air baku dengan baku mutu lingkungan yang baik. Sehingga, air limbah yang sudah diolah tersebut dikembalikan ke waduk Duriangkang untuk diolah kembali seperti saat ini.

Sebagaimana diketahui juga, air baku yang ada di waduk Duriangkang selama ini juga berasal dari perumahan-perumahan melalui drainase besar dan kecil yang dialirkan ke waduk. Sehingga, dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan mengalir ke waduk Duriangkang, maka kondisi waduk ini dikhawatirkan akan tercemar juga.

"Listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Proyek ini dibangun untuk menyiapkan tingkat standar kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kedepannya, kita harus menjadikan saluran drainase bersih dari sampah dan limbah. Sehingga, terlihat indah seperti halnya di negara lain," imbuhnya.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan bentuk dari upaya dari pemerintah untuk mengamankan lingkungan.

Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah, baik pengelolaan limbah industri maupun limbah domestik.

"Fokus kami adalah bagaimana pengelolaan air limbah di Kota Batam dapat terakomodir,” ujar Muhammad Rudi.

Menurutnya, apabila IPAL BP Batam sudah mengakomodir seluruh rumah di Batam, pencemaran lingkungan akan teratasi.

Muhammad Rudi berharap, seluruh air limbah domestik dapat dikembalikan diolah menjadi pupuk organik dan air bersih.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi terus mendorong percepatan realisasi pengembangan kawasan dan investasi di Pulau Rempang.

Bersama Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, Muhammad Rudi melaporkan perkembangan terkini kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dalam rapat Progres Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City, Rabu (12/7/2023).

Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kementerian Bidang Perekonomian RI tersebut dihadiri oleh Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono; Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi; Deputi VI Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo; Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; dan perwakilan PT. Makmur Elok Graha (MEG)

Dalam kesempatan pertama, Muhammad Rudi mengatakan, upaya percepatan realisasi pengembangan kawasan dan investasi di Pulau Rempang telah dimulai sejak Launching Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City pada bulan April silam.

Selanjutnya, BP Batam menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada PT. MEG sebagai pengelola pengembangan Pulau Rempang yang kemudian secara resmi diberi nama Kawasan Rempang Eco-City.

“Kami juga sudah melakukan pencabutan SK Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) dan SK Pelepasan Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi (HPK),” jelas Muhammad Rudi.

Tidak hanya itu, pihaknya telah mendata baik jumlah penduduk maupun aset pemerintah yang rencananya akan direlokasi ke Pulau Galang dengan luas lahan 199 hektar.

“Bila masyarakat bersedia kita relokasi, kami sudah siapkan kavling seluas 200 meter persegi dengan rumah tipe 45 sebanyak 3.000 unit, kemudian kami sediakan juga Fasum dan Fasos, serta area kantor pemerintahan,” ujar Muhammad Rudi.

Pada pertemuan ini, Muhammad Rudi juga memohon dukungan Kementerian terkait untuk menggesa penyelesaian Kawasan Rempang Eco-City.

“Kami sangat membutuhkan dukungan penuh dari kementerian terkait untuk pelepasan HPK menjadi Areal Penggunaan Lain (APL), penerbitan Sertipikat (Hak Pengelolaan) HPL, koordinasi pengelolaan pesisir, dan tentunya dukungan anggaran untuk pengembangan jalan Trans Barelang dan Sembulang,” pungkasnya.

Dengan demikian, bila seluruh proses mendapat dukungan dari semua pihak, Muhammad Rudi yakin, Kawasan Rempang Eco-City dapat segera beroperasi dengan lancar di Batam.

Batam Sebagai Pusat Energi Terbarukan Terbaik Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengimbau untuk mengawal permohonan dukungan maupun persetujuan dari masing-masing kementerian terkait.

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan apresiasinya kepada BP Batam yang telah menyiapkan area relokasi beserta fasilitas pendukungnya untuk masyarakat setempat.

“Saya rasa langkahnya sudah baik, karena BP Batam telah menyiapkan konsep resettlement untuk masyarakat. Dan hal-hal terkait koordinasi antar instansi bisa kita dudukkan bersama untuk bisa mempercepat proses pengembangan Kawasan Rempang,” ungkapnya.

Airlangga juga secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Pulau Batam sebagai pusat energi terbarukan di Indonesia.

“Proses pengolahan energi solar di Batam nantinya sudah dari hulu ke hilir. Sehingga kita bisa mengekspor energi ke Singapura dan negara lain. Oleh karena itu saya ingin Batam menjadi daerah dengan sumber renewable energy terbaik di Indonesia,” pungkas Airlangga.

(rud)

Batam-BatamFM : Menjelang penilaian penyelenggara pelayanan publik tahun 2023, Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mengadakan workshop terhadap Pemerintah Daerah, Kepolisian Resor dan Kantor Pertanahan se Provinsi Kepri pada Senin (10/07/2023) di Harris Hotels Batam Center.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari
mengungkap penilaian pada tahun 2023 tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan penilaian di tahun sebelumnya.

”Masih sama dengan tahun sebelumnya, hanya saja ada perubahan sedikit pada dimensi output, dimana pada tahun lalu variabel yang dinilai hanya persepsi maladministrasi dari masyarakat, sekarang ada penambahan variabel yaitu Indeks Kepuasan Masyarakat bagi Kementerian dan Kepolisian atau Standar Pelayanan Minimal bagi Pemerintah Daerah, ” ujarnya.

Sehingga pada tahun 2023, variabel pada masing-masing dimensi yaitu dimensi input, berkenaan dengan kompetensi penyelenggara dan pengelolaan sarana prasarana, dimensi proses berkaitan dengan ketersediaan dan implementasi standar pelayanan dalam setiap produk layanan publik, dimensi output berkaitan dengan persepsi maladministrasi dari masyarakat, IKM/SPM, dan dimensi pengelolaan pengaduan yang diterapkan oleh penyelenggara layanan publik.

Selanjutnya, Lagat menjelaskan, sedikit perubahan juga terjadi pada locus/instansi yang akan dinilai.

”Jadi di tingkat provinsi pada substansi kesehatan ada penambahan locus yaitu RSUD Ahmad Thabib, sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, Puskesmas yang nilai tahun lalu, belum tentu sama dengan tahun ini. Jika kuning maka, kami nilai kembali,” tuturnya.

Lagat berharap melalui workshop, penyelenggara dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga mendapatkan zona hijau dengan kualitas tertinggi.

“Berkaca dari hasil penilaian lalu, masih ada instansi yang masuk zona kuning. Dengan adanya workshop ini, harapannya seluruh penyelenggara dapat meraih zona hijau predikat tertinggi,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Pimpinan Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat pun dalam sambutannya mengajak penyelenggara pelayanan publik di Provinsi Kepri berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan.

“Di tahun 2015, K/L/D yang mendapatkan predikat zona hijau di Indonesia hanya 9,8%, di tahun 2022 meningkat menjadi 46,5% padahal penilaiannya melalui 4 dimensi. Itu berarti baik. Saya mengajak penyelenggara, mari tingkatkan tren ini agar kita dapat capai apa yang diamanatkan UUD 1945 dan juga UU pelayanan publik yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Jemsly.

Untuk diketahui bersama, dalam acara tersebut turut hadir mewakili Gubernur Provinsi Kepri, Noviyanto, selaku Kabag Organisasi dan Tata Laksana Provinsi Kepri dan Irwasda Polda Kepri, Kombespol Ramin Thaib.

Batam - BatamFM : Pimpinan Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat didampingi Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Lagat Siadari beserta tim Keasistenan Pencegahan Maladministrasi melakukan inspeksi mendadak ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam pada Selasa (11/08/2023).

“Kami lakukan pemantauan, tidak hanya melihat standar pelayanan, sarana dan prasarana saja, namun juga seluruh proses layanan,” ujar Jemsly, usai sidak kepada rekan media.

Dalam sidak, Jemsly mengatakan seluruh proses sudah berjalan dengan baik namun ketersediaan blangko KTP yang tidak sesuai permintaan menjadi penyebab terjadinya penundaan pencetakan.

“Jadi berdasarkan data, permintaan KTP perhari di sini rata-rata 500 pcs, namun blangko yang tersisa saat ini hanya 1.000 pcs. Hal itu terjadi dikarenakan setiap kali pengajuan permintaan blanko ke Ditjen Dukcapil Kemendagri yang disetujui hanya sebagian saja, semisal diajukan awal Juli sebanyak 12.000 pcs tapi hanya disetujui 6.000 pcs,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menelisik persoalan gedung yang dianggap sudah kurang layak dijadikan tempat pelayanan.

“Luas ruangan dan ketersediaan tempat duduk tidak sesuai dengan jumlah pengguna layanan, terkesan sempit dan tidak nyaman baik bagi pengguna maupun penyelenggra, begitupun ketersediaan lahan parkir sangat minim sehingga mengganggu jalan umum,” kata Pimpinan Ombudsman RI itu.

Sebenernya, tambah Jemsly, terkait ruangan terdapat tenda tambahan di luar gedung yang telah disediakan namun kondisinya pun kurang baik, saat hujan terjadi kebocoran dibeberapa titik sehingga tidak dapat digunakan.

Saat sidak Ombudsman juga menemukan standar pelayanan yang belum terpenuhi.

“Kami tidak temukan adanya informasi terkait jangka waktu penyelesaian layanan, visi pelayanan, motto pelayanan, loket pelayanan khusus, dan kami juga tidak temukan petugas pada loket pengaduan,” jelas Jemsly.

Selain itu yang menjadi catatan Ombudsman terhadap Disdukcapil yakni terkait tidak adanya resi tanda terima layanan yang diberikan kepada pengguna layanan dari petugas loket.

“Seharusnya ada produk yang dikeluarkan sebagai bukti pengurusan. Kami temukan hanya sekedar tulisan di KK dan masyarakat hanya dapat menunggu dihubungi oleh petugas untuk selanjutnya,” ucap Jemsly.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Kepri akan menyampaikan hasil temuan dan saran perbaikan kepada Pemerintah Kota Batam khususnya Kepala Dinas Dukcapil Kota Batam.

“Kami akan surati terkait hasil temuan dan saran perbaikan yang harus dijalani. Kami juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil terkait ketersediaan blanko KTP Kota Batam,” tutup Pimpinan Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat.

Jakarta, 11 Juli 2023. Perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang pesat telah mengubah cara kita berinteraksi dan bertransaksi.

Salah satu platform yang muncul sebagai kekuatan baru dalam industri perdagangan digital adalah TikTok.

Sebagai platform berbagi video pendek yang sedang populer di kalangan pengguna muda, telah berkembang menjadi fenomena global.

Namun, tidak hanya sekadar menjadi platform hiburan semata, TikTok juga telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam pertumbuhan social commerce di Indonesia.

Peluang ini, dimanfaatkan oleh Insight First Indonesia untuk memasarkan buku-buku nonfiksi, salah satunya melalui platform social-commerce tersebut.

Menurut CEO Insight First indonesia, Marlina Iryatie, saat banyak toko buku konvensional yang berguguran, dan maraknya issue bahwa minat baca orang Indonesia yang rendah, Insight First Indonesia sebaliknya justru mampu menjual beragam buku non-fiksi motivasi dan bisnis hingga puluhan ribu eksemplar, salah satunya melalui jalur distribusi affiliate social commerce.

Sebuah cara non-konvensional yang pada awalnya dulu masih dipandang sebelah mata, namun saat ini menjadi begitu fenomenal" kata Marlina di Jakarta (11/7).

Salah satu contoh adalah sejak dirilis dua tahun lalu, buku "Quranic Law of Attraction" yang diterbitkan oleh Insight First Indonesia, telah memperoleh perhatian yang luar biasa dan menjadi best-selling book di genre buku pengembangan diri, dan terjual lebih dari 50.000 eksemplar.

Konten dan pendekatan yang relevan yang di tuangkan dalam buku tersebut telah membuat pembacanya merespon serta memberi review yang positif.

Inti dari buku "Quranic Law of Attraction" (QLOA) ini memberikan, pembaca kesempatan untuk lebih memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam sambil mengintegrasikannya dengan sains Hukum Ketertarikan.

Dengan menekankan pentingnya mengkolaborasikan doa, rasa syukur, dan sabar secara bersamaan, buku ini memberikan wawasan dan panduan berharga bagi individu yang mencari pertumbuhan pribadi, keberhasilan, dan pencerahan spiritual.

Dalam waktu yang relatif singkat sejak dirilis, buku ini juga telah mengukir catatan sebagai buku motivasi Islami terlaris yang dicari oleh masyarakat Indonesia di platform social commerce.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tiga hal yang secara konsisten yang mereka lakukan, yaitu:

1. Menentukan platform yang relevan dan tepat serta strategi pemasaran yang holistik dalam membangun brand awareness dan mengkomunikasikan manfaat yang ditawarkan, untuk mengedukasi dan menghadirkan minat baca konsumen.
2. Merancang strategi promosi yang fokus pada konten yang inovatif dan relevan yang mampu menarik minat membeli konsumen.

"Adalah penting berkomunikasi dengan audiens kami melalui media yang mereka nikmati dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui berbagai platform digital" tambah Marlina.

3. Berbaur dengan ekosistem dan mengelola affiliator melalui program “Pejuang Kebaikan InsbookStore”. Melalui program ini, Insight First Indonesia memberikan kesempatan kepada individu atau kelompok yang tertarik bergabung mempromosikan dan menjual buku-buku InsbookStores (nama toko buku binaan Insight First Indonesia).

Hasilnya, program afiliasi mereka telah menciptakan dampak ekonomi yang positif dengan memberikan peluang penghasilan tambahan kepada affiliator, khususnya ibu Rumah Tangga.

"Dalam beberapa bulan saja, telah terdapat peningkatan signifikan jumlah affiliator yang bergabung dengan program tesebut, yaitu lebih dari 14.000 affiliator, dimana 80%nya adalah ibu Rumah Tangga" ujarnya.

Sebagai penutup, peran Insight First Indonesia dalam memberdayakan ibu rumah tangga sebagai afiliasi TikTok dirasakan cukup mengubah peta-permainan dalam hal pertumbuhan ekonomi dari rumah.

Dengan memanfaatkan potensi besar platform media sosial seperti TikTok, ibu rumah tangga diberi kesempatan untuk menjalankan usahanya sendiri, tanpa modal berarti, serta berkesempatan menghasilkan pendapatan dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

Melalui program afiliasi, mereka dapat memanfaatkan kreativitas, originalitas, dan pengaruh sosial mereka untuk mempromosikan buku-buku Insight First Indonesia, dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dihasilkan.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan pemberdayaan ekonomi kepada ibu rumah tangga tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dengan menciptakan jalan baru untuk perdagangan dan memperluas jangkauan bisnis.

Pendekatan visioner Insight First Indonesia dalam mengenali potensi ibu rumah tangga yang belum dimanfaatkan sebagai afiliasi TikTok menunjukkan kekuatan strategi inovatif dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif.

Dengan semakin banyaknya ibu rumah tangga yang memanfaatkan kesempatan ini dan melepaskan semangat kewirausahaan mereka, kita dapat menyaksikan perubahan transformatif dalam lanskap sosial-ekonomi, pemberdayaan perempuan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Diakhir acara Bersama media, Marlina Iryatie memberikan reward yang berkesan kepada dua afiliator yang berhasil memasarkan berbagai buku dari Insight first Indonesia yakni Anita Herlina (@jenknitz) serta Yuli Azizah (@liestory78). (nck)

Batam - Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi memimpin upacara hari pertama Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Yos Sudarso, Batam Kota, Senin (10/7/2023).

Muhammad Rudi mengatakan, kehadirannya itu dalam rangka meninjau kesiapan sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada pihak sekolah.

Hal itu penting untuk mewujudkan era emas Indonesia di tahun 2045 mendatang sesuai tujuan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, generasi muda saat inilah yang akan berperan penting di satu abad usia Indonesia mendatang.

Generasi muda yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menjadi pengambil keputusan. Baik di lingkungan BP Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri maupun pada tingkat nasional di 2045.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran saya hari ini, bisa memberi semangat untuk kepala sekolah, guru dan generasi penerus di Kota Batam. Sehingga Kota Batam yang maju dan modern akan terwujud nantinya," ujar Muhammad Rudi.

Kepada kepala sekolah dan guru, Muhammad Rudi berpesan agar menyampaikan kepada anak didiknya mengenai pembangunan di Kota Bagam yang saat ini semakin pesat. Hal ini bertujuan, agar generasi muda ini mengetahui, perkembangan Kota Batam dari waktu ke waktu.

"Sehingga akan bisa membangun semangat mereka, bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus demikian. Jagalah anak-anak ini, inilah aset bangsa yang harus kita jaga, supaya suatu waktu nanti mereka memimpin tidak terjadi kekurangan di masa kecilnya," tegas Muhammad Rudi.

Tidak hanya kepada pihak sekolah, Muhammad Rudi juga berpesan kepada orang tua generasi muda saat ini untuk selalu menjaga kesehatan anak-anaknya. Karena, kondisi kesehatan ini akan menentukan masa depan yang bahagia.

"Kalau dari kecil kita tidak jaga, nanti setelah besar yang rugi adalah kita semua. Karena fisik dan daya tangkap jadi penentu. Kalau fisiknya bagus dan daya tangkap bagus, maka dia akan lebih sempurna untuk meminpin atau menjadi seorang pemimpin dimanapun nanti dia bekerja," imbuhnya.

Batam - Batam kembali memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, Kota Batam sukses menyumbangkan hampir 76 persen kegiatan ekspor di Provinsi Kepri sepanjang bulan Mei 2023 lalu.

Dalam catatan BPS, nilai ekspor Kota Batam pada bulan Mei mencapai USD 1.197,62 juta atau naik sebesar 4,33 persen dibandingkan pencapaian pada bulan sebelumnya.

Angka tersebut lebih dominan dibandingkan kabupaten/kota lainnya dari total ekspor se-Kepri yang mencatatkan nilai sebesar Rp USD 1.585,14 juta.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pun pun mengapresiasi pencapaian tersebut.

Rudi menyebut jika BP Batam terus berkomitmen untuk dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"BP Batam terus berupaya untuk mempercepat pengembangan dan peningkatan infrastruktur pendukung yang ada. Kami juga berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan modernisasi pelabuhan agar kegiatan ekspor bisa maksimal," ujarnya, Minggu (9/7/2023).

Untuk diketahui, Pelabuhan Batu Ampar menjadi fasilitas penyumbang terbesar kegiatan ekspor Kota Batam sepanjang bulan Mei 2023 dengan nilai mencapai USD 787,89 juta.

Volume ekspor di pelabuhan bongkar muat itu pun mencapai 123,12 ribu ton.

Dengan negara tujuan utama eskpor meliput Singapura, Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Kami sedang menyiapkan pembangunan Batam yang modern. Mari kita dukung pembangunan yang sedang berlangsung agar ekonomi daerah ikut meningkat," tutup Rudi. (DN)

Batam - Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun oleh Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menjadi salah satu solusi krisis air yang kerap dialami Kota Batam.

IPAL merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk mengolah air limbah domestik (tinja, buangan air dari dapur dan cucian pakaian) menjadi air bersih yang dikembalikan ke waduk. Serta memproduksi pupuk organik untuk penghijauan Kota Batam.

Air limbah domestik dari perumahan masyarakat, perhotelan, apartemen, mall dan kegiatan jasa lainnya diolah seluruhnya menjadi produk yang lebih bermanfaat. Air limbah domestik yang diolah tersebut dialirkan kembali ke waduk sebagai air baku dan dapat digunakan untuk kegiatan yang lain.

Dalam sistem kerja IPAL, sumber air limbah dialirkan secara gravitasi menggunakan pipa. Limbah dari tiap-tiap rumah, mengalir secara gravitasi ke lima stasiun pompa untuk ditampung dan disaring dari sampah dan sedimen.

Dari stasiun pompa kemudian dialirkan kembali ke IPAL Bengkong Sadai. Ada dua pipa yang disambungkan di rumah, yaitu di depan rumah (samping drainase), yang akan terpasang 10 ribu sambungan dan fase kedua adalah pipa yang disambungkan ke arah septic tank, serta dari dapur dan cucian.

Adapun untuk pipa pertama akan mengalirkan tinja (toilet), serta pipa kedua untuk mengalirkan air cucian dan kegiatan dapur. Masing-masing rumah juga akan dipasang bak kontrol.

"Kota Batam dipercaya pemerintah pusat untuk mengerjakan proyek lingkungan/proyek hijau ini sebagai upaya untuk menjaga lingkungan tetap bersih, hijau, asri, dan pembangunan berkelanjutan yang pada akhirnya akan meningkatkan investasi dan wisatawan," ujar General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, Sabtu (8/7/2023).

Ia menegaskan, proyek IPAL akan terus dilanjutkan hingga selesai, sementara pekerjaan maintenance jaringan pipa terus dilaksanakan di lapangan. BP Batam kata Iyus, hingga saat ini selalu berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementrian Keuangan, Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea selaku pihak permberi dana pinjaman, Hansol selaku kontraktor dan Sunjin selaku pihak konsultan.

"Untuk perkembangan terakhir proyek ini, tengah dilakukan finalisasi addendum pekerjaan dan Insya Allah, bulan Agustus/September 2023 akan kembali dilanjutkan dan target selesai akhir 2024," katanya.

Iyus menjelaskan, ruang lingkup proyek IPAL adalah mengerjakan satu unit 230 lpd, 5 stasiun pompa, 114 km sambungan pipa utama dan sekunder, pipa sambungan rumah 11 ribu. Dimana saat ini progres proyek ini telah mencapai 90,8 persen.

Adapun progres 90,8 persen tersebut meliputi bangunan gedung IPAL di Bengkong Sadai, 5 stasiun pompa, 104 km pipa utama dan sekunder, serta sambungan rumah fase pertama 10 ribu.

Sisa pengerjaan proyek IPAL ini hanya tinggal merampungkan sisa jaringan pipa utama dan sekunder dan sambungan ke 11.000.

"Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2024 mendatang," katanya.

Ia mengharapkan dukungan segenap masyarakat di Kota Batam bersama dengan BP Batam agar proyek IPAL ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya. Sehingga kedepannya, tujuan dari proyek ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Sesuai dengan komitmen dari pak Kepala BP Batam Muhammad Rudi, mari kita tingkatkan peran positif untuk mewujudkan Batam sebagai kota baru," imbuhnya.

Batam - Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto menghadiri perayaan ulang tahun perusahaan PT. TEC Indonesia, pada Jum'at (7/7/2023), bertempat di Batamindo Industrial Park Mukakuning, Batam.

PT. TEC Indonesia merayakan hari jadi ke 31 tahun. Perusahaan Bergerak di bidang manufaktur elektronik ini, merupakan anggota TOSHIBA TEC Singapore.

Purwiyanto menyampaikan apresiasi dan selamat kepada PT TEC Indonesia, yang telah mengembangkan bisnis di Batam selama puluhan tahun.

Dirinya hadir didampingi Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait dan Direktur PTSP Harlas Buana.

Ditambahkan Purwiyanto, kehadiran PT TEC Indonesia telah berkontribusi besar dalam peningkatan investasi asing di Kota Batam.

"31 Tahun Kehadiran PT. TEC Indonesia telah berkontribusi menguatkan investasi Batam yang semakin baik dan kondusif. Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi juga menyampaikan terima kasih, telah berkontribusi meningkatkan PMA di Batam.” Kata Purwiyanto.

Sejak berdiri tahun 1992 lalu, PT TEC yang dipimpin oleh Managing Director, Mr. Shingo Hamamura, mengakui bahwa perusahaan mereka terus berkembang hingga memiliki sekitar 1.500 karyawan hingga saat ini.

Dimulai dari satu building, PT TEC Indonesia terus memperluas produksi dengan memiliki 4 building dan 72 tenant hingga tahun 2022.

Lebih lanjut, Purwiyanto yang hadir mewakili Kepala BP Batam, menerangkan bahwa Industri di Batam telah memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Batam yang sangat baik pada tahun 2022, hingga mencapai 6,84%.

Purwiyanto mengatakan bahwa BP Batam fokus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas untuk mendukung industri di Batam melalui pengembangan konektivitas jalan yang modern dan mendukung investasi.

“Oleh sebab itu, Batam saat ini tengah menjadi wadah investasi yang apik bagi negara-negara asing. Singapura dan Jepang telah menjadi investor terdekat. Tentu, disusul negara-negara lainnya yang kian bervariasi.” Kata Pria lulusan University of Colorado at Boulder – USA.

Singapura telah menduduki posisi tertinggi investasi PMA dengan 446 proyek dengan nilai investasi 124,8 juta US Dolar pada trimester pertama tahun 2023.

Sementara Jepang, terdapat 25 proyek investasi senilai 1,7 juta US Dolar dalam periode yang sama tahun 2023.

“Sukses selalu. Kami berharap PT TEC dapat terus memperluas bisnis dan investasi di Batam. Dan kami, sangat siap membantu memfasilitasi investasi di sini.” Tutup Purwiyanto.

Sementara itu, menyambut dengan hangat, Managing Director, Mr. Shingo Hamamura, bersama dengan jajaran tertinggi Direksi, President dan CEO of Toshiba TEC Corporation Singapore.

Managing Director PT. TEC Indonesia, Mr. Shingo Hamamura, memberikan apresiasi terhadap peran strategis BP Batam dalam mendukung PT TEC Indonesia dan memfasilitasi investasi yang kondusif di Batam, dengan percepatan perizinan dan konektivitas yang mendukung produksi hingga kerja sama yang baik selama puluhan tahu .

“Kami sangat berterima kasih atas opportunity yang telah diberikan, dengan segala dukungan dari BP Batam, kami dapat beroperasi dengan sangat baik hingga saat ini. Dan kami terus berkomitmen untuk mengembangkan investasi di Batam ke depan." Pungkas Mr. Shingo Hamamura.

Instagram

Tentang Kami