super me
BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, menerima kunjungan Apindo Provinsi Kepri di Gedung Marketing Centre, Jumat (7/11/2025).
Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara BP Batam dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Fary Francis menegaskan komitmen BP Batam untuk menjaga stabilitas dan kepastian hukum bagi para investor.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan dunia usaha yang terus berkembang setiap tahun.
“Sebagai wujud nyata komitmen pelayanan, BP Batam menghadirkan Dashboard Investasi. Program ini memungkinkan penanganan cepat terhadap aduan atau keluhan investor,” jelas Fary.
Selain itu, lanjut Fary, BP Batam juga rutin melakukan survei kepuasan layanan guna memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga dan inklusif.
Ini terbukti dengan tren investasi yang kian memuaskan hingga Triwulan III 2025. Berkat stimulus kebijakan yang ada, nilai investasi di Batam mencapai Rp 54,7 triliun atau naik 25,58 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Saat ini, PMDN menjadi penggerak utama ekonomi Batam. Tren Penanaman Modal Asing (PMA) juga terus menunjukkan peningkatan. Kami berharap, langkah-langkah strategis BP Batam ke depan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investasi maupun ekonomi daerah,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Apindo Provinsi Kepri, Stanly Rocky, mengapresiasi kinerja BP Batam selama ini.
Menurut Stanly, rencana strategis BP Batam memberikan kontribusi besar terhadap iklim investasi di Batam.
“Melalui dialog seperti ini, kami berkeyakinan bahwa BP Batam akan semakin siap untuk menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di Indonesia,” ujarnya.
Batam – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri, Polda Kepulauan Riau menggelar kegiatan Sundang Sakti Fun Run di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., yang dihadiri Irwasda Polda Kepri Kombes. Pol. Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., dan Pejabat Utama Polda Kepri.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sundang Sakti Fun Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi wahana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat soliditas antar satuan di lingkungan Polda Kepulauan Riau.
“Melalui tema ‘Brimob Presisi untuk Masyarakat’, kita diingatkan bahwa Korps Brimob tidak hanya dikenal karena ketangguhannya di medan tugas, tetapi juga karena kedekatannya dengan masyarakat. Brimob adalah wujud kehadiran Polri yang humanis, profesional, dan selalu membawa rasa aman di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si.
Wakapolda Kepri juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satbrimob Polda Kepri selaku pelaksana kegiatan, serta seluruh peserta dari berbagai satuan yang turut berpartisipasi dengan semangat tinggi. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga kuat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas operasional, tetapi juga dalam kegiatan yang menumbuhkan jiwa sehat dan semangat juang pantang menyerah.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan fun run sejauh 8 kilometer yang diikuti sebanyak 279 peserta. Adapun nama-nama peserta yang berhasil meraih juara adalah sebagai berikut:
Juara 1: Briptu Dipo Sastra Siagian, S.H. (Ditresnarkoba Polda Kepri)
Juara 2: Bripda Muhammad Atahirah (Sat Samapta Polresta Barelang)
Juara 3: Brigpol Fapin Putra Mebi (Satbrimob Polda Kepri)
Kegiatan berlangsung lancar, aman, dan meriah. Sundang Sakti Fun Run menjadi momentum positif untuk menumbuhkan semangat kebugaran, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat komitmen pengabdian Polri yang presisi dan humanis bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Batam – Polda Kepri bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, TNI, dan Pemerintah Kota Batam menggelar Operasi Pemulihan Terpadu Kampung Rawan Narkotika di Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Jumat (7/11/2025). Operasi gabungan ini menindaklanjuti program nasional dalam rangka menekan angka penyalahgunaan narkotika di kawasan yang dikategorikan sebagai daerah rawan narkoba.
Kegiatan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Karoops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Anggoro Wicaksono., S.H., S.I.K., M.H., Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol. Arief Doddy Suryawan, S.I.K., M.Si., serta perwakilan dari BNNP Kepri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Nestor Simanihuruk, S.I.K., M.H., selaku Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri. Turut hadir juga perwakilan dari Pemko Batam, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, BP Batam, serta Denpom TNI AD dan POMAL Lantamal IV Batam.
Dalam operasi terpadu tersebut, petugas mengamankan 51 orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Dari hasil tes urine, 36 orang dinyatakan positif mengandung narkotika, terdiri dari 27 laki-laki dan 9 perempuan, sementara 15 orang lainnya negatif.
Selain mengamankan para pengguna, petugas juga menemukan barang bukti berupa:
* 1 paket kecil diduga narkotika jenis sabu,
* 10 alat hisap (bong),
* 24 mancis,
* 2 kotak pipet kaca,
* 27 unit telepon genggam,
* 6 senjata tajam,
serta sejumlah peralatan logam dan alat bantu lain yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Tim gabungan juga melakukan pembongkaran terhadap dua bangunan liar yang diketahui kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan agar bebas dari aktivitas ilegal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K,. M.H.,melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemulihan daerah rawan narkoba di Batam.
“Operasi ini adalah bentuk kolaborasi terpadu antara BNN, Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Kami tidak hanya menindak, tetapi juga berupaya melakukan rehabilitasi bagi pengguna yang terdeteksi positif narkoba,” ujar Kabidhumas Polda Kepri.
Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa BNNP Kepri akan melanjutkan kegiatan serupa di wilayah lain yang berpotensi tinggi terhadap peredaran narkotika.
“Tujuan kami adalah memulihkan kawasan ini menjadi lingkungan yang aman dan layak huni. Bahkan kami masih menemukan adanya anak di bawah umur yang terlibat, sehingga pendekatan rehabilitasi akan diutamakan,” tambah Plt. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri.
Seluruh orang yang dinyatakan positif akan menjalani proses asesmen dan rehabilitasi di bawah koordinasi BNNP Kepri. Sementara barang bukti yang ditemukan akan dilimpahkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik BNNP.
Operasi terpadu ini menjadi bukti nyata sinergitas antara Polda Kepri, BNNP Kepri, TNI, dan Pemerintah Kota Batam dalam memberantas penyalahgunaan narkotika serta memulihkan kawasan rawan menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan produktif.
Batam- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepulauan Riau berfokus pada percepatan adopsi dan perluasan ekosistem QRIS di seluruh sektor, sejalan dengan program nasional . Pemerintah Provinsi Kepri, termasuk Pemerintah Kota Batam dan kabupaten/kota lainnya, juga ikut berperan dalam memajukan dan meningkatkan daya saing dan kelas bagi pelaku UMKM.
Perluasan Ekosistem Digital Bank Indonesia Kepulauan Riau selalu aktif mendorong pemanfaatan QRIS di semua sektor, termasuk: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan tujuan membantu UMKM 'naik kelas’,berbagai upaya Bank Indonesia Kepulauan Riau yang gencar mengadakan berbagai event di Tanjung Pinang maupun di Kota batam.
Beberapa pelaku UMKM khususnya yang berasal dari Kota Batam,kepulauan Riau banyak merasakan mamfaat menjadi binaan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau bahkan ada yang sudah go Internasional,dan ini tidak lepas dari binaan dan pendampingan yang serius dari Bank Indonesia Kepri. Salah satunya adalah program Kurasi dari BI Kepri yang hadir setiap tahunnya.Kurasi UMKM adalah proses evaluasi, penilaian, dan pengelolaan produk UMKM untuk memastikan produk tersebut berkualitas, memiliki legalitas yang memadai, dan dapat berkembang di pasar. Proses ini melibatkan pemeriksaan aspek-aspek seperti kualitas produk, kelengkapan legalitas (seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal), desain kemasan, dan profesionalisme manajemen usaha.
“UMKM naik kelas” adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan peningkatan kapasitas dan daya saing usaha Mikro,Kecil, dan Menengah. Secara umumnya,pelaku UMKM tersebut berhasil menumbuhkembangkan berbagai aspek kegiatan usahanya.
Dengan adanya pelatihan dan binaan yang serius dari BI Kepri untuk pelaku UMKM, diharapkan pelaku -pelaku UMKM ini dapat lebih mudah menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor pastinya dan mempersiapkan produk agar siap digunakan dan dikembangkan lebih lanjut.
Tahun 2025 ini ada sekitar 3.600 UMKM di seluruh wilayah Kepri yang akan dibina Bank Indonesia (BI) Kepri melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM). BI Kepri secara aktif mendukung UMKM melalui berbagai program, seperti program "Gebyar Melayu Pesisir" yang melibatkan lebih dari 100 UMKM binaan.
Dukungan BI Kepri sangat berarti bagi pelaku –pelaku UMKM ,selalu fokus mendukung UMKM melalui digitalisasi pembayaran QRIS, termasuk dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura, yang bertujuan meningkatkan transaksi dan akses keuangan bagi UMKM.
BI juga mendukung program lain yang memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan memberikan sertifikasi halal kepada UMKM. Dinas Koperasi dan UKM Kepri juga berupaya memfasilitasi kemitraan, kemudahan perizinan, dan penguatan kelembagaan.
Pemprov Kepri mewajibkan setiap event besar yang diselenggarakan di daerah untuk melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai ajang promosi dan penjualan, demi pemerataan ekonomi.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup bulan Oktober—Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan berbagai yang dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan di berbagai daerah diIndonesia. Sejumlah kegiatan edukasi dan literasi yang dilakukan oleh BEI dan pemangku kepentingan lainnya meliputi kegiatan rutin Sekolah Pasar Modal maupun penyelenggaraan Road to Capital Market Summit & Expo (Road to CMSE) 2025, CMSE 2025, program Guruku Investor Saham, dukungan terhadap Financial Expo (FinExpo) 2025, serta pelaksanaan Virtual Trading Competition (VTC) 2025 powered by IDX Mobile yang diikuti oleh Mahasiswa dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia.
Berkat upaya tersebut, hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 19.154.487 single investor identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor baru pasar modal tahun 2025 mencapai 4.282.848 SID, atau meningkat 58,4% dibandingkan penambahan 2.703.578 investor baru pada tahun 2024. Jumlah investor saham di BEI telah mencapai 8.083.076 SID, dengan pertumbuhan 1.701.632 investor saham baru sepanjang 2025, naik 51,2% dibandingkan pertumbuhan 1.125.873 investor saham baru di tahun 2024. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, terutama generasi muda di bawah usia 30 tahun yang kini semakin aktif dan percaya diri dalam berinvestasi. “Pencapaian ini merupakan hasil
dari komitmen BEI bersama seluruh stakeholders dalam melakukan berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang konsisten dan terarah, seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, dan CMSE”.
Sepanjang Maret–Oktober 2025, BEI menggelar 101 kegiatan Road to CMSE di berbagai daerah, diikuti lebih dari 185 ribu peserta dan menambah 184 ribu investor baru. CMSE 2025 sendiri yang berlangsung dua hari, menghadirkan 13 narasumber, 6 moderator, 88 booth, dan 95 tenant mencatatkan antusiasme tinggi serta meningkat dibandingkan tahun 2024. Total pendaftar CMSE 2025 mencapai 25.180 orang (naik 105,9%), dengan 48.308 pengunjung (naik 12,3%). Dari jumlah tersebut, 11.682 hadir langsung (naik 51,4%) dan 36.626 mengikuti secara virtual melalui YouTube BEI dan nobar di berbagai Kantor Perwakilan BEI.
Hingga akhir Oktober 2025, BEI melalui jaringan Kantor Perwakilannya telah melaksanakan 14.993 kegiatan edukasi di seluruh Indonesia yang diikuti oleh 14.333.853 peserta. Dari jumlah tersebut, 5.415 kegiatan dilakukan secara digital dan 9.578 kegiatan dilakukan secara tatap muka dan hybrid. Dari seluruh kegiatan edukasi tersebut, sebanyak 319.177 peserta telah membuka rekening efek. Berbagai capaian tersebut menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan inklusi pasar modal dan literasi keuangan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, kolaboratif, dan inklusif. Ke depan, BEI berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya mengenal pasar modal, tetapi juga berpartisipasi aktif sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing dan berdaulat.
Pekanbaru, 6 November 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui program IDCamp 2025 kini hadir di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk membangun ekosistem talenta digital Indonesia, salah satunya Universitas Riau (UNRI) dengan inisiatif IDCamp Connect 2025. Program IDCamp Connect ini sebagai jembatan dan ruang kolaborasi antara para developer, professional non-teknis, pelajar dan masyarakat umum untuk bisa berkarier di bidang teknologi dan digital.
Kehadiran IDCamp Connect 2025 di Universitas Riau menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan komunitas digital di Sumatra untuk memperluas wawasan serta membangun jejaring profesional. Melalui kegiatan ini, peserta dapat bertemu langsung dengan alumni IDCamp, praktisi industri, dan mentor yang berbagi pengalaman seputar dunia teknologi, AI, dan inovasi digital di Indonesia.
Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, “Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan talenta digital di wilayah Sumatra. Melalui IDCamp Connect, kami ingin memastikan kesempatan belajar dan berkarier di bidang teknologi dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di daerah”.
Sejak diluncurkan pada tahun 2019, IDCamp (Indosat Digital Camp) telah menjadi salah satu program beasiswa digital terbesar di Indonesia yang bertujuan memberdayakan masyarakat agar mampu membangun karier di bidang teknologi. Melalui pembelajaran daring yang mudah diakses, bersertifikat, dan relevan dengan kebutuhan industri, IDCamp membantu menciptakan peluang setara bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk berkembang di dunia digital.
Memasuki tahun 2025, IDCamp menghadirkan inovasi baru dengan memperkenalkan 2 kategori pembelajaran di bidang Artificial Intelligence (AI).
Dua kategori tersebut adalah AI Development, yang dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan teknis dalam pengembangan model AI. Peserta dapat memilih salah satu dari 4 pilihan alur belajar yaitu: AI Engineer, Generative AI Engineer, Machine Learning Ops, dan Data Scientist.
Kategori kedua yaitu AI Integration, yang membekali peserta dengan keterampilan praktis mengintegrasikan AI ke dalam pengembangan aplikasi. Peserta dapat memilih salah satu dari 4 pilihan alur belajar: AI Android Developer, AI Multi-platform App Developer, AI Front-End Developer, dan AI Back-End Developer. Kedua kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri global yang semakin berfokus pada kecerdasan buatan, sekaligus membekali peserta dengan keahlian teknis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia kerja.
Sebagai bagian dari acara, IDCamp Connect 2025 menghadirkan sesi sharing inspiratif bersama Ridha Ginanjar, Curriculum Developer di Dicoding Indonesia, yang membawakan materi bertajuk “Exploring the World of AI: From Basics to Career Opportunities.” Dalam sesi ini, Ridha membahas perkembangan fundamental AI, tren global, serta peluang karier yang dapat ditempuh oleh generasi muda Indonesia. Lebih dari itu, peserta juga mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana skill AI dapat diterapkan dalam berbagai industri, dan bagaimana IDCamp menjadi gerbang awal untuk memulai perjalanan tersebut.
Kehadiran pembicara dari Dicoding Indonesia ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Universitas Riau yang ingin memahami lanskap teknologi AI secara lebih mendalam. Ridha juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan, industri teknologi, dan komunitas digital agar Indonesia mampu mencetak lebih banyak talenta AI yang siap bersaing di tingkat global.
Selain itu, bagi peserta yg telah menyelesaikan pembelajarannya, IDCamp kembali memberikan akses kelas gratis di bidang Cyber Security dari platform belajar Cisco dan Automation dari platform belajar UIPath Academy. Info lengkap terdapat di https://idcamp.ioh.co.id.
Batam, 06 November 2025 – Menyambut pergantian tahun yang penuh semangat dan kebahagiaan, Grand Mercure Batam Centre, bagian dari Premium - Accor Hotels, menghadirkan perayaan istimewa bertajuk “Viva La Vida Countdown”. Acara ini akan digelar pada 31 Desember 2025 di Rarantira Ballroom lantai 2, menghadirkan atmosfer elegan dengan sentuhan kemeriahan khas Latin. Para tamu akan dimanjakan dengan Gala Dinner, Live Band, DJ Performance, Salsa Dance Show, serta berbagai games dan doorprize menarik. Semua elemen dikemas untuk menciptakan malam penuh kenangan dalam menyambut awal tahun yang baru dengan penuh warna dan kebersamaan.
Para tamu juga akan disuguhkan hidangan istimewa dari berbagai belahan dunia melalui sajian buffet “Celestial Viva La Vida Menu”. Pilihan menu dimulai dari Salad Bar seperti Quinoa and Chicken Salad, Anyang Sayuran, hingga Antipasto by Glass. Untuk sajian utama, tersedia Mexican Rice, Beef Zürichoise, Chicken Piccata with Lemon Butter Sauce, Battered Fish with Tartar Sauce, Roasted Greek Ratatouille, dan Ziti Aglio Olio with Chicken. Sementara di Live Stall Corner, para tamu dapat menikmati berbagai hidangan favorit seperti Pasta Station, Kambing Guling, Chicken Shawarma, Beef Wellington, Poultry Corner dengan Peking Duck, serta Empal Gentong yang autentik. Penutup manis seperti Chocolate Fountain, French Pastries, Traditional Jajanan Pasar, dan berbagai minuman hangat khas Nusantara seperti Sarabba dan Bandrek akan melengkapi malam yang berkesan ini.
Selain hiburan utama, acara ini juga menghadirkan berbagai games menarik, doorprize eksklusif, dan photobooth tematik untuk mengabadikan momen kebersamaan bersama keluarga dan sahabat. Tamu dapat menikmati paket spesial dengan harga IDR 688.000 nett per orang, dan penawaran Early Bird Buy 5 Get 6 yang berlaku hingga 30 November 2025. Rarantira Ballroom akan disulap menjadi ruang perayaan penuh cahaya, musik, dan kemeriahan yang menandai langkah baru menuju tahun yang lebih gemilang. Setiap tamu diundang untuk merasakan atmosfer yang memadukan kemewahan, kehangatan, dan semangat hidup yang khas Grand Mercure.
Untuk pengalaman yang lebih lengkap, Grand Mercure Batam Centre juga menawarkan paket menginap spesial tahun baru. Harga mulai dari IDR 3.200.000 nett/kamar/malam tanggal 31 Desember 2025, tamu dapat menikmati akomodasi di kamar Superior, sudah termasuk New Year’s Eve Dinner dan sarapan untuk 2 orang. “Perayaan tahun baru kali ini kami kemas dengan tema Viva La Vida, yang berarti ‘Hidup yang Penuh Warna dan Semangat’. Kami ingin mengajak para tamu untuk menutup tahun dengan kebahagiaan dan menyambut tahun baru dengan energi positif. Melalui rangkaian hiburan dan sajian kuliner istimewa, kami berharap setiap tamu dapat merasakan momen yang berkesan bersama orang terdekat. Grand Mercure Batam Centre senantiasa menghadirkan pengalaman yang memadukan budaya lokal dengan nuansa internasional. Kami menantikan kehadiran para tamu untuk merayakan malam pergantian tahun bersama kami,” ujar Samian Rais, General Manager Grand Mercure Batam Centre.
Untuk reservasi dan informasi pengalaman premium Accor Hotel lebih lanjut, silakan hubungi: Grand Mercure Batam Centre Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Batam Kota. WhatsApp Reservasi Gala Dinner: +6287859015260.
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan kasus hilangnya dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp1 milyar dari rekening SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, ke Mabes Polri.
"Direktur Manajemen Risiko BGN sudah membuat laporan ke Mabes Polri," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pekan lalu Yayasan Prama Guna Nasional (PGN) melaporkan hilangnya dana operasional untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp1 miliar dari rekening SPPG Pangauban. Laporan resmi itu disampaikan kepada BGN melalui dokumen laporan khusus yang menyebutkan bahwa insiden terjadi pada Jumat (31/10) pukul 18.30 WIB. Saat itu Kepala SPPG Pangauban Batujajar, Mochamad Cakra Aji Saputra, sedang memproses persetujuan transaksi melalui sistem BNI Direct.
Namun tiba-tiba akses ke sistem memunculkan perintah penggantian kata sandi. Cakra lalu menghubungi layanan pesan teks langsung atau live chat BNI melalui situs resmi. Tidak lama setelah itu ia dihubungi seseorang yang mengklaim sebagai pihak resmi bank dan memberikan tautan untuk mengganti kata sandi dengan alasan keamanan.
Karena meyakini bahwa komunikasi itu legal, Cakra lalu mengikuti arahan orang itu, termasuk memberikan challenge and response banking yang bersifat rahasia.
Keesokan harinya, kontak yang digunakan tidak bisa lagi dihubungi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata saldo rekening yang sebelumnya sekitar Rp1 miliar tersisa hanya Rp12 juta.
Akibat insiden penipuan transaksi elektronik atau biasa disebut dengan istilah phising itu, SPPG Pangauban yang baru beroperasi selama 10 hari tersebut terpaksa berhenti sementara. SPPG Pangauban memproduksi 3.500 porsi menu MBG setiap hari untuk delapan sekolah di wilayah Batujajar.
Agar kejadian serupa tidak berulang, Wakil Kepala BGN mengingatkan agar semua Kepala SPPG mewaspadai modus operandi kejahatan siber ini serta cermat dan berhati-hati dalam bertransaksi.
Kepala SPPG Pangauban saat ini juga telah dinonaktifkan oleh BGN untuk investigasi lebih lanjut.
(sumber : antaranews.com)
BP Batam menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre, Rabu (5/11/2025).Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara BP Batam dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan investasi yang tertib dan berkeadilan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi investasi yang berlaku.Langkah ini juga sebagai wujud transparansi dan profesionalisme untuk memperkuat tata kelola lahan di Kota Batam.
“Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, setiap investor harus patuh terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Li Claudia.
Melalui pengelolaan yang tertib sesuai regulasi investasi saat ini — termasuk pengurusan PKKPRL (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut), Li Claudia berharap agar seluruh investor benar-benar membangun dan menggerakkan ekonomi lokal.
Ia ingin memastikan setiap investasi mampu menjadi motor penggerak pembangunan Batam yang inklusif dan berdaya saing.“Kami ingin setiap lahan produktif, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam,” tambahnya.
Pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025
Jakarta, 6 November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri jasa keuangan syariah, self-regulatory organization (SRO), asosiasi, dan kementerian/lembaga terkait menggelar Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 pada tanggal 6 s.d. 9 November 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, dengan mengusung tema “Keuangan Syariah untuk Semua, Kesejahteraan untuk Bangsa” sebagai upaya memperkuat literasi, inklusi, dan ekosistem keuangan syariah nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya pada Pembukaan EKSiS 2025, Kamis, menyampaikan bahwa keuangan syariah memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.
“Keuangan syariah memberikan banyak manfaat. Pertama tentu pemerataan ekonomi. Ini sesuai pesan atau dari visi-misi dari Bapak Presiden kita bagaimana pemerataan ekonomi ini menyejahterakan masyarakat kita. Kemudian adanya instrumen keuangan seperti zakat, kemudian infak sedekah bisa menjadikan distribusi kekayaan berjalan lebih adil dan memperkecil kesenjangan. Kemudian stabilitas ekonomi tentu saja dan juga inklusivitas. Ini yang terus kita dorong, inklusivitas,” ujar Friderica.
Friderica menegaskan bahwa industri keuangan syariah Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang positif, dengan total aset mencapai Rp3.050 triliun, meningkat 11,3 persen (yoy) yang terdiri atas aset perbankan syariah sebesar Rp975,9 triliun, pasar modal syariah Rp1.896,2 triliun, dan industri keuangan nonbank syariah Rp178,7 triliun.
Lebih lanjut, Friderica menyoroti empat tantangan utama pengembangan keuangan syariah yang disebut sebagai 4P, yaitu Pengembangan dan inovasi produk, Penetrasi pasar, Pemerataan akses, dan Pemahaman masyarakat.
“Kita perlu terus mendorong inovasi produk, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat edukasi agar masyarakat semakin paham dan percaya pada produk keuangan syariah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, OJK mendorong agar keuangan syariah semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi umat, khususnya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain pameran layanan keuangan syariah, EKSiS 2025 juga menghadirkan seminar, talk show, serta program edukasi publik yang dikemas interaktif.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menyebut bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 57 juta pelaku UMKM, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan menjadi pilar utama pemerataan ekonomi.
“Pertanyaannya, apakah dengan metode konvensional kita mampu menjangkau 57 juta pengusaha mikro, kecil, dan menengah? Hampir tidak mungkin. Karena itu, inovasi teknologi dengan metode digitalisasi menjadi kebutuhan untuk menjangkau semua pelaku UMKM di Indonesia,” ujar Maman.
Maman juga mengungkapkan bahwa Kementerian UMKM tengah mempersiapkan peluncuran sistem digital nasional bernama Sapa UMKM, sebuah super app yang akan menjadi wadah komunikasi dan pengaduan bagi pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.
“Sapa UMKM akan menjadi game changer yang menghubungkan kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem terintegrasi. Ini adalah bentuk keadilan sosial bagi seluruh pengusaha mikro, kecil, dan menengah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maman menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam penerbitan POJK 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang mempermudah akses pembiayaan UMKM dan memperluas ekosistem pembiayaan syariah.
“Kami berterima kasih kepada OJK atas dukungannya. POJK 19 menjadi back-up policy yang sangat penting untuk memperkuat perlindungan dan akses pembiayaan bagi UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Maman.
Kegiatan EKSiS di Jakarta ini menjadi puncak dari rangkaian ekspo keuangan syariah sepanjang tahun 2025 yang sebelumnya telah digelar di empat kota, yakni Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram. EKSiS 2025 menghadirkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis prinsip syariah secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam pembukaan EKSiS 2025 Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Anggota Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Mokhamad Hidayat, Deputi Bidang Kewirausahaan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Siti Azizdah, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta Pimpinan Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, Direksi dan Pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah.
Melalui pelaksanaan EKSiS 2025, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses keuangan syariah melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi yang inklusif. OJK mendorong pengembangan produk keuangan syariah yang kompetitif, memperluas jaringan layanan, serta meningkatkan literasi berbasis komunitas dan pendidikan keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara OJK, Kementerian UMKM, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pemerintah daerah, serta pelaku industri keuangan dalam mendorong ekonomi syariah nasional sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
