super me
Jakarta - Beberapa pekan terakhir, dinamika politik dan sosial di Indonesia mengguncang pasar keuangan. Gelombang demonstrasi massa yang menyebar di berbagai kota membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi. Pada 29 Agustus 2025, IHSG tercatat turun lebih dari dua persen, sementara rupiah melemah mendekati satu persen hingga menjadi sekitar Rp16.475 per dolar Amerika Serikat, posisi terendah sejak awal bulan.
Untunglah, Bank Indonesia segera turun tangan, melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi untuk meredam gejolak. Pemerintah pun menyampaikan pesan tegas bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini bahkan mencapai 5,12 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Pada pertengahan 1997, krisis moneter Asia memicu jatuhnya berbagai mata uang kawasan, dan rupiah adalah salah satu yang paling parah. Dari level sekitar Rp2.600 per dolar, kurs terjun bebas hingga menembus Rp14.800 dalam hitungan bulan. Inflasi melonjak hingga di atas 60 persen, Produk Domestik Bruto menyusut lebih dari 13 persen, dan dunia usaha kolaps. Bursa Efek Jakarta kala itu mencatat penurunan IHSG hingga menyentuh level 256 pada September 1998, dari posisi tertinggi sebelumnya di kisaran 700. Krisis itu tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga politik dan sosial. Gelombang demonstrasi menumbangkan Orde Baru, dan ketidakpastian melingkupi seluruh sendi kehidupan.
Namun sejarah juga menunjukkan bahwa titik terendah bisa menjadi awal pemulihan. Setelah jatuh sedalam itu, IHSG bangkit kembali. Pada 1999, hanya setahun setelah keterpurukan, indeks melesat lebih dari seratus persen dari level terendahnya. Rupiah pun berangsur stabil di kisaran Rp8.000–10.000 per dolar. Reformasi struktural dilakukan secara menyeluruh: pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN/IBRA), merestrukturisasi bank, dan mulai menata regulasi keuangan agar lebih tangguh.
Dua dekade lebih berselang, warisan reformasi itu terlihat jelas. Indonesia kini memiliki cadangan devisa sekitar 150 miliar dolar, jauh lebih besar daripada 20 miliar dolar pada penghujung 1997. Sistem perbankan lebih sehat, dengan rasio kecukupan modal mencapai sekitar 26 persen dan kredit bermasalah yang rendah. Otoritas Jasa Keuangan hadir untuk memastikan pengawasan yang lebih ketat, sementara Lembaga Penjamin Simpanan menjaga kepercayaan masyarakat. Kebijakan moneter pun lebih fleksibel, dengan kurs mengambang yang diimbangi intervensi terukur, sehingga gejolak pasar tidak serta-merta berubah menjadi krisis berkepanjangan.
Dibandingkan kondisi 1998, situasi saat ini jauh lebih terkendali. Memang benar, IHSG sempat terkoreksi dan rupiah tertekan, tetapi skala guncangannya tidak sebesar seperempat abad lalu. Fundamental ekonomi tetap positif, inflasi berada dalam kisaran target, defisit anggaran terjaga di bawah tiga persen dari PDB, dan investasi asing masih terus masuk. Yang lebih penting, respons otoritas kini jauh lebih cepat dan transparan. Pernyataan resmi dari pemerintah dan Bank Indonesia mampu menenangkan pasar, sementara kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan menjaga stabilitas.
Bagi investor, sejarah memberi pelajaran berharga. Volatilitas memang bagian dari pasar modal. Koreksi tajam sering kali menakutkan, namun justru di situlah peluang jangka panjang terbuka. IHSG pernah jatuh ke titik terendah pada 1998, namun bangkit dengan kekuatan berlipat ganda. Demikian pula pada krisis 2008, indeks sempat terkoreksi lebih dari 50 persen, tetapi satu tahun kemudian sudah menunjukkan pemulihan yang signifikan. Pola yang sama bisa kita harapkan hari ini: gejolak sesaat bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari siklus yang berulang.
Masyarakat tidak perlu panik menghadapi kabar harian tentang pelemahan rupiah atau koreksi IHSG. Yang penting adalah melihat tren jangka panjang dan memahami bahwa sistem ekonomi Indonesia jauh lebih siap dibanding era lalu. Dengan pondasi yang kuat, cadangan devisa besar, sistem perbankan sehat, serta koordinasi kebijakan yang solid, Indonesia memiliki daya tahan yang jauh lebih besar menghadapi guncangan eksternal maupun internal.
Krisis 1998 menjadi pengingat bahwa badai terbesar sekalipun bisa dilewati, bahkan menjadi titik balik untuk bangkit. Kini, di tengah hiruk pikuk politik dan tekanan pasar, Indonesia tidak lagi berada di posisi rapuh seperti dulu. Pasar modal mungkin terguncang, rupiah mungkin tertekan, tetapi pondasi ekonomi dan kepercayaan internasional tetap kokoh. Seperti pepatah pasar yang sering diulang, volatilitas adalah bagian dari perjalanan investasi jangka panjang. Dan Indonesia, dengan segala pengalaman pahit masa lalu, kini lebih tangguh untuk menghadapinya.
PT PLN Batam berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025. Selama masa siaga yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sistem kelistrikan Batam–Bintan beroperasi secara aman dan andal, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal serta menikmati libur akhir tahun dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan.
Dalam periode tersebut, PLN Batam mengoperasikan sistem dengan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 812 megawatt (MW) guna memastikan kecukupan pasokan listrik di wilayah Batam hingga Bintan, termasuk dalam mengantisipasi potensi lonjakan beban serta kondisi cuaca ekstrem.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal merupakan hasil dari kesiapan menyeluruh di seluruh lini operasional, mulai dari pembangkitan hingga layanan pelanggan.
“Keberhasilan PLN Batam menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal merupakan buah dari kesiapan pasokan daya, keandalan peralatan, serta kesiapsiagaan personel di seluruh lini, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan dan fungsi pendukung lainnya. Fokus kami saat ini adalah memastikan masyarakat dapat merayakan dan menikmati libur Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” ujar Kwin Fo.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antar unit, kecepatan respons, serta penerapan prosedur keselamatan kerja yang konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan selama masa siaga Nataru.
“Kami tetap mengedepankan keselamatan kerja sebagai prioritas utama, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Seluruh personel menjalankan tugas sesuai dengan SOP, serta menjaga kesiapan fisik dan mental selama masa siaga,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Operasi PT PLN Batam, Mohamad Tresna Wikarsa, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Batam–Bintan berada dalam kondisi aman sepanjang periode Nataru. Dengan daya mampu pasok sebesar 812 MW, beban puncak tertinggi pada tahun 2025 tercatat mencapai 741 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya sebesar 71 MW.
Pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2025, beban puncak tercatat sebesar 589 MW dengan cadangan daya 223 MW. Sementara pada puncak perayaan Tahun Baru, 1 Januari 2026, perkiraan beban puncak berada di angka 580 MW dengan cadangan daya 232 MW, sehingga sistem kelistrikan tetap terjaga dalam kondisi aman.
“Untuk mendukung keandalan pasokan listrik, PLN Batam menyiagakan 712 personel, yang terdiri dari pegawai PLN, tenaga alih daya, serta mitra kerja. Seluruh personel siaga di pembangkitan, transmisi, dan distribusi, didukung oleh peralatan operasional guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan,” jelas Tresna.
Dari sisi pengamanan operasional, PLN Batam mengoperasikan 35 posko siaga keandalan yang tersebar di seluruh wilayah kerja, serta 5 posko siaga kelistrikan mobile guna mempercepat penanganan di lapangan. Pengamanan khusus juga dilakukan pada 34 lokasi VVIP dan VIP, termasuk kantor pemerintahan, gereja, serta pusat-pusat kegiatan masyarakat selama perayaan Nataru.
Selain itu, PLN Batam juga memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan mengoperasikan 14 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 11 lokasi di wilayah Batam dan sekitarnya, guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Dengan keberhasilan menjaga keandalan listrik selama Natal 2025 dan kesiapan menghadapi puncak Tahun Baru 2026, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.
Batam, 29 Desember 2025. PT Batamraya Sukses Perkasa (Panbil Group), pengelola dan pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) / Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, membuktikan komitmen sosialnya dengan hadir langsung di tengah masyarakat pesisir. Dalam semangat berbagi kasih Natal, perusahaan mendatangi Pulau Kubung dan Pulau Todak untuk menyalurkan bingkisan kasih kepada sekitar 150 anak, Senin (29/12).
Aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah nyata Panbil Group dalam memperkuat harmoni dengan warga di wilayah operasionalnya. Bantuan menyasar anak-anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari balita hingga pelajar SMA, yang berkumpul dengan penuh antusias di GPIB Pulau Kubung dan Gereja Katolik Santo Nikolaus, Pulau Todak.
Eka Teguh Kurniawan, perwakilan Manajemen PT Batamraya Sukses Perkasa, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan harus membawa dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.
"Kami hadir bukan hanya sebagai pengembang, tapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat di sini. Kegiatan ini adalah wujud syukur sekaligus cara kami memastikan bahwa sukacita Natal dan optimisme menyambut tahun baru juga dirasakan oleh adik-adik kita di Pulau Kubung dan Pulau Todak," ujar Eka.
Langkah Panbil Group ini mendapat apresiasi hangat dari para pengurus gereja dan orang tua setempat. Kehadiran tim manajemen ke pulau-pulau tersebut dianggap sebagai bentuk perhatian tulus yang mempererat tali silaturahmi antara korporasi dan warga lokal.
Sebagai anak perusahaan Panbil Group yang fokus pada pengelolaan dan pengembangan KEK Tanjung Sauh, PT Batamraya Sukses Perkasa berkomitmen menjadikan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai pilar utama perusahaan. Ke depannya, perusahaan berencana terus menggulirkan program-program kepedulian yang menyentuh aspek pendidikan, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Aceh Tamiang, 29 Desember 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 92%. Pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai elemen penting dalam mendukung koordinasi, akses informasi, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra, Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Dalam situasi darurat, konektivitas memegang peran yang sangat krusial. Indosat bergerak cepat bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan jaringan kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, sebagian besar wilayah terdampak di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, telah kembali terlayani dan kami akan terus mempercepat pemulihan hingga seluruh jaringan pulih sepenuhnya.”
Dalam proses pemulihan tersebut, Indosat telah melakukan berbagai langkah teknis secara menyeluruh. Upaya ini meliputi penggantian perangkat jaringan yang terdampak banjir, perbaikan jalur transmisi serat optik yang terputus, serta instalasi sumber daya cadangan seperti genset dan baterai. Untuk memastikan konektivitas tetap berjalan, Indosat juga menyediakan alternatif transmisi melalui satelit link di wilayah-wilayah yang masih belum terhubung dengan jaringan serat optik.
Selain penguatan infrastruktur, Indosat menambah jumlah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal Indosat maupun mitra dalam ekosistem Indosat. Indosat juga berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memperoleh prioritas pasokan bahan bakar, sekaligus dukungan pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, serta area pengungsian. Indosat juga terus mengoperasikan Posko Pemantauan (Command Center) secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan. Indosat SIGAP Dukung Pemulihan Masyarakat
Sejalan dengan pemulihan jaringan, Indosat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan Indosat SIGAP turut menjalankan berbagai inisiatif bantuan kemanusiaan.
Indosat menghadirkan Posko Dapur Umum di sejumlah titik rawan terdampak, dengan fokus utama di wilayah Aceh, meliputi Kampung Durian (Aceh Tamiang), Geulanggang Rayeuk (Bireuen), serta Panti Asuhan Darul Aitam (Meureudu, Pidie Jaya). Posko serupa juga beroperasi di Langkat (Sumatra Utara), serta Kota Padang dan Kabupaten Agam (Sumatra Barat). Menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, jumlah posko dioptimalkan dari rencana awal sepuluh menjadi sembilan titik, dengan prioritas utama di wilayah Aceh. Kapasitas bantuan pun ditingkatkan hingga ribuan porsi makanan per hari, serta dilengkapi dengan pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk mendukung ketersediaan air bersih dan pemulihan yang berkelanjutan.
Ke depan, Indosat berkomitmen untuk menuntaskan pemulihan jaringan secara menyeluruh melalui penguatan infrastruktur, penambahan sumber daya pendukung, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Indosat akan terus memastikan layanan komunikasi yang tangguh dan responsif, agar masyarakat tetap dapat terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam situasi darurat.
JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama diarahkan pada pemulihan infrastruktur kritis seperti jalan, jembatan, hunian sementara, pasokan air bersih, hingga kelistrikan guna memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan hingga memasuki pekan keempat pascabencana, progres pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam dua pekan terakhir, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil memasang 11 unit jembatan bailey dengan kapasitas beban 30–50 ton untuk menghubungkan titik-titik terputus sepanjang 40 hingga 180 meter.
“Dari 52 kabupaten/kota terdampak, kini hanya tersisa empat kabupaten yang jalannya belum pulih sepenuhnya. Pembangunan jembatan dan perbaikan jalan berjalan cepat, disertai pembangunan hunian sementara,” ujar Teddy.
Di Aceh, enam dari 16 jembatan yang rusak telah kembali berfungsi, sementara 10 lainnya masih dalam proses pemasangan. Seluruh jembatan putus di Sumatera Utara dan Sumatera Barat kini telah kembali beroperasi.
“Untuk jalan nasional, sebanyak 32 dari 38 titik putus di Aceh telah dapat dilalui, sementara di Sumatera Utara 10 dari 12 titik telah fungsional, dan di Sumatera Barat seluruh 30 titik jalan putus sudah beroperasi kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan percepatan pemulihan akses darat di wilayah krusial. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut jalur penghubung Banda Aceh–Medan, khususnya kawasan Bireuen hingga Bener Meriah, menjadi prioritas utama. Pemerintah menargetkan seluruh jalur darat dapat dilalui kendaraan roda empat sebelum akhir Desember 2025.
“Percepatan ini sangat penting untuk kelancaran distribusi logistik dan alat berat, sehingga pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pada awal 2026 dapat berlangsung lebih cepat,” kata Abdul.
Di sisi lain, pemulihan kelistrikan juga menjadi perhatian serius. PT PLN (Persero) melalui PLN Nusa Daya telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Krueng Raya berkapasitas 15 MW di Aceh Besar untuk memperkuat pasokan listrik Banda Aceh pascabencana. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan, pengoperasian pembangkit ini menjadi langkah strategis memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.
“Sistem kelistrikan Banda Aceh kini ditopang pasokan daya hingga 32 MW dan akan diperkuat kembali melalui pengoperasian PLTD Ulee Kareng berkapasitas 25 MW, sehingga total cadangan daya mencapai 57 MW,” ucap Darmawan.
Selain pemulihan fisik, pemerintah juga menindaklanjuti penyebab bencana melalui audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di wilayah terdampak. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menegaskan, hasil evaluasi akan menjadi dasar penegakan hukum pidana, perdata, maupun sanksi administratif guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
“Pemerintah berkomitmen menjadikan pemulihan Sumatera sebagai prioritas nasional demi ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” tutur Hanif.
Jakarta, 25 Desember 2025 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyampaikan bahwa kuota stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal sebesar 20 persen dari tarif dasar pada kelas ekonomi tersisa 32 persen. Program ini telah berlangsung sejak 21 November 2025 dengan jadwal keberangkatan kapal mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Berdasarkan data per 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket diskon PELNI telah mencapai 265.304 tiket atau setara dengan penyerapan 68 persen dari total anggaran Rp24,8 miliar. Sementara itu, pada periode 17–25 Desember 2025, realisasi jumlah penumpang tercatat sebanyak 164.385 penumpang. Puncak realisasi terjadi pada 18 Desember 2025 dengan jumlah 27.765 penumpang atau meningkat 97 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14.046 penumpang.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyampaikan bahwa program stimulus diskon tiket ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Penjualan tiket yang terus meningkat menunjukkan bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ingin bepergian dengan harga terjangkau selama libur akhir tahun,” ujar Ditto.
Ditto menambahkan bahwa program ini telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat khususnya pada sejumlah rute tertentu, antara lain Belawan - Batam (14.591 penumpang), Batam - Belawan (13.699), Jayapura - Biak (4.357), Makassar - Bau-Bau (4.048), serta Bau-Bau - Makassar (3.515).
“Dengan sisa kuota diskon sekitar 32 persen, kami mengimbau masyarakat yang belum memesan tiket agar segera melakukan pembelian. Jika kuota stimulus ekonomi telah terserap seluruhnya, maka tarif tiket akan kembali ke harga normal,” tambahnya.
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, Ditto menegaskan bahwa PELNI tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan guna memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas maksimal kapal.
Program stimulus diskon tiket kapal PELNI berlaku di seluruh channel penjualan resmi, yaitu aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, contact center 162, loket cabang, fitur Lifestyle BCA Mobile, Sukha by Livin’ Mandiri, BNI Agen46, BRImo, jaringan Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, easybook.com, via.com, MMBC, Darmawisata Indonesia, hingga Versa dan Topindo.
Untuk metode pembayaran, PELNI telah bekerja sama dengan Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, iSaku, Finpay, serta Fastpay.
Berikut Pelabuhan Kedatangan Terpadat :
1. Makassar (21.095 penumpang)
2. Ambon (17.817 penumpang)
3. Batam (16.670 penumpang)
4. Belawan (15.798 penumpang)
5. Bau-Bau (12.754 penumpang)
Dan untuk Pelabuhan Keberangkatan Terpadat :
1. Makassar (20.423 penumpang)
2. Ambon (19.931 penumpang)
3. Batam (16.462 penumpang)
4. Belawan (15.964 penumpang)
5. Kupang (13.303 penumpang)
Batam - Jurnalis KoranBatam, Ilham Sawalludin berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi Karya Jurnalistik yang diadakan oleh TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Hang Nadim bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam.
Karya jurnalistik Ilham yang berhasil mengantarkannya menjadi juara itu kategori perlombaan Konten Digital di media sosial (medsos).
Ilham sendiri mengaku tidak menyangka bisa meraih juara pertama dalam kompetisi karya jurnalistik yang diadakan oleh TNI AU Lanud Hang Nadim bersama PWI Batam. Hal ini karena menurutnya para peserta yang mengikuti kompetisi ini merupakan orang-orang yang sudah berpengalaman.
“Tidak menyangka bakal menang. Karena mayoritas teman-teman (peserta lain) sudah berpengalaman semua,” ucap Ilham, Rabu (24/12).
Pria kelahiran Palembang, 2 Mei 1990 silam ini bersyukur dapat menjuarai perlombaan ini.
Bagi anak kedua dari pasangan ayah dan ibu bernama Syamsuddin-Ratna Dewi ini adalah pengalaman ketiga dan sangat berkesan berkompetisi dengan rekan-rekan seprofesi dengannya.
Dia mengungkapkan kebanggaan dan kebahagiaannya bisa mempersembahkan juara 1, dan katanya penghargaan itu persembahan spesial untuk istri tercinta dan orangtuanya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang tak henti.
“(Hadiah dan Piagam penghargaan, red) Ini yang kami raih adalah hadiah buat istri, ibu dan bapak saya. Terima kasih doa dari istri serta tak lupa buat orangtua, ibu dan bapak di rumah,” ujarnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI AU Lanud Hang Nadim dan PWI Batam. Ia berharap penghargaan yang diraih dapat menginspirasi banyak jurnalis di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) serta bisa mendapat kesempatan lagi untuk berkontribusi lebih besar di kompetisi-kompetisi berikutnya.
“Saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak, khususnya Lanud Hang Nadim dan PWI Batam selaku penyelenggara lomba yang luar biasa. Semoga ke depannya bisa terus menginspirasi. Kemudian terima kasih kepada kepala redaksi saya di kantor yang selalu mendukung anak buahnya untuk berkarya,” tukas Wartawan jenjang Muda bersertifikat Dewan Pers tersebut.
TNI AU Hang Nadim-PWI Batam Umumkan Para Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2025
Diberitakan sebelumnya, panitia lomba Karya Jurnalistik TNI AU Lanud Hang Nadim dan PWI Batam mengumumkan para pemenang lomba bertema TNI AU Hang Nadim dan Pemkot Batam Gelar Air Show Solidaritas untuk Sumatera.
Pengumuman pemenang dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim, Batu Besar, Kecamatan Nongsa pada Senin (23/12/2025) kemarin.
Acara dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Dewan Juri oleh Deni Risman sebagai Pengurus PWI Pusat yang menjadi salah satu juri lomba.
Dari deretan karya yang masuk, dewan juri menilai sejumlah tulisan berhasil menjadikan peristiwa air show bukan sekadar tontonan, tetapi juga pesan kemanusiaan yang terbang tinggi bersama sayap negara.
Pada kategori Karya Tulis Jurnalistik, Juara I diraih Roma Uly Sianturi wartawan BatamStraits.co.id melalui karyanya berjudul Raungan Jet Tempur di Hari Jadi Batam Menjadi Doa untuk Sumatera.
Selanjutnya juara kedua diraih Muhamad Ikhsan, wartawan GudangBerita.co.id dengan tulisan Raungan Jet, Getar Empati Batam Solidarity Air Show dan Wajah Humanis TNI Angkatan Udara.
Juara III diraih Zelly Nonidy Scor, wartawan Bataminfo.co.id lewat karyanya Sayap Negara di Usia Kota: 196 Tahun Batam dan Bahasa Militer Bernama Empati.
Sementara pada kategori Konten Digital, Ilham Sawalludin Wartawan lokal media online Koranbatam.com juara 1. Kemudian juara II Andiene Nadia dari Kantor Berita Antara, lalu juara III didapat M Ikhsan media Gudangberita.co.id.
Untuk juara I menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp2.000.000, juara II Rp1.000.000 serta Jljuara III Rp750.000.
Piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi pemenang lomba karya jurnalistik diserahkan oleh Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Korps Penerbang (Pnb) Hendro Sukamdani, M.Tr. Opsla, yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasintel), Kapten Korps Khusus (Sus) Firmansyah Wisnu Budianto.
Adapun penyerahan piagam dan uang pembinaan untuk pemenang kategori konten digital diserahkan oleh Ketua PWI Batam, MA Khafi Anshary.
Jakarta, 24 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 Tahun 2025 (POJK 32 Tahun 2025) tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later/BNPL) sebagai upaya mitigasi risiko atas pesatnya perkembangan pembiayaan digital di sektor jasa keuangan. Pengaturan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan transformasi digital sektor jasa keuangan dan peningkatan inklusi keuangan nasional, dengan tetap menjaga kepercayaan masyarakat.
Adapun pokok ketentuan yang diatur dalam POJK 32 Tahun 2025, antara lain:
1. ketentuan umum;
2. lembaga jasa keuangan penyelenggara BNPL;
3. penyelenggaraan BNPL, yang meliputi: a. karakteristik BNPL; b. penyelenggaraan BNPL berdasarkan prinsip syariah; c. prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen; d. kebijakan khusus dalam penilaian kelayakan pemberian pembiayaan BNPL; e. prinsip pelindungan data pribadi; f. kerja sama penyelenggaraan BNPL dengan pihak lain; dan g. keterbukaan informasi,
4. penagihan
5. pelaporan
6. penghentian penyelenggaraan BNPL
7. ketentuan lain-lain
8. ketentuan peralihan dan
9. ketentuan penutup.
Dalam POJK 32 Tahun 2025 diatur bahwa penyelenggaraan BNPL hanya dapat dilakukan oleh Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan. Bank Umum dapat menyelenggarakan BNPL dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan bagi bank, sementara Perusahaan Pembiayaan wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK sebelum menyelenggarakan layanan BNPL. Penyelenggaraan BNPL dapat dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku. POJK ini juga mengatur karakteristik BNPL, antara lain ditujukan untuk membiayai pembelian barang dan/atau jasa secara nontunai, tanpa agunan, memiliki batas plafon tertentu, serta dilakukan melalui sistem elektronik dengan skema pembayaran angsuran yang disepakati.
Dalam penyelenggaraannya, Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, serta pelindungan data pribadi nasabah/debitur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam POJK ini juga diatur kewajiban penyelenggara BNPL untuk memberikan keterbukaan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada calon nasabah/debitur dan/atau nasabah/debitur. Informasi tersebut antara lain mencakup sumber dana pembiayaan, jumlah dan frekuensi cicilan, serta informasi lain yang ditetapkan oleh OJK.
Kewajiban keterbukaan informasi ini bertujuan agar konsumen dapat mengambil keputusan pembiayaan secara sadar dan bertanggung jawab. Selain itu, diatur juga mengenai mekanisme penagihan, pelaporan kepada OJK, serta ketentuan penghentian penyelenggaraan BNPL, baik atas inisiatif penyelenggara maupun atas perintah OJK. OJK juga diberikan kewenangan untuk menetapkan kebijakan tertentu, termasuk penetapan batas maksimum manfaat ekonomi bagi Perusahaan Pembiayaan dalam penyelenggaraan BNPL, dengan mempertimbangkan kepentingan publik, stabilitas sistem keuangan, dan persaingan usaha yang sehat.
POJK 32 Tahun 2025 mulai berlaku sejak diundangkan pada 15 Desember 2025. Dengan berlakunya POJK ini, OJK berharap layanan BNPL dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, mendukung inklusi keuangan, serta tumbuh secara bertanggung jawab dalam kerangka pengawasan yang efektif
Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).
Bertempat di Marketing Center BP Batam, kebijakan Jargas ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.
Dimana, jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional dalam rangka mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia untuk mendorong Batam sebagai kota investasi dengan standar internasional. Sehingga pengembangan dan penataan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu elemen penting infrastruktur energi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas perhatian dan inisiatif strategisnya dalam mendorong percepatan implementasi kebijakan Jaringan Gas.
Kebijakan ini, merupakan bagian dari upaya substitusi LPG 3 kg, sekaligus mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.
“Kami mendorong perencanaan Jaringan Gas di Kota Batam dapat selaras dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“Sehingga manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan eksisting maupun kawasan pengembangan baru,” lanjutnya.
Integrasi jaringan gas antarwilayah dan antarsegmen pengguna, baik ruma tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri, menjadi hal yang sangat penting.
Integrasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi daerah serta mendukung daya saing Batam sebagai pusat investasi dan industri nasional.
Amsakar menambahkan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk mendukung upaya integrasi tersebut melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung. Tentunya disamping itu, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.
“Kami juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan BUMN, agar kebijakan ini dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” tutup Amsakar.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan, Kota Batam memiliki potensi yang kuat sebagai pelaksanaan pilot project pengembangan jargas.
Sebab, Kota Batam didukung kondisi geografis berupa wilayah kepulauan yang relatif terbatas. Sehingga, melalui Jaringan Gas memudahkan pengendalian jaringan dan meminimalkan risiko kebocoran distribusi.
“Kota Batam juga mempunyai karakteristik calon pelanggan yang sebagian besar telah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam pemanfaatan jaringan gas,” katanya.
Sehingga kata Elen, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilot project Jaringan Gas, diperlukan dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor, agar program dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan,” imbunya.
Turut hadir dalam pembahasan, sejumlah perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Pertamina, PGN, Ditjen Migas Kemen. ESDM, SKK Migas, PPN, Pemerintah Kota Batam.
Jakarta - Di tengah peningkatan literasi dan akses ke pasar modal, produk investasi kolektif seperti reksa dana dan Exchange-Traded Fund (ETF) memainkan peran penting sebagai jembatan bagi investor ritel untuk ikut menikmati keuntungan pasar modal tanpa harus memilih saham satu per satu. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari berbagai investor untuk dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau efek lainnya.
Sementara ETF pada dasarnya adalah salah satu bentuk reksa dana, yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa layaknya saham, sehingga menggabungkan kemudahan perdagangan saham dengan diversifikasi reksa dana. Hal inilah yang membuat ETF menarik bagi investor yang menginginkan likuiditas intraday sekaligus eksposur investasi terdiversifikasi.
Perbedaan pengalaman antara membeli reksa dana secara langsung lewat agen atau platform online dengan membeli ETF di bursa terasa ketika investor ingin masuk atau keluar posisi secara cepat. Unit reksa dana konvensional biasanya dibeli dan dijual berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB) pada akhir hari, sementara ETF bisa diperdagangkan sepanjang jam bursa dengan harga yang bergerak mengikuti permintaan dan penawaran di pasar sekunder. Selain itu, ETF memungkinkan strategi yang lebih fleksibel, seperti membeli secara intraday atau memasukkan ETF ke dalam mekanisme pasar modal seperti short selling dan margin (tergantung aturan dan fasilitas yang tersedia).
Data pasar menunjukkan peningkatan minat masyarakat pada produk-produk ini. Dari sisi jumlah produk ETF, Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif mendorong pencatatan ETF. Pada awal 2025 tercatat puluhan produk ETF yang beredar (laporan menyebutkan terdapat 45 produk ETF tercatat di Oktober 2025), menandakan diversifikasi pilihan bagi investor yang ingin terpapar sektor, indeks, atau tema tertentu lewat instrumen bursa.
Untuk yang menimbang perbedaan jenis, ada ETF pasif yang meniru indeks dan ada juga produk ETF yang lebih aktif dikelola. Kehadiran ETF baru, termasuk rencana perluasan underlying (misalnya wacana ETF berbasis emas), menunjukkan bahwa ekosistem produk terus berkembang seiring kebutuhan investor.
Industri reksa dana di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa periode terakhir. Nilai dana kelolaan (AUM) industri reksa dana terus meningkat, pada Oktober 2025 tercatat total dana kelolaan industri reksa dana sekitar Rp621,7 triliun. Pertumbuhan AUM ini didorong oleh aliran dana ke berbagai jenis reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham serta kenaikan minat investor ritel yang semakin familiar lewat aplikasi fintech dan platform distribusi digital.
Dari jumlah reksa dana, ada sekitar 1.900 produk reksa dana dari berbagai jenis, yang berarti investor memiliki beragam pilihan strategi dan profil risiko. Namun, jumlah produk yang besar juga menuntut kewaspadaan. Tidak semua produk memiliki kinerja yang sama, dan biaya manajemen serta struktur fee bisa berbeda antar manajer investasi. Oleh karena itu, pemilihan reksa dana perlu didasari pemahaman tujuan investasi, horizon waktu, dan biaya yang dikenakan.
Dari sisi jumlah investor, inklusi pasar modal mengalami percepatan. Laporan OJK dan pelaporan pasar pada 2025 menunjukkan lonjakan jumlah investor pasar modal (dihitung lewat SID/KSEI), Single Investor Identification (SID) yang tercatat bergerak ke arah 18–19 juta investor pada periode pertengahan hingga akhir 2025. Menandakan bahwa akses dan minat investor ritel terhadap produk pasar modal, termasuk reksa dana dan ETF, mengalami peningkatan tajam. Pertumbuhan jumlah investor ini juga berkorelasi dengan peningkatan distribusi informasi edukasi dan kemudahan pembukaan akun yang ditawarkan oleh broker dan platform manajemen aset.
Bagi calon investor yang baru ingin memulai Investasi ETF, ada beberapa konsepsi praktis yang perlu diingat. Pertama, pahami tujuan investasi apakah untuk likuiditas jangka pendek, proteksi modal, atau pertumbuhan jangka panjang. Kedua, perhatikan biaya, fee manajer investasi, biaya pembelian/penjualan pada platform, dan spread ETF dapat memengaruhi hasil bersih. Ketiga periksa likuiditas ETF, cari ETF dengan ketersediaan kuotasi yang memadai, ketersediaan kuotasi antar ETF bisa sangat berbeda. Terakhir, manfaatkan informasi indicative net asset value, laporan kinerja historis dan portfolio composition file untuk memahami komposisi aset, kebijakan investasi, serta risikonya. Informasi resmi OJK, BEI, dan KSEI serta laporan manajer investasi adalah sumber yang dapat dipercaya untuk verifikasi data.
