super me
Jakarta – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Iran mengeklaim telah melancarkan serangan udara berskala besar ke Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (31/8/2026). Serangan tersebut secara khusus membidik fasilitas penempatan personel militer dan area helikopter tempur milik Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan keterangan resmi militer Iran, serangan dilancarkan dengan mengerahkan puluhan drone serang (kamikaze drone). Aksi ini dinyatakan sebagai balasan langsung atas serangan udara militer AS sebelumnya yang menyasar Pulau Larak di kawasan strategis Selat Hormuz. Serangan AS tersebut dilaporkan menewaskan beberapa anggota Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta warga sipil setempat.
"Operasi ini menargetkan area tempat bermarkasnya personel dan helikopter AS di Pangkalan Udara Al Minhad, UEA, dengan menggunakan puluhan drone serang," demikian bunyi pernyataan resmi militer Iran sebagaimana dihimpun dari laporan AFP.
Eskalasi ini menandai meluasnya gesekan militer antara Washington dan Teheran hingga ke wilayah negara-negara Teluk. Hingga saat ini, pihak Kementerian Pertahanan UEA maupun pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarakan tanggapan resmi terkait dampak kerusakan atau korban jiwa akibat klaim serangan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
Jakarta – Terbatasnya kemampuan anggaran di daerah menuai kekhawatiran dari kalangan legislatif terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota Komisi IV DPR RI asal Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menangani ancaman karhutla yang terus meluas.
Bambang menilai, pemangkasan dan efisiensi anggaran membuat daerah berada dalam posisi dilematis. Keterbatasan dana membuat pemerintah daerah tidak lagi bisa bertindak agresif dalam mengendalikan api seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di mana anggaran operasional untuk pembayaran honorarium hingga koordinasi tim terpadu turut terdampak.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan mengingat ancaman cuaca kering yang diprediksi masih berlangsung hingga puncak musim kemarau. Tanpa dukungan pendanaan yang memadai dari pemerintah pusat untuk menggerakkan tim terpadu di lapangan, upaya pencegahan dan pemadaman dinilai berisiko tidak optimal.
Oleh karena itu, DPR mendesak pemerintah pusat untuk segera menyalurkan dukungan anggaran penanganan bencana dan operasional pencegahan karhutla ke daerah-daerah rawan agar penanganan di lapangan tidak terkendala teknis maupun logistik.
Tonton pembahasan mengenai tanggapan DPR terkait pembiayaan penanganan kebakaran hutan dalam video Kemenhut Ajukan Rp290 Miliar, DPR Sindir Koordinasi Karhutla.
Video ini relevan karena membahas dinamika anggaran penanganan karhutla antara pemerintah pusat dan DPR dalam mengantisipasi kebakaran hutan.
Sumber: CNN Indonesia
BATAM, 29 Agustus 2026 – Memperkuat posisi Batam sebagai hub bisnis dan pariwisata terkemuka di gerbang internasional Indonesia, Panbil Group melalui Wyndham Panbil Batam resmi memperkenalkan Tiarma Convention Center, fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition) terbesar di Kota Batam. Beroperasinya venue megah ini secara penuh pada awal September 2026 menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan ruang MICE berskala besar di area strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Berlokasi di kawasan asri Panbil Eco Edu Park – Panbil Nature Reserve, Tiarma Convention Center dirancang untuk mengagendakan berbagai event berskala nasional maupun internasional. Gedung ini siap menampung hingga 3.000 tamu untuk berbagai perhelatan—mulai dari pernikahan adat, nasional, dan internasional, konser musik dan kebudayaan, pameran internasional, seminar lintas negara, hingga job fair.
Keunggulan Utama Tiarma Convention Center:
Spesifikasi Ruangan: Indoor area seluas 2.078 m² dipadukan dengan outdoor area seluas 648 m², serta megahnya ceiling height mencapai 7,65 meter yang memberikan kesan megah dan fleksibilitas tata panggung optimal.
Kapasitas Gedung: Dapat mengakomodasi hingga 3.000 orang dalam satu acara. Dilengkapi dengan LED screen ukuran 9 x 4 meter.
Kapasitas Parkir Luas: Mampu mengakomodasi lebih dari 330 mobil dan 500 sepeda motor di area parkir depan dan sekitar gedung, menjamin kenyamanan aksesibilitas bagi para pengunjung.
Integrasi Kawasan: Menyatu dengan ekosistem Panbil Nature Reserve, memberikan nilai tambah berupa pengalaman event berkelas di tengah suasana alam yang asri.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, Tiarma Convention Center hari ini (29/08) sukses menggelar aksi donor darah massal yang diinisiasi oleh Perkumpulan Marga Goh Kota Batam dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Batam. Lebih dari 500 warga Batam memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB, membuktikan keandalan fasilitas dan kenyamanan kapasitas gedung dalam menangani arus massa secara efisien.
Turut hadir di dalam acara, Bapak Johanes Kennedy selaku Chairman Panbil Group, Bapak Goh Cheng Liang (Ketua Perkumpulan Marga Goh Batam), Bapak Bunandi (Ketua IKPI Batam), Ibu Sri Soedarsono (Ketua PMI Kota Batam) serta Bapak Harun Pandapotan (Ketua Panitia Acara) dan tamu undangan lain.
"Acara donor darah hari ini merupakan acara perdana yang dipakai untuk kegiatan sosial yang sesuai dengan niat awalnya. Dengan hadirnya Tiarma Convention Center by Wyndham Panbil Batam, kami berkomitmen meningkatkan standar penyelenggaraan event di Batam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri MICE secara signifikan." ujar Johanes Kennedy di dalam kata sambutan yang diberikan.
Terinspirasi dari bahasa Batak, Tiarma berarti 'terang' atau 'cahaya'. Lebih dari sebuah nama, ini adalah doa agar Tiarma Convention Center hadir sebagai pusat keramaian dan pilihan venue terdepan untuk berbagai acara berkesan di Kota Batam.
Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir bergerak cepat menangani kebocoran susulan pada jaringan distribusi air minum di kawasan Jalan Utama, depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, Jumat (28/8).
Kebocoran susulan diketahui tim teknis sekitar pukul 13.00 WIB pada titik yang sebelumnya tengah dilakukan penanganan. Temuan tersebut terjadi saat proses pengaliran air dilakukan secara bertahap menuju jaringan pelanggan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BU SPAM BP Batam bersama PT Air Batam Hilir langsung melakukan pengamanan lokasi dan penanganan teknis. Tim gabungan saat ini tengah mempersiapkan material, peralatan, serta dukungan alat berat yang diperlukan untuk mempercepat proses perbaikan.
Untuk mendukung proses perbaikan dan memastikan pekerjaan dapat dilakukan dengan aman, suplai air minum ke sejumlah wilayah dihentikan sementara. Wilayah yang berpotensi mengalami gangguan suplai meliputi Batam Center, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid Park, Rosedale, Dutamas, Eden Park, Industri Batam Center, Citra Batam, Marchelia, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Sagulung Baru, Tembesi, Barelang, Sei Lekop, Fanindo, Marina, dan wilayah sekitarnya.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang kembali terdampak akibat kondisi tersebut.
“Kami memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang kembali dirasakan masyarakat. Saat ini tim di lapangan bergerak cepat untuk menangani kebocoran dan memulihkan pelayanan,” ujar Denny.
Menurutnya, proses penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pekerjaan, kondisi jaringan, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami tidak ingin pekerjaan dilakukan terburu-buru tetapi justru menimbulkan persoalan baru. Yang kami dorong adalah penanganan yang cepat, tepat, dan memastikan jaringan dapat kembali berfungsi dengan baik. Tim teknis terus berkoordinasi dan perkembangan di lapangan akan kami pantau,” katanya.
Denny menegaskan, kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi bagi BP Batam bersama PT Air Batam Hilir, khususnya dalam memastikan kesiapan teknis, pengawasan pekerjaan, serta langkah mitigasi terhadap potensi gangguan layanan.
“Setiap kejadian menjadi catatan penting bagi kami untuk memperbaiki pelayanan. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar penanganan ke depan semakin baik dan gangguan serupa dapat diminimalkan,” tegas Denny.
BP Batam bersama PT Air Batam Hilir mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan persediaan air secara bijak selama proses penanganan berlangsung.
Informasi mengenai perkembangan pekerjaan dan pemulihan suplai akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi PT Air Batam Hilir.
BP Batam menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kesabaran masyarakat selama proses penanganan berlangsung. Tim di lapangan akan terus bekerja untuk memulihkan layanan secepat dan sebaik mungkin.
Jakarta, 27 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) melalui penguatan regulasi, kolaborasi pemangku kepentingan, pengembangan inovasi, serta peningkatan pelindungan konsumen.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Digital Financial Innovation Day (OJK Digination Day) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, sebagai forum strategis untuk mempertemukan regulator, pemerintah, parlemen, industri, investor, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan keuangan digital yang inovatif, aman, berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa depan sektor keuangan membutuhkan orkestrasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, inovasi keuangan digital telah menjadi bagian integral dari sistem keuangan sehingga perlu berkembang dalam kerangka tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen yang setara dengan sektor keuangan lainnya.
“Inovasi keuangan digital tidak lagi berdiri di pinggir atau di luar sistem keuangan, tapi telah menjadi bagian di dalamnya. Prinsip yang kami pegang adalah same activity, same risk, same regulation. Standar tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen yang berlaku bagi sektor keuangan juga berlaku di sini tanpa adanya pengecualian,” kata Hernawan.
Pada kesempatan yang sama OJK juga memperkenalkan salah satu inisiatif strategis OJK yaitu program OJK Fintech Startup Accelerator yang bertujuan untuk memperkuat mata rantai pengembangan inovasi. Program ini berperan sebagai jembatan antara perusahaan rintisan, industri jasa keuangan, investor, dan regulator guna mendorong lahirnya solusi keuangan digital yang inovatif dan bertanggung jawab. Program ini ditandai dengan dilaksanakannya demo day dan business matching.
“Melalui demo day dan business matching, kita juga mempertemukan inovator dengan pendanaan mitra dan industri sekaligus menjadikan Digination sebagai etalase ke karya anak bangsa. Dan yang terpenting, pekerjaan kita tidak selesai ketika acara ini berakhir, justru setelah forum ini selesai, pekerjaan sesungguhnya dimulai,” kata Hernawan.
Lanjutnya, OJK senantiasa membangun siklus yang berkelanjutan dari dialog, pengujian, implementasi, dan kembali berdialog. Dengan cara inilah ekosistem inovasi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata.
Selain mendorong pengembangan inovasi, OJK memprioritaskan kerangka regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, antara lain kecerdasan artifisial, tokenisasi aset, blockchain, dan aset kripto. Penguatan inovasi tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pelindungan konsumen dan literasi masyarakat.
Penguatan sektor IAKD semakin ditopang oleh berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang menyempurnakan kerangka hukum pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Penyempurnaan regulasi tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan industri yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Arah pengembangan tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam Peta Jalan IAKD 2026–2031.
Upaya OJK dimaksud disambut baik oleh Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun. Misbakhun mengapresiasi langkah OJK dalam melakukan inovasi digital dengan pelaksanaan OJK Digination Day. Kegiatan ini berhasil mempertemukan pihak-pihak yang kompeten dalam industri. Pertemuan dimaksud diharapkan dapat menghasilkan inovasi untuk merespon dan menjadi solusi dari permasalahan yang ada.
“Inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto juga menjadi salah satu sumber pembiayaan baru yang berpotensi menjawab tantangan struktural pembiayaan di Indonesia. Penggunaan inovasi keuangan digital juga diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Misbakhun.
Lanjutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui regulasi yang adaptif, akses pendanaan, penguatan kapasitas, serta pengembangan talenta digital. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang bertanggung jawab sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pemimpin dalam ekosistem keuangan digital.
Kolaborasi antara Komdigi dan OJK menjadi tulang punggung ekosistem keuangan digital yang inovatif sekaligus aman, demikian disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria.
“Komdigi menyiapkan prasarana digital, kebijakan AI, dan talenta digital, sementara OJK memastikan inovasi bisa bertumbuh dalam koridor kehati-hatian, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan. Dua peran ini saling melengkapi dan bukan saling menggantikan. Ke depan, kami mengajak OJK dan seluruh ekosistem yang hadir hari ini untuk memperkuat sinergi ini,” kata Nezar.
OJK mencatat per Juli 2026, jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital di Indonesia telah mencapai 22,93 juta akun dengan nilai transaksi aset kripto sebesar Rp20,52 triliun dan nilai transaksi derivatif Rp3,41 triliun.
Angka tersebut ditopang oleh infrastruktur pasar yang kini telah lengkap yaitu 2 bursa aset keuangan digital, 2 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin (Juli 2026). Pada daftar yang dikelola bursa CFX tercatat 1.214 aset dan 49 derivatif, sementara pada bursa ICEX tercatat 871 aset yang dapat diperdagangkan.
Pada sisi inovasi teknologi sektor keuangan, OJK mencatat pada bulan Juli 2026, terdapat 8 penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 16 penyelenggara agregasi jasa keuangan, yang secara keseluruhan telah menjalin 1.357 kemitraan dengan Lembaga Jasa Keuangan.
Pada kesempatan yang sama, OJK meluncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto yang disusun bersama industri sebagai panduan praktis untuk membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat, dan risiko aset keuangan digital dan aset kripto, demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Adi Budiarso.
“Buku ini merupakan hasil karya anak-anak digital Indonesia, baik dari OJK maupun dari asosiasi pelaku usaha dan para pemerhati. Saya mengundang Bapak-Ibu selanjutnya untuk terus meningkatkan kualitas dari buku ini. Ini bertujuan untuk meningkatkan awareness serta kecerdasan finansial. Jangan lupa, kecerdasan finansial adalah tonggak utama untuk mencapai financial well-being,” kata Adi.
OJK Digination Day Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat orkestrasi ekosistem keuangan digital nasional yang berdaya saing, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara regulasi yang adaptif, inovasi yang bertanggung jawab, dan pelindungan konsumen yang kuat, OJK mendorong agar transformasi digital sektor keuangan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
“OJK Digination Day Tahun 2026, kami hadirkan bukan sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai ruang kerja bersama untuk regulator, industri, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk bertemu, berdiskusi, untuk menyelaraskan arah dan masa depan sektor keuangan digital Indonesia. Forum ini juga menjadi ruang untuk menguji ganggasan dan memastikan diskusi menghasilkan dampak nyata,” kata Adi.
Lanjutnya, peningkatan kualitas literasi keuangan dan kecerdasan finansial, sektor keuangan akan menjadi salah satu tonggak utama untuk Indonesia yang maju dan sejahtera.
Ke depan, OJK akan memusatkan arah pengembangan IAKD pada tiga agenda utama, yaitu memperdalam ekosistem yang telah terbentuk (deepening), memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi (widening), serta memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko (safeguarding). Ketiga agenda tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan RI Herman Saheruddin, Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Sigit Puji Santosa, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, asosiasi industri, akademisi, praktisi, dan penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK).
Batam, September 2026 — Liburan keluarga tidak harus selalu panjang dan jauh. Menjadikan akhir pekan sebagai momen berkualitas bersama keluarga kini semakin mudah melalui “Playcation with Ascott Indonesia – Fun & Feast” dari HARRIS Barelang Batam.
Memasuki bulan terakhir periode promo, HARRIS Barelang Batam mengajak keluarga untuk memanfaatkan kesempatan menikmati pengalaman menginap yang menyenangkan dengan berbagai benefit dalam satu paket, mulai dari akomodasi, sarapan, pilihan bersantap, hingga aktivitas keluarga.
Melalui paket Playcation, tamu dapat menikmati 1 malam menginap di HARRIS Room Garden View, sarapan untuk 2 dewasa dan 2 anak di bawah 6 tahun, serta pilihan 1 menu makanan di Rocksalt Beach Club, berupa pizza atau sharing platter yang cocok dinikmati bersama keluarga.
Tidak hanya itu, pengalaman menginap juga dilengkapi dengan complimentary Archery Experience, dengan 10 arrows per room, memberikan kesempatan bagi keluarga untuk mencoba aktivitas rekreasi yang berbeda selama berada di resort.
“Playcation kami hadir untuk memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menikmati quality time tanpa harus merencanakan perjalanan yang terlalu jauh. September menjadi kesempatan terakhir untuk menikmati paket ini, sehingga kami mengajak para tamu untuk segera merencanakan family getaway mereka sebelum promo berakhir,” ujar [Nama – Jabatan], HARRIS Barelang Batam.
Dengan harga mulai dari IDR 980.000 nett per kamar per malam, paket ini berlaku untuk periode menginap hingga 30 September 2026. Untuk pengalaman yang lebih menyenangkan, tamu juga dapat memilih upgrade ke Sea View Room dengan tambahan IDR 300.000 nett per kamar per malam atau Pool Access Room dengan tambahan IDR 500.000 nett per kamar per malam.
Jangan Lewatkan September Terakhir
Bagi keluarga yang mencari pilihan short getaway di Batam, September menjadi waktu terakhir untuk menikmati paket Playcation – Fun & Feast dengan berbagai benefit dalam satu pengalaman.
Promo berlaku dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk tambahan biaya untuk periode weekend sebesar IDR 200.000 nett per kamar per malam. Promo tidak berlaku untuk group reservation maupun existing bookings dan tergantung pada ketersediaan kamar serta blackout dates.
Reservasi sekarang dan nikmati quality time bersama keluarga di HARRIS Barelang Batam.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 815 3409 1111 atau email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. Ikuti terus update kami di bit.ly/HARRISBARELANG dan instagram @HARRIS_barelang
Diskominfo Batam – Penguatan kapasitas fiskal menjadi salah satu kunci bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan dan pelayanan publik berjalan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Seminar Rembug Fiskal Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Kamis (27/8/2026).
Forum tersebut mempertemukan sekitar 24 wali kota anggota APEKSI Komwil I Sumatera untuk berbagi pengalaman sekaligus membahas strategi menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan daerah.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kemampuan fiskal daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan keuangan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan.
“Fiskal daerah itu harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, persampahan maupun persoalan banjir,” ujar Amsakar.
Ia mengatakan, Batam memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp253,64 triliun. Industri pengolahan masih menjadi sektor dominan dengan kontribusi sekitar 57 persen.
Kinerja investasi juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan pendekatan bottom-up BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Sementara itu, hingga semester pertama 2026, nilai investasi telah mencapai Rp38,97 triliun.
Pertumbuhan ekonomi tersebut turut tercermin pada sejumlah indikator pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 mencapai 83,80, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.
Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan di sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 7,57 persen. Amsakar menilai kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya arus migrasi ke Batam yang membuat sebagian pencari kerja belum memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kita perlu memastikan pertumbuhan industri diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha,” katanya.
Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja agar pertumbuhan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Di sisi fiskal, perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam juga menunjukkan peningkatan signifikan. Realisasi PAD yang pada 2020 berada di kisaran Rp975 miliar meningkat menjadi Rp2,253 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 131 persen.
Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah mencapai 54,36 persen pada 2025. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp1,482 triliun.
Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara aktivitas ekonomi dan kekuatan fiskal daerah. Semakin berkembang kegiatan ekonomi, semakin besar pula potensi penerimaan yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan.
Penguatan fiskal, lanjutnya, juga membutuhkan kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Ia menilai perbedaan kewenangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pembangunan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan integrasi kebijakan dan pembiayaan. Mana yang harus dilakukan pemerintah kota dan mana yang lebih tepat dilakukan BP Batam,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi perencanaan dapat mencegah tumpang tindih program sekaligus membuat pemanfaatan sumber daya lebih efektif.
Selain penguatan fiskal, kepastian investasi menjadi perhatian pemerintah. Pemko Batam terus mendorong penyederhanaan regulasi dan percepatan pelayanan perizinan agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya.
“Yang kita dorong adalah bagaimana proses investasi di Batam bisa lebih cepat, sederhana, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” kata Amsakar.
Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi. Batam tidak hanya mengandalkan industri, perdagangan, pelabuhan, dan galangan kapal, tetapi mulai mengembangkan sektor bernilai tambah, salah satunya pusat data (data center).
Pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, investasi, dan penguatan kompetensi tenaga kerja diharapkan berjalan dalam satu ekosistem. Dengan demikian, kekuatan fiskal yang terbentuk dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
Sejumlah program telah diarahkan untuk tujuan tersebut, di antaranya penyediaan 105.670 set seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC) hingga 98 persen, bantuan tunai bagi 4.000 lansia, serta peningkatan kompetensi 4.433 tenaga kerja melalui 108 jenis pelatihan.
Di bidang infrastruktur, normalisasi drainase sepanjang 33 kilometer juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan banjir di Batam.
Amsakar menegaskan, keberhasilan fiskal tidak cukup hanya diukur dari angka PAD atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Ukuran akhirnya adalah seberapa besar manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Kami berharap, forum APEKSI dapat menghasilkan gagasan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan konkret di masing-masing daerah,” katanya.
Sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur, baik secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam.
Penanganan tersebut terus dievaluasi untuk memastikan infrastruktur yang dibangun maupun diperbaiki benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Hal itu terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang kembali turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur pada Selasa (25/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia melihat kondisi Drainase Jalan S. Parman, Piayu; Drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom.
Pada tiga titik drainase, Li Claudia mengecek kondisi saluran dan progres penanganannya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan upaya pembenahan drainase berjalan sesuai kondisi kawasan serta mendukung pengendalian banjir. Sementara pada ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom, ia melihat kebutuhan penerangan sebagai bagian dari rencana pemasangan PJU untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.
Upaya evaluasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (27/8/2026). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau dua lokasi drainase di Kelurahan Belian, yakni Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.
Di dua lokasi tersebut, peninjauan difokuskan pada hambatan aliran air akibat penumpukan material yang berpotensi memicu banjir. Tim juga melihat kebutuhan perbaikan fungsi drainase serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.
Li Claudia menegaskan, pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi drainase tidak hanya membutuhkan penanganan teknis, tetapi juga dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujar Li Claudia.
Sementara itu, Mouris Limanto mengatakan evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan agar penanganan yang disiapkan sesuai dengan kondisi aktual masing-masing kawasan.
“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.
Salah satu hasil penanganan yang telah dirasakan masyarakat berada di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan kini sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.
Capaian penanganan 25 titik banjir tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam membenahi infrastruktur dasar. Pemantauan lapangan juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan baru sekaligus memastikan infrastruktur yang telah ditangani dapat berfungsi secara optimal.
Bank Indonesia kembali selenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama, gelaran KKI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Diselenggarakan di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) Hall A dan B pada 20–23 Agustus 2026, gelaran KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti dalam sambutannya membuka KKI 2026.
Mengangkat tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, penyelenggaraan KKI 2026 merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. Pameran KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM, serta lebih dari 1.300 UMKM dilibatkan dalam pameran secara daring (online) yang dapat diakses melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id.
Pada gelaran KKI 2026 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPwBI Kepri) berpartisipasi dengan menghadirkan 23 UMKM unggulan Kepri yang telah melalui proses kurasi untuk membawa potensi produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. UMKM unggulan Kepri terpilih tersebut menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, wastra fashion, craft, hingga home decor. Memperkenalkan kuliner khas Kepulauan Riau hingga ragam tenun Melayu, UMKM Kepri membawa semangat untuk memperluas akses pasar sampai tingkat nasional, bahkan global. Turut hadir beberapa UMKM unggulan Kepri mulai Rumah Tenun Lingga, Sambal Sijago, Kenara, Narata, Isna Puring, hingga Iluh Craft yang ikut meramaikan booth KKI.
Semangat KPwBI Kepri dalam mengembangkan UMKM lokal diwujudkan melalui berbagai inisiatif program dalam rangka meningkatkan kapasitas, akses pasar, dan akses pembiayaan UMKM yang turut didukung digitalisasi. Program tersebut di antaranya meliputi onboarding UMKM digital, export coaching program dan business matching (BM) ekspor dengan beberapa buyers dari luar negeri, edukasi dan pendampingan sertifikasi halal, serta BM pembiayaan dengan perbankan. Keikutsertaan UMKM Kepri dalam KKI 2026 menjadi semakin strategis dalam konteks perekonomian daerah, khususnya dengan posisi Kepri sebagai salah satu pusat perdagangan, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di kawasan perbatasan. Dari hasil BM ekspor KKI, UMKM Sambal Sijago yang bergerak di bidang makanan dan minuman berhasil membuka peluang ekspor ke pasar Australia dan Amerika, serta UMKM Putri Anjani yang bergerak di bidang wastra juga turut memiliki potensi untuk ekspor ke pasar Italia.
KKI 2026 mencatatkan capaian positif dengan nilai penjualan sementara per 23 Agustus 2026 sebesar Rp177,2 miliar dengan kontribusi penjualan oleh UMKM Kepri sebesar Rp5,3 miliar. Capaian KKI 2026 tersebut meningkat 35% dibandingkan capaian tahun 2025. Sementara itu, BM ekspor mencapai Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Dari sisi akses pembiayaan, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3% dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir. Dari total penjualan UMKM Kepri, produk ready to wear memiliki andil terbesar dalam menyokong penjualan. Di samping itu, produk wastra dan kuliner Kepri juga menunjukkan peningkatan omzet penjualan. Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas produk lokal UMKM Kepri memiliki potensi besar untuk menarik minat pasar dan siap bersaing secara nasional maupun internasional.
Bank Indonesia terus mendorong dan memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi negara dengan implementasi kebijakan pengembangan UMKM yang diarahkan melalui 3 (tiga) strategi utama, yaitu: (i) ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; (ii) pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta (iii) literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas. Ketiga strategi tersebut diwujudkan dalam bentuk penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.
Dari karya lokal menuju pasar global, melalui gelaran KKI Bank Indonesia berupaya menunjukkan kualitas UMKM nasional yang layak untuk didukung dan dikembangkan. Mari bersama-sama cintai, bangga, dan gunakan produk UMKM Indonesia. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, UMKM Indonesia, diharapkan semakin tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kekuatan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
