super me
Nagoya, Jepang, 25/9 (ANTARA) - Tim sepak takraw beregu putri Indonesia meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 2-0 pada laga perebutan tempat ketiga di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jumat.
"Alhamdulillah atlet bermain bagus dan susunan regu sudah pas, semangat dan motivasi anak-anak untuk menang sangat tinggi," kata pelatih timnas sepak takraw putri Indonesia Ramli Komang seusai pertandingan.
Indonesia tampil solid sejak awal pertandingan dan berhasil memenangi dua set langsung dengan skor 15-11 dan 15-9 pada laga pertama. Partai kedua, Indonesia masih belum tergoyahkan dan menguncinya dengan keunggulan 15-5, 15-12.
Hasil tersebut mengulang capaian pada Asian Games Hangzhou 2022, ketika tim putri juga meraih medali perunggu pada nomor tim.
"Capaian ini sama waktu Hangzhou, yaitu perunggu di nomor tim. Kecuali putra, di Hangzhou tidak dapat medali di nomor tim, sekarang dapat perunggu," ujar Ramli.
Sebelumnya, tim beregu putri Indonesia gagal melaju ke final setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada babak semifinal, Kamis (24/9).
Pada pertandingan tersebut, Indonesia yang diperkuat Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari harus mengakui keunggulan Korea Selatan.
Sementara itu, medali emas nomor beregu putri diraih Thailand setelah mengalahkan Korea Selatan 2-0 pada pertandingan final.
Ramli mengatakan perjuangan tim sepak takraw putri Indonesia pada Asian Games 2026 masih berlanjut.
"Masih ada satu nomor pertandingan yaitu quadrant," ujar Ramli.
Medali perunggu juga menjadi hasil yang diraih tim sepak takraw beregu putra Indonesia. Tim putra Indonesia sebelumnya tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Malaysia.
Sumber: Kantor Berita Antara
Penyanyi cilik berbakat Etenia Croft berhasil mencatatkan pencapaian gemilang dalam industri musik tanah air di usia muda. Namanya resmi masuk ke dalam daftar nominasi ajang penghargaan tertinggi musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Tidak tanggung-tanggung, penyanyi cilik yang dikenal produktif merilis karya ini sukses memborong dua nominasi sekaligus di bidang lagu anak-anak.
Dua nominasi tersebut diraih Etenia masing-masing untuk kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat lagu hits miliknya yang berjudul "Sahabat Terbaik", serta kategori Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik yang melibatkan lagu kolaborasinya bersama musisi ternama Rian d'Masiv (Rian Ekky Pradipta) dalam lagu "Jangan Menyerah".
Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi serta kualitas musikalitas Etenia Croft yang terus menghadirkan karya-karya positif dan menghibur bagi penikmat musik anak-anak di Indonesia. Kehadiran karya-karyanya di ajang bergengsi AMI Awards 2026 diharapkan dapat semakin membakar semangat dan menginspirasi generasi muda untuk terus berani mengekspresikan bakat dan berkarya secara positif.
Sumber: Suara.com
Gorontalo, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Gorontalo Kota, Provinsi Gorontalo mengamankan empat pemuda yang diduga kuat melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan yang masih di bawah umur.
Kepala Satreskrim Polresta Gorontalo Kota Komisaris Polisi Akmal Novian Reza di Gorontalo, Jumat, mengatakan empat terduga pelaku yang diamankan tersebut masing-masing berinisial AFH (17), FA (16), FN (20) dan ARP (21).
"Benar, kami telah melakukan upaya paksa dan mengamankan empat pemuda. Mereka sudah mengakui perbuatannya, telah melakukan persetubuhan terhadap seorang perempuan di bawah umur," kata Akmal.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kakek korban ke pihak kepolisian, terkait hilangnya salah satu anggota keluarga.
Dalam laporan itu, korban yang masih di bawah umur dilaporkan keluar rumah tanpa izin dan sempat dijemput oleh sejumlah pria.
Berdasarkan laporan tersebut, personel kepolisian segera melakukan pencarian dan menemukan korban sedang berada di kawasan salah satu rumah sakit di Kota Gorontalo.
Setelah diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi, korban mengaku telah dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol sampai merasa mabuk, sebelum akhirnya mengalami tindakan kekerasan seksual dari para pelaku secara bergilir.
Akibat dari pengakuan korban, kata dia, pihak keluarga secara resmi melaporkan kasus itu ke Polresta Gorontalo Kota dan saat itu juga tim URC yang dipimpin langsung olehnya, segera melakukan penyelidikan.
Pada proses tersebut, tim URC melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dari lokasi berbeda, berikut meminta keterangan kepada dua orang saksi yakni RN (16) dan MS (14).
Dari hasil interogasi mendalam, tim menemukan indikasi adanya tindak pidana lain yang dihadapi korban, yakni terduga pelaku juga mengakui telah melakukan bisnis prostitusi daring terhadap korban melalui aplikasi pesan instan.
Ia mengatakan Satreskrim Polresta Gorontalo Kota memastikan, proses hukum terhadap empat orang pelaku akan terus dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Saat ini, para pelaku telah kami amankan di sel tahanan Polresta Gorontalo Kota dan kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut," ujarnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr resmi memberikan pengampunan hukuman atau grasi kepada Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba yang sebelumnya ditangkap di Indonesia. Marcos mengonfirmasi bahwa dokumen pengampunan tersebut telah ia tandatangani pada Kamis (24/9/2026). Dengan adanya grasi ini, Mary Jane diperkirakan akan segera bebas dari penjara karena tidak ada perkara hukum lain yang menjeratnya.
Mary Jane sendiri ditangkap di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, pada 2010 lalu setelah kedapatan membawa koper berisi 2,6 kilogram heroin saat hendak bekerja sebagai asisten rumah tangga. Eksekusi matinya sempat ditunda pada 2015 setelah perekrutnya ditangkap di Filipina. Pihak Mary Jane dan para pendukungnya konsisten menegaskan bahwa ibu dua anak tersebut merupakan korban penipuan sindikat narkoba internasional.
Setelah mendekam di penjara Indonesia selama hampir 15 tahun, Mary Jane dipulangkan ke Filipina pada Desember 2024 melalui kesepakatan antara kedua negara untuk melanjutkan masa hukumannya di sana. Kabar pemberian grasi dari Presiden Marcos ini pun disambut haru dan penuh sukacita oleh pihak keluarga, terutama kedua anak laki-laki Mary Jane yang telah lama menantikan momen berkumpul kembali bersama ibunya.
Sumber: CNN Indonesia
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, membantah tegas temuan Ombudsman RI terkait dugaan pungutan liar (pungli) serta penyediaan fasilitas mewah bagi warga binaan di lapas yang berlokasi di Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor tersebut. Bantahan ini disampaikan Wisnu saat mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto melakukan peninjauan pada Jumat (25/9/2026). Ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak ada di tempatnya dan meminta agar pihak yang menuding dapat menyampaikan bukti secara langsung.
Selain menampik isu pungli dan fasilitas mewah, Wisnu juga membantah tuduhan Ombudsman mengenai lemahnya standar pengamanan serta dugaan petugas yang sempat menghalangi tim sidak. Sebelumnya, pihak Ombudsman mengungkapkan bahwa kedatangan mereka pada Rabu (23/9/2026) sempat mendapat penolakan dan dibuat menunggu tanpa kejelasan selama setengah jam. Menanggapi hal tersebut, Wisnu menegaskan bahwa seluruh operasional di Lapas Cibinong telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jajarannya selalu bersikap kooperatif terhadap Ombudsman.
Pernyataan Kalapas ini berbanding terbalik dengan temuan Ombudsman RI saat menggelar sidak beberapa hari sebelumnya. Tim Ombudsman menemukan adanya area hunian berfasilitas lengkap dan mewah untuk warga binaan, bahkan menemukan minuman keras di dalam kulkas fasilitas tersebut. Tak hanya itu, Ombudsman juga mendapati aduan dari pengunjung atau keluarga narapidana yang mengaku dibebani pungli hingga Rp150.000 setiap minggunya, yang kini tengah ditindaklanjuti melalui investigasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sumber: CNN indonesia
Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182 permohonan perizinan yang masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang periode 1 September 2025 hingga 20 September 2026. Permohonan tersebut mencakup 16 bidang layanan perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh proses pelayanan perizinan dilakukan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tercatat, sebanyak 423 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, sementara 284 permohonan belum memenuhi persyaratan, 276 dikembalikan untuk dilakukan perbaikan dan 199 masih dalam proses verifikasi.
“Data ini menunjukkan proses pelayanan perizinan terus berjalan. Setiap permohonan kami proses berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan, sehingga pemohon mendapatkan kepastian dalam setiap tahapan layanan,” kata Ariastuty di Batam Centre, Selasa (22/9).
Ia menjelaskan, data tersebut merupakan permohonan yang tercatat melalui OSS untuk 16 sektor di KPBPB Batam. Sementara itu, layanan perizinan melalui LMS dan IBOSS juga telah berjalan efektif dan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan BP Batam.
Jika dirinci berdasarkan jenis layanan, pada PKKPR Laut terdapat 18 permohonan yang telah ditangani atau diterbitkan, 222 belum memenuhi persyaratan, satu dikembalikan untuk diperbaiki dan 21 masih dalam proses verifikasi.
Pada layanan Persetujuan Lingkungan, yang mencakup SPPL, PL, AMDAL, serta UKL-UPL, sebanyak 144 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Sementara satu permohonan belum memenuhi persyaratan, 16 dikembalikan untuk diperbaiki dan 11 masih dalam proses verifikasi.
Untuk PPKH, sebanyak dua permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 26 belum memenuhi persyaratan dan sembilan masih dalam proses verifikasi.
Sementara, Perizinan Berusaha (PB), sebanyak 136 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Kemudian, 20 permohonan belum memenuhi persyaratan, 147 dikembalikan untuk diperbaiki dan 62 masih dalam proses verifikasi.
Adapun Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) mencatat 123 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 15 belum memenuhi persyaratan, 112 dikembalikan untuk diperbaiki dan 96 masih dalam proses verifikasi.
Menurut Ariastuty, data tersebut menunjukkan proses perizinan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas investasi dan kegiatan usaha di KPBPB Batam.
Lebih lanjut, dijelaskan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, BP Batam terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui berbagai insentif kebijakan dan penyederhanaan proses perizinan.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Batam melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian persoalan lahan, optimalisasi sektor-sektor strategis serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi.
Khusus regulasi perizinan, pemerintah pusat turut memperkuat kemudahan berusaha dan iklim investasi di Batam, antara lain melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Batam semakin atraktif dalam menarik investasi yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan layanan perizinan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha di KPBPB Batam.
“Pemerintah terus mendorong agar proses perizinan semakin mudah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. BP Batam akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar investasi dan kegiatan usaha di Batam dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Amsakar.
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026).
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
Amsakar mengatakan, hari jadi daerah tidak semestinya hanya dimaknai sebagai penanda bertambahnya usia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan, melakukan evaluasi, sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.
“Peringatan hari jadi bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi sarana menakar prestasi, menyiapkan langkah, dan menyalakan semangat baru menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar.
Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.” Menurut Amsakar, tema tersebut memiliki pesan kuat karena menghubungkan nilai sejarah dengan semangat pembangunan masa depan.
Ia menyebut Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban Melayu. Nilai sejarah dan budaya tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan serta membangun semangat bersama dalam mewujudkan Kepri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan Kepri, Amsakar menilai Batam memiliki posisi strategis. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri, Batam terus memainkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi. Hingga triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh sebesar 7,28 persen. Sementara itu, kontribusi Batam terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri mencapai 66,82 persen.
Dari sisi investasi, realisasi hingga semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun.
Capaian pembangunan juga terlihat dari sejumlah indikator sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
Angka kemiskinan juga menurun, dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.
Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Batam tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” katanya.
Amsakar menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pembangunan Batam melibatkan Pemerintah Kota Batam, Forkopimda, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat.
Karena itu, ia menilai semangat kolaborasi perlu terus dipelihara sebagai modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Memasuki perjalanan Kepri yang semakin panjang, Amsakar mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan hari jadi sebagai energi untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.
“Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajaknya.
Ia berharap semangat tersebut terus menguatkan sinergi Batam dan Provinsi Kepri dalam menjaga capaian yang telah diraih serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita dalam mewujudkan Batam dan Provinsi Kepri yang maju dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mendorong pembangunan instalasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri data centre khususnya Kabil dan KEK Nongsa.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data centre di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa menganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.
Dari 10 rencana pengembangan Data Centre ke depan, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan Data Centre lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap investasi data centre wajib membangun instalasi SWRO untuk kebutuhan operasionalnya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam memastikan pertumbuhan industri tidak berjalan sendiri, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan air bagi industri tidak boleh sepenuhnya menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam.
“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” katanya di Batam Centre, Rabu (23/9).
Batam disebutkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air melalui SWRO sebanyak +- 750 liter/detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai +- 1.000 liter/detik melalui pembangunan SWRO di dua Kawasan tersebut, yaitu KEK Nongsa dan Kawasan industri Kabil.
“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa menganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.” ujarnya.
Peluang untuk Kebutuhan Masyarakat
Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri. Investasi ini membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.
Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.
Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.
“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” serunya.
Keberadaan data centre merupakan salah satu sektor strategis untuk mempekuat struktur ekonomi Batam di masa depan. Kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya yang dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Asian District di Aston Batam Hotel & Residence menghadirkan pengalaman kuliner Asia setiap hari di area poolside, dari Seoul, Tokyo, hingga Tiongkok.
Tidak perlu memilih satu destinasi untuk menikmati cita rasa Asia. Di Asian District Aston Batam Hotel & Residence, Seoul, Tokyo, dan Tiongkok hadir dalam satu pengalaman kuliner di tepi kolam renang yang dapat dinikmati setiap hari. Mengusung konsep Asian District, Aston Batam menghadirkan rangkaian pengalaman kuliner yang terinspirasi dari tiga destinasi populer di Asia. Mulai dari 60 Seconds to Tokyo, Korean Corner Odeng Street, hingga Kampung Tiongkok, setiap area menawarkan karakter, cita rasa, dan atmosfer yang berbeda.
Berada di area poolside Aston Batam, Asian District menjadi pilihan bagi tamu hotel maupun masyarakat Batam yang ingin menikmati hidangan Asia dalam suasana santai dan berbeda. Konsep ini mempertemukan pengalaman bersantap dengan keluarga, teman, maupun casual dining setelah beraktivitas di kota. 60 SECONDS TO TOKYO Melalui 60 Seconds to Tokyo, suasana Tokyo dihadirkan melalui pilihan hidangan dan dessert bergaya Jepang. Konsep ini membawa elemen modern Jepang ke Batam dengan sajian yang cocok untuk pecinta kuliner Jepang maupun mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda. KOREAN CORNER: ODENG STREET Bagi pecinta kuliner Korea, Korean Corner Odeng Street menghadirkan pengalaman ala street food Korea dengan odeng sebagai salah satu daya tarik utamanya. Nuansa Korean street food memberikan pilihan yang lebih kasual dan playful untuk dinikmati di area poolside.
KAMPUNG TIONGKOK Sementara itu, Kampung Tiongkok membawa cita rasa dan nuansa kuliner Tiongkok ke dalam Asian District. Konsep ini melengkapi perjalanan kuliner Asia dengan pilihan hidangan yang terinspirasi dari kekayaan tradisi kuliner Tiongkok. Ketiga konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dalam satu destinasi. Pengunjung dapat menikmati pilihan kuliner Jepang, Korea, dan Tiongkok tanpa perlu berpindah tempat, sekaligus menikmati suasana poolside di Aston Batam. “Asian District kami hadirkan sebagai cara untuk membawa pengalaman kuliner Asia lebih dekat kepada masyarakat Batam. Kami ingin setiap kunjungan memberikan pilihan yang berbeda, baik untuk menikmati makanan, berkumpul bersama orang terdekat, maupun sekadar menghabiskan waktu di area poolside,” ujar Hafid Al Ansori, Food & Beverage Manager.
Dengan lokasinya di Aston Batam Hotel & Residence, Asian District juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang relevan bagi masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang berkunjung ke Batam. Asian District buka setiap hari di area poolside Aston Batam Hotel & Residence. Pengunjung dapat memilih pengalaman kuliner favorit mereka, mulai dari Tokyo, Seoul, hingga Tiongkok, dalam satu destinasi. Asian District. Three destinations. One poolside experience.
