Live Streaming
Page 1 of 2

Penyanyi cilik berbakat Etenia Croft berhasil mencatatkan pencapaian gemilang dalam industri musik tanah air di usia muda. Namanya resmi masuk ke dalam daftar nominasi ajang penghargaan tertinggi musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Tidak tanggung-tanggung, penyanyi cilik yang dikenal produktif merilis karya ini sukses memborong dua nominasi sekaligus di bidang lagu anak-anak.

Dua nominasi tersebut diraih Etenia masing-masing untuk kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik lewat lagu hits miliknya yang berjudul "Sahabat Terbaik", serta kategori Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik yang melibatkan lagu kolaborasinya bersama musisi ternama Rian d'Masiv (Rian Ekky Pradipta) dalam lagu "Jangan Menyerah".

Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi serta kualitas musikalitas Etenia Croft yang terus menghadirkan karya-karya positif dan menghibur bagi penikmat musik anak-anak di Indonesia. Kehadiran karya-karyanya di ajang bergengsi AMI Awards 2026 diharapkan dapat semakin membakar semangat dan menginspirasi generasi muda untuk terus berani mengekspresikan bakat dan berkarya secara positif.

 

Sumber: Suara.com

Kubu Betrand Peto melalui kuasa hukumnya membantah tegas rumor yang menyebut adanya unsur penjebakan di balik kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama penyanyi muda tersebut. Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa seluruh orang yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung merupakan rekan-rekan dekat Betrand, sehingga tuduhan mengenai adanya skenario saling jebak dinilai tidak masuk akal dan tidak berdasar.

Penjelasan ini disampaikan usai Betrand Peto memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Keterangan yang disampaikan Betrand bersama saksi-saksi lainnya di tempat kejadian perkara (TKP) disebut saling menguatkan dan bersesuaian, sehingga memperjelas kronologi peristiwa yang sebenarnya tanpa ada hal yang ditutupi.

Meski diterpa isu miring dan proses hukum terus berjalan, kubu Betrand Peto memilih untuk tetap bersikap kooperatif dan menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada pihak berwajib. Betrand sendiri berharap persoalan ini dapat segera terselesaikan dengan baik, sembari menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan proses hukum yang sedang berlangsung dibanding terburu-buru mengambil langkah laporan balik.

 

Sumber: CNN Indonesia

JAKARTA, Panggung hiburan dan musik di tanah air kembali menggeliat akhir pekan ini dengan menghadirkan sederet gelaran konser skala besar dan festival musik populer. Pencinta musik di kawasan Jakarta dan sekitarnya dimanjakan dengan beragam pilihan pertunjukan, mulai dari perhelatan festival musik lokal berskala masif hingga sajian konser dari bintang papan atas internasional.

Salah satu agenda utama yang paling dinantikan publik adalah festival musik tahunan Pestapora. Menampilkan ratusan musisi lintas genre dari berbagai generasi, festival ini menjadi magnet utama bagi para penikmat hiburan outdoor dengan ragam tata panggung dan pengalaman festival interaktif selama tiga hari berturut-turut.

Tak kalah menyedot perhatian, musisi internasional Abel Tesfaye atau yang dikenal sebagai The Weeknd juga turut mewarnai agenda hiburan dengan gelaran konsernya. Kehadirannya menjadi salah satu suguhan megah yang menyajikan aksi panggung dramatis serta deretan lagu hits hits berskala global bagi para penggemarnya di Indonesia.

Selain Pestapora dan penampilan The Weeknd, akhir pekan ini juga diwarnai oleh serangkaian pertunjukan musik lain di area Jabodetabek. Antusiasme masyarakat yang tinggi diperkirakan bakal membuat titik-titik lokasi acara serta akses transportasi sekitarnya dipadati oleh para pengunjung sepanjang akhir pekan.

 

Sumber: CNN Indonesia

JAKARTA – Industri perfilman Tanah Air kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Film horor terbaru bertajuk Ritual Gaib, yang dibintangi oleh pasangan selebriti Dinda Hauw dan Rey Mbayang, berhasil mengamankan kesepakatan distribusi untuk tayang di 38 negara. Pencapaian skala global ini lahir dari tangan dingin sutradara sekaligus produser Intan Kieflie yang berkolaborasi dengan suaminya, Stuart Simpson, seorang sutradara spesialis genre horor asal Australia. Perpaduan latar belakang Intan yang kuat dalam penceritaan drama serta keahlian Stuart di genre horor melahirkan karya yang mengombinasikan misteri, horor, dan drama keluarga secara solid tanpa hanya mengandalkan sensasi kejut (jump scare).

"Kenapa jadi horor? Karena sutradara yang satunya, Stuart Simpson, which is itu suami saya, adalah si raja horor. Sementara saya adalah drama queen," ujar Intan Kieflie saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Proyek ini bermula dari tingginya permintaan distributor internasional terhadap film horor khas Indonesia. Konsep serta pemetaan pasar mancanegara telah dimatangkan terlebih dahulu di Melbourne, Australia, sebelum proses syuting dimulai. Strategi penulisan cerita yang menargetkan pasar internasional terbukti sukses. Ritual Gaib dipastikan akan hadir di berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, wilayah Rusia dan CIS, hingga jaringan bioskop tertentu di Amerika Serikat. Pasar Timur Tengah dan negara pecahan Soviet disebut sangat berminat dengan penuturan unsur spiritualitas Islam yang diusung dalam film tersebut.

 

Sumber: Suara.com

Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama penyanyi Betrand Peto terus bergulir di ranah hukum. Pelapor berinisial AW bersama tim kuasa hukumnya telah mendatangi Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin (14/9) untuk menjalani pemeriksaan perdana usai melayangkan laporan resmi pada Sabtu (12/9) lalu.

Dalam proses klarifikasi tersebut, penyidik menyodorkan sebanyak 23 pertanyaan mendalam kepada pihak pelapor. Materi pertanyaan difokuskan untuk menggali kronologi kejadian secara mendetail, mulai dari momen awal keberangkatan menuju lokasi di kawasan Jakarta Selatan, kronologi perjumpaan, hingga detik-detik dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut disinyalir terjadi.

Kuasa hukum pelapor, Deki, mengungkapkan bahwa selain memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik, pihaknya juga telah melampirkan dan menyerahkan sejumlah alat bukti penting guna memperkuat laporan kliennya. Bukti-bukti tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepolisian dalam mengusut tuntas perkara ini serta menentukan langkah hukum selanjutnya.

Menanggapi adanya bantahan keras dari pihak Betrand Peto yang membantah melakukan tindakan pelecehan tersebut, tim kuasa hukum pelapor menyatakan tidak gentar dan siap membuktikan kebenaran di hadapan hukum. Pihaknya menegaskan akan kooperatif mengikuti seluruh tahapan penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.

JAKARTA — Grup musik pop alternatif asal Jakarta, Lomba Sihir, resmi mengumumkan rencana pergelaran konser tunggal mereka yang bertajuk Konser Ujung Dunia. Pertunjukan ini disiapkan sebagai bentuk perayaan atas perjalanan lima tahun mereka berkarya di industri musik tanah air sejak pertama kali terbentuk pada 2019.

Grup yang beranggotakan Baskara Putra, Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, dan Tristan Juliano ini menjadikan Konser Ujung Dunia sebagai sebuah pencapaian penting (milestone). Konser ini dirancang bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pertunjukan audio-visual berskala lebih besar yang akan merangkum perjalanan emosional, eksplorasi musik, serta kedewasaan mereka dalam bermusik selama setengah dekade terakhir.

Dalam konsernya mendatang, Lomba Sihir dijadwalkan membawakan jajaran lagu hit dari album perdana mereka, Selamat Datang di Ujung Dunia (2021), serta karya-karya teranyar yang mencerminkan fase perkembangan musik mereka saat ini. Konsep visual, tata panggung, hingga tata suara disiapkan secara mendalam untuk memberikan pengalaman yang imersif bagi para penggemar yang biasa disapa Pesihir.

Para personel menyampaikan bahwa lima tahun berjalan sebagai sebuah kelompok musik bukanlah perjalanan yang singkat. Berbagai dinamika, kolaborasi, dan proses kreatif yang telah dilalui menjadi bahan bakar utama bagi Lomba Sihir untuk terus menyajikan karya yang relevan dengan realitas kehidupan anak muda urban. Melalui Konser Ujung Dunia, mereka ingin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendengar yang telah menemani perjalanan karier mereka sejauh ini.

Rincian mengenai lokasi pelaksanaan, jadwal penjualan, serta harga tiket Konser Ujung Dunia akan diumumkan secara bertahap melalui kanal media sosial resmi Lomba Sihir. Gelaran ini diprediksi menjadi salah satu agenda pertunjukan musik lokal yang paling diantisipasi oleh penikmat musik alternatif di Indonesia.
 
Sumber: Kumparan.com

JAKARTA, Sutradara peraih berbagai penghargaan Oscar, Paul Thomas Anderson, dilaporkan tengah bersiap meluncurkan proyek film terbarunya. Karya anyar ini digarap pascasukses besar film fiturnya, One Battle After Another (2025), yang berhasil memboyong sejumlah piala di ajang Academy Awards.

Proyek terbaru yang disiapkan sineas kawakan tersebut berupa film konser dokumenter berjudul Cameron Winter at Carnegie Hall. Film ini merekam penipilan pertunjukan tunggal musisi sekaligus frontman band Geese, Cameron Winter, saat menggelar konser di gedung bersejarah Carnegie Hall, New York, pada Desember 2025.

Dalam penggarapannya, Anderson mengambil pendekatan sinematik yang khas dengan menggunakan format seluloid analog 16mm dan 35mm. Pengambilan gambar dilakukan langsung di atas panggung secara intim untuk menangkap momen performa solis bernuansa art-pop tersebut.

Tak sendiri, proyek film konser ini juga melibatkan nama besar lain di jajaran produser, seperti Benny Safdie (sutradara Uncut Gems dan The Smashing Machine) yang turut turun tangan langsung sebagai salah satu operator kamera selama pertunjukan berlangsung.

Film Cameron Winter at Carnegie Hall dijadwalkan melakukan pementasan perdana (world premiere) di ajang New York Film Festival (NYFF) ke-64 pada 1 Oktober 2026. Setelahnya, film tersebut akan didistribusikan secara terbatas oleh Janus Films dan The Criterion Collection melalui rangkaian tur pemutaran (roadshow) format 35mm di sejumlah kota di Amerika Utara mulai November 2026.

 

Sumber: CNN Indonesia

Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menghadirkan empat agenda wisata budaya di sepanjang September 2026 sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan pariwisata di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan keberadaan event-event itu tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan atraksi bagi wisatawan, tetapi juga harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.

"Dengan rangkaian kalendar pariwisata ini, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Hasan di Tanjungpinang, Selasa.

Ia menyampaikan agenda wisata periode September tersebar di sejumlah destinasi, mulai dari Bintan, Batam, hingga Tanjungpinang. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara wisatawan dengan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Kepri yang autentik.

Ia memerinci kegiatan wisata bulan ini akan diawali dengan Kenduri Budaya Bintan yang berlangsung pada 2-5 September 2026 di Akau Taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan. Ajang ini jadi momentum untuk menikmati suasana budaya sekaligus merasakan keramahan masyarakat dalam balutan aktivitas wisata yang dekat dengan kehidupan lokal.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Festival Moon Cake yang dijadwalkan pada 11-24 September 2026 di K-Square Mall, Kota Batam. Festival ini memperlihatkan keberagaman budaya yang tumbuh dan hidup berdampingan di tengah masyarakat.

Berikutnya, Gebyar Masyarakat Pesisir pada 14-20 September 2026 di Kota Tanjungpinang, yang menghadirkan semangat masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari identitas pariwisata Kepri.

Terakhir, Pawai Lampion dalam rangkaian Festival Moon Cake tanggal 24 September 2026 di Tanjungpinang. Cahaya lampion yang menghiasi suasana Kota Gurindam itu diproyeksikan menjadi salah satu momen atraktif yang memperkaya pengalaman wisata sekaligus menghadirkan daya tarik visual bagi wisatawan dan masyarakat.

Lanjut Hasan menegaskan ajang wisata tersebut bukan sekadar hiburan, namun memperlihatkan bagaimana pariwisata Kepri terus dikembangkan melalui kekuatan budaya, kreativitas masyarakat, dan aktivitas yang mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

"Kepri tidak hanya menawarkan keindahan alam dan pesona bahari, tapi mengajak wisatawan untuk merasakan langsung denyut budaya, tradisi, kreativitas masyarakat," ujar Hasan.

Hasan optimistis dengan semakin beragamnya agenda wisata di Kepri akan mendorong wisatawan datang dan tinggal lebih lama untuk menikmati berbagai destinasi sekaligus ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Rumah produksi Imajinari kembali meramaikan bioskop Tanah Air lewat rilis komedi terbarunya, Operasi Pesta Copet. Film karya sutradara Edy Khemod ini menyajikan sajian komedi heist (pencurian) yang tak hanya memicu gelak tawa, tetapi juga membawa dinamika hubungan antarmanusia dan kritikan sosial yang dibungkus secara natural. Ceritanya berfokus pada sekelompok komplotan pencopet amatir yang nekat berencana melancarkan aksi eksekusi terbesarnya di sebuah festival musik megah.

Kekuatan utama film ini terletak pada humornya yang bertumpu pada situational comedy serta chemistry kuat dari para pemerannya, alih-alih sekadar mengandalkan adegan slapstick berlebihan. Jajaran pemeran seperti Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kalia Maharani, hingga Kawai Labiba berhasil menghidupkan karakter komplotan pencopet dengan unik, lengkap dengan latar belakang dan motivasi personal masing-masing yang membuat penonton berempati.

Di balik tawa dan kekacauan aksi pencurian tersebut, Operasi Pesta Copet menyelipkan sentilan sosial yang terasa organik mengenai realita kehidupan masyarakat kelas pekerja urban. Ditunjang dengan visual festival musik yang semarak serta tata musik latar yang energik, film ini sukses menjadi tontonan komedi komersial yang segar, rapi, dan menghibur dari awal hingga akhir.

Sumber: CNN Indonesia

Musisi Ardhito Pramono melalui kuasa hukumnya mengungkapkan daftar lagu miliknya yang diduga digunakan oleh program televisi dan media visual di Korea Selatan tanpa mengantongi izin sinkronisasi (synchronization rights) yang sah. Kasus ini mencuat ke permukaan dan menjadi salah satu materi sorotan dalam sengketa hukum yang tengah bergulir.

Penggunaan karya cipta musisi tanah air di kancah internasional tanpa prosedur lisensi yang transparan dinilai merugikan pihak pencipta, baik dari segi moral maupun materiil hak kekayaan intelektual. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat setidaknya empat lagu populer milik Ardhito yang masuk dalam daftar sengketa tersebut, yaitu "Say Hello", "Fine Today", "9 to 5" (925), serta "Bitterlove". Lagu-lagu yang akrab di telinga penikmat musik ini diduga diputar dan disebarluaskan untuk kepentingan penyiaran media visual di Korea Selatan tanpa persetujuan resmi dari pihak sang musisi atau label yang menaunginya saat itu.

Permasalahan dugaan penggunaan lagu tanpa izin sinkronisasi ini juga menjadi bagian dari materi gugatan wanprestasi senilai Rp5,7 miliar yang dilayangkan oleh Ardhito Pramono terhadap pihak label Sony Music Entertainment Indonesia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan nomor perkara 577/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst.

Hingga kini, proses persidangan atas kasus tersebut masih terus berjalan dengan agenda pemeriksaan kelengkapan berkas serta legalitas para pihak yang bersengketa. Kasus ini diharapkan mampu menjadi momentum penting bagi peningkatan perlindungan hak cipta musisi Indonesia agar tata kelola lisensi dan royalti penyiaran internasional dapat ditegakkan secara adil.

Sumber: CNN Indonesia

Page 1 of 2

Instagram

Tentang Kami