super me
BATAM, 29 September 2026 - PT Pamerindo Indonesia hari ini resmi membuka Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam. Berlangsung pada 29 September-1 Oktober 2026, edisi perdana ini hadir sebagai pameran manufaktur premier di Batam dan mempertemukan pelaku industri dengan teknologi, solusi, serta mitra bisnis yang relevan untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di kawasan tersebut.
Kehadiran pameran ini melanjutkan pengalaman PT Pamerindo Indonesia selama lebih dari tiga dekade dalam menyelenggarakan pameran manufaktur di Indonesia. Portofolio tersebut mencakup Manufacturing Indonesia di Jakarta, yang dikenal sebagai pameran manufaktur terbesar di Asia Tenggara, serta Manufacturing Surabaya, platform manufaktur bagi pasar Indonesia bagian timur. Melalui Batam Chapter, jaringan tersebut kini diperluas ke salah satu pusat industri dan investasi paling strategis di Indonesia.
Batam memiliki posisi unik dalam ekosistem industri regional karena statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ), kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta konektivitas logistik yang mendukung perdagangan lintas batas. Momentum industrinya juga terus menguat: Pemerintah Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,89% hingga triwulan III 2025. Industri pengolahan tetap menjadi penopang utama perekonomian Batam, menegaskan kebutuhan akan akses yang semakin luas terhadap mesin, otomasi, teknologi produksi, dan solusi peningkatan efisiensi.

“Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter kami hadirkan untuk membuka akses yang lebih dekat antara penyedia teknologi dan pelaku industri di Batam. Kami ingin membantu perusahaan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi para peserta pameran. Dengan posisi Batam sebagai gerbang industri Indonesia yang terhubung erat dengan kawasan regional, kami percaya pameran ini dapat menjadi katalis bagi kolaborasi dan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia.
Mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway”, pameran ini menghadirkan lebih dari 200 showcase teknologi dari perusahaan peserta nasional dan internasional. Beragam solusi ditampilkan untuk memenuhi kebutuhan industri utama Batam, mulai dari elektronik dan semikonduktor, precision engineering dan machining, metal fabrication dan metalworking, hingga otomasi dan smart manufacturing serta solusi pendukung manufaktur.
“Kami menyambut baik penyelenggaraan Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026. Kehadiran platform ini sejalan dengan upaya BP Batam untuk memperkuat ekosistem investasi dan industri melalui akses terhadap teknologi, mitra, dan solusi yang dibutuhkan pelaku usaha. Kami berharap pameran ini mendorong terbentuknya kolaborasi baru, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri yang kompetitif dan terhubung dengan pasar regional maupun global,” kata Fary Djemy Franscis, Deputy of Investment BP Batam.

Program untuk Menjawab Kebutuhan Industri
Selain area pameran, Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk membantu pengunjung mendapatkan wawasan praktis, konsultasi, dan koneksi bisnis selama tiga hari penyelenggaraan.
Kaizen Clinic
Kaizen Clinic menyediakan konsultasi satu lawan satu secara gratis bagi seluruh pengunjung. Profesional manufaktur dapat membawa tantangan nyata dari perusahaan atau pabrik mereka untuk didiskusikan langsung bersama praktisi industri. Area konsultasi ini menghadirkan lima coach dengan spesialisasi berikut:
- Rizky Abdillah Ramadhan - Lean and Kaizen Consultant: membangun budaya Kaizen dalam organisasi; implementasi Lean Manufacturing; manajemen perubahan dan transformasi; Total Quality Management; serta pengukuran kinerja industri manufaktur.
- Yustinus - Wakil Ketua Asosiasi Karakuri Kaizen Indonesia: desain dan implementasi Karakuri; pengurangan biaya operasional melalui sistem Karakuri; Karakuri sebagai otomasi hijau dan berbiaya rendah; serta pengenalan komponen Karakuri.
- Hary Sukrisno - SHE Expert, SHE Manager: peran keselamatan sebagai strategi pencegahan risiko organisasi; dampak budaya keselamatan terhadap produktivitas; tantangan penerapan budaya keselamatan; serta perhitungan biaya dan pengembangan sistem manajemen keselamatan yang
- Rahmat Daryono - Lean Six Sigma Black Belt: langkah implementasi Lean Six Sigma; tahapan dan level Lean Six Sigma; tantangan penerapan; serta dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi bisnis.
- Hanstomo Prabowo - CNC and Automation System Expert: low-cost automation; pemilihan sistem dan metode otomasi untuk lini proses; perhitungan nilai investasi proyek otomasi; serta peluang dan tantangan penggunaan CNC di industri manufaktur.
Business Matching Programme
Melalui Business Matching Programme, calon pembeli dapat menyampaikan kebutuhan produk, teknologi, atau solusi mereka. Tim penyelenggara kemudian membantu mencocokkan kebutuhan tersebut dengan peserta pameran yang relevan, sehingga pengunjung dapat menjalani pertemuan bisnis yang lebih terarah, efisien, dan berpotensi menghasilkan kerja sama.
Seminar Industri
Sejumlah sesi seminar industri turut menghadirkan pembicara dari BP Batam, Efortech, dan APTIKNAS. Sesi-sesi ini membahas perkembangan, peluang, dan tantangan industri, serta berbagai pendekatan teknologi yang dapat mendukung transformasi dan daya saing manufaktur.
Registrasi Pengunjung
Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 terbuka bagi para profesional industri dan pelaku bisnis. Pengunjung dapat melakukan registrasi online melalui www.manufacturingindonesia-batam.com sebelum datang ke lokasi pameran.
Batam, 28 September 2026. KEK Tanjung Sauh kembali membuktikan komitmennya sebagai kawasan industri yang taat regulasi dan transparan. Hal ini menyusul hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 5 Februari 2026 yang lalu, disusul dengan Inspeksi Rutin dari Tim Imigrasi Kota Batam pada hari Rabu, 16 September 2026. Kegiatan pengawasan pada bulan September ini dilaksanakan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Imigrasi (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan keimigrasian yang dilaksanakan secara rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian dan penggunaan TKA.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Batam didampingi oleh Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa, Johnn Sinaga, selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Sauh. Tim pengawas melakukan penyisiran menyeluruh, mulai dari area kerja hingga fasilitas hunian pekerja.
Seluruh TKA telah memiliki dokumen keimigrasian dan dokumen pendukung yang lengkap. Penggunaan TKA juga telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan komposisi tenaga kerja asing berjumlah 145 orang dan tenaga kerja lokal. SDM lokal tercatat ada 1.800 pekerja di KEK Tanjung Sauh. Hal ini membuktikan komitmen pemberdayaan tenaga kerja lokal di kawasan industri ini.
Selain aspek administratif, KEK Tanjung Sau juga menunjukkan keberpihakan pada pengembangan SDM lokal. Manajemen PT BSP menegaskan bahwa kehadiran tenaga asing di kawasan ini bersifat sementara untuk kebutuhan teknis tertentu yang nantinya akan dialihkan melalui program Alih Teknologi. PT BSP menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik pembinaan rutin dari pemerintah guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan stabil.
"Kami terus berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sau. Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemenuhan norma ketenagakerjaan adalah prioritas utama kami dalam setiap tahap pembangunan," ujar John Sinaga.
Kantor Imigrasi Batam mengharapkan agar koordinasi dan komunikasi dengan pengelola KEK Tanjung Sauh terus dilakukan secara aktif, khususnya dalam memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian dan penggunaan TKA.
Batam – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Keasistenan Utama VI Ombudsman RI bergerak cepat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam pada Kamis malam, 17 September 2026. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti informasi yang mendadak viral di media sosial terkait dugaan penarikan sejumlah uang oleh oknum petugas bernama Rio kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kedatangan tim Ombudsman bertujuan untuk mengklarifikasi secara langsung kronologi peristiwa tersebut sekaligus melihat dari dekat realita penyelenggaraan pelayanan publik di dalam Lapas.
Dari hasil klarifikasi awal, pihak Lapas membenarkan bahwa oknum petugas tersebut telah diperiksa oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kakanwilpas) serta sudah menjalani pembinaan.
Selain itu, uang yang sempat diterima pun telah diminta untuk segera dikembalikan kepada WBP yang bersangkutan.
Merespons perkembangan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri , Dr. Lagat Siadari, menegaskan pentingnya sanksi tegas agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Terkait dengan permintaan uang oleh oknum Lapas, oknum sipir di Lapas Kelas II Perempuan kepada warga binaan, kami minta agar Kanwilpas melakukan pembinaan dan tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar memastikan tidak terulang kembali perilaku pungutan oleh oknum seperti ini," tegasnya.
Selain mengawal penanganan dugaan pungli, Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan pemahaman hak-hak hukum bagi seluruh warga binaan agar mereka terhindar dari potensi penyalahgunaan wewenang oleh oknum di lapangan.
"Selanjutnya terkait dengan ada harapan dari warga binaan dilakukan edukasi hukum terkait hak hukum menghadapi proses persidangan maupun proses remisi, bebas bersyarat, cuti bersyarat, dan sebagainya sebagaimana peraturan perundang-undangan agar diberikan edukasi hukum oleh Kepala Lapas Kelas II Perempuan berulang-kali itu," imbuh Lagat.
Sidak yang berlangsung hingga malam hari tersebut juga membuka tabir berbagai tantangan teknis serta fasilitas pemasyarakatan yang dihadapi Lapas Perempuan Kelas IIB Batam.
Salah satu temuan yang cukup krusial adalah tingginya tingkat overkapasitas hunian, di mana fasilitas yang idealnya diperuntukkan bagi 90 orang saat ini harus menampung sekitar 321 WBP yang mayoritas didominasi kasus narkotika.
Bahkan, di antara ratusan warga binaan tersebut, terdapat lima bayi yang ikut tinggal bersama ibu mereka di dalam kamar tahanan.
Kondisi hunian yang padat ini kian memprihatinkan lantaran usia bangunan yang sudah tua dan mengalami kebocoran di beberapa titik.
Pihak Lapas yang sebelumnya memanfaatkan bekas blok Lapas Anak terpaksa harus melakukan evakuasi warga binaan ke area yang lebih tinggi setiap kali hujan deras turun dan memicu banjir atau genangan air.
Di sisi lain, Ombudsman turut mencermati alur penerimaan warga binaan melalui Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) yang berlangsung sekitar satu minggu sebelum diinput ke Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), serta dinamika mutasi tahanan antar-Lapis dan Rutan.
Dalam aspek pengawasan keamanan, perhatian Ombudsman juga tertuju pada upaya pencegahan barang terlarang setelah ditemukannya narkotika jenis inex dalam paket titipan pengunjung pada awal tahun 2026.
Sementara dari aspek pemenuhan kebutuhan dasar komunikasi, Ombudsman mengapresiasi penyesuaian kebijakan pihak Lapas yang kini menggratiskan layanan telepon seluler jenis senter dan menetapkan tarif transparan untuk layanan video call.
Ombudsman Kepri berkomitmen untuk terus mendalami secara komprehensif seluruh temuan sidak ini, mulai dari mekanisme penindakan oknum petugas hingga kelayakan sarana prasarana Lapas.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan intensif demi memastikan penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan di Kepri dapat berjalan secara akuntabel, transparan, serta tetap menjunjung tinggi hak-hak dasar kemanusiaan.
Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat pemerataan dan perluasan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) di seluruh wilayah tanah air. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah terlayani, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan broadband berkecepatan tinggi serta menjaga agar tarifnya tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah perluasan infrastruktur digital ini dinilai sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan efisiensi industri di era modern. Dengan ketersediaan sinyal 5G yang lebih merata dan harga yang kompetitif, masyarakat dari berbagai kalangan diharapkan dapat memanfaatkan akses internet berkecepatan tinggi secara optimal untuk produktivitas, pendidikan, hingga inovasi bisnis.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan para operator seluler untuk mengoptimalkan alokasi frekuensi spektrum dan infrastruktur pendukung. Sinergi ini ditujukan agar ekspansi konektivitas 5G dapat berjalan efisien tanpa memberatkan beban biaya konsumen akhir, sekaligus memastikan pengalaman akses data yang stabil di berbagai daerah.
Sumber: Suara.com
Tahara, Jepang, Peselancar Indonesia I Made Pajar Ariyana dan Jasmine Studer melaju ke babak semifinal cabang olahraga surfing nomor shortboard putra dan putri Asian Games 2026 setelah memenangi pertandingan perempat final dalam kondisi ombak yang berubah-ubah.
Sementara, dua atlet lainnya dari Indonesia Kya Jo Huer dan Bronson Meydi gagal melaju ke semifinal setelah kalah dari wakil Jepang Minami Nonaka dan Kanoa Igarashi.
"Ombaknya sekarang kondisinya agak susah sedikit soalnya harusnya kencang, dan ombaknya besar, jadi double up," kata Kya ditemui seusai perlombaan di Tahara, Aichi, Jepang, Selasa.
Kya Jo mengumpulkan 6,97 poin, sedangkan Nonaka mencatat 8,10 poin. Sementara, Bronson mencatat total 11,33 poin, sementara Igarashi membukukan nilai 14,00 poin.
Kondisi tersebut membuat para peselancar harus menyesuaikan strategi dengan perubahan ombak selama pertandingan.
Kya mengatakan hujan yang turun tidak menjadi kendala bagi para peselancar. Menurut dia, perubahan kondisi ombak justru menjadi tantangan yang lebih besar dalam pertandingan.
"Hujan tidak menjadi kendala, ombaknya sudah berubah sekali dibanding tadi pas Jasmine main lebih bagus tadi, tapi ya it's all kind of 50 percent luck, 50 percent skill," ujar Kya.
Ia berharap Pajar dan Jasmine mampu mempertahankan penampilan mereka hingga babak final.
"Semoga Jasmine sama Pajar bisa juara emas," kata Kya.
Keikutsertaan dalam Asian Games juga menjadi pengalaman yang berharga bagi Kya. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
"Saya sangat bersyukur dan sangat senang menjadi bagian di dalamnya, semoga bisa lebih baik lain kali," ujar Kya.
Di sisi lain, Pajar memastikan tiket semifinal setelah mengumpulkan total 12,67 poin, hasil dari 7,67 poin pada wave 1 dan 5,00 poin pada wave 2. Ia mengungguli peselancar China Wu Shindong yang mencatat 11,66 poin.
Sementara itu, Jasmine Studer juga berhasil memenangi perempat final dengan skor 10,67 poin. Jasmine mencatat 6,50 poin pada wave 1 dan 4,17 poin pada wave 2, mengungguli wakil Filipina Juralyn Espanola yang mengumpulkan 6,64 poin.
Sumber: Kantor Berita Antara
enyanyi pop ternama Lana Del Rey dan suaminya, Jeremy Dufrene, merayakan hari jadi pernikahan mereka yang kedua dengan membagikan momen-momen manis yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Melalui unggahan di media sosial, pelantun lagu Summertime Sadness ini memamerkan sejumlah potret romantis, termasuk momen first kiss saat pemberkatan nikah serta cuplikan kebersamaan mereka selama bertahun-tahun.
Dalam unggahan tersebut, Lana Del Rey juga menuliskan pesan emosional dan romantis untuk sang suami. "Hai suami, selamat ulang tahun kedua. Terima kasih telah membuat semua tempat yang pernah saya tinggali terasa seperti di rumah lagi," tulisnya. Selain menampilkan momen ciuman mesra di atas perahu hingga momen berjalan berdua di bawah guyuran hujan, ia juga sempat memamerkan cincin pernikahan berhiaskan batu zamrud berukuran besar.
Hubungan Lana Del Rey dan Jeremy Dufrene, yang dikenal sebagai seorang pawang buaya asal Louisiana, berawal dari pertemuan mereka pada tahun 2019 dalam sebuah tur perahu. Meski demikian, jalinan asmara di antara keduanya baru mulai terendus publik pada awal tahun 2024 sebelum akhirnya resmi menikah pada September 2024 di Paroki Lafourche. Sejak saat itu, pasangan ini kerap terlihat menikmati momen kebersamaan, mulai dari kehidupan santai di Louisiana hingga berbagai agenda acara resmi.
Sumber: CNN Indonesia
Tanjung Selor, Kaltara, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara melanjutkan penyidikan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga akan dibawa dari Kabupaten Bulungan menuju Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk dijual kembali.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltara Kombes Pol Yudhistira Midyahwan di Tanjung Selor, Senin, mengatakan dua orang berinisial Y (24) dan A (71) beserta barang bukti telah diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk penanganan lebih lanjut.
"Unit Reserse Mobil Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum, Minggu (27/9) sekitar pukul 11.00 WITA melaksanakan gelar perkara terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi," katanya.
Gelar perkara dan penyerahan tersebut dilakukan di Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kaltara.
Menurut Yudhistira, polisi mengamankan 18 jeriken, terdiri atas 17 jeriken berisi Pertalite dan satu jeriken kosong.
Sebanyak 16 jeriken berkapasitas 30 liter masing-masing berisi sekitar 20 liter Pertalite. Polisi juga mengamankan dua jeriken berkapasitas 20 liter, masing-masing satu dalam keadaan kosong dan satu berisi Pertalite.
Selain itu, polisi menyita satu unit mobil Toyota Rush warna silver metalik bernomor polisi KT 1442 GM yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.
"Penanganan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan dengan cara memperoleh, menimbun, atau memperdagangkan BBM bersubsidi secara tidak sesuai ketentuan," ujarnya.
Perkara tersebut berawal ketika Unit Resmob Ditreskrimum Polda Kaltara mengamankan Y dan A bersama 18 jeriken di wilayah Kabupaten Bulungan pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 17.40 WITA.
Sebanyak 17 jeriken berisi Pertalite tersebut diduga hendak dibawa dari Bulungan menuju Kabupaten Berau.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menduga Pertalite tersebut diperoleh dari pengetap atau penimbun di Bulungan dan akan dijual kembali di Berau dengan harga lebih tinggi.
Penyidik juga masih menelusuri asal Pertalite serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rangkaian pengangkutannya.
Polisi memproses perkara tersebut dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Yudhistira mengatakan penanganan perkara dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi agar penyalurannya sesuai dengan ketentuan.
"Penanganan perkara ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menegakkan hukum terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak," katanya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Jakarta, Pelajar asal Cimahi, Jawa Barat, Yudha Pramudya (14), meraih juara pertama kategori usia 14-17 tahun dalam kompetisi fotografi internasional UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads 2026 ke-8 melalui foto tentang perajin kayu Jepara.
Menurut siaran pers UNESCO, Selasa, Yudha yang merupakan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cimahi itu menjadi juara setelah karyanya berjudul “A Legacy in Every Carving” terpilih dari lebih dari 7.000 karya peserta di 100 negara setelah menjalani seleksi internasional berdasarkan orisinalitas, kekhasan, dan kekuatan visualnya.
Foto tersebut menampilkan seorang pengukir kayu Jepara yang tengah bekerja dengan penuh konsentrasi, sekaligus menggambarkan keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Yudha mengatakan dirinya mulai tertarik pada fotografi sejak masuk SMP melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia menemukan informasi kompetisi UNESCO tersebut melalui media sosial Instagram.
“Awalnya ketemu postingan di Instagram tentang lomba foto UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads Photo Contest. Saya langsung berpikir mau coba saja. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali,” tutur Yudha.
Untuk menghasilkan foto tersebut, Yudha meminjam kamera milik temannya dan menyewa lensa. Ia awalnya berencana memotret perajin wayang di Jelekong, tetapi kemudian memilih mencari perajin kayu Jepara hingga menemukan lokasi perajin di kawasan Antapani, Bandung.
“Saya ingin menyampaikan bahwa tradisi kayu Jepara jangan sampai punah. Saya juga ingin mengeluarkan emosi para pengukir kayu saat mengukir,” ujarnya.
UNESCO menyebut karya Yudha memperlihatkan pengukir kayu Jepara yang membuat motif rumit dengan tangan sekaligus menjaga keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I.G.A.K. Satrya Wibawa mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan Yudha menunjukkan peran generasi muda dalam pelestarian budaya melalui medium yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak berusia 14 tahun melihat warisan budaya Indonesia melalui perspektif generasinya sendiri. Kamera di tangannya menjadi alat untuk bercerita bahwa tradisi bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu, tetapi sesuatu yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Satrya.
Karya Yudha bersama foto para pemenang dan karya terpilih lainnya akan dimuat dalam album foto *Youth Lens on the Silk Roads* serta berpeluang ditampilkan dalam pameran UNESCO mendatang.
Yudha mengatakan kemenangan tersebut tidak disangka karena awalnya ia mengikuti kompetisi untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mempersiapkan diri masuk sekolah menengah kejuruan yang diimpikannya.
“Ritual, karya seni, tari, dan segala macam tradisi harus terus kita lestarikan agar tidak hilang di masa-masa mendatang,” ujarnya.
Prestasi Yudha menjadi pengingat bahwa diplomasi kebudayaan Indonesia tidak hanya berlangsung di ruang-ruang pertemuan internasional. Ia juga dapat hadir melalui mata seorang pelajar berusia 14 tahun dan sebuah kamera pinjaman. Dimulai dengan satu keputusan sederhana: lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.
Sumber: Kantor Berita Antara
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara sejak siang hari.
Festival tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Perhelatan ini sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.
Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana kebersamaan dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa dan agama sebagai landasan untuk membangun toleransi. Semangat gotong royong dan persaudaraan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam, mulai dari Pawai Khitong, Pawai Budaya Nusantara, hingga Mooncake Festival.
“Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan komunitas. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas, seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara kita dari Timur,” katanya.
Amsakar menegaskan, keberagaman tidak hanya menjadi kekayaan sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata Batam. Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan dapat menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas pariwisata serta sektor usaha lainnya
Karena itu, Pemko Batam bersama instansi terkait berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui rencana penyusunan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan serta pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.
“Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar.
