NEW DELHI — Ribuan warga turun ke jalan di New Delhi, India, menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gyanesh Kumar untuk segera mengundurkan diri atas tuduhan kecurangan pemilu. Unjuk rasa yang diwarnai aksi long march menuju lapangan bersejarah Ramlila Maidan tersebut diwarnai kericuhan usai massa aksi berupaya mendobrak barikade pengamanan ketat dari pihak kepolisian.
Gelombang protes ini dipicu oleh tuduhan oposisi bahwa KPU India telah memanipulasi daftar pemilih untuk menguntungkan partai penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP), yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Pemimpin oposisi dari Partai Kongres Nasional India, Rahul Gandhi, mengeklaim sebanyak 130 juta nama—terutama dari kelompok minoritas Muslim—telah dihapus dari daftar pemilih Pemilu Lok Sabha 2024 sehingga menghilangkan hak suara mereka. Gandhi pun secara tegas menyebut tindakan manipulasi daftar pemilih tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi India.
Di sisi lain, pemerintah India membantah keras tuduhan tersebut. Menteri Kesehatan Jagat Prakash Nadda menegaskan bahwa aksi unjuk rasa di Ramlila Maidan merupakan konspirasi yang dirancang untuk menciptakan anarki di tengah masyarakat. Rangkaian gelombang demonstrasi yang dimotori oleh partai oposisi, organisasi mahasiswa, dan gerakan sipil ini terus berlangsung sejak akhir September dan kini menjadi salah satu krisis politik terbesar sepanjang masa pemerintahan PM Narendra Modi.
Sumber: CNN Indonesia
