Live Streaming
Monday, 21 September 2026 13:34

Jepang Dikecam usai Bikin Simulasi Anti-Teror Pakai Atribut Muslim

Written by 

JAKARTA, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang menuai gelombang kecaman publik setelah mengunggah foto-foto simulasi latihan anti-terorisme yang memperlihatkan pemeran teroris menggunakan atribut khas masyarakat Arab dan Muslim. Foto-foto yang diunggah pada 10 September lalu tersebut memicu protes luas di media sosial karena dinilai mendiskriminasi serta memperkuat stereotip negatif terhadap kelompok tertentu.

Dalam dokumentasi yang diunggah, tampak seseorang yang berperan sebagai teroris mengenakan penutup kepala yang menyerupai keffiyeh Arab. Pada salah satu adegan simulasi, orang tersebut terlihat memasukkan kepala pemeran korban sandera ke dalam tas. Aksi tersebut dinilai warganet sangat tidak pantas dan sarat prasangka, bahkan dianggap sebagai bentuk pemicu rasisme yang tak seharusnya dilakukan oleh lembaga resmi pemerintah.

Menanggapi kritik pedas dari publik, Kemlu Jepang memutuskan untuk menghapus foto-foto latihan tersebut dari platform resmi mereka. Pihak kementerian menyampaikan klarifikasi bahwa penggunaan kostum dalam latihan tersebut sama sekali tidak didasarkan pada kelompok etnis, wilayah, atau agama tertentu, serta menyatakan penyesalan atas kesalahpahaman yang ditimbulkan. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa pihaknya menanggapi serius berbagai masukan yang masuk dari masyarakat.

Pelatihan anti-terorisme ini sendiri diselenggarakan di fasilitas pemerintah di Tokyo bekerja sama dengan perusahaan keamanan swasta sebagai bagian dari edukasi keselamatan bagi warga Jepang di luar negeri. Latihan tersebut dirancang merujuk pada pengalaman tragedi serangan teror di Dhaka, Bangladesh, pada tahun 2016 yang menewaskan 22 orang, termasuk tujuh warga negara Jepang. Meskipun rutin digelar sejak 2018, insiden penggunaan kostum kali ini memicu desakan publik agar pemerintah Jepang lebih sensitif terhadap isu kebudayaan dan agama.

 

Sumber: CNN Indonesia

Read 11 times Last modified on Monday, 21 September 2026 13:41

Instagram

Tentang Kami