Print this page
Pemilik KMP Mutiara Sentosa II Akui 5 Anak Tak Masuk Manifes Penumpang
Wednesday, 05 August 2026 09:12

Pemilik KMP Mutiara Sentosa II Akui 5 Anak Tak Masuk Manifes Penumpang

Surabaya, Perusahaan pemilik sekaligus operator pelayaran KMP Mutiara Sentosa II, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) mengakui ada lima anak tak masuk dalam manifes penumpang. Hal itu dikatakan Kepala Cabang PT ALP Surabaya Ferdinan Pondang. Ia menyebut penumpang anak-anak itu tidak didaftarkan oleh pembeli tiket atau orang tua mereka, kepada pihak kapal. "Daftar anak itu memang tidak didaftarkan oleh si pembeli tiket ini kepada kami. Jadi, anak yang lima itu tidak termasuk manifes," kata Pondang, saat ditemui di posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (5/8). Meski demikian, Pondang mengaku hingga saat ini belum bisa menunjukkan data jumlah pasti penumpang yang telah terdaftar dalam manifes KMP Mutiara Sentosa II saat pelayaran Surabaya-Makassar tersebut. Pondang membantah anggapan bahwa jumlah penumpang yang naik ke kapal melebihi jumlah yang tercatat dalam manifes. Ia menyebut data penumpang masih dalam proses pencocokan dengan kantor pusat perusahaan. "Ini masih kita cross check sama yang di pusat. Kalau untuk itu tidak ada, (penumpang) kelebihan manifes ataupun apa enggak ada," ucapnya. Pondang menegaskan pihaknya harus lebih dulu berkoordinasi dengan manajemen perihal data manifes sebelum dapat mempublikasikannya kepada media. "[Manifes] itu masih kita klarifikasi, dengan manajemen kami. Saya pun belum bisa mempublikasikan ke media juga, karena datanya masih kita saling cross check begitu," ujarnya. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui data manifes penumpang KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8), diduga simpang siur atau tak sesuai dengan kondisi faktual.

Hal itu diketahui dari adanya lima anak penumpang KM Mutiara Sentosa II yang ditemukan dan dievakuasi, tapi mereka sama sekali tidak tercatat dalam manifes resmi. "Ada lima anak yang yang tidak tercatat dalam manifest. Nanti mungkin hanya dicantumkan anak ini yang akan menjadi evaluasi kami juga, kenapa tidak tercatat di dalam manifest. Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus tercatat," kata Dudy saat meninjau korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8) dini hari. Meski demikian, Dudy menyampaikan bahwa lima anak yang berhasil teridentifikasi tersebut dalam kondisi selamat dan sehat. "Alhamdulillah. Sementara yang saya dapat lima anak ini ada juga yang sehat," ucapnya. Seperti diketahui, KMP Mutiara Sentosa II dengan tujuan pelayaran Surabaya-Makssar, dilaporkan terbakar hebat, di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8). Berdasarkan data terkahir Basarnas, Selasa (4/8), sebanyak 238 orang yang ada di kapal tersebut sudah dievakuasi. Namun, lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan korban kejadian kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi ditutup. "Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," kata Syafii saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8).

 

Sumber: CNN Indonesia

Read 14 times