Print this page
Peneliti Kembangkan AI agar Bisa Berkomunikasi dengan Hewan
Tuesday, 15 September 2026 09:39

Peneliti Kembangkan AI agar Bisa Berkomunikasi dengan Hewan

Selama ini manusia hanya bisa menebak makna di balik suara atau vokal seruan binatang, seperti gonggongan anjing atau ngeongan kucing. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perlahan mulai mendobrak kemustahilan tersebut dengan memanfaatkan model komputer canggih untuk mengartikan pola komunikasi fauna.

Upaya ini salah satunya dilakukan oleh peneliti Daniela Baglione dan Vittorio Canestrari yang telah puluhan tahun mempelajari perilaku burung gagak. Sejak 2018, para peneliti memasang mikrofon kecil pada puluhan ekor gagak untuk merekam suara serta interaksi mereka selama beraktivitas sehari-hari.

Data audio yang terkumpul dari penelitian panjang tersebut kemudian diproses menggunakan model machine learning dari organisasi nirlaba Earth Species Project. Teknologi AI ini membantu menganalisis pola-pola suara kompleks yang dihasilkan burung gagak untuk menerjemahkan maksud di balik komunikasi mereka.

Meskipun menunjukkan perkembangan pesat, para peneliti mengakui bahwa memahami komunikasi hewan secara utuh masih menghadapi tantangan besar. Komunikasi di dunia satwa tidak hanya bergantung pada vokal suara semata, melainkan juga melibatkan isyarat non-verbal seperti aroma tubuh, perubahan warna, gerakan fisik, hingga gelombang sonar.