Ponorogo, 3 Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda sebagai upaya memperluas basis investor domestik sekaligus mencetak investor yang cerdas, bijak, dan memahami risiko investasi melalui pelaksanaan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kuliah umum itu menyampaikan bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren yang positif.
Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor, dengan lebih dari 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Provinsi Jawa Timur telah mencapai sekitar 3,1 juta investor dan menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Hasan menegaskan bahwa meningkatnya jumlah investor harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi termasuk yang berbasis syariah.
"Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah," kata Hasan.
Sebagai wujud nyata komitmen dalam memperluas inklusi pasar modal di kalangan generasi muda, pada kesempatan tersebut, Hasan mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah sekaligus mendukung perluasan basis investor domestik.
Hasan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren, melainkan terlebih dahulu memahami risiko setiap instrumen investasi.
"Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis," kata Hasan.
Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum tersebut karena dinilai memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.
"Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya," ujar Hamid.
Kegiatan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Jawa Timur yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Selain kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, rangkaian kegiatan juga meliputi:
- Sosialisasi Pasar Modal di Pemerintahan Kota Kediri serta pencanangan pembukaan galeri investasi bagi ASN di lingkungan pemerintahan Kota Kediri.
- Talkshow Pasar Modal di Radio Andika Kediri untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi di Pasar Modal serta perlindungan investor.
- Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Pelaku Industri Daerah di Kota Madiun yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Lembaga Validasi dan Verifikasi sebagai upaya dalam pendalaman materi di Bursa Karbon.
Melalui kegiatan SEPMT 2026, OJK berharap dapat mengoptimalkan literasi dan inklusi pasar modal dalam rangka mendorong jumlah investor domestik di berbagai kalangan dan meningkatkan pemahaman mengenai Bursa Karbon.
Jakarta—Pasar modal Indonesia bersiap memasuki era baru investasi berbasis emas melalui kehadiran Exchange-Traded Fund dengan aset yang mendasari berupa emas. Instrumen ini diproyeksikan menjadi salah satu inovasi penting di industri keuangan nasional karena menggabungkan keunggulan investasi emas dengan fleksibilitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengembangan ETF Emas merupakan bagian dari program reformasi ETF yang tengah didorong BEI untuk memperluas variasi produk investasi di pasar modal. Kehadiran produk ini diharapkan mampu membuka akses investasi emas yang lebih mudah, modern, likuid, serta terjangkau bagi investor ritel maupun institusi.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, emas kembali menjadi salah satu instrumen investasi yang dilirik. Pelemahan Dolar Amerika Serikat, perubahan arah kebijakan suku bunga global, hingga tensi geopolitik internasional membuat investor kembali mencari aset lindung nilai atau safe haven. Karakteristik emas sebagai aset lindung nilai membuat instrumen berbasis emas semakin relevan sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio investasi.
Data dari BEI menunjukkan bahwa sepanjang 2025, emas menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan tertinggi. Bahkan dalam rata-rata kinerja 10 tahun terakhir, emas mampu mencatat imbal hasil kompetitif dan memiliki korelasi relatif rendah terhadap saham maupun obligasi. Karakteristik tersebut membuat emas relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio investasi.
Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri emas dunia. Sebagai salah satu produsen emas terbesar global dengan cadangan emas yang besar, Indonesia memiliki peluang kuat untuk menjadi mengembangkan ekosistem bullion. Kehadiran ETF Emas di pasar modal diharapkan mampu menjadi jembatan antara produksi emas nasional dengan kebutuhan investasi investor domestik maupun global.
Saat ini jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertumbuh pesat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor tercatat telah melampaui 27 juta investor. Dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar serta transaksi harian yang terus meningkat, pasar modal dinilai siap menjadi kanal distribusi investasi emas yang lebih efisien dan transparan.
ETF Emas nantinya berbentuk reksa dana kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di BEI, layaknya saham. Investor dapat membeli produk ini melalui aplikasi online trading dengan mekanisme transaksi yang mudah dan real time.
Kehadiran ETF Emas akan memberikan mekanisme investasi yang lebih efektif bagi masyarakat. Berbeda dengan pembelian emas fisik yang membutuhkan tempat penyimpanan serta memiliki risiko kehilangan, ETF Emas memberikan eksposur terhadap harga emas melalui sistem perdagangan bursa dengan underlying berupa emas fisik yang tersimpan secara aman di lembaga kustodian dan penyimpan emas berizin. Melalui ETF Emas, investor dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas melalui mekanisme investasi yang lebih praktis, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem pasar modal. Aset yang mendasari ETF Emas wajib memenuhi standar kemurnian minimum 99,5 persen berstandar global London Bullion Market Association (LBMA) atau 99,9 persen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Mayoritas dana investasi akan ditempatkan pada aset emas, sementara sebagian kecil lainnya dapat ditempatkan pada instrumen pasar uang dan kas.
Menariknya, ETF Emas di Indonesia juga dapat diterbitkan dengan prinsip syariah. Produk ini telah memperoleh Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VIII/2025 tentang ETF Syariah Emas. Dengan adanya fatwa tersebut, ETF Emas diharapkan dapat menjangkau investor syariah yang selama ini mencari instrumen investasi emas yang sesuai prinsip syariat Islam.
Dalam ketentuannya, ETF Syariah Emas wajib terhindar dari unsur riba, gharar, maysir, dan dharar. Selain itu, setiap unit yang diterbitkan wajib memiliki underlying emas yang tersedia secara fisik dan disimpan dalam allocated account.
Dari sisi regulasi, pengembangan ETF Emas juga mendapat dukungan penuh dari regulator. Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.
Sementara itu, BEI juga telah melakukan penyesuaian sejumlah aturan terkait pencatatan dan perdagangan ETF guna mengakomodasi kehadiran ETF Emas di pasar modal Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusan regulator dan pelaku industri dalam membangun ekosistem investasi emas berbasis pasar modal.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa minat pelaku industri terhadap penerbitan ETF Emas terbilang cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak tujuh Manajer Investasi (MI) telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI. "Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI," ujarnya pada Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, Senin (29/6) lalu. Selain itu, survei yang dilakukan BEI kepada investor individu dan institusi menunjukkan bahwa ETF berbasis emas menjadi salah satu produk paling diminati untuk dikembangkan di pasar modal.
Meski demikian, investor tetap perlu memahami risiko investasi ETF Emas. ETF Emas tetap memiliki risiko yang perlu dipahami investor, antara lain pengaruh volatilitas harga emas global, risiko likuiditas perdagangan, serta potensi tracking error antara kinerja ETF dan harga spot emas acuannya. Namun demikian, instrumen ini menjadi langkah baru Indonesia dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, inovatif, dan kompetitif di tingkat internasional.Bottom of Form
Jakarta, 2/7/2026 – Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN tidak hanya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada publik sekaligus wujud keterbukaan informasi atas pengelolaan Program JKN sepanjang tahun 2025, Kamis (2/7/2026).
"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujar Pujo.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Besarnya cakupan kepesertaan tersebut diikuti dengan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan. Sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau lebih dari 1,9 juta pemanfaatan layanan setiap hari.
"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan," kata Pujo.
Terdapat inovasi dalam pelayanan JKN, seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165. Kemudahan akses tersebut turut diperkuat melalui perluasan jejaring fasilitas kesehatan dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan.
Pujo menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Program JKN juga ditopang oleh pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang sehat dan akuntabel. Hingga akhir tahun 2025, aset bersih DJS Kesehatan tercatat sebesar Rp30,04 triliun, yang mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, hasil investasi Dana Jaminan Sosial Kesehatan mencapai Rp3,94 triliun, mencerminkan pengelolaan dana yang dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada keberlanjutan program.
"Komitmen tersebut juga tercermin dari berbagai capaian tata kelola organisasi. Pada tahun buku 2025, BPJS Kesehatan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, atau 34 kali sejak PT Askes (Persero). Selain itu, BPJS Kesehatan mencatat skor 97,67 pada penilaian tata kelola organisasi, skor 4,01 pada maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC), skor 685 pada Baldrige Excellence Framework (BEF), serta skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," terang Pujo.
Menurut Pujo, manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan social nasional. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta memberikan dampak berganda pada sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta layanan sosial.
Selain itu, Program JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018–2019, serta melindungi kurang lebih 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan. Pujo menjelaskan, kajian tersebut juga menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 persen kepesertaan Program JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan angka harapan hidup mencapai tiga tahun dan produktivitas masyarakat
"Hal tersebut menunjukkan bahwa Program JKN merupakan instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung produktivitas nasional. Di sisi lain, BPJS Kesehatan menyadari bahwa keberlanjutan Program JKN perlu dijaga seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," tambah Pujo.
Pujo juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 26,42 persen di antaranya digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik, yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini. Karena itu, BPJS Kesehatan senantiasa mengoptimalkan upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan kolektabilitas iuran, serta memperkuat pengendalian biaya agar Program JKN tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
"Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN tetap berkelanjutan. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimis dapat membangun masyarakat yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," kata Pujo.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan sebagai pengelola dana publik yang berasal dari peserta, pemerintah, dan pemberi kerja, BPJS Kesehatan memikul amanah besar untuk memastikan penyelenggaraan Program JKN dilaksanakan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, dan integritas. Menurutnya, Public Expose merupakan wujud keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan dalam mengelola Program JKN secara profesional.
“Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan ke depan yang perlu dihadapi bersama, khususnya dalam menjaga keberlanjutan finansial Program JKN, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kepesertaan aktif, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program JKN dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ucap Stevanus.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan bahwa penyelenggaraan Program JKN juga merupakan upaya negara dalam mengimplementasikan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia menilai BPJS Kesehatan telah menunjukkan berbagai kemajuan dalam penyelenggaraan Program JKN, mulai dari peningkatan kualitas layanan, perluasan akses, hingga penguatan tata kelola. Menurutnya, berbagai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN semakin berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Selain itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, menyatakan bahwa ketahanan pembiayaan Program JKN merupakan kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif. Menurutnya, pembiayaan kesehatan tidak dapat dipandang sebagai beban semata, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun modal manusia yang sehat, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penguatan ketahanan pembiayaan Program JKN perlu didukung melalui reformasi pembiayaan berbasis prinsip gotong royong, peningkatan efisiensi sistem pelayanan kesehatan, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan langkah tersebut, Program JKN diharapkan mampu menjaga keberlanjutannya sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Telisa.
Jakarta, 19/6 - Massa yang terdiri dari petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mahasiswa, buruh, pemuda, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia (TMI) datang ke Jakarta dan menggelar aksi damai mendukung kebijakan kerakyatan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Patung Kuda, Jumat pagi.
Aksi damai tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian. Massa dari berbagai daerah itu datang untuk menyampaikan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Peserta menggelar aksi damai tersebut dengan membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi. Secara bergantian, mereka juga menyampaikan pernyataan sikap dari atas mobil komando.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan dukungan itu diberikan karena berbagai program pemerintah dinilai menyentuh kepentingan rakyat, terutama dalam sektor pertanian, ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
“Kami menyatakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Don.
Menurut dia, dukungan tersebut dibarengi komitmen untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami hadir untuk mengawal agar seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan tidak diselewengkan oleh mafia maupun oknum yang menghambat kepentingan masyarakat,” ujar Don.
Lebih lanjut, Don mengatakan berbagai kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk hingga penyerapan hasil panen yang semakin baik.
Selain itu, dia juga menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal karena meningkatkan permintaan terhadap produk pangan di daerah.
Dia pun bercerita sebelumnya, hasil panen, seperti kubis, sering tidak laku, namun sekarang terserap melalui program MBG. Kemudian, sektor peternakan, buah-buahan, dan perkebunan juga ikut merasakan manfaatnya.
“Karena itu, kami sangat bersyukur memiliki program yang benar-benar menyentuh masyarakat desa,” ucap Don.
Dia menegaskan aksi damai yang digelar itu bukan merupakan aksi tandingan terhadap kelompok tertentu, namun semata-mata murni ditujukan untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman masyarakat desa yang merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah.
“Kami hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa warga desa sangat puas dengan berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Don.
Tak berhenti sampai di situ, dia juga mengeluarkan pernyataan mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak tegas mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, mafia impor, serta berbagai praktik yang dinilai merugikan rakyat dan menghambat pelaksanaan program pemerintah.
Selain itu, dia juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur pendukung di pedesaan.
Isu reforma agraria pun turut menjadi perhatian. Massa meminta agar pemerintah segera membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria untuk menangani berbagai konflik lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Dalam aksi damai tersebut, Don mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Menurut dia, kondisi yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai perbedaan pandangan memecah persatuan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa,” tegas Don.
Dia memandang stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan, sehingga seluruh komponen masyarakat perlu mengedepankan dialog, persatuan, dan semangat gotong royong agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
“Kami juga meminta DPR RI menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan program-program kerakyatan agar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu,” tutur Don.
Aksi damai tersebut berakhir dalam suasana,
tertib. Massa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan seluruh aspirasi dan pernyataan sikap.
Sumber : Kantor Berita Antara
Jakarta, 19/6 - Tim nasional Meksiko memperkuat posisi di puncak Grup A Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada laga kedua di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, Jumat WIB.
Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Korea Selatan langsung mencoba menekan melalui pergerakan cepat Son Heung-min dan Lee Kang-in, namun pertahanan Meksiko masih cukup disiplin. Bahkan pada menit-menit awal, Lee Kang-in sudah mendapatkan kartu kuning akibat pelanggaran keras pada menit ke-4.
Meksiko menanggapi dengan beberapa peluang berbahaya. Pada menit ke-7, Brian Gutierrez dan Roberto Alvarado melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Korea Selatan. Tekanan tuan rumah terus berlanjut, namun belum membuahkan hasil.
Korea Selatan juga beberapa kali mengancam, termasuk situasi berbahaya di menit ke-18 ketika Edson Álvarez harus melakukan sapuan krusial di garis gawang untuk menggagalkan peluang Son Heung-min.
Hingga pertengahan babak pertama, kedua tim saling bergantian menyerang, tetapi belum ada gol yang tercipta.
Memasuki akhir babak pertama, Korea Selatan mulai lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali menekan pertahanan Meksiko. Lee Kang-in kembali mencoba peruntungannya pada menit ke-44, namun belum membuahkan hasil. Babak pertama akhirnya ditutup dengan skor imbang 0-0 setelah tambahan waktu lima menit.
Memasuki babak kedua, Meksiko tampil lebih agresif. Anak-anak asuhan pelatih Javier Aguirre langsung meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan beberapa peluang awal, termasuk upaya Luis Romo pada menit ke-50 yang masih bisa diamankan kiper Korea Selatan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50, ketika Luis Romo mencetak gol tunggal pertandingan. Gol tersebut berawal dari situasi kacau di dalam kotak penalti Korea Selatan. Bola liar hasil serangan Meksiko gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang lawan, dan Romo dengan sigap menyambar bola ke gawang yang sudah terbuka, membawa Meksiko unggul 1-0.
Setelah gol tersebut, Ksatria Taegeuk meningkatkan intensitas serangan. Lee Kang-in menjadi motor serangan dan beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, termasuk pada menit ke-78 dan ke-90+2 melalui situasi sepak pojok. Namun, upaya tersebut selalu gagal menembus pertahanan Meksiko.
Kiper Meksiko, Rangel, menjadi pahlawan di menit-menit akhir pertandingan. Ia melakukan penyelamatan luar biasa pada menit ke-87 dan masa tambahan waktu, menggagalkan peluang emas Cho Gue-sung dan Hwang In-beom yang nyaris menyamakan kedudukan.
Anak-anak asuhan pelatih Myung-Bo Hong terus menekan hingga menit akhir dengan sejumlah sepak pojok berturut-turut pada masa tambahan waktu, namun pertahanan Meksiko tetap kokoh. Wasit akhirnya meniup peluit panjang yang menandai kemenangan Meksiko 1-0.
Dengan hasil ini, Meksiko menjaga peluang besar untuk lolos sebagai pemuncak Grup A, sementara Korea Selatan harus mencari poin penting di laga berikutnya untuk tetap bersaing di fase grup.
Susunan pemain:
Meksiko (4-1-2-3): Raul Rangel, Jorge Sanchez, Edson Alvarez, Johan Vasquez, Jesus Gallardo, Erik Lira, Luis Romo, Brian Gutierrez, Raul Jimenez, Julian Quinones, Roberto Alvarado.
Pelatih: Javier Aguirre Onaindia
Korea Selatan (3-4-3): Kim Seunggyu, Lee Hanbeom, Kim Minjaem, Kim Moonhwan, Seol Youngwoo, Lee Gihyuk, Hwang Inbeom, Paik Seungho, Lee Jaesung, Lee Kangin, Son Heung-min.
Pelatih: Myung-Bo Hong.
Sumber : Kantor Berita Antara

Moskow, 18/6 - Polandia dan Jerman, Rabu, menandatangani perjanjian kerja sama militer baru tanpa jaminan keamanan timbal balik, dan kedua kepala pertahanan, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz dan Boris Pistorius, turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut.
Dokumen tersebut menggantikan perjanjian kerangka kerja tentang kerja sama pertahanan kedua negara yang telah berlaku selama 15 tahun.
"Kita tengah meletakkan fondasi lain untuk keamanan, dan tidak ada keamanan Eropa tanpa Polandia maupun tanpa Jerman. Perjanjian hari ini membuka ruang baru untuk kerja sama," kata Kosiniak-Kamysz setelah upacara penandatanganan.
Perjanjian baru itu memberikan peluang untuk kerja sama di bidang keamanan siber, komando gabungan di kawasan Baltik, teknologi baru, termasuk ruang angkasa, dan membuka kemungkinan lebih lanjut dalam mobilitas dan pengembangan infrastruktur militer, kata menteri pertahanan Polandia tersebut.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan zeni angkatan bersenjata Jerman akan mendukung tentara Polandia dalam melindungi perbatasan timur negara itu, kata Kosiniak-Kamysz.
Sebelumnya pada hari itu, media Polandia melaporkan bahwa, atas inisiatif Polandia, dokumen tersebut tidak memuat jaminan keamanan di luar komitmen yang ada berdasarkan perjanjian NATO atau perjanjian Uni Eropa.
Keputusan itu dibuat oleh Polandia, meskipun Jerman telah siap untuk menandatangani perjanjian yang lebih luas, ungkap laporan tersebut.
Kesepakatan tersebut akan memungkinkan pasukan teknik Jerman untuk beroperasi di wilayah Polandia sebagai bagian dari operasi Perisai Timur.
Pada Desember 2025, Bild melaporkan bahwa misi tersebut akan terdiri dari puluhan personel militer yang bertugas membangun parit, memasang kawat berduri, dan membuat penghalang anti-tank.
Sumber : Kantor Berita Antara

Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas, Polda Kepulauan Riau, menangkap seorang oknum guru sekolah dasar berinisial FD (28) yang diduga mencabuli siswi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kepulauan Anambas, AKP Bambang Sadmoko, saat dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan FD diamankan pada Rabu (17/6) dan sudah resmi ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Benar, terduga pelaku sudah kami amankan di Mapolres. Per hari ini, Kamis (18/6), yang bersangkutan resmi ditahan untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Bambang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap korban yang masih berusia 12 tahun sebanyak dua kali.
Polisi mencatat, peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (23/5), sementara kejadian kedua berlangsung pada Senin (1/6). Kedua peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan sekolah dengan modus yang berbeda.
Setelah kejadian, terduga pelaku disebut mengancam korban agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapa pun.
Kasus ini terungkap setelah keluarga korban merasa curiga dengan perubahan perilaku dan kondisi psikologis korban, sehingga kemudian ibu korban, NY (40), melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Markas Polres (Mapolres) Kepulauan Anambas pada Senin (15/6).
Polisi menjerat FD dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.
"Saat ini kami tengah mempercepat penyelesaian berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujar dia.
Sumber: Kantor Berita Antara
Ende, 18/6 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan dengan memilih lokasi yang tepat melalui kajian dan melibatkan masyarakat.
Hal itu disampaikan saat meninjau Sekolah Dasar Negeri Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis yang sebelumnya dikabarkan akan digusur untuk menjadi KDMP.
"Makanya tadi saya ingatkan Wagub, Pak Bupati, Pak Kepala Desa, tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji," katanya menjelaskan.
Secara khusus Wapres meminta pelibatan dan diskusi dengan warga untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak dan dirugikan dari pembangunan tersebut.
"Jangan sampai ada yang dirugikan, apalagi ini area sekolah, kegiatan belajar mengajar itu jangan sampai terganggu," kata Wapres menambahkan.
Sebelumnya pagar sekolah SD Negeri Wolomoni, fondasi ruang kelas, dan tiang penyangga ruang mengalami kerusakan dalam proses pembangunan KDMP karena lokasi rencana pembangunan koperasi tersebut berada di belakang gedung sekolah.
Terkait hal itu, Wapres menekankan bahwa sudah diputuskan akan dilakukan pemindahan lokasi ke tempat yang lebih baik, termasuk menghindari persaingan dengan Badan Usaha Milik Desa dan toko-toko kelontong milik warga.
Kehadiran KDMP, katanya, diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang baik dan saling mengisi.
Dalam kesempatan itu Wapres juga meminta agar sekolah tersebut segera mendapatkan Makan Bergizi Gratis dan serta mencatat permintaan warga terkait mess untuk guru dan penguatan sinyal jaringan internet.
Rencananya, Wapres Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada 18–21 Juni 2026.
Setelah melakukan kunjungan ke NTT, Gibran direncanakan menghadiri dan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Gorontalo, sekaligus meninjau Bendungan Bulango Ulu sebagai salah satu infrastruktur strategis yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Papua Barat, dengan Wapres diagendakan meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan serta membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari.
Pada hari terakhir kunjungan kerja, Wapres akan melanjutkan agenda ke Papua Selatan melalui Kabupaten Asmat untuk meninjau sejumlah fasilitas publik, antara lain Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, serta Gereja Katedral Salib Suci.
Sumber : Kantor Berita Antara
Jakarta, 17/6 - Bagi pencinta film laga, "The Furious" bisa dibilang menjadi salah satu tontonan yang wajib masuk daftar tahun ini.
Film Hong Kong garapan sutradara laga kenamaan Kenji Tanigaki yang mendapat rating nyaris 100 persen di Rotten Tomatoes ini berhasil menghadirkan paket hiburan lengkap: aksi yang intens, koreografi pertarungan yang memukau, cerita yang menegangkan, hingga selipan humor yang membuat suasana tidak terasa terlalu gelap.
Sejak menit-menit awal, film yang mulai tayang di bioskop pada 17 Juni 2026 ini langsung mengait perhatian penonton. Kisahnya berpusat pada upaya membongkar sindikat perdagangan manusia yang beroperasi secara brutal dan terorganisir.
Dalam perjuangan tersebut, penonton diajak mengikuti perjalanan Wang Wei (Xie Miao), seorang ayah tuna wicara yang mencari putrinya yang diculik, dan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis investigasi yang kehilangan istrinya, yang juga seorang jurnalis, secara misterius saat menangani kasus perdagangan manusia oleh sindikat yang sama.
Keduanya kemudian bekerja sama untuk mengungkap jaringan kriminal yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.
Salah satu kekuatan terbesar "The Furious" tentu saja terletak pada adegan aksinya. Koreografi pertarungan disusun dengan sangat detail, intens, dan penuh kreativitas.
Banyak adegan laga ditampilkan dalam pengambilan gambar panjang sehingga penonton dapat menikmati setiap gerakan tanpa terlalu banyak potongan kamera. Hasilnya, setiap pukulan, tendangan, dan bantingan terasa lebih nyata dan menegangkan.
Aktor laga Indonesia, Joe Taslim, yang juga sebagai salah satu pemeran kunci dalam film tersebut mengatakan pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6), bahwa "The Furious" memiliki koreografi pertarungan yang paling kompleks dan rumit yang pernah ia jalani.
"Yang membedakan film ini dari film laga lainnya adalah koreografinya yang sangat brilian dan baru buat saya," kata dia.
Tak hanya koreografinya yang "baru", film ini semakin menarik berkat keberhasilan sutradara mengumpulkan para aktor dengan latar belakang seni bela diri yang berbeda-beda.
Joe Taslim misalnya, dikenal memiliki dasar judo dan telah lama menunjukkan kemampuannya dalam berbagai film aksi internasional. Ada pula Yayan Ruhian yang identik dengan pencak silat Indonesia, dan tampil lebih agresif dengan banyak menggunakan panah.
Selain itu, JeeJa Yanin yang terkenal dengan kemampuan Muay Thai dari Thailand, Brian Le dengan aliran Extreme Martial Arts (XMA), serta Joey Iwanaga yang membawa gaya bertarung khasnya yang indah, yakni bela diri yang mengandalkan teknik tendangan akrobatik dan kecepatan (kicking machine).
Perpaduan berbagai disiplin bela diri dari para aktor dan aktris lintas Asia ini menciptakan pertarungan yang terasa segar dan tidak monoton. Setiap karakter memiliki ciri khas gerakan yang berbeda, sehingga setiap duel menghadirkan pengalaman tersendiri bagi penonton.
Menariknya, meski dipenuhi adegan pertarungan brutal, film ini tidak melulu serius. Beberapa momen ringan dan lucu disisipkan secara pas sehingga mampu mencairkan tensi ketegangan.
Humor tersebut hadir secara natural tanpa mengurangi intensitas cerita maupun ancaman yang dihadapi para tokohnya. Justru keseimbangan inilah yang membuat "The Furious" terasa sangat menghibur dari awal hingga akhir.
Dari sisi alur cerita, film ini juga berhasil menjaga ritme dengan baik. Setiap kali penonton merasa letih dengan adegan pertarungan, selalu ada perkembangan baru yang membuat rasa penasaran kembali muncul.
Unsur investigasi seorang jurnalis yang menyamar dan berhadapan langsung dengan "mafia" sindikat perdagangan manusia menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga ketegangan dan rasa penasaran. Hook demi hook terus bermunculan hingga klimaks, membuat film tidak membosankan.
Pada akhirnya, "The Furious" adalah contoh bagaimana film aksi tidak hanya mengandalkan ledakan dan perkelahian, tetapi juga mampu menghadirkan cerita yang menarik serta karakter yang membuat penonton peduli.
Dengan jajaran bintang bela diri Asia yang impresif, koreografi laga kelas atas, dan kisah investigasi kriminal yang seru, film ini menjadi tontonan yang sangat memuaskan bagi penggemar genre aksi, terutama bagi pencinta film-film seperti "The Raid" atau "John Wick", maka "The Furious" adalah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.
Reuni panas Joe Taslim dan Yayan Ruhian setelah "The Raid"
Salah satu daya tarik terbesar "The Furious" bagi penonton Indonesia adalah hadirnya kembali Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam satu layar.
Bagi penggemar film laga, pertemuan ini tentu menghadirkan nostalgia tersendiri. Keduanya pernah sama-sama mencuri perhatian dan mendapat apresiasi dunia melalui film "The Raid" pada 2011 silam yang menjadi tonggak penting kebangkitan film aksi Indonesia di kancah internasional.
Meski dalam "The Furious" mereka hadir dengan karakter dan latar cerita yang berbeda, kehadiran Joe dan Yayan tetap menjadi magnet utama.
Joe Taslim tampil sebagai Navin, seorang jurnalis investigasi yang berusaha mengungkap sindikat perdagangan manusia, sementara Yayan Ruhian memerankan sosok yang memiliki peran penting dalam pusaran konflik yang dihadapi para tokoh utama.
Pertemuan dua aktor laga Indonesia ini menghadirkan dinamika yang menarik sekaligus menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penonton. Kali ini mereka berduel beradu aksi dalam kubu yang berseberangan, menambah keseruan menonton utamanya pada akhir-akhir cerita.
Pendekatan berbeda dari karakter Navin
Salah satu hal yang membuat Joe Taslim tertarik bergabung dalam "The Furious" adalah pendekatan berbeda yang ditawarkan oleh karakter Navin dibandingkan peran-peran aksinya sebelumnya.
Jika selama ini Joe sering memerankan tokoh yang digambarkan sangat dominan dalam pertarungan, bahkan cenderung “tak tersentuh” seperti dalam "The Night Comes for Us" atau "Mortal Kombat", maka Navin justru hadir sebagai sosok yang lebih realistis dan manusiawi.
Joe mengatakan, Navin digambarkan bukan sebagai petarung super bak "dewa", melainkan seorang jurnalis investigasi dengan latar belakang bela diri judo yang ia pelajari di masa muda.
"Selama ini aku main film karakternya cukup over the top ya, di film 'The Night Comes for Us' aku jago banget mau 100 orang pun dibantai sama dia, Ninjutsu di 'Mortal Kombat' pun dia sangat, sangat jago. Jadi karakter yang over the top yang cukup bisa diprediksi dia bisa menang," kata Joe.
Kemampuan itu tidak membuatnya menjadi sosok yang tak terkalahkan, tetapi lebih sebagai alat bertahan hidup dalam situasi berbahaya. Dalam setiap konflik, ia harus berjuang, terluka, jatuh bangun, dan terus bertahan hingga akhir.
Joe Taslim menekankan bahwa justru di situlah daya tarik karakter ini. Navin juga memiliki sisi rapuh secara emosional.
Menariknya lagi, Navin juga ditulis sebagai karakter yang memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban.
Hal ini membuat setiap aksinya terasa lebih bermakna, bukan sekadar rangkaian adegan laga, tetapi juga perjalanan emosional seorang manusia yang berusaha bertahan di tengah situasi ekstrem.
“Aku merasa ini sesuatu yang baru saat memerankan karakter dia, seorang suami mencari istrinya yang hilang, dia bisa membela diri, tapi kita lihat dalam pertempuran dia adalah 'survivor', dan itu mengapa aku jatuh cinta sama karakter ini,

Jakarta, 18/6 - Kapten Timnas Inggris, Harry Kane memuji intensitas timnya saat menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Kamis.
Inggris sempat mendapat perlawanan sengit dari Kroasia dan harus menutup babak pertama dengan skor imbang 2-2. Namun, pasukan Thomas Tuchel tampil lebih agresif setelah turun minum dan berhasil mengunci kemenangan lewat gol Jude Bellingham pada menit ke-47 serta Marcus Rashford pada menit ke-85.
Kane mengungkapkan bahwa pesan Thomas Tuchel saat jeda pertandingan menjadi salah satu kunci kebangkitan The Three Lions.
"Apresiasi untuk pelatih. Pelatih memberi kami sebuah pesan saat turun minum, seperti mengatakan, 'Dengar, bila kami kalah, kami kalah dengan cara kami sendiri'. Anda bisa melihatnya dari cara kami memulai babak kedua. Kami bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya," kata Kane yang dilansir laman resmi FIFA.
Pencetak dua gol ke gawang Kroasia itu menilai intensitas permainan menjadi kekuatan terbesar Inggris dan harus terus dipertahankan sepanjang turnamen.
"Itulah standar yang harus kami tunjukkan di setiap pertandingan. Jadi apresiasi untuk semua orang. Ini adalah laga pertama di turnamen dan kami mendapatkan hasil luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami dan kami harus lebih sering menggunakannya di turnamen ini," ujarnya.
Sementara itu, gelandang serang Inggris Jude Bellingham mengakui timnya sempat tampil gugup dan terlalu berhati-hati pada babak pertama meski mampu menjaga organisasi pertahanan dengan baik.
"Kami sedikit gugup dan sedikit berhati-hati pada babak pertama. Kami bertahan dengan baik, melakukan tekanan dengan baik, dan cukup solid ketika tidak menguasai bola. Namun saat menguasai bola, kami mungkin sedikit terburu-buru," ujar Bellingham.
Bellingham menyebut gol cepatnya pada awal babak kedua menjadi momentum penting yang membantu Inggris mengendalikan jalannya pertandingan. Dia juga menyoroti konsistensi intensitas permainan serta kontribusi para pemain pengganti.
"Pada babak kedua kami menemukan ritme permainan yang lebih baik dan di situlah Anda melihat kemampuan terbaik kami. Gol cepat di awal babak kedua memberi kami fondasi yang bagus. Intensitas kami tanpa bola berada di level tertinggi, dan para pemain yang masuk dari bangku cadangan tampil luar biasa," kata pemain Real Madrid tersebut.
Kemenangan atas Kroasia menjadi modal penting bagi Inggris dalam perburuan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026.
Selain membawa pulang tiga poin, The Three Lions juga menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan bangkit setelah mendapat tekanan dari lawan.
