super me
Batam, Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah direct call internasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 106 call meningkat 212% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 34 call.
Dari sisi volume peti kemas tercatat sebanyak 58.237 TEUs atau meningkat 125% dari 25.904 TEUs peti kemas direct call di periode Januari-Mei 2025.
Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas pelayaran langsung atau direct call tersebut menjadi indikator semakin kuatnya daya saing pelabuhan Batam dalam mendukung arus perdagangan internasional dan konektivitas logistik kawasan.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menilai perkembangan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan logistik regional, khususnya di jalur perdagangan internasional kawasan Selat Malaka.
“Jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global,” jelas Denny yang turut didampingi Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni di Batam Centre, Selasa (2/6).
Ia berkomitmen bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan bersama mitra pengelola, termasuk pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelayaran internasional guna membuka peluang rute-rute baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional.
“Ke depan, BP Batam bersama mitra pengelola akan terus memperkuat konektivitas internasional melalui peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan kerja sama dengan pelayaran global. Dengan pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal dan volume peti kemas, Terminal Peti Kemas Batu Ampar semakin menunjukkan perannya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan pusat distribusi perdagangan di kawasan Selat Malaka,” tegas Denny.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, menambahkan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas di TPK Batu Ampar.
“Peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi indikator bahwa berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan pada arah yang tepat,” ujar Benny.
Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan frekuensi layanan dari pelayaran eksisting serta hadirnya layanan baru.
Jika pada periode Januari-Mei 2025 direct call internasional hanya dilayani oleh SITC dan Evergreen, maka pada periode Januari-Mei 2026 jaringan layanan tersebut semakin diperkuat dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.
Disebutkan, layanan direct call internasional dilayani oleh SITC sebanyak 55 call dengan volume 32.266 TEUs, Evergreen sebanyak 30 call dengan volume 14.792 TEUs, Samudera sebanyak 11 call dengan volume 7.103 TEUs, serta COSCO Shipping sebanyak 10 call dengan volume 4.077 TEUs.
Menurut Benny, kehadiran layanan baru tersebut memperluas pilihan konektivitas bagi pelaku usaha dan memberikan efisiensi yang lebih baik dalam distribusi barang ekspor maupun impor.
“Semakin banyaknya pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha karena dapat mempersingkat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, serta menekan biaya logistik. Hal ini tentu akan mendukung daya saing industri dan investasi di Kota Batam sebagai komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam,” tambahnya.
Dari sisi konektivitas, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di Asia, antara lain Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di Tiongkok; Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam; Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching di Malaysia; Singapura; Laem Chabang di Thailand; Sihanoukville di Kamboja; serta Yangon di Myanmar.
Diskominfo Batam– Pemerintah Kota Batam melalui Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam sukses menyelenggarakan Lomba Film Pendek Bertema “Wawasan Kebangsaan” Tahun 2026. Agenda penutup sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan dengan khidmat di Hotel Aston, Pelita, Lubukbaja, Jumat (22/5/2026).
Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai wadah apresiasi, edukasi, sekaligus ruang kreatif bagi mahasiswa di Kota Batam. Tujuannya adalah untuk memperdalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan melalui media audio-visual yang segar dan bertanggung jawab.
“Kami ingin mendorong mahasiswa mengekspresikan ide dan gagasan positif mereka tentang Wawasan Kebangsaan lewat karya film. Selain jadi media edukasi yang menarik bagi penonton, ini juga menjadi bahan evaluasi kami dalam memperkuat nilai-nilai ideologi di Kota Batam,” ujarnya.
Pergelaran kompetisi ini diikuti oleh 9 karya film dengan total keterlibatan 41 peserta dari kalangan mahasiswa mahasiswi perguruan tinggi se-Kota Batam. Setiap tim terdiri dari minimal 3 orang hingga maksimal 5 orang. Seluruh pembiayaan agenda ini dibebankan langsung pada APBD Kota Batam Tahun 2026.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, Pemko Batam menghadirkan dewan juri yang kompeten dari berbagai sektor, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Rudi Panjaitan, Akademisi Meuthia Ramadhani Archam, Seniman dan Budayawan Samson Rambah Pasir, Konten Kreator dan Insan Perfilman Alfredo Sihombing.
Berdasarkan hasil penilaian ketat tim juri, Laws Team dengan judul film keluar sebagai juara satu. Unrika Marwah dengan judul Tepi Selat sebagai juara kedua. sedangkan juara 3 diraih Mednation Team yang menampilkan film berjudul Di Balik Sunyi. Dalam lombah ini, juara 1 mendapat hadiah Rp 5juta, juara 2 Rp 4juta, dan juara 3 hadiah senilai Rp 3juta.
Riama memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah mendedikasikan energi kreatifnya. Ia berharap pesan-pesan nasionalisme yang tersirat dalam film-film tersebut dapat tersebar luas dan memantik semangat bela negara yang lebih kuat di ranah digital, khususnya bagi generasi muda Kota Batam.
Jakarta, 2 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan terus berupaya mewujudkan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) terus tumbuh menjadi bank yang berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM dan masyarakat di wilayahnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa dinamika ekonomi di tingkat global maupun regional merupakan tantangan bagi industri perbankan, termasuk BPR dan BPRS. Perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan yang juga semakin masif berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.
BPR dan BPRS menghadapi persaingan yang semakin ketat, termasuk pada penyaluran kredit atau pembiayaan kepada segmen mikro dan kecil yang diiringi dengan potensi peningkatan risiko kredit atau pembiayaan.
Menurut Dian, untuk menjawab berbagai tantangan tersebut serta menindaklanjuti amanat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024-2027 guna mewujudkan BPR dan BPRS menjadi bank yang berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM dan masyarakat di wilayahnya.
Roadmap ini merupakan acuan BPR dan BPRS dalam merumuskan strategi bisnis yang resilien agar dapat mempertahankan kinerja dan eksistensinya. Roadmap difokuskan pada empat pilar yaitu Penguatan Struktur dan Daya Saing, Akselerasi Digitalisasi BPR dan BPRS, Penguatan Peran BPR dan BPRS di Wilayah, serta Penguatan Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan.
“Melalui penguatan struktur dan daya saing, BPR dan BPRS diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan usahanya ke depan, mengantisipasi dampak gejolak perekonomian, serta meningkatkan daya saing industri dalam menjalankan fungsi intermediasinya kepada masyarakat dan sektor UMKM,” kata Dian.
Kinerja Positif Industri BPR dan BPRS
Industri BPR dan BPRS tetap tumbuh positif dengan indikator keuangan yang baik dan terjaga. Sampai dengan Maret 2026, total aset BPR dan BPRS mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp236,69 triliun. Adapun penyaluran kredit/pembiayaan industri BPR dan BPRS dapat tumbuh sebesar 2,83 persen yoy menjadi sebesar Rp176,96 triliun, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,16 persen yoy menjadi sebesar Rp165,49 triliun.
Kinerja ini juga didukung dengan ketahanan permodalan yang relatif kuat untuk menopang risiko dengan rasio CAR agregat industri BPR dan BPRS sebesar 27,20 persen, atau berada cukup jauh di atas ketentuan regulator. Industri BPR dan BPRS terus berupaya memperkuat langkah mitigasi risiko melalui penerapan manajemen dan tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit, pelaksanaan monitoring pasca- pencairan secara intensif, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Peran Industri BPR dan BPRS dalam Sektor UMKM
Secara geografis dan kultural, BPR dan BPRS merupakan lembaga jasa keuangan yang lebih dekat dalam pemberian akses keuangan kepada pelaku UMKM, sejalan dengan amanat UU P2SK bahwa BPR dan BPRS memiliki fokus untuk memberikan layanan keuangan kepada UMK dan masyarakat di wilayah sekitarnya.
Penyaluran kredit/pembiayaan UMKM oleh BPR dan BPRS tetap tumbuh dan terjaga kualitasnya, dengan porsi penyaluran mencapai 50,07 persen dari total kredit/pembiayaan pada posisi Maret 2026.
Meskipun telah memiliki komposisi yang cukup tinggi, penyaluran kredit/pembiayaan tersebut dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui kerjasama dengan lembaga jasa keuangan lainnya serta dengan berpartisipasi aktif dalam pembiayaan yang terkait dengan program OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), seperti kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) dan kredit/pembiayaan sektor pertanian (K/PSP).
Konsolidasi BPR dan BPRS
OJK senantiasa mendorong ketahanan dan kontribusi industri BPR dan BPRS dalam perekonomian di wilayahnya melalui kebijakan pemenuhan modal inti minimum dan konsolidasi, sehingga diharapkan industri BPR dan BPRS mampu untuk menghadapi tantangan dan tuntutan dari dinamika perekonomian dan persaingan industri perbankan.
Sampai dengan akhir April 2026, sebanyak 57 BPR dan BPRS telah disetujui untuk konsolidasi menjadi 18 BPR dan BPRS serta lebih dari 200 BPR dan BPRS masih dalam proses perizinan penggabungan atau peleburan di OJK.
Selain itu, sebagian besar BPR dan BPRS telah memenuhi modal inti minimum sebesar Rp6 miliar. Bagi BPR dan BPRS yang belum memenuhi telah ditempuh upaya aksi korporasi antara lain penambahan modal disetor dan/atau konsolidasi. Melalui langkah-langkah tersebut, tujuan penguatan industri BPR dan BPRS diharapkan dapat dicapai.
Untuk mendukung lebih jauh penguatan peran perbankan di daerah, OJK senantiasa mendorong sinergi BPR dan BPRS dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam bentuk konsolidasi BPR dan BPRS yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah di bawah BPD.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perbankan terhadap penyaluran kredit untuk level mikro dan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola di BPR dan BPRS, sehingga dapat memperkuat struktur perekonomian daerah sekaligus menopang daya saing nasional.
Bersama para pemangku kepentingan terkait, OJK akan senantiasa mendukung implementasi Roadmap melalui berbagai upaya strategis agar industri BPR dan BPRS tumbuh semakin baik dan memiliki peran optimal untuk ikut serta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Memasuki pertengahan tahun 2026, Hotel Santika Batam terus memperkuat posisinya sebagai pilihan akomodasi utama di Kota Batam di bawah kepemimpinan Bapak Yusrin Azwan selaku General Manager. Meskipun telah resmi menakhodai hotel sejak akhir tahun lalu, fokus utama kepemimpinannya kini tertuju pada akselerasi standar pelayanan dan inovasi produk yang lebih segar bagi para tamu.
Sebagai praktisi perhotelan yang berpengalaman, Bapak Yusrin Azwan membawa visi untuk mengintegrasikan nilai keramahtamahan khas Indonesia dengan tuntutan tren pasar modern. Dalam beberapa bulan terakhir, Hotel Santika Batam telah mulai melakukan berbagai peningkatan, mulai dari launching oleh-oleh khas Batam hingga Menu All You Can Eat terbaru yang mengusung tema Nusantara.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan bahwa setiap tamu yang datang ke Hotel Santika Batam merasakan kehangatan yang tulus, namun tetap relevan dengan kebutuhan gaya hidup masa kini. Kami tidak hanya menjual kamar, kami menjual pengalaman tinggal yang berkesan bagi keluarga maupun pebisnis,” ujar Bapak Yusrin Azwan.
Di bawah arahannya, Hotel Santika Batam berkomitmen untuk terus mendukung pariwisata lokal dan mempererat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kepulauan Riau. Langkah-langkah strategis yang telah diimplementasikan sejak awal tahun ini menjadi bukti nyata komitmen manajemen untuk terus bertumbuh dan memberikan nilai lebih bagi seluruh pelanggan setia.
Dengan semangat baru ini, Hotel Santika Batam optimis dapat mencapai target-target ambisius di tahun 2026 dan tetap menjadi pemimpin pasar di kelas hotel bintang tiga yang ramah keluarga.
Batam –Ditresnarkoba Polda Kepri kembali berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kota Batam. Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Senin (25/5/2026), petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu.
Dalam keterangannya, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri terkait adanya aktivitas peredaran narkotika di kawasan Perumahan Tiban BTN, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan di lokasi. Pada Senin, 25 Mei 2026, sekira pukul 19.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial ID alias I (42).
“Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka, petugas menemukan dan mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) paket plastik bening berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu seberat 59,41 gram netto, 1 (satu) buah bungkusan bekas kuaci warna oranye, serta 1 (satu) unit handphone,” ujar Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seorang pria berinisial SA alias A. Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat. Selanjutnya pada hari yang sama sekira pukul 20.30 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka SA alias A (33) di pinggir Jalan Perumahan Tiban BTN, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 8 (delapan) paket plastik bening berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat netto 174,44 gram, 1 (satu) buah tas sandang warna hitam, 1 (satu) unit timbangan digital warna hitam, uang tunai sebesar Rp550.000,-, 1 (satu) unit handphone, serta 1 (satu) unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna merah-hitam.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka SA alias A mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seorang pria berinisial R yang saat ini masih dalam penyelidikan. Tersangka mengaku sebelumnya menerima satu paket sabu dengan berat sekitar 290 gram untuk diedarkan kembali. Sebagai imbalan, tersangka dijanjikan upah sebesar Rp6.000.000 apabila seluruh narkotika tersebut berhasil terjual.
Lebih lanjut, tersangka SA alias A mengaku telah menawarkan dan mengedarkan narkotika tersebut kepada sejumlah pembeli, termasuk kepada tersangka ID alias I yang sebelumnya telah diamankan petugas. Berdasarkan keterangan kedua tersangka, penyidik menduga adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas dan saat ini masih terus dilakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat.
“Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegas Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Polda Kepri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Diskominfo Batam – Sebanyak 442 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Batam tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam Centre, Senin (1/6/2026).
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 1 berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Lingga. Berdasarkan data panitia, jumlah jemaah yang kembali ke Batam sebanyak 442 orang dari total 445 orang yang tergabung dalam kloter tersebut, termasuk petugas haji.
Firmansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah sekaligus rasa syukur atas kepulangan mereka dalam keadaan sehat dan selamat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan Ibu Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa predikat haji mabrur serta keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Firmansyah.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan, dapat terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, para jemaah haji memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman serta semangat persaudaraan.
Pada kesempatan itu, Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan panitia yang telah bekerja memberikan pelayanan terbaik selama proses penyelenggaraan ibadah haji hingga pemulangan jemaah ke daerah asal.
Suasana penyambutan berlangsung khidmat dan penuh haru. Rasa syukur tampak menyelimuti para jemaah dan keluarga yang telah menanti kepulangan mereka setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) melaksanakan penyembelihan 33 hewan kurban yang terdiri dari 15 ekor sapi dan 18 ekor kambing, Jumat (29/5/2026).
Ketua Panitia Kurban sekaligus Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Rully Syah Rizal, menjelaskan bahwa hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Anggota/Deputi Bidang, serta pegawai di lingkungan BP Batam yang berpartisipasi dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
Ia menambahkan, daging-daging kurban itu nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, termasuk kepada petugas kebersihan dan tenaga pendukung operasional di lingkungan BP Batam dan media mitra BP Batam.
“Kami berharap, penyaluran daging kurban ini dapat memberikan manfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat dan penerimanya,” ujar Rully.
Lebih lanjut, Rully mengatakan bahwa pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan BP Batam tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial antarpegawai. Selain bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Di samping itu, kata Rully, pelaksanaan kurban bukan sekadar kegiatan tahunan atau rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui semangat berbagi dan kebersamaan.
“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan antar sesama,” pesan Rully.
Plh. Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memanfaatkan hari libur Idul Adha 1447 H dengan melakukan peninjauan Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan dan Drainase di sejumlah Kawasan Kota Batam, Kamis (28/5).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran BP Batam dan Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk komitmen dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Beberapa titik yang menjadi lokasi peninjauan antara lain perbaikan jalan di Underpass Pelita, peningkatan jalan dan drainase di Kawasan Tanjung Piayu, pembangunan drainase di depan Putera Batam hingga Graha Hermine, serta peningkatan Jalan Dotamana menuju SMA Negeri 3 Batam.
Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia turut mengecek progres pekerjaan di lapangan, kualitas pengerjaan, hingga kondisi drainase yang menjadi perhatian penting dalam mendukung kebersihan dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu prioritas pihaknya dalam meningkatkan daya saing investasi Kota Batam.
“Kami ingin memastikan pembangunan jalan dan drainase berjalan optimal dan selesai tepat waktu agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Li Claudia.
Menurutnya, pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase yang baik tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas barang dan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan wajah Kota Batam yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Oleh karena itu, ia bersama Kepala BP Batam terus mendorong percepatan pembangunan dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan di lapangan.
“Pak Amsakar dan saya berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja keras demi mewujudkan Batam yang semakin maju, modern, dan nyaman bagi masyarakat maupun investor,” serunya.

Jakarta, 29/5 - PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) mengonfirmasi bahwa timnas Indonesia akan bermain di Stadion Pakansari, Bogor, untuk dua laga babak grup ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala ASEAN 2026), turnamen yang dulu bernama Piala AFF.
Tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Brunei Darussalam/Timor Leste, Indonesia akan memainkan dua laga kandang dan dua laga tandang di babak fase grup.
Laga kandang yang akan dijalani adalah melawan Kamboja pada 27 Juli kemudian melawan Vietnam pada 3 Agustus. Setelah selesai babak grup, apabila lolos ke babak semifinal, kandang Indonesia akan berpindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
"Betul, jadi dua pertandingan fase grup yang kita daftarkan ke AFF itu main di Stadion Pakansari. Dan insyaallah kalau kita masuk semifinal, semoga lawan Malaysia, dan final lawannya siapa pun, kita akan main di GBK. Itu yang kita daftarkan ke AFF," kata Managing Director GSI Marsal Masita ketika ditemui awak media termasuk ANTARA dalam peluncuran kerja sama antara PSSI dengan EA Sports FC di Jakarta Selatan, Kamis.
Saat mengungkapkan alasan memilih Stadion Pakansari dan tak menggunakan SUGBK sejak awal turnamen, Marsal memperkirakan pertandingan di babak fase grup tidak banyak disaksikan penonton.
Oleh karena itu, tambah dia, memilih Stadion Pakansari yang mempunyai kapasitas 30.000 penonton untuk dua laga kandang tim Garuda di babak fase grup merupakan opsi paling masuk akal.
"Karena kita lihat juga ya, pertandingan-pertandingan di group stage kita kayaknya agak sulit kalau kita expect 60.000 penonton. Jadi Pakansari rasanya punya kapasitas yang pas buat kita lakukan dua home group stage yaitu lawan Vietnam dan Kamboja," jelas dia.
Soal kondisi stadion yang dibuka pada 2014 ini, yang sebelumnya sempat ada masalah bagian atap yang rusak, Marsal juga mengatakan hal itu sudah teratasi sehingga aman untuk digunakan sebagai kandang timnas Indonesia di babak fase grup Piala ASEAN 2026.
Adapun pada bulan ini Stadion Pakansari terlihat direnovasi dengan fokus perbaikan pada bagian atap yang sempat rusak dan juga perawatan kualitas rumput.
"Aman-aman (kondisinya), tim PSSI sudah ke sana kemarin. Artinya persiapannya kan masih cukup ada waktu nih. Pertandingan game kita kan setelah World Cup (Piala Dunia 2026), jadi 20-an akhir Juli. Jadi masih ada waktu, tidak ada masalah," kata Marsal.
Sumber : AntaraNews
Medan, 29/5 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I mencatat pada masa libur Idul Adha 27-28 Mei 2026, sebanyak 15.652 penumpang menggunakan layanan kereta api di Sumatera Utara atau tumbuh 5 persen dibandingkan dua hari libur Idul Adha tahun 2025 yang tercatat sebanyak 14.886 pelanggan.
"Peningkatan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota selama momentum libur Idul Adha, baik untuk bersilaturahmi dengan keluarga, berwisata, maupun memenuhi kebutuhan pekerjaan dan aktivitas lainnya," kata Manager Hubungan Masyarakat Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Jumat.
Ia mengatakan pertumbuhan penumpang terjadi pada sejumlah layanan kereta api dengan kontribusi terbesar berasal dari KA Putri Deli dan KA Sribilah yang melayani wilayah pantai timur hingga selatan Sumatera Utara.
"Peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api tetap terjaga. Kereta api menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta terhubung dengan berbagai kota tujuan di Sumatera Utara," katanya.
Pada periode tersebut, kereta api yang melayani relasi Medan–Rantauprapat juga mengalami peningkatan. Dalam dua hari, layanan ini mengangkut 6.435 pelanggan, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 3.813 pelanggan.
Untuk relasi Medan–Rantauprapat selama libur Idul Adha 1447 H, layanan kereta api dilayani oleh delapan perjalanan KA yang terdiri atas KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif.
“Dengan layanan kelas ekonomi, operasional KA Sribilah Fakultatif memberikan alternatif jadwal perjalanan bagi masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” ungkap Anwar.
Selain KA Sribilah, tingginya mobilitas masyarakat juga terlihat pada layanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai yang tetap menjadi salah satu kereta favorit masyarakat untuk perjalanan antarkota di wilayah pantai timur Sumatera Utara.
“Kami di KAI Divre I Sumatera Utara sangat memahami betapa berharganya momen Idul Adha untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, kami tidak sekadar mengantarkan pelanggan sampai tujuan, tetapi juga memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan aman dan nyaman agar perjalanan menjadi pengalaman yang hangat dan berkesan bagi masyarakat,” katanya.
Sumber : AntaraNews
