Live Streaming
Thursday, 15 February 2024 11:01

Spint Off BTN Unit Usaha Syariah Menjadi Bank Umum Syariah (BUS) Akan Selesai April 2024

JAKARTA, Dirut PT Bank Tabungan Negara Persero (BTN) Nixon Napitupulu mengatakan, saat ini BTN Syariah tengah melakukan due diligence (DD) dengan salah satu bank syariah yang menjadi target untuk melakukan akuisisi. Hal ini terkait rencana spint off atau pemisahan BTN Syariah dari induknya menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Diharapkan bulan April 2024 hasil DD akan selesai.

“Dari dua yang kami incar untuk akusisi, satu kami tinggalin, dan satu lagi kami lanjutkan, saat ini sedang kami lalukan DD dan kami harapkan April 2024 selesai,” kata Dirut PT Bank Tabungan Negara Persero (BTN) Nixon Napitupulu, di sela sela paparan kinerja BTN Per Desember 2023, di Jakarta, Senin (12/2).

Dipaparkan, dilakukannya akuisisi salah satu bank syariah di dalam negeri ini karena berdasarkan aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ( POJK) no 12 tahun 2023 yang mengharus Usaha Unit Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah ( BUS), karena aset BTN Syariah sudah mencapai Rp 54,5 triliun.

“Dalam POJK itu, apabila aset sudah diatas Rp 50 triliun atau 50 persen dari aset induk, sudah bisa spint off,” tegasnya.

“Diharapkan pada Oktober 2025, sudah ada menjadi Perusahaan Terbatas (PT), karena saat ini sudah dilakukan proses ke arah sana, karena sudah di dibantu beberapa pihak termasuk konsultan sekuritas terbesar di Indonesia,” tegasnya.

Dipaparkan, dalam DD ada empat objek yang dilakukan antara lain, tetang financial portofololio, hukum, teknologi dan kesiapan SDM.
“ Yang utama objek kami dalam DD ini yang empat ini, yang lain menyusul,” tegasnya.

Menyinggung tentang kinerja UUS BTN Syariah, Nixson mengatakan, sepanjang tahun 2023. BTN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 702,3 miliar pada 2023. Jumlah tersebut melesat 110,5 persen dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 333,6 miliar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4 persen menjadi Rp 37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 31,6 triliun.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada DPK BTN syariah yang tumbuh pesat sebesar 20,7 persen menjadi Rp 41,8 triliun pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 34,64 triliun.

Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79 persen menjadi Rp 54,3 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 45,3 triliun.

“Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS yang akan dilaksankan tahun ini,” tegasnya. (nck)

Read 224 times

Tentang Kami