Pemerintah Jerman menyampaikan kecaman keras dan menuduh Rusia berada di balik gelombang serangan drone misterius yang sempat mengganggu aktivitas serta navigasi penerbangan di sejumlah bandara utama kawasan Eropa.
Pihak otoritas Jerman menilai manuver tersebut sebagai aksi sabotase dan bagian dari strategi perang hibrida (hybrid warfare) yang sengaja dirancang Moskow untuk memicu kekacauan, menguji sistem pertahanan udara, serta melumpuhkan infrastruktur transportasi vital negara-negara Eropa.
Insiden munculnya drone yang menerobos ruang udara bandara ini memaksa otoritas penerbangan menghentikan sementara jadwal penerbangan demi keselamatan lalu lintas udara, yang berujung pada penundaan massal dan kerugian operasional yang signifikan.
Sebagai merespons ancaman tersebut, Jerman bersama sekutu Uni Eropa dan NATO mengumumkan bakal memperketat pengawasan intelijen, mempercanggih sistem pemantauan ruang udara di sekitar objek vital, serta menyiapkan sanksi dan tindakan balasan tegas atas aksi provokasi tersebut.
Sumber: CNN Indonesia