Live Streaming
Page 3 of 33
Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat Internasional. Kali ini aplikasi SIP BOS Pemko Batam terpilih sebagai finalis IDC’s Smart City Asia Pasific Award (SCAPA) 2021 untuk kategori pendidikan.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Azril Apriansyah mengajak masyarakat Kota Batam untuk sama-sama mendukung aplikasi SIP BOS Batam. Pasalnya tak hanya membawa nama baik Kota Batam saja.
“Tapi juga nama baik Indonesia di kancah Asia Pasific,” kata Azril, Kamis (25/2/2021).
 
Karena itu pihaknya mengajak agar seluruh masyarakat khususnya di Kota Batam untuk mendukung dengan cara memberikan penilaian atau vote. Agar SIP BOS Batam bisa menjadi finalis terbaik.
 
Caranya memberikan vote adalah melalui link https://www.surveymonkey.com/r/VOTESCAPA2021. Kemudian klik next dan memberikan penilaian kepada masing masing finalis. Dengan ketentuan nilai 1 sampai 5 (1= nilai ter rendah, 5= nilai tertinggi).
 
Setelah semua penilaian di isi, kemudian klik Submit. Vote sendiri dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 17 Maret 2021. Pihaknya berharap masyarakat bisa memberikan nilai tertinggi untuk aplikasi SIP BOS Batam.
 
“Mohon di berikan penilaian tertinggi. Jika setelah di klik Submit tidak berhasil, berarti ada beberapa penilaian yang belum di isi,” ujarnya.

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali memberikan teguran kepada para pelaku usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya didapati memang masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Tadi malam kita turun ada tiga Kecamatan yang kita pantau. Di antaranya Kecamatan Sekupang, Batam Kota dan Lubuk Baja,” kata Salim, Minggu (21/2/2021).

Untuk wilayah Kecamatan Batam Kota ada sejumlah titik yang menjadi perhatian pihaknya. Seperti Dataran Engku Hamidah dan Kawasan kuliner Mega Legenda, Batam Center.

“Di Engku Hamidah ada 10 orang warga yang tidak menggunakan masker, langsung kita berikan teguran,” kata Salim.

Kemudian di kawasan Mega Legenda pihaknya masih menemukan tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang selama diimbau Pemko Batam.

Umumnya yang dilanggar adalah jarak yang terlalu dekat dan jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Pihaknya langsung memberikan teguran secara tertulis kepada pelaku usaha tersebut.

“Langsung kita beri surat peringatan, beberapa diantaranya bahkan ada yang sudah dua kali dan tiga kali melanggar,” kata.

Dari tiga kecamatan yang paling banyak adalah Kecamatan Batam Kota, ada tujuh tempat usaha yang diberikan peringatan. Kemudian di Kecamatan Sekupang ada dua dan Kecamatan Lubuk Baja ada satu.

“Jika peringatan ini tidak diindahkan maka sesuai dengan Perwako No 49 Tahun 2020, berupa sanksi sosial dan denda materi atau mencabut izin usahanya,” kata Salim.

Sumber : Media Center Batam 

Batam – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kampung Tangguh Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) di Perumahan Taman Duta Mas, Baloi Permai, Batamkota, Kamis (18/2/2021). Keberadaan posko tersebut sebagai langkah TNI-Polri dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menekan risiko penyebaran Covid-19, khususnya di Batamkota.

Amsakar mengatakan, Kampung Tangguh yang berada di RT 03/ RW 02, Baloi Permai, tersebut merupakan Kampung Tangguh ke-16 di Kota Batam. Ia berharap, dengan banyaknya Kampung Tangguh tersebut dapat menekan laju Covid-19. “Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah berubah sangat drastis, tinggal Batamkota yang statusnya merah,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, dengan adanya Kampung Tanggu tersebut dapat menjangkau dan mengedukasi masyarakat agar permasalahan Covid-19 di Batam segera selesai. “Apalagi sudah ada PPKM, penanganan Covid-19 bisa menjangkau ke komunitas terkecil. Semoga dengan upaya bersama ini, Batamkota segera menjadi hijau,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, dalam sambutannya, mengatakan, Batamkota masih dinyatakan zona merah, namun pihaknya terus mengurai sampai ke tingkat RT melalui program Kampung Tangguh. Kegiatan itu, kata dia, adalah pilot project secara nasional sebagai langkah bersama; TNI-Polri, Pemda, dan masyarakat Batam dalam menangani Covid-19.

“Instruksi Mendagri, agar kita menitikberatkan penanganan Covid-19 sampai ke tingkat paling bawah (mikro). Oleh karena itu, sudah dilakukan koordinasi berjenjang. Harapannya, setiap RT harus mempunyai posko penanganan Covid-19,” ujarnya.

Peresmian Kampung Tangguh tersebut ditandai pemukulan gong oleh Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman dan dihadiri tokoh masyarakat Kepri, Soerya Respationo, Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros, Ketua RW setempat, Suyono, dan sejumlah undangan lainnya.

Sumber : Media Center Batam

Batam – Sempat dipandang sebelah mata, komoditas rumput laut kini menjadi salah satu primadona di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, selama 2020, permintaan rumput laut dari Batam tergolong tinggi untuk pasar ekspor.

“Rumput laut kini menjadi komoditas yang menghasilkan di Batam sebagai daerah pulau,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Anak Agung Gde Eka Susila, Senin (15/2/2021).

Agung memaparkan, merujuk data lalu lintas ekspor 2020, 920,9 ton rumput laut jenis dried sargassum seawed telah diekspor ke Tiongkok. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD 179,827. 75 yang terbagi dalam 17 kali pengiriman.

Kemudian frekuensi ekspor jenis spinosum mencapai 5 kali untuk pasar Vietnam. Jumlah yang diekspor sebanyak 129 ton dengan nilai sebesar USD 92,791.12 .

“Selanjutnya jenis Sargassum cutting yang sudah 5 kali kirim ke Jepang. Totalnya mencapai 100,02 ton dengan nilai USD 21,583.65 ” sambungnya.

Dalam kurun waktu setahun juga, Agung memastikan tidak ada penolakan dari pengiriman rumput laut ke negara tujuan ekspor. Total, selama 2020, SKIPM Batam melakukan 27 kali pengiriman dengan volume sebanyak 1.149,92 ton.

“Nilai ekspor rumput laut dari Batam selama 2020 mencapai USD 294,202.52 ,” terang Agung.

Dia berharap, tahun ini ekspor rumput laut dari Batam semakin meningkat. Terlebih komoditas ini sudah banyak membantu masyarakat nelayan yang selama ini hanya menggantungkan hidupnya mencari ikan.

Bahkan, saat ini, terdapat sekitar 150 Kepala Keluarga nelayan yang bisa menghasilkan rata-rata 180.000-200.000/hari atau sekitar Rp 6 jutaan perbulan dari hasil mengumpulkan rumput laut.

“Tentu kita berharap tahun ini bisa meningkat, dan kami dari karantina, siap memberikan kemudahan pelayanan,” tandasnya.

Sumber : Media Center Batam

Batam - Penerapan protokol kesehatan bagi orang asing yang akan memasuki wilayah Indonesia turut menjadi perhatian utama. Hal itu terangkum dalam diskusi yang digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama jajaran Kantor Imigrasi Batam Kelas I Khusus Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) dalam kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng HKI”, Selasa (9/2/2021), bertempat di Marketing Center BP Batam, Batam Center.

Dalam kegiatan Ngopi Bareng HKI, beberapa hal yang dibincangkan, antara lain mengenai penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi orang asing dan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan dalam Kawasan industri.
 
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, I. Ismoyo, memaparkan garis besar dan kebijakan keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru, antara lain mengenai alur masuk orang asing ke wilayah Indonesia, pengaturan visa dan persyaratan bagi orang asing yang berada di luar negeri (visa off-shore, pemberian visa dan izin tinggal baru bagi orang asing yang berada di wilayah Indonesia (visa on-shore), dan penerbitan visa elektronik (e-visa).
 
Ia mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Hukum Dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru memuat bentuk pengecualian orang asing yang dapat masuk wilayah Indonesia dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Adapun yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Orang Asing pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku di tempat pemeriksaan imigrasi tertentu, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Ismoyo.
 
Ismoyo, mengatakan, pihaknya telah merekapitulasi jumlah Warga Negara Singapura yang memasuki wilayah Indonesia (melalui Pelabuhan Internasional Batam Center) sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2021 dan Travel Corridor Arrangement (TCA) hingga Bulan Januari 2021.
 
“Totalnya ada 203 penumpang, namun hanya sedikit WN Singapura yang menggunakan fasilitas TCA,” jelas Ismoyo.
 
Ismoyo juga menjelaskan, terhadap orang asing pemegang izin tinggal yang berada di luar negeri dan akan berakhir masa berlakunya, tetap dapat diakomodir pengajuan permohonan perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), Izin Tinggal Tetap (ITAP) dan/atau Izin Masuk Kembali (Re-Entry Exit Permit) oleh penjamin/penanggung jawab secara manual maupun elektronik.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas I Batam, Romer Simanungkalit, memaparkan tentang ketentuan protokol kesehatan bagi orang asing yang masuk ke Indonesia, khususnya melalui Batam.
“Yang penting, bagaimana protokol kesehatan bagi orang asing masuk ke Indonesia,” jelas Romer.
 
Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi tingginya angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam, beberapa hotel di Batam telah siap untuk mengakomodasi karantina pasien.
 
“Ada 26 hotel di Batam yang telah memenuhi syarat sebagai tempat karantina, dengan jumlah kamar berkisar dari 30-70 kamar per hotelnya. Selain itu, jumlah total WNI/PMI yang terkonfirmasi positif sejumlah 312 orang,” ujar Romer.
 
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, berharap dengan pertemuan hari ini, teman-teman WNA yang merupakan ekspatriat tidak lagi mengalami kendala perizinan tinggal di Batam, sekaligus menjaga iklim ekonomi yang kondusif di Kepri, khususnya Batam.
 
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar; Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana; dan Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni.

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Kepolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, dan Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, meresmikan langsung Kampung Tangguh Nelayan Rumput Laut Pulau Amat Belanda, Belakangpadang, Sabtu (6/2/2021). Keberadaan kampung tangguh tersebut mendapat apresiasi karena mampu meningkatkan ekonomi warga di tengah wabah corona.

“Saya sudah lihat, bagaimana pengelolaan rumput laut yang menjadi penopang ekonomi warga. Kita sangat bersyukur, masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Wali Kota.

Rudi meyakinkan, pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu keperluan. Ia juga berharap, tak hanya Pemko Batam saja hadir di sana, ia meminta pemerintah setingkat provinsi juga memberikan perhatian banyak agar masyarakat makin termotivasi.

“Tadi saya tanya, bagaimana mereka mengekspor. Ternyata, prosesnya berbelit harus ke Singapura dulu, baru dikirim ke negara tujuan dengan ongkos mencapai USD700,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Rudi menawarkan ekspor melalui jalur udara. Ia mengaku akan mempertemukan pengekspor rumput laut tersebut dengan sejumlah maskapai agar ekspor rumput laut tersebut lebih praktis dan efisien. “Kita akan terus coba mendampingi warga, mudah-mudahan produk ini jadi unggulan di pulau ini (Amat Belanda). Selain itu, saya sampaikan terima kasih kepada Polresta Barelang yang menginisasi adanya Kampung Tangguh tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur mengaku program Kampung Tangguh tersebut menjadi program nasional. Untuk di Batam, baru Belakangpadang. Diharapkan, keberadaan Kampung Tangguh tersebut menjadi contoh bagi daerah lain di Batam khususnya.

“Begitu tiba, warga Kampung Tangguh terlihat kompak. Ini menjadi suatu kekuatan besar. Bahkan mampu menghidupkan ekonomi warga meski di tengah pandemi,” ujarnya.

Ia mengaku, pemilihan Amat Belanda sebagai Kampung Tangguh bukan tanpa alasan. Ia mengatakan, warga setempat mampu mengelola rumput yang sering ganggu dan menyangkut di mesin kapal tersebut menjadi produk bernilai harga.

“Dan sekarang dapat mengangkat derajat dan perekonomian rakyat. Ini perubahan yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak berguna jadi berguna. Sebab itu Pulau Amat Belanda ini menjadi kampung tangguh,” kata dia.

Sementara itu, Pembina Kelompok Nelayan Rumput Laut, Azhari, mengatakan hingga saat ini, warga Amat Belanda mampu mengumpulkan rengkam sebanyak 200 ton per bulan. Rengkam tersebut diolah menjadi pupuk dan makanan ternak yang akan diekspor ke China dan Vietnam.

“Awalnya kita ingin menghidupkan ekonomi masyarakat sehingga kita lakukan kajian untuk mengelola rumput laut jenis sargasum tersebut,” kata dia.

Ia mengaku, rumput laut jenis ini dianggap sebagai gulma yang menghambat laju kapal nelayan. Seiring waktu, muncul ide untuk mengelola sergam dan ternyata di luar rumput tersebut sangat berharga. “Kita juga menjajal untuk mengekspor ke Jepang. Rumput ini selain diproduksi menjadi pupuk, bisa dijadikan sebagai pakan ternak,” kata dia.

Ia mengaku, hasil dari kelompok nelayan rumput laut di wilayah itu, sudah tiga kali diekspor. Pertama, sebanyak 25 ton pada November, ekspor kedua pada Desember sebanyak 50 ton, dan Januari lalu sebanyak 75 ton yang sudah diekspor.

“Kita terus lakukan pembinaan, tak hanya di Pulau Amat Belanda saja, kita juga coba di pulau-pulau lain agar rumput ini menjadi penopang ekonomi anak-anak pulau sehingga bisa mandiri di kampung sendiri. Rata-rata pengasilan warga pulau saat ini Rp260 ribu per hari,” kata dia.

Sumber : Media Center Batam

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai, merupakan bentuk dari upaya dari pemerintah untuk mengamankan lingkungan.
Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah yang baik.
Hal ini dikatakan, Kepala BP Batam, saat meninjau IPAL Bengkong Sadai, Jumat (29/1/2021) lalu.
Kunjungan Kepala BP Batam untuk melihat progres pembangunan IPAL BP Batam yang telah dibangun sejak tiga tahun lalu dan akan digunakan sebagai sarana pengolahan limbah di beberapa lokasi di Batam.
 
Muhammad Rudi, mengatakan, dari 7 hektare luas tanah yang dimiliki IPAL Bengkong Sadai, baru 3 hektare lahan yang dimanfaatkan. Ia berharap, 4 hektare yang tersisa dapat segera dibangun fasilitas IPAL BP Batam.
“Fokus kami adalah bagaimana pengelolaan air limbah di Kota Batam per kecamatan dapat terakomodir. Karena saat ini baru 11.000 rumah di Batam Center yang sudah tersambung dengan IPAL BP Batam,” ujar Muhammad Rudi.
Menurutnya, apabila IPAL BP Batam sudah mengakomodir seluruh rumah di Batam, penggunaan septic tank di rumah-rumah dapat diminimalisir.
 
Selain itu, saat ini, masih didapati pembuangan ke laut limbah bersih yang telah dikelola. Muhammad Rudi berharap, seluruh limbah dapat dikembalikan ke darat agar diolah menjadi pupuk kompos dan air bersih.
Manager Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, prioritas penyambungan IPAL di wilayah Batam Center dilakukan untuk mengamankan Waduk Duriangkang dari aliran limbah rumah tangga dan industri. Setelah tersambung dengan pipa, seluruh limbah tersebut akan dialirkan dan diolah di IPAL Bengkong Sadai.
 
“Hasil olahannya akan menjadi air bersih sesuai dengan standard mutu lingkungan, kemudian pupuk kompos siap pakai yang setiap harinya mampu menghasilkan 18 meter kubik,” jelas Iyus.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengkaji bagaimana air hasil pengolahan limbah ini bisa dikembalikan ke lingkungan sekitar, seperti waduk-waduk di Batam.
 
“Target penyelesaian tahap awal pembangunan ini adalah Desember 2020, progresnya sudah 90,5 persen. Kenapa belum rampung seutuhnya? karena kami menemukan beberapa kendala, di antaranya pandemi Covid-19 yang menunda pekerjaan hingga hampir 10 bulan, kemudian cuaca ekstrem di awal tahun,” tutur Iyus.
 
Sedangkan pembangunan IPAL BP Batam tahap 2, Iyus mengatakan, rencananya akan mengajukan blue book dan green book kepada BAPPENAS dalam waktu dekat.
 
“Untuk prosesnya sendiri membutuhkan waktu satu sampai dua tahun. Di laporan tersebut, BP Batam mengajukan fasilitas yang akan menampung air limbah berkapasitas 33.000 meter kubik. IPAL tersebut akan menampung wilayah Nagoya hingga Tanjung Uma. Jika sudah ada IPAL di Tanjung Uma, maka perairan Tanjung Uma akan terbebas dari limbah yang berbahaya bagi kesehatan,” jelas Iyus.
 
Turut hadir mendampingi peninjauan Kepala BP Batam, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Moch. Badrus, General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim, Manager Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana dan Project Manager PT Hansol, Richard Kim. (rud)
Hari ini Rabu (27/01),Komisi IV DPRD Kota Batam kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait pelayanan kesehatan. Hadir dalam kegiatan hari ini, Kepala BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Batam, Ketua Asosiasi Klinik, Ketua PERSI kota Batam, dan pimpinan rumah sakit.
 
Dody Pamungkas selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam mengatakan bahwa capaian kepesertaan di Kota Batam sampai dengan 1 Januari adalah 1.029.692 jiwa atau sekitar 91.78% dari jumlah penduduk Kota Batam yang berjumlah 1.121.875 jiwa. Untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta, Dody mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan16 rumah sakit (RS) yang ada di Kota Batam.
 
“Kami telah bekerjasama dengan hampir seluruh RS yang ada di Kota Batam. Kami juga sedang dalam proses kerjasama dengan 1 rumah sakit lagi,” kata Dody.
Ia mengatakan untuk proses kerjasama pihaknya melakukan kredensialing untuk menilai kelayakan dari RS yang akan bekerjasama seperti sarana prasarana, dokumen administrasi, serta tenaga kesehatan. Hal itu menurutnya akan menjadi komitmen RS untuk memenuhinya.
“BPJS Kesehatan bisa memberikan surat teguran jika RS tidak memenuhi komitmen untuk melayani peserta JKN-KIS. Jangan sampai ada peserta yang tidak dilayani dengan seharusnya. Jika ada peserta yang ingin menyampaikan keluhan kami bisa dihubungi melalui petugas penanganan pengaduan yang nomornya ada di setiap RS,” kata Dody.
 
Ia juga menambahkan, dalam rangka melakukan evaluasi terkait pelayanan kesehatan oleh RS pihaknya melakukan utilisasi review. Nantinya, akan disampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki oleh RS. Harapannya RS menjadi paham dan bias memenuhi komitmen dan ketentuan sesuai regulasi.
Ides Mardi selaku Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membahas permasalahan terkait pelayanan kesehatan. Jika dilihat dari data, menurut Ides hamper seluruh masyarakat sudah dijamin oleh JKN-KIS, RS cukup banyak, sehingga seharusnya tidak ada masalah dalam pelayanan kesehatan.
 
“Peserta JKN-KIS memiliki harapan untuk dilayani sama dengan peserta yang lain.Sehingga kami berharap faskes dalam hal ini rumah sakit untuk dapat memberikan pelayanan yang sama. Kami akan mendukung kebutuhan agar masyarakat Kota Batam dan RS mendapatkan kebutuhan yang diinginkan,” kata Ides.
 
Ia mengucapkan terimakasih kepada RS yang sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk melayani peserta JKN-KIS serta kepada BPJS Kesehatan yang benar-benar menjaga
hak-hak masyarakat Kota Batam yang menjadi peserta.
 
“Kami berharap informasi terkait regulasi dan prosedur pelayanan dapat sampai kepada masyarakat. Sehingga masyarakat menjadi paham sehingga tidak ada peserta yang merasa tidak diperlakukan dengan baik oleh rumah sakit,” kata Ides.
Pada awal Bulan Februari 2021 BP Batam Layanan Keliling (BLINK) akan kembali beroperasi di beberapa lokasi perumahan di Kota Batam.
 
Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, mengatakan, Pelayanan BLINK tahun ini akan dilaksanakan 3 kali seminggu, yaitu pada Senin, Rabu, dan Kamis selama 2 (dua) minggu, pada tiap lokasi perumahan yang masa jatuh tempo pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT)-nya berakhir pada tahun 2021.
 
Adapun jadwal pelayanan BLINK berada di lokasi perumahan, sebagai berikut:
1. Jatuh Tempo Bulan Januari 2021 - Perumahan Cipta Sarana, Batu Aji.
2. Jatuh Tempo Bulan Februari 2021 - Perumahan Tiban Taman Sari, Sekupang.
3. Jatuh Tempo Bulan April 2021 - Perumahan Mekar Sari, Sekupang.
4. Jatuh Tempo Bulan Juni 2021 - Perumahan Puri Malaka, Sekupang dan Perumahan Garama Cipta Hill, Batu Ampar.
5. Jatuh Tempo Bulan Juli 2021 - Perumahan Grand BSI Residance, Pantai Timur dan Perumahan Hawaii, Batam Centre.
6. Jatuh Tempo Bulan September 2021 - Perumahan Villa Alam Lestari, Sekupang dan Perumahan Mutiara View, Sekupang.
7. Jatuh Tempo Bulan Oktober 2021 - Perumahan Mutiara Point, Sekupang.
8. Jatuh Tempo Bulan November 2021 - Komplek Pajak Tiban V, Sekupang dan Perumahan Batu Besar, Pantai Timur.
9. Jatuh Tempo Bulan Desember 2021 - Perumahan Merapi Subur, Perumahan Bukit Citra Lestari - Pantai Timur, Perumahan Tanan Yasmin, Pantai Timur, Perumahan Sakura Garden, Batu Ampar.
 
“Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, untuk mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan dan memanfaatkan kunjungan BLINK ke beberapa lokasi perumahan, karena kehadiran BLINK juga untuk mempermudah pengurusan dokumen lahan, khususnya perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT),” pungkas Harlas Buana. (cc)

Batam – Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mendukung langkah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam mengembangkan batik khas Batam. Bahkan, 40 pimpinan bank di Batam bakal membuat seragam khusus berbahan batik Batam.

“Kita sangat mengapresiasi kinerja Dekranasda Kota Batam dalam mengembangkan dan memasarkan batik Batam sehingga menjadi produk kebanggan,” ujar Musni saat berkunjung ke Gedung Dekranasda Kota Batam, Selasa (26/1/2021).

Ia mengaku, kegiatan tersebut dinilai mampu mendorong kemajuan usaha mikro kecil menengah atau (UMKM). Bahkan, sebagai dukungan BI dengan adanya batik Batam tersebut, pihaknya akan pembuatan seragam berbahan batik Batam.

“Saat ini 40 orang pimpinan Bank di Kota Batam ingin membuat seragam dengan motif batik Batam,” ujarnya.

Ia berharap, dengan pimpinan Bank menggunakan batik Batam, maka seluruh jajaran di bawahnya di masing-masing bank dapat menggunakan batik Batam sebagai seragam kerja. Dengan begitu, pengenalan batik Batam makin luas.

“Ini kegiatan yang dapat mendukung UMKM di Kota Batam khususnya yang bergerak di bidang industri kreatif seperti pembuatan batik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Batam, Marlin Agustina Rudi, mengapresiasi kepedulian BI terhadap hasil kerajinan daerah. Marlin menyampaikan terima kasih karena semua pihak mendukung demi kemajuan daerah.

“Sudah banyak kerja sama yang terjalin antara BI Kepri dan Dekranasda Batam. Alhamdulillah kami juga telah dibantu beberapa bank BUMN maupun swasta di Kota Batam yaitu berupa gedung tenun di Pulau Ngenang,” ujar Marlin.

Ia juga mengapresiasi langkah pimpinan bank di Batam yang membantu Dekranasda mengenalkan batik Batam. Ia mengaku, pihaknya sedang memperkenalkan batik Batam kepada kalangan milenial di Kota Batam.

“Harapannya agar batik Batam makin digemari di semua kalangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, kini di bawah binaan Dekranasda, sudah ada 20 pembatikan dengan masing-masing memiliki 20-30 tenaga kerja. Semua industri kreatif itu bergerak memproduksi batik Batam maupun songket.

“Dua produk ini menjadi unggulan Dekransda Batam,” kata Marlin.

Sumber : Media Center Batam

Page 3 of 33

Tentang Kami