Live Streaming
Page 2 of 32

Batam – Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan saat membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021. Selain meminta agar perdagangan digital dikelola dengan baik, Presiden juga meminta agar Kementerian Perdagangan memiliki kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional Indonesia.

“Misalnya, dengan mendukung program Bangga Buatan Indonesia. Pusat perbelanjaan, mal di Jakarta sampai ke daerah, harus didorong untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia, khususnya UMKM. Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand dari luar negeri. Ini harus mulai digeser, mereka digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategis, lokasi yang baik berikan ruang untuk brand lokal,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, penjenamaan (branding) harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 270 juta jiwa sudah seharusnya menjadi konsumen paling loyal untuk produk-produk dalam negeri.

“Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan,” tegasnya.

Di samping itu, pasar ekspor juga harus mendapatkan perhatian yang serius. Untuk itu, Presiden meminta pasar-pasar nontradisional terus diperluas. Presiden kembali mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja, misalnya Uni Eropa dan Amerika.

“Banyak negara-negara yang pertumbuhan ekonominya lebih dari 5 persen, di Asia Selatan, di Eropa Timur, dan negara-negara lainnya. Harus diseriusi,” imbuhnya.

Berikutnya, Presiden meminta agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dibantu agar lebih mampu untuk melakukan ekspor. Menurutnya, Indonesia perlu UMKM yang menjadi eksportir dalam jumlah yang besar. Saat ini 90 persen pelaku ekspor adalah UMKM, namun kontribusi ekspornya hanya 13 persen. Artinya, kapasitasnya perlu ditambah dan diperbesar.

“Saya tahun lalu mengingatkan kepada Menteri Perdagangan, Dewan Penunjang Ekspor dihidupkan lagi, membantu UMKM agar bisa memperbaiki produksinya, membantu UMKM memperbaiki desainnya, membantu UMKM memperbaiki packaging-nya, sehingga kualitasnya menjadi lebih baik dan ini harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga yang lain, institusi yang lain, dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM kita di pasar global,” jelasnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta agar penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial dipercepat. Ini adalah agenda prioritas karena menurut Presiden, di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.

“Kita telah menyelesaikan IA-CEPA dengan Australia, dengan Korea, dengan EU tolong ini Pak Menteri didorong agar juga selesai dan negara-negara lain yang kita belum memiliki CEPA ini segera dirampungkan, segera diselesaikan,” ungkapnya.

Implementasi 23 perjanjian perdagangan bilateral dan regional yang sudah ditandatangani juga harus benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Presiden memberikan contoh, misalnya dengan Australia di mana sudah ada Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), pelaku usaha harus jeli melihat peluang-peluang yang ada di sana.

“Saya kira yang gede peluangnya adalah otomotif. Pelajari betul pasarnya seperti apa, konsumennya seperti apa, informasikan ke Tanah Air sehingga kita betul-betul bisa membuka pasar di Australia dan tentu saja produk-produk UMKM yang lainnya yang memiliki opportunity, memiliki peluang itu perlu dibantu dan didorong dalam rangka meningkatkan nilai ekspor dan diversifikasi produk ke negara mitra dagang kita,” ujarnya.

Khusus untuk sektor-sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja yang banyak seperti otomotif, elektronik, tekstil, kimia, dan farmasi, serta makanan dan minuman, Presiden meminta agar diberikan stimulus, fasilitas-fasilitas ekspor, serta insentif. Hal tersebut untuk memperluas pasar terutama negara-negara nontradisional dengan memanfaatkan kerja sama perdagangan dan mengoptimalkan kinerja perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Terakhir, Presiden meminta agar jajaran terkait terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok di seluruh pelosok Tanah Air dengan harga yang stabil dan terjangkau. Presiden juga meminta untuk mengupayakan terus perbaikan kesetaraan harga di daerah-daerah pinggiran.

“Harus diantisipasi, ini juga perlu saya ingatkan, bulan Ramadan yang tinggal 40 hari lagi, sebulan kemudian Idulfitri. Siapkan dari sekarang, antisipasi dari sekarang, walaupun nanti kita akan menyambut dengan sederhana, tetapi sekali lagi, ketersediaan stok dan harga yang stabil harus dijamin,” katanya.

Sumber : Media Center Batam

PT Adhya Tirta Batam memastikan diri untuk ikut berpartisipasi dalam lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Batam. Perusahaan air terbaik di Indonesia ini berjanji akan memberikan yang terbaik untuk pengelolaan SPAM Kota Batam.
 
“ATB sudah membuktikan diri dengan 25 tahun mengelola SPAM Batam, hingga membawa kota ini menjadi kota dengan pelayanan air bersih terbaik di Indonesia. Kedepan, kami pasti akan memberikan yang lebih baik lagi,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.
 
ATB merupakan salah satu perusahaan yang digadang-gadang ikut dalam lelang pengelolaan SPAM Batam. Terutama karena rekam jejak perusahaan yang telah terbukti memberikan pelayanan terbaik selama 25 tahun beroperasi di Batam.
 
Salah satu keunggulan ATB adalah teknologi SPARTA Smart Solution yang telah mendapatkan Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Teknologi terintegrasi ini adalah satu-satunya, dan akan memberikan nilai tambah bagi ATB.
Maria mengungkapkan, sejumlah daerah sudah mengincar teknologi tersebut untuk memperbaiki layanan air bersih di wilayahnya.
 
Selain unggul dari sisi teknis, ATB juga mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan memberikan pelayanan pelanggan prima. Dibantu dengan ATB Integrated System (AIRS), perusahaan dapat memberikan pelayanan pelanggan yang melebihi ekspektasi.
“Masak kami melebarkan sayap ke Indonesia, namun meninggalkan Batam. Batam tetap mendapat perhatian dari ATB,” ujarnya.
 
ATB berharap pemerintah mengundang perusahaan yang benar-benar memiliki rekam jejak pengelolaan SPAM yang baik, dan telah terbukti memiliki kemampuan yang diharapkan oleh kota Batam.
 
“Kita semua ingin agar pengelolaan air bersih di Batam menjadi lebih baik. Karena itu, kami berharap perusahaan yang diundang pemerintah untuk mengikuti lelang nantinya adalah yang telah membuktikan diri dan memiliki pengalaman yang mencukupi di bidangnya,” tutur Maria. (*)

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menghadiri Gebyar Melayu Pesisir dan Peresmian Galeri Dekranasda Batam di Kantor Dekranasda Batam, Rabu (3/3/2021). Dalam kesempatan itu, Rudi berharap kegiatan menjadi momentum pemulihan ekonomi untuk memakmurkan rakyat Batam melalui peran pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan para UMKM untuk melihat kemampuan pasar dalam menentukan harga. Ia berharap, dengan kemampuan masyarakat membeli, maka produk yang ada akan laris.

“Kita ingin membangkitkan ekonomi melalui UMKM. Kalau bisa, kita siapkan lahan bangun satu tempat menjadi pusat seluruh UMKM yang ada di Batam ini. Galeri ini tidak bisa memuat seluruh UMKM yang ada di Batam,” ujarnya.

Tak lupa, Rudi mengingatkan, semua rencana dan program yang ada tak akan ada artinya jika pandemi Covid-19 belum selesai. Ia menyampaikan, pihaknya sudah menjalankan vaksinasi tahap II sebanyak 7.000 pelayan publik termasuk bagi wartawan yang ada di Batam.

“Semoga Pandemi ini selesai dan ekonomi Batam kembali pulih. Ingat pesan saya, bagi para UMKM, daya beli masyarakat sedang rendah, bagi para produsen mari menghitung berapa kemampuan masyarakat membeli,” katanya.

Secara resmi, Gebyar Melayu Pesisir dan Peresmian Galeri Dekranasda dibuka langsung Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina. Dalam kesempatan itu, Marlin Agustina merespons rencana Wali Kota Batam yang ingin memiliki pusat UMKM. Ia berharap tersedia lahan dan Pemprov Kepri siap membantu pembangunan fisiknya.

“Bisa kita bangun fisiknya secara bertahap. Yang penting sudah tersedia lahannya,” ujar Marlin.

Marlin yang juga sebagai Ketua Dekranasda Batam tersebut juga menjawab pesan Wali Kota yang ingin harga produk UMKM terjangkau. Menurut dia, sejauh ini, harga yang diberikan sudah berdasarkan survei dan ia berharap butuh dukungan semua pihak agar produk UMKM binaan Dekranasda Batam bisa diterima di masyarakat hingga wisatawan.

“Banyaknya wisatawan yang datang ke Kepri, menjadi modal kita menciptakan produk khas Kepri. Sejauh ini Batam sudah punya batik khas dan kita juga mendorong semua daerah punya produk khas masing-masing,” ujarnya.

Di lokasi sama, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan kegiatan tersebut Sebagai bentuk dukungan produk lokal dan mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI), dan Karya Kreatif Indonesia (KKI). “Ini sinergi BI bersama Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan Dekranasda Batam sebagai langkah globalisasi dan digitalisasi UMKM dan pariwisata,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kepri dan Pemko Batam serta Dekranasda telah mendukung kegiatan tersebut. Melalui penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir dan disejalankan peresmian Galeri Dekranasda Batam. “Semoga galeri ini menjadi wadah bagi UMKM Batam yang sudah melalui uji kurasi seperti kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan. Semoga UMKM bisa survive di pasar domestik maupun ekspor,” katanya.

Musni juga tak lupa, selama pelaksanaan tersebut, ditunjang pembayaran digital melalui QRIS. Ia berharap event ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun. “Tak lain ini sebagai langkah bersama untuk membangkitkan UMKM Batam dan Kepri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah mempromosikan dan memasarkan produk khas Batam dan Kepri. Selain itu, dengan adanya galeri Dekranasda yang menjadi pusat belanja oleh-oleh premium pertama.

“Galeri ini terintegrasi dengan paket pariwisata dengan menghadirkan 45 tenan untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh premium bagi wisatawan,” kata Gustian.

Sumber : Media Center Batam

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, telah divaksin dalam kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi pegawai di lingkungan BP Batam, yang dilaksanakan di Balairungsari lantai 3 BP Batam, Kamis (4/3/2021).
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga merupakan Walikota Batam, mengucapkan rasa syukurnya, karena akhirnya dirinya dapat divaksin dalam rangka pencegahan Covid-19. Begitu juga bagi pegawai di lingkungan BP Batam.
“Allhamdullilah hari ini kita divaksin, awalnya saya juga timbul rasa keraguan, tapi dari awal vaksin dilakukan di Batam, belum pernah saya menerima laporan atau kejadian-kejadian setelah vaksin. Jadi mulai hari ini secara bertahap sampai hari Sabtu, seluruh pejabat BP Batam hingga tingkat 4 akan mendapatkan vaksin,” ujar Muhammad Rudi.
“Saya juga ingin apabila cukup, karyawan yang berumur 50 tahun ke atas dijadikan prioritas, didahulukan saja,” tambah Muhammad Rudi.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, setelah mendapatkan Vaksin Covid-19, mengungkapkan pengalaman yang dirasakannya saat divaksin.
“Tekanan darah saya normal, dokter mengatakan saya dapat divaksin. Saya juga berharap kegiatan ini dapat berjalan baik tanpa ada kendala,” kata Muhammad Rudi.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga Walikota Batam, berharap setelah ini, vaksin dapat diberikan kepada kepada guru-guru di Batam agar proses belajar-mengajar dengan cara tatap muka yang sebentar lagi akan dibuka bisa terlaksana dengan baik.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan agar setelah divaksin tetap harus menjaga protokol kesehatan.
“Setelah divaksin bukan berarti kita boleh bergerak bebas, kita tetap harus disiplin mengikuti protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat,” kata Muhammad Rudi.
Dalam kegiatan vaksinasi covid-19 ini, selain dihadiri oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga diikuti oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; dan seluruh Pejabat Tingkat I, II, III dan IV di lingkungan Badan Pengusahaan Batam.
Direktur Badan Usaha Rumah Sakit BP Batam, Afdhalun A. Hakim, mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 ini sudah menjadi program pemerintah pusat untuk memberantas Covid-19.
“Kegiatan dalam rangka vaksinasi Covid-19 hari ini sangat bermanfaat bagi kita semua, karena menjadi salah satu cara kita menghalangi serangan dari virus covid-19 itu,”ujar Afdhalun.
“Dengan kesempatan yang baik ini kita akan melaksanakan vaksinasi dengan benar agar tidak salah sasaran disesuaikan dengan regulasi yang sudah ditetapkan’” tambah Afdhalun.
Afdhalun menambahkan, tidak semua orang dapat divaksinasi karena sudah ada prosedur tetapnya.
“Terdapat beberapa langkah verifikasi yang harus dilakukan sebelum seseorang mendapatkan vaksinasi, yaitu, melakukan pendftaran, selanjutnya melakukan cek tekanan darah, apabila tekanan darah menunjukan tekanan yang normal maka langkah selanjutnya adalah melakukan vaksinasi. Setelah itu akan ada masa observasi selama 30 menit,” tutur Afdhalun.
“Dalam masa observasi kita akan pantau gejala klinis atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi) yang akan muncul pasca pemberian vaksin. Jika pun timbul efek samping dari vaksin, biasanya muncul karena faktor alergi, seperti vaksin-vaksin lain. Sekitar 400 tenaga kesehatan di RSBP Batam sudah mendapatkan kesempatan (divaksin) lebih dulu. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,” kata Direktur RS BP Batam, dr. Afhdalun Abdul Hakim. (Zhl)

Jakarta - Siang ini (2/3), Nongsa Digital Town, Batam secara resmi telah diluncurkan. Nongsa Digital Town atau Nongsa D-Town merupakan buah dari kerja sama bilateral Indonesia-Singapura untuk mendorong perkembangan industri digital di Batam.

“Saya sangat berharap dengan dibukanya Nongsa D-Town menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri digital di Batam dan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kerjasama Indonesia dan Singapura di masa depan,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran virtual Nongsa Digital Town, di Jakarta.

Menurutnya, peluncuran Nongsa D-Town siang ini dapat menjadi bukti kerja sama yang saling menguntungkan antara sektor publik dan swasta kedua negara.

Perkembangan industri digital di Batam sejalan dengan strategi pembangunan tematik Batam dalam Masterplan Percepatan Pembangunan wilayah Batam-Bintan-Karimun-Tanjungpinang.

Untuk mencapai target pertumbuhan 5,8% pada 2020-2025, daerah BBKT membutuhkan investasi tahunan rata-rata Rp 75 triliun. Di antara kawasan lainnya, Batam akan memiliki peran yang signifikan karena diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap total investasi yang masuk ke kawasan tersebut.

Batam memiliki keunggulan geo-strategis karena lokasinya yang dekat dengan Singapura. Batam diharapkan berfungsi sebagai jembatan digital untuk menghubungkan Singapura ke kota-kota lain yang sedang berkembang di Indonesia.

Pengembangan Batam sebagai jembatan digital juga telah dicita-citakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Leaders Retreat tahun 2017.

“Salah satu sorotan kerja sama bilateral kita yang baru-baru ini disahkan oleh Menteri Chan dan Saya pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-10 tahun 2020 adalah perkembangan industri digital di Batam melalui pembentukan pusat data,” ucap Airlangga.

Airlangga menerangkan pentingnya teknologi digital di masa pandemi ini. Menurutnya, teknologi digital telah membantu pemerintah dan swasta dalam merampingkan proses bisnis yang rumit. Selain itu, teknologi digital juga membantu mempromosikan lingkungan kerja yang lebih praktis dan fleksibel selama pandemi.

“Pasca pandemi, saya melihat perlunya bisnis menjadi lebih adaptif terhadap transformasi teknologi, agar pekerja juga lebih paham secara digital,” pungkas Menko Airlangga. (nck)

Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat Internasional. Kali ini aplikasi SIP BOS Pemko Batam terpilih sebagai finalis IDC’s Smart City Asia Pasific Award (SCAPA) 2021 untuk kategori pendidikan.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Azril Apriansyah mengajak masyarakat Kota Batam untuk sama-sama mendukung aplikasi SIP BOS Batam. Pasalnya tak hanya membawa nama baik Kota Batam saja.
“Tapi juga nama baik Indonesia di kancah Asia Pasific,” kata Azril, Kamis (25/2/2021).
 
Karena itu pihaknya mengajak agar seluruh masyarakat khususnya di Kota Batam untuk mendukung dengan cara memberikan penilaian atau vote. Agar SIP BOS Batam bisa menjadi finalis terbaik.
 
Caranya memberikan vote adalah melalui link https://www.surveymonkey.com/r/VOTESCAPA2021. Kemudian klik next dan memberikan penilaian kepada masing masing finalis. Dengan ketentuan nilai 1 sampai 5 (1= nilai ter rendah, 5= nilai tertinggi).
 
Setelah semua penilaian di isi, kemudian klik Submit. Vote sendiri dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 17 Maret 2021. Pihaknya berharap masyarakat bisa memberikan nilai tertinggi untuk aplikasi SIP BOS Batam.
 
“Mohon di berikan penilaian tertinggi. Jika setelah di klik Submit tidak berhasil, berarti ada beberapa penilaian yang belum di isi,” ujarnya.

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali memberikan teguran kepada para pelaku usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya didapati memang masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Tadi malam kita turun ada tiga Kecamatan yang kita pantau. Di antaranya Kecamatan Sekupang, Batam Kota dan Lubuk Baja,” kata Salim, Minggu (21/2/2021).

Untuk wilayah Kecamatan Batam Kota ada sejumlah titik yang menjadi perhatian pihaknya. Seperti Dataran Engku Hamidah dan Kawasan kuliner Mega Legenda, Batam Center.

“Di Engku Hamidah ada 10 orang warga yang tidak menggunakan masker, langsung kita berikan teguran,” kata Salim.

Kemudian di kawasan Mega Legenda pihaknya masih menemukan tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang selama diimbau Pemko Batam.

Umumnya yang dilanggar adalah jarak yang terlalu dekat dan jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Pihaknya langsung memberikan teguran secara tertulis kepada pelaku usaha tersebut.

“Langsung kita beri surat peringatan, beberapa diantaranya bahkan ada yang sudah dua kali dan tiga kali melanggar,” kata.

Dari tiga kecamatan yang paling banyak adalah Kecamatan Batam Kota, ada tujuh tempat usaha yang diberikan peringatan. Kemudian di Kecamatan Sekupang ada dua dan Kecamatan Lubuk Baja ada satu.

“Jika peringatan ini tidak diindahkan maka sesuai dengan Perwako No 49 Tahun 2020, berupa sanksi sosial dan denda materi atau mencabut izin usahanya,” kata Salim.

Sumber : Media Center Batam 

Batam – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kampung Tangguh Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) di Perumahan Taman Duta Mas, Baloi Permai, Batamkota, Kamis (18/2/2021). Keberadaan posko tersebut sebagai langkah TNI-Polri dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menekan risiko penyebaran Covid-19, khususnya di Batamkota.

Amsakar mengatakan, Kampung Tangguh yang berada di RT 03/ RW 02, Baloi Permai, tersebut merupakan Kampung Tangguh ke-16 di Kota Batam. Ia berharap, dengan banyaknya Kampung Tangguh tersebut dapat menekan laju Covid-19. “Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah berubah sangat drastis, tinggal Batamkota yang statusnya merah,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, dengan adanya Kampung Tanggu tersebut dapat menjangkau dan mengedukasi masyarakat agar permasalahan Covid-19 di Batam segera selesai. “Apalagi sudah ada PPKM, penanganan Covid-19 bisa menjangkau ke komunitas terkecil. Semoga dengan upaya bersama ini, Batamkota segera menjadi hijau,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, dalam sambutannya, mengatakan, Batamkota masih dinyatakan zona merah, namun pihaknya terus mengurai sampai ke tingkat RT melalui program Kampung Tangguh. Kegiatan itu, kata dia, adalah pilot project secara nasional sebagai langkah bersama; TNI-Polri, Pemda, dan masyarakat Batam dalam menangani Covid-19.

“Instruksi Mendagri, agar kita menitikberatkan penanganan Covid-19 sampai ke tingkat paling bawah (mikro). Oleh karena itu, sudah dilakukan koordinasi berjenjang. Harapannya, setiap RT harus mempunyai posko penanganan Covid-19,” ujarnya.

Peresmian Kampung Tangguh tersebut ditandai pemukulan gong oleh Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman dan dihadiri tokoh masyarakat Kepri, Soerya Respationo, Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros, Ketua RW setempat, Suyono, dan sejumlah undangan lainnya.

Sumber : Media Center Batam

Batam – Sempat dipandang sebelah mata, komoditas rumput laut kini menjadi salah satu primadona di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, selama 2020, permintaan rumput laut dari Batam tergolong tinggi untuk pasar ekspor.

“Rumput laut kini menjadi komoditas yang menghasilkan di Batam sebagai daerah pulau,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Anak Agung Gde Eka Susila, Senin (15/2/2021).

Agung memaparkan, merujuk data lalu lintas ekspor 2020, 920,9 ton rumput laut jenis dried sargassum seawed telah diekspor ke Tiongkok. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD 179,827. 75 yang terbagi dalam 17 kali pengiriman.

Kemudian frekuensi ekspor jenis spinosum mencapai 5 kali untuk pasar Vietnam. Jumlah yang diekspor sebanyak 129 ton dengan nilai sebesar USD 92,791.12 .

“Selanjutnya jenis Sargassum cutting yang sudah 5 kali kirim ke Jepang. Totalnya mencapai 100,02 ton dengan nilai USD 21,583.65 ” sambungnya.

Dalam kurun waktu setahun juga, Agung memastikan tidak ada penolakan dari pengiriman rumput laut ke negara tujuan ekspor. Total, selama 2020, SKIPM Batam melakukan 27 kali pengiriman dengan volume sebanyak 1.149,92 ton.

“Nilai ekspor rumput laut dari Batam selama 2020 mencapai USD 294,202.52 ,” terang Agung.

Dia berharap, tahun ini ekspor rumput laut dari Batam semakin meningkat. Terlebih komoditas ini sudah banyak membantu masyarakat nelayan yang selama ini hanya menggantungkan hidupnya mencari ikan.

Bahkan, saat ini, terdapat sekitar 150 Kepala Keluarga nelayan yang bisa menghasilkan rata-rata 180.000-200.000/hari atau sekitar Rp 6 jutaan perbulan dari hasil mengumpulkan rumput laut.

“Tentu kita berharap tahun ini bisa meningkat, dan kami dari karantina, siap memberikan kemudahan pelayanan,” tandasnya.

Sumber : Media Center Batam

Batam - Penerapan protokol kesehatan bagi orang asing yang akan memasuki wilayah Indonesia turut menjadi perhatian utama. Hal itu terangkum dalam diskusi yang digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama jajaran Kantor Imigrasi Batam Kelas I Khusus Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) dalam kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng HKI”, Selasa (9/2/2021), bertempat di Marketing Center BP Batam, Batam Center.

Dalam kegiatan Ngopi Bareng HKI, beberapa hal yang dibincangkan, antara lain mengenai penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi orang asing dan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan dalam Kawasan industri.
 
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, I. Ismoyo, memaparkan garis besar dan kebijakan keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru, antara lain mengenai alur masuk orang asing ke wilayah Indonesia, pengaturan visa dan persyaratan bagi orang asing yang berada di luar negeri (visa off-shore, pemberian visa dan izin tinggal baru bagi orang asing yang berada di wilayah Indonesia (visa on-shore), dan penerbitan visa elektronik (e-visa).
 
Ia mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Hukum Dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru memuat bentuk pengecualian orang asing yang dapat masuk wilayah Indonesia dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Adapun yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Orang Asing pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku di tempat pemeriksaan imigrasi tertentu, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Ismoyo.
 
Ismoyo, mengatakan, pihaknya telah merekapitulasi jumlah Warga Negara Singapura yang memasuki wilayah Indonesia (melalui Pelabuhan Internasional Batam Center) sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2021 dan Travel Corridor Arrangement (TCA) hingga Bulan Januari 2021.
 
“Totalnya ada 203 penumpang, namun hanya sedikit WN Singapura yang menggunakan fasilitas TCA,” jelas Ismoyo.
 
Ismoyo juga menjelaskan, terhadap orang asing pemegang izin tinggal yang berada di luar negeri dan akan berakhir masa berlakunya, tetap dapat diakomodir pengajuan permohonan perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), Izin Tinggal Tetap (ITAP) dan/atau Izin Masuk Kembali (Re-Entry Exit Permit) oleh penjamin/penanggung jawab secara manual maupun elektronik.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas I Batam, Romer Simanungkalit, memaparkan tentang ketentuan protokol kesehatan bagi orang asing yang masuk ke Indonesia, khususnya melalui Batam.
“Yang penting, bagaimana protokol kesehatan bagi orang asing masuk ke Indonesia,” jelas Romer.
 
Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi tingginya angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam, beberapa hotel di Batam telah siap untuk mengakomodasi karantina pasien.
 
“Ada 26 hotel di Batam yang telah memenuhi syarat sebagai tempat karantina, dengan jumlah kamar berkisar dari 30-70 kamar per hotelnya. Selain itu, jumlah total WNI/PMI yang terkonfirmasi positif sejumlah 312 orang,” ujar Romer.
 
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, berharap dengan pertemuan hari ini, teman-teman WNA yang merupakan ekspatriat tidak lagi mengalami kendala perizinan tinggal di Batam, sekaligus menjaga iklim ekonomi yang kondusif di Kepri, khususnya Batam.
 
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar; Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana; dan Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni.
Page 2 of 32

Tentang Kami