Live Streaming
super me

super me

Page 8 of 74

TOKYO – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus menelan luka kala ditumbangkan oleh wakil Taiwan, Tai Tzu Ying, di babak 16 besar Jepang Open 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 29 menit itu Gregoria kalah dua gim langsung dengan skor 18-21, 15-21.

Sebelum pertandingan tersebut dimainkan, Gregoria sejatinya telah bersua sebanyak dua kali dengan Tai Tzu Ying. Akan tetapi, dalam dua pertandingan tersebut, Gregoria selali mengalami kekalahan. Tak ayal, kekalahan kali ini menjadi yang ketiga bagi Gregoria dari Tai Tzu Ying. Menanggapi kekalahannya tersebut, Gregoria mengakui kalau permainannya masih tidak stabil. Dalam artian, Gregoria masih bisa dengan mudah disusul oleh lawannya meski pada awalnya ia sempat memimpin perolehan poin.

Pemain yang akrab disapa Jorji itu tidak memungkiri bahwa Tai Tzu Ying adalah pemain yang cerdas. Pasalnya, Tai Tzu Ying bisa mengatur pola permainan jika ia merasa hal itu merugikannya. Sedangkan bagi Jorji, ia hanya bisa mengikuti pola yang dibawa Tai Tzu Ying. Menanggapi kekalahannya tersebut, Gregoria mengakui kalau permainannya masih tidak stabil. Dalam artian, Gregoria masih bisa dengan mudah disusul oleh lawannya meski pada awalnya ia sempat memimpin perolehan poin.

Pemain yang akrab disapa Jorji itu tidak memungkiri bahwa Tai Tzu Ying adalah pemain yang cerdas. Pasalnya, Tai Tzu Ying bisa mengatur pola permainan jika ia merasa hal itu merugikannya. Sedangkan bagi Jorji, ia hanya bisa mengikuti pola yang dibawa Tai Tzu Ying.

"Kalau dibanding pertemuan sebelumnya, kurang lebih penampilan saya masih sama saja, saya masih kesulitan. Seharusnya kalau sudah pernah ketemu kan hafal, tapi dia pintar di bagian ubah-ubah polanya. Mainnya tidak monoton, dia adalah pemain yang cerdas," sambungnya.

 

Sumber : https://sports.okezone.com/read/2019/07/25/40/2083478/kalah-dari-tai-tzu-ying-gregoria-dia-pemain-cerdas?page=1

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah diperkenalkan di China pada pertengahan Mei lalu, Realme Indonesia akhirnya resmi memboyong ponsel kamera pop-up Realme X ke Tanah Air lewat acara yang digelar di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Realme menjagokan sejumlah fitur di ponsel ini. Beberapa di antaranya adalah kamera selfie pop-up beresolusi 16 megapiksel serta pemindai sidik jari yang tertanam langsung di dalam layar. Karena tak terhalang notch, layar tersebut bisa tampil memenuhi bagian depan. "Realme X dibawa ke Indonesia dengan mengedepankan sisi desain, fotografi, dan performa," ujar Felix Christian, Product Manager Realme Indonesia, saat memperkenalkan ponsel itu di panggung acara peluncuran.

Dari segi desain, Realme X mengusung layar tanpa poni dengan panel AMOLED seluas 6,5 inci (resolusi FHD Plus dan aspect ratio 91,2 persen). Untuk sektor fotografi, Realme X dibekali dua kamera di bagian punggungnya. Masing-masing kamera memiliki sensor 48 megapiksel (bukaan lensa f/1.7) dan 5 megapiksel (bukaan lensa f/2.4) untuk penerapan efek bokeh, beserta satu modul LED flash.Soal aspek dapur pacu, ponsel ini ditenagai chip Snapdragon 710, RAM hingga 4 GB atau 6 GB, penyimpanan 64 GB atau 128 GB, serta baterai kapasitas 3.765 mAh dengan teknologi pengisian daya cepat Oppo, VOOC 3.0.

Sistem operasinya Android 9.0 Pie yang dilapis antarmuka ColorOS 6.0. Di Indonesia, Realme X dibanderol dengan harga Rp 3.499.000 juta untuk varian 4 GB/ 64 GB dan Rp 3.999.000 untuk varian 8 GB/128 GB. Realme X 8 GB/ 128 GB akan dijual lebih dulu lewat pre-order mulai 25 Juli 2019 di Shopee, dengan penjualan perdana di e-commerce yang sama pada 3 Agustus 2019. Realme X 4 GB/ 64 GB akan menyusul dijual di Shopee pada 5 Agustus 2019.

Selain itu, turut dipasarkan pula Realme X edisi khusus Spider-Man: Far From Home. Spesifikasinya serupa dengan Realme X reguler varian 8 GB / 64 GB, tapi datang dengan kotak penjualan khusus berisi sejumlah aksesori bertema Spiderman. Untuk Reame X edisi khusus Spiderman ini, penjualannya akan dimulai di Shopee pada 5 Agustus 2019. 

 

 

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2019/07/25/16170097/ponsel-kamera-pop-up-realme-x-meluncur-di-indonesia-ini-harganya

 

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri pada Rabu (24/7) mengundang berbagai spekulasi publik. Mulai dari bagi-bagi kursi hingga siapa yang diuntungkan dan dirugikan setelah pertemuan itu.  Tak ayal pertemuan ini menimbulkan dinamika baik di tubuh partai politik pendukung Prabowo maupun partai yang tergabung di kubu Joko Widodo. Ada pihak yang diuntungkan, ada pula yang dirugikan.

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai Megawati dan PDIP adalah pihak yang paling diuntungkan dalam pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan itu menyiratkan pesan Gerindra dan Prabowo sudah satu gerbong dengan PDIP. "Kehadiran Prabowo secara simbolik membawa pesan kalau Gerindra 'sepenuhnya' mendukung PDIP secara politik," kata Wasisto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/7).

Secara insititusi, dalam hal ini PDIP, dukungan Gerindra menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kans politik bilamana salah satu partai koalisi bercerai saat Pemilihan Umum 2024. Kocok ulang koalisi sangat diperlukan demi menjaga kepentingan di pemilihan umum 2024 nanti.

Apalagi, kata dia, ada sosok Puan Maharani, putri dari Megawati yang digadang-gadang sebagai calon potensial di pemilu 2024."Puan secara kharisma memang tidak sekuat Jokowi tapi paling tidak dukungan Gerindra akan menambal sentimen nasionalistik bagi sosok Puan," kata Wasisto. Gerindra, kata dia juga mendapat keuntungan tersendiri dari pertemuan ini. Keuntungan muncul dalam upaya menjaga kesempatan partai berlambang garuda itu mengganti kekuasaan di 2024. Diketahui PDIP dalam dua periode terakhir selalu mendapatkan suara tertinggi.

Pertemuan ini, lanjut dia, juga menjadi upaya Gerindra untuk memperluas basis massa. Menurutnya, pasca-pertemuan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo 13 Juli 2019, ada sinyalemen Gerindra mulai ditinggalkan oleh para pendukungnya yang berasal dari kelompok kanan. Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran Muradi menilai Gerindra justru sedikit dirugikan dari pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan ini semakin memperkuat alasan sebagian pendukung Gerindra-yang kontra dengan pemerintah angkat kaki.

Muradi melihat bahwa pendukung Gerindra kebanyakan berasal dari basis massa yang sakit hati dengan pemerintahan Joko Widodo. Kepentingan mereka, kata dia, awalnya diakomodir oleh Gerindra sebagai partai oposisi yang cukup keras terhadap pemerintah.

"Dia (Gerindra) ditinggalkan orang di daerah yang berharap mereka jadi oposisi. Gerindra punya hampir 80 kursi kemudian banyak mendukung Gerindra karena alasan tadi. Bisa jadi (Gerindra) dirugikan pada 2024," katanya KepadaCNNIndonesia.com, Kamis (25/7).

Selain Gerindra, kata dia, basis kelompok yang menunggangi Gerindra dan Prabowo selama ini juga bakal cukup dirugikan dengan pertemuan ini. Rukunnya Mega dan Prabowo seakan mengisyaratkan bahwa para kelompok penunggang Prabowo dan Gerindra bakal kehilangan tunggangannya. "Secara kebetulan PDIP dan Gerindra secara ideologi "berbagi" massa yang identik di akar rumput, kalangan menengah bawah," ucapnya. "Gerindra dan prabowo akan meninggalkan orang yang numpang hal ini ditegaskan kemarin jadi pasti dirugikan pasti akan mencari tunggangan baru yang bisa mereka gunakan dengan isu yang mau mereka bangun," ujar Muradi.

Gejolak di Koalisi Indonesia Kerja

Pertemuan Mega-Prabowo juga dinilai menimbulkan gejolak di koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo. Pertemuan semacam ini dinilai sebagian kalangan erat dengan unsur tawar-menawar kursi dan kekuasaan. Hampir pasti, koalisi parpol pendukung Jokowi bergejolak terkait itu. Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno tak menampik bahwa pertemuan tersebut bakal menimbulkan dinamika di koalisi parpol pendukung Jokowi.

Hal itu, kata dia, salah satunya terlihat dari pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di hari yang sama. Anies sendiri, kata dia, adalah sosok yang dianggap sebagai salah satu representasi oposisi.

Dinamika itu juga sudah terlihat dari pertemuan antara empat ketua umum parpol koalisi pendukung Jokowi di Gondangdia beberapa waktu lalu. Empat ketum parpol, yakni Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto berjumpa di DPP Partai NasDem, Jakarta, Senin (22/7). "Ini sangat terkait dengan cara memperlakukan Gerindra, apakah dibukakan pintu untuk bergabung dengan Jokowi atau tidak," katanya.

Bahkan, menurut Adi, pertemuan antara Surya Paloh dan Anies juga merupakan wujud dinamika yang terjadi di koalisi. Menurut dia pertemuan antara Surya Paloh dan Anies itu menjadi semacam langkah preventif buat NasDem terkait dengan bagi-bagi kekuasaan. "Itu seperti langkah preventif bagi SP jika posisi NasDem nanti digeser ke Gerindra dalam dinamika lima tahun Jokowi ke depan terutama reshuffle kabinet," katanya.

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190725155907-32-415463/megawati-prabowo-bertemu-siapa-untung-siapa-buntung

 

 

 

Purworejo - Seorang pria asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berhasil menipu mahasiswi di Purworejo dengan berlagak seperti anggota polisi. Setelah korban terpedaya, barang-barang milik korban pun dibawa kabur oleh pelaku termasuk sepeda motor.

Tersangka adalah Damas Samboja (23) warga Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pria yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini telah menipu seorang mahasiswi Arum Setyani (25) warga Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo. Sebelum menipu dan menggasak barang-barang milik korban, tersangka berkenalan dengan korban melalui media sosial TANTAN. Untuk meyakinkan korban, tersangka sendiri memasang Display Picture (DP) dengan foto berpenampilan seperti anggota polisi dan berpose di depan mobil polisi militer lengkap dengan menenteng senjata.

"Kalau di depan petugas tersangka tidak ngaku sebagai anggota polisi, tapi kalau dengan korban belum tahu karena modusnya dengan berpenampilan seperti polisi, foto di depan mobil polisi militer dan membawa senjata. Akhirnya korban percaya dan mau diajak ketemuan. Korban sendiri adalah seorang mahasiswi," ungkap Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan saat menggelar pers rilis, Kamis (25/7/2019). Setelah tersangka dan korban bertemu, lanjut Haryo, mereka kemudian berencana untuk menginap di sebuah hotel di Purworejo dengan memesan sebuah kamar. Saat korban mandi, tersangka kemudian melancarkan aksinya dengan membawa kabur barang-barang milik korban berupa dompet, HP dan sepeda motor.

"Setelah berhasil membawa barang-barang dan motor korban, kemudian tersangka kabur menuju arah Purwokerto. Nah, modus ini sudah dilakukan tersangka beberapa kali baik di Semarang maupun Purworejo," lanjutnya. Karena merasa tertipu, korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas hingga akhirnya tersangka berhasil diringkus petugas beberapa hari lalu di rumah kos tersangka di Purwokerto.

Sementara itu, tersangka yang pernah menjadi sopir taksi online itu mengaku bahwa foto dirinya yang berlagak seperti polisi itu ia ambil di sebuah bandara saat mengantar penumpang. Adapun hasil kejahatan sebelumnya, dijual secara online. "Waktu itu pas di bandara, terus ada mobil itu (polisi militer) ya saya minta foto, senjatanya ya pinjam sekalian boleh kok dipinjam buat foto. Sebelumnya juga dapat sepeda motor, tapi sudah saya jual lewat online," katanya.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti milik korban berupa satu unit sepeda motor, dompet, surat-surat kendaraan, kartu identitas, ATM serta sebuah HP. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara.
(sip/sip)

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4638705/polisi-gadungan-ini-pedaya-mahasiswi-di-purworejo?_ga=2.205255312.1279176802.1563852226-1333018960.1563852226

 

TEMPO.CO, Phnom Penh – Pemerintah Kamboja membantah laporan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan rahasia dengan Cina untuk mengizinkan militer negara itu mendirikan pangkalan angkatan laut di sana. Seperti dilansir berbagai media massa pada Senin kemarin, Kamboja telah menyetujui pemberian akses eksklusif kepada Cina untuk mendirikan pangkalan angkatan laut di Ream Naval Base di Teluk Thailand.

Kabar ini dibenarkan oleh sejumlah pejabat AS dan sekutu, yang mengikuti isu ini. “Ini merupakan berita karangan paling paran yang pernah dibuat untuk menyerang Kamboja,” kata Hun Sen lewat situs pro pemerintah Fresh News pada Senin, 22 Juli 2019 seperti dilansir Aljazeera. Kesepakatan ini bisa meningkatkan kemampuan Cina untuk melakukan klaim teritorial dan klaim kepentingan ekonomi di kawasan sengketa Laut Cina Selatan. Ini membuat Cina bisa menantang negara Asia Tenggara lain dan AS. Hun Sen melanjutkan,”Hal seperti itu tidak bisa terjadi karena menampung markas militer lain bertentangan dengan Konstitusi Kamboja.”

Soal isu ini, juru bicara kementerian Pertahanan Kamboja, Chhum Socheat mengatakan kepada Reuters bahwa isu itu merupakan buatan dan tidak berdasar. Selama ini, Cina merupakan sekutu regional Hun Sen di kawasan ini. Cina juga telah menggelontorkan miliaran dolar bantuan pembangunan untuk Kamboja lewat berbagai proyek Belt and Road Initiative dan berbagai skema kerja sama bilateral lainnya.

Inisiatif BRI merupakan proyek global yang digagas Presiden Cina, Xi Jinping, pada 2013. Proyek ini bertujuan mengembangkan jaringan infrastruktur transportasi dan energi dari darat dan laut untuk menghubungkan Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Sejumlah perusahaan dan kasino asal Cina telah bermunculan di Kamboja lewat pendirian kawasan ekonomi khusus dalam beberapa tahun terakhir. Secara terpisah, SCMP melansir pemerintah AS menduga Kamboja menggandeng Cina untuk renovasi pangkalan angkatan laut Ream Naval Base. Ini karena Phnom Penh secara tiba-tiba membatalkan tawaran bantuan renovasi dari AS.

“Kami merasa khawatir setiap langkah dari pemerintah Kamboja untuk mengundang kehadiran militer Asing di Kamboja akan mengancam peran sentral ASEAN dalam mengkoordinasi pembangunan dan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara,” begitu pernyataan Kemenlu AS seperti dilansir Aljazeera.

 

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1228480/kamboja-bantah-bakal-tampung-pangkalan-militer-cina/full&view=ok

JAKARTA, KOMPAS.com — Baiq Nuril Maqnun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo setelah DPR menyetujui pertimbangan pemberian amnesti yang ia ajukan. Dalam rapat paripurna, semua perwakilan fraksi menyetujui pemberian amnesti atas surat yang dikirimkan Presiden Jokowi pada 15 Juli 2019. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DPR dan kuasa hukum yang telah setuju memberikan pertimbangan. Tampak Baiq didampingi oleh anak laki-lakinya, Rafi. "Terima kasih kepada bapak Presiden, terima kasih kepada anggota DPR, terima kasih kepada Ibu Rieke, terima kasih kepada semua kuasa hukum, terima kasih kepada lembaga yang tidak bisa saya sebut satu per satu," ujar Nuril saat ditemui seusai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/15145111/amnesti-disetujui-baiq-nuril-bilang-terima-kasih-pak-presiden-terima-kasih

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terkait kasus suap dan gratifikasi Gubernur Kepri (non-aktif), H Nurdin Basirun, Kamis (25/7/2019). Beberapa orang pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Tim KPK di Mapolresta Barelang Kota Batam. Satu di antaranya Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Kepri, Syamsuardi.

Setelah dimintai keterangan oleh KPK, tepat pukul 14.50 WIB, Syamsuardi keluar dari ruang pemeriksaan di Lantai 3 Mapolresta Barelang. Keluar dengan membawa sebuah tas, kata pertama yang keluar darinya tidak berkaitan dengan hasil pemberian keterangan kepada KPK. "Kaki saya sakit," ucap Syamsuardi sambil mengeluh. Dia tidak banyak berkomentar dan hanya terus berjalan menuju mobil miliknya.

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

 

 

Sumber :https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/usai-diperiksa-kpk-di-mapolresta-barelang-kepala-dpmptsp-kepri-syamsuardi-keluhkan-sakit-kaki

Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir-akhir ini, banyak orang tua yang dibuat resah lantaran anak-anak mereka ingin menggunakan Jam Tangan Pintar Imoo. Pasalnya, Smartwatch ini tidak murah harganya berkisar Rp999ribu-3,2 juta rupiah. Namun, di pasaran banyak pilihan jam tangan pintar selain Imoo. Berikut beberapa pilihan jam tangan tersebut. 

1. Bipbip Watch V.02


5 Jam Tangan Pintar untuk Anak Serupa Imoo

Jam tangan pintar ini menyediakan fitur telepon ke orang tua. Anak yang akan melakukan panggilan telepon dapat dengan mudah menekan tombol selama tiga detik, dan langsung terhubung ke nomor orang tua mereka.
Orang tua atau pengawas dapat mengunduh aplikasi Bipbip yang tersedia baik iOS maupun Android. Dengan aplikasi tersebut, para orang tua dapat melacak lokasi terkini, aktivitas, serta pengontrolan zona aman bagi anak mereka.
Di Indonesia, Bipbip Watch V.02 dijual dengan kisaran harga Rp 1,2-1,5 juta. Tersedia juga harga yang lebih murah untuk versi yang lebih lawas.

2. Wonlex Q50

Wonlex Q50 merupakan jam tangan pintar yang juga cocok untuk digunakan anak bagi para orang tua yang ingin terus mengawasi aktivitas anak mereka. Jam tangan pintar ini dapat melakukan panggilan telepon dua arah maupun panggilan SOS. Selain itu, jam tangan ini memiliki fitur untuk melakukan panggilan suara. Selain fitur berkomunikasi, orang tua juga dapat melacak lokasi anak mereka. Para orang tua juga dapat memonitor suara anak mereka dan melihat jejak rekam aktivitas melalui aplikasi. Jam tangan pintar ini dijual dengan kisaran harga Rp 100-300 ribu

3. Xiaomi Xiaoxun Smartwatch S2

Jam tangan pintar keluaran Xiaomi ini memiliki berbagai fitur yang juga tidak kalah menarik. Seperti fitur panggilan telepon, panggilan darurat, juga pelacakan lokasi dan aktivitas anak bagi orang tua lewat aplikasi. Jam tangan ini dilengkapi dengan teknologi AI. Dan dengan dukungan AI, jam tangan pintar ini memiliki kemampuan untuk menyanyikan lagu sampai dapat pula dijadikan teman mengobrol. Selain GPS, jam ini dilengkapi dengan dukungan kartu SIM tipe nano dan port micro USB. Jam tangan pintar ini berkisar harga Rp 500-600 ribu

4. uWatch GPS Tracker

Jam tangan pintar uWatch memiliki fitur yang tidak jauh berbeda dari jam tangan pintar lainnya. Fitur panggilan telepon, monitor suara, serta pelacakan lokasi terdapat di jam ini. Jam yang berbahan silicon rubber ini juga dilengkapi dengan fitur buku telepon, dan dijual dengan kisaran harga Rp 500 ribu sampai 1 juta

5. Imoo Watch

5 Jam Tangan Pintar untuk Anak Serupa ImooImoo Smartwatch (imoo)


Imoo mengeluarkan tiga varian jam tangan Y1, Z5, dan Z2. Untuk pilihan jam tangan yang lebih murah, pengguna bisa memilih Y1 yang dijual Rp999 ribu dan Z2 yang dilego Rp2,5 juta.  Pada varian yang paling tinggi, Imoo Z5, jam tangan bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Sebab, Imoo Watch Phone Z5 yang dilego Rp3,2 juta ini dilengkapi kamera lensa lebar 5 MP.  Sensor accelerometer pada jam tangan, membuat orang tua juga bisa mengetahui gerakan anak apakah anaknya sedang diam, berjalan, atau berlari.Waktu penggunaan smartwatch juga bisa dikendalikan. Orang tua bisa mengaktifkan mode dalam kelas, ketika anak sedang belajar. Sesama pengguna Imoo pun punya sarana komunikasi khusus. Imoo mengeluarkan Z2 sebagai penengah dari Imoo Z5 yang dianggap terlalu mahal karena dibanderol Rp3,2 juta dan Y1 yang tak memiliki fitur video call. (hrd/eks)

 

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190725112140-185-415351/5-jam-tangan-pintar-untuk-anak-lebih-murah-dari-imoo

TOKYO – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sukses melaju ke babak perempatfinal Jepang Open 2019usai mengandaskan wakil Thailand, Sitthikom Tammasin. Untuk memenangkan laga tersebut, Anthony harus bermain tiga gim dengan skor 20-22, 21-17,21-6.

Pertandingan melawan Sitthikom tersebut sejatinya bukan hal yang mudah bagi Anthony. Bagaimana tidak, pasalnya di gim pertama, tunggal berperingkat delapan dunia itu harus tertinggal dengan skor 5-13. Meski begitu, Anthony mampu bangkit dan mulai mengejar hingga membuat keadaan sama kuat 20-20 di gim pertama Anthony mengungkapkan bahwa pada gim pertama ia tidak bisa langsung masuk ke dalam permainan terbaiknya. Meski Anthony sudah berusaha main menyerang, namun hal itu dinilainya tak banyak membantu.

Anthony baru bisa benar-benar bangkit di gim kedua. Kala itu, Sitthikom sudah mengalami kelelahan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Tak ayal, kondisi tersebut langsung dimanfaatkan oleh Anthony untuk menekan dan mengumpulkan poin dengan cepat “Di gim pertama, feeling pergerakan dan pukulan saya tidak bisa langsung dapet. Saya sudah main menyerang seperti tipe main saya, tapi tidak bisa in juga," jelas Anthony, seperti dilansir dari laman resmi PBSI, Kamis (25/7/2019).

“Waktu di gim kedua, stamina lawan sudah tidak seperti di gim pertama yang masih fit. Dia banyak melakukan kesalahan sendiri, artinya stamina dia menurun, saya makin mempercepat tempo permainan,” tukasnya.

 

Sumber : https://sports.okezone.com/read/2019/07/25/40/2083392/ini-faktor-yang-bikin-anthony-comeback-lawan-wakil-thailand?

TABLOIDBINTANG.COM - Sebelum melangsungkan akad nikah, Siti Badriah sempat memohon restu pada sang ayah, Muhammad Husni. Di momen tersebut, Siti Badriah yang terlihat cantik dalam balutan kebaya berwarna putih dengan adat Sunda itu tak kuasa menahan harunya. Sambil berurai airmata, pelantun Lagi Syantik ini memohon maaf pada ayah dan ibunya. Momen tersebut terlihat dalam video siaran langsung di Instagram penyelenggara pernikahan Siti Badriahyakni @bantumanten.

"Bismillah. Bapak yang Neng cintai, hari ini akan dilaksanakan pernikahan Neng dengan calon suami pilihan Neng yang bernama Krisjiana Baharudin bin Sajid Baharuddin. Sedianya Neng minta maaf pak, kalau neng ada salah baik yang disengaja maupun yang terlupa," ujar Siti Badriah seraya mengusap air matanya.

"Neng mohon doa restu bapak sama emak dan mohon kiranya bapak berkenan menikahkan neng kepadanya. Dibawah bimbingan dan doa restu bapak dan emak semoga pernikahan Neng senantiasa berada dibawah lindungan dan ridho Allah SWT," sambungnya. Permintaan maaf itu pun dijawab ayah Siti Badriah dengan tak kalah haru. Muhammad Husni juga menyelipkan doa untuk putrinya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

"Neng Siti Badriah yang bapak sangat cintai, bapak dan emak maafkan dan apa yang selalu jadi harapan neng akan bapak penuhi. Doa restu bapak dan emak senantiasa mengringi kalian berdua agar senantiasa memperoleh kebahagiaan dan dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah dan dapat ridho Allah SWT Amiinn," jawab Husni.

 

Sumber : https://www.tabloidbintang.com/berita/polah/read/133700/siti-badriah-berurai-air-mata-saat-minta-restu-menikah

Page 8 of 74

Tentang Kami