Live Streaming
super me

super me

Page 7 of 71

Suara.com - Sempat ditangkap atas kasus Narkoba membuat Andika Kangen Band kapok. Bahkan hingga sekarang Andika sudah tak pernah mau lagi berurusan dengan barang haram tersebut. Meski demikian, Andika Kangen Band punya cara jitu bagaimana  melepaskan diri dari jeratan narkoba. Kata sang pelantun "Yolanda" ini, pergaulan menjadi salah satu faktor utama.

"Salah satunya bergaul, bergaul ituberpengaruh. Kita bergaul dengan orang tukang minyak wangi, kita lima tahun kedepan bakalan jadi tukang minyak wangi. Bergaul dengan pedagang, kita lima tahun ke depan jadi seorang pedagang," papar Andika Kangen Band, saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).  "Nah kalau kita main sama pemakai narkoba, kita bakalan tahu, lima tahun ke depan kita di penjara semua," sambungnya. 

Andika Kangen Band pun tahu betul bagaimana persis jika bergaul dengan kalangan pemakai narkoba. Di mana dirinya yang sempat diciduk pihak kepolisian hingga ditinggalkan oleh teman-temannya sesama pemakai. Hindari itu aja. Gue udah sering nih, kalau ketangkep lari semua, kita sendirian di dalam (penjara)," kata Andika Kangen Band.

Oleh sebab itu, dengan maraknya kasus narkoba yang kini akrab dengan artis, lelaki yang biasa disapa Babang Tamvan ini berharap agar si pemakai bisa direhabilitasi. Hal itu dirasa perlu, supaya si pengguna bisa kembali normal dan bukan menjebloskannya ke penjara.

"Buat seorang pemakai, gue harap pemerintah lebih baik direhabi deh. Karena mereka sebenarnya korban, kalau sudah BD (bandar) tembak mati aja, nggak apa-apa, itu yang rusaknya," kata Andika Kangen Band menegaskan. "Jadi kalau masalahanya, kalau beberapa teman yang barng buktinya nggak lebih dari 1 kg atau setengah kg atau se-ons, jangan lah dimasukin penjara, kasihan," tutur Andika Kangen Band.

 

Sumber : https://www.suara.com/entertainment/2019/07/25/063500/cara-andika-kangen-band-lepas-dari-jeratan-narkoba

KOMPAS.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/ Apriyani Rahayu, berhasil lolos ke perempat final Japan Open 2019. Pada babak kedua Japan Open 2019 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (25/7/2019), Greysia/Apriyani mengalahkan wakil China, Dong Wen Jing/Feng Xue Ying. Bertarung selama 47 menit, Greysia/Apriyani menang dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-17. Pada awal gim pertama, Greysia/Apriyani tampil baik dengan selalu unggul dalam perolehan poin.

Beberapa kali variasi serangan dari wakil Indonesia itu menyulitkan Dong Wen Jing/Feng Xue Ying, yakni dengan skor 6-3. Poin sempat sama menjadi 6-6, tetapi Greysia/Apriyani tetap tenang dan meladeni perlawanan lawan. Mereka unggul 11-10 pada interval gim pertama. Setelah interval, performa Greysia/Apriyani tetap stabil. Mereka bisa selalu unggul dalam perolehan poin.

Hingga gim pertama usai, Greysia/Apriyani unggul 21-17.  Pada gim kedua, Greysia/Apriyani tetap bisa tampil kompak dan menjaga fokus. Poin sempat sama 10-10, tetapi setelah itu Greysia unggul 13-10. Greysia/Apriyani kemudian bisa tetap tenang menghadapi tekanan lawan. Mereka berhasil menjaga keunggulan dan menutup gim kedua dengan skor 21-17. Greysia/Apriyani pun lolos ke babak perempat final Japan Open 2019.

Sebelumnya, ada 17 wakil Indonesia yang turun di Japan Open 2019. Namun, enam di antaranya sudah gugur di babak pertama, dua di antaranya pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, dan pemain tunggal putri, Fitriani. Sebelas wakil Indonesia yang akan bertarung pada babak kedua terdiri atas 3 di tunggal putra, 1 tunggal putri, 4 ganda putra, 1 ganda putri, dan 2 ganda campuran. Berikut jadwal lengkap pertandingan wakil-wakil Indonesia di babak kedua Japan Open 2019: Pukul 08.10 WIB - Tommy Sugiarto vs Wong Wing Ki Vincent (Hong Kong)

- Greysia Polii/ Apriyani Rahayu vs Dong Wen Jing/Feng Xue Ying (China) Setelah pukul 09.00 WIB*

- Anthony Sinisuka Ginting vs Sitthikom Thammasin (Thailand) Pukul 10.40 WIB*

- Gregoria Mariska Tunjung vs Tai Tzu Ying (Taiwan) Pukul 11.30 WIB*

- Jonatan Christie vs Ng Ka Long Angus (Hong Kong) Pukul 13.10 WIB*

- Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Chang Tak Ching/Ng Wing Yung (Hong Kong) Pukul 14.50 WIB* -

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris)

- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) Pukul 15.30 WIB*

- Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol (Korea Selatan)


 

Sumber : https://olahraga.kompas.com/read/2019/07/25/09063708/hasil-japan-open-2019-greysiaapriyani-tembus-perempat-final?

Surabaya - Dalam sebulan terakhir, Polda Jatim menangani dua kasus pencabulan oknum guru terhadap murid laki-lakinya. Yang pertama, Kepala SMP swasta di Surabaya AS (40) yang mencabuli enam siswanya. Kemudian pencabulan oleh oknum guru pembina ekstrakurikuler pramuka MM (30) terhadap 15 murid. Menanggapi dua kasus tersebut, lembaga pemerhati dan perlindungan anak, Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengecam keras aksi pelecehan oleh guru. Ketua SCCC Edward Dewaruci menegaskan, upaya pencegahan penting agar kejadian tak terulang.

Edward menambahkan, pencegahan bisa dilakukan dengan peningkatan kepedulian sosial terhadap anak-anak. Hal ini bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat, misalnya orang tua. "Pencegahan bukan hanya sosialisasi, ndak melulu itu. Bisa program ketahanan keluarga. Jadi bagaimana keluarga itu betul-betul bisa membuat anak terjamin dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Itu yang harus diintervensi oleh pemerintah supaya dia memiliki ketahanan dan kekuatan," papar Edward kepada detikcom di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

"Mesti dievaluasi selama ini pemerintah daerah, pemerintah provinsi bahkan mungkin kecamatan punya program seperti apa untuk melakukan pencegahan dan kepedulian sosial itu," imbuhnya. Tak hanya itu, Edward mengatakan proses rehabilitasi dan pendampingan untuk korban memang sudah berjalan. Namun, Edward menyebut jangan sampai kasus pelecehan ini terlanjur terjadi. Edward menekankan proses pencegahan memang lebih penting. "Kalau penanganan kasusnya, terus untuk rehabilitasi korban kan sudah berjalan. Tapi kan dengan jumlah yang terus ada, harus ada kegiatan untuk terus berjalan, gitu yang penting," ucap Edward.'

"Jadi ndak bisa sekadar pendekatan hukuman berat begitu, tapi itu kan kalau hukuman berat kalau sudah terlanjur terjadi. Kalau terlanjur terjadi kan pemulihannya akan lebih susah. Tapi kalau pencegahan insya Allah jumlah kasusnya turun," lanjutnya. Kemudian melihat kasus yang terungkap akhir-akhir ini, Edward mengatakan, tren pelaporannya naik. Justru hal ini baik karena korban sudah mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi untuk ditangani lebih lanjut.

"Tapi kalau dilihat dari tren peningkatan laporan, berarti keberanian untuk melapor sudah cukup bagus. Ini kan banyak yang sudah terungkap, jadi sudah cukup mau melapor. Tapi jangan semua jadi laporan tapi ndak ada pencegahan," pungkasnya. (sun/bdh)

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4638442/kasus-pencabulan-guru-menyeruak-pemerhati-anak-sarankan-pencegahan?_ga=2.209313170.1279176802.1563852226-1333018960.1563852226

Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utaramenembakkan dua Rudal jarak pendek pada Kamis pagi (25/7). Rudal tersebut diarahkan ke laut di dekat Wonsan. Seorang pejabat di kementerian pertahanan Korea Selatan kepada Reutersmengaku bahwa rudal itu terbang sekitar 430 km (267 mil) dan mencapai ketinggian 50 km (30 mil) sebelum jatuh ke Laut Timur. 

Kyodo News Jepang yang mengutip sumber pemerintah menyebut rudal itu tidak mencapai zona ekonomi eksklusif Jepang dan tidak berdampak pada keamanan nasional Jepang. Militer Korea Selatan mengatakan itu merupakan uji coba rudal pertama sejak pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sepakat melanjutkan pembicaraan denuklirisasi saat mereka bertemu di zona demiliterisasi (DMZ) pada akhir Juni. Penembakan rudal balistik pun kini menimbulkan keraguan pada upaya perundingan denuklirisasi tersebut.

Sementara itu, Gedung Putih, Pentagon, dan Departemen Luar Negeri AS tidak mau berkomentar. Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan: "Kami mengetahui laporan proyektil jarak pendek yang diluncurkan dari Korea Utara. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut." Amerika Serikat dan Korea Utara telah berjanji untuk segera mengadakan putaran baru perundingan, namun Pyongyang meradang setelah militer AS dan pasukan Korea Selatan melakukan latihan bersama.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara awal bulan ini mengatakan bahwa Washington "mengingkari komitmennya secara sepihak" dengan mengadakan latihan militer dengan Korea Selatan. Hal tersebut membuat Pyongyang mempertimbangkan kembali komitmennya sendiri untuk menghentikan tes senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua. "Korea Utara jelas kesal karena AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer bersama," kata Harry Kazianis dari peneliti Pusat Kepentingan Nasional Washington. Korea Utara terakhir kali melakukan Fuji coba nuklir pada Mei lalu termasuk rudal jarak pendek serta roket kecil. Saat itu Kim mengawasi langsung penerbangan pertama uji coba.

Kemudian pada Selasa, kantor berita KCNA melaporkan Kim memeriksa kapal selam baru, salah satu sistem persenjataan perang tercanggihnya. Ini bisa menjadi sinyal kelanjutan pengembangan program rudal balistik (SLBM) yang diluncurkan kapal selam. (dea)

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190725082658-113-415290/korut-tembakkan-dua-rudal-jarak-pendek

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum meledakkan diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019 lalu, pasangan suami istri RRZ dan UHS rupanya mengikuti program indoktrinasi terlebih dahulu di Indonesia. Hal itu diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). "Rekam jejaknya, kedua orang yang bersangkutan mengikuti indoktrinasi, brain wash, penanaman nilai-nilai dari paham radikal ekstrem tersebut," kata Dedi.

oal siapa yang melakukan brain wash, Dedi belum dapat memastikannya. Namun, yang pasti keduanya terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Makassar. Dalam momentum brain wash itu, lanjut Dedi, pasutri tersebut juga telah menyatakan kesanggupan untuk meledakkan diri di gereja Filipina. "Ada juga kesanggupan yang bersangkutan untuk menjadi pengantin, suicide bomber," ujar Dedi. Diketahui, pasutri tersebut memasuki Filipina secara ilegal pada Desember 2018. Adapun, aksi meledakkan diri dilakukan sekitar satu bulan setelahnya.

Namun, tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami apakah penentuan target pengeboman juga dilakukan di Indonesia atau usai keduanya sudah masuk ke Filipina. Oleh sebab itu, komunikasi keduanya dengan JAD dan komunikasi JAD dengan teroris di Filipina juga akan didalami. "Sebelum dia melakukan ( bom bunuh diri), tentunya kan ada komunikasi dulu, komunikasi dengan pihak sana juga," tutur dia.

Salah satu yang disasar Densus demi mencari titik terang kasus ini adalah menangkap Andi Baso. Ia adalah anggota JAD Makassar yang membantu memasukkan RRZ dan UHS ke Filipina. Andi Baso saat ini juga sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atas perannya dalam peledakan di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 2016 silam.  Berdasarkan informasi sementara, Andi Baso saat ini sedang berada di Filipina. Polri bekerja sama dengan kepolisian Filipina untuk mengejar Andi.  

 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/08281771/sebelum-ledakkan-gereja-filipina-pasutri-rrz-uhs-diindoktrinasi-di-indonesia

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- PLN UP3 Tanjung Pinang akan melakukan pemadaman bergilir. Pemadaman tersebut dimulai Kamis (25/07/2019), pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Pelaksana harian (Plh) Manager Perencanaan, Silvia Iriani menyampaikan, selama 7 kali, dengan waktu dan hari yang berbeda masih dilakukan pemadaman.

"Mulai Kamis (25/7/2019), Sabtu (27/07/2019), Minggu (28/07/2019), Selasa (30/072019), Rabu (31/07/2019), Kamis (01/08/2019), Sabtu (03/07/2019), Selasa (06/08/2018)," ucap Silvia, Kamis (25/07/2019).Untuk wilayah pemadaman terdapat di beberapa daerah di Tanjung Pinang dan beberapa daerah di Kabupaten Bintan. Silvia menyebutkan, pemadaman bergilir dalam rangka meningkatkan keandalan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

"Maka dilakukan pekerjaan pemeliharaan jaringan distribusi, mohon maaf atas ketidaknyamanannya," sebut Silvia.(tribunbatam.id/endra kaputra)




Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/tujuh-hari-ke-depan-pln-berlakukan-pemadaman-listrik-bergilir-di-tanjungpinang-dan-bintan

KOMPAS.com - Rumor soal iPhone generasi berikutnya, atau kita sebut saja iPhone 11, sudah banyak beredar di dunia maya. Kabar terbaru, Apple disebut akan meluncurkan tiga model iPhone 11, seperti tahun lalu. Ketiga model ini akan ditenagai chipset Apple A13 yang diberi kode nama Cebu, model T8030.

Menurut sumber yang konon sudah melihat langsung ponsel ini, iPhone 11 akan tetap dilengkapi port lightning. Jika benar, spekulasi soal iPhone yang hijrah ke port USB C karena iPad pro sudah menggunakannya lebih dulu, akan terbantahkan. Model iPhone 11 dengan kode D42 (iPhone 12,3) kabarnya akan menggantikan iPhone XS 2018, model D43 (iPhone 12,5) akan menggantikan XS Max, dan terakhir model N104 (iPhone 12,1) akan menggantikan iPhone XR. Model D42 dan D43 akan sama-sama dilengkapi dengan fitur 3x OLED Retina Display. Sementara model N104 yang kemungkinan mengusung spesifikasi paling rendah di antara ketiganya, akan dibekali fitur 2x Liquid Retina Display seperti generasi iPhone yang beredar saat ini. Baca juga: 12 Tahun Lalu iPhone Dicemooh Saat Meluncur Pertama Kali Dirangkum KompasTekno dari 9to5Mac, Rabu (24/7/2019), resolusi ketiga iPhone 11 ini akan sama dengan pendahulunya.

iPhone 11 nantinya juga akan disematkan mesin baru bernama "Taptic Engine". Mesin ini diberi kode nama leap haptics. Belum diketahui pasti apa fungsinya, tapi dilihat dari kode namanya, kemungkinan mesin ini akan meningkatkan sensitivitas sentuhan atau "Haptic Touch" mengingat rumor yang beredar saat ini menyebut fitur 3D Touch akan dihilangkan. Fitur "Haptic Touch" mulai dihadirkan Apple di iOS 13 yang bisa digunakan di iPad dan iPod Touch. Fitur ini bisa menggantikan fungsi 3D Touch karena sama-sama membutuhkan gestur tekanan layar agak lama. Dengan menambahkan mesin khusus "Taptic Engine" dan dukungan khusus fitur "Haptic Touch" di iOS 13, diharapkan pengguna akan bisa mudah menyesuaikan operasional meski 3D Touch dihilangkan.

iPhone sudah sering dirumorkan akan menyematkan triple-camera seperti ponsel Android kebanyakan. Kabarnya, model D42 yang akan menggantikan iPhone XS akan mulai dilengkapi dengan modul tiga kamera di belakang. Susunannya akan persegi, seperti yang digunakan Huawei Mate 20. Hanya saja, susunan lensa dan LED flash-nya zig-zag bukan simetris. Salah satu kamera disebut akan berfungsi sebagai wide-angle yang dibekali fitur bernama Smart Frame. Fitur ini kabarnya akan memudahkan pengguna untuk melakukan framing dalam menangkap gambar atau perekaman video.

Di kamera depan, Apple akan melakukan sedikit perubahan. Kamera depan iPhone 11 akan mendukung fitur slow-motion atau gerak lamban pada 120fps. Tiga model iPhone 11 kabarnya akan meluncur bulan September, seperti jadwal peluncuran iPhone tahun-tahun sebelumnya.


Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2019/07/24/16170007/rumor-tiga-versi-iphone-11-menyeruak

KOMPAS.com - Ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis Japan Open 2019. Dalam laga babak pertama di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Jepang, Rabu (24/7/2019), Marcus/Kevin mengalahkan pasangan China, He Ji Ting/Tan Qiang. Bertarung selama 27 menit, pasangan dengan julukan The Minions ini menang straight game 21-18, 21-12. Hasil ini kian menegaskan dominasi Marcus/Kevin atas He/Tan.

Dari total enam pertemuan dengan pasangan ranking 10 dunia tersebut, Marcus/Kevin menang 5-1. Satu-satunya kekalahan ganda putra nomor satu dunia ini terjadi pada pertemuan pertama mereka dalam ajang Malaysia Open 2018 pada 29 Juni. Duel kedua pasangan ini sempat berlangsung ketat pada awal gim pertama. He/Tan mampu menjaga jarak dengan Marcus/Kevin, yang berstatus juara bertahan turnamen level Super 750 ini.

Bahkan, He/Tan sempat memimpin 6-5. Tetapi setelah itu, Marcus/Kevin berbalik unggul usai meraih tiga angka berturut-turut. Setelah itu, pasangan peraih medali emas Asian Games 2019 ini tak terbendung lagi. Meski He/Tan sempat menipiskan jarak saat tertinggal 18-19, Marcus/Kevin kembali menjauh dan menang 21-18.

Pada gim kedua, Marcus/Kevin lebih nyaman bermain karena selalu unggul dalam perolehan poin. He/Tan sempat menyamakan skor menjadi 2-2, tetapi setelah itu mereka tak mampu mengejar. Marcus/Kevin sempat unggul jauh 10-3, sebelum lawan menambah tiga poin sehingga skor menjadi 11-6 saat jeda interval.

He/Tan terus mengejar dan membuat kedudukan menjadi 10-14, tetapi Marcus/Kevin kembali menjauh dan mengakhiri laga dengan kemenangan 21-12. Pada babak kedua, Marcus/Kevin bertemu pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dalam perebutan tiket ke perempat final.

 

Sumber : https://olahraga.kompas.com/read/2019/07/24/16195948/japan-open-2019-marcuskevin-hanya-perlu-27-menit-untuk-lolos-ke-babak-kedua

Suara.com - Kriss Hatta menyebutkan motif di balik pemukulan yang dilakukannya terhadap Anthony Hilenaar, April lalu. Rupanya, aktor sekaligus presenter itu kesal karena pacarnya diganggu. "Karena pacar saya diganggu oleh pelapor," kata Kriss Hatta saat dirilis polisi di Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019).

Saat ditanya apakah menyesal atau tidak, Kriss Hatta memilih tak berkomentar. "No comment," katanya sambil tersenyum. Sebelumnya, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono membeberkan kronologis pemukulan yang dilakukan Kriss Hatta terhadap Anthony Hilenaar.

Peristiwa itu terjadi di sebuah klub malam. "Temannya korban (pelapor) dengan pelaku (Kriss Hatta) cekcok, korban datang melerai, dia (Anthony Hilenaar) merasa terkena pukulan," ujar Argo Yuwono. Pihak kepolisian pun telah melakukan pemeriksaan terhadap kelima saksi. CCTV di klub malam itu juga telah diperiksa dan menjadi bukti tindak penganiayaan yang dilakukan Kriss Hatta.

Kriss Hatta Ditangkap pada Rabu (24/7/2019) pagi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Akibat perbuatannya, Kriss Hatta dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

 

Sumber :https://www.suara.com/entertainment/2019/07/24/151529/alasan-kriss-hatta-pukul-anthony-pacar-saya-diganggu

Tasikmalaya - Seorang anak di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban Asusila. Korban yang masih berusia 14 tahun ini dicabuli oleh ayah tirinya sendiri di rumah. Kejadian bermula saat korban diminta ayah tirinya, AS (54), untuk membuat mi. Namun korban menolak hingga timbul pikiran cabul pada otak AS."Korban diminta masak mi, tapi dia menolak. Terus korban dicabuli dengan cara ditarik, dibekap dan diancam agar jangan bilang pada ibunya," ujar Kapolresta Tasikmalaya AKBP Febry Kuriniawan Ma'ruf, Rabu (24/7/2019).

Di bawah ancaman tersebut, korban pun tak bisa berkutik. Hingga akhirnya terjadi tindak pidana pencabulan. Singkat cerita, ibu korban mengetahui perbuatan tersebut dan melaporkannya ke kepolisian. Tak perlu waktu lama, AS langsung ditangkap. Sementara itu AS mengaku hanya satu kali berbuat cabul pada anaknya. "Hanya sekali, saya khilaf," kata AS.

Selain mengamankan AS, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti daster kuning motif bunga dan celana warna biru milik korban yang menjadi saksi bisu tindak pencabulan.

AS kini telah ditahan di Mapolresta Tasikmalaya dan dijerat Pasal 81 ayat (3) dan Pasal 82 ayat (2) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 
(tro/tro)

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4637625/ayah-di-tasikmalaya-cabuli-anak-tiri-saat-disuruh-masak-mi?_ga=2.239318403.1279176802.1563852226-1333018960.1563852226

Page 7 of 71

Tentang Kami