Live Streaming
super me

super me

Page 5 of 71

Ponorogo - Setelah dua hari diselidiki, polisi akhirnya menangkap pembunuh Hervina Rahma Sari (19) yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Galok di Desa/ Kecamatan Sampung. Pelaku adalah kekasih korban sendiri. Pelaku adalah Joko Harmanto (26), warga Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Ponorogo.  "Pelaku ditangkap di salah satu rumah sakit di Ponorogo saat menunggu istrinya," tutur Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Kamis (25/7/2019).

Radiant mengatakan Joko memiliki hubungan asmara dengan korban sejak Februari 2019. Tapi pada bulan Maret 2019, pelaku ternyata menikah dengan wanita lain.  Selama menjalin hubungan, kata Radiant, mereka telah melakukan hubungan intim sehingga tumbuh benih di rahim korban. Saat benih itu sudah berusia 6 bulan, korban meminta tanggung jawab Joko. "Karena bingung dan takut istrinya mengetahui hubungan gelapnya dengan korban terbongkar, akhirnya pelaku berniat membunuh korban," terang Radiant. 

Pelaku merencanakan pergi ke Telaga Sarangan, Magetan bersama korban pada Senin (22/7) siang. Biasanya pelaku mendatangi rumah korban saat mau berkencan. Tapi hari itu korban disuruh ke Terminal Seloaji untuk selanjutnya pergi bersama ke Telaga Sarangan, Magetan

Sesampainya di sana ternyata kondisi ramai, pelaku akhirnya mengajak pulang korban. Di tengah perjalanan pulang pada Selasa (23/7) dini hari, pelaku menemukan tempat sepi disekitar Jembatan Galok. Dia pun berpura-pura ingin buang air kecil. 

Korban pun mengikuti dari belakang. Saat berpura-pura buang air kecil, pelaku mencekik korban. "Korban lalu dicekik lehernya, karena sempat ada perlawanan. Korban dan pelaku terjatuh ke bawah jembatan. Dibawah jembatan, korban dibenturkan kepalanya ke kaki jembatan hingga meninggal," jelas Radiant.

Setelah membunuh, barang-barang korban seperti tas, helm, telepon genggam dan sim card dibuang Joko di Jembatan Asembuntung. Joko ternyata seorang residivis. Pria 26 tahun itu residivis dalam kasus penganiayaan.
Data dari kepolisian, atas kasus penganiayaan yang dilakukannya, Joko ditahan di Lapas Porong, Sidoarjo. Tahun 2018 lalu dia baru keluar dari rumah tahanan. Setahun bebas ternyata tidak membuat niat jahat Joko terkekang. Dia pun memacari Hervina yang saat itu masih bersekolah di SMKN 1 Ponorogo dan dipacarinya.

Joko yang seorang pedagang sayur itu disebut polisi dikenal sebagai playboy. Dia mempunyai 7 pacar, termasuk korban. Radiant mengatakan selain berpacaran dengan Hervina, Joko juga memiliki hubungan asmara dengan 6 wanita lainnya. Bahkan salah satunya bekerja sebagai TKI di Taiwan. 

Radiant tidak mengerti bagaimana pelaku bisa memadu kasih dengan 7 perempuan. Motor yang digunakan pelaku saat ini, uang mukanya dibayar oleh salah satu kekasihnya. "Motor itu juga yang dipakai untuk berpacaran dengan korban," terang Radiant. Motor Honda BeAT bernopol AE 3387 WM tersebut kini disita sebagai barang bukti. 

"Padahal kondisi istri pelaku saat ini sedang sakit dan dirawat di rumah sakit," tandas Radiant.

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4639949/bunuh-pacar-yang-hamil-6-bulan-akhiri-kisah-cinta-playboy-asal-ponorogo?_ga=2.42580517.1279176802.1563852226-1333018960.1563852226

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Kamis (25/7) pagi Korea Utara (Korut) melepaskan dua tembakan misil atau rudal kendali ke laut. Tembakan yang dilakukan di pantai timur negara itu menjadi uji coba misil pertama sejak Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju untuk melanjutkan perundingan denuklirisasi Semananjung Korea. 

Pejabat Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan misil tersebut ditembakkan dari  kota pelabuhan Wonsan. Terbang sejauh sekitar 430 kilometer ke arah laut dan naik sampai ketinggian 50 kilomter sebelum akhirnya jatuh tenggelam.

Tembakan misil tersebut membuat rencana dimulainya perundingan denuklirisasi yang sempat terhenti kembali dipertanyakan. Korut dan AS sepakat untuk memecahkan kebuntuan di antara mereka setelah Trump dan Kim bertemu di perbatasan Korsel-Korut pada akhir Juni lalu.      

Gedung Putih, Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar tentang hal. Pejabat AS yang menolak disebutkan namanya mengatakan berdasarkan informasi saat ini setidaknya Korut melepaskan satu tembakan rudal jarak pendek.

Pejabat tersebut mengatakan saat ini masih dilakukan analisis tentang tembakan tersebut. Sebelumnya, Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan mereka mendekteksi tanda-tanda tembakan.  Korsel menambahkan kini mereka sedang menganalisis tembakan terseut dengan AS. Kantor berita Kyodo melaporkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan negara tidak terkena dampak apa pun dari uji coba misil tersebut. "Kami telah konfirmasi situasi ini tidak memberikan dampak pada keamanan nasional kami, lebih lanjut kami akan bekerja sama dengan Amerika Serikat," kata Abe seperti yang dikutip Kyodo.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton belum mengatakan apa pun tentang ujicoba yang dilakukan Korut ini. Ia sedang mengunjungi Korsel untuk membahas banyak isu internasional dengan pemimpin-pemimpin Negeri Ginseng itu termasuk tentang Korut.   

Bolton salah satu pejabat pemerintah Trump yang kerap mengambil sikap keras terhadap Korut. Di Seoul, ia hanya sempat mencicitkan pertemuannya dengan pemimpin-pemimpin Korsel berjalan produktif. 

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/korut-diduga-kembali-uji-coba-rudal/ar-AAEPFDh

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta kehilangan seorang tokoh penting dalam penyusunan sejarah kota yang dulunya bernama Batavia ini. Pater Adolf Heuken, sang penulis sejarah Jakarta meninggal dunia pada Kamis (25/7/2019) malam. Dikutip dari Facebook Keuskupan Agung Jakarta, Heuken menghembuskan napas terakhir pada pukul 20.27 di RS St. Carolus, Jakarta. Jenasah akan disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius hari ini, Jumat (26/7/2019) pukul 08.00.

Selanjutnya akan dilakukan misa requiem di Kapel Kolese Kanisius di hari yang sama pada pukul 19.00. Pada pukul 21.30, jenazah akan diberangkatkan ke Girisonta. Misa Pelepasan di Girisonta akan dilakukan pada Sabtu (27/7/2019) pukul 10.00 dilanjutkan Pemakaman.

Kamus Hidup Jakarta

Dikutip dari Kompas, 13 April 2017, Pater Heuken masuk Indonesia tahun 1961. Pria kelahiran Coesfeld, Jerman, tanggal 17 Juli 1929 itu sebelumnya ditahbiskan sebagai pastor dari Ordo Serikat Jesus (SJ) tahun 1961 di Jerman. Dia sempat tiga tahun berkarya di Yogyakarta sebagai dosen, tahun 1963 ia menetap hingga sekarang di Jalan Mohamad Yamin Nomor 37, Jakarta.

Awalnya, Heuken membantu menjadi pastor di Paroki Mangga Besar dan mengajar di Atma Jaya. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai penulis. Heuken menulis buku-buku rohani mulanya. Tetapi kemudian dia justru jatuh cinta menulis tentang sejarah-sejarah kota Jakarta.

Heuken berburu bahan, membacanya, mendatangi beratus-ratus tempat, merajutnya sebagai sejarah, dan menuliskannya dalam puluhan buku. Namun, buku tentang kota lama Jakarta belum lengkap, banyak campur aduk antara fiksi dan fakta. Ia pun mencari bahan dan buku-buku lain di berbagai negara, dari berbagai bahasa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan Portugis.

Berbagai penghargaan diterimanya, antara lain dari Pemerintah Indonesia bersama Pater PJ Zoetmulder SJ (almarhum) memperoleh penghargaan Satya Lencana Kebudayaan.

Karya Heuken Beberapa karya Heuken yang telah terbit yakni sebagai berikut:

1. Sedjarah Gereja Katolik di Indonesia, Jakarta (1971)

2. Kamus Politik Pembangunan, Yogyakarta (1973)

3. Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta, I-III, Jakarta (1999)

4. Historical Site of Jakarta, Jakarta dan Singapura (2000)

5. Menteng "Kota Taman" Pertama di Indonesia, Jakarta (2001)

6. The Earliest Portuguese Sources for The History of Jakarta, Jakarta (2002)

7. Seri Gedung-Gedung Ibadat yang Tua di Jakarta: Gereja, Masjid, Klenteng, Jakarta (2003)

8. 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta, Jakarta (2007)

9. 150 Tahun Serikat Jesus Berkarya di Indonesia, Jakarta (2009)

10. Kamus Indonesia-Jerman, Jakarta (2012)

11. Atlas Sejarah Jakarta, Jakarta (2014)

12. Sejarah Jakarta Dalam Lukisan dan Foto, Jakarta (2017)


TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah Saksi yang diperiksa oleh KPK di Lantai 3 Polresta Barelang menghindar dari kejaran wartawan. Ketiga orang tersebut merupakan pihak swasta. nformasi yang di himpun Tribunbatam.id, para pengusaha yang dimintain keterangan oleh KPK yakni Kock MengJhon Kenedy dan Hartono.

Ketiga orang ini kabur dari kejaran wartawan dan melewati pintu atas bagian kiri. Sepertinya ia sudah mengetahui awak media menunggu dilobi bawah. Ketika lewat pintu samping, sopirnya sudah menunggu didepan ruangan. Sekejap para saksi ini langsung lari dari kejaran awak media.

Untuk diketahui, ini merupakan hari kedua KPK melakukan pemeriksaan di Polresta Barelang. Beberapa orang pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Tim KPK di Mapolresta Barelang Kota Batam. Satu di antaranya Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Kepri, Syamsuardi. "Kaki saya sakit," ucap Syamsuardi sambil mengeluh. Dia tidak banyak berkomentar dan hanya terus berjalan menuju mobil miliknya.

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Tak hanya Syamsuardi, sosok pengusaha bernama Kock Meng pun terungkap. Menggunakan kemeja lengan panjang dengan motif garis-garis, Kock Meng hanya berlalu begitu saja tanpa memberikan komentar. Dia tampak didampingi kuasa hukumnya, James Sibarani. Menggunakan topi, Kock Meng terus menghindar dari awak media.

Terungkap pula, sosok wanita berkemeja cokelat tadi yang juga mendampingi Kock Meng.Duduk perkara suap dan gratifikasi Gubernur Kepulauan Riau (non aktif) Nurdin Basirun, mulai kasus reklamasi hingga KPK telisik kasus lain

Rabu (24/7/2019), penyidik KPK memeriksa 8 orang saksi terdiri dari pihak Pemprov Kepri dan swasta. Sehari sebelumnya, KPK menggeledah 9 titik di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun. KPK sedang mengumpulkan barang bukti terkait gratifikasi terhadap Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Pasalnya, selain uang suap reklamasi Tanjungpiayu, KPK menemukan uang hampir Rp 6 miliar di rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang.

1. Nurdin Basirun ditangkap di rumah dinas 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditangkap di rumah dinas gubernur pada 10 Juli 2019. Sebelumnya KPK menangkap Abu Bakar, pihak swasta yang menyerahkan uang ke Budi Hartono, Kabid Perikanan Tangkap Provinsi Kepri di Pelabuhan Sri Bintanpura, Tanjungpinang. OTT KPK berkaitan dengan suap izin prinsip reklamasi Tanjungpiayu, Batam.

"Tim KPK menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dan diketahui adanya dugaan penyerahan uang, tim KPKmengamankan ABK (Abu Bakar), swasta, di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam.

"Dari tangan BUH (Budi), KPK mengamankan uang sejumlah 6.000 dollar Singapura. Setelah itu, KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan," kata Basaria.

2. Penetapan tersangka

Setelah diperiksa secara intensif, KPK menetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri Budi Hartono dan Kepala DKP Kepri Edy Sofyan sebagai tersangka terduga penerima suap. Sementara Abu Bakar selaku pihak swasta juga dijerat sebagai terduga pemberi suap. Suap itu terkait terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Kepulauan Riau Tahun 2018/2019.

Di luar penerimaan suap, KPK menduga Nurdin menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Gubernur Kepulauan Riau. Hal itu mengingat temuan uang dalam pecahan mata uang asing di rumah dinas Nurdin. Basaria mengatakan, KPK masih mendalami lebih lanjut soal dugaan penerimaan gratifikasi itu.

3. Uang Suap

KPK menyita uang miliaran rupiah terkait penangkapan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Total uang yang disita sekitar Rp 6,1 miliar. 

Rabu, 10 Juli 2019 
+ 17.30 WIB
DIMANA: Di kapal Ferry sebuah hotel dekat pelabuhan Tanjung Pinang.
SIAPA: Abu Bakar (penyuap, suruhan Kock Meng; pengusaha di Batam), Edy Sofyan (Kadis DKP Kepri) dan Budi Heru (pejabat eselon III DKP Kepri)
BERAPA: TOTAL: Rp 157,8 Juta
+ 11.000 SIN Dolar = Rp 112.8 juta 
+ Rp 45 juta

* 19.20 WIB
DIMANA: Rujab Gubernur Kepri di Tanjung Pinang
SIAPA: Gubernur Kepri Nurdin Basirun
BAGAIMANA: Tim KPK menyita uang dari rujab dan menangkap Nurdin lalu dibawah ke Mapolres Tanjung Pinang
BERAPA: TOTAL : Rp 474,2 juta
+ 43.942 dollar Singapura= Rp450.325.533
+ 5.303 dollar AS = Rp74.104.092
+ 5 euro = Rp 17.000
+ 407 Ringgit Malaysia = Rp1,388 juta
+ 500 Riyal Arab Saudi: = Rp1,8 juta
+ Rp 132, 61 juta

KAPAN: Jumat (12/7/2019) 
SIAPA: Nurdin Basirun
DIMANA: Rujab Gubernur di Tanjung Pinang, Kepri
BAGAIMANA: Nurdin Basiru dan 3 tersangka lain sudah jalani pemeriksaan + 48 jam di Gedung Merah Putih KPK. Tim Penyidik kirim tim lagi ke Tanjung Pinang. KPK temukan 13 wadah tas dan kardus berisi uang 
BERAPA: TOTAL: Rp 5,36 Miliar
+ Rp 3,5 miliar
+ 33.200 USD = Rp 464,251 juta
+ 134.711 SIN Dolar = Rp 1,38 Miliar

 Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2019) mengatakan,  jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita penyidik KPK saat menggeledah rumah Nurdin sebanyak dua kali.

"Jadi uang itu kami temukan dan itulah kemudian yang kami duga berasal dari gratifikasi. Persisnya terkait apa saja secara rinci tentu belum dapat kami sampaikan saat ini. Secara umum kami sampaikan gratifikasi itu berhubungan dengan jabatannya," kata Febri.

4. Muncul nama Kock Meng

Muncul nama Kock Meng, seorang pengusaha di Batam terkait izin prinsip pemanfaat wilayah laut di Tanjungpiayu.  Ketua Ketua RT 001 RW 010 Tanjung Piayu, Abdul Rahman mengaku, salinan dokumen “provinsi” itu justru diperoleh dari Kock Meng, bukan Abu Bakar.

Dokumen pertama izin prinsip. Dokumen kedua denah lokasi reklamasi. Satu dokumen berjudul Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut. Selembar surat diregister dengan No 120/0797/DKP/SET” Izin diteken Gubernur Kepri Dr H Nurdin Basirun Sos MSi, Selasa, 7 Mei 2019, atau dua hari setelah Ramadan 1440 Hijriyah. Dokumen kedua adalah denah lokasi lampiran “izin reklamasi’. Judulnya: Peta Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut Saudara Kock Meng.

Di dokumen pertama, nama Kock Meng dituliskan dua kali. Penyebutan pertama di paragrap awal “Menindaklanjuti Surat Permohonan Saudara Kock Meng Nomor 018/PerLAM/BTM/2018 tanggal 1 Oktober 2018 dan Nomor 019/PerLAM/BTM/2019 tanggal 3 April 2019 permohonan izin prinsip pemanfaatan ruang laut dengan Tujuan untuk Pengembangan Pariwisata dengan membangun rumah kelong di Perairan Pesisir dan Laut Tanjung Piayu Kota Batam,”

Di dokumen itu nama Kock Meng kembali disebut, dalam konteks identitas pemohon reklamasi. Selasa (24/7/2019), tim KPK juga mendatangi ruko Kock Meng di Kompleks Nagoya City Center Blok H No 6, RT 002/003 Kelurahan Lubak Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

5. Geledah 9 lokasi

Petugas KPK akhirnya selesai melakukan penggeledahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri. Diketahui selama enam jam petugas KPK melaksanakan penggeledahan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan di kantor Dinas Perhubungan Prov Kepri, Selasa (23/07/2019) malam

Pantauan Tribunbatam.id, sebanyak dua koper berwarna hitam, dan abu-abu dibawa kedalam kendaraan mobil. Sementara itu, dua box berwarna hitam dan kuning juga turut dimasukan kedalam kendaraan mobil.

Dalam penggeledahan KPK di Tanjungpinang, ada tiga lokasi penggeledahan. Diantaranya, Kantor Dishub Kepri, Kantor DLH Kepri, dan Kantor ESDM Kepri. Pengataman Tribunbatam.id, kantor DLH paling lama dilakukan penggeledahan, dibandingkan kantor ESDM Kepri. Usai memasukan seluruh barang barang. Tim KPK ini pun langsung meninggalkan kantor tersebut.

8 Orang diperiksa jadi saksi

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, ada 9 lokasi di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilakukan penggeledahan. Disampaikannya, dari sejumlah lokasi tersebut, KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan.

"Penggeledahan masih berlangsung, kami harap pihak2 di lokasi dapat bersikap koperatif, agar proses hukum ini berjalan dengan baik. Perkembangan kondisi di lokasi akan kami sampaikan lagi," ujarnya menyampaikan melalui pesan whatsap, Selasa (23/07/2019). Disebutkannya, penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan suap terkait perizinan dan dugaan gratifikasi yang diterima oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Selain itu, KPK juga akan meminta keterangan saksi baik dari unsur Pemprov Kepri, dan Swasta. "Besok sekitar 8 orang saksi dari unsur pemerintah provinsi Kepri, dan swasta diagendakan diperiksa dalam perkara ini," ujarnya kembali. Berikut 9 lokasi di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan penggeledahan oleh KPK:

1. Kota Batam
   • Rumah pihak swasta, Kock Meng
   • Rumah Pejabat Protokol Gubernur Kepri
   • Dua rumah pihak swasta di Batam yang diduga terkait dengan tersangka;
2. Kota Tanjung Pinang
   • Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri
   • Rumah Pribadi tersangka BUH (Budi Hartono), Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri
   • Kantor Dinas Lingkungan Hidup
   • Kantor Dinas ESDM
3. Kabupaten Karimun
• Rumah Gubernur Kepri

Dari penggeledahan itu, penyidik KPK mengamankan dokumen.

6. Pemeriksaan di Polresta Barelang

Penyidik KPK melakukan pemeriksaan secara maraton ke pihak pemerintah dan swasta di Polresta Barelang, Batam mulai Rabu (27/7/2019). Delapan pejabat Pemprov Kepri hari ini memenuhi undangan penyidik KPK di Lantai 3 Mapolresta Barelang, Rabu (24/7/2019).

Pemanggilan pejabat di lingkungan pemprov ini masih terkait gratifikasi yang diduga diterima Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Jumhur Ismail dan Kabiro Hukum Provinsi Kepri, Heri Mukrizal serta beberapa pejabat lainnya saat ini sedang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Selama tiga hari ke depan terdapat 14 pejabat yang dijadwalkan akan diperiksa penyidik KPK. "Hari ini, 8 yang diperiksa, besok 3 dan jumat 3 orang itu dari lingkungan pemprov Kepri saja" ujar Hery.

KPK sedang mengumpulkan keterangan saksi. Mungkinkah akan ada tersangka baru dalam pusaran kasus suap Gubernur Kepri Nurdin Basirun?(*)

 (tribunbatam.id/setiawan_koe).

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/26/tiga-pengusaha-batam-termasuk-bos-panbil-diperiksa-sebagai-saksi-oleh-kpk-untuk-nurdin-basirun





 







TOKYO – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus menelan luka kala ditumbangkan oleh wakil Taiwan, Tai Tzu Ying, di babak 16 besar Jepang Open 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 29 menit itu Gregoria kalah dua gim langsung dengan skor 18-21, 15-21.

Sebelum pertandingan tersebut dimainkan, Gregoria sejatinya telah bersua sebanyak dua kali dengan Tai Tzu Ying. Akan tetapi, dalam dua pertandingan tersebut, Gregoria selali mengalami kekalahan. Tak ayal, kekalahan kali ini menjadi yang ketiga bagi Gregoria dari Tai Tzu Ying. Menanggapi kekalahannya tersebut, Gregoria mengakui kalau permainannya masih tidak stabil. Dalam artian, Gregoria masih bisa dengan mudah disusul oleh lawannya meski pada awalnya ia sempat memimpin perolehan poin.

Pemain yang akrab disapa Jorji itu tidak memungkiri bahwa Tai Tzu Ying adalah pemain yang cerdas. Pasalnya, Tai Tzu Ying bisa mengatur pola permainan jika ia merasa hal itu merugikannya. Sedangkan bagi Jorji, ia hanya bisa mengikuti pola yang dibawa Tai Tzu Ying. Menanggapi kekalahannya tersebut, Gregoria mengakui kalau permainannya masih tidak stabil. Dalam artian, Gregoria masih bisa dengan mudah disusul oleh lawannya meski pada awalnya ia sempat memimpin perolehan poin.

Pemain yang akrab disapa Jorji itu tidak memungkiri bahwa Tai Tzu Ying adalah pemain yang cerdas. Pasalnya, Tai Tzu Ying bisa mengatur pola permainan jika ia merasa hal itu merugikannya. Sedangkan bagi Jorji, ia hanya bisa mengikuti pola yang dibawa Tai Tzu Ying.

"Kalau dibanding pertemuan sebelumnya, kurang lebih penampilan saya masih sama saja, saya masih kesulitan. Seharusnya kalau sudah pernah ketemu kan hafal, tapi dia pintar di bagian ubah-ubah polanya. Mainnya tidak monoton, dia adalah pemain yang cerdas," sambungnya.

 

Sumber : https://sports.okezone.com/read/2019/07/25/40/2083478/kalah-dari-tai-tzu-ying-gregoria-dia-pemain-cerdas?page=1

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah diperkenalkan di China pada pertengahan Mei lalu, Realme Indonesia akhirnya resmi memboyong ponsel kamera pop-up Realme X ke Tanah Air lewat acara yang digelar di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Realme menjagokan sejumlah fitur di ponsel ini. Beberapa di antaranya adalah kamera selfie pop-up beresolusi 16 megapiksel serta pemindai sidik jari yang tertanam langsung di dalam layar. Karena tak terhalang notch, layar tersebut bisa tampil memenuhi bagian depan. "Realme X dibawa ke Indonesia dengan mengedepankan sisi desain, fotografi, dan performa," ujar Felix Christian, Product Manager Realme Indonesia, saat memperkenalkan ponsel itu di panggung acara peluncuran.

Dari segi desain, Realme X mengusung layar tanpa poni dengan panel AMOLED seluas 6,5 inci (resolusi FHD Plus dan aspect ratio 91,2 persen). Untuk sektor fotografi, Realme X dibekali dua kamera di bagian punggungnya. Masing-masing kamera memiliki sensor 48 megapiksel (bukaan lensa f/1.7) dan 5 megapiksel (bukaan lensa f/2.4) untuk penerapan efek bokeh, beserta satu modul LED flash.Soal aspek dapur pacu, ponsel ini ditenagai chip Snapdragon 710, RAM hingga 4 GB atau 6 GB, penyimpanan 64 GB atau 128 GB, serta baterai kapasitas 3.765 mAh dengan teknologi pengisian daya cepat Oppo, VOOC 3.0.

Sistem operasinya Android 9.0 Pie yang dilapis antarmuka ColorOS 6.0. Di Indonesia, Realme X dibanderol dengan harga Rp 3.499.000 juta untuk varian 4 GB/ 64 GB dan Rp 3.999.000 untuk varian 8 GB/128 GB. Realme X 8 GB/ 128 GB akan dijual lebih dulu lewat pre-order mulai 25 Juli 2019 di Shopee, dengan penjualan perdana di e-commerce yang sama pada 3 Agustus 2019. Realme X 4 GB/ 64 GB akan menyusul dijual di Shopee pada 5 Agustus 2019.

Selain itu, turut dipasarkan pula Realme X edisi khusus Spider-Man: Far From Home. Spesifikasinya serupa dengan Realme X reguler varian 8 GB / 64 GB, tapi datang dengan kotak penjualan khusus berisi sejumlah aksesori bertema Spiderman. Untuk Reame X edisi khusus Spiderman ini, penjualannya akan dimulai di Shopee pada 5 Agustus 2019. 

 

 

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2019/07/25/16170097/ponsel-kamera-pop-up-realme-x-meluncur-di-indonesia-ini-harganya

 

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri pada Rabu (24/7) mengundang berbagai spekulasi publik. Mulai dari bagi-bagi kursi hingga siapa yang diuntungkan dan dirugikan setelah pertemuan itu.  Tak ayal pertemuan ini menimbulkan dinamika baik di tubuh partai politik pendukung Prabowo maupun partai yang tergabung di kubu Joko Widodo. Ada pihak yang diuntungkan, ada pula yang dirugikan.

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai Megawati dan PDIP adalah pihak yang paling diuntungkan dalam pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan itu menyiratkan pesan Gerindra dan Prabowo sudah satu gerbong dengan PDIP. "Kehadiran Prabowo secara simbolik membawa pesan kalau Gerindra 'sepenuhnya' mendukung PDIP secara politik," kata Wasisto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/7).

Secara insititusi, dalam hal ini PDIP, dukungan Gerindra menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kans politik bilamana salah satu partai koalisi bercerai saat Pemilihan Umum 2024. Kocok ulang koalisi sangat diperlukan demi menjaga kepentingan di pemilihan umum 2024 nanti.

Apalagi, kata dia, ada sosok Puan Maharani, putri dari Megawati yang digadang-gadang sebagai calon potensial di pemilu 2024."Puan secara kharisma memang tidak sekuat Jokowi tapi paling tidak dukungan Gerindra akan menambal sentimen nasionalistik bagi sosok Puan," kata Wasisto. Gerindra, kata dia juga mendapat keuntungan tersendiri dari pertemuan ini. Keuntungan muncul dalam upaya menjaga kesempatan partai berlambang garuda itu mengganti kekuasaan di 2024. Diketahui PDIP dalam dua periode terakhir selalu mendapatkan suara tertinggi.

Pertemuan ini, lanjut dia, juga menjadi upaya Gerindra untuk memperluas basis massa. Menurutnya, pasca-pertemuan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo 13 Juli 2019, ada sinyalemen Gerindra mulai ditinggalkan oleh para pendukungnya yang berasal dari kelompok kanan. Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran Muradi menilai Gerindra justru sedikit dirugikan dari pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan ini semakin memperkuat alasan sebagian pendukung Gerindra-yang kontra dengan pemerintah angkat kaki.

Muradi melihat bahwa pendukung Gerindra kebanyakan berasal dari basis massa yang sakit hati dengan pemerintahan Joko Widodo. Kepentingan mereka, kata dia, awalnya diakomodir oleh Gerindra sebagai partai oposisi yang cukup keras terhadap pemerintah.

"Dia (Gerindra) ditinggalkan orang di daerah yang berharap mereka jadi oposisi. Gerindra punya hampir 80 kursi kemudian banyak mendukung Gerindra karena alasan tadi. Bisa jadi (Gerindra) dirugikan pada 2024," katanya KepadaCNNIndonesia.com, Kamis (25/7).

Selain Gerindra, kata dia, basis kelompok yang menunggangi Gerindra dan Prabowo selama ini juga bakal cukup dirugikan dengan pertemuan ini. Rukunnya Mega dan Prabowo seakan mengisyaratkan bahwa para kelompok penunggang Prabowo dan Gerindra bakal kehilangan tunggangannya. "Secara kebetulan PDIP dan Gerindra secara ideologi "berbagi" massa yang identik di akar rumput, kalangan menengah bawah," ucapnya. "Gerindra dan prabowo akan meninggalkan orang yang numpang hal ini ditegaskan kemarin jadi pasti dirugikan pasti akan mencari tunggangan baru yang bisa mereka gunakan dengan isu yang mau mereka bangun," ujar Muradi.

Gejolak di Koalisi Indonesia Kerja

Pertemuan Mega-Prabowo juga dinilai menimbulkan gejolak di koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo. Pertemuan semacam ini dinilai sebagian kalangan erat dengan unsur tawar-menawar kursi dan kekuasaan. Hampir pasti, koalisi parpol pendukung Jokowi bergejolak terkait itu. Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno tak menampik bahwa pertemuan tersebut bakal menimbulkan dinamika di koalisi parpol pendukung Jokowi.

Hal itu, kata dia, salah satunya terlihat dari pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di hari yang sama. Anies sendiri, kata dia, adalah sosok yang dianggap sebagai salah satu representasi oposisi.

Dinamika itu juga sudah terlihat dari pertemuan antara empat ketua umum parpol koalisi pendukung Jokowi di Gondangdia beberapa waktu lalu. Empat ketum parpol, yakni Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto berjumpa di DPP Partai NasDem, Jakarta, Senin (22/7). "Ini sangat terkait dengan cara memperlakukan Gerindra, apakah dibukakan pintu untuk bergabung dengan Jokowi atau tidak," katanya.

Bahkan, menurut Adi, pertemuan antara Surya Paloh dan Anies juga merupakan wujud dinamika yang terjadi di koalisi. Menurut dia pertemuan antara Surya Paloh dan Anies itu menjadi semacam langkah preventif buat NasDem terkait dengan bagi-bagi kekuasaan. "Itu seperti langkah preventif bagi SP jika posisi NasDem nanti digeser ke Gerindra dalam dinamika lima tahun Jokowi ke depan terutama reshuffle kabinet," katanya.

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190725155907-32-415463/megawati-prabowo-bertemu-siapa-untung-siapa-buntung

 

 

 

Purworejo - Seorang pria asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berhasil menipu mahasiswi di Purworejo dengan berlagak seperti anggota polisi. Setelah korban terpedaya, barang-barang milik korban pun dibawa kabur oleh pelaku termasuk sepeda motor.

Tersangka adalah Damas Samboja (23) warga Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pria yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini telah menipu seorang mahasiswi Arum Setyani (25) warga Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo. Sebelum menipu dan menggasak barang-barang milik korban, tersangka berkenalan dengan korban melalui media sosial TANTAN. Untuk meyakinkan korban, tersangka sendiri memasang Display Picture (DP) dengan foto berpenampilan seperti anggota polisi dan berpose di depan mobil polisi militer lengkap dengan menenteng senjata.

"Kalau di depan petugas tersangka tidak ngaku sebagai anggota polisi, tapi kalau dengan korban belum tahu karena modusnya dengan berpenampilan seperti polisi, foto di depan mobil polisi militer dan membawa senjata. Akhirnya korban percaya dan mau diajak ketemuan. Korban sendiri adalah seorang mahasiswi," ungkap Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan saat menggelar pers rilis, Kamis (25/7/2019). Setelah tersangka dan korban bertemu, lanjut Haryo, mereka kemudian berencana untuk menginap di sebuah hotel di Purworejo dengan memesan sebuah kamar. Saat korban mandi, tersangka kemudian melancarkan aksinya dengan membawa kabur barang-barang milik korban berupa dompet, HP dan sepeda motor.

"Setelah berhasil membawa barang-barang dan motor korban, kemudian tersangka kabur menuju arah Purwokerto. Nah, modus ini sudah dilakukan tersangka beberapa kali baik di Semarang maupun Purworejo," lanjutnya. Karena merasa tertipu, korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas hingga akhirnya tersangka berhasil diringkus petugas beberapa hari lalu di rumah kos tersangka di Purwokerto.

Sementara itu, tersangka yang pernah menjadi sopir taksi online itu mengaku bahwa foto dirinya yang berlagak seperti polisi itu ia ambil di sebuah bandara saat mengantar penumpang. Adapun hasil kejahatan sebelumnya, dijual secara online. "Waktu itu pas di bandara, terus ada mobil itu (polisi militer) ya saya minta foto, senjatanya ya pinjam sekalian boleh kok dipinjam buat foto. Sebelumnya juga dapat sepeda motor, tapi sudah saya jual lewat online," katanya.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti milik korban berupa satu unit sepeda motor, dompet, surat-surat kendaraan, kartu identitas, ATM serta sebuah HP. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara.
(sip/sip)

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4638705/polisi-gadungan-ini-pedaya-mahasiswi-di-purworejo?_ga=2.205255312.1279176802.1563852226-1333018960.1563852226

 

TEMPO.CO, Phnom Penh – Pemerintah Kamboja membantah laporan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan rahasia dengan Cina untuk mengizinkan militer negara itu mendirikan pangkalan angkatan laut di sana. Seperti dilansir berbagai media massa pada Senin kemarin, Kamboja telah menyetujui pemberian akses eksklusif kepada Cina untuk mendirikan pangkalan angkatan laut di Ream Naval Base di Teluk Thailand.

Kabar ini dibenarkan oleh sejumlah pejabat AS dan sekutu, yang mengikuti isu ini. “Ini merupakan berita karangan paling paran yang pernah dibuat untuk menyerang Kamboja,” kata Hun Sen lewat situs pro pemerintah Fresh News pada Senin, 22 Juli 2019 seperti dilansir Aljazeera. Kesepakatan ini bisa meningkatkan kemampuan Cina untuk melakukan klaim teritorial dan klaim kepentingan ekonomi di kawasan sengketa Laut Cina Selatan. Ini membuat Cina bisa menantang negara Asia Tenggara lain dan AS. Hun Sen melanjutkan,”Hal seperti itu tidak bisa terjadi karena menampung markas militer lain bertentangan dengan Konstitusi Kamboja.”

Soal isu ini, juru bicara kementerian Pertahanan Kamboja, Chhum Socheat mengatakan kepada Reuters bahwa isu itu merupakan buatan dan tidak berdasar. Selama ini, Cina merupakan sekutu regional Hun Sen di kawasan ini. Cina juga telah menggelontorkan miliaran dolar bantuan pembangunan untuk Kamboja lewat berbagai proyek Belt and Road Initiative dan berbagai skema kerja sama bilateral lainnya.

Inisiatif BRI merupakan proyek global yang digagas Presiden Cina, Xi Jinping, pada 2013. Proyek ini bertujuan mengembangkan jaringan infrastruktur transportasi dan energi dari darat dan laut untuk menghubungkan Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Sejumlah perusahaan dan kasino asal Cina telah bermunculan di Kamboja lewat pendirian kawasan ekonomi khusus dalam beberapa tahun terakhir. Secara terpisah, SCMP melansir pemerintah AS menduga Kamboja menggandeng Cina untuk renovasi pangkalan angkatan laut Ream Naval Base. Ini karena Phnom Penh secara tiba-tiba membatalkan tawaran bantuan renovasi dari AS.

“Kami merasa khawatir setiap langkah dari pemerintah Kamboja untuk mengundang kehadiran militer Asing di Kamboja akan mengancam peran sentral ASEAN dalam mengkoordinasi pembangunan dan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara,” begitu pernyataan Kemenlu AS seperti dilansir Aljazeera.

 

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1228480/kamboja-bantah-bakal-tampung-pangkalan-militer-cina/full&view=ok

JAKARTA, KOMPAS.com — Baiq Nuril Maqnun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo setelah DPR menyetujui pertimbangan pemberian amnesti yang ia ajukan. Dalam rapat paripurna, semua perwakilan fraksi menyetujui pemberian amnesti atas surat yang dikirimkan Presiden Jokowi pada 15 Juli 2019. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DPR dan kuasa hukum yang telah setuju memberikan pertimbangan. Tampak Baiq didampingi oleh anak laki-lakinya, Rafi. "Terima kasih kepada bapak Presiden, terima kasih kepada anggota DPR, terima kasih kepada Ibu Rieke, terima kasih kepada semua kuasa hukum, terima kasih kepada lembaga yang tidak bisa saya sebut satu per satu," ujar Nuril saat ditemui seusai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/15145111/amnesti-disetujui-baiq-nuril-bilang-terima-kasih-pak-presiden-terima-kasih

Page 5 of 71

Tentang Kami