Live Streaming
super me

super me

Page 3 of 74

Jakarta, 07 November 2019. Pemerintah tengah merancang Program Prioritas (Quick Wins) dan Program Kerja 2020-2024 di bidang perekonomian. Mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing”, ada 4 (empat) kelompok program yang disasar.

Pertama, program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas (Growth). Kedua, program untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan (Inklusif). Ketiga, program untuk mendukung keberlanjutan ekonomi (Sustainability). Keempat, program untuk meningkatkan daya saing ekonomi (Competitiveness).

“Rapat hari ini adalah langkah awal untuk koordinasi dan sinkronisasi kerangka pikir dari program yang selaras antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan Kementerian/Lembaga di lingkup perekonomian,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian, Kamis (7/11), di kantor Kemenko Perekonomian.

Menko Airlangga menjelaskan, ada 15 usulan Program Prioritas (Quick Wins) yang diharapkan tuntas dalam 6 bulan ke depan.

“Sebelumnya Presiden RI sudah mengatakan bahwa 6 bulan pertama yang akan menentukan kondisi ekonomi kita. Tantangan kita adalah apakah kita bisa menangani persoalan-persoalan yang timbul di tengah perekonomian yang slow down,” kata Airlangga.

Adapun program prioritas tersebut antara lain program Implementasi Mandatori B30, Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan, Jaminan Produk Halal (JPH), Penelitian dan Pengembangan Industri Farmasi, dan Penguatan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Ada pula mengenai perbaikan Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Penerapan Kartu Pra Kerja, Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), Gasifikasi Batubara, Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor, Kemitraan Pertanian Berbasis Teknologi, Percepatan Elektronifikasi Keuangan Daerah, Green Refinery,, dan Omnibus Law Cipta Kerja.

Usai rapat koordinasi kali ini, para menteri di bawah Kemenko Perekonomian beserta para Eselon I masing-masing akan menindaklanjuti hasil keputusan rakor. “Kemudian 10 hari dari sekarang kita rencanakan rakor lagi,” tegas Menko Perekonomian.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, kerangka pikir penyusunan program-program tersebut tentunya sejalan dengan visi-misi Presiden RI, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Kerja dan Angkaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL), hingga Nota Keuangan.

Susiwijono menuturkan, ada beberapa kriteria program atau kegiatan di K/L yang akan dikoordinasikan di Kemenko Perekonomian. Pertama yang bersifat strategis dan berdampak luas kepada masyarakat. Kedua yang bersifat lintas sektoral dan berimplikasi luas pada kinerja K/L lain.

“Kemudian kriteria ketiga adalah yang berskala nasional, penting, strategis, dan berdampak luas ke masyarakat. Serta kriteria terakhir yang menyerap banyak tenaga kerja, investasi besar, dan high-tech,” terangnya.

Mengenai usulan 15 program prioritas tersebut, Sesmenko Perekonomian menjelaskan bahwa tim Kemenko Perekonomian telah menyiapkan deskripsi program, sasaran/tujuan, uraian program/kegiatan, target/indikator kinerja, beserta kerangka waktu/jadwal pelaksanaan dari masing-masing program.

“Dengan begitu, kita berharap hal ini akan memudahkan kita dalam menindaklanjuti dan menuntaskan 15 program prioritas tersebut dengan baik,” pungkas Susiwijono.

Hadir dalam kesempatan ini antara lain: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Perindustrian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG). (Nck)

Jakarta, 25 Oktober 2019. BNI Syariah mencatatkan laba bersih Rp 461,96 miliar sampai triwulan III 2019, naik 50,66% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 306,61 miliar. Seiring dengan kenaikan laba, BNI Syariah juga mencatat kenaikan aset 12,76% yoy menjadi 43,92 triliun dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp 38,95 triliun. Kenaikan aset BNI Syariah lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 11,53% (data SPS per Juli 2019 BUS-UUS).

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, efisiensi operasional, ekspansi dana murah yang ditunjukkan oleh rasio CASA yang meningkat, serta NPF yang terjaga sehingga menghasilkan profitabilitas yang optimal. Selain itu, minat nasabah terhadap produk dengan akad wadiah semakin tinggi, sehingga beban bagi hasil menurun. “Alhamdullilah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri,” kata Abdullah, Jumat (25/10).

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 31,81 triliun, naik 18,34% yoy dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp 26,88 triliun. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 15,08 triliun (47,4% dari total pembiayaan); segmen komersial sebesar Rp 8,54 triliun (26,8%); segmen kecil dan menengah sebesar Rp 6,22 triliun (19,6%); segmen mikro sebesar Rp 1,61 triliun (5,1%); dan kartu pembiayaan sebesar Rp 358 miliar (1,1%).

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 37,49 triliun, naik 11,79% yoy dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp 33,53 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 3,33 juta. Pertumbuhan DPK BNI Syariah lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 13,28% (data SPS per Juli 2019 BUS-UUS).

Komposisi DPK ini didominasi oleh dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai 61,95%. Rasio dana murah ini didapat dari kerjasama dengan institusi, perguruan tinggi, sekolah dan komunitas, salah satunya melalui program Masjidku Hasanahku, yaitu pelatihan optimalisasi manajemen keuangan masjid di 16 kota yang telah diikuti lebih dari 2.000 masjid sejak awal tahun 2019.

Dari sisi rasio efisiensi, sampai triwulan III 2019, BNI Syariah mencatat biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) sebesar 80,67% atau membaik dibanding periode sama 2018 sebesar 85,49%. Rasio efisiensi yang membaik ini diperoleh melalui adanya sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk dalam hal layanan, operasional perbankan, optimalisasi marketing communication. Seiring rasio efisiensi, rasio profitabilitas salah satunya ROE (Return on Equity) juga mengalami kenaikan dari 10,47% menjadi 14,02%.

Sampai triwulan III 2019, BNI syariah mencatat rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 3,05% membaik dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar 3,08%. Membaiknya rasio NPF ini dicapai dengan pembiayaan ke sektor yang memiliki risiko rendah dengan terus memonitor kualitas pembiayaan secara konsisten sehingga menghasilkan yield yang optimal.

Dalam meningkatkan kinerja, BNI Syariah senantiasa memelihara hubungan nasabah dan mitra dengan value proposition Hasanah Banking Partner, dimana BNI Syariah menyediakan solusi yang komprehensif melalui produk dan layanan kepada institusi antara lain pembiayaan komersial dan SME, payroll, cash management, dan financial institution. Sementara untuk nasabah individu, produk dan layanan BNI Syariah antara lain pembiayaan griya, Hasanah Card, Fleksi, Wakaf Hasanah, Giro, Deposito, dan Tabungan Haji iB Baitullah. BNI Syariah juga ikut berperan dalam mengembangkan Halal Ecosystem antara lain Halal Food, Halal Tourism, Halal Fashion, Ziswaf, Haji dan Umroh.

BNI Syariah juga melakukan transformasi digital dengan menerapkan metodologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan transaksi dan ibadah nasabah. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bertransaksi dengan pengisian formulir online untuk pembukaan rekening melalui Hasanah Online bro.bnisyariah.co.id.

BNI Syariah atas dukungan BNI Group menjadi first mover dalam penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Hal ini diwujudkan melalui pembukaan 7 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Provinsi Aceh dan memperkuat jaringan melalui 24 layanan syariah di seluruh outlet BNI di Provinsi Aceh hingga 14 Oktober 2019.

Atas dukungan dan kepercayaan masyarakat, sepanjang tahun 2019 BNI Syariah mendapatkan beberapa penghargaan baik lokal maupun internasional diantaranya Alpha Southeast Asia Award 2019 kategori The Best Islamic Finance SME Bank, Best Performance Bank - Bisnis Indonesia Financial Award 2019 kategori Bank Syariah, Bank Syariah Terbaik - Best Syariah 2019 kategori aset diatas Rp 20 triliun dari Majalah investor.

Jakarta, 23 Oktober 2019 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,7% pada Kuartal III – 2019 menjadi senilai Rp 558,7 triliun, sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi ditengah kondisi perekonomian yang menantang. Penyaluran kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 5,9% yang mengantarkan BNI untuk mencatatkan perbaikan pada net interest income (NII). Penyaluran kredit yang tetap dijaga ini menunjukkan BNI menjalankan peran dan fungsi utama sebagai bank yang juga menjalankan fungsinya sebagai agent of development, serta sebagai strategi optimalisasi pengelolaan portofolio aset dan liabilitas.
Pertumbuhan kredit BNI didorong oleh pembiayaan pada segmen korporasi yang tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke Segmen Korporasi Swasta sebesar Rp 181,1 triliun, atau tumbuh 24,8% dibanding Kuartal III - 2018, dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun, atau mengalami pertumbuhan 8,6% dibanding Kuartal III – 2018. Selain segmen Korporasi, segmen Usaha Kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan Kuartal III - 2018, menjadi Rp 75 triliun.
Kredit pada segmen korporasi terutama disalurkan pada sektor manufaktur, perdagangan restoran dan hotel, jasa dunia usaha, konstruksi dan kelistrikan. Agar kualitas kredit tersebut tetap terjaga, BNI menerapkan berbagai kebijakan antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, dan pembiayaan kepada corporates cash flow generator. Hal ini menunjukkan komitmen BNI untuk terus melakukan pembiayaan secara selektif kepada sektor-sektor industri yang memiliki risiko terukur untuk menjaga kualitas aset. Pertumbuhan kredit di segmen Menengah yang dijaga di level moderat sebesar 3,8% dibanding Kuartal-III tahun lalu, juga menunjukkan komitmen perbaikan kualitas aset dimaksud.
Adapun pada Segmen Konsumer, BNI mencatatkan Kredit Payroll masih sebagai kontributor utama pertumbuhan bisnis konsumer, dengan tumbuh 13,1% YoY. Perluasan kredit payroll dilakukan BNI dengan memokuskan diri pada pemberian kredit pada karyawan institusi pemerintah dan BUMN, dimana hingga September 2019, kredit payroll kepada karyawan BUMN dan pemerintahan memberikan kontribusi sekitar 64,4% dari total kredit payroll.

Dukungan DPK
Penyaluran Kredit BNI yang solid ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,9% secara YoY, menjadi Rp 581 triliun pada Kuartal III – 2019. BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,3% dari total DPK, terutama karena pertumbuhan Giro sebesar 13% dan tabungan 7,5% YoY.
Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus mengembangkan layanan digital banking, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga-lembaga pemerintahan.
Keberhasilan dalam upaya menghimpun dana murah juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak 46,5 juta. Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah branchless banking dari 111.836 pada akhir tahun 2018 menjadi 130.803 Agen46 pada Kuartal III - 2019. Perluasan Agen46 ini semakin mendekatkan layanan perbankan yang biasa diberikan di outlet BNI, kepada para nasabah, sehingga memberikan kontribusi pendapatan berbasis komisi.

Profitabilitas
Penyaluran kredit BNI tersebut mendukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) menjadi Rp 26,9 triliun pada Kuartal III – 2019. Begitu juga dengan Non Interest Income atau fee based income (FBI), yang pada Kuartal III – 2019 tumbuh sebesar 13% YoY, menjadi Rp 8,1 triliun. Dengan dukungan pertumbuhan NII dan FBI, BNI mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 12 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.
Pendapatan Fee BNI ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,1% YoY menjadi Rp 7,9 triliun. Kenaikan FBI pada Kuartal III - 2019 ini didorong oleh kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 9,4% dan fee sindikasi yang tumbuh 81,6%. Adapun, sumber fee dari bisnis konsumer antara lain berasal fee pengelolaan kartu debit yang tumbuh 57,5% dan fee transaksi melalui ATM yang tumbuh 16,5%.
Dari sisi kualitas aset, NPL BNI tercatat membaik menjadi 1,8% pada Kuartal III - 2019 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan, yaitu turun dari 1,4% pada Kuartal III – 2018 menjadi 1,3% pada Kuartal III - 2019, sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di Kuartal III – 2018 menjadi 159% pada Kuartal III - 2019.

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Kabinet ini diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Perkenalan ini berlangsung di tangga veranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Jokowi dan para calon menteri duduk lesehan.

Jokowi lalu memanggil satu per satu nama calon menteri dan mereka berdiri. Dia juga menjelaskan tugas yang akan diemban para menterinya

Berikut ini nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud Md
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
6. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
16. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
17. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
18. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah
19. Menteri Desa dan PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menteri Kesehatan: dr Terawan
22. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Menteri Sosial: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia

 

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-4756478/ini-susunan-lengkap-kabinet-indonesia-maju-jokowi-maruf?mpnews&_ga=2.221534552.1514794067.1571804699-1212255335.1571804699&_gac=1.180286806.1571804735.Cj0KCQjw0brtBRDOARIsANMDykaDLaGM9hTYRHqL0lBjoGzGz7wgk3MxmkdCpFrFln7tN3TOjY8QGEoaAs7cEALw_wcB

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Mimpi masyarakat di Kecamatan Tambelan untuk mendapatkan aliran listrik selama 24 jam di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan akhirnya terwujud. Pasalnya, aliran listrik yang diangan-angankan masyarakat sudah mendapatkan titik terang dari pihak PLN Cabang Tanjungpinang. Terhitung bulan Oktober ini, masyarakat Kecamatan Tambelan sudah bisa menikmati listrik 24 jam.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan jajaran PLN Cabang Tanjungpinang terkait suplai aliran listrik selama 24 jam di kecamatan Tambelan.

"Kemarin kita sudah ketemu, dan terhitung 28 Oktober 2019, sempena peringatan sumpah pemuda, listrik di Kecamatan Tambelan akan hidup 24 jam. Hal ini juga akan menjadi catatan sejarah setelah penantian yang sangat panjang," ujarnya, Rabu (23/10/2019). Apri juga menuturkan,bahwa beberapa waktu yang lalu sudah dilakukan uji coba oleh pihak PLN selama tiga hari.

"Nah hasil dari uji coba itu disampaikan pihak PLN bahwa listrik di Kecamatan Tambelan telah siap menyala 24 jam," tuturnya.  Sementara itu,Manager PLN Tanjungpinang, Suharno menyampaikan, bahwa untuk Desa Pulau Pinang dan Mentebung , pihak PLN telah menargetkan bahwa minggu depan sudah bisa berjalan.

Sementara Desa Pengikik sedang dilakukan penempatan mesin setelah dilakukan penyerahan hibah untuk rumah mesin, yang ditargetkan akhir Oktober sudah bisa berjalan. "Untuk daerah Desa Pulau Pinang, Mentebung dan Pengikik akhir Oktober ini," tutupnya. (tribunbatam.id/alfandi simamora)



Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/10/23/mulai-28-oktober-listrik-di-tambelan-bintan-bakal-menyala-24-jam

Batam - Museum Batam kini sudah memiliki nama. Nama pahlawan Raja Ali Haji dipilih untuk diabadikan sebagai nama museum tersebut.

“Namanya sudah kita pilih. Raja Ali Haji,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi di Nongsa, Kamis (17/10).

Museum Batam berlokasi di Dataran Engku Putri. Meski tergolong baru, museum ini sudah terdaftar di database museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rudi mengatakan nama ini ia pilih berdasarkan hasil kajian dan masukan tim. Serta sudah melalui pembahasan bersama Lembaga Adat Melayu.

“Ada tiga nama yang diusulkan ke saya, Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan Raja Ali Kelana. Dan saya pilih Raja Ali Haji,” tuturnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini sudah ada tiga pahlawan nasional yang berasal dari Kepulauan Riau. Yaitu Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan terbaru pada 2017 Sultan Mahmud Riayat Syah.

Nama Raja Haji Fisabilillah sudah digunakan untuk nama jembatan I Barelang. Sedangkan Sultan Mahmud Riayat Syah sudah menjadi nama masjid terbesar di Batam.

Kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Rudi berpesan untuk terus mengembangkan museum tersebut.

“Gali potensi daerah sejak awal Batam ada. Mana sejarah yang ada, masukkan di museum itu,” kata Rudi.

Untuk kali pertama, satu2nya kawasan konservasi laut Batam ini bakal jadi titik labuh yacht rally kelas dunia bertajuk "Wonderful Sail to Indonesia," tajaan Kementerian Pariwisata dan Kemenko Maritim...

Bertahun-tahun, Gugusan Pulau Abang "diluputkan," cuma kebagian lambaian tangan meski faktanya jadi laluan sailing route para yachters....
Setelah menyinggahi Lingga, mereka lazimnya terus bergerak menuju Tanjungpinang dan memungkasinya di Bintan, tiga dari 20 mandatory anchorage points WS2I...

Tahun ini, Batam, diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Batam Tourism and Promotion Board, bakal menyambut para tetamu itu dengan gegap gempita dgn menaja "Batam Bahari Festival," yang dari a sampai z, semuanya mengangkat otentitas dan kearifan lokal....

51 yachts dri 13 negara dijadwalkan memenuhi beranda depan laut Gugusan Pulau Abang..1 hingga 4 November...
Turut lebur dalam kemeriahannya, 45 media dan travel agent asing. ...

Momen Batam unjuk gigi, lewat bahari!

DISBUDPAR BATAM - Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) berhasil meraih juara umum di ajang Batam Open Marching Band Championship 2019. Kompetisi ini diikui 47 tim se-Kepri.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam Pebrialin mengatakan, Batam Open Marching Band Championship 2019 jadi ajang kompetisi bagi generasi muda Kepri khususnya cabana olahraga marching band.

"Tingginya animo peserta mengikuti kejuaraan ini dari tingkat SD, SLTP, SLTA dan umum/perguruan tinggi menunjukan bahwa pembinaan untuk cabang ini semakin Baik. Olahraga marching band disamping sebagai ajang pembinaan bakat, diharapkan juga sebagai ajang pembinaan sikap displin, spotivitas dan kreativitas generasi muda Kepri, Batam khusunya," kata dia usai menutup Batam Open Marching Band Championship 2019 di Dataran Engku Putri, Minggu (13/10/2019).

Melihat banyaknya potensi atlet di cabang ini, ia berharap ke depan dapat menjadi satu cabor dari Kepri yang dapat diikutsertakan pada PON di Papua nanti.

Jadi Tontonan Wisman

Batam Open Marching Band Championship 2019 selain menjadi ajang perlombaan bagi grup-grup marcing band, juga menjadi destinasi wisata di kota ini. Terbukti sejumlah wisatawan mancanegara mampir untuk menyaksikannya.

"Turis Korea sudah menyaksikan saat pertandingan Jumat (11/10/2019) lalu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata.

Kemudian saat penutupan, juga mampu mencuri perhatian wisman lainnya. Ia mengatakan, ajang seperti ini akan terus dipromosikan selain menjadi ajang mengasah bakat, juga menjadi destinasi wisata.

“Jadi memang event perlombaan marching band ini sudah kita infokan ke tour travel. Dan mereka tertarik. Apalagi di sini juga bisa mengunjungi museum sekalian,” ujarnya.

Siaran Pers : 126/A5.3/10/2019
Sebuah pohon pelindung di ruas jalan row 200 dekat simpang Bandara Hang Nadim ke arah Bundaran Kabil tumbang dan sedikit menutup jalan aspal. Hal ini di akibatkan oleh hujan deras dan angin ribut mulai melanda kota Batam hari ini.
Informasi ini disampaikan salah seorang warga Batam di siaran radio Halo Batam tadi pagi. Menindaklanjuti informasi tersebut, Subdit Pertamanan dan Penghijauan Direktorat Sarana Prasarana segera terjun ke lokasi dan mengirimkan Tim “pruning” (pemangkasan pohon) ke lokasi kejadian. Tim bekerja selama lebih kurang 2 jam melakukan pemotongan batang dan cabang pohon serta perapihan lokasi, dan semuanya diselesaikan pada kurang lebih pukul 11.30.


"Setelah mendengar ada info pohon tumbang di Halo Batam, kami segera menurunkan petugas pruning (pemangkasan pohon) BP Batam ke lokasi. Alhamdulilah patut disyukuri pohon tumbang tersebut tidak mengakibatkan korban ataupun kecelakaan lalu lintas " ujar Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana Bp Batam, Andiantono. Andi menuturkan sebenarnya, perapian dan pemangkasan pohon dilakukan setiap hari dengan 1 tim yang berkekuatan 5-6 petugas. Namun mengingat luasnya wilayah yang harus dikelola, masih saja terjadi di sana sini beberapa pohon yang sudah mengkhawatirkan kondisinya luput dari pengawasan. Sebagai bentuk upaya antisipasi, Ia sangat berharap warga masyarakat dapat turut serta menginformasikan bila ada pohon yang sudah lapuk atau kondisinya mengkhawatirkan (rawan tumbang) atau membahayakan keselamatan lalu lintas.


Dalam kesempatan ini, tak lupa Andi mengucapkan terima kasih atas keterlibatan masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait lingkungan sekitarnya seperti kasus ini.
"BP Batam sangat berterima kasih atas informasi warga tadi pagi, dan diharapkan dapat berlanjut untuk info-info berikutnya selama musim hujan tahun ini. Info tersebut dapat disalurkan melalui fasilitas media sosial, radio, atau langsung ke humas BP Batam untuk dapat ditindaklanjuti. Mengingat perubahan cuaca akhir- akhir ini, kami menghimbau juga agar warga Batam selalu berhati-hati saat melintasi daerah pepohonan terutama jika sedang terjadi hujan atau angin kencang" tutup Andi.
Humas BP Batam
Batam, 8 Oktober 2019

Jakarta - Bank Indonesia turut mendorong perkembangan ekonomi digital sebagai new source of economic growth atau sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui 3 (tiga) strategi utama sistem pembayaran di era ekonomi digital. Pertama, menetapkan Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Kedua, mendorong peningkatan elektronifikasi transaksi pembayaran. Ketiga, mendorong program persiapan pemasaran online UMKM (on boarding UMKM) ke ekonomi digital. Hal tersebut dapat dicapai melalui sinergi yang baik antara Bank Indonesia dengan otoritas terkait dan dengan pelaku industri sehingga dapat mendukung kemajuan dan keunggulan Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, dalam seminar yang diselenggarakan IDX Channel yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dengan tema "Menuju Indonesia Unggul Melalui Keuangan Digital" pada hari senin (7/10) di Jakarta.

Sementara itu Erwin Haryono, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyampaikan bahwa pengambil kebijakan di Indonesia harus tepat dalam memberikan respons yang memadai dalam menghadapi disrupsi berupa perkembangan digitalisasi agar tetap berkembang dan mendukung perekonomian secara keseluruhan. Inisiatif-inisiatif yang sedang dilakukan Bank Indonesia disusun untuk mendukung perkembangan ekonomi digital tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK, yang menyampaikan bahwa pelaku industri, tekfin, dan perbankan harus adaptif dalam merespons tantangan dengan melakukan inovasi terkait ekonomi digital karena terdapat peluang berupa ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Ekonomi digital terus mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia, terutama di bidang e-commerce dan financial technology. Ekonomi digital merupakan transaksi atau pasar yang terjadi di dunia internet, atau sederhananya ekonomi digital merupakan penerapan teknologi informasi pada bidang ekonomi. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265.4 juta jiwa dengan pengguna internet sebanyak 132.7 juta, pengguna sosial media aktif sebanyak 130 juta, pengguna ponsel sebanyak 177.9 juta dan pengguna sosial ponsel aktif sebanyak 120 juta. Tentunya ini menjadi peluang dalam perkembangan ekonomi digital. Maka tidak heran, kini ekonomi digital telah mampu mempengaruhi sendi kehidupan.

Direktur IDX Channel Apreyvita Wulansari mengatakan kegiatan seminar bertajuk Menuju Indonesia Unggul Melalui Ekonomi Digital diharapakan akan memberikan gambaran mengenai kontribusi ekoenomi digital terhadap perekonomian Indonesia.
Seminar dihadiri sekitar 150 orang yang merupakan praktisi perbankan, pengusaha, pemerintah, ekonom, dosen, perwakilan Penyeleggara Jasa Ssiteme Pembayaran (PJSP), pelaku tekfin, dan media massa.

Page 3 of 74

Tentang Kami