Live Streaming
Page 10 of 37

JPNN.COM, JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar tindak pidana pemalsuan obat keras dengan obat-obatan paten yang tidak sesuai standar. Dalam kasus ini, Bareskrim menetapkan satu tersangka berinisial AFAF, 52. “Tersangka melakukan repacking terhadap obat keras generik menjadi obat-obatan paten non-generik yang memiliki harga lebih mahal,” kata Dirtipidter Brigjen Fadil Imran di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (22/7).Tersangka AFAF menggunakan perusahaanya bernama Jaya Karunia Investindo (JKI) sebagai Perusahaan Besar Farmasi (PBF) yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Dia ini menyalurkan obat-obatnya ke 197 apotek, seolah itu adalah obat paten,” katanya.

Dalam aksinya, tersangka menggunakan bahan baku obat yang diduga telah kedaluwarsa dan dimasukkan ke dalam kemasan untuk dijual kembali. Aksi ini telah dilakukan selama tiga tahun dan sudah memalsukan 51 jenis obat."Rata-rata obat yang bernilai ekonomis tinggi. Seperti obat antibiotik, asam urat, obat penyakit dalam, dan sabagainya,” jelas Fadil. Akibat kejahatan ini, kata Fadil, selain berdampak buruk kepada kesehatan, negara juga dirugikan dan membuat publik menjadi tidak percaya terhadap distributor obat-obat resmi.

Bersama satu orang pelaku, polisi turut menyita bahan baku obat yang dioplos dengan puluhan jenis kemasan obat dan alat-alat produksi tersangka untuk mengemas obat palsu dan tiga dua obat sekunder yang siap edar. (rmol)

 

Sumber : https://www.jpnn.com/news/afaf-jual-obat-palsu-ke-197-apotek-begini-modusnya

23 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Baiq Nuril meneteskan air mata dalam rapat pleno Komisi III DPR terkait pembahasan surat Presiden Joko Widodo tentang permohonan pertimbangan pemberian amnesti untuk dirinya. Dalam rapat tersebut, Baiq yang diberi kesempatan menyampaikan pandangannya, berharap DPR menyetujui pemberian amnesti. "Harapan saya mudah-mudahan bapak dan ibu, mudah-mudahan mempertimbangkan pengajuan amnesti saya," kata Baiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baiq mengatakan, DPR merupakan satu-satunya harapan untuk menolongnya lewat persetujuan pertimbangan amnesti tersebut. "Saya tidak tahu harus kemana lagi. Karena saya tahu DPR itu wakil rakyat, tangan rakyat yang bisa menolong rakyatnya. Saya cuma rakyat kecil. Saya punya harapan hanya ingin membesarkan anak saya, untuk mendidik mereka, menjadikan orang yang lebih berguna," ujarnya. Baiq merasa apa yang dialaminya adalah bentuk ketidakadilan. Sebab, sejak menjalani proses hukum, ia kehilangan pekerjaannya. Namun, Baiq meyakini keadilan pasti ada untuk dirinya.

"Tapi saya yakin, keadilan itu pasti ada untuk saya. Karena saya berdiri di atas kebenaran dan saya yakin itu, tangan-tangan bapak dan ibu mungkin akan mengangkat keadilan untuk saya. mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan," pungkasnya. Dalam rapat pleno Komisi III, Baiq Nuril didampingi oleh kuasa hukumnya Yan Mangandar Putra dan anak laki-lakinya Rafi. Adapun, rapat tersebut dipimpin oleh Aziz Syamsuddin dan turut hadir Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Ranik dan Herman Hery beserta sejumlah anggotanya.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/23/16203511/baiq-nuril-menangis-berharap-komisi-iii-setujui-pertimbangan-amnesti

23 July 2019

SINGAPURA: Singapura melakukan rampasan gading seludup terbesar, apabila menyita hampir sembilan tan barangan haram itu yang diperoleh daripada anggaran 300 ekor gajah. Kargo haram itu, ditemui semalam dalam kontena dari Republik Demokratik Congo yang dihantar ke Vietnam menerusi Singapura, yang turut mengandungi kulit tenggiling, dan ia adalah rampasan ketiga seumpama itu dalam masa beberapa bulan. Pegawai berkata, gading dan kulit tenggiling itu disembunyikan dalam kontena yang diisytiharkan dipenuhi kayu untuk dihantar ke Vietnam, menerusi Singapura, iaitu hab perkapalan besar bagi perdagangan global,

“Hasil pemeriksaan, pihak berkuasa berjaya menemui 8.8 tan gading. “Gading dianggar bernilai AS$12.9 juta (RM53 juta) dan setakat ini, adalah rampasan gading terbesar di Singapura,” kata Lembaga Taman Negara, Kastam dan Imigresen dan Pihak Berkuasa Pusat Pemeriksaan, dalam satu kenyataan bersama. Mereka berkata, gading dianggarkan diambil daripada 300 ekor gajah Afrika. Yang turut ditemui, adalah 11.9 tan kulit tenggiling yang dianggarkan bernilai AS$35.7 juta (RM146 juta) dan dipercayai diambil daripada 2,000 ekor mamalia itu.

 

Ia adalah rampasan ketiga bagi kulit tenggiling yang cuba diseludup menerusi Singapura sejak April lalu, sekali gus menjadikan jumlah keseluruhan dalam masa tiga bulan kepada 37.5 tan atau bernilai AS$112.5 juta (RM463 juta). Singapura berkata, barangan yang dirampas itu akan dimusnahkan. —AFP

 

Sumber : https://www.bharian.com.my/dunia/asean/2019/07/588251/singapura-rampas-88-tan-gading-bernilai-rm53-juta

Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi FaceApp yang bisa mengubah wajah pengguna menjadi lebih tua sempat ramai digunakan oleh banyak kalangan, tak terkecuali para pesohor dunia. Di balik ketenarannya, aplikasi buatan pengembang Rusia tersebut dikhawatirkan menyalahgunakan data pribadi penggunanya. Polandia dan Lithuania dikabarkan tengah melakukan penyelidikan terhadap potensi ancaman keamanan FaceApp.

Pengamat keamanan siber dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menanggapi kisruh di balik kekhawatiran penyalahgunaan data pribadi pengguna. Heru merekomendasikan pengguna agar lebih jeli sebelum memasang (install) suatu aplikasi dalam ponsel.  Pasalnya, Heru menilai hampir semua aplikasi, bahkan gadget sekalipun bisa memantau perilaku dan mengumpulkan data pengguna. "Ya kalau dilihat saat ini, hampir semua aplikasi atau bahkan gadget memonitor perilaku dan mengambil data pengguna. Saran, sebelum instal perhatikan data apa saja yang akan diambil dan dimonitor dari ponse kita, kalau keberatan jangan diinstal," jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).
Lebih lanjut, dia sempat mencontohkan kasus Cambridge Analytica yang menimpa Facebook. Konsultan politik itu mencuri jutaan data pribadi pengguna saat pemilihan presiden Amerika tahun 2016. Selain itu Heru mengatakan saat ini aplikasi yang beredar akan meminta akses ke kamera, lokasi maupun kontak. 

"Misal Facebook mengambil semua data kita, memproses dan bahkan pernah menjualnya ke Cambridge Analytica. Aplikasi lain juga ketika akan instal meminta akses ke kamera, GPS (global positioning system), kontak dan lainnya jadi kalau mau bersih dari monitor ya jangan gunakan aplikasi atau gadget termasuk FaceApp," ucapnya. Menurutnya data pribadi merupakan data individu yang benar, dapat diidentifikasi yang kemudian disimpan, dirawat dan dilindungi kerahasiaannya. Namun jika data pribadi itu disebar dan diakses secara sah oleh pihak lain, artinya data pribadi itu tidak harus dilindungi. "Data pribadi jika disebar atau jika dapat diakses secara sah oleh orang lain bisa jadi bukan merupakan data pribadi yang harus dilindungi. Misal, tanggal lahir presiden, nama dan pekerjaan suami atau istri, pekerjaan artis serta alamatnya, nama anggota keluarga kita dan fotonya yang telah dibagikan di media sosial," jelasnya.

Heru juga sempat menyinggung soal aturan Perlindungan Data Pribadi Permenkominfo No.20/2016, ia menilai meskipun aturan itu ada tetapi tidak dapat menjangkau semua penyedia platform aplikasi. Jika aturan ini dijalankan dengan baik, penyalahgunaan kewenangan dari penyedia platform dalam menggunakan data pengguna dapat diminimalisir. "Meski kita punya aturan Perlindungan Data Pribadi berdasar Permenkominfo No.20/2016, tapi kan tidak bisa menjangkau para penyedia platform atau produsen gadget. Padahal kalau aturan ini dijalankan menteri dan dirjennya dengan baik, abuse of power atau penyalahgunaan wewenang dari penyedia platform atau gadget dalam menggunakan data pengguna bisa dihentikan atau minimal dapat dikurangi," ucapnya.

Data pribadi tidak untuk dibagikan kepada umum

Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan data pribadi merupakan informasi yang sifatnya pribadi. Untuk itu ia mengatakan tak semestinya data pribadi dibagikan kepada umum. Menurut dia, data pribadi memiliki sejumlah kategori seperti informasi keluarga, saudara, anak, dan teman. "Ada juga yang sifatnya confidential seperti ulang tahun, nama gadis orang tua, informasi rekening, informasi kartu kredit, rekening bank, dan NIK," jelas Alfons.

Maka dari itu Alfons menyerukan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum memberikan akses data kepada penyedia aplikasi. Jika ragu, disarankan untuk tidak diinstal. "Biasakan untuk selalu berhati-hati sebelum memberikan akses data atau informasi kita kepada aplikasi. Kalau ragu sebaiknya ditolak," pungkasnya. Selain Lithuania dan Polandia, FaceApp sempat memicu kekhawatiran di kalangan senat AS. Risiko keamanan dan privasi yang terhubung dengan aplikasi FaceApp disinyalir mengumpuklan data pribadi pengguna. Sementara itu, CEO FaceApp Yaroslav Goncharov membantah tudingan jika pihaknya menyalahgunakan data pribadi pengguna. Goncharov kepada Washington Pos mengatakan pihak Rusia tidak memiliki akses ke data pengguna apa pun, FaceApp juga otomatis menghapus foto yang diunggah pengguna dalam kurun waktu 2x24 jam.

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190723124210-185-414653/kisruh-faceapp-dan-rendahnya-kesadaran-jaga-data-pribadi

TOKYO, KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke babak kedua Japan Open 2019 seusai mengandaskan perlawanan wakil China, Lu Guang Zu. Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Selasa (23/7/2019), Anthony Ginting menang dengan skor 22-20, 21-16, setelah melalui pertandingan dengan durasi 47 menit. Kejar mengejar angka terjadi pada awal gim pertama. Bahkan, Anthony Ginting sempat tertinggal 8-11 pada paruh awal. 

Meski begitu, unggulan ketujuh Indonesia itu sanggup membalikkan keadaan menjadi 12-11. Menjelang gim pertama berakhir, perolehan angka kembali ketat saat kedudukan 19-19 dan 20-20. Anthony Ginting pun akhirnya mampu mengakhiri gim pertama dengan skor 22-20. Pada awal gim kedua, Lu Guang Zu langsung tancap gas dengan unggul 3-0. Anthony Ginting berusaha mengejar perolehan angka Lua Guang Zu hingga kedudukan menjadi 15-15.

Selepas itu, Anthony Ginting terus melesat dan memenangi gim kedua dengan skor 21-16. Anthony Ginting lolos ke babak kedua Japan Open 2019. Dengan hasil Japan Open ini, dia akan bertemu pemenang pertandingan antara Sitthikom Thammasin (Thailand) dan Liew Daren (Malaysia). Sampai berita ini ditulis, laga antara Sitthikom Thammasin vs Liew Daren belum berlangsung.


Sumber : https://olahraga.kompas.com/read/2019/07/23/13193918/hasil-japan-open-2019-anthony-ginting-melaju-ke-babak-kedua

KUALA LUMPUR: Penyanyi, Datuk Jamal Abdillah, bakal menimang cahaya mata perempuan yang dijangka dilahirkan isterinya pada awal November depan. Katanya, buat masa ini, Datin Zai Izzati Khiruddin, 25, yang hamil enam bulan tidak mempunyai sebarang alahan atau mengidam.

“Syukur kandungan kali ini dipermudahkan, malah isteri pun tampak sihat, bertenaga dan tidak mengidam makanan pelik-pelik. “Sekarang dia lebih banyak berada di rumah kerana saya sendiri mahu dirinya berehat, memandangkan sebelum ini isteri pernah tiga kali mengalami keguguran. “Insya-Allah, ikutkan ujian imbasan, kami bakal menimang anak perempuan pada 4 November depan. Alhamdulillah,” katanya kepada BH Online. Jamal atau nama sebenarnya Jamal Ubaidillah Mohd Ali, 60, berkahwin dengan wanita berasal dari Perak itu pada pada 1 April 2017. Terdahulu, Jamal pernah berkahwin sebanyak tiga kali iaitu dengan Basariah Abdul Latiff, Noraina Mohd Yusof dan Fatimatuzahrah Samad. Ketiga-tiganya berakhir dengan perpisahan. Bersama Noraina, penyanyi Kau Lupa Janji itu dikurniakan Osama Yamani yang kini berusia 18 tahun, manakala dengan Fatimatuzarah pula dia dianugerahkan Ahmad Zaki Yamani, 12.

 Ditanya mengenai maklum balas kedua-dua anak lelakinya dengan kehadiran bakal anggota keluarga baharu, akui Jamal, mereka belum mengetahui berita gembira berkenaan. Katanya, dia bukan sengaja merahsiakan perkara itu, sebaliknya menunggu masa sesuai untuk berkongsi mengenainya, selain menganggap ia sebagai hal biasa. “Osama dan Ahmad Zaki tidak tahu pun mereka bakal mempunyai adik perempuan, tak lama lagi. Saya tak berahsia pun,” katanya

 

Sumber : https://www.bharian.com.my/hiburan/selebriti/2019/07/588210/jamal-bakal-timang-puteri

JAKARTA – Anda pemilik kendaraan roda empat merk Honda mesti waspada, apalagi ketika tengah parkir di lokasi keramaian seperti mal dan rest area jalan tol. Mobil berlogo H ini rupanya menjadi incaran empuk komplotan bandit beranggotan empat  orang ini. Beraksi tidak sampai lima menit , mereka mampu Menggasak seluruh barang berharga yang ada di dalam mobil dengan ‘mulus’.

Beroperasi sejak 2014, sepak terjang mereka berakhir di tangan aparat Reskrim Polsek Kelapa Gading. Bahkan ketiga pelaku yang dibekuk terpaksa dihadiahi timah panas di kaki masing masing setelah menolak menyerah saat disergap usai beraksi di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (21/7/2019) malam. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Jerrold Kumontoy menyebutkan, penangkapan terhadap MS (37), SFD (38), dan HDR (28) bermula dari laporan seorang  warga bernama Sofyan (29) pemilik mobil yang bekerja di  mal di Kelapa Gading.

“Akibat kejadian itu korban kehilangan organ dan laptop,” kata kapolsek didampingi Kanit Reskrim AKP Vokky Herlambang Sagala, Senin (22/7/2019). “Mereka mencari mobil  Honda, khususnya Honda-Honda yang lama, di antaranta  Honda Accord, Honda Brio, Honda CR-V, Honda Freed, Honda Jazz, dan Honda Civic,”  sebut kapolsek. Jerrold mengatakan, ada alasan tertentu di balik aksi para pelaku memilih mobil bermerek Honda. Mobil bermerek Honda, terutama tahun-tahun di bawah 2019, menurut para pelaku tidak dilengkapi alarm yang ketat. “Karena menurut mereka itu tidak terkonek dengan alarm. Mereka ini sudah beraksi sejak 2014,” ujar Jerrold. Usai mendapat laporan dari korban polisi kemudian melakukan penelusuran. Sehari sebelum penangkapan, para pelaku diketahui menjalankan aksinya di Mall Arion, Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut Jerrold, polisi sempat kesulitan menangkap para pelaku lantaran saat menjalankan aksinya, mereka menggunakan mobil yang pelat nomornya diubah-ubah. Polisi kemudian membuntuti mobil yang dipakai para tersangka untuk beraksi. Kemudian, para pelaku menuju ke Mall Cipinang untuk menjalankan aksinya kembali. Di sana, kata Jerrold, para pelaku sempat melawan ketika hendak ditangkap. Alhasil, polisi menembak kaki mereka.
“Para tersangka melakukan perlawanan akhirnya kita lakukan tindakan tegas terukur,” kata Jerrold.

Sejak 2014

Sementara dari pengakuan pelaku, aksi sudah mereka lakoni sejak  2014. MF mengatakan, ia selalu beraksi dengan komplotannya di area parkir pusat perbelanjaan di sekitaran Jakarta. Alasannya selalu mengincar mobil bermerek Honda adalah karena sistem pengamanan mobil yang mudah ditembus. Menurut MF, meskipun lampu indikator mobil terkunci di dalam menyala, namun tak ada alarm yang berbunyi saat ia mencongkel mobil bermerek Honda.

”Karena relatif Honda alarmnya nggak nyala. Itu yang udah-udah kayak gitu, belajar dari kawan-kawan,” katanya. MF mengaku mendapatkan ilmu soal congkel mobil dari rekan sesama pencuri asal Palembang.Usai belajar dari rekannya itu, MF mengaku mampu mencongkel mobil hanya dalam waktu 2-3 menit.”Saya belajar dari teman di Palembang. Buka satu mobil bisa dua sampe tiga menit,” ucapnya.”Saya langsung ambil kunci, mendekat ke arah lubang kunci, terus saya buka dari belakang. Alarm nggak bunyi. Alarmnya memang nggak bunyi, hanya lampu kedip aja,” imbuh MS sambil memperagakan aksinya. Pelaku lainnya, SFD mengaku bahwa perannya dalam setiap aksi adalah mencari mobil incaran.”Saya yang memantau. saya turun dari mobil, lalu saya senter (kaca mobil). Setelah itu saya matiin senter saya masih masuk lagi ke dalam mobil. Baru saya bilang ada barang berharga gitu,” kata dia.

Dari para pelaku, diamankan barang bukti mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1550 COS, satu buah kunci letter T yang digunakan untuk mencongkel mobil, satu buah senter kecil, dan satu pasang pelat nomor kendaraan. Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (yahya/tri)

 

Sumber : http://poskotanews.com/2019/07/23/incar-mobil-honda-3-bandit-dibedil/

23 July 2019

KOMPAS.com - Iran mengklaim telah berhasil membongkar jaringan mata-mata yang bekerja untuk badan intelijen Amerika Serikat, CIA. Disampaikan Kementerian Intelijen Iran, sejumlah warga Iran telah direkrut oleh AS untuk menjadi mata-mata dan disusupkan ke sektor-sektor penting Iran, seperti ekonomi, nuklir, hingga teknologi siber. Berikut ini lima fakta yang telah terungkap seputar klaim Iran yang membongkar jaringan intelijen AS:

1. Sebanyak 17 Mata-mata Ditahan Kementerian Intelijen Iran menyebut bahwa mereka telah menahan sebanyak 17 warga Iran yang diduga telah direkrut menjadi mata-mata CIA.
   Para terduga mata-mata AS itu ditangkap antara Maret 2018 hingga Maret 2019. Intelijen Iran menyatakan telah mengungkap jaringan mata-mata yang berhubungan dengan CIA itu pada Juni lalu. Menurut pejabat intelijen Iran yang enggan disebutkan namanya, berdasarkan petunjuk yang didapatkan, CIA diyakini melakukan perekrutan untuk membentuk jaringan baru.


2. Jebakan Visa Lantas bagaimana cara AS hingga dapat merekrut banyak warga Iran untuk bekerja sebagai mata-mata mereka? Diungkapkan kepala kontra-intelijen Iran, para terduga mata-mata itu direkrut berdasarkan metode yang disebut dengan "Jebakan Visa". "Jebakan itu dibuat oleh CIA untuk warga Iran yang ingin bepergian ke AS," ujar pejabat intelijen Iran, seperti dikutip media pemerintah IRNA. Dijelaskan, agen CIA akan mendekati individu yang sedang mengurus visa, sementara yang lain dipaksa saat hendak memperbarui visa mereka. Selain itu, para mata-mata juga mengaku mendapat tawaran menggoda, termasuk pindah ke AS dan mendapat uang serta pekerjaan yang layak.


Sumber : https://internasional.kompas.com/read/2019/07/23/09264141/iran-klaim-bongkar-jaringan-mata-mata-as-ini-5-faktanya

23 July 2019

KOMPAS.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, kata "penghinaan" dalam unsur pemidanaan di dunia internasional memang tidak populer lagi.  Untuk itu, kata dia, bisa saja kata tersebut dalam pasal-pasang penghinaan agama, yakni pasal 250 dan 313 pada Rancangan Undang-Undang (UU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ditinjau ulang. Pasalnya, pembahasan RUU ini masih berjalan terus dan belum tutup buku. "Makanya masukan dari kelompok masyarakat, khususnya cendekiawan dan organisasi keagamaan masih sangat diperlukan," ujar Bamsoet saat menerima Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (22/07/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ketua DPR berkata seperti itu untuk menanggapi masukan dari Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan. Mereka meminta DPR mengganti kata "penghinaan" dengan "hasutan untuk menyebarkan, menyiarkan kebencian, dengan maksud melakukan kekerasan, atau diskriminasi". Mereka juga meminra DPR mengganti judul Bab VII RUU KUHP yaitu "Tindak Pidana Terhadap Agama dan Kehidupan Beragama". Ini diperlukan agar tidak terjadi multi tafsir yang menyebabkan agama menjadi subjek hukum. Soal ini, Bambang menjelaskan semangat keberadaan bab VII dan pasal-pasal di dalamnya adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menjalankan agama dan kepercayaannya. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam konstitusi negara Pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945. "Namun, jika redaksionalnya dirasa kurang tepat, DPR RI dengan senang hati menerima berbagai masukan dari masyarakat," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu memastikan, berbagai masukan tertulis lainnya dari Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan akan diteruskan ke Komisi III DPR RI. Dengan begiu, KUHP yang dihasilkan nanti bisa sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia dan bisa menjawab berbagai persoalan serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. "Karena itu DPR RI selalu terbuka terhadap berbagai aspirasi, sehingga saat RUU KUHP ini disahkan masyarakat bisa menyambutnya dengan suka cita, bukan dengan duka cita," pungkas Bamsoet

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/23/12393491/dpr-terbuka-soal-penghilangan-kata-penghinaan-agama-dalam-ruu-kuhp

JAKARTA – Terdakwa Joko Driyono akan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019). Rencananya, sidang tersebut akan diadakan pada pukul 13.00 WIB. Adapun agenda persidangan hari ini ialah pembacaan putusan atas kasus pengrusakan barang bukti pada kasus pengaturan skor.

Kuasa Hukum Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, Mustofa Abidin, berharap agar kliennya dapat dibebaskan dari segala dakwaan. Meskipun begitu, ia mempercayakan putusan nanti kepada Majelis Hakim. Lebih lanjut ia mengatakan, apapun putusan hakim nantinya merupakan putusan seadil-adilnya untuk sang klien. “Harapannya ya bebas lah. Tapi semua berpulang pada putusan Hakim,” ujar Mustofa ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/7/2019). Namun harapannya agar sang klien dibebaskan itu bukan tanpa dasar. Ia menilai, jaksa penuntut umum (JPU) tidak dapat membuktikan tuntutannya selama persidangan berlangsung. “(Intinya pengacara berpendapat tuntutan JPU tidak terbukti?) Iya lah,” pungkasnya. Diketahui, Jokdri merupakan terdakwa pengrusakan barang bukti atas kasus pengaturan skor. Jokdri ditahan sejak 25 Maret 2019 setelah menjalani pemeriksaan sebanyak lima kali di Polda Metro Jaya.

Pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut Jokdri dua tahun enam bulan pidana penjara. Jaksa menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 235 juncto pasal 233 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Namun terdakwa dinilai tidak terbukti melanggar Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana, di mana pasal tersebut termasuk dalam dakwaan alternatif kedua primair dari JPU. Adapun beberapa hal yang dianggap meringankan mantan Plt Ketua Umum PSSI tersebut dalam tuntutannya, yakni terdakwa mengakui perbutannya dan bersikap sopan. Sementara hal yang memperberat, yakni mempersulit penyidikan yang ditangani Satgas Anti Mafia Bola. (firda/tri)

 

Sumber : http://poskotanews.com/2019/07/23/jokdri-jalani-sidang-putusan-hari-ini-di-pn-jaksel/

Page 10 of 37

Tentang Kami