Live Streaming
Wednesday, 19 September 2018 09:36

8 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Written by 
Rate this item
(0 votes)

sumber : kompas.com

Rama Shinta - Saat mengalami kecemasan dan stres, meditasi jadi salah satu cara mudah untuk mengatasinya. Walaupun terlihat duduk diam, tidak melakukan apa pun, dan tidak mencemaskan apa pun, meditasi ternyata memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, baik itu fisik dan juga mental.

Meditasi adalah latihan untuk menciptakan ketenangan pikiran dan tubuh yang rileks. Kamu bisa melakukan jenis latihan ini di mana saja, tanpa perlu alat khusus. Kuncinya hanya satu, yaitu suasana yang tenang.

Lalu apa gunanya meditasi? Berikut beberapa manfaat meditasi bagi kesehatan yang perlu kamu tahu:

 

1. Mengurangi stres

Stres bisa terjadi kapan saja. Saat stres muncul, kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat dan tubuh akan melepaskan bahan kimia perangsang peradangan yang disebut sitokin.

Sitokin yang diproduksi tubuh ini bisa mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah, membuat depresi dan cemas seiring waktu. Akibatnya, kamu jadi lebih rentan terkena berbagai penyakit. Untungnya, kondisi ini bisa diatasi dengan meditasi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University mengamati 33 pria dan wanita usia 18-30 tahun. Mereka diminta untuk melakukan meditasi dan latihan pernapasan dalam 25 menit sehari.

Tiga hari kemudian, hasilnya sampel air liur mereka menunjukkan penurunan kadar kortisol. Mereka juga merasakan peningkatan kemampuan dalam memecahkan masalah ketika diberi beberapa soal matematika dan menanggapi sebuah puisi.

 

2. Melawan depresi

Stres jangka panjang tanpa perawatan bisa berakhir dengan depresi. Meditasi memberikan ketenangan dan kenyaman sehingga dijadikan terapi untuk melawan depresi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rutgers University mengamati 55 orang wanita dan pria; 22 orang di antaranya memiliki gangguan depresi. Mereka diminta mengikuti program meditasi selama 30 menit diikuti latihan aerobik selama 30 menit dalam 8 minggu.

Hasilnya menunjukkan gejala depresi berkurang hingga 40 persen. Mereka jadi lebih mampu mengatasi masalah dan mengendalikan diri untuk tidak cemas atau memikirkan sesuatu yang negatif.

Ilustrasi meditasi
Ilustrasi meditasi(Rawpixel Ltd)
 
 

3. Mengontrol rasa cemas

Selain stres, beberapa orang juga bisa merasakan cemas yang kadang berlebihan. Sebuah studi mengamati 2.466 peserta yang melakukan berbagai strategi meditasi dengan cara yang berbeda untuk mengatasi kecemasan.

Hasilnya, orang yang mengikuti meditasi yoga mampu mengurangi tingkat kecemasan. Artinya, para peserta jadi lebih mampu mengendalikan kecemasan yang muncul atau bahkan mencegahnya datang sama sekali.

 

4. Meningkatkan kualitas tidur

Stres, depresi, dan kecemasan bisa membuat kita sulit tidur. Kondisi mental yang buruk ditambah dengan tubuh yang kurang istirahat akan memperparah keadaan.

Walaupun bisa diatasi dengan obat tidur, penggunaan pil sering kali menyebabkan efek samping yang merugikan. Untuk itu, meditasi dianggap cara paling aman untuk mengatasi insomnia.

Sebuah studi membandingkan dua kelompok peserta; yang mengikuti program meditasi dan yang tidak. Peserta yang mengikuti meditasi, bisa tidur lebih cepat dan lebih nyenyak dibanding dengan orang yang tidak mengikuti meditasi.

Periset berpendapat bahwa meditasi dapat menenangkan pikiran seseorang, membantu tubuh melepaskan ketegangan, dan jadi lebih rileks sehingga dapat tidur lebih baik.

Ilustrasi meditasi di kantor
Ilustrasi meditasi di kantor(John Lund/Tiffany Schoepp)
 
 

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

ika kamu sering kali tertular flu atau pilek, kamu perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Caranya antara lain dengan meditasi.

Sebuah studi mengamati 149 pria dan wanita dengan usia rata-rata 59 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 51 orang mengikuti program meditasi, 47 berolahraga lari dan bersepeda, dan sisanya tidak melakukan apa-apa.

Setelah 8 minggu, peserta yang mengikuti meditasi mengalami 27 kali gejala flu atau pilek, orang yang berolahraga mengalami 26 kali, sementara orang yang tidak melakukan apa pun mengalami gejala sebanyak 40 kali.

Orang yang berolahraga dan bermeditasi juga lebih cepat sembuh dari flu atau pilek, dibanding mereka yang tidak aktif.

 

6. Bantu melawan kecanduan

Sikap disiplin yang diterapkan saat meditasi dapat membantu orang yang memiliki kecanduan. Sebuah studi melaporkan sebanyak 19 orang pecandu alkohol dapat mengendalikan keinginan mereka untuk minum setelah melakukan meditasi.

Ini menunjukkan bahwa meditasi membantu pecandu untuk belajar mengalihkan perhatian saat ada dorongan untuk memenuhi candunya. Mereka jadi lebih paham bagaimana cara terbaik untuk mengendalikan emosi dan perilakunya.

 

7. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Akibatnya, fungsi jantung semakin buruk dan risiko terkena penyakit jantung seperti aterosklerosis (penyempitan arteri jantung), serangan jantung, dan stroke jadi lebih besar.

Meditasi dapat mengurangi ketegangan pada jantung sehingga tekanan darah akan menurun. Saat tubuh melepaskan ketegangan, sinyal saraf yang mengoordinasikan fungsi jantung dan ketegangan pada pembuluh darah jadi lebih terkontrol.

 

8. Memperkuat daya ingat

Semakin bertambah tua, fungsi otak seseorang akan jadi menurun. Meditasi yang menggabungkan nyanyian dan gerakan berulang dapat melatih konsentrasi seseorang.

Sebanyak 12 penelitian menunjukkan bahwa meditasi bisa meningkatkan perhatian, daya ingat, dan konsentrasi para lansia.

Kemungkinan manfaat meditasi ini dapat membantu mengendalikan stres, mengurangi rasa kesepian, dan meningkatkan fungsi otak bagi lansia dengan penyakit demensia.

Read 19 times

Tentang Kami