Live Streaming
Page 6 of 16
10 September 2018

sumber : liputan6.com

Rama Shinta - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menilai Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Dia melihat itu berdasarkan kesuksesan Indonesia menggelarAsian Games 2018.

"Saya mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Asian Games, selanjutnya saya menunggu Olimpiade 2032 diadakan di Indonesia," kata Dubes Ishii seperti dikutip antara.

 

Rencana Indonesia untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032 telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di Istana Bogor, 1 September lalu.

Bach juga mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi atas keberhasilan besar Asian Games di Indonesia yang sangat mengesankan, bukan hanya berkaitan dengan penyelenggaraan, tetapi juga partisipasi masyarakat serta para relawan yang dalam jumlah sangat besar digerakkan dan bisa diorganisasi.

"Oleh karena itu, IOC sangat menghargai pencalonan Indonesia untuk Olimpiade 2032 dengan melihat kesuksesan penyelenggaaraan Asian Games ini," katanya.

Menurut Bach, Indonesia telah memiliki semua sarana untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan lancar dan sukses."Selamat Indonesia dan selamat datang di keluarga Olimpiade kami dengan pencalonan ini untuk Olimpiade 2032," kata Bach.

 

Dukungan Lainnya

 

Penyambutan Kota Hangzhou Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2022

 

Selain Jepang, dukungan untuk Indonesia menyelenggarakan Olimpiade 2032 juga mengalir dari Rusia.

Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva memuji keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan perhelatan multiolahraga terbesar kedua di dunia Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September lalu.

"Melihat kesuksesan ini, kami berharap Indonesia berhasil dalam pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas 2032," tutur Vorobieva.

 
07 September 2018

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Dua orang ini bisa mungkin adalah orang yang paling dekat dengan Presiden Joko Widodo setelah keluarganya.

Mereka adalah dua ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya alumni Akademi Militer tahun 2011 dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah alumni Akademi Kepolisian tahun 2012.

Lewat sebuah video yang diunggah di Youtube Channel Presiden Joko Widodo keduanya bercerita soal pengalaman menjadi orang paling dekat dengan presiden.

Dalam wawancara yang dilakukan di halaman Istana Bogor tersebut, Lettu Teddy menjelaskan dirinya dan Iptu Syarif harus menjalani seleksi yang panjang hingga terpilih.

 

"Kami diseleksi dari masing masing angakatan kemudian saya terpilih dari TNI, Syarief dari kepolisian," kata Teddy.

Teddy mengaku sama sekali tidak pernah terpikirkan menjadi ajudan presiden.

"Mimpi saja tidak pernah," kata Syarif.

Keduanya pun menjelaskan perbedaan ajudan presiden dengan Pasukan Pengaman Presiden atau Paspampres.

"Kalau paspampres pengamanan kalau kita kegiatan bapak sehari hari, sehingga bapak bekerja lancar dan nyaman," kata Teddy.

Syarif lalu menuturkan pengalaman dirinya mendampingi Jokowi keliling lima provinsi dalam lima hari.

"Jadi bapak itu pernah, pagi terbang ke Aceh setelah itu ke Banjarmasin setelah itu ke Halmahera Maluku Utara, setelah itu lanjut lagi ke Papua untuk melihat perkembangan jalan. Selama lima hari, satu hari satu provinsi," kata Syarif.

Menurut Teddy berbagai hal yang dilakukan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke daerah.

"Pertama tiba di kota tujuan bisa melakukan macam-macam, bisa dimulai dari pembagian kartu indonesia pintar (KIP). sertifikat tanah peresmian atau peninjauan. break saat makan siang," kata Teddy.

"Kelar acara bisa jam 9, jam setengah 10 malam," tambah Syarif.

Yang lazim dilakukan Jokowi ternyata tidak langsung istirahat tidur begitu sampai di hotel.

"Tiba di hotel bapak tidak serta merta istrahat, di situ bapak memikirkan yang lain, bukan memikirkan kunker, pikirkan kegiatan nasional, internasional ada apa. Telpon menteri,  telpon pejabat ini," kata Teddy.

Lebih lanjut keduanya juga membeberkan banyak hal tak terduga yang menjadi ciri khas kunjungan daerah Jokowi.

"Banyak kegiatan yang tak terduga turun pesawat yang harusnya istirahat. Karena lewat mal, tiba-tiba beliau bilang 'saya pengen ke situ , sampai di hotel ke situ," kata Syarif.

Lalu kapan sebenarnya Presiden Joko Widodo punya waktu untuk istirahat?

"Kalau ketemu warga menurut saya bapak istirahat. Karena bapak gembira tertawa. Kemudian salaman menurut saya itu yang membuat bapak istirahat," kata Teddy.

Iptu Syarif juga menyebutkan, Jokowi adalah sosok pendengar yang baik jika mendapat keluhan dari masyarakat.

"Bapak itu orangnya pendengar, apalagi dengan masyarakat benar-benar dengarkan kata per kata, kira-kira warga butuh apa," kata Syarif.

Jadi tukang foto

Presiden Joko Widodo berfoto bersama warga. (ISTIMEWA/Tangkap layar channel Youtube Preisden Joko Widodo)
Presiden Joko Widodo berfoto bersama warga. (ISTIMEWA/Tangkap layar channel Youtube Preisden Joko Widodo) ()

Menurut Iptu Syarif saat menyapa warga, Presiden Joko Widodo juga mengajak foto bersama.

Dua ajudan ini pun mendadak jadi fotografer yang siap mengabadikan gambar Jokowi dengan handphone milik warga.

"Bagi rakyat yang sudah jauh datang 3 Km, 5 Km, mereka minta foto dengan presiden, kita fotokan lalu bapak ngecek foto jelek foto ngeblur dibalikin lagi HP-nya ke saya. Saya fotin lagi sampai fotonya bagus. Lalu bapak bilang ke warga terima nih fotonya hasilnya bagus," kata Syarif.

Kebiasaan kecil itu menurut Syarif membuat kenangan warga sangat membekas saat bertemu kepala negara.

"Itu rakyat senangnya luar biasa, menurut saya itu hal kecil tapi senangnya sudah luar baisa," kata Syarif.

Presiden Jokowi kata Lettu Teddy juga melakukan sejumlah hal saat istirahat.

"Kalau sendiri atau sudah selesai kegaitan, nonton Youtube, baca berita, buka sosial media bacain direct massage (DM) yang dikirim km tuh bapak baca lho. Oh ini apa nih, coba dicek bener ngga keluhan yang ngirim tadi," kata Teddy.

Letnan Satu Teddy Indra Wijaya mengenakan helm Presiden Jokowi. (ISTIMEWA/Tangkap layar channel Youtube Preisden Joko Widodo)
Letnan Satu Teddy Indra Wijaya mengenakan helm Presiden Jokowi. (ISTIMEWA/Tangkap layar channel Youtube Preisden Joko Widodo) ()

Keduanya juga mengungkapkan hal kecil yang paling berkesan, selama mendampingi Jokowi.

"Kalau saya dipanggil nama, pangkat belum tinggi juga tapi sudah dipanggil nama oleh presiden itu hal yang luar biasa bagi saya," kata Syarif.

"Kalau saya diucapin terima kasih, bayangin terima kasih ya, bagi saya senang banget," kata Teddy.

Dua ajudan ini pun ditanya apa pernah Presiden Jokowi curhat kepada mereka?

Dua ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri). (ISTIMEWA/Channel Youtube Presiden Joko Widodo)
Dua ajudan Presiden Joko Widodo, Letnan Satu Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Inspektur Polisi Tingkat Satu (IPTU) Syarif Muhammad Fitriansyah (kiri). (ISTIMEWA/Channel Youtube Presiden Joko Widodo) ()

Sambil saling melihat, keduanya terlihat bingung mau menjawab

"Rahasia mas, namanya curhat masa saya kasih tau," kata Teddy lalu terawa.

Menurutnya sifat yang bisa diteladani dari Presiden Jokowi adalah kerja keras dan sosok yang sangat perhatian dengan keluarga.

"Sebagai presiden RI pemimpin 260 juta penduduk ngga gampang, tapi beliau bisa juga memberikan contoh. sebagai bapak bagi keluarga beliau. ya sebagai family man," kata Syarif.

Mereka pun diminta menyampaikan dua kata yang bisa menggambarkan Presiden Joko Widodo.

"Bapak itu banyak idenya," kata Teddy.

"Iya. Undpredictable," kata Syarif.

Kapolri sebut ajudan presiden orang terpilih
Sebagian anggota Polri mengincar jabatan sebagai ajudan presiden.

Konon katanya, anggota Polri yang sudah pernah menjabat sebagai ajudan presiden akan lebih mudah mendapatkan posisi yang lebih strategis di Polri.

Padahal, menjadi ajudan tidak seperti jabatan Kapolres yang bisa memimpin anak buah dan menjadi 'penguasa' wilayah.

Lalu mengapa jabatan ajudan presiden ini menjadi sangat bergengsi?

"Karena kalau menjadi Kapolres bisa banyak. Yang bisa menjadi Kapolda banyak, direktur reserse banyak, tapi untuk menjadi ajudan adalah orang terpilih," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurutnya, menjadi ajudan presiden adalah orang-orang pilihan.

Tidak sembarangan personel Polri yang bisa menjadi ajudan presiden dan harus melalui proses seleksi yang ketat.

"Terpilih dalam bidang semua hal, kesehatan, jasmani, psikologi, kecerdasan, chemistry yang susah," katanya.

Polri selalu merekomendasikan anggota pilihan yang terbaik.

Mayoritas ajudan presiden adalah peraih Adhimakayasa atau yang terbaik dari angkatannya.

Tetapi yang terpenting, seorang ajudan yang akan dipilih oleh pimpinan adalah yang dapat dipercaya.

06 September 2018

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Rupiah terkapar. Data Reuters pada Selasa (4/9) pukul 6.12 sore menunjukkan, nilai tukar mata uang Garuda berada di Rp 14.954 per dollar AS.

Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) menilai, nilai tukar rupiah yang saat ini merosot sudah keluar dari fundamentalnya. 

“Betul bahwa rupiah ini tergantung juga dengan sentimen pasar, tetapi hitungan fundamentalnya harusnya tidak selemah ini,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR RI, Selasa (4/9/2018).

 

Menurut Perry, pelemahan nilai tukar rupiah banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif baik di luar negeri maupun dalam negeri.

Dari luar negeri, misalnya kenaikan Fed Fund Rate, tekanan dari Argentina dan Turki serta isu perang dagang.

Sementara dari domestik adalah pembelian valas oleh korporasi untuk impor yang masih besar.

Untuk sentimen yang datangnya dari dalam negeri, Perry mengimbau agar pelaku ekonomi dalam negeri tidak perlu menubruk dollar AS.

“Kami sampaikan ke importir dan korporasi yang butuhkan valas tidak perlu menubruk-nubruk. Kami sudah sediakan swap. Swap Jumat lalu, targetnya US$ 400 juta dan realisasinya US$ 850 juta. Kami juga di BI komitmen stabilkan rupiah dan meningkatkan intensitas intervensi kami,” jelasnya.

Asal tahu saja, untuk mencegah nilai tukar rupiah merosot lebih dalam, BI terus berada di pasar untuk menaikkan volume intervensi baik di pasar valas maupun di pasar SBN.

Perry mengatakan, sejak Kamis (30/8), BI telah masuk ke pasar sekunder SBN.

“Kamis dan Jumat lalu maupun kemarin (Senin 3 September 2018) kami beli SBN. Jumat kami beli SBN Rp 4,1 triliun yang dijual asing. Kemarin (Senin) kami beli dari pasar sekunder Rp 3 triliun,” ujar Perry di Gedung DPR RI, Selasa (4/9).

Dengan demikian, bila dihitung, BI sudah mengeluarkan Rp 7,1 triliun untuk intervensi SBN di pasar sekunder.

Selain itu, Perry mengatakan, dengan fokus jangka pendek bank sentral yang lebih kepada stabilisasi khususnya rupiah, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5% sejak awal tahun ini.

Hal ini juga merupakan upaya stabilkan nilai tukar.

“Ini agar imbal hasil aset-aset keuangan khususnya SBN tetapi menarik,” ucapnya.

Dengan menaikkan suku bunga acuan, kata Perry, masih terjadi masuknya aliran modal asing pada Juli-Agustus lalu.

05 September 2018

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi pengesahan RAPBD Perubahan Kota Malang, Jawa Timur tahun 2015. Total, ada 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang menjadi tersangka kasus tersebut.

"Penetapan 22 anggota DPRD Kota Malang tersebut merupakan tahap ketiga. Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Basaria menjelaskan, penetapan tersangka terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang ini berkaitan dengan pengembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Malang.

 Sebanyak 22 anggota DPRD Malang yang baru ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Arief Hermanto (PDI-P), Teguh Mulyono (PDI-P), Mulyanto (PKB), Choeroel Anwar (Golkar), Suparno (Gerindra), Imam Ghozali (Hanura), Moh Fadli (NasDem), Asia Iriani (PPP), Indra Tjahyono (Demokrat), Een Ambarsari (Gerindra).

Kemudian, Bambang Triyoso (PKS), Diana Yanti (PDI-P), Sugiarto (PKS), Afdhal Fauza (Hanura), Syamsul Fajrih (PPP), Hadi Susanto (PDI-P), Erni Farida (PDI-P), Soni Yudiarto (Demokrat), Harun Prasojo (PAN), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), Choirul Amri (PKS), dan Ribut Haryanto (Golkar).

Basaria mengungkapkan, sebanyak 22 anggota DPRD Malang tersebut diduga menerima hadiah atau janji terkait pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 dari Wali Kota Malang saat itu Mochamad Anton dan kawan-kawan.

Selain itu, puluhan Wakil Rakyat Kota Malang itu juga diduga menerima gratifikasi uang untuk pemulusan penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Malang tentang Perubahan APBD 2015 menjadi Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2015.

Basaria membeberkan, pihaknya dari proses pengumpulan informasi, data, dan mencermati fakta persidangan dalam perkara tersebut, telah ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa 22 anggota DPRD tersebut menerima masing Rp12,5 hingga Rp 50 juta dari Mochamad Anton.

Atas perbuatannya itu, 22 anggota DPRD Kota Malang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, 22 anggota DPRD Kota Malang juga disangkakan melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, dan Ketua DPRD Malang, Mochamad Arief Wicaksono.
Jarot diduga menyuap Arief sebesar Rp 700 juta untuk memuluskan pembahsan RAPBD-P Malang 2015. Sebanyak Rp 600 juta di antaranya dibagi-bagikan Arief ke anggota DPRD Malang.

Selain itu, Arief juga menerima uang suap dari Hendarwan Maruszaman selaku Komisiaris PT Enfys Nusantara Karya (PT ENK) sebesar Rp 250 juta terkait persetujuan penganggaran kembali proyek lanjutan pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016. Proyek tersebut sempat berhenti pelaksanaannya sejak 2012 lalu.

Arief selaku penerima suap divonis lima tahun penjara di Pengadilan Tipikor Surabaya atas penerimaan suap Rp 700 juta dari jarot. Adapun Jarot dan Hendrawan selaku pemberi suap telah divonis pidana penjara selama 2 tahun.

Dari pengembangan kasus penerimaan Rp 700 juta oleh Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono terkait pemulusan RAPBD Tahun 2015, akhirnya KPK menetapkan para anggota DPRD Kota Malang penerima aliran dana suap tersebut.

Untuk tahap pertama, sebanyak 18 orang anggota DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang Mochamad Anton ditetapkan sebagai tersangka.

 

Langsung Ditahan

Penyidik KPK langsung melakukan penahanan terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang yang baru ditetapkan sebagai tersangka. "Para tersangka ditahan 20 hari pertama di sejumlah rutan," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Untuk tersangka Arief Hermanto (PDI-P), Teguh Mulyono (PDI-P), Mulyanto (PKB), Choeroel Anwar (Golkar), dan Suparno (Gerindra), ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Sementara, tersangka Imam Ghozali (Hanura), Moh Fadli (NasDem), Asia Iriani (PPP), Indra Tjahyono (Demokrat), Een Ambarsari (Gerindra), dan Ribut Haryanto (Golkar) ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Tersangka Bambang Triyoso (PKS), Soni Yudiarto (Demokrat), Harun Prasojo (PAN), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), dan Choirul Amri (PKS) di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Tersangka Afdhal Fauza (Hanura) ditahan di di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Adapun tersangka Diana Yanti (PDI-P), Sugiarto (PKS), Syamsul Fajrih (PPP), Hadi Susanto (PDI-P), Erni Farida (PDI-P), ditahan di Rutan KPK Gedung K4.

05 September 2018

sumber  : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Asian Games 2018 sudah usai dan kontingen Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan raihan 98 medali.

Rinciannya, 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu dan menempatkan Indonesia pada peringkat 4 Asian Games 2018.

 Para peraih medali emas, perak dan perunggu juga mendapatkan bonus yang tergolong cukup besar dan Presiden Joko Widodo langsung menyerahkan bonus tersebut di hari terakhir Asian Games 2018.

Tidak hanya itu, para atlet menerima bersih seluruh bonus karena pajak pendapatan ditanggung oleh pemerintah.

Bonus yang diterima atlet peraih medali memang menggiurkan, terutama bagi atlet yang gagal menorehkan medali.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Puan Maharanimengungkapkan, atlet-atlet Indonesia yang tidak berhasil memenangi medali di Asian Games 2018 juga mendapat uang apresiasi.

Menko PMK bersama TNI, Polri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan KONI, menggelar konferensi pers pasca perhelatan Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Konferensi pers digelar di Kantor Kemenko PMK, Senin (3/9/2018), untuk menyampaikan sejumlah laporan terkait penyelenggaraan Asian Games 2018.

Puan Maharani yang juga Wakil ketua INASGOC menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangsih dari banyak pihak sehingga Asian Games 2018 berlangsung sukses. 

"Semua atlet sudah mendapatkan bonus dalam rekening buku tabungan masing-masing. Semua orang mungkin juga sudah tahu jumlahnya," ujar Puan seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari BolaSport.com.

"Ya, peraih medali emas mendapat Rp 1,5 miliar, peraih medali perak Rp 500 juta, dan peraih medali perunggu Rp 250 juta," katanya.

Puan mengatakan, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang tidak meraih medali, yakni uang saku Rp 20 juta.

Puan menambahkan, bonus-bonus tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet dalam memperjuangkan nama Indonesia di Asian Games.

Pembagian bonus sebelum penutupan Asian Games 2018 juga terkait dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

04 September 2018

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Indonesia sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 dan hal itu juga diakui oleh pimpinan Organisasi Olimpic Asia serta Internasional Olimpic.

Saat bertemua dengan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah serta Presiden IOC Thomas Bach di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Masuknya Indonesia sebagai kandidat Olimpiade 2032 akan membuat persaingan semakin ketat karena saat ini, ada tiga negara yang sudah mengajukan penawaran.

 Negara tersebut adalah Australia, China dan India, yang sudah mengajukan penawaran. 

Australia pernah menjadi tuan rumah tahun 2000 sementara China juga sudah pernah menjadi Olimpiade 2008.

Bedanya, China kali ini menawarkan tempat di Shanghai, sementara sebelumnya digelar di Beijing sementara Australia menawarkan Brisbane.

Sementara India sama dengan Indonesia, belum sekalipun menjadi tuan rumah Olimpiade sehingga dua negara ini bisa dikatakan akan bersaing ketat.

Masuknya Indonesia sebagai salah satu kandidat membuat media India, The Tribune, ikut mengulasnya.

Media tersebut memuji penyelenggaran Asian Games 2018 yang sukses, bahkan meminta India dan negara-negara lain yang ingin menyelenggarakan acara multi-olahraga untuk belajar ke Indonesia.

Menurut The Tribune, pernyataan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah pada upacara penutupan Asian Games 2018 adalah isyarat bahwa OCA akan mendukung langkah besar Indonesia sebelumnya.

Meskipun tidak langsung menyebutkan Olimpiade Musim Panas, namun Al-Fahad mengatakan bahwa Indonesia layak untuk menjadi tuan rumah bagi acara olahraga penting di masa depan.

Menurut The Tribune, ada sejumlah hal yang membuat Indonesia begitu luar biasa.

Pertama, biasanya waktu yang diberikan ke tuan rumah untuk mempersiapkan diri hingga pembukaan Olimpiade adalah tujuh tahun.

Tetapi Indonesia ternyata bisa mempersiapkannya dengan baik hanya dalam waktu tiga tahun saja setelah Vietnam mundur setelah memenangkan tender.

Meskipun ada kendala waktu, panitia penyelenggara Indonesia (INASGOC) dan pemerintah bisa mempersiapkan organisasi Asian Games 2018 dengan baik.

Kedua, pemakaian anggaran yang minimal, tetapi bisa meraih hasil maksimal.

INASGOC sebelumnya mengajukan anggaran AS $ 600 juta untuk menyelenggarakan Asian Games, sama dengan anggaran Asian Games Incheon 2014.

Namun, anggaran itu dipangkas oleh pemerintah menjadi AS$ 300 juta. Setelah negosiasi, pemerintah meningkatkannya menjadi lebih dari $ 350 juta.

Menurut The Tribune, pemerintah dan INASGOC berhasil mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, termasuk BUMN yang all out mendukung suksesnya pesta olahraga terbesar kedua di dunia ini.

Tidak semua bantuan dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk fasilitas. Dicontohkan, Perusahaan Listrik Negara memasok listrik gratis ke semua tempat penyelenggaraan.

Hal lain yang dicatat oleh media tersebut adalah kemampuan Indonesia untuk menyelenggarakan Asian Games 2018 di dua kota dan semuanya terorganisasi dengan baik.

Ini adalah untuk pertamakalinya kejuaraan olahraga multi-event dilaksanakan di dua kota. Sebelum ini baru dilakukan untuk sepakbola seperti Piala Eropa yang digelar di Ukraina-Polandia serta Piala Dunia Korea-Jepang.

Penampilan Super Junior di acara penutupan (closing ceremony) Asian Games 2018
Penampilan Super Junior di acara penutupan (closing ceremony) Asian Games 2018 (screenshot vidio.com)

Menurut Tribune, dibanding Olimpiade Rio, penyenggaraan Asian Games 2018 sebenarnya jauh lebih kompleks. 

Di Rio hanya mempertandingan 26 cabang olahraga sementara di Indonesia mempertandingkan 40 cabang olahraga dan semuanya digelar di tempat yang layak dan representatif.

Selain itu, ada tiga "ancaman" menjelang Asian Games 2018, yakni terorisme, kejahatan serta lalulintasnya yang terkenal buruk.

Namun, tiga masalah tersebut bisa teratasi dengan organisasi yang luar biasa dari semua pihak.

The Tribune juga sempat mewawancarai Ketua INASGOC Erick Thohir tentang suksesnya Asian games 2018.

"Semua orang mendukung, itulah kuncinya. Seluruh Indonesia menjadi satu dan mendukung Asian Games. Kami punya rencana sejak Maret 2016. Sebagai organisasi kami memastikan akan menerapkan rencana itu. Kami juga memiliki talenta terbaik untuk mendukung Olimpiade. Apakah semuanya bekerja? Tidak 100 persen. Tapi kami mencoba menyelesaikan masalah dan tidak lari dari masalah itu," kata Erick Thohir.

Keberhasilan pementasan dari Games, yang terjadi untuk pertama kalinya di Indonesia sejak 1962, juga telah memberi negara kepercayaan untuk menawar untuk Olimpiade 2032.

Besarnya perhatian terhadap Indonesia juga dibandingkan dengan Olimpiade Rio oleh New York Times.

Media Amerika Serikat tersebut mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak pada isu korupsi seperti di Brasil.

Kala itu Brazil mengeluarkan anggaran sekitar A$20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 295 triliun untuk ajang olahraga terbesar di dunia itu.

Menurut media tersebut, masalah korupsi juga dikhawatirkan akan terjadi di Indonesia jika menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Jaga momentum

Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas bach berfoto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara bersama sejumlah menteri, usai membahas Asiasn games 2018
Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas bach berfoto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara bersama sejumlah menteri, usai membahas Asiasn games 2018 (Dok Sekretariat kabinet RI)

Selain OCA, Presiden IOC juga memberikan sinyal yang baik bagi Indonesia.

Presiden IOC Thomas Bach, selain bertemu dengan Presiden Jokowi, juga menyaksikan glamornya acara penutupan Asian Games 2018.

Bach mengatakan, Indonesia memiliki sarana yang tepat untuk menjadi tuan rumah acara multi-olahraga terbesar di dunia.

“Dengan keberhasilan Asian Games ini, Indonesia telah meletakkan fondasi yang sangat kuat untuk pencalonan tersebut,” kata Bach seperti dilansir AFP.

“Anda dapat melihat bahan-bahannya di sana, Anda melihat bangsa muda yang antusias. Bergairah tentang olahraga, bekerja dengan efisiensi tinggi dalam organisasi ... Jadi, saya pikir, ini akan menjadi pencalonan yang sangat kuat. ”

“Saya pikir, apa yang penting sekarang bagi Indonesia adalah menjaga momentum Olimpiade ini dan tidak jatuh ke lubang hitam setelah semua orang pergi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Federasi Atletik Internasional (IAAF) Lord Sebastian Coe memuji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Coe juga hadir di Jakarta dan mengaku terpukau dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, yang menjadi venue atletik.

Pria peraih emas Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984 itu juga memuji area latihan dan pemanasan di Stadion Madya, Senayan.

"Indonesia memiliki fasilitas kelas dunia dan fasilitas yang dimiliki sama dengan yang dimiliki negara-negara lain di dunia yang telah menggelar ajang-ajang internasional," kata Lord Coe seperti dilansir BolaSport.com.

Pria yang juga anggota parlemen Inggris ini menyebutkan bahwa posisi Indonesia di peta atletik Asia dan dunia memang masuk dalam sorotan IAAF.

"Indonesia telah melakukan perkembangan yang baik dalam atletik dan kami tentu memberikan dukungan," tutur pria berusia 61 tahun itu.

Kantor AFP menyebut, Indonesia telah melebihi ekspektasi sebagai tuan rumah Asian Games karena mampu menjadi tuan rumah bagi 17.000 atlet dan ofisial dengan baik.

Sebelumnya, menurut AFP, Indonesia pernah menjadi tuan rumah SEA Games 2011 namun diwarnai dengan skandal korupsi, penundaan serta banyaknya properti yang dibangun sia-sia.

03 September 2018

sumber : tribunnews.com

Seperti rencana sebelumnya, pesta penutupan acara Asian Games 2018 akan digelar hari ini, Minggu (2/9).

Seperti saat pesta pembukaan, acara penutupan ini juga dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Berbeda dengan pembukaan yang bernuansa megah, kali ini acara penutupan akan bernuansa persahabatan dan kebahagiaan.

Pada pembukaan acara Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 kemarin, Presiden Joko Widodo menyempatkan dirinya untuk datang dan menonton acara ini hingga acara berakhir.

Bahkan, Jokowi merupakan salah satu 'pengisi acara' tersebut.

Dengan mengendarai motor gede, aksi Jokowi tidak hanya mengejutkan masyarakat Indonesia saja, namun juga luar negeri.

Namun sayangnya, pada kesempatan kali ini Jokowi tidak dapat hadir ke penutupan Asian Games 2018.

Ternyata, alasannya adalah karena sang Presiden memiliki tugas mengunjungi salah satu daerah yang sedang terkena musibah, yaitu Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Saya besok (hari ini) akan ke Lombok, NTB, pagi," kata Jokowi di Jakarta, Sabtu (1/9/2018) malam.

Di sana Jokowi akan melakukan peninjauan proses rehabilitasi pascagempa, seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Meski begitu, Jokowi memastikan tidak akan ketinggalan untuk menonton acara yang ditungu-tunggu tersebut.

Bahkan Ia berencana melakukan nobar (nonton bareng) bersama warga Lombok.

"Ya, besok (nobar) di sana," sambungnya.

Acara ini tentu dapat dijadikan 'media' untuk menghibur masyarakat Lombok yang saat ini sedang dirundung musibah.

Rencananya, Jokowi akan berada di Lombok selama dua hari.

Sebelumnya, kakek dari Jan Ethes ini sempat bertemu dengan pendiri  sekaligus  Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma, di Istana Kepresidenan Bogor, pada Sabtu (1/9).

Dalam pertemuan itu, Jokowi sempat bercanda dengan Jack Ma mengenai aksinya saat mengendarai motor di pembukaan acara Asian Games 2018 lalu.

"Saya berharap dapat melihat penampilan Anda pada upacara penutupan karena seperti yang Anda tahu, saya harus melompat dari sepeda motor untuk melakukan bagian saya dalam upacara (pembukaan) Asian Games," kata Presiden dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Selain bertemu dengan Presiden, Jack Ma juga dipastikan akan datang menikmati pertunjukan di penutupan Asian Games 2018.

Bahkan, orang terkaya di dunia ini disebut-sebut akan menampilkan sesuatu.

Meski sempat dibantah oleh pihak Alibaba, namun seseorang yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyebutkan Jack Ma sebelumnya bertemu dengan President Olympic Council of Asia, Sheikh Ahmed Al-Fahad Al Sabah.

03 September 2018

sumber : kompas.com

Presiden RI Joko Widodo memperingatkan para pejabat di Nusa Tenggara Barat dan mereka yang terlibat dalam pemulihan bencana agar dana bantuan sampai ke tangan korban gempa bumi tanpa potongan apapun.

Peringatan itu disampaikan Jokowi di depan pengungsi dan pejabat yang hadir di lapangan Masjid Jami di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Minggu (2/9/2018).

“Saya ingatkan, jangan ada potongan apapun untuk bantuan. Hati-hati bekerja dengan saya, hati-hati, saya cek. Saya tidak ingin ada serupiah pun dipotong di tabungan ini. Semuanya harus masuk ke masyarakat dan itu untuk membangun rumah masing-masing,“ tegas Jokowi.

Sejumlah warga pengungsi terlihat lega dengan pernyataan Jokowi tersebut.

Jokowi lalu mengingatkan bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertanggung jawab jika ada penyimpangan yang muncul.

Jokowi mengingatkan warga pengungsi pula bahwa dana yang diberikan pemerintah harus digunakan untuk membangun rumah, bukan untuk keperluan lain.

“Jangan dananya digunakan untuk keperluan lainnya ini difokuskan ke pembangunan rumah, dan proses pembangunannya akan didampingi. Harus membangun rumah tahan gempa, mengingat Indonesia ini berada di posisi cincin api. Karena itu kami ingin mengingatkan bahwa pembangunan rumah harus mengikuti sesuai instruksi Menteri PUPR,” tutur Jokowi.

Dia juga mempersilakan warga yang ingin mengadopsi penggunaan bedek atau bambu untuk dinding rumah mereka. Hanya saja, konstruksinya harus sesuai dengan rumah Risha yang telah diuji coba ketahanannya pada gempa.

Hal itu sesuai dengan pertanyaan Kadri, warga asal Lombok Timur yang mengaku trauma dengan rumah beton dan batu. Dia berharap, presiden mengizinkan dia dan warganya membangun rumah dengan dinding bedek atau anyaman bambu.

Kedatangan Jokowi ke Lombok adalah ketiga kalinya pasca-gempa 29 Juli lalu. Pada kunjungan kali ini, Jokowi memberikan secara simbolis bantuan tabungan untuk pembangunan rumah warga yang rusak, masing-masing Rp 50 juta untuk yang rusak parah, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

 
03 September 2018

sumber : kompas.com

Presiden Joko Widodo berbaur dengan anak-anak di tenda pengungsian korban terdampak gempa Lombok di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (2/9/2018) malam.

Presiden mencoba untuk menghibur anak-anak agar tak larut dalam kesedihan.

Dikutip dari Antara, sekitar 200 anak tampak riang saat kedatangan Kepala Negara pukul 19.20 Wita. Mereka berkumpul untuk mendengar apa yang akan dikatakan Presiden.

Presiden kemudian meminta salah seorang dari mereka maju ke depan. Jokowiternyata menggelar kuis berhadiah.

Seorang anak kelas 5 dan 6 SD bernama Habi dan Izna memberanikan diri maju ke hadapan Presiden. Jokowi lantas bertanya seputar perjumlahan dan perkalian.

Keduanya sukses menjawab pertanyaan Presiden. Habi dan Izna mendapat tas.

Melihat temannya membawa pulang tas, anak-anak yang lain berebut agar ditunjuk Jokowi untuk maju ke depan.

Seorang siswa kelas 1 SD bernama Rifki lah yang akhirnya beruntung untuk menjawab pertanyaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Rifki, coba satu ditambah satu ditambah satu ditambah satu berapa?" tanya Presiden.

Rifki berhasil menjawab. Presiden kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih sulit. Namun, Rifki kembali sukses menjawab.

"Ini pintar banget, ini diberi tas," kata Presiden.

Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi menginap di lokasi pengungsian. Hari ini, rencananya Presiden meninjau proses penanganan pascagempa secara langsung.

Dalam kunjungannya ini, Presiden didampingi di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Lalu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

03 September 2018

sumber : detik.com

Upacara penutupan Asian Games 2018 tak cuma digelar di Jakarta. Di Jakabaring, Palembang, penutupan digelar dengan konsep party dan lebih rileks.

Asian Games 2018 resmi ditutup Minggu (2/9/2018) malam WIB. Indonesia telah menyerahkan tongkat estafet tuan rumah kepada China, yang akan menggelar ajang multievent ini di kota Hangzhou pada 2022.

Upacara penutupan Asian Games 2018 digelar di dua tempat, Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Jakabaring di Palembang. Di Jakabaring, sekitar lima ribu orang datang menyaksikan momen bersejarah ini.


"Sangat puas. Saya sangat bangga karena adanya acara penutupan Asian Games di Jakabaring malam ini ya. Suasana di sini terasa begitu bersahabat," kata Willdanu, salah seorang penonton saat berbincang dengan detikSport, Minggu (2/9/2018).

Pria yang lebih akrab disapa Wildan itu datang jauh-jauh dari Sumatra Barat. Dia bersama keempat temannya sudah tiba di Palembang sejak dua hari lalu dan menyaksikan lomba Triathlon.

Tak ingin membuang kesempatan dan waktu, dia lanjut menonton penutupan Asian Games di Jakabaring dan berencana kembali ke Sumbar pada Senin (3/9).

"Dari pagi sudah di sini, karena katanya kalau masuk harus pakai undangan, ya kami dari pagi disini. Nggak ada keluar," kata Wildan sambil tertawa.

Kemeriahan penutupan Asian Games di pelataran Jakabaring Sport City malam ini tidak kalah dengan Jakarta. Ribuan penonton tumpah ruah menyaksikan penampilan artis dan band papan atas.

Asisten Deputi Promosi dan Industri Olahraga Kemenpora Sandi Suwardi Hasan mengatakan gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang merupakan pencapaian yang luar biasa. Antusiasme warga bisa dilihat dari pembukaan hingga penutupan.

Di Jakabaring, kendati konsepnya lebih santai ketimbang di Jakarta dan cenderung bernuansa party, tak menyurutkan animo masyarakat.

"Ini pencapaian fantastis. Konsep party malam ini merupakan bagian dari kami panitia. Maunya sih ya di dalam stadion, tapi pasti biayanya lebih mahal, dengan begini saja ternyata antusias warga di Palembang cukup tinggi," kata Hasan.

"Cukup di luar aja dengan konsep santai, party dan bisa kita lihat ada sekitar lima ribu masyarakat yang hadir malam ini. Ini dari awal memang begini, tidak ada kursi dan tidak ada tribun, beda dengan di Jakarta," sambung Hasan.

Page 6 of 16

Tentang Kami