Live Streaming
Page 3 of 14
11 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merilis gempa berkuatan magnitudo 6,4 di Situbondo pada Kamis (11/10/2018) dinihari pukul 01.44.57 WIB.

Gempa yang mengguncang Situbondo berada di laut 61 km arah TImur Laut Situbondo dengan kedalaman 10 km.

Gempa Situbondo terasa di Denpasar, Gianyar (Bali), Karangkates, Pandaan (Jatim), hingga Lombok Barat, dan Mataram (NTB).

 

Berikut informasi lengkap dari BMKG:

 

#Gempa Mag:6.4, 11-Okt-18 01:44:57 WIB, Lok:7.42 LS, 114.47 BT (Pusat gempa berada di Laut 61 km TimurLaut Situbondo), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III-IV Denpasar, III Karangkates, III Gianyar, III Lombok Barat, III Mataram, III Pandaan #BMKG

 

 

 

 

Dampak gempa Situbondo

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) menjelaskan dampak gempa magnitudo 6,4 di Situbondo.

Melalui akun twitternya, BNPB menjelaskan apa yang terjadi di Situbondo.

BNPB menyebut, gempa magnitudo 6,4 di Situbondo berdampak pada meninggalnya 3 orang dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Kerusakan terparah akibat gempa terjadi di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Jatim.

Tiga korban tewas, dua orang sudah teridentifikasi, yakni Nuril Kamiliya, laki-laki 7 tahun di Gayam, Sumenep dan H Nadhar perempuan berusia 55 tahun di dusun Jambusok, Desa Prambanan, Gayam, Sumenep.

Satu korban tewas lainnya belum teridentifikasi, juga berada di kecematan Gayam Sumenep. 

BNPB menyebutkan, korban tewas karena tertimpa bangunan roboh akibat gempa.

 

"Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri," demikian tulis BNPB.

BNPB juga menyebutkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, namun soal jumlah, petugas masih melakukan pencatatan.

Kerusakan parah terjadi di desa Jambuir, kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Sumenep.

Rumah rusak juga terjadi di Kopedi, kecamatan Bluto, Kerta Kecamatan Kalianget, dan Nyabakan Timur, Sumenep.

Gempa terasa di hampir seluruh wilayah di Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

09 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Dies Natalis Ke 66 Universitas Sumatera Utara (USU) di Gedung Auditorium, Senin (8/10/2018).

Tiba sekitar pukul 08.30 pagi, Jokowi disambut teriakan ribuan mahasiswa yang ingin bersalaman dan berfoto dengannya.

Tiba di halaman Gedung Auditorium, Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, menyambut langsung kedatangan presiden dan Ibu negara Iriana Jokowi.

Setelah Prof Runtung menyalami Presiden Jokowi, keduanya tampak berbincang sejenak sebelum akhirnya berjalan masuk ke gedung Audiotorium USU.

Sekitar satu jam, Jokowi mengikuti sidang terbuka Dies Natalis Ke 66.

Presiden Jokowi tiba di Universitas Sumatera Utara, Senin (8/10/2018)
Presiden Jokowi tiba di Universitas Sumatera Utara, Senin (8/10/2018) (Tribun Medan)

Seusai acara, Presiden Jokowi sempat ditanyai awak media seputar tanggapan sejumlah pihak yang mengatakan terlalu besarnya anggaran penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund and the World Bank (IMF-WB) Annual Meetings (AM) yang digelar 8-14 Oktober di Bali.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa anggaran kegiatan tersebut dipakai untuk memperluas apron (Pelataran pesawat) di bandara Bali, serta membangun terowongan di persimpangan untuk mengatasi kemacetan.

Nantinya, kata Jokowi seluruh infrastuktur tersebut akan tetap dapat terus dipergunakan.

"Anggaran itu dipakai untuk, memperluas apron di bandara Bali, dipakai untuk membuat terowongan dipersimpangan yang ada diBali sehingga tidak macet. Artinya itu setelah ini juga akan kita gunakan terus. Terowongannya digunakan terus, kemudian apron untuk parkir pesawat di bandara juga dipakai terus. Bukan sesuatu yang hilang," ujarnya.

 

Menurut Jokowi, sama halnya dengan pertemuan besar lainnya, Annual Meetings sekelas IMF-WB tersebut merupakan sebuah event besar yang jadi rebutan semua negara.

Apalagi menurutnya pertemuan besar seperti itu akan membawa citra positif bagi negara yang jadi tuan rumahnya.

"Yang perlu saya sampaikan ya, Annual Meetings sebesar itu, 15 ribu orang yang datang. Itu jadi rebutan semua negara, karena meeting seperti itu, pasti memiliki dampak paling tidak memberikan citra yang baik bagi negara yang dipakai untuk pertemuan itu," terangnya.

Lewat pertemuan besar sekelas Annual Meetings IMF-WB di Balitersebut, Jokowi berharap Indonesia akan memperoleh dampak positif.

Selain itu, dikatakannya, event tersebut juga akan turut memperkuat promosi Indonesia untuk Bali maupun tempat-tempat wisata lainnya di Indonesia sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

"Sampai saat ini yang disampaikan kepada saya, Annual Meetings IMF-WB sudah pada posisi yang siap. Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk Bali, promosi kita untuk tempat-tempat wisata di Indonesia," tandasnya.

09 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, Senny Marbun, mengatakan pelatih judo atlet disabilitas Indonesia tidak mengetahui aturan larangan penggunaan jilbab di kompetisi internasional seperti Asian Para Games 2018.

Sebelumnya, atlet tuna netra Indonesia, Miftahul Jannah, terpaksa harus didiskualifkasi saat akan bertanding melawan wakil Mongolia, Oyun Gantulga, di kelas 52 kg, Senin (8/10/2018).

Namun, Miftahul Jannah didiskualifikasi karena menolak menyanggupi aturan larangan menggunakan jilbab.

 

Menanggapi hal ini, Senny Marbun menjelaskan para pelatihjudo sebenarnya sudah diberitahu tentang aturan itu.

Namun, aturan larangan berjilbab itu kemungkinan belum dimengerti karena terkendala bahasa.

"Pelatih judo kami tidak dapat berbahasa Inggris dan tidak tahu aturan larangan berjilbab ketika ada rapat delegasi teknis dari Komite Paralimpiade Asia," kata Senny seperti dilansir dari KOMPAS.com.

"Dia juga tidak meminta tolong kepada sesama pelatih untuk menerjemahkan aturan itu. Prinsipnya dalam olahraga tidak ada diskriminasi," ujar Senny.

Senny kemudian meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena NPC juga turut bertanggung jawab sehinggaMiftahul Jannah didiskualifikasi.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi pada kejuaraan-kejuaraan internasional berikutnya seperti ASEAN Para Games 2019 dan Paralimpiade Tokyo 2020," ujar Senny.

"Saya akui NPC juga bersalah karena regulasi pertandingan judo itu sudah ada sejak lama dan kami tidak mengonfirmasi itu kepada pelatih dan atlet," kata Senny.

05 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Nilai tukar rupiah tembus di atas Rp 15 ribu. Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, memang ada beberapa kondisi yang mempengaruhi nilai tukarrupiah belakangan hingga tembus diatas Rp 15 ribu.

Di antaranya, kondisi perang dagang antara Amerika dan China serta rencana Bank Federal Amerika menaikkan suku bunga. Namun lepas dari persoalan itu, BI akan tetap berupaya menjaga stabilitas nilai tukar, agar penguatan dolar tidak terlalu tinggi.

"Harga dolar inikan tergantung permintaan dan penawaran. Kalau permintaan tinggi, harga tinggi," kata Gusti, Kamis (4/10/2018) di Gedung BI.

Karena itu, menurutnya perlu dijaga bagaimana pasokan dolar di pasar tetap tersedia. Dari BI sendiri, lanjut Gusti, melakukan langkah-langkah intervensi reguler dan terukur untuk mengatasi gejolak fluktuasi ini.

"Kita jaga surat berharga, kita juga menawarkan fasilitas valas, swap valas bagi pelaku usaha kita yang membutuhkan valas," ujarnya.

 

Swap adalah transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai, dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka. Tujuannya untuk mendapatkan kepastian kurs, sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.

"Jadi dia bisa masuk ke sana. Jangan sampai kebutuhan valas itu langsung dibeli ke pasar. Kebutuhannya minggu depan, dia bisa swap dulu, sehingga pasar siap," sambung Gusti.

Selain itu, BI juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah. Gusti melanjutkan, secara indikator, ekonomi Indonesia masih bagus. Begitu juga dengan pertumbuhan dan inflasinya.

"Pengelolaan defisit fiskal berjalan baik. Ada kebijakan pembatasan komoditas. Ada juga dorongan mengurangi impor BBM dengan mendorong penggunaan biodisel. Ini sudah berjalan," ujarnya.

Berbagai upaya dilakukan, namun memang gejolak global tak bisa dikendalikan.

"Tapi kita tetap berupa meminimalkan dampaknya ke ekonomi kita. Kita dorong peningkatan ekspor, dan potensi-potensi yang ada lainnya," kata Gusti.

04 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Sempat heboh terkait tersiarnya kabar bahwa aktivis Ratna Sarumpaet dianiaya oleh beberapa orang tidak dikenal di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September 2018 lalu.

Kabar itu menggelinding liar yang menyebutkan penganiayaan itu mengakibatkan wajah Ratna lebam. Banyak orang kemudian percaya karena foto-foto dengan wajam bengkak tersebar di media sosial.

Sejumlah politikus bahkan calon presiden Prabowo Subianto bereaksi dengan mengecam perbuatan tersebut.

 

Namun, Rabu (3/10/2018), Ratna Sarumpaet muncul ke publik dan menceritakan kebenaran yang terjadi dan ternyata bertolak belakang dengan yang sesungguhnya terjadi.

Berikut sejumlah fakta terkait Ratna Sarumpaet :

 

1. Tidak pernah dianiaya

Ratna mengakui bahwa dia tidak pernah dianiaya atau dikeroyok di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada 21 September 2018.

Ia membantah kabar serta pernyataan sejumlah tokoh yang menyebut Ratna dianiaya hingga wajahnya lebam.

"Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," ujar Ratna di kediamannya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Jakarta Selatan.

 

2. Wajah lebam karena operasi sedot lemak wajah

Ratna mengakui pada 21 September 2018 lalu mendatangi salah satu rumah sakit bedah di Jakarta untuk melakukan sedot lemak wajah.

Saat itu, Ratna bertemu dengan dokter bedah bernama Sidiq. Dia telah membuat janji dengan Sidiq di rumah sakit.

Ratna mengaku sudah beberapa kali menjalani operasi yang dibawahi langsung oleh Sidiq.

Ratna mengatakan, pada 22 September atau keesokan harinya setelah operasi, Ratna melihat wajahnya mengalami lebam-lebam.

Dia khawatir karena saat operasi sebelumnya tidak pernah mengalami hal tersebut.

Adapun Sidiq mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan hal wajar setelah operasi.

 

3. Awalnya berbohong terhadap keluarga

Tidak ingin anak-anaknya mengetahui penyebab kondisi wajahnya, Ratna akhirnya berbohong bahwa kondisi lebam dan bengkak itu disebabkan penganiayaan oleh beberapa orang.

Ratna mengatakan, kebohongan tersebut hanya untuk internal keluarganya saja.

Namun, dia tidak menyangka informasi tersebut diketahui publik hingga foto-foto wajahnya yang lebam tersebar di media sosial.

 

4. Membohongi Prabowo, Amien Rais, dan Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Ratna meminta maaf kepada calon presiden Prabowo Subianto terkait kebohongan yang dibuatnya.

Selain kepada Prabowo, Ratna meminta maaf kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang juga telah membelanya dalam hal ini.

Ratna yang merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga Uno itu turut meminta maaf kepada tim pemenangan.

Ia mengaku telah melukai hati tim dengan membuat kebohongan.

"Melalui forum ini saya sangat memohon maaf kepada PakPrabowo yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat," kata Ratna.

 

5. Minta maaf kepada "emak-emak"

Ratna meminta maaf kepada seluruh ibu-ibu yang selama ini dekat dengan dirinya, karena dirinya berbohong bahwa dia telah mengalami penganiayaan.

Ratna berharap, agar kebohongannya itu tidak mempengaruhi perjuangan para ibu untuk memperjuangkan keyakinan yang mereka perjuangkan saat ini.

"Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa, tapi begitulah hidup kita lihat. Bukan bagaimana Anda melihat aku, tetapi bagaimana kita melihat rakyat," ujar Ratna.

 

6. Akui menyebarkan hoaks

Ratna mengakui telah menciptakan berita palsu atau hoaksyang menghebohkan masyarakat.

Ratna mengatakan, telah memikirkan kebohongan yang telah ia sampaikan sejak Selasa (2/10/2018) kemarin.

Ratna menilai, kebohongan itu harus disudahi.

Pada Rabu pagi, Ratna memanggil anak-anaknya dan menyampaikan cerita yang sesungguhnya.

Ratna meminta maaf kepada seluruh pihak yang terdampak atas kebohongan yang telah dia lakukan.

03 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Informasi terbaru terkait gempa dari akun resmi BMKG menyebutkan terjadi gempa pada Rabu (3/10/2018) dinihari sekira pukul 04.06.56 di Palu.

Pusat Gempa di Palu, berada di 20 km Tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Kekuatan gempa yang menguncang Palu Rabu dinihari tadi dengan magnitudo 4,7.

 

 

Berikut keterangan resmi dari BMKG melalui akun twitter.

 

#Gempa Mag:4.7, 03-Okt-18 04:06:56 WIB, Lok:1.02 LS, 120.08 BT (Pusat gempa berada di Darat 20 km Tenggara Palu), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III-IV Palu #BMKG

02 October 2018

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Tak berselang lama setelah gempa 7,4 SR di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), tsunami menyapu pesisir pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. Namun, efek gempa tak berhenti di Palu. Satu kampung tenggelam ke dalam tanah akibat efek likuifaksi, yakni Petobo.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan empat wilayah di sekitar Sulawesi Tengah, yaitu Petobo, Biromaru, Jono Oge, dan Sidera mengalami likuifaksi.

Menurutnya, likuifaksi adalah proses geologi di mana tanah kehilangan kekuatan karena tegangan atau getaran yang biasanya terjadi saat gempa bumi. Tanah pun berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya.

"Detik-detik saat rumah-rumah bergerak dan roboh disebabkan proses likuifaksi dan amblesan akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu. Permukaan tanah bergerak dan amblas sehingga semua bangunan seperti hanyut," kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/10).

Sutopo mengatakan ada dua teori yang memungkinkan fenomena langka ini terjadi.

Pertama, guncangan gempa yang menyebabkan lapisan-lapisan tanah bawah yang awalnya padat, kemudian bercampur dengan air di bawah tanah, kemudian memuncratkan lumpur.

"Kekuatan [tanah]-nya berkurang, yang akhirnya menyebabkan bangunan yang ada di atasnya, pasti hancur diguncang gempa dengan posisi tanah di bawahnya gembur, amplifikasinya semakin besar, sehingga patah strukturnya," tuturnya.

Lokasi bencana lumpur Lapindo.Lokasi bencana lumpur Lapindo. (www.bpls.go.id))

Di masa lalu, munculnya insiden lumpur Lapindo, 2006, bisa jadi terjadi bukan hanya karena dibor tetapi juga karena gempa Jogja. Sutopo mengatakan material yang menghanyutkan rumah di Petobo sama hitamnya dengan Lapindo.

Teori kedua, katanya, akibat keberadaan lumpur purba yang terjebak di bawah permukaan tanah. Ketika gempa terjadi dan timbul retakan, lanjut dia, lumpur itu keluar.

Sutopo mengatakan tidak semua daerah rawan gempa terdapat proses likuifaksi. Lumpur biasanya terjadi di retakan retakan kecil antar lempeng. Namun hal itu masih tergantung dengan sedimen apa saja yang membentuk tanah itu.

"Kalau melihat dari proses pembentukannya, Sulawesi itu kan dibentuk oleh tiga lempeng. Lempeng Pasifik, Hindia Australia, dan Eurasia sehingga bentuk pulaunya aja aneh. Bentuk daratannya rendah kemudian bukit-bukit. Kemungkinan di dataran rendah itu ada cekungan cekungan yang kemungkinan isinya adalah lumpur-lumpur purba," terangnya.

Oleh karena itu, katanya, perlu penelitian lebih detail. Indonesia perlu pemetaan lebih detail untuk mengetahui titik likuifaksi dan biaya penelitiannya mahal.

"Hingga saat ini belum semua wilayah di Indonesia bisa terpetakan likuifaksinya. Belum semua wilayah Indonesia itu terpetakan jalur-jalur sesarnya," katanya.

Warga memantau area terdampak gempa di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Warga memantau area terdampak gempa di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Dia menghimbau ke depan, penataan ruang di Indoensia dibarengi dengan data-data kerawanan likuifaksi ini. Tujuannya untuk mitigasi bencana.


"Pemerintah daerah di Indonesia, yang daerahnya rawan gempa, harus membuat peta mikrozonasi, dengan peta itu akan diketahui berapa potensi terjadinya gempa. Apalagi ditambah pemetaan likuifaksi yang tadi," kata dia.

 

Evakuasi Lebih Sulit

Di daerah Patobo, BNPB memperkirakan ada 744 unit rumah yang amblas karena likuifaksi. Evakuasi di daerah itu diakui Sutopo akan lebih sulit karena tanahnya masih gembur sehingga akan sangat membahayakan bila mengevakuasi dengan alat berat.

"Alat berat di daerah yang biasa saja sulit apalagi ketika alat berat ke Patobo bisa amblas. Mungkin di permukaannya kering. Tapi mungkin yang di bawah masih gembur sehingga akan sangat berbahaya untuk menggunakan alat berat," ujarnya.

Sejauh ini, proses evakuasi dilakukan secara manual dengan mengutamakan keselamatan. Padahal, jumlah korban yang berada di wilayah tersebut ditaksir besar.

"Sayangnya kita juga belum mengetahui ada berapa penduduk yang ada di sana," kata Sutopo.

01 October 2018

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Setiap 1 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ternyata berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965.

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi tragedi yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S).

Tragedi ini masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya.

Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila.

Menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

 

Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta.

Gejolak yang timbul akibat G30S pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia, seperti dilansir wikipedia.

Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Dilansir kompas, Ashadi Siregar, peneliti media dan pengajar jurnalisme mengungkapkan Hari KesaktianPancasila mengandung makna perkabungan nasional.

Ditumpasnya kekuatan anti Pancasila, atau berbagai pemberontakan, perlu disikapi dengan pemahaman kesejarahan yang bersifat rasional, bukan dengan irasionalitas keyakinan saktinya Pancasila.

Setiap keberhasilan dan kegagalan pada hakikatnya berasal dari strategi dan operasi yang dijalankan secara rasional.

Dengan rasionalitas ini pula 1 Oktober dapat disikapi sebagai hari perkabungan nasional, bukan untuk ritual kesaktianPancasila.

Meninggalnya sejumlah perwira TNI pada 1 Oktober 1965 merupakan tragedi yang patut dikenang.

Film Gerakan 30 September karya almarhum Arifin C Noer yang diputar berulang selama Orde Baru menggambarkan adegan penculikan dan pembunuhan yang dilakukan segerombolan militer yang disebut sebagai pasukan Cakrabirawa.

Begitu juga adegan rapat-rapat yang berlangsung dihadiri oleh orang sipil yang digambarkan sebagai PKI di satu pihak dan militer di pihak lainnya.

Menelusuri tragedi 1 Oktober tidak mengurangi makna perkabungan bagi para perwira TNI.

Ini merupakan tugas sejarawan, termasuk TNI sendiri, untuk mengungkap seluruh tabir yang menyelimuti penculikan dan pembunuhan itu, agar tragedi dan perkabungan dapat dihayati secara rasional.

Sejumlah pertanyaan kunci perlu dijawab, sebab yang melakukan penculikan dan pembunuhan, baik dalam buku sejarah ala Nugroho Notosusanto maupun film semidokumenter Arifin C Noer, adalah bagian dari pasukan Cakrabirawa, pengawal kepresidenan.

Soalnya, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Cakrabirawa dibentuk atas unsur-unsur angkatan. Personel Cakrabirawa yang terlibat adalah Letkol Untung dan awak pasukannya yang berasal dari Angkatan Darat.

Tidak pernah dibukakan bagaimana rekrutmen pasukan Cakrabirawa ini, khususnya yang berasal dari Angkatan Darat.

Apakah bergabungnya Letkol Untung dan awak pasukannya ke dalam Cakrabirawa, atas permintaan Presiden Soekarno dan Komandan Cakrabirawa, ataukah atas penugasan Komandan Kostrad sebagai induk pasukannya?

Begitu pula dalam sejarah resmi digambarkan adanya perwira- perwira Angkatan Darat yang berhasil dipengaruhi oleh tokoh-tokoh sipil dari PKI. Untuk itu perlu ditelusuri tipologi ”kedunguan” dari perwira Angkatan Darat yang begitu mudah dipengaruhi dan digerakkan oleh orang sipil.

Garis komando yang sering dipujikan dalam lingkungan militer dapat diambil alih oleh orang sipil, yang notabene dalam buku sejarah dan film Arifin C Noer orang ini tidak jelas posisinya dalam kepengurusan PKI.

Satu Oktober 1965 dapat dijadikan titik tolak dalam penelusuran sejarah bangsa.

Siapa tahu kita akan sampai pada kesimpulan bahwa dengan terbunuhnya para pahlawan revolusi, yang kemudian disusul pembunuhan massal (belasan, puluhan, ratusan ribu korban rakyat Indonesia, yang mana pun bilangannya, perlu verifikasi) akibat eksploitasi konflik horizontal yang bersifat laten dalam masyarakat, maka kita memang sangat layak punya Hari Perkabungan Nasional.

Perkabungan untuk suatu bangsa yang sanggup membunuhi sesama manusia tanpa rasa bersalah.

01 October 2018

sumber : www.cnnindonesia.com

Rama Shinta - Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah saat ini mencapai 832 orang. Untuk sementara korban tewas terbanyak di Palu yakni 821 orang. Sementara di Donggala 11 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mengatakan, jumlah korban ini diterima dari petugas di lapangan meski jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih.


"Meski akses terputus kami dapat laporan dari PMI (Palang Merah Indonesia) pusat di Donggala ditemukan 11 meninggal akibat bangunan roboh dan tsunami," kata Sutopo di Jakarta, Minggu (30/9).

Korban tewas yang ditemukan dimakamkan secara massal karena pertimbangan kesehatan. Mereka yang dimakamkan setelah bisa diidentifikasi.


Sementara untuk korban luka ratusan orang dan pengungsi mencapai belasan ribu orang. Dalam keterangan terakhir, BNPB menyebut korban luka 540 orang dan pengungsi 17 ribu orang.


Jumlah korban tewas ini menurut Sutopo ada kemungkinan akan terus bertambah karena banyak jenazah yang belum teridentifikasi.

"Kondisi di sana masih banyak jenazah yang belum terindetifikasi. Korban yang kena reruntuhan juga masih banyak, itu meneybabkan jumlah korban akan terus bertambah," katanya.

28 September 2018

sumber : tribunnews.com

 

"Informasi yang dipersepsikan sebagai sumber pengetahuan mulai dikhawatirkan sebagai sumber kecemasan. Lubernya informasi tidak lain berarti bahwa ada jenis informasi yang bukan saja tidak sempat diolah akan tetapi juga sama sekali tidak mungkin dipakai.”

Jakob Oetama

 

 

Rama Shinta - Tahukah Anda, berapa berita yang diunggah media online dalam satu hari?

Satu media online arus utama di Indonesia setidaknya mengunggah 400 hingga 2.500 berita per hari. Itu baru satu media online.

Berapa media online yang kerap Anda sambangi dalam satu hari?

Lantas, berapa berita yang Anda baca dalam satu hari? Mungkin tak sampai 10 berita.

Meski jumlah berita dalam satu hari mengalir deras, namun media tak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi bagi masyarakat.

Ada media sosial yang acapkali malah lebih cepat memberikan informasi atas sebuah peristiwa.

Konon, ada 6.000 twit di Twitter setiap detiknya.

Sementara di Facebook, media sosial paling populer di Indonesia, memproduksi 293.000 status setiap 60 detik.

Ada 2,2 miliar orang di seluruh dunia aktif setiap hari di media sosial buatan Mark Zuckerberg itu.

Jangan lupakan video. Setiap menit, 300 jam video diunggah ke Youtube.

Absolutely, informasi kini mengalir bak air bah. Banjir. Luber, melebihi kemampuan kita untuk menyerapnya.

Segala informasi itu bahkan kini datang mengunjungi ruang-ruang personal kita di layar ponsel dan laptop, menyusup dalam pesan broadcast di Whatsapp atau Line.

Cilakanya, kita seringkali tidak tahu apakah informasi yang datang benar atau salah.

Era banjir informasi sekaligus juga merupakan era ketidakpastian informasi.

Ironis, di era digital, ketika informasi melimpah banyak, kebenaran justru menjadi sesuatu semakin tidak pasti, kata Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, kritikus media dalam bukunya Blur.

Alih-alih memberi kepastian, media tradisional, yang dulu menjadi the guardian angle of information, tak sedikit yang terpeleset mengamplifikasi ketidakpastian semata-mata demi kepentingan komoditas informasi.

Informasi malah menjadi sumber kecemasan baru.

 

Jurnalisme Makna

Bagaimana media seyogianya menempatkan diri di era banjir informasi?

Pendiri harian Kompas Jakob Oetama jauh-jauh hari bicara soal jurnalisme makna.

Ia menyampaikan gagasannya ini saat dikukuhkan sebagai doktor kehormatan Universitas Gadjah Mada pada 17 April 2003.

“Informasi yang dipersepsikan sebagai sumber pengetahuan mulai dikhawatirkan sebagai sumber kecemasan. Lubernya informasi tidak lain berarti bahwa ada jenis informasi yang bukan saja tidak sempat diolah akan tetapi juga sama sekali tidak mungkin dipakai,” kata Jakob dalam pidatonya.

Menurut dia, seorang wartawan seyogianya tidak hanya memberitakan sebuah peristiwa, tapi masuk lebih jauh menggali apa makna dari peristiwa itu.

“Seorang wartawan harus mampu mengambil jarak atas peristiwa yang ditulisnya dan menarik sebuah refleksi atas peristiwa tersebut. Dengan begitu, pembaca mendapatkan enlightment atau pencerahan,” tutur Jakob.

Tugas media, ia menegaskan, adalah mencari dan menghadirkan makna dari peristiwa dan masalah, besar dan kecil.

Pencarian makna itu berpedoman pada politics of values, yaitu tentang apa yang baik dan tidak baik, penting dan tidak penting, bukan politics of power, politik kekuasaan atas dasar kepentingan kelompok atau segelintir orang.

Oleh karena itu, jurnalis dituntut untuk tidak sekadar membuat laporan, tapi laporan yang komprehensif yaitu laporan yang berusaha memaparkan seluruh persoalan berikut aneka macam latar belakang, interaksi serta prosesnya.

“Reportase faktual yang memisahkan fakta dan opini berkembang sebagai reportase interpretasi, reportase yang mendalam, yang investigatif dan reportase yang komprehensif. Bukan sekadar fakta menurut urutan kejadiannya, bukan fakta secara linear, melainkan fakta yang mencakup. Dicari interaksi tali temalinya. Diberi interpretasi atas dasar interaksi dan latar belakangnya. Ditemukan variabel-variabelnya. Dengan cara itu berita bukan sekadar informasi tentang fakta. Berita sekaligus menyajikan interpretasi akan arti dan makna dari peristiwa,” kata Jakob.

Gagasan Jurnalisme Makna yang disampaikan Jakob sangat relevan di era banjir informasi ini.

Media seyogianya menjadi batu penjuru, tempat masyarakat mendapat kepastian. Media harus memberi jawab, mencerahkan, menjelaskan duduknya perkara.

 

Legacy

Itulah salah satu warisan Jakob Oetama yang hari ini berulangtahun ke-87.

Ia lahir di Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931.

Jurnalisme makna hanya satu dari banyak gagasan lain tentang jurnalisme yang selama ini dipraktikkan di harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV.

Warisan nilai yang dihidupi Jakob tidak hanya menjadi tonggak bagi jurnalisme yang digeluti para wartawan Kompas dan grup Kompas Gramedia tetapi juga warisan yang mewarnai perjalanan jurnalisme Indonesia.

Jakob tidak meninggalkan sebuah warisan nilai dalam sebuah tuturan yang sistematis.

Beragam pandangan dan gagasannya tentang jurnalisme dan menjadi wartawan disampaikannya secara lisan dalam sejumlah kesempatan saat berinteraksi dengan wartawan-wartawannya.

Kumpulan catatan tentang warisan nilai itu bisa dilihat selengkapnya pada edisi Visual Interaktif Kompas (VIK) The Legacy.

Selamat ulang tahun Pak Jakob.

Page 3 of 14

Tentang Kami