Live Streaming
Page 9 of 23
25 July 2019

  JAKARTA, KOMPAS.com - Polri bersama polisi Filipina akan mencocokkan DNA dua WNI terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, dengan sampel DNA keluarga. Hal itu diutarakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). "Dari sisi scientific Densus 88 sudah bekerja sama dengan Kepolisian Filipina, dari data tes DNA beberapa potongan tubuh yang didapat di TKP, nanti akan dicocokkan dengan pihak keluarga yang ada di Sulawesi," ucap Dedi. Untuk saat ini, polisi telah mengantongi identitas kedua terduga pelaku, yang berinisial RRZ dan UHS.

Keduanya diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar. Mereka adalah pasangan suami-istri yang pernah menjadi deportan Turki pada 2017. Identitas itu didapatkan setelah polisi menangkap terduga teroris berinisial N (39) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7/2019), dan Y yang diamankan di Malaysia pada awal Juni 2019. Maka dari itu, untuk menguatkan keterangan tersebut, aparat kepolisian melakukan tes DNA. "Setelah dicocokkan, identik DNA ,baru nanti akan ada penyampaian secara resmi bahwa kedua orang suspect suicide bomber," kata Dedi.

Orang-orang tersebut terkoneksi oleh elite JAD Indonesia berinisial S alias Daniel alias Chaniago. Ia merupakan otak atau mastermind yang menggerakkan anggota kelompok JAD Indonesia, sekaligus sebagai penyandang dana. S diduga berada di Khurasan, Afghanistan, bersama militan ISIS lainnya. Polri sudah memasukkan S pada Daftar Pencarian Orang (DPO). Dua bom bunuh diri itu meledak di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019. Ledakan terjadi saat misa berlangsung. Ledakan pertama terjadi di dalam gereja di Jolo. Sementara, bom kedua meledak saat petugas keamanan bergerak ke lokasi ledakan untuk memberi pertolongan terhadap para korban.

Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/11535631/cari-identitas-2-wni-terduga-pelaku-bom-bunuh-diri-di-filipina-polisi-akan

25 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum meledakkan diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019 lalu, pasangan suami istri RRZ dan UHS rupanya mengikuti program indoktrinasi terlebih dahulu di Indonesia. Hal itu diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). "Rekam jejaknya, kedua orang yang bersangkutan mengikuti indoktrinasi, brain wash, penanaman nilai-nilai dari paham radikal ekstrem tersebut," kata Dedi.

oal siapa yang melakukan brain wash, Dedi belum dapat memastikannya. Namun, yang pasti keduanya terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Makassar. Dalam momentum brain wash itu, lanjut Dedi, pasutri tersebut juga telah menyatakan kesanggupan untuk meledakkan diri di gereja Filipina. "Ada juga kesanggupan yang bersangkutan untuk menjadi pengantin, suicide bomber," ujar Dedi. Diketahui, pasutri tersebut memasuki Filipina secara ilegal pada Desember 2018. Adapun, aksi meledakkan diri dilakukan sekitar satu bulan setelahnya.

Namun, tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami apakah penentuan target pengeboman juga dilakukan di Indonesia atau usai keduanya sudah masuk ke Filipina. Oleh sebab itu, komunikasi keduanya dengan JAD dan komunikasi JAD dengan teroris di Filipina juga akan didalami. "Sebelum dia melakukan ( bom bunuh diri), tentunya kan ada komunikasi dulu, komunikasi dengan pihak sana juga," tutur dia.

Salah satu yang disasar Densus demi mencari titik terang kasus ini adalah menangkap Andi Baso. Ia adalah anggota JAD Makassar yang membantu memasukkan RRZ dan UHS ke Filipina. Andi Baso saat ini juga sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atas perannya dalam peledakan di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 2016 silam.  Berdasarkan informasi sementara, Andi Baso saat ini sedang berada di Filipina. Polri bekerja sama dengan kepolisian Filipina untuk mengejar Andi.  

 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/08281771/sebelum-ledakkan-gereja-filipina-pasutri-rrz-uhs-diindoktrinasi-di-indonesia

24 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengajak Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan melihat kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Hal itu dilakukan usai Jokowi menyambut Zayed di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (24/7/2019). Usai penyambutan, Jokowi dan Zayed masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan untuk menuju Istana Bogor. "Sebelum menuju Bogor, rombongan terbatas Presiden dan Pangeran keluar dari jalan tol menuju bundaran HI," kata Deputi Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin, Rabu.

Presiden Jokowi ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia karena kunjungan kenegaraan Presiden Uni Emirat Arab Khalifah bin Zayid al-Nahyan dilakukan pada 29 tahun yang lalu atau pada tahun 1990.

Menurut Bey, Presiden ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia dengan melewati kawasan yang menjadi ikon Ibu kota Indonesia. "Karena di sini (Bundaran HI) terdapat juga MRT," kata dia. Setelah melihat kawasan Bundaran HI, Jokowi dan Zayed baru bertolak ke Istana Bogor.

Di Istana Kepresidenan akan dilakukan upacara penyambutan kenegaraan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, penandatanganan buku tamu, penanaman pohon, tete-a-tete, pertemuan bilateral, dan penandatanganan kerja sama.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/24/10373571/jokowi-ajak-pangeran-abu-dhabi-ke-bundaran-hi-tunjukkan-pesatnya-pembangunan

24 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah (Pemda) proaktif menyelesaikan permasalahan keamanan di Nduga, Papua. Kalla meminta pemda setempat aktif berinteraksi dengan TNI dan Polri di sana untuk menangani masalah keamanan dan pengungsi akibat konflik di Nduga.

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi penangan pengungsi di Nduga yang hingga saat ini terus bertambah lantaran konflik tak kunjung padam. "Yang harus mengevaluasi itu justru pemerintah daerah setempat, bupati. Tidak perlu pusat, cukup bupati dan gubernur yang periksa berapa. Masa semua memeriksa jumlah pengungsi harus pusat yang menghitung, itu kelewatan," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (23/2019). Ia pun meminta pemda melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan informasi terkait kemanan kepada aparat TNI dan Polri. Kalla mengatakan, yang terjadi di Nduga bukan sekadar konflik, tetapi penyerangan.

Bahkan penyerangan sudah menyasar ke aparat TNI dan Polri. Hal itu terlihat dengan banyaknya penyerangan kepada anggota TNI yang tengah mengamankan pembangunan jalan Trans Papua. Kalla mengatakan, sedianya pemerintah menginginkan proses penyelesaian secara damai melalui dialog. Akan tetapi, upaya tersebut selalau ditolak sehingga cara yang digunakan ialah melalui penjagaan ketat oleh TNI dan Polri.

"Itu separatis namanya kalau begitu. Tentu kita akan berpegang kepada TNI ya, semua itu pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu," ucap Kalla. "Tentu yang terbaik iyalah suatu penyelesaian yang damai. Tapi kalau tidak mau damai hanya menyerang tentara, tentara kan harus mesti membalas, kan gitu," ucap dia.


 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/24/08084071/wapres-kalla-minta-pemda-proaktif-tangani-masalah-di-nduga-papua

24 July 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh siang ini. Sekretaris Jendral NasDem Johnny G Plate membenarkan pertemuan tersebut. "Sepengetahuan saya memang ada rencana pertemuan Gubernur DKI Anies Baswedan dengan Ketum Nasdem bang Surya Paloh siang ini di DPP Nasdem," kata Johnny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/7). Johnny menjelaskan pertemuan Surya dengan Anies merupakan momen lama yang tidak terlaksanakan. Terlebih Anies disebut Johnny sebagai salah satu deklarator NasDem saat menjadi organisasi masyarakat.

"Setelah lama tidak bertemu, kali ini momen yang baik pak Anies sebagai  unsur deklarator Ormas Nasdem bertemu dengan Ketum partai Nasdem," ujar dia. Johnny tak ingin berspekulasi terkait pembicaraan Anies dan Surya mengenai Pemilihan Presiden 2024. Ia menyatakan Pilpres masih lama di tahun 2024. "Masih jauh loncatannya," ujarnya. Johnny masih enggan buka-bukaan terkait pembicaraan Surya dengan Anies nantinya. Ia hanya menjelaskan bahwa ada peningkatan kursi legislatif NasDem di tingkat DPRD DKI."Sebagai mana juga diketahui perolehan kursi Nasden DPRD  DKI bertambah dari semula 5 kursi di pileg 2014 menjadi 7 di pileg 2019," katanya.

NasDem bukan salah satu pengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. NasDam saat itu lebih memilih mengusung Basuki Tjahaja Purnama yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. (ctr/sur)

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190724090701-32-414960/anies-baswedan-dijadwalkan-bertemu-surya-paloh-siang-ini

23 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Baiq Nuril meneteskan air mata dalam rapat pleno Komisi III DPR terkait pembahasan surat Presiden Joko Widodo tentang permohonan pertimbangan pemberian amnesti untuk dirinya. Dalam rapat tersebut, Baiq yang diberi kesempatan menyampaikan pandangannya, berharap DPR menyetujui pemberian amnesti. "Harapan saya mudah-mudahan bapak dan ibu, mudah-mudahan mempertimbangkan pengajuan amnesti saya," kata Baiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baiq mengatakan, DPR merupakan satu-satunya harapan untuk menolongnya lewat persetujuan pertimbangan amnesti tersebut. "Saya tidak tahu harus kemana lagi. Karena saya tahu DPR itu wakil rakyat, tangan rakyat yang bisa menolong rakyatnya. Saya cuma rakyat kecil. Saya punya harapan hanya ingin membesarkan anak saya, untuk mendidik mereka, menjadikan orang yang lebih berguna," ujarnya. Baiq merasa apa yang dialaminya adalah bentuk ketidakadilan. Sebab, sejak menjalani proses hukum, ia kehilangan pekerjaannya. Namun, Baiq meyakini keadilan pasti ada untuk dirinya.

"Tapi saya yakin, keadilan itu pasti ada untuk saya. Karena saya berdiri di atas kebenaran dan saya yakin itu, tangan-tangan bapak dan ibu mungkin akan mengangkat keadilan untuk saya. mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan," pungkasnya. Dalam rapat pleno Komisi III, Baiq Nuril didampingi oleh kuasa hukumnya Yan Mangandar Putra dan anak laki-lakinya Rafi. Adapun, rapat tersebut dipimpin oleh Aziz Syamsuddin dan turut hadir Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Ranik dan Herman Hery beserta sejumlah anggotanya.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/23/16203511/baiq-nuril-menangis-berharap-komisi-iii-setujui-pertimbangan-amnesti

23 July 2019

KOMPAS.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, kata "penghinaan" dalam unsur pemidanaan di dunia internasional memang tidak populer lagi.  Untuk itu, kata dia, bisa saja kata tersebut dalam pasal-pasang penghinaan agama, yakni pasal 250 dan 313 pada Rancangan Undang-Undang (UU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ditinjau ulang. Pasalnya, pembahasan RUU ini masih berjalan terus dan belum tutup buku. "Makanya masukan dari kelompok masyarakat, khususnya cendekiawan dan organisasi keagamaan masih sangat diperlukan," ujar Bamsoet saat menerima Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (22/07/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ketua DPR berkata seperti itu untuk menanggapi masukan dari Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan. Mereka meminta DPR mengganti kata "penghinaan" dengan "hasutan untuk menyebarkan, menyiarkan kebencian, dengan maksud melakukan kekerasan, atau diskriminasi". Mereka juga meminra DPR mengganti judul Bab VII RUU KUHP yaitu "Tindak Pidana Terhadap Agama dan Kehidupan Beragama". Ini diperlukan agar tidak terjadi multi tafsir yang menyebabkan agama menjadi subjek hukum. Soal ini, Bambang menjelaskan semangat keberadaan bab VII dan pasal-pasal di dalamnya adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menjalankan agama dan kepercayaannya. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam konstitusi negara Pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945. "Namun, jika redaksionalnya dirasa kurang tepat, DPR RI dengan senang hati menerima berbagai masukan dari masyarakat," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu memastikan, berbagai masukan tertulis lainnya dari Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan akan diteruskan ke Komisi III DPR RI. Dengan begiu, KUHP yang dihasilkan nanti bisa sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia dan bisa menjawab berbagai persoalan serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. "Karena itu DPR RI selalu terbuka terhadap berbagai aspirasi, sehingga saat RUU KUHP ini disahkan masyarakat bisa menyambutnya dengan suka cita, bukan dengan duka cita," pungkas Bamsoet

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/23/12393491/dpr-terbuka-soal-penghilangan-kata-penghinaan-agama-dalam-ruu-kuhp

23 July 2019

INFO JABAR - Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA & SLB Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 Adalah Ajang Pembibitan Atlet Jawa Barat. Para Juara Di O2SN Ini Bakal Mewakili Jabar Di Level Berikutnya Yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Menyatakan Hal Tersebut Saat Membuka Acara Tersebut Di GOR Tri Lomba Juang, Jl. Pajajaran No. 37, Kota Bandung, Senin, 22 Juli 2019.  O2SN  Tingkat SMA & SLB Se-Jawa Barat Tahun Ini Berlangsung Pada 22-25 Juli Di Kota Bandung Dan Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, O2SN ini hanya pembibitan (atlet) menuju ke tingkat nasional, yaitu POPNAS. Turnamen yang diikuti oleh 1.189 pelajar ini merupakan ajang positif untuk meningkatkan bakat dan minat para pelajar.“Tidak tertutup Kemungkinan Kesuksesan Mereka (Anak Peserta Didik) Di Masa Depan Bisa Saja Dari Situ (Bidang Olahraga Atau Lainnya),” Kata Wagub Uu. Potensi Atau Talenta Lain Pelajar, Lanjut Uu, Perlu Untuk Terus Digali Dan Dikembangkan. Hal Itu Penting Demi Meningkatkan Kegiatan Positif, Sehingga Pelajar Bisa Terhindar Dari Hal-Hal Yang Tidak Baik, Seperti Narkoba, Seks Bebas, Dan Lain Sebagainya.

“Biasanya Anak-Anak Usia Sekolah Masuk Kepada Wilayah-Wilayah Yang Tidak Diharapkan Oleh Orang Tua Karena Kurangnya Kegiatan Setelah Sekolah. Akhirnya Terjerumus Kepada Hal-Hal Yang Tidak Diinginkan,” Kata  Uu. Kepala Dinas   Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, Menjelaskan Ada Lima Cabang Olahraga (Cabor) Yang Dipertandingkan Untuk Tingkat SMA, Yaitu Pencak Silat, Karate, Atletik, Bulu Tangkis, Dan Renang. Sementara Untuk SLB Ada Sembilan   Cabor, Antara Lain, Bulu Tangkis, Lari, Balap Kursi Roda, Dan Catur. (*)

 

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1227423/olimpiade-olahraga-siswa-nasional-sebagai-ajang-pembibitan-atlet/full&view=ok

10 January 2019

Bertempat di Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Selasa (8/1) kemarin meresmikan tujuh komplek Integrated Community Shelter atau Hunian Nyaman Terpadu. Hunian ini diperuntukkan bagi warga terdampak bencana alam, 28 September 2018 silam.

Peresmian ini dihadiri oleh Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, juga Vice President ACT Iqbal Setyarso, Kepala Cabang ACT Palu, Wakil Bupati Sigi, serta perwakilan dari Kitabisa.com.

Selain itu, peresmian Hunian Nyaman Terpadu ACT pun dihadiri oleh ribuan warga Kabupaten Sigi. Sebagai tamu istimewa, kegiatan ini juga menghadirkan salah satu Ustaz Kondang di Indonesia, Ustaz Fadlan Garamatan.

Syuhelmaidi Syukur mengatakan hingga kini ACT telah membangun 656 shelter di tujuh komplek Hunian Nyaman Terpadu yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Wakil Bupati Sigi Paulina mengungkapkan, secara umum Kabupaten Sigi membutuhkan 9000 shelter, namun yang baru terbangun sebanyak dua ribu lebih.

Dengan adanya bantuan dari ACT ini Pemerintah Kabupaten Sigi sangat mengapresiasi kepada ACT karena telah meringankan beban masyarakat di Kabupaten Sigi.

09 November 2018

sumber : detik.com

Rama Shinta - Pencarian korban Lion Air PK-LQP masih dilanjutkan. Total 231 personel dikerahkan pada hari ke-12 proses evakuasi.

Berdasarkan pengumuman dari Basarnas di Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jumat (9/11/2018), 231 personel gabungan tersebut terdiri atas 201 personel Basarnas dan 30 orang dari DVI Polri. Jumlah tersebut sudah termasuk tim penyelam Basarnas. Hari ini, Basarnas mengerahkan 41 penyelam.

Selain personel gabungan, sejumlah kapal dikerahkan di hari ke-12 proses pencarian Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang itu. Total ada 14 kapal laut.

Selain kapal laut, 2 helikopter dikerahkan untuk pencarian via udara. Di darat, 9 unit ambulans bersiaga.

Dari catatan Basarnas, sudah ada 195 kantong jenazah yang diserahkan ke DVI Polri. Jumlah tersebut dikumpulkan sejak pencarian pertama kali dilakukan, yakni dari 29 Oktober hingga 8 November kemarin.

Page 9 of 23

Tentang Kami