Live Streaming
Friday, 05 October 2018 14:24

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp 15 ribu. Ini Langkah BI

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Nilai tukar rupiah tembus di atas Rp 15 ribu. Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, memang ada beberapa kondisi yang mempengaruhi nilai tukarrupiah belakangan hingga tembus diatas Rp 15 ribu.

Di antaranya, kondisi perang dagang antara Amerika dan China serta rencana Bank Federal Amerika menaikkan suku bunga. Namun lepas dari persoalan itu, BI akan tetap berupaya menjaga stabilitas nilai tukar, agar penguatan dolar tidak terlalu tinggi.

"Harga dolar inikan tergantung permintaan dan penawaran. Kalau permintaan tinggi, harga tinggi," kata Gusti, Kamis (4/10/2018) di Gedung BI.

Karena itu, menurutnya perlu dijaga bagaimana pasokan dolar di pasar tetap tersedia. Dari BI sendiri, lanjut Gusti, melakukan langkah-langkah intervensi reguler dan terukur untuk mengatasi gejolak fluktuasi ini.

"Kita jaga surat berharga, kita juga menawarkan fasilitas valas, swap valas bagi pelaku usaha kita yang membutuhkan valas," ujarnya.

 

Swap adalah transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai, dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka. Tujuannya untuk mendapatkan kepastian kurs, sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.

"Jadi dia bisa masuk ke sana. Jangan sampai kebutuhan valas itu langsung dibeli ke pasar. Kebutuhannya minggu depan, dia bisa swap dulu, sehingga pasar siap," sambung Gusti.

Selain itu, BI juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah. Gusti melanjutkan, secara indikator, ekonomi Indonesia masih bagus. Begitu juga dengan pertumbuhan dan inflasinya.

"Pengelolaan defisit fiskal berjalan baik. Ada kebijakan pembatasan komoditas. Ada juga dorongan mengurangi impor BBM dengan mendorong penggunaan biodisel. Ini sudah berjalan," ujarnya.

Berbagai upaya dilakukan, namun memang gejolak global tak bisa dikendalikan.

"Tapi kita tetap berupa meminimalkan dampaknya ke ekonomi kita. Kita dorong peningkatan ekspor, dan potensi-potensi yang ada lainnya," kata Gusti.

Read 64 times

Tentang Kami